Pengurus GPMB Dilantik, Bupati Dorong Tercipta Perpustakaan Digital

GRESIK,1minute.id – Budaya literasi terus kembangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Caranya, sosialisasi peningkatan Budaya Baca dan Literasi semakin intensif dilakukan. Selain itu, Pemkab Gresik melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik membentuk Pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengukuhkan Pengurus GPMB periode 2021-2025 di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) pada Selasa, 13 Desember 2021. Pengukuhan disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Ninik Asrukin, Ketua GPMB Pusat Tjahud Suprajogo,

Sekretaris GPMB Provinsi Jawa Timur Melkion Donald dan Ketua GPMB Gresik Kriswanto Aji. Bupati Fandi Akhmad Yani berharap masifnya penggunaan internet melalui gawai, cara-cara mengembangkan minat baca masyarakat diharapkan bisa berjalan seiring dengan perkembangan zaman. “Kita harus benar-benar berjuang dan fokus dalam usaha peningkatan minat baca masyarakat ini, Insya Allah saudara-saudara yang sudah dilantik hari ini adalah orang-orang yang hebat,”ujar Bupati Yani.

Adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia memaksa perubahan  semua aspek. Perubahan harus diimbangi dengan inovasi. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar membuat terobosan untuk menghadapi kendala yang ada. “Kepada Kadis Perpustakaan dan Kearsipan saya katakan harus punya terobosan untuk memudahkan masyarakat untuk mencari buku melalui perpustakaan digital misal. Sehingga masyarakat ini bisa mengakses lewat gawai,” katanya. 

Terakhir Bupati Yani menaruh harapan agar sinergi dengan GPMB Provinsi Jawa Timur yang sudah terjalin ini bisa terus terbangun, dan dengan dilantiknya kepengurusan GPMB ini bisa membawa progres yang bagus terhadap minat baca masyarakat Gresik. Karena warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada anak cucu kita adalah kebiasaan gemar membaca.

Senada dengan Bupati Yani, Sekretaris Daerah  Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman dalam laporannya juga menegaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuh kembangkan minat baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan khusus serta masyarakat khususnya di lingkungan Kabupaten Gresik.

Selain pengangkatan pengurus GPMB periode 2021 – 2025 dan pemberian materi oleh narasumber, dipamerkan juga berbagai hasil produk literasi berupa produk kerajinan dari Perpusdes yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik, tidak ketinggalan pula unit usaha hasil dari kolaborasi dengan PT. Smelting berupa kain batik serta pojok digital iGresik dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik.(yad)

Pengurus GPMB Dilantik, Bupati Dorong Tercipta Perpustakaan Digital Selengkapnya

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya

GRESIK,1minute.id – Banjir di Kota Gresik menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah kawasan di Gresik Kota Lama (GKL) terendam air. Air meluap hingga ke jalan raya hingga di rumah warga.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mendatangi lokasi pascabanjir di sejumlah tempat itu. Antara lain, Boozem Telogo Dendo atau Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) , kawasan perkampungan di Jalan Pahlawan hingga Jalan Samanhudi, Gresik-pusat perdagangan di GKL.

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Sekda Gresik Washil-panggilan-Achmad Washil Miftachul Rachman melihat banyak tumpukan sampah. Mulai dari batang pohon, bantal hingga kasur kapuk berada di saluran air yang dangkal dan sebagai lagi dipenuhi tumbuhan tanaman.
Menurut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, kondisi drainase saat ini sudah waktunya dilakukan pengerukan karena kondisinya yang dangkal.

“Saya dengar tadi bahwa sekitar lebih dari 20 tahun gorong-gorong ini tidak dikeruk. Maka tak heran setiap musim hujan dating dan saat intensitas hujan tinggi, tempat ini (jalan Samanhudi) pasti banjir,” kata Gus Yani pada Senin, 13 Desember 2021.

Gus Yani megatakan, tahun depan, 2022  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melakukan pengerukan dan normalisasi di sepanjang drainase area Jalan Samanhudi untuk agar tidak ada lagi kejadian serupa seperti tahun-tahun seebelumnya. “Kalau ini terus dibiarkan, kasihan masyarakat. Ekonomi pasti tergangu. Kami Pemerintah Daerah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan yang ada,”katanya. 

DANGKAL : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menunjukkan kondisi saluran drainase di Gresik Kota Lama yang dangkal dan dipenuhi tumbuhan karena puluhan tahun tidak ada normalisasi pada Senin, 13 Desember 2021 (Foto : Prokopim Gresik)

Gus Yani juga menghimbau kepada warga sekitar aliran drainase tidak membuang sampah ke selokan. “Percuma dong kita susah payah melakukan normalisasi tetapi kebiasaan masyarakat  membuang sampah masih sembarangan. Ini berakibat pada penumpukan sampah di saluran air. Seperti yang kita lihat barusan, petugas menemukan kasur dari dalam selokan. Ayo kita saling support, pemerintah yang melakukan perbaikan, masyarakat yang mendukung dan mensupport,” pintanya.

Sementara itu, Sekda Washil mengatakan, bahwa sejumlah bangunan liar diatas saluran juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. “Kami berharap agar dalam beberapa waktu mendatang untuk dilakukan penertiban bangunan liar diatas saluran air tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kapasitas bozem yang ada di bawah Gedung Wahana Ekspresi Poseponegoro pada 2022 mendatang juga akan direncanakan untuk penambahan kapasitas. Kita akan lakukan pengerukan pada 2022. “Pak Bupati ingin agar masyarakat tak khawatir lagi apabila musim hujan tiba. Mudah-mudahan ini menjadi solusi yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya Selengkapnya

Bupati Minta Perketat Jalur Perairan, Cegah Virus Omicron

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Forkopimda Gresik menggelar rapat koordinasi (rakor) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 10 Desember 2021.

Ada tiga topik yang dibahas dalam rakor kali ini.Tiga topik itu, percepatan vaksinasi, antisipasi varian baru, Omicron dan persiapan Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Rakor diawali laporan update vaksinasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan,saat ini di Kabupaten Gresik belum ada konfirmasi kasus positif Covid-19 akibat varian Omicron. Komandan Satgas Covid-19 Gresik menginstruksikan agar pengawasan dan penegakan protokol kesehatan di pelabuhan untuk diperketat. 

“Kita memang tidak memiliki Bandara di Kabupaten Gresik, tetapi jangan lupa bahwa kita memiliki pelabuhan internasional dan itu jumlahnya tidak hanya satu,” tegasnya. Varian baru Covid-19, Omicron ini, kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian baru dalam Varian of Concern (VoC), seperti halnya varian delta yang beberapa waktu lalu menyebabkan gelombang II pandemi Covid-19.

Gus Yani mengharapkan adanya regulasi yang lebih ketat untuk pengawasan para awak kapal dan di wilayah pesisir. “Kita berdekatan dengan perairan dan tidak menutup kemungkinan karena ada pelabuhan internasional menjadi satu pintu keluar masuk wilayah Gresik. Minimal ada pengetatan di wilayah perairan seperti penggunaan aplikasi peduli lindungi, atau mereka yang belum vaksin kita bantu antarkan ke Puskesmas,”pungkasnya.

Terkait percepatan vaksinasi, komandan Satgas Covid-19 Gresik ini optimistis vaksinasi 100 persen bisa tercapai di akhir tahun ini.

Sebelumnya, dr Mukhibatul Khusnah menjlentrehkan perkembangan percepatan vaksinasi untuk mencapai target 100 persen hingga akhir tahun ini.  Ia menyebutkan, capaian vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 80,4 persen untuk vaksinasi umum dan 61,9 persen untuk kelompok lansia.

“Dengan begitu, masih kurang sekitar 197.446  sasaran dari vaksinasi kelompok umum untuk bisa mencapai pencapaian 100 % dan 41.376 ribu sasaran untuk mencapai 100 % di kelompok lansia,”jelasnya.

Sejatinya, realisasi vaksinasi di Kabupaten Gresik itu sudah diatas standar minimal badan kesehatan dunia (WHO) untuk vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen. Kadinkes menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Gresik sudah termasuk dalam wilayah level 1 Covid-19. Hal ini menurutnya merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak yang saling bersinergi dengan baik dalam menyukseskan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati Minta Perketat Jalur Perairan, Cegah Virus Omicron Selengkapnya

Bupati Minta Kepala OPD Bikin Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah sembilan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 9 Desember 2021.

Sembilan pejabat promosi ke eselon II itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto ; Kadinkes dr Mukhibatul Khusnah; Kadinsos Gresik dr Umi Khoiroh ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPM-PTSP) Gresik A.M. Reza Pahlevi dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto. 

Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi ,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik Misbahul Munir , Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan  Rakyat Setda Gresik Suyono. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada sembilan pejabat baru dilantik bekerja secara tim. Tidak bekerja sendiri-sendiri. Sebab, tantangan kedepan cukup berat. “Team work harus dijalankan. Buatlah kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Untuk bisa mengetahui kebutuhan masyarakat, seorang pejabat harus memiliki kepekaan, empati responsif dan solutif. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani lalu menyebutkan satu per satu pekerjaan rumah yang harus cepat diselesaikan. DPM-PTSP, diantaranya. Ia memberikan tantangan kepada Reza Pahlevi, Kepala DPM-PTSP Gresik membuat program percepatan perizinan operasional lembaga pendidikan dan kemudahan investasi. 

“Banyak lembaga pendidikan kita kesulitan mengurus perizinan, bikin satu gebrakan, permudah izin lembaga kependidikan. Seban, Investasi untuk anak bangsa. Juga, investasi skala besar maupun skala kecil,” kata Gus Yani.Pelantikan dan Pengambilan Sumpah berlangsung khidmat ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala DPM-PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi mengatakan, bahwa dirinya siap mengemban amanah dan melaksanakan sebaik-baiknya tugas yang dipercayakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Kita sudah memiliki strategi untuk memberikan kemudahan perizinan, izin lembaga kependidikan yang nantinya akan dilaksanakan fasilitasi mulai di tingkat Kecamatan sehingga bisa memudahkan masyarakat,”kata Reza. 

“Dan untuk investasi pastinya kita akan melakukan berbagai percepatan sehingga akan memberikan kemudahan untuk investasi di Kabupaten Gresik,”imbuh mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik itu. (yad)

Bupati Minta Kepala OPD Bikin Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat Selengkapnya

Bupati Gresik Buka Konfercab PC NU Gresik

GRESIK, 1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka konferensi cabang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab PC NU ) Gresik pada Minggu, 5 Desember 2021. Konfercab mengusung tema “Sinergi Jam’iyah dan Jamaah Menuju NU Kuat, Mandiri, dan Bermartabat” itu digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Konfercab berjalan khidmat.

Fandi Akhmad Yani dalam kesempatan itu berpesan ada 3 tantangan kedepan yang harus dihadapi NU. Yang pertama adalah NU tampil dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi memberikan apresiasi kepada MWC NU Kecamatan Bungah yang sudah mengaplikasikan hal tersebut.

“Selalu Saya sampaikan kepada MWC lain, belajarlah dari MWC Bungah. Mereka berani memulai sesuai yang baru, dan Alhamdulillah berjalan,” ujar Gus Yani.
Berikutnya adalah pendidikan dan yang terakhir adalah teknologi. Gus Yani menganggap bahwa hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Pemanfaatan teknologi harus bisa diaplikasikan dalam kegiatan NU sehari-hari dan kita harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut agar kita tidak tertinggal.

“Hari ini tantangannya sudah berbeda, kita harus bisa memaksimalkan teknologi yang terus berkembang. Mudah-mudahan kita bisa beradaptasi apalagi ditengah pandemi seperti saat ini,”jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr. H. Ma’ruf Syah dalam sambutannya sekaligus membuka acara menjelaskan tentang proses penentuan Rais dan ketua yang dipilih hari ini. Pemilihan Rais dan ketua tidak menggunakan sistem voting, tapi cara yang digunakan adalah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). “Pemilihan Rais dan ketua yang berdasarkan musyawarah dengan anggota AHWA yang dipilih oleh peserta Konfercab,”katanya. 

Sedangkan, Ketua PC NU Gresik KH. Chusnan Ali dalam sambutannya menjelaskan fungsi penting diadakannya kegiatan Konfercab PC NU ini. Dijelaskan bahwa Konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang, memiliki fungsi diantaranya adalah untuk menyampaikan laporan pengurus cabang kepada pemberi mandat, yaitu MWC dan ranting sebagai representasi dari seluruh warga NU yang ada di Kabupaten Gresik.

Selain itu, tambahnya, untuk menyampaikan laporan tentang kinerja kepengurusan dalam menjalankan program dan kegiatan yang telah dapat dilaksanakan sebagai pertanggung jawaban atas amanat yang diterima selama 5 tahun berjalan.

KONFERCAB PC NU GRESIK: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menghadiri pembukaan Konfercab PC NU Gresik di Ponpes Darul Ihsan Menganti. Konfercab dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Minggu, 5 Desember 2021 (Foto : ist)

Fungsi berikutnya adalah sebagai wahana evaluasi kinerja kepengurusan selama ini, untuk dijadikan acuan dan pijakan dalam merumuskan rencana program untuk pengurus 5 tahun kedepan. Yang terakhir adalah memilih pengurus yang akan diamanati untuk melaksanakan program yang telah disepakati serta menjalankan roda organisaai sesuai ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi lainnya.

Konfercab organisaai keagamaan terbesar ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr. H. Ma’ruf Syah, Ketua Rais Syuriah PCNU Gresik KH. Mahfudz Ma’shum, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus, Ketua PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin, serta Forkopimda Gresik dan delegasi pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan pengurus tingkat ranting se-Kabupaten Gresik.

Ketua Panitia Konfercab PC NU Gresik Muhammad Mujib menambahkan bahwa mengingat pandemi Covid-19 yang masih ada hingga saat ini, maka kegiatan Konfercab dilakukan dengan berbagai penyesuaian.
“Perlu kita ketahui bersama mengingat dalam masa pandemi, maka pola pelaksanaan Konfercab kali ini berbeda dengan yang biasa kita ikuti. Bersamaan dengan pembukaan yang saat ini kita saksikan di Aula secara bersamaan sedang berlangsung sidang-sidang, dan nanti secara beriringan terus berlangsung.” ungkapnya.

Tidak lupa, diberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pengasuh PP. Darul Ihsan Menganti, KH. Mulyadi yang sudah memberikan tempat dengan segala fasilitasnya sehingga kegiatan Konfercab PWNU Kabupaten Gresik tahun 2021 bisa berjalan dengan khidmat. (yad)

Bupati Gresik Buka Konfercab PC NU Gresik Selengkapnya

Lantik 364 PNS Baru, Bupati Ingatkan Tiga Tantangan Didepan Mata.

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah 364 calon pegawai negeri sipil  (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 2 Desember 2021. Ratusan aparatur negeri sipil (ASN) anyar itu bagai penambah energi baru dan modal untuk akselerasi kemajuan bersama bagi Kabupaten Gresik.

Fandi Akhmad Yani mengucapkan selamat dan sukses kepada CPNS yang baru diambil sumpahnya untuk menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Gresik. “Saya berharap saudara-saudara bisa bekerja lebih keras, penuh inovasi dan kaya kreativitas tidak lain untuk Gresik yang kita cintai,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah CPNS menjadi PNS itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Plt Badan Kepegawaian Kabupaten Gresik (BKD) Nasriyah dan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Bupati Yani menambahkan ada 3 tantangan besar yang harus berhasil kita hadapi untuk mencapai tujuan kemajuan bersama. Tiga tantangan tersebut diantaranya perkembangan teknologi menuju era 4.0 dan ditambah dengan pandemi yang mempercepat digitalisasi di segala aspek, sehingga apabila tidak beradaptasi maka otomatis akan ditenggelamkan oleh teknologi tersebut.

“Energi baru dari CPNS yang diambil sumpahnya hari ini akan muncul gagasan yang visioner dan melek teknologi,”tegasnya. Bupati Yani berharap dengan adanya energi baru dari CPNS yang diambil sumpahnya hari ini akan muncul gagasan yang visioner dan melek teknologi. Hal ini lantaran perkembangan zaman menuju era 4.0 dan ditambah dengan pandemi yang mempercepat digitalisasi di segala aspek, sehingga apabila tidak beradaptasi maka otomatis akan ditenggelamkan oleh teknologi tersebut.

SUMPAH/JANJI : Prosesi pelantikan 364 CPNS menjadi PNS Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 2 Desember 2021 (Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Tantangan berikutnya adalah Pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Meskipun saat ini tren kasus positif di Kabupaten Gresik semakin menurun, bukan berarti Covid-19 sudah hilang dan bisa melupakan protokol kesehatan.

“Saat ini kita sudah berada di Level 1, tetapi kita tidak boleh lupa 2-3 bulan kebelakang dimana banyak sahabat dan orang terdekat kita yang terkena dampak Covid-19. Maka sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab kita untuk memberikan pelayanan mendasar yang terbaik. Jangan meremehkan, jangan membeda-bedakan,”pesannya.

Tantangan terakhir, lanjut Bupati Fandi Akhmad Yani, adalah jangan terjebak dengan rutinitas. Dengan terjebak dengan kebiasaan yang berulang-ulang, maka inovasi dan terobosan baru tidak akan muncul dari diri masing-masing. “Semoga dengan dilantiknya saudara-saudara hari ini, bisa memberikan warna baru, terobosan baru, energi baru untuk kemajuan Kabupaten Gresik,”harapnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil diawal sambutan, menyatakan pengambilan sumpah/janji PNS merupakan ketentuan yang diatur Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, setiap CPNS yang diangkat sebagai PNS wajib mengucapkan sumpah/janji. Pada kesempatan ini, diambil sumpah/janji sebanyak 364 CPNS formasi 2019 dengan rincian golongan ruang II/c sebanyak 20 orang ; III/a 313 orang dan III/b 31 orang. (yad)

Lantik 364 PNS Baru, Bupati Ingatkan Tiga Tantangan Didepan Mata. Selengkapnya

Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital


GRESIK,1minute.id – Arsip digital menjadi kebutuhan bagi organisasi perangkat daerah (OPD). Bentuk pelayanan yang akuntabel dan transparan kepada masyarakat. 

Bupati GresikFandi Akhmad Yani mengatakan, pengarsipan merupakan hal yang sangat penting namun sering dianggap sepele. “Laporan kearsipan menjadi kewajiban kita karena di masing-masing dinas harus memberikan pelayanan yang akuntabel dan transparan,” ujar Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya di acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan Internal kepada OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik 2021 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 30 November 2021.

Bupati mengharapkan kearsipan terus berinovasi utamanya di era digital. “Kearsipan harus berinovasi menggunakan teknologi yang maju. Kalau  tidak beradaptasi dengan era digital ini kita akan tertinggal,”lanjut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Penyerahan penghargaan kepada OPD itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Asisten Administrasi Umum Abu Hassan, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik Ninik Asrukin. Dalam kesempatan tersebut memberikan penghargaan kepada tiga OPD yang meraih nilai terbaik dalam hasil laporan audit kearsipan.

Pelaksanaan audit pengawasan kearsipan internal yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik meliputi pengawasan kearsipan terhadap 8 OPD dengan aspek penilaian antara lain, Pengelolaan Arsip Dinamis yang terdiri dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan arsip, serta sumber daya kearsipan yang terdiri dari sumber daya manusia kearsipan dan sarana prasarana kearsipan

Berikut adalah nilai hasil pengawasan kearsipan internal terhadap OPD di Kabupaten Gresik. (1) Dinas Tenaga Kerja: 68,00 (2) Dinas Komunikasi dan Informatika: 64,00 (3) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan Daerah: 63,00 (4) Badan Kepegawaian Daerah: 62, 50 (5) Badan Penanggulangan Bencana Daerah: 51,50 (6) Sekretariat DPRD: 51,00 (7) Dinas Pertanahan: 50,50 dan (8) Dinas Sosial: 48,00.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum Setkab Gresik Abu Hassan melaporkan acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan dan mendorong perangkat daerah untuk menyelenggarakan kearsipan sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah melaksanakan tertib arsip di unit kerja masing-masing.
Kegiatan kearsipan di Kabupaten Gresik telah dilakukan pengawasan kearsipan eksternal yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Lembaga Kearsipan Daerah.  Kabupaten Gresik memperoleh nilai keseluruhan pada 2020 adalah 75,62 dengan predikat sangat baik. (yad)

Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital Selengkapnya

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang

GRESIK,1minute.id – Museum Masmundari resmi beroperasi pada Sabtu malam, 27 November 2021. Museum virtual sang maestro Damarkurung itu diresmikan secara hibrid oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Putri Mijil Pendapa Bupati Gresik.

Museum virtual kali pertama itu lahirnya di bidani oleh tiga perempuan yakni Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti. Mereka tergabung dalam Yayasan Gang Sebelah. Yayasan itu berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). 

“Museum Digital Masmundari ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Perilisan museum ini dihadiri oleh keluarga almarhumah Masmundari. Mulai anak, sampai cicit seniman lukis asal Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik itu. Serta, puluhan seniman asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, politisi, akademisi hingga mahasiswa menjadi saksi lahir museum digital tersebut secara langsung. 

Antara lain, perwakilan dari Kemendikbud Ristek Yeni Lasmawati, anggota DPRD Gresik Syaikhu Busiri,  Rekor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Eko Budi Leksono, budayawan dan seniman Kris Aji, Nur Fakih, Oemar Zainuddin, dan Aris Dabul. Anak Masmundari diantaranya Rokayah.  Hadir secara virtual antara lain, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad melanjutkan,  masa pandemi Covid-19 membuat terus berinovasi dan cepat beradaptasi. Semua kalangan dari berbagai lapisan masyarakat harus dapat beradaptasi di era digitalisasi ini. “Yayasan Gang Sebelah sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbukti dengan dihadirkannya Museum Digital Masmundari yang merupakan contoh kecil dari kemajuan teknologi,”tuturnya. 

Damarkurung karya Masmundari ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kemendikbud pada 2017. Penetapan itu menunjukkan karya Damarkurung mirip lampion. Namun, Damarkurung berbentuk kubus. Lukisan Damarkurung oleh Masmundari berbentuk cerita. Dan, biasanya tentang kondisi sekitar. Tradisi pasar bandeng, atau orang mencari ikan di pelabuhan dan lainnya. Masmundari meninggal diusia 115 tahun. 

Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah mengatakan, sejarah Gresik tidak lepas dari kaum perempuan. Deretan panjang tokoh perempuan itu, diantaranya, Siti Fatimah binti Maemun ; Nyai Ageng Pinatih (ibunda angkat Sunan Giri) ; Waliyah Zaenab di Pulau Bawean dan Masmundari. 

“Ketiga perempuan muda (Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti,Red) mencetuskan gagasan untuk mendokumentasikan karya Masmundari,  Yayasan Gang Sebelah meresponnya,”kata Dewi yang seorang penyair juga guru di SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu.  Kini, Museum Masmundari telah lahir. Masyarakat bisa berselancar ke dalam museum virtual itu melalui saluran website. www.museummasmudari.com. Berkunjung ke museum tak lagi wajib datang (yad)

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang Selengkapnya

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern

GRESIK, 1minute.id –  Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gresik berbenah. Organisasi ini berencana membangun jaringannya di kecamatan hingga desa. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPD HKTI Jawa Timur Warsito dalam kegiatan Pra-Musyawarah Cabang (Pra-Muscab) HKTI Gresik di Ruang Putri Mijil dalam Kompleks Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 23 November 2021.

Pra-Muscab HKTI Gresik ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus harian HKTI Jawa Timur.  Warsito mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum HKTI Jawa Timur, bahwa kedepan HKTI akan dipusatkan di kecamatan-kecamatan sehingga bisa berperan aktif kepada petani yang ada di wilayahnya. 

“Harapannya dibawah ketua DPC yang baru nantinya, HKTI di Gresik ini akan aktif di seluruh kecamatan yang ada. Aktif dalam artian akselerasi mengadvokasi petani mulai dari kecamatan paling ujung utara hingga ke selatan,”ujarnya. 

Akselerasi yang ada, harapannya semua petani bisa di advokasi oleh kader-kader HKTI yang ada di setiap kecamatan hingga ke tingkat desa. Petani disini bukan hanya petani di sawah atau ladang, melainkan juga para petani ikan di tambak. 

Hal senada juga diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia mengungkapkan dengan adanya HKTI di kecamatan dan bahkan sampai di desa akan membuat HKTI akan semakin dekat dengan masyarakat. Khususnya masyarakat tani, baik petani sawah maupun petani tambak. “Petani ini memiliki peran yang luar biasa, bayangkan saja kalau petani mogok kerja, apa jadinya negara. Tumbuhnya bangsa indonesia ini juga tidak lepas dari peran petani,” tegas Gus Yani. 

Ia tidak menampik bahwa masih banyak problem dalam dunia pertanian, seperti tergerusnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), persaingan dengan kemajuan perindustrian, masalah hama dan distribusi pupuk.  Untuk itu, menurut Gus Yani, diperlukan komunikasi yang apik antara pemerintah daerah dengan para petani. “Bagaimana kita bisa tahu persoalan yang ada di pertanian kalau kita tidak turun ke sawah atau tambak. Yang terjadi nantinya adalah masalah keterlambatan,”ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Gus Yani, menjelaskan keinginannya bahwa dengan adanya birokrasi akan mempermudah urusan petani, seperti distribusi pupuk maupun urusan pertanian lainnya. Di lain pihak, juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju di era saat ini untuk kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. 

“Ini yang harus benar-benar kita perjuangkan. Maka mari kita bersama-sama berjuang salah satunya dalam HKTI ini untuk terus bekerja dengan hati dan ikhlas, sehingga petani kita menjadi maju, mandiri dan modern,” tutup Bupati Yani. (yad) 

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern Selengkapnya

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk

GRESIK,1minute.id – Jabatan Washil Miftachul Rachman bertambah satu lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu terpilih sebagai Ketua One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampaikan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.  

Washil, kali pertama menduduki posisi ketua OPOP di Kabupaten/kota di Jatim. Karena baru Kabupaten Gresik yang memiliki pengurus OPOP. Kopilaborasi Sambang Pesantren digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim di Yayasan Ponpes Qomaruddin Bungah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadiri acara Kopilaborasi Sambang Pesantren dalam kesempatan menyampaikan merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

Menurutnya, OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren. “Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha sekecil. Apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras. Semangat itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,”tegasnya. 

Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Jatim Mohammad Ghofirin mengapresisasi respon cepat Pemkab Gresik. Ia menyebut  Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang kali pertama merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. “Di Jawa Timur, baru Kabupaten Gresik yang mengukuhkan Pengurus OPOP,”kata Ghofirin. 

Ia mengatakan Jatim memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Pihaknya berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat sesuai slogan OPOP “Pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” tegasnya. 

Pengukuhan Pengurus OPOP ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Plt. Diskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh dan pengurus Ponpes Qomaruddin KH. iklil, Gus Alaudin dan KH. Nawawi.  Serta, sejumlah kepala OPD Pemkab Gresik. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan Santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri dan siap berkolaborasi. OPOP yang menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Maka Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai 3 pilar OPOP Provinsi Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji. (yad)

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk Selengkapnya