Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital


GRESIK,1minute.id – Arsip digital menjadi kebutuhan bagi organisasi perangkat daerah (OPD). Bentuk pelayanan yang akuntabel dan transparan kepada masyarakat. 

Bupati GresikFandi Akhmad Yani mengatakan, pengarsipan merupakan hal yang sangat penting namun sering dianggap sepele. “Laporan kearsipan menjadi kewajiban kita karena di masing-masing dinas harus memberikan pelayanan yang akuntabel dan transparan,” ujar Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya di acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan Internal kepada OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik 2021 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 30 November 2021.

Bupati mengharapkan kearsipan terus berinovasi utamanya di era digital. “Kearsipan harus berinovasi menggunakan teknologi yang maju. Kalau  tidak beradaptasi dengan era digital ini kita akan tertinggal,”lanjut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Penyerahan penghargaan kepada OPD itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Asisten Administrasi Umum Abu Hassan, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik Ninik Asrukin. Dalam kesempatan tersebut memberikan penghargaan kepada tiga OPD yang meraih nilai terbaik dalam hasil laporan audit kearsipan.

Pelaksanaan audit pengawasan kearsipan internal yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik meliputi pengawasan kearsipan terhadap 8 OPD dengan aspek penilaian antara lain, Pengelolaan Arsip Dinamis yang terdiri dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan arsip, serta sumber daya kearsipan yang terdiri dari sumber daya manusia kearsipan dan sarana prasarana kearsipan

Berikut adalah nilai hasil pengawasan kearsipan internal terhadap OPD di Kabupaten Gresik. (1) Dinas Tenaga Kerja: 68,00 (2) Dinas Komunikasi dan Informatika: 64,00 (3) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan Daerah: 63,00 (4) Badan Kepegawaian Daerah: 62, 50 (5) Badan Penanggulangan Bencana Daerah: 51,50 (6) Sekretariat DPRD: 51,00 (7) Dinas Pertanahan: 50,50 dan (8) Dinas Sosial: 48,00.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum Setkab Gresik Abu Hassan melaporkan acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan dan mendorong perangkat daerah untuk menyelenggarakan kearsipan sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah melaksanakan tertib arsip di unit kerja masing-masing.
Kegiatan kearsipan di Kabupaten Gresik telah dilakukan pengawasan kearsipan eksternal yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Lembaga Kearsipan Daerah.  Kabupaten Gresik memperoleh nilai keseluruhan pada 2020 adalah 75,62 dengan predikat sangat baik. (yad)

Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital Selengkapnya

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang

GRESIK,1minute.id – Museum Masmundari resmi beroperasi pada Sabtu malam, 27 November 2021. Museum virtual sang maestro Damarkurung itu diresmikan secara hibrid oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Putri Mijil Pendapa Bupati Gresik.

Museum virtual kali pertama itu lahirnya di bidani oleh tiga perempuan yakni Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti. Mereka tergabung dalam Yayasan Gang Sebelah. Yayasan itu berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). 

“Museum Digital Masmundari ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Perilisan museum ini dihadiri oleh keluarga almarhumah Masmundari. Mulai anak, sampai cicit seniman lukis asal Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik itu. Serta, puluhan seniman asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, politisi, akademisi hingga mahasiswa menjadi saksi lahir museum digital tersebut secara langsung. 

Antara lain, perwakilan dari Kemendikbud Ristek Yeni Lasmawati, anggota DPRD Gresik Syaikhu Busiri,  Rekor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Eko Budi Leksono, budayawan dan seniman Kris Aji, Nur Fakih, Oemar Zainuddin, dan Aris Dabul. Anak Masmundari diantaranya Rokayah.  Hadir secara virtual antara lain, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad melanjutkan,  masa pandemi Covid-19 membuat terus berinovasi dan cepat beradaptasi. Semua kalangan dari berbagai lapisan masyarakat harus dapat beradaptasi di era digitalisasi ini. “Yayasan Gang Sebelah sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbukti dengan dihadirkannya Museum Digital Masmundari yang merupakan contoh kecil dari kemajuan teknologi,”tuturnya. 

Damarkurung karya Masmundari ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kemendikbud pada 2017. Penetapan itu menunjukkan karya Damarkurung mirip lampion. Namun, Damarkurung berbentuk kubus. Lukisan Damarkurung oleh Masmundari berbentuk cerita. Dan, biasanya tentang kondisi sekitar. Tradisi pasar bandeng, atau orang mencari ikan di pelabuhan dan lainnya. Masmundari meninggal diusia 115 tahun. 

Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah mengatakan, sejarah Gresik tidak lepas dari kaum perempuan. Deretan panjang tokoh perempuan itu, diantaranya, Siti Fatimah binti Maemun ; Nyai Ageng Pinatih (ibunda angkat Sunan Giri) ; Waliyah Zaenab di Pulau Bawean dan Masmundari. 

“Ketiga perempuan muda (Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti,Red) mencetuskan gagasan untuk mendokumentasikan karya Masmundari,  Yayasan Gang Sebelah meresponnya,”kata Dewi yang seorang penyair juga guru di SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu.  Kini, Museum Masmundari telah lahir. Masyarakat bisa berselancar ke dalam museum virtual itu melalui saluran website. www.museummasmudari.com. Berkunjung ke museum tak lagi wajib datang (yad)

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang Selengkapnya

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern

GRESIK, 1minute.id –  Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gresik berbenah. Organisasi ini berencana membangun jaringannya di kecamatan hingga desa. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPD HKTI Jawa Timur Warsito dalam kegiatan Pra-Musyawarah Cabang (Pra-Muscab) HKTI Gresik di Ruang Putri Mijil dalam Kompleks Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 23 November 2021.

Pra-Muscab HKTI Gresik ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus harian HKTI Jawa Timur.  Warsito mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum HKTI Jawa Timur, bahwa kedepan HKTI akan dipusatkan di kecamatan-kecamatan sehingga bisa berperan aktif kepada petani yang ada di wilayahnya. 

“Harapannya dibawah ketua DPC yang baru nantinya, HKTI di Gresik ini akan aktif di seluruh kecamatan yang ada. Aktif dalam artian akselerasi mengadvokasi petani mulai dari kecamatan paling ujung utara hingga ke selatan,”ujarnya. 

Akselerasi yang ada, harapannya semua petani bisa di advokasi oleh kader-kader HKTI yang ada di setiap kecamatan hingga ke tingkat desa. Petani disini bukan hanya petani di sawah atau ladang, melainkan juga para petani ikan di tambak. 

Hal senada juga diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia mengungkapkan dengan adanya HKTI di kecamatan dan bahkan sampai di desa akan membuat HKTI akan semakin dekat dengan masyarakat. Khususnya masyarakat tani, baik petani sawah maupun petani tambak. “Petani ini memiliki peran yang luar biasa, bayangkan saja kalau petani mogok kerja, apa jadinya negara. Tumbuhnya bangsa indonesia ini juga tidak lepas dari peran petani,” tegas Gus Yani. 

Ia tidak menampik bahwa masih banyak problem dalam dunia pertanian, seperti tergerusnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), persaingan dengan kemajuan perindustrian, masalah hama dan distribusi pupuk.  Untuk itu, menurut Gus Yani, diperlukan komunikasi yang apik antara pemerintah daerah dengan para petani. “Bagaimana kita bisa tahu persoalan yang ada di pertanian kalau kita tidak turun ke sawah atau tambak. Yang terjadi nantinya adalah masalah keterlambatan,”ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Gus Yani, menjelaskan keinginannya bahwa dengan adanya birokrasi akan mempermudah urusan petani, seperti distribusi pupuk maupun urusan pertanian lainnya. Di lain pihak, juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju di era saat ini untuk kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. 

“Ini yang harus benar-benar kita perjuangkan. Maka mari kita bersama-sama berjuang salah satunya dalam HKTI ini untuk terus bekerja dengan hati dan ikhlas, sehingga petani kita menjadi maju, mandiri dan modern,” tutup Bupati Yani. (yad) 

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern Selengkapnya

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk

GRESIK,1minute.id – Jabatan Washil Miftachul Rachman bertambah satu lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu terpilih sebagai Ketua One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampaikan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.  

Washil, kali pertama menduduki posisi ketua OPOP di Kabupaten/kota di Jatim. Karena baru Kabupaten Gresik yang memiliki pengurus OPOP. Kopilaborasi Sambang Pesantren digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim di Yayasan Ponpes Qomaruddin Bungah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadiri acara Kopilaborasi Sambang Pesantren dalam kesempatan menyampaikan merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

Menurutnya, OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren. “Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha sekecil. Apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras. Semangat itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,”tegasnya. 

Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Jatim Mohammad Ghofirin mengapresisasi respon cepat Pemkab Gresik. Ia menyebut  Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang kali pertama merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. “Di Jawa Timur, baru Kabupaten Gresik yang mengukuhkan Pengurus OPOP,”kata Ghofirin. 

Ia mengatakan Jatim memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Pihaknya berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat sesuai slogan OPOP “Pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” tegasnya. 

Pengukuhan Pengurus OPOP ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Plt. Diskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh dan pengurus Ponpes Qomaruddin KH. iklil, Gus Alaudin dan KH. Nawawi.  Serta, sejumlah kepala OPD Pemkab Gresik. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan Santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri dan siap berkolaborasi. OPOP yang menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Maka Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai 3 pilar OPOP Provinsi Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji. (yad)

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk Selengkapnya

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah

GRESIK,1minute.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menggelar Mini Virtual Job Fair Gresik (MR JOE) 2021 di SMK Asa’adah, Kecamatan Bungah. MJF dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 22 November 2021.

MR JOE diikuti delapan perusahaan ini bertujuan mempertemukan penyedia dan pencari kerja dan mengurangi angka pengangguran di Gresik. Serta, menggerakkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung ini. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap para pencari kerja bisa memanfaatkan MR JOE 21 mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion. Minat, bakat, fisik dan sesuai ijazah. Sebaliknya, penyedia kerja memilih tenaga kerja yang sesuai dengan yang perusahaan butuhkan. 

Tugas pemerintah, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, melakukan harmonisasi. Ada dua hal tantangan yakni Pandemi dan Ekonomi melalui Gresikpedia dimana aplikasi tersebut masuk 10 besar dalam deretan a plikasi di dunia. “Maka manfaatkan dan kelola semaksimal mungkin melalui Aplikasi Gresikpedia,”harap Gus Yani.

“Gresikpedia adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan sebagai one data, one portal, dan open akses untuk masyarakat gresik ketika membutuhkan informasi, layanan administrasi, dan pengaduan layanan publik melalui satu alamat Gresikpedia,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah ikut berkontribusi melalui Job Fair ini. Sebab, tanpa dukungan mereka peluang bursa kerja dalam mengurangi angka pengangguran tidak akan maksimal. “Kita dorong banyaknya investasi kedepan agar pencari kerja dan pemberi kerja dapat tercapai oleh perusahaan dan masyarakat Gresik,”imbuhnya. 

Gus Yani meminta disnaker turun ke lokasi, jemput bola ke sekolah. Antara lain, sekolah menengah kejuruan (SMK). Nantinya, Disnaker bersama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja akan melakukan sosialisasi di sekolah terutama SMK. 

“Mudah mudahan melalui Job Fair ini akan ada konsultasi yang akhirnya akan ada rekrutmen tenaga kerja, yang tentunya kalau ini berjalan baik otomatis dapat membantu penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik akan berjalan sesuai harapan kita artinya mengurangi angka pengangguran,”harapnya. 

Sebelumnya, Kepala Disnaker Gresik Budi Rahardjo mengatakan, MR JOE 21 digelar selama seminggu diikuti sebanyak 1.100 peserta pencari kerja. Setiap harinya 156 peserta. Interview dilakukan virtual. Sampai saat ini yang sudah mendaftar di 8 perusahaan. Sebanyak 72 persen pencari kerja asal Gresik. Sisanya, 28 persen warga luar Gresik. “Ini sudah mencapai target sesuai yang diharapkan Bapak Bupati Gresik sebanyak 60 persen,”kata Budi Rahardjo dalam sambutannya. 

Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Gresikpedia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik.  “Peserta dapat mengakses peluang kerja melalui Aplikasi tersebut,”kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Gresik itu. Budi  mengucapkan terima kasih kepada yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarudin dan SMK Asa’adah yang sudah ikut mensukseskan terselenggaranya Mini Job Fair di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah Selengkapnya

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Musim hujan sudah tiba. Meski, intensitas masih rendah. Namun, sejumlah Kabupaten/kota lainnya curah hujan cukup tinggi. Akibatnya, bencana banjir , tanah longsor terjadi. 
Sebagian masyarakat  di bantaran aliran Kali Lamong mulai merasakan dampak banjir kiriman dari bagian hulu tersebut.

Banjir kiriman itu tentu menjadi evaluasi bagi Pemkab Gresik. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara Januari sampai Februari 2022. Ada waktu dua bulan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana.

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama BMKG di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 15 November 2021. Rakor itu membahas mitigasi bencana. Mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, curah hujan beberapa hari terakhir luar biasa. Dan, kondisi itu ancaman bencana banjir. Terutama Kali Lamon. “Kita ketahui curah hujan luar biasa, tetapi upaya kita sebagai Pemerintah Daerah berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana,”ujar Bupati Yani saat membuka acara tersebut. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan jika tidak hanya pencegahan banjir yang harus diperhatikan, tetapi perlu diperhatikan juga mengenai penanganan banjir. Penanganan banjir ini menurut Bupati Yani meliputi diantaranya berapa lama durasi banjir yang terjadi, dan ketersediaan sarana penampungan sementara yang layak bagi korban terdampak banjir. 

Kali Lamong menjadi salah satu prioritas presiden melalui Perpres 80 tahun 2019 bahwasanya didalamnya tercantum mengenai pengendalian banjir Kali Lamong. Pemerintah Kabupaten Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah melakukan upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong. Diantaranya adalah dengan melakukan komunikasi intens dengan BBWS untuk bisa mendapatkan izin kewenangan terkait normalisasi. 

“Alhamdulillah ini sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng ini jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” ungkap Bupati Yani  Hingga Senin hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk normalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan kepada Dinas PUPR agar segera menginformasikan apabila jumlah tersebut masih dirasa kurang. 

Selain Kali Lamong, Pemkab Gresik juga sudah melakukan ikhtiar di wilayah Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, lewat normalisasi Kali Avour. Sebelumnya ketika hujan turun, seketika itu juga wilayah tersebut banjir. Tetapi setelah dilakukan normalisasi Kali Avour, dalam waktu 1×24 jam air yang menggenang tersebut sudah habis. 

Sementara itu. Koordinator BMKG Jawa Timur Taufiq Hermawan, menyampaikan ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, dan sebagainya.  Taufiq menegaskan perlunya kesepahaman mengenai apa itu La Nina, hal ini karena masih banyak anggapan yang beredar bahwa La Nina diartikan sebagai badai. Taufiq meluruskan bahwa La Nina merupakan suatu fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan menjadi lebih tinggi termasuk di wilayah Kabupaten Gresik. 

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70 persen ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,”ujar Taufiq. 
Kepala Stasiun Klimatologi Malang Anung Suprayitno menambahkan, La Nina berefek paling tinggi di periode September-November, tetapi ini tidak lantas membuat bulan Desember 2021 hingga Februari 2022 curah hujan menjadi rendah. Hal ini lantaran pada bulan Desember-Februari merupakan periode yang menjadi puncak musim hujan. 

Selain dihadiri Forkopimda, Rakor ini juga dihadiri oleh pejabat dari OPD dan jajaran camat di lingkungan Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini, diberikan juga dokumen peta rawan bencana dari BMKG Jatim kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. (yad)

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong Selengkapnya

Sinergi Pemkab dan Perusahaan di Kebomas Jadi Role Model Berkolaborasi Mitigasi Bencana


GRESIK,1minute.id – Pembangunan plengsengan penahan longsor sepanjang 80 meter di Dusun Margonoto, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas kelar. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebutkan, pembangunan plengsengan itu bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan perusahaan.  

Anggaran pembangunannya gotong-royong melalui Corporate Sosial Responcibility (CSR)  enam perusahaan. Yaitu, PT. Multiguna Indonesia ; UD. Sumber Berkat ; PT. Surya Alaska Indonesia dan PT. Mahakarya Rotanindo. Kemudian, PT. Indospring serta PT. Segatama Lestari. Selain membangun plengsengan juga dilakukan penanaman pohon untuk menambah resapan air.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah responsif yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam mitigasi bencana. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi perushaaan dalam mitigasi bencana. Ini adalah bentuk kesadaran perusahaan yang merasa terpanggil dan peduli terhadap ligkungannya,”kata Gus Yani.

Saat ini hampir diseluruh wilayah di Indonesia sedang cuaca ekstrim, termasuk di Gresik yang rawan bencana hidrometeorologi. Perlu dilakukan mitigasi bencana guna meminimalisir dampak bencana tersebut. “Kami terus mendorong seluruh jajaran, termasuk para camat di wilayah risiko bencana untuk terus berkoordinasi stakeholder terkait dalam hal ini perusahaan di sekitar wilayah masing-masing. Gunanya adalah untuk membentuk kolaborasi termasuk dalam hal mitigasi bencana,”ujarnya.

Gus Yani mencontohkan wilayah Gresik Selatan, Driyorejo, Benjeng, Cerme dan Kedamean. Di Driyorejo, Camat bisa koordinasi dengan perusahaan sekitar membantu melakukan normalisasi Kali Avour. “Setidaknya ada peran perusahaan melalui CSR untuk melakukan normalisasi Kali Avour agar dapat meminimalisir terjadinya banjir di wilayah tersebut,”jelasnya.

“Kita dorong perushaaan untuk bersedia berkontribusi melalui CSR. Jadi antara pemerintah daerah dan perusahaaan mempunyai kewajiban yang sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami beharap masyarakat turut mendukung dan mensupport langkah ini,”imbuh Gus Yani. (yad)

Sinergi Pemkab dan Perusahaan di Kebomas Jadi Role Model Berkolaborasi Mitigasi Bencana Selengkapnya

SIGAP-RTLH DPKP Gresik Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik PAN-RB

GRESIK,1minute.id – Sistem Informasi Program Pendataan Rumah Tidak Layak Huni (SIGAP-RTLH) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Pemkab Gresik masuk 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional. 

Ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional (KIPP) diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan Top 45 oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo melalui zoom meeting kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 9 November 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah. SIGAP-RTLH merupakan Sistem informasi Program Pendataan Rumah Tidak Layak Huni berbasis teknologi informasi terbukti mampu melipat jarak dan waktu pendataan serta pemutakhiran data RTLH. 

Inovasi  DPKP itu sebagai solusi dan strategi dalam menjawab permasalahan RTLH sebagai solusi pengentasan kemiskinan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menempati RTLH di Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan  SIGAP RTLH ini merupakan sistem pendataan dan pemutakhiran data RTLH yang terintegrasi. “Sehingga memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam melakukan pendataan RTLH dan realisasi pemberian bantuan perbaikan rumah dapat tepat sasaran,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Hasil inovasi DPKP ini, imbuhnya, dapat menjadi basis data yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyusunan usulan kegiatan penuntasan RTLH dari berbagai sumber pendanaan, sehingga penerima bantuan bisa memiliki rumah dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman serta layak huni. 

“Saya mengareasiasi dan mendukung sepenuhnya terhadap keberlanjutan program tersebut,”tegasnya. Ia mengharapkan program itu dapat menjadikan kolaborasi dengan aplikasi maupun inovasi lain sehingga konsep one data, one gate, one policy yang selaras dengan Nawa Karsa. “Program pemerintahan yang kami laksanakan saat ini untuk dapat terlaksana menuju Kabupaten Gresik Smart City,”ujarnya. (yad)

SIGAP-RTLH DPKP Gresik Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik PAN-RB Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dinobatkan sebagai Tokoh Muda NU Inspiratif oleh Forum Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan diberikan di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 4 November 2021.

Selain Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2021 juga diberikan kepada sebelas tokoh pemuda inspiratif lainnya. Penghargaan itu salah satu bentuk support dan apresiasi yang diberikan FJN kepada tokoh muda NU sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN). Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober dan HSN diperingati setiap 22 Oktober. 

Gus Yani dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FJN atas penghargaan tersebut. Bupati termuda , 36 tahun dalam sejarah Pemkab Gresik ini mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan motivasi bagi dirinya dan juga sebagai motivasi bagi anak-anak muda lainnya. 

“Sebenarnya masih banyak anak-anak muda yang berprestasi, tetapi ini juga sebagai suatu amanah yang melekat untuk saya dan semoga menjadi motivasi bagi saya untuk dapat memberikan inspirasi untuk anak-anak muda yang lain,”ujar Gus Yani. 

Ia berpesan kepada seluruh anak-anak muda, khususnya anak muda NU untuk terus berkontribusi dan berdedikasi pada daerah dan organisasi NU. “Tidak usah berebut di struktur, tetapi ada kewajiban dedikasi dan loyalitas bagi anak muda untuk mengabdi di organisasi NU,” jelas Gus Yani.

Santri, ujar Gus Yani, merupakan sumber daya manusia yang lebih siap dalam hal kemandirian. Santri juga harus modern dan memiliki wawasan yang luas di era yang penuh tantangan ini. “Potensi dan kelebihannya banyak, tinggal mentalnya saja yang harus dibangun untuk memiliki mental pejuang,” tambahnya.

Gus Yani juga berharap FJN dapat terus bersinergi dengan Pemkab Gresik dalam mensukseskan program Nawa Karsa yang mengedepankan kemanfaatan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gresik juga akan memberikan dukungan dan terbuka kepada FJN untuk program-program selanjutnya. 

Sebelumnya, Koordinator FJN Didi Rosadi, menilai sosok Gus Yani sebagai tokoh pemuda NU yang inspiratif. Ia juga melihat program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yaitu Nawa Karsa yang berhubungan langsung dengan anak muda dan Nahdliyin. Diantaranya, Gresik Seger. Program ini memberikan kesejahteraan bagi takmir masjid dan petugas makam. Kemudian,  Gresik Cerdas yang memberikan insentif bagi penghafal Quran dan santri. (yad)

Berikut 12 Tokoh muda NU Inspiratif 2021.

1. Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jatim),

2. Anwar Sadad (Wakil Ketua DPRD Jatim),

3. Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya),

4. KH Abdussalam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim),

5. Ahmad Muhdlor Ali (Bupati Sidoarjo),

6. Fandi Akhmad Yani (Bupati Gresik),

7. Muhammad Al Barra (Wakil Bupati Mojokerto),

8. Mohammad Haerul Amri (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor),

9. Fauzan Fuadi (Ketua F-PKB DPRD Jatim),

10. AKBP Rofiq Ripto Himawan (Kapolresta Mojokerto),

11. Dewi Mariya Ulfa (Wakil Bupati Kediri),

12. Surokim Abdussalam (Dekan FISIB Univ Trunojoyo Madura).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021 Selengkapnya

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut.  Sebelum puncak musim hujan proyek tahap pertama yang masuk agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu kelar. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan pekerjaan  normalisasi tahap awal sepanjang 6 kilometer di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang kelar akhir November 2021.

Disisi lain, pembebasan lahan dilakukan di Kecamatan Cerme meliputi Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambakberas sepanjang 1,5 kilometer tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas perkembangan pekerjaan proyek normalisasi Kali Lamong. Sebanyak 12 alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebab, pendangkalan Kali Lamong sangat parah dimana-mana. Lebar Kali Lamong sangat sempit. 

“Dulu dangkal dan lebarnya hanya selangkah. Sekarang sudah lebih dalam dan lebih lebar,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika berdialog bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Gus Yani menegaskan penanganan Kali Lamong merupakan salah satu prioritas era Gresik Baru. Sebab, banjir Kali Lamong bagai menjadi tradisi bencana tahunan. Puluhan tahun. Kerugian yang alami masyarakat di sepanjang aliran Kali Lamong mencapai puluhan miliar pertahun. Bahkan, pernah menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang terdampak. 

Dari kajian di lapangan, masalah timbul karena kondisi sungai yang relatif dangkal, dan secara kontur beda tinggi permukaannya tidak terlalu jauh. Sementara daya tampung air Kali Lamong saat ini hanya 250 m³/detik. Sedangkan, debit air hujan bisa mencapai 700 m³/ tahunnya. Ketika hujan lebat, air tidak tertampung dan membanjiri puluhan desa sedikitnya tersebar di enam kecamatan. Yakni, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean sampai Kebomas terdampak banjir. Rumah, area persawahan, tambak maupun infrastruktur jalan.

“Semoga ikhtiar ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Gresik Selatan,”kata Gus Yani. Karena itu Kali Lamong harus menjadi prioritas pusat, hal ini berdasarkan Perpres nomor.80 / 2019 mengenai Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional dimana wilayah Kali Lamong masuk didalamnya. (yad)

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal Selengkapnya