Bupati Ajak Pengusaha Mengubah Mindset dari Bantuan Sembako menjadi Pencegahan Bencana

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Paguyuban Pengusaha Kecamatan Cerme dan Sekitarnya di Kecamatan Cerme pada Senin, 25 Oktober 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUT) Gresik Endoong Wahyukuntjoro, serta Camat Cerme Suyono dan Muspika setempat. 

Pertemuan itu membahas tentang penanggulangan bencana banjir tahunan Kali Lamong. Fandi Akhmad Yani menyampaikan pentingnya mitigasi bencana. Mitigasi bencana  adalah segala upaya untuk mengurangi risiko bencana. Program mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Upaya dan strategi inilah yang dituangkan dalam suatu program, dimana didalamnya ada persiapan secara fisik seperti normalisasi sungai maupun secara mental seperti peningkatan SDM dalam menghadapi bencana,”ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga mengajak semua stakeholder untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan BMKG dalam mitigasi bencana atau dalam hal yang berkaitan dengan cuaca seperti waktu tanam padi. 

Lebih lanjut, dalam dialog yang dihadiri 53 perusahaan dan 25 pengembang ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mengajak seluruh pengusaha dan pengembang yang tergabung dalam Paguyuban untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan CSR-nya. “Kenapa kita tidak mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, beruba menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana ini,”imbuhnya. 

Pemerintah, sambungnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) sudah melakukan berbagai langkah. “Prioritas jangka pendek yang dilakukan adalah dengan cara normalisasi Kali Lamong dan anak sungainya dengan konstruksi parapet dan tanggul,”katanya.

Sementara itu, derdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan terjadi pada Oktober 2021. Puncak musim hujan diperkirakan pada Januari-Februari 2022. (yad

Bupati Ajak Pengusaha Mengubah Mindset dari Bantuan Sembako menjadi Pencegahan Bencana Selengkapnya

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Pemerintah Kabupaten Gresik mulai mempersiapkan diri menyambut musim hujan. Meningkatkan kewaspadaan adanya bencana banjir Kali Lamong di Gresik Selatan dan luapan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di Gresik Utara. 

Ratusan personel disiagakan dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Antisipasi Bencana Alam 2021 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 25 Oktober 2021. Apel dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Dalam apel itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan adanya potensi bencana alam yakni banjir, angin puting beliung hingga tanah longsor. Kabupaten Gresik, imbuhnya, menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam Hidrometeorologi.

“Bencana Hidrometeorogi tersebut tidak hanya banjir saja, namun juga memiliki potensi terjadinya angin kencang, angin puting beliung serta bencana tanah longsor,”katanya dalam apel yang diikuti oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi lainnya. 

Dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi, imbuhnya, meminta kepada semua masyarakat dan juga stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan. Berbagai strategi dan mitigasi bencana harus dipersiapkan guna antisipasi cuaca ekstrim.

“Seperti kita ketahui bahwa sejak 2020 kita dihadapkan berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan faktor protokol kesehatan agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19,”kata Gus Yani.

Dalam mitigasi bencana, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, dibutuhkan penyusunan program. Salah satu strategi yang dilakukan dalam menghadapi banjir setiap tahun terjadi adalah dengan melakukan normalisasi sungai. “Minimal ada peningkatan strategi dalam menghadapi bencana alam. Program mitigasi secara fisik yang segera kita lakukan  adalah melakukan normalisasi pada bantaran sungai Kali Lamong. Setelah apel ini kita akan meninjau Kali Lamong untuk memastikan rencana normalisasi,”tegas Gus Yani.

Selain itu, normalisasi sungai juga akan dilakukan di bantaran sungai Kali Avour yang ada di wilayah Driyorejo. “Kita minta perusahaan sekitar untuk membantu normalisasi melalui CSR. Mereka kita minta untuk gotong royong melakukan normalisasi. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi,” kata Gus Yani. (yad)

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Kado HSN, Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diserahkan kepada PCNU


GRESIK,1minute.id – Pengurus Lajnah Falakiyah Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (LF-PCNU) Gresik semringah. Pasalnya, balai Rukyat, tempat rukyatul hilal di Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu telah resmi menjadi aset organisasi keagamaan terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Sertifikat tanah tempat para perukyat melakukan observasi tata surya telah kelar diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Khusnah Ali usai upacara bendera Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-VI di halaman kantor PCNU Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo yang sudah 20-an tahun proses persertifikatan itu sebagai kado istimewa dari BPN Gresik di HSN 2021 ini.Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan mobil ambulans kepada pengurus PCNU dan hibah senilai Rp 60 juta untuk AMTv dari Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 

Upacara bendera dengan pemimpin upacara Kiai Khusnan Ali itu dihadiri Rais Syuriah PCNU Gresik KH Mahfudz Mas’um, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan jajaran pengurus PCNU dan badan otonomi (Banom)-nya. 
Bupati Fandi Akhmad Yani ikut bangga atas terbitnya sertifikat tanah milik balai rukyat. Menurutnya, hal ini suatu pencapaian yang bagus. Gus Yani menyatakan, balai rukyat Condrodipo ini menjadi salah satu tempat pemantauan bulan atau rukyatul hilal, sebagai penentu awal bulan hijriah, awal puasa ramadan maupun hari raya Idul Fitri.

“Kita terus berdedikasi, ini sebuah kewajiban yang mana fasilitator adalah pemerintah yang berperan kebijakan. Hari ini, aset balai rukyat kita serahkan dibantu oleh BPN. Mudah-mudahan legalitas yang jelas ini bermanfaat ke depan,”katanya. 

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri mengatakan luas tanah balai rukyat hilal seluas 1.047 meter persegi tersebut sudah resmi milik Lembaga Falakiyah PCNU Gresik. Legalitas kepemilikan sah. Selain itu, BPN juga menyerahkan 19 bidang sertifikasi tanah dengan pemegang hak NU yang tersebar di seluruh wilayah Gresik mulai dari masjid, lembaga pendidikan, mushollah serta kantor MWC NU.

“Kami serahkan 19 sertifikat atas nama NU, salah satunya hak milik Balai Rukyat Condrodipo. Sudah sangat lamanya belum selesai karena ada kendala dan akhirnya kini memiliki sertifikat sebagai kepastian hukum hak atas tanah yang sah,”katanya.

Asep mengatakan, pihaknya terus menargetkan pada tahun 2023 seluruh peta bidang tanah milik pemerintah maupun organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah bisa bersertifikat. “Kami juga serahkan sertifikat tanah ke Pemkab Gresik, yang akan digunakan untuk membangun kantor dinas. Sinergitas ini akan terus kami lakukan,” ujarnya. (yad)

Kado HSN, Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diserahkan kepada PCNU Selengkapnya

Bupati : Santri Indonesia Harus Siap Siaga Menyerahkan Jiwa dan Raga untuk Indonesia


GRESIK,1minute.id – Bupati Fandi Akhmad Yani memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 22 Oktober 2021. Dalam upacara HSN yang mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga” ini pemimpin dan peserta upacara memakai baju muslim, sarung dan kopyah.

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya, tema “Santri Siaga Jiwa Raga” merupakan suatu bentuk pernyataan sikap yang tegas, bahwa santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air serta mempertahankan persatuan Indonesia. 

Siaga jiwa, imbuhnya, berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah nilai dan ajaran Islam rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Selain itu, tambahnya, dalam jiwa santri hari ini memiliki peran untuk tidak akan memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang akan mengancam persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia. 

HSN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 22 Oktober 2021 (Foto: Humas Pemkab for 1minute.id)

“Siaga raga berarti badan tubuh dan tenaga buah karya santri di dedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu santri tidak pernah lelah dan terus berkarya untuk Indonesia,” sambung GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani menambahkan santri Indonesia mendapat kado menjelang Hari Santri Nasional, yaitu dengan ditekennya Perpres no 82/2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren.  Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur mengenai dana abadi pesantren yang dialokasikan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan pesantren. 

Diakhir sambutannya, Bupati Yani juga mengajak para Santri untuk mendoakan para pahlawan, terutama para ulama, kiai dan santri yang sahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Upacara dalam Peringatan HSN ini merupakan rangkaian dari acara peringatan HSN di Gresik. Upacara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Forkopimda Kabupaten Gresik, serta diikuti oleh elemen Ormas keagamaan yang ada di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati : Santri Indonesia Harus Siap Siaga Menyerahkan Jiwa dan Raga untuk Indonesia Selengkapnya

Bukti UMKM Berdaya Saing Global, Menkop UKM Lepas Ekspor Mangga Gresik ke Singapura

GRESIK,1minute.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki melepas ekspor  Buah Mangga asal Sidayu ke negara Singapura pada Kamis, 21 Oktober 2021. Ekspor ke-19 komoditas hasil pertanian maupun perikanan asal Kabupaten Gresik di masa pandemi Covid-19.

“Pelepasan produk hasil pertanian Buah Mangga Gresik ke Singapura merupakan suatu bukti bahwa UMKM semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar internasional ditengah pandemi Covid-19,”puji Teten Masduki dalam Pelepasan Ekspor Mangga Hasil Produksi UMKM ke Singapura untuk menuju Gresik Maju dan Tangguh di Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Teten menambahkan bahwa ekspor hasil pertanian saat ini sangat kompetitif, sehingga memerlukan pengetahuan dan perbaikan menyeluruh termasuk diantaranya penanganan paskapanen sehingga produk pertanian mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Ia juga menambahkan bahwa potensi ekspor buah tropis Indonesia sangat besar sekali, sehingga hal tersebut merupakan suatu potensi luar biasa yang belum maksimal digarap. 

Teten berpesan produk-produk pertanian tersebut di produksi, tentunya dengan tetap memperhatikan kesejahteraan para petani. “Kalau kita ingin pondasi ekonomi nasional ini berbasis ekonomi rakyat, maka kita perlu memperkuat daya saing produk UMKM termasuk kapasitas produksinya,”ujarnya. “Maka dari itu, di dalam struktur kepemilikan lahan petani-petani kecil perorangan yang rata-rata dibawah setengah hektar perlu dibenahi kelembagaannya,”tambahnya. 

Terkait masalah permodalan, Teten mengungkapkan bahwa ke depan porsi kredit perbankan untuk UMKM akan dinaikkan secara bertahap menjadi 30 persen lebih pada  2024. Saat ini angkanya baru 19,8 persen. Kedepan, Teten berharap adanya inisiatif untuk pemetaan potensi-potensi yang bisa dieskalasi, sehingga nantinya akan ditingkatkan daya saingnya dan pastinya pemerintah juga akan mendukung ekosistem-ekosistem yang terbentuk. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan ekspor komoditas pertanian sebagai upaya proses percepatan pemulihan ekonomi paskaPandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi ini membawa efek percepatan digitalisasi sehingga mewarnai perilaku konsumsi masyarakat dari yang offline menjadi online. Oleh karena itu UMKM harus siap untuk berubah sesuai dengan tantangan kekinian, “Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden melalui kementrian koperasi dan UKM agar UMKM naik kelas,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Tantangan baru yang dihadapi dunia UMKM saat ini tidak hanya terkait perkembangan teknologi, melainkan juga menyangkut mindset dalam sistem dan tata kelola. “Kita selalu menyampaikan kepada sahabat-sahabat pelaku UMKM agar jangan pernah takut, program kita dengan Bea Cukai berani ekspor terus kita dengungkan. UMKM hanya fokus terhadap produk unggulan,”imbuhnya. 

Selain itu, Ia  juga menginsruksikan kepada seluruh OPD untuk memberikan pelayanan dan pendampingan UMKM mulai dari legalitas sampai ekspor. Dalam waktu dekat ini, Pemkab Gresik akan meresmikan Poedak Galery di bekas terminal penumpang wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan Pahlawan, Gresik.  “Di tempat ini nantinya dilakukan pendampingan UMKM mulai legalitas hingga ekspor,”katanya. 

Acara pelepasan Pelepasan Ekspor Mangga hasil produk UMKM ini dihadiri juga oleh Anggota komite IV DPD RI Evi Zainal Abidin, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jatim I Padmoyo Tri Wikanto, Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabani, Deputi Bidang UMKM Hanung Harimba Rachman, Direktur Pengembangan Usaha LPDE Jarot Wahyu. Tampak hadir juga, Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy, Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. (yad)

Bukti UMKM Berdaya Saing Global, Menkop UKM Lepas Ekspor Mangga Gresik ke Singapura Selengkapnya

Inmendagri Tetapkan Gresik Masuk Level 2, Bupati Himbau Masyarakat Tetap Manut Prokes

DERMAGA SANGKAPURA: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Dermaga Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu, 20 Oktober 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, 2, dan 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan peraturan yang ditandatangani Tito pada Senin, 18 Oktober 2021 dan berlaku mulai 19 Oktober hingga 1 November tersebut, sudah tidak ada kabupaten (kab)/kota yang menerapkan PPKM Level 4. Sebanyak 64 kabupaten/kota menerapkan PPKM Level 3 ; 55 kabupaten/kota menerapkan Level 2, serta 9 kabupaten berada di Level 1.

Pada periode kali ini tidak ada kabupaten/kota yang mengalami pemburukan level. Adapun seluruh kab/kota di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Jogyakarta (DIJ), dan Bali mengalami perbaikan dari Level 3 ke Level 2.

Daerah lain yang mengalami perbaikan dari Level 3 ke 2 di Jawa Timur adalah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kota Batu dan Kota Malang.  

Sedangkan daerah yang mengalami perbaikan dari Level 2 ke Level 1 di Jawa Timur adalah Kota Kediri dan Kota Pasuruan. Dan, dua daerah di Jatim yaitu Kota Surabaya dan Kota Mojokerto bahkan berhasil memperbaiki dari Level 3 ke Level 1.

Untuk daerah yang masih menerapkan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Jawa Timur adalah Kabupaten Tulungagung ;  Kabupaten Trenggalek ;  Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo ; Kabupaten Pacitan dan  Kabupaten Ngawi. Kemudian, Kabupaten Magetan ; Kabupaten Lumajang ; Kota Probolinggo ; serta Kabupaten Kediri. 

Selanjutnya, Kabupaten Bondowoso ; Kabupaten Blitar ; Kabupaten Tuban ; Kabupaten Sumenep ; Kab Sampang dan Kabupaten Probolinggo. Serta, Kabupaten Pasuruan ; Kabupaten Pamekasan ; Kabupaten Nganjuk ; Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang ;  Kabupaten Jember ; Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Bangkalan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, perbaikan level  tersebut tidak boleh disikapi dengan euforia. “Tetap patuhi protokol kesehatan dan manut aturan pemerintah,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani disela meninjau Perang Melawan Pandemi di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.  Perang Melawan Pandemi Covid-19 dengan vaksinasi jenis Sinopharm itu diprakarsai oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan Kantor Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Gresik. 

Selain, vaksinasi massal, Pemkab Gresik bersama Kadin Indonesia mengubah strategi vaksinasi kepada masyarakat dengan cara mobile. Jemput bola mendatangi rumah-rumah warga. Vaksinasi door to door itu, dengan sasaran lanjut usia (lansia) ; ibu hamil (Bumil) ; penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Vaksinasi masif itu, digeber di 18 Kecamatan di Kabupaten Gresik.  Meski, Satgas Covid-19 Gresik telah mencapai pembentukan herd immunity secara umum diatas 70 persen. Sedangkan, vaksinasi lansia 45 persen. (yad)

Inmendagri Tetapkan Gresik Masuk Level 2, Bupati Himbau Masyarakat Tetap Manut Prokes Selengkapnya

Bupati Siapkan Stimulus untuk Pembangunan Tower Seluler Di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyiapkan stimulus bagi operator seluler yang mau membangun Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi di Pulau Bawean. Stimulus ini untuk mempermudah komunikasi di pulau terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Sebab, jaringan telekomunikasi masih sangat minim di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan mendorong perusahaan telekomunikasi untuk memperbanyak Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi. Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani akan memberikan kemudahan perizinan pembangunan tower telekomunikasi.

“Bahkan, kalau perlu izin pembangunan tower secara gratis,”tegasnya Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan jamaah masjid di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa,19 Oktober 2021.

Kehadiran Bupati di Desa Gelam adalah rangkaian kunjungan kerja dan menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Gus Yani menambahkan, kunjungan kerja kali kedua sejak dilantik sebagai Bupati Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021 itu merasa prihatin. Sebab, jaringan telekomunikasi menghilang. “Begitu sampai disini, sinyal hilang,”katanya. 

Masa pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum normal. Artinya,  pembelajaran peserta didik masih sering dilakukan secara virtual atau daring. “Saya tidak membayangkan bagaimana siswa belajar daring kalau sinyal seluler tidak ada,”katanya.

Untuk membangun tower seluler memang tidak semudah membalikkan tangan. Akan tetapi, mantan Ketua DPRD Gresik itu hakul yakin  bisa teralisasikan. “Karena tujuan dan niatan yang baik. Bisa direalisasikan,”tegasnya.  

Selain tower telekomunikasi, persoalan sampah di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean akan menjadi prioritas untuk diatasinya. Pihaknya, akan membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).Untuk di Kecamatan Tambak, TPST akan dibangun di Desa Diponggo. “Semua sampah di Kecamatan Tambak nanti diolah di Desa Diponggo,”tegasnya.

Sejumlah kegiatan dilakukan oleh Bupati Gresik dalam kunjungan kerja ke Pulau Bawean mulai Minggu, 17 Oktober 2021. Diantaranya, meluncurkan program Trus in Bawean, yakni pengurus administrasike pendudukan seperti pembuatan kartu keluarga, kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), akta kelahiran cukup dilakukan di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Selain itu, melepas ekspor produk UMKM asal Pulau Bawean ke manca negara. Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah tempat. (yad)

Bupati Siapkan Stimulus untuk Pembangunan Tower Seluler Di Pulau Bawean Selengkapnya

Ini Bukti Kecintaan Warga Pulau Putri kepada Rasulullah, Maulid Nabi Khidmat dengan Berkat

GRESIK,1minute.id – Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean,  Gresik dimasa pandemi Covid-19 tetap khidmat pada Selasa, 19 Oktober 2021. Angkatan atau berkat yang dibawa mencapai hingga 1,5 meter. 

Kecintaan kepada Rasulullah dan tradisi turun temurun ratusan tahun membuat masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu rela menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk menyiapkan berkat.

Isi berkat beraneka macam. Mulai jajanan khas Bawean seperti Dodol, Apem. Juga, makanan khas hingga uang pecahan kertas seribu, lima ribu, dan sepuluh ribu rupiah. Ada juga, uang kertas ringgit Malaysia. Saking berat dan tinggi berkat itu harus dibawa minimal dua orang menuju Musala, Langgar dan Masjid. 

“Ini tradisi yang sudah 200 tahunan. Saya generasi ketiga mencoba untuk terus mempertahankan tradisi masyarakat ini,”kata takmir Masjid Baitul Rahman Khusnul Hakim pada Selasa, 19 Oktober 2021. Tentang berkat yang megah, Khusnul Hakim mengatakan, berkat atau angkatan, Saya cari tidak ada literatur dari leluhur. Tapi, ini bukti masyarakat Bawean cinta kepada Rasulullah,”tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, budaya Maulid Nabi Muhammad di Pulau Bawean patut dilestarikan. Ke depan, pihaknya berencana akan mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyaksikan budaya yang sudah berjalan ratusan tahun ini.

“Meski era digitalisasi, budaya angkatan berkat bisa dijadikan promosi wisata budaya selain wisata alam di Pulau Bawean,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad di Masjid Sa’adatuddarain di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Di Masjid Jamik Sa’adatuddarain, takmir mencatat ada 140 angkatan. 

Sementara itu, Ali Masyhar menyatakan angkatan berkat ini dibagikan menurut nomor urut yang telah ditentukan oleh panitia Masjid Sa’adatuddarain. “Setiap tahun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean sangat meriah, dan ini sangat pas karena dihadiri juga oleh Bupati Gresik,”katanya. (yad)

Ini Bukti Kecintaan Warga Pulau Putri kepada Rasulullah, Maulid Nabi Khidmat dengan Berkat Selengkapnya

Mitigasi Bencana, Bupati Gresik Kunjungi Stasiun BMKG Bawean

GRESIK,1minute.id – Sedia Payung Sebelum Hujan.  Pepatah itu sangat tepat ditujukan dalam kunjungan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke Stasiun Metodologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021. Kedatangan Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Asep Heri dan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik disambut oleh Kepala BMKG Bawean Ari Widjajanto.

Fandi Akhmad Yani menyampaikan, kunjungan ke BMKG Bawean bertujuan untuk bersama-sama melakukan mitigasi bencana. Untuk memastikan cuaca ekstrem di Pulau Bawean mudah terdeteksi. Diharapkan dinas-dinas terkait segera melakukan koordinasi dengan BMKG Bawean. Baik di sektor perikanan,  pertanian hingga Dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) mengantisipasi saat musim hujan, agar tidak terjadi banjir di Pulau Bawean. 

“BMKG menjadi satu komponen mitigasi bencana. Kami ingin memastikan cuaca ekstrem di pulau Bawean mudah-mudahan bisa terdeteksi. Dengan tujuan keselamatan warga di Pulau Bawean. Selain sinergi dengan dinas terkait, Sehingga kita tahu kapan akan ada bencana, curah hujan dan masa tanam, BMKG alat sudah lengkap Insya Allah sudah terukur,” ucapnya. 

Semantara Kepala Stasiun BMKG Bawean Ari Widjajanto menyebut, topografi wilayah Bawean sangat variatif. Sehingga potensi bencana sangat mungkin bisa terjadi. Salah satunya bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Pulau Putri-julukan-Pulau Bawean. “Potensi paling rawan ( Di Pulau Bawean) banjir. Seharusnya di Bawean tidak terjadi banjir. Karena wilayahnya dikelilingi laut dan pegunungan. Jadi air langsung keluar ke laut kalau memang lancar,”ungkapnya.(yad)

Mitigasi Bencana, Bupati Gresik Kunjungi Stasiun BMKG Bawean Selengkapnya

Bupati Melepas Ekspor Gula Merah, Jahe dan Ikan Kerapu asal Bawean ke Manca Negara

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengenjot ekspor produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Gresik. Setelah produk sarung, buah mangga ke Tiongkok dan kacang hijau ke Filipina.
Hari ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor gula merah asal Bawean dan ikan kerapu tujuan beberapa Asia dan Eropa. 

Gula merah (plam sugar powder) Bu Myra asli Bawean di ekspor ke negara tujuan Eropa, Hongkong, Australia dan Kanada. Sedangkan, Palm Sugar Solid ke negara Eropa. Kemudian, Ikan Kerapu tujuan Tiongkok. 
Palm Sugar Powder USD 3 per kilogram dan Palm Sugar Solid USD 2,8 Per kilogram serta  Wedang Jahe Celup USD 2,45 per kilogram. Kurs 1 USD sama dengan Rp 14.114,25. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihak terus mendorong UMKM untuk ekspor.  “UMKM harus berani ekspor,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad menambahkan pemerintah siap memberikan bimbingan untuk UMKM di Bawean. “Jika membutuhkan bimbingan teknis untuk ekspor, dipersilahkan mampir klinik ekspor di Poedak Galery,”ujar Gus Yani. Poedak Galery,  tempat konsultasi ekspor bagi UMKM Gresik berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik rencananya diresmikan bertepatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2021.

IKAN KERAPU MERAH : Komoditi ikan kerapu merah asal Pulau Bawean yang diminati negara Tiongkok yang di ekspor pada Senin, 18 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menilai produk UMKM asal Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean ini banyak memiliki potensi ekspor.  Diantaranya, Ikan teripang ; Jenang Dodol; Tikar Pandan dan kerupuk. Pemkab memikirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada pelaku UMKM di Pulau Bawean dalam pengurusan perizinan di Kecamatan. Sebab, UMKM hanya perlu pendampingan proses izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). 

“Kedepan urusan perizinan UMKM selesai di kecamatan. Seperti layanan administrasi kependudukan Disdukcapil selesai di kecamatan,”kata Gus Yani. 

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan ekspor UMKM di Gresik. Namun, untuk pelepasan ekspor UMKM Pulau Bawean, ia meminta maaf tidak bisa hadir. Bier memberikan sambutan melalui rekaman.  “Saya berada di Jakarta. Membantu mengurus ekspor di Desa Wedani yang terkenal dengan produk sarung sebagai Desa Devisa.Sesuai arahan pak Bupati, kami terus mendorong menjadikan UMKM Gresik naik kelas,” pungkasnya.(yad)

Bupati Melepas Ekspor Gula Merah, Jahe dan Ikan Kerapu asal Bawean ke Manca Negara Selengkapnya