Sempurnakan Birokrasi, Bupati Lantik 378 Pejabat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah jabatan Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pelantikan sebanyak 378 pejabat itu dilakukan di parkir selatan Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 31 Desember 2021.

Fandi Akhmad Yani dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan sejatinya merupakan amanah dari Mendagri dalam rangka mendukung penyempurnaan birokrasi, yakni dengan menjadikan eselon IV dan eselon III menjadi jabatan fungsional.

Wakil Bupati Aminatun Habibah menegaskan bahwa mutasi dan kenaikan jabatan merupakan hal yang biasa dalam lingkungan ASN. Sehingga sudah selayaknya bahwa dimanapun ASN ditempatkan untuk selalu memberikan kinerja dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal ini karena dalam pertimbangan mutasi dan kenaikan.
“Pada hakikatnya, perpindahan jabatan itu sudah menjadi suatu kebiasaan. Oleh karena itu, tidak boleh merasa tertekan dan itu sudah menjadi tugas ASN untuk melaksanakannya,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah itu. 

Dalam pengambilan keputusan tersebut juga tidak lepas dari berbagai tolok ukur diantaranya kapasitas kompetensi, integritas, loyalitas dan juga moralitas. Dengan berbagai pertimbangan tersebut maka kita semua harus memberikan kinerja yang terbaik untuk Kabupaten Gresik. “Mari bersama-sama membangun Kabupaten Gresik dengan sebaik-baiknya, dan semua adalah untuk masyarakat Kabupaten Gresik,”harap Bu Min. 

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Nasriyah mengatakan, sebanyak 378 orang yang dilantik. Mereka terdiri dari 13 orang jabatan administrator, jabatan pengawas (28 orang), jabatan fungsional (283 orang), serta kepala sekolah (54 orang). (yad)

Sempurnakan Birokrasi, Bupati Lantik 378 Pejabat Selengkapnya

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak perusahaan di Kecamatan Kebomas berkolaborasi dan sinergi dalam penanganan banjir Kali Lamong. Caranya,  perusahaan mengalokasikan corporate Social Responsibility (CSR) untuk normalisasi Kali Lamong melalui paguyuban pengusaha. 

Penuntasan penanganan banjir Kali Lamong yang sudah puluhan tahun menjadi prioritas Pemkab Gresik.  Pertemuan perwakilan pengusaha di Kecamatan Kebomas dihelat di sebuah hotel di Jalan Veteran, Gresik itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Camat Kebomas Miftachul Huda.

Washil Miftachul Rachman mengatakan pertemuan dengan perwakilan perusahaan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membentuk paguyuban, serta mengajak perusahaan untuk mendukung program pemerintah daerah dalam bentuk CSR untuk penanganan banjir di Kali Lamong.

“Dengan jumlah perusahaan sebanyak 356 perusahaan yang berada di Kecamatan Kebomas, akan sangat membantu Kabupaten Gresik apabila kegiatan CSR-nya dilakukan dalam bentuk normalisasi aliran Kali Lamong yang melintasi Kecamatan Kebomas,”kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan banjir luapan Kali Lamong yang terjadi setiap tahunnya merupakan masalah yang belum teratasi. Kali Lamong sendiri merupakan sungai yang melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Gresik. Salah satunya adalah Kecamatan Kebomas yang mana dilewati Kali Lamong sepanjang kurang lebih  9 kilometer.

“Banjir Kali Lamong yang setiap tahun terjadi di Kabupaten Gresik ini menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat, mulai dari gagal panen hingga rusaknya infrastruktur. Kerugian yang besar ini membuat penanganan banjir Kali Lamong menjadi kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik, maka dari itu kami menawarkan agar dana CSR di perusahaan dapat difokuskan untuk penanganan banjir Kali Lamong, alih-alih digunakan untuk kegiatan sosial ketika banjir,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad itu.

Oleh karenanya, Gus Yani mengajak seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membuat satu Paguyuban yang menaungi perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Gresik.
“Kami melihat adanya peluang kebersamaan gotong royong antara perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Gresik.

Dengan membentuk paguyuban, kami mendorong adanya gotong royong untuk mencapai tujuan tidak hanya sosial namun juga menjalin silaturahmi antar perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas serta paguyuban dapat langsung bersinergi dengan pemerintah,” tambah Bupati 36 tahun itu.

Sebelumnya, Pemkab Gresik Pemerintah telah melaksanakan penanganan banjir Kali Lamong di berbagai kecamatan dengan menggandeng perusahaan wilayah tersebut. Pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Cerme telah direalisasikan serta normalisasi di beberapa titik telah dilaksanakan dengan menggandeng perusahaan lokal. Pemerintah Kabupaten Gresik sendiri juga telah memfokuskan APBD untuk penanganan Banjir.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gresik  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) maupun berkolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang memiliki wewenang dalam penanganan Kali Lamong. Efek yang nyata dirasakan setelah adanya normalisasi tersebut adalah makin berkurangnya wilayah yang terdampak banjir dan durasi banjir yang semakin menurun sehingga banjir bisa lekas surut. (yad)

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Masjid Kampus Universitas Qomaruddin, Mirza Ahmad Yani Di Bangun

GRESIK,1minute.id – MasjidMirza Ahmad Yani mulai dibangun pada Kamis, 30 Desember 2021. Peletakan batu pertama pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sebelum agenda utama peletakan batu pertama pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin dilakukan pembacaan Salawat bil Julus dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Ali Murtadlo.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi dan mendukung adanya pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin. Menurutnya, membangun rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pembangunan masjid kampus Qomaruddin.

Gus Yani berharap setelah dibangunnya masjid diatas tanah berukuran 36×40 tersebut dapat dirawat dan menjadi pusat kegiatan keagamaan. “Masjid tidak hanya ikonik tetapi bermanfaat buat warga Bungah dan masyarakat yang melintas di area sini,”harap Gus Yani. 

“Mari sama-sama kita doakan kepada para panitia agar dalam pembangunan berjalan dengan baik dan lancar Mudah-mudahan masjid ini memberikan jariyah kita bersama dan semoga di ridhoi  Allah SWT,”imbuhnya. Sebelum mengakhiri sambutan, Gus Yani kembali mengingatkan kepada masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga dari paparan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua panitia pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin KH. Nawawi Sholih mengatakan masjid yang akan dibangun rencananya akan diberi nama masjid “Mirza Ahmad Yani”.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah mendukung pembangunan masjid ini, mudah-mudahan dengan dibangunnya masjid kampus Universitas Qomaruddin dapat bermanfaat untuk masyarakat dalam meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT,”tutur KH.Nawawi Sholih yang juga merupakan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah itu.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid Mirza Ahmad Yani ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Asisten II Gunawan Setyadi, Asisten III Abu Hassan, Kadis Pendidikan Haryanto, Kadis KBPP dr. Ghozali serta Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat setempat. (yad)

Masjid Kampus Universitas Qomaruddin, Mirza Ahmad Yani Di Bangun Selengkapnya

Menteri Desa, PDTT Apresiasi Percepatan Pembangunan Desa di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi penghargaan diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Penghargaan di penghujung tahun itu berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kabupaten Gresik, salah satu Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang sukses melakukan percepatan pembangunan desa pada 2021.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Mendes, PDTT Abdul Halim Iskandar di Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Rabu, 29 Desember 2021. Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi, karena meskipun bukan yang pertama dalam hal tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal, namun Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi besar yang kali kali mendapatkan penghargaan ini karena terdapat 29 kabupaten dan satu kota yang memperoleh penghargaan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerataan pembangunan di Jatim terus menunjukkan perkembangan yang positif. Tidak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan. “Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya desa dengan status Mandiri dan Maju serta nihilnya desa dengan status tertinggal dan sangat tertinggal di Jatim,”kata Khofifah dalam sambutannya. 

Sebagai informasi, dalam pemutakhiran data indeks desa mandiri (IDM) 2021 tercatat 3.269 desa di Indonesia dinyatakan sebagai desa mandiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 697 desa atau 21,32 persen berada di Jatim. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dan selanjutnya disusul oleh Jawa Barat di peringkat kedua dengan total 586 desa mandiri serta di peringkat ketiga Jawa Tengah dengan total 199 desa mandiri.

Tidak hanya status desa mandiri yang tertinggi, desa dengan status maju di Jatim juga tercatat mendominasi secara nasional dengan total 3.283 desa. Angka ini diikuti oleh Jawa Tengah dengan total 2.295 desa maju dan Jawa Barat sebanyak 2.102 desa maju.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan keberhasilan meraih penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Penghargaan yang kita dapat hari ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kerja keras kita selama ini, dan tentunya ini tidak bisa lepas dari kolaborasi baik dari pemerintah daerah lewat Dinas PMD, camat, pemdes dan masyarakat,”ujar Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Malahatul Fardah.

Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan kategori pertama karena seluruh desanya memiliki status perkembangan desa berkembang, maju, dan mandiri. Selain Kabupaten Gresik, penghargaan juga diberikan kepada 29 dari 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Diantaranya adalah Kabupaten Tulungagung, Tuban, Trenggalek, Sumenep, dan  Situbondo.

Kemudian, Kabupaten Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, serta Ponorogo. Berikut, Kabupaten Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, dan Mojokerto. 
Selanjutnya, Kabupaten Malang, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan dan Kediri. Serta, Kabupaten Jombang, Jember, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi, Bangkalan dan Kota Batu. (yad)

Menteri Desa, PDTT Apresiasi Percepatan Pembangunan Desa di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Segera Menerapkan e-Parkir

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera memberlakukan parkir non tunai (cashless). Rencana penerapan parkir model anyar itu pada awal tahun depan, Januari 2022.

Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung proses ujicoba penerapan parkir non tunai atawa e-Parkir itu sepanjang area parkir di Kawasan Gresik Kota Baru (GKB) itu.

Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan mekanisme pembayaran parkir dengan menggunakan scan barcode atau dengan aplikasi Qris (Quick Response Code Indonesian Standard). “Masyarakat yang sudah mempunyai aplikasi pembayaran dan berisi saldo, sudah langsung bisa melakukan pembayaran. Tetapi yang tidak memiliki saldo akan menggunakan handphone dari rekan jukir dulu,”kata Gus Yani. 

Ia menuturkan, pihaknya akan terus melalukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui secara jelas mekanisme yang diterapkan. “Saya minta kepada Dishub dan Satpol PP untuk terus memantau di lapangan dan memberikan sosialisasi intens kepada para jukir dan masyarakat terkait mekanismenya,”tuturnya.

Gus Yani melanjutkan, penerapan e-Parkir di Gresik ini juga sebagai implementasi Kabupaten Gresik sebagai Kabupaten Smart City menuju pemerintahan yang good government. Disisi lain, Gus Yani optimistis bahwa penerapan e-Parkir ini juga akan terwujudnya tata kelola pemerintahan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang transparan serta akuntabel. “Ini salah satu implementasi Gresik sebagai Kabupaten Smart City dengan diimbangi tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan juga transparan,”bebernya. 

Diharapkan masyarakat juga dapat mendukung penerapan e-Parkir ini. Adapun bagi pihak jukir yang kedapatan memungut uang parkir secara tunai, maka akan ada sanksi tegas, yakni pemutusan kontrak kerjasama bagi pengelola jukir yang bandel. (yad) 

Pemkab Gresik Segera Menerapkan e-Parkir Selengkapnya

Bupati Dorong Naik Kelas, 4 UMKM Kantongi Sertifikat Jaminan Keamanan Pangan

GRESIK, 1minute.id – Sebanyak empat UMKM dengan produk berbasis ikan di Kabupaten Gresik menerima sertifikat jaminan keamanan pangan. Empat jenis sertifikat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah itu adalah Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat Instalasi Karantina Ikan (IKI) dan sertifikat Cara Karantina Ikan Yang Baik (CKIB) dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Pangan (BKIPM) Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Penyerahan sertifikat keamanan pangan itu dilakukan di Ruang Ruang Putri Mijil area Pendopo Alun-alun Gresik pada Senin, 27 Desember 2021. Penyerahannya dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala BKPIM Surabaya II Hasim ;  Kasub Koordinator Tata Pelayanan BKIPM Surabaya II Ricat Pahlefi Hidayat, Kadis Koperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono, Kadis Perikanan Choirul Anam, Bagian Kepabeanan Cukai II Gresik Hendra Cahyono, serta jajaran Camat wilayah terkait.

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap sektor UMKM dalam perannya dalam usaha pemulihan ekonomi nasional. Hal ini terbukti dengan masih bertahannya sektor usaha UMKM dalam masa pandemi seperti saat ini.

“UMKM ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Kemandirian yang telah dilakukan pelaku UMKM di tengah kemajuan teknologi dan kondisi pandemi merupakan suatu hal yang luar biasa apalagi bapak ibu bisa beradaptasi dengan keadaan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sebagai pemangku kebijakan, imbuhnya, Pemkab akan selalu mendukung UMKM dengan menjadi fasilitator yang bijak. “Salah satunya kita lakukan lewat Nawa Karsa yaitu 3 B (Bela, Beli, Bagi) produk UMKM,”katanya.

Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Yani dan Bu Min mendorong UMKM untuk selalu berorientasi dan berani ekspor. Hal ini penting dalam usaha pemulihan ekonomi nasional lantaran ekspor merupakan salah satu komponen produk domestik bruto yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah Kabupaten Gresik berupaya dan telah menyiapkan berbagai program dalam menaikkan kelas UMKM, diantaranya fasilitasi pelatihan ekspor, pendampingan dan asistensi, perizinan, branding, sertifikasi halal dan lain-lain,” jelasnya.

Terkait kegiatan penyerahan sertifikat hari ini, Bupati Yani berpandangan bahwa hal tersebut merupakan suatu pencapaian keberhasilan kolaborasi pendampingan dengan beberapa OPD dan lembaga terkait, diantaranya Diskoperindag, Dinas Perikanan, Bea Cukai, BKIPM Surabaya II dan asosiasi UMKM. Sehingga penerbitan sertifikasi tersebut bisa rampung dengan waktu yang tidak lama dan proses yang tidak berbelit serta gratis tanpa dipungut biaya. 

Empat UMKM yang menerima sertifikat keamanan pangan itu , Mansyur Farm Bawean dari Kecamatan Sangkapura menerima sertifikat IKI dan CKIB ; Mie Hokky dari Kecamatan Manyar ;  UD. Multi Sarana Niaga/Bandeng Mentari dari Kecamatan Gresik, dan UD. Family Food dari Kecamatan Driyorejo yang masing-masing menerima sertifikat HACCP. (yad)

Bupati Dorong Naik Kelas, 4 UMKM Kantongi Sertifikat Jaminan Keamanan Pangan Selengkapnya

Woooo! Sinergi BPN, Pemkab, DPRD Gresik Bisa Selesaikan 2.060 Sertifikat Selama 40 Hari


GRESIK, 1minute.id – Ribuan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2021 dibagikan kepada warga Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan secara simbolis kepada warga di Balai Desa setempat pada Kamis, 23 Desember 2021.

Fandi Akhmad Yani mengatakan PTSL adalah program strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). PTSL program terobosan dan akselerasi yang manfaat bagi masyarakat. Program ini tidak bisa diterwujud tanpa adanya sinergi dan dukungan dari seluruh pihak. Yakni, Pemkab, BPN maupun DPRD, serta tak lupa komitmen dari masyarakat melalui pemerintahan desa. 

“Dengan adanya sinergi dan dukungan dari pihak-pihak tersebut, Alhamdulillah PTSL di Desa Kepatihan ini bisa tercapai dalam waktu 40 hari,”ujar Fandi Akhmad Yani.  Di Desa Kepatihan ini mendapat alokasi 2.060 PTSL. Selama 40 hari, BPN Gresik bisa menuntaskan ribuan permohonan warga tersebut. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan dirinya selalu menjalin komunikasi intens dengan Kepala BPN Gresik Asep Heri. Tujuannya, mencari strategi yang pas agar PTSL prosesnya bisa cepat.

“Bahkan kita melibatkan dunia pendidikan, kita bicara kepada Rektor Universitas Muhammadiyah agar KKN mahasiswa bisa diterjunkan untuk mendukung program PTSL di tingkat desa. Ini semua dalam rangka percepatan agar masyarakat bisa mendapatkan sertifikat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan kepada masyarakat yang menerima sertifikat tanahnya agar bisa memanfaatkan dengan bijak. Yakni apabila memang diperlukan seyogyanya diutamakan untuk keperluan modal usaha, dan tentunya menghindari menggunakannya untuk membeli barang-barang yang konsumtif.

Sementara itu  Kepala BPN Gresik Asep Heri menambahkan Desa Kepatihan menjadi sebuah inspirator. Success story. Sebab, “hanya” butuh waktu 40 hari, sebanyak 2.060 sertifikat bisa kelar. Ia menjelaskan di Kecamatan Menganti ada tiga desa yang ditetapkan menjadi lokasi PTSL. Dari 3 desa tersebut ditargetkan sebanyak 4.600 sertifikat. Nah, separuhnya ada di Desa Kepatihan ini. sebanyak 2.060 sertifikat.

“Saya sangat bangga bisa bekerja sama dengan Desa Kepatihan, karena banyak sekali terobosan-terobosan yang bisa kita jadikan model pelaksanaan PTSL di Kabupaten Gresik,”katanya. Sebab, ada desa yang mampu menyelesaikan 1.050 sertifikat dalam 1,5 tahun. Asep Heri tidak menyebutkan desa yang dinilai lamban tersebut. “Desa Kepatihan 40 hari 2.060 sertifikat selesai. Ini sangat luar biasa, sehingga saya mengusulkan agar desa Kepatihan ini untuk diikutsertakan PTSL tahun depan, 2022,”tambahnya.

Untuk diketahui, BPN Gresik mendapatkan kuota PTSL 2021 sebanyak 77 ribu peta bidang termasuk 58.800 sertifikat. Kabupaten Gresik juga melewati target yang diberikan KPK dalam hal sertifikasi aset pemerintah daerah. Dimana yang ditargetkan 500 sertifikat teralisasi 684 sertifikat atas nama Pemkab Gresik. Capaian itu, menempatkan Kabupaten Gresik di urutan pertama di Provinsi Jawa Timur. (yad)

Woooo! Sinergi BPN, Pemkab, DPRD Gresik Bisa Selesaikan 2.060 Sertifikat Selama 40 Hari Selengkapnya

Mempermudah UMKM Kantongi NIB, Bupati Gresik Mendapatkan Apresiasi dari Menteri Investasi/BKPM


GRESIK,1minute.id – Kinerja DPM-PTSP Gresik dalam kecepatan memberikan pelayanan nomor induk berusaha (NIB) menuai apresiasi dari Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. 

Penghargaan diberikan oleh Bahlil Lahadalia kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Graha Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada Rabu, 22 Desember 2021. Apresiasi diberikan oleh Kementerian Investasi/BKPM kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas partisipasinya dalam Penerbitan dan Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perorangan. 

Menurut Bahlil Lahadalia, Kementerian Investasi/BKPM melaksanakan percepatan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Kemenkop UKM melakukan pendampingan dan pembinaan dalam proses NIB.
Saat ini, kata Bahlil, proses pengurusan NIB dilakukan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) Indonesia yang dapat diunduh pada Google Playstore. Artinya, pelaku usaha dapat secara mudah mendapatkan NIB melalui perizinan online dengan menggunakan sistem OSS Berbasis Risiko.

“Jawa Timur merupakan penggerak perekonomian kedua di Indonesia. Sebanyak 70 persen banyak melibatkan dari UMKM,” ujarnya. Penyerahan penghargaan itu dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Kemudian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Walikota Surabaya Ery Cahyadi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari. Serta ratusan pelaku UMKM perorangan dari 4 Kabupaten dan 2 Kota di Jawa Timur yang telah mengantongi NIB.

“Kedepan pihaknya menggelar Milenial Job Center dengan menggandeng talenta-talenta IT Jawa Timur untuk melakukan pendampingan pemasaran melalui digital buat UKM,”tambahnya. Bahlil menegaskan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan hadir untuk membantu dan memastikan program pendampingan pembiayaan secara nyata kepada pelaku UMKM. “Kami akan lakukan pembersihan terhadap oknum-oknum yang menguntungkan dirinya sendiri dan mengorbankan pelaku UMKM,”tegasnya.

Kemudian pembiayaan kepada UMKM antara lain dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia. BRI akan melakukan 40 persen untuk Ultra Mikro dan UKM kita memastikan yang dibawah Rp 400 juta dengan 13.700 UKM. Pasalnya UKM merupakan Pondasi Bangsa Indonesia dalam usaha dan menciptakan lapangan kerja. “Pelaku UKM merupakan pahlawan dimana 99,6% termasuk dari Mikro yang naik kelas dari Informal ke Formal,”katanya. 

Melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) nantinya pelaku UKM akan dilakukan pendampingan sampai pembiayaan untuk membuat komponen di sistem produksi hingga pemasarannya. “Presiden sudah menginstruksikan untuk menaikkan kredit perbankan termasuk porsi KUR (kredit usaha rakyat) untuk pelaku UKM dalam pembenahan dan mengembangkan usahanya agar UMKM bangkit dan terus tumbuh,”pungkasnya. (yad)

Mempermudah UMKM Kantongi NIB, Bupati Gresik Mendapatkan Apresiasi dari Menteri Investasi/BKPM Selengkapnya

Realisasi PBB 2021 Melebihi Target, Bupati Apresiasi Desa Patuh Pajak

GRESIK,1minute.id – Kepatuhan warga Gresik membayar pajak mendapatkan apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) 2021 melebihi target.Target penerimaan PBB 2021 sebesar Rp 130 miliar, realisasi Rp 131 miliar atau 100,96 persen. 

Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada seluruh kepala desa/kelurahan dan kecamatan yang patuh dalam membayar lunas PBB lebih awal. Tanpa menunggu jatuh tempo. Patut menjadi pelopor.  “Saya secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga. Bagi kami, masyarakat di desa bapak dan ibu sekalian merupakan bagian dari orang-orang hebat yang punya tanggung jawab terhadap pajak,”puji Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya Bulan Panutan PBB 2021 pada Selasa, 21 Desember 2021.

Kecamatan dengan capaian tertinggi lunas PBB 100 % diraih oleh Kecamatan Balongpanggang dengan 25 desa, Benjeng 17 desa dan Dukun 13 desa.  Kemudian Kecamatan Tambak 13 Desa, Sangkapura 11 Desa, Sidayu 9 desa dan  Manyar 6 Desa. Berikutnya, Kecamatan Duduksampeyan dan Panceng masing-masing 4 desa. Kecamatan Cerme, Kebomas dan Bungah masing-masing 3 desa.  Kecamatan Gresik, Wringinanom dan Kedamean masing-masing 2 desa.

“Kami harap kepada kecamatan dan juga desa yang masih belum mencapai target pelunasan, untuk terus didorong untuk lebih taat pajak,”harapnya. 
Selain itu, Bupati juga memberikan penghargaan bagi sejumlah perusahaan yang telah melunasi kewajiban pajaknya.

Perusahaan itu di antaranya PT. Wilmar Nabati Indonesia, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT. Marga Bumi Mitra Raya, PT. Petrokimia Gresik, PT. PLN PJB II Up. Gresik, PT. Wings Surya, PT. Smelting (pelabuhan), PT. Jasamarga, PT. Dayasa Aria Prima, PT. Platinum Keramics Industri, PT. Tjakrindo Mas, PT. Miwon Indonesia, PT. Surya Pertiwi Nusantara dan juga PT. Sumber Mas Indah Plywood.

Kedepan, dalam rangka peningkatan perekonomian yang diwujudkan dengan kerjasama dengan investor, Gus Yani ingin agar aturan dan regulasi harus jelas dan gambling. “Saya ingin kepastian dan regulasinya disusun secara jelas sehingga antara pemerintah dan investor tidak ada negosiasi,”ujarnya. (yad)

Realisasi PBB 2021 Melebihi Target, Bupati Apresiasi Desa Patuh Pajak Selengkapnya

Dorong Dekranasda Berani Buat Event Naikkan UMKM Berdikari

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik Pengurus  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gresik pada Rabu,15 Desember 2021. Pelantikan digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik itu dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin.

Pelantikan pengurus Dekranasda yang diketuai oleh Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini berlangsung khidmat. Meriah karena diselingi peragaan busana dari paguyuban Cak dan Yuk Gresik serta kesenian Tari dengan protokol kesehatan.

Fandi Akhmad Yani mengawali sambutannya dengan berpantun Manuk glatik cucuk e biru, mari di.lantik ojo turu. Ia mengharapkan pasca pelantikan Pengurus Dekranasda Gresik periode 2021-2024 itu bisa semakin memajukan produk UMKM di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

OLEH-OLEH SUAMI : Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin dan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani memilih kopiah untuk suami mereka usai pelantikan pengurus Dekranasda Gresik pada Rabu, 15 Desember 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani optimistis Dekranasda Gresik bisa  semakin memajukan UMKM di Gresik.  “UMKM bergerak terus karena sinergi dengan Kantor Pengawasan Bea Cukai Gresik. Yakin optimistis Dekranasda baru bermanfaat,”tegasnya. 

Ia mendorong pengurus Dekranasda Gresik untuk berani berinovasi dan ekspansi ke luar Kabupaten Gresik untuk mempromosikan produk UMKM. “Pameran di mal-mal, membuat event Dekranasda karena jati diri menumbuhkan UMKM berdikari,”tegasnya. 

Sebab, banyak pelaku usaha, khususnya kerajinan masih kesulitan memasarkan hasil produk. “Itu tanggung jawab kita, bukan hanya Diskoperindag,”katanya.  Kondisi pandemi melandai menjadi momentum untuk melakukan percepatan pemulihan perekonomian. Mendorong UMKM terus bergerak dan naik kelas. 

Analisis Kementerian Kesehatan selama 6 bulan kedepan, perkembangan wabah SARS-CoV-2, virus pembawa Covid-19 masih bisa terkedali. “Mudahan di tahun baru seperti gini terus (Covid-19 terkedali). Alhamdulillah karena harapan masyarakat,”katanya.

Mengapa? Sebab, kecenderungan masyarakat merindukan keramaian. Ia mencontohkan event Gresik Bandeng Fest 2021 menghadirkan bintang tamu Chef Juna di Alun-alun Gresik.

ADIKARYA : Produk UMKM Gresik dalam fashion show usai Pelantikan Pengurus Dekranasda Gresik pada Rabu, 15 Desember 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsim mengatakan, Gresik memiliki potensi luar biasa. Banyak pengerajin tenun dan memiliki ciri khas sendiri-sendiri. “Baju Saya ini baju dari Desa Wedani,”kata Arumi.  Desa Wedani, Kecamatan Cerme adalah salah satu desa Devisa di Indonesia. Mayoritas masyarakat menekuni profesi tenun sarung. Sarung Wedani sudah merambah pasar ekspor tujuan Timur Tengah, Asia dan Eropa.

Ia sependapat dengan Bupati Fandi Akhmad Yani, UMKM butuh stimulasi, motivasi agar bergairah. “Kondisi ekonomi yang sedang lesu karena Covid-19 ini, butuh disemangatkan, digairahkan UMKM,”tegas istri Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu.
Usai acara, mereka keliling melihat produk UMKM yang sudah ekspor dan potensi ekspor. Produk mulai batik, sarung, songkok hingga mi produk rumahnya. (yad)

Dorong Dekranasda Berani Buat Event Naikkan UMKM Berdikari Selengkapnya