GRESIK,1minute.id – Perang melawan pandemi Covid-19 dihelat Kadin Indonesia bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik merambah Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021. Ada sepuluh ribu vaksin merek Sinopharm yang disuntikkan kepada masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.
Perang Melawan Pandemi dengan serbuan vaksinasi di pulau terluar Gresik itu diantaranya dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ma’arif di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Vaksinasi ini diperuntukkan anak usia diatas 12 tahun hingga lanjut usia (lansia).
Mustamin, diantaranya. Kakek 78 tahun mendatangi tempat vaksin dengan dijemput naik motor. Pasalnya, lansia asal Desa Suwari tersebut untuk berjalan kaki harus memakai tongkat dari batang kayu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, vaksinasi terus digeber di sejumlah tempat. Di Gresik daratan hingga kepulauan. Meski, saat ini pembentukan herd immunity telah mencapai 73 persen secara umum.
Sedangkan, untuk lansia lebih dari 40 persen. “Semoga assesment dari Inmendagri nanti Gresik bisa turun ke level 2. Saat ini level 3,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Plt Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna dan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Gresik Choirul Rizal usai memantau Perang Melawan Pandemi di Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021.
GOTONG ROYONG: Petugas vaksin dan anggota Koramil Sangkapura, Pulau Bawean membantu Mbah Mustamin setelah mengikuti vaksinasi yang diinisiasi Kadin Indonesia dan Gresik bersama Dinkes Gresik di Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Selain vaksinasi terpusat, imbuhnya, Pemkab Gresik mengubah strategi perang melawan pandemi dengan cara menggerahkan vaksinasi mobile atau jemput bola. Sebanyak 18 unit mobil dikerahkan untuk melakukan vaksinasi door to door. Sasaran mobile vaksinasi ini adalah ibu hamil (Bumil), lansia, penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Mobile vaksinasi door to door akan tiba di Pulau Bawean besok (Selasa, 19 Oktober 2021),”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sementara itu, Ketua Kadin Gresik Choirul Rizal mengatakan, sudah kali keempat perang melawan pandemi yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dan Gresik. Yakni, serbuan vaksinasi gotong royong bersama 13 perusahaan, lalu membuka vsksin corner di pusat perbelanjaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, vaksinasi massal di Kecamatan Menganti dan vaksinasi mobile. Total sekitar 13 ribu sampai 15 ribu vaksin.
“Khusus mobile vaksinasi bersama Kadin Indonesia dan Dinkes Gresik kami pusatkan di Pulau Bawean,”tegas Rizal. Dalam pengamatan 1minute.id di lokasi vaksinasi di MTs Ma’arif di Desa Suwari tersebut masyarakat menyambut antusias serbuan vaksin tersebut. Kadin Gresik menyiapkan sembako bagi masyarakat yang mau vaksinasi. ( yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memperluas program pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kecamatan. Pelayanan yang mendekatkan kepada masyarakat. Setelah di Pulau Bawean terarasi dengan nama Cepat Urus Administrasi Kependudukan di Pulau Bawean (Trust in Bawean). Program pelayanan adminduk akan diperluas di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Di 18 Kecamatan di Kabupaten Gresik.
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, saat pelayanan adminduk seperti kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran baru bisa dilakukan di delapan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. Delapan kecamatan itu yakni Driyorejo, Benjeng, Kedamean. Kemudian, Ujungpangkah, Dukun, dan Kebomas ditempatkan di mal pelayanan publik (MPP) di Kompleks Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.
Kemudian, Kecamatan Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean. “Tahun depan semuanya kita usahakan pelayanan adminduk di Kecamatan,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja di Pulau Bawean pada Minggu, 17 Oktober 2021. Layanan Adminduk dilakukan di setiap kecamatan dengan harapan memudahkan masyarakat dalam mengurus e-KTP, KK atau akta kelahiran. “Semuanya cukup dicetak di Kecamatan,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Gresik Khusaini mengatakan, pihaknya menargetkan pelayanan adminduk di setiap kecamatan kelar secepatnya. “Tahun ini kami usahakan,”katanya.
Seperti diberitakan, masyarakat Pulau Bawean tidak lagi ke daratan untuk mengurus Administrasi kependudukan (Adminduk). Mengurus e-KTP, kartu keluarga atau kartu keluarga (KK) cukup di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memohon kepada para kepala desa di Pulau Bawean untuk melakukan pendataan kepada warganya yang belum memiliki e-KTP ; KK dan akta kelahiran. “Saya mohon kepada Kepala Desa untuk mendorong warganya untuk mengurus e-KTP, KK atau akta kelahiran,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani di Pendapa Kecamatan Sangkapura pada Minggu, 17 Oktober 2021.
Program Trust in Bawean ini diluncurkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik untuk memudahkan masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Selama bertahun-tahun masyarakat Bawean ketika mengurus administrasi kependudukan harus berlayar ke Gresik sejauh 80 mil laut. Bila naik kapal cepat, Express Bahari membutuhkan waktu 3-4 jam dengan tiket kapal Rp 162 ribu. Pergi-Pulang Rp 324 ribu. Bila naik KMP Gili Iyang butuh waktu 9-10 jam. Belum termasuk biaya hidup di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
“Sekarang cukup di Kecamatan Sangkapura dan Tambak semua layanan Adminduk bisa dilayani. Gratis,”tegasnya. Untuk pengajuan permohonan Adminduk, imbuhnya, bisa melalui aplikasi Poedak. Atau langsung datang ke kantor kecamatan. “Kalau melalui online tinggal foto di Kecamatan,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masyarakat Pulau Bawean tidak lagi ke daratan untuk mengurus Administrasi kependudukan (Adminduk). Mengurus e-KTP, kartu keluarga atau kartu keluarga (KK) cukup di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memohon kepada para kepala desa di Pulau Bawean untuk melakukan pendataan kepada warganya yang belum memiliki e-KTP ; KK dan akta kelahiran. “Saya mohon kepada Kepala Desa untuk mendorong warganya untuk mengurus e-KTP, KK atau akta kelahiran,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani di Pendapa Kecamatan Sangkapura pada Minggu, 17 Oktober 2021.
Program Cepat Urus Administrasi Kependudukan di Pulau Bawean (Trust in Bawean) ini diluncurkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik untuk memudahkan masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Selama bertahun-tahun masyarakat Bawean ketika mengurus administrasi kependudukan harus berlayar ke Gresik sejauh 80 mil laut. Bila naik kapal cepat, Express Bahari membutuhkan waktu 3-4 jam dengan tiket kapal Rp 162 ribu. Pergi-Pulang Rp 324 ribu. Bila naik KMP Gili Iyang butuh waktu 9-10 jam. Belum termasuk biaya hidup di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
“Sekarang cukup di Kecamatan Sangkapura dan Tambak semua layanan Adminduk bisa dilayani. Gratis,”tegasnya. Untuk pengajuan permohonan Adminduk, imbuhnya, bisa melalui aplikasi Poedak. Atau langsung datang ke kantor kecamatan. “Kalau melalui online tinggal foto di Kecamatan,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
KUNKER BAWEAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kadisdukcapil Khusaini, anggota DPRD Gresik Musa dan Camat Sangkapura dan Tambak melepaskan lima ekor burung merpati di depan Pendapa Kecamatan Sangkapura pada Minggu, 17 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Mengapa harus mengurus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)? Karena saat ini, semuanya persyaratan membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK). “Mau vaksinasi harus punya e-KTP. Membuka rekening bank butuh e-KTP dan lainnya,”tegasnya. Gus Yani berharap layanan Adminduk di Pulau Bawean Bisa bermanfaat bagi masyarakat Bawean. Pasalnya, di Gresik daratan saja belum semua layanan Adminduk dilayani di Kecamatan.
“Di daratan baru 6 dari 16 Kecamatan yang ada pelayanan Adminduknya,”katanya. “Semoga pelayanan dasar ini bisa bermanfaat buat masyarakat Bawean,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Gresik Khusaini mengatakan, Trust in Bawean ini program yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui program Nawa Karsa. Khusaini berharap masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan secepatnya. “Jangan karena waktu butuh baru mengurus,”harap Khusaini.
Ia mencontohkan e-KTP memiliki banyak manfaat. Apalagi, Pemkab Gresik juga akan menerapkan layanan kesehatan hanya menggunakan e-KTP. “Hal yang luar biasa. Adminduk capil tonggak sejarah. Program smart city, Adminduk lancar semua program terbuka lebar,”tegasnya.
Dalam kunjungan kerja Bupati Gresik Fandi Akhmad di hari pertama ke Pulau Bawean ini, selain program Trust in Bawean, juga program Lare Sedaya dan menyerahkan santunan beasiswa dan hibah untuk masjid, musala dan lembaga. Total hibah yang diluncurkan dari ABPD Gresik 2021 sebesar Rp 2,6 miliar. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mengubah strategi perang melawan pandemi Covid-19. Sebelumnya, Pemkab menggeber serbuan vaksinasi massal sejumlah tempat. Mulai Sabtu, 16 Oktober 2021, strategi percepatan membentuk herd Immunity di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dengan cara jemput bola.
Pemkab meluncurkan 18 mobil vaksinasi untuk perang melawan pandemi yang memasuki tahun kedua itu. Sasarannya, adalah lanjut usia (lansia), ibu hamil (bumil), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas. Mereka adalah kelompok rentan yang memiliki hak sama untuk tetap sehat.
“Satu kecamatan, satu mobil vaksinasi. Termasuk di PulauBawean,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam launching Perang Melawan Pandemi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Sabtu,16 Oktober 2021. Program Perang Melawan Pandemi ini berkolaborasi dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia.
Hadir dalam launching itu perwakilan Kadin Indonesia Joseph Pangalila, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jawa Timur Drajat Irawan, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Plt Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna, pengurus Kadin Jawa Timur dan Gresik.
VAKSINASI KADIN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyapa ibu peserta vaksinasi Perang Melawan Pandemi bersama Kadin di Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 16 Oktober 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Bila satu mobil bisa memvaksinasi seribu orang, tambah Bupati Fandi Akhmad Yani, dalam sehari 18 ribu orang tervaksin. “Sebelum tanggal 18 Oktober 2021, herd immunity untuk lansia sebesar 40 persen bisa teralisasi,”imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Saat ini, tambahnya, vaksinasi untuk masyarakat umum telah mencapai 70 persen. Sedangkan, lansia sudah mencapai 39 persen. Untuk lansia ini kurang 1 persen.
Dengan vaksinasi jemput bola, dari pintu ke pintu, Gus Yani, optimistis bisa vaksinasi untuk lansia bisa mencapai target 40 persen. “Vaksinasi door to door akan semakin masif setiap harinya. Bahkan, Sabtu dan minggu terus melakukan vaksinasi,”tegasnya. Program Perang Melawan Pandemi yang digagas oleh Kadin Nasional ini, Pemkab Gresik mendapatkan tambahan 10 ribu dosis. “Terima kasih support, dan dukungannya,”kata suami Nurul Haromaini Ali itu.
Gus Yani juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada para relawan tenaga kesehatan (nakes), relawan Gresik Tangguh dan lainnya. “Mereka (relawan) tidak pernah lelah melakukan vaksinasi membantu untuk ikhtiar Pemkab mewujudkan Gresik Kabupaten sehat,”katanya.
Sebelumnya, perwakilan Kadin Indonesia Yoseph Pangalila mengucapkan program Perang Melawan Pandemi ini untuk membantu pemerintah percepatan pembentukan herd immunity. Sedangkan, Kadisperindag Jawa Timur Drajat Irawan mengingatkan untuk tetap mematuhi prokes dan masif melakukan testing, tracing, dan treatment (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Gresik 2022 pada Kamis, 14 Oktober 2021. Penyampaian R-APBD dilakukan secara video conference oleh Bupati dalam Sidang Paripurna agenda Penyampaian Nota RAPBD 2022. Sidang Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah.
Sidang Paripurna itu diikuti 42 dari 50 anggota parlemen berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. Empat unsur pimpinan DPRD Gresik hadir yakni Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Kemudian, Ahmad Nurhamim, Mujib Ridwan dan Nur Saidah. Ketiganya Wakil Ketua DPRD Gresik.
Dalam paripurna penyampaian Nota R-APBD 2022, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 3,37 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,17 triliun dan transfer sebesar Rp 2,20 triliun.
Sedangkan belanja mencapai Rp 3,55 triliun.Terdiri dari belanja operasional Rp 2,35 triliun, belanja modal Rp 353,25 miliar, belanja tidak terduga Rp 40,62 miliar serta belanja transfer Rp 806,52 miliar. Tema Pembangunan Gresik 2022 yaitu “Percepatan Transformasi Ekonomi Inklusif dan Pemulihan Sosial menuju Gresik Baru”.
Ada sembilan prioritas tematik pembangunan yakni pertama, Penguatan reformasi birokrasi didukung pelayanan publik inklusif dan responsif gender serta pengembangan Smart Governance berbasis satu data pembangunan (Gresik Akas) ; Kedua, pengentasan kemiskinan inklusif, partisipatif dan bersasaran (Gresik Seger) dan ketiga, Pembangunan infrastruktur tangguh dan berkelanjutan (Gresik Mapan)
Berikutnya, Peningkatan kesejahteraan sektor agropolitan dan minapolitan (Gresik Agropolitan) ; kelima Pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas fiskal Daerah didukung kemudahan, kesederhanaan, dan ketepatan pelayanan investasi (Gema Karya) dan keenam, Peningkatan kualitas pendidikan didukung perluasan aksesibilitas layanan dan kesejahteraan tenaga pendidik (Gresik Cerdas).
Ketujuh, Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak dan responsif gender (Gresik Sehati) ; kedelapan, Penguatan keluhuran budaya berbasis kearifan Gresik yang agamis (Gresik Barokah) dan kesembilan, Pembangunan ekologi berkelanjutan didukung pengembangan ekowisata, budaya dan industri ramah lingkungan (Gresik Lestari).
“Untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pada RKPD 2022, diperlukan sinkronisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten yang diwujudkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang telah disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengatakan, terkait target pendapatan daerah ini. Pihaknya akan berupaya agar pembahasan anggaran bisa maksimal untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, mengajak anggota dewan untuk benar-benar teliti melakukan pembahasan anggaran. Untuk Badan Anggaran (Banggar) segera langsung menggelar rapat pembahasan.
Sebelumnya, pimpinan sidang Nur Saidah, mengatakan, setelah penyampaian nota R-APBD 2022 , Banggar dan fraksi-fraksi akan melakukan pembahasan. ” Hasil pembahasan Banggar dan fraksi-fraksi akan kita sampai melalui rapat paripurna pada 16 Oktober 2021,”kata Nur Saidah. (yad)
GRESIK,1minute.id– Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Gresik periode 2021-2023.Pelantikan dilakukan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 14 Oktober 2021.
Selain melantik Kamabicab, Ketua Kwartir Dearah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil melantik Pengurus, Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gresik.
Kamabicab Gerakan Pramuka Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak anggota kepanduan menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Fandi Akhmad Yani mengatakan hingga hari ini tingkat resiko penyebaran kasus Covid-19 di Gresik cenderung menurun. Hal ini menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani patut di syukuri. Namun, Gus Yani mengingatkan kepada masyarakat harus tetap waspada. Jangan lengah dan euforia.
“Hampir dua tahun kita terkepung oleh situasi pandemi Covid-19. Dan saat ini tingkat resiko penyebaran Covid-19 di Gresik sudah cenderung melandai. Kami harap kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah, tetap patuhi protokol kesehatan,” ujar Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu.
Ia mengajak seluruh komponen anggota kepanduan di Gresik untuk menjadi promotor dalam mengkampanyekan pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Kita tunjukkan bahwasannya kader Pramuka sebagai promotor dalam mengkampanyekan protokol kesehatan. Saya mengajak seluruh kader pramuka untuk menunjukkan dedikasi untuk Kabupaten Gresik dalam penanganan Covid-19,”tegas Gus Yani.
Gus Yani juga mengapresiasi terhadap seluruh kader Pramuka yang berperan aktif dalam percepatan vaksinasi di di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Kemarin sudah dilaksanakan vaksinasi oleh Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik dengan 3.200 dosis vaksin, ini merupakan suatu bentuk kolaborasi yang baik antara gerakan Pramuka dengan pemerintah dalam kaitannya percepatan vaksinasi di Gresik,” katanya.
Untuk itu, kedepan Gus Yani mengharapkan seluruh komponen Pramuka untuk terus kompak dan meningkatkan kebersamaan antarsesama. Bersinergi, kolaborasi. Sebab, kata Gus Yani, kekompakan adalah kunci utama dalam membangun organisasi di tubuh Pramuka.
Sementara itu, Ketua Kwartir Dearah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Muhammad Arum Sabil, mengatatakan bahwa melalui kegiatan pramuka produktif, kwarda Jawa Timur akan mengajak seluruh cabang se-Jawa Timur untuk ambil bagian dalam mengembangkan kegiatan pramuka.
“Mari kita semua bergandengan tangan, bersinergi dengan program pemerintah terutama untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pendidikan karakter tentu harus dikembangkan oleh gerakan pramuka, namun kita juga harus tetap peduli terhadap keadaan masyarakat dan lingkungan dengan berbagai program nyata yang menyentuh dan berdampak langsung bagi maysarakat,” katanya.
Dirinya yakin bahwa di Kabupaten Gresik seluruh anggota Mabicab dan seluruh anggota pramuka akan berkomitmen untuk menjalankan tugas dan mengemban tanggung jawab untuk membesarkan nama pramuka di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Gresik menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Fandi Akhmad Yani berpesan agar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diisi dengan kegiatan yang positif dan tentu saja harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dalam rangka ikhtiar besar kita bersama untuk menjaga kesehatan. “Kuncinya adalah kesehatan, karena kesehatan adalah modal awal kita untuk melakukan ibadah,”ujar GusYani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.
Pandemi Covid-19 belum berakhir. Momen Maulid Nabi, imbuhnya, merupakan pengingat bagi kita, untuk terus menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. Selain itu, juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah seraya tetap berusaha dan bersabar dalam menghadapi segala ujian. “Pandemi Covid-19 sejatinya juga merupakan ujian sekaligus peringatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Ketua PC Muslimat NU Gresik Hj. Nafiatus Saadah dan undangan Muslimat NU se-Kabupaten Gresik dengan penceramah Hj. Nurul Abidah itu.
Gus Yani kembali mengingatkan kembali tentang kondisi pandemi Covid-19 sekitar 2 bulan yang lalu. Dimana setiap hari ada saudara-saudara kita yang terinfeksi Covid-19, hingga hampir setiap hari ada berita duka. “Mudah-mudahan kita bisa benar-benar menjaga dan mendukung, karena disiplin protokol kesehatan adalah kunci keselamatan bersama dalam menghadapi pandemi. Sehingga pandemi bisa terus mereda dan Covid-19 hilang dari sekitar kita,”sambungnya.
Dalam kesempatan ini,Gus Yani, menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana acara ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Nabi Besar Muhammad SAW. (yad)
GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin lengkap. Kini, warga Gresik memiliki rumah sakit Islam. Namanya, Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP). Rumah sakit tipe C inilokasinya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Peresmian rumah dulunya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad pada Sabtu, 9 Oktober 2021.
Sejumlah tokoh Nahdliyin hadir dalam peresmian gedung dan pergantian nama rumah sakit tersebut. Diantaranya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar , Pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan KH Muchtar Djamil serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Menurut Muhammad Nuh, perubahan nama dari RSIA menjadi RSI NAP itu dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanankesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kamitingkatkan dari Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum tipe C, dengan kapasitas 107 tempat tidur. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,”kata M.Nuh.
Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis Bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dan Unusa dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar.
Dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU, Muslimat, akan terus mengembangkan Rumah Sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.
Pihaknya berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama. RSI NAP berdiri diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi (m²) ini mengusung konsep Small in Modernity (Kecil namun modern).
Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan negative atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid.
“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,”kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu. Untuk diketahui pembangunan gedung baru (empat lantai) ini dilakukan selama satu tahun sejak peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Okober 2020.
Disamping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI NAP ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyal Ageng Pinatih. Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain.
DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman dan Direktur RSI NAP drg A.Zayadi di peresmian gedung pada Sabtu, 9 Oktober 2021
Intinya, Rumah Sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. Diantara alat-alat canggih yang frekuensi penggunaannya paling tinggi adalah Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi. Sama seperti USG 2 dimensi atau 3 dimensi, dengan USG 4 dimensi ini dapat menampilkan kondisi kehamilan, mulai dari keadaan rahim, wujud janin, hingga gangguan yang terjadi didalam kandungan.
“Kami berharap, kehadiran RSI Nyai Ageng Pinatih bisa menjadi kebanggaan masyarakat Gresik-sekitarnya, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus sebagai ikhtiar untuk merawat dan mengembangkan warisan para sesepuh NU yang telah merintisnya sejak 1970-an,”harap mantan Ketua Dewan Pers ini.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Bupati Yani juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik- klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” harapnya.
Sebab, menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa segera diawali. Di MWC Kebomas, dan untuk Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,”harap Bupati Yani.
Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Ashta Triyono, pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. “Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,”ungkapnya.
Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani dan undangan keliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Diawali masuk ruang ICU. Bupati Fandi Akhmad Yani, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro serta Direktu RSI NAP drg Ach Zayadi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sapa Petani di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme terasa beda pada Selasa, 5 Oktober 2021. Pasalnya, program peningkatan kesejahteraan petani petani itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.
Kegiatan diawali panen padi secara simbolis oleh Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro dan Camat Cerme Suyono. Panen padi itu kali ketiga. Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia di Makodim 0817 Gresik langsung menuju lokasi Desa Sukoanyar, tempat Sapa Desa sambil menyerahkan bantuan empat unit traktor kepada kelompok tani setempat.
Dalam dialog bersama petani setempat itu, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Aminatun Habibah mendapatkan banyak keluhan. Diantaranya, terkait hama tikus, irigasi dan banjir Kali Lamong. Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ada dua cara yang akan dilakukan untuk memberantas hama tikus. Tradisional dan modern menggunakan teknologi robot. Gus Yani mengaku sudah bertemu dengan pelajar SMK yang kerap menjuarai lomba robot.
“Anak-anak SMK kita ini pinter-pinter, langganan juara lomba robot. Karena itu, Saya sudah ketemu dengan anak-anak SMK Gresik untuk dibuatkan robot pengusir tikus,”ujar Gus Yani. Dengan usaha yang beriringan antara cara tradisional dan cara modern ini, diharapkan masalah hama Tikus bisa dikendalikan.
PANEN RAYA : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan panen padi secara simbolis di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme pada Selasa, 5 Oktober 2021 (Foto : Ist)
Terkait pengairan dan banjir Kali Lamong, Wabup Aminatun Habibah mengatakan, sudah menjadi fokus pemerintah daerah yang tertuang dalam program Nawa Karsa. “Saat ini sudah dimulai penanggulangan banjir Kali Lamong. Pembebasan tanah dan normalisasi sudah dimulai sebagai salah satu usaha, sehingga ketika musim hujan tidak banjir. Jadi panjenengan tandur niku tenang,”kata Bu Min.
Bu Min menjelaskan, pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber ke sekitar. “Ini sudah menjadi keinginan Pak Bupati dan Saya, Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,”sambung Bu Min.
Sementara itu, Camat Cerme Suyono menjelaskan ecara keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Cerme seluas 6.668 hektare, produksinya 34.788 ton. “Biasanya, pnen padi dua kali setahun. Tapi, di Desa Sukoanyar ini istimewa karena bisa tiga kali panen,”kata Suyono. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Ratusan pasang mata seakan enggan bersedia melihat keelokan layang-layang diatas langit di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang pada Minggu, 3 Oktober 2021. Ada ratusan layangan beraneka bentuk. Layang-layang itu meliuk itu. Layang-layang Naga, misalnya. Panjangnya antara 75 meter sampai 100 meter. Ketika berada diatas langit kepala hingga ekor seperti melambai-lambai. Penonton tepuk sorak. Bahagia. Terhibur dengan gelaran itu mesti pandemi belum berujung.
Festival Layang-layang Dohoagung seri V ini menjadi event ditunggu masyarakat. Tidak hanya warga desa setempat. Tapi, pengemar layang-layang di Nusantara. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka festival layang-layang tingkat nasional itu. Ada 300 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu. Kegiatan pascapanen pada musim kemarau.
Menurut festival layangan merupakan kearifan lokal yang patut harus dijaga. Festival Layang-layang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan jadi hiburan nasional karena peserta banyak dari luar Gresik dan luar provinsi. “Ini semangat kita keluar pandemi Covid-19 karena festival layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakyatan bangkit dari pandemi covid-19,”kata GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, festival layang-layang akan dibuat lebih meriah pada tahun depan. Karena perputaran ekonomi desa dan produk UMKM terbantu. Apalagi paskapanen lahan pertanian masih banyak, bahkan telah panen buah melon dan garbis. “Kedepan hasil panen bisa dihadirkan di festival ini. Karena kita punya target ekonomi kerakyatan,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Aneka bentuk layangan yang terbang ke angkasa. Menghiasi langit Dohoagung. Namun, layang-layang berbentuk Naga paling menyita perhatian masyarakat dan peserta lainnya. Bentuknya megah. Untuk membuat layangan Naga yang panjangnya sekitar 75 meter itu butuh waktu 4 bulan. Untuk menerbangkan layangan Naga yang pembuatan menelan biaya Rp 4 juta melibatkan empat orang. Bupati Fandi Akhmad Yani ikut membantu menerbangkan layangan naga itu.
Camat Balongpanggang Jusuf Ansyori menambahkan adanya festival layang-layang ini dapat menjadikan destinasi wisata Desa Dohoagung, dan meningkatkan hasil produk unggulan buah semangka, melon, garbis atau blewah serta meningkatkan UMKM produk unggulan Desa Dohoagung. “Berharap dengan even tahunan ini, yang berskala nasional dapat mengangkat dan meningkatkan perekonomian warga masyarakat Desa Dohoagung serta kesejahteraan warganya,”harap Ansyori.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layang biasa hingga termegah seperti naga. “Penilaian bawah 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara kekompakan tim saat menerbangkan layang-layang,”ujar Adieb. (yad)