Ada Pemilihan Pegawai Teladan di Masjid Akbar Moed’har Arifin yang Didirikan Saudagar Dermawan itu 

GRESIK,1minute.id – Masjid Akbar Moed’har Arifin begitu megah. Masjid berlokasi di Jalan Deandles Km 31, Desa Sekapuk, Sidayu, Gresik itu dibangun oleh almarhum Chairman PT Polowijo Gosari Grup H. Achmad Djauhar Arifin itu menjadi ikon baru di Gresik Utara.

Masih tergiang di telinga Saya waktu Haji Arifin, saudagar dermawan itu menceritakan H Achmad Moed’harsyah sakit di Singapura, keluarga berjanji akan membangun surga.

“Karena hidup bukan dunia saja, tapi yang utama adalah untuk akhirat. Karena kami pengusaha, kami belanjakan untuk akhirat,” kata Arifin, adik Moed’har waktu itu. Kini masjid telah berdiri megah. Dan, ikon di Gresik Utara. Saudagar dermawan itu menyusul kakaknya pada 27 Juli 2020. Masjid yang didirikan saudagar dermawan di pantai utara atau Pantura Gresik menjadi jujugan masyarakat. 

Pada 17 Desember 2024, wartawan  1minute.id  mengunjungi masjid ikonik itu untuk salat duhur. Suasana masjid agak lenggang. Pengunjung atau jemaah mengalir bagai air ; masuk dan keluar seakan terus berganti. Sehingga nyaris tidak pernah sepi jemaah. Jemaah nyaman menjalan salat karena suasana masjid sangat bersih, rapi dan nyaman. Karpet harum seperti wewangian diMasjidil Haram, Mekkah. 

Suasana masjid yang bersih dan nyaman itu dikarenakan takmir menggelar pemilihan pegawai teladan setiap bulan. Untuk karyawan teladan bulan November 2024, ada tiga orang yakni Achmad Febi Irawan (cleaning service) ; Muhammad Isnaini (juru parkir) dan Sholikhun Akhwan (tukang kebun). 

Data yang didapatkan 1minute.id, Masjid Akbar Moed’har Arifin ini di bangun atas prakarsa dua bersaudara yakni pendiri PT Polowijo Gosari yaitu Ahmad Moed’har Syah dan Ahmad Djauhar Arifin. Masjid dibangun mulai 11 Mei 2018 dan diresmikan 29 Maret 2020. Nama masjid diambil dari gabungan dua nama pemprakarsa yakni Ahmad Moed’har Syah dan Ahmad Djauhar Arifin. (yad)

Ada Pemilihan Pegawai Teladan di Masjid Akbar Moed’har Arifin yang Didirikan Saudagar Dermawan itu  Selengkapnya

22 Lapak Dibongkar, Pelebaran Jalan Raya Manyar Segera Terealisasi 

GRESIK,1minute.id – Pelebaran Jalan Raya Manyar, Kabupaten Gresik semakin dekat. Puluhan bedak pedagang di sisi utara jalan Deandles di Pantai utara (Pantura) Gresik itu mulai dilakukan pembongkaran pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Pembongkaran dimulai dari exit Tol Manyar hingga Tugu Manyar. Sebanyak 22 bedak yang diratakan dengan tanah menggunakan alat berat, Ekskavator. Pembongkaran puluhan bangunan berjalan di lahan ruang milik jalan itu mendapatkan pengamanan ekstraketat dari aparat gabungan, TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). Pembongkaran lapak berjalan lancar. Tidak ada gejolak yang sempat dikhawatirkan sejumlah pihak. 

Sedangkan, puluhan bangunan pedagang lain mulai Tugu Manyar ke barat belum dilakukan pembongkaran. 

SURAT dari PLN : Seorang pemilik lapak membaca surat “cinta ” dari PT PLN di dekat puing-puing lapaknya di Jalan Raya Manyar, Kabupaten Gresik pada Jumat, 28 Oktober 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Abdul Rahman, misalnya. Tukang tambal ban itu menempati lahan aset pemerintah sejak 1982. Waktu itu, Ahmad Sahri, orang tua Abdul Rahman yang menempati lahan itu.  “Jadi saya penerusnya, “katanya. Semula Ahmad Sahri menyewa lahan kepada pemerintah desa (Pemdes) Manyarrejo pada 1982. Pada 1986, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menerbitkan surat sewa bangunan. “Sejak saat itu, orang tua saya membayar PBB (pajak bumi dan bangunan),”katanya. 

Ia mengakui lahan yang ditempati adalah aset pemerintah. Karena itulah, ketika pemerintah meminta untuk kepentingan masyarakat, tukang tambal ban itu tidak keberatan. “Cuma saya bingung, karena surat pemberitahuan pembongkaran saya terima dilakukan besok (Sabtu, 29/10/2022). Bukan hari ini,”katanya pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Pedagang yang asli warga Manyar itu tidak bisa menolak karena telah menerima ganti rugi sebesar Rp 10 juta. Pembongkaran bangunan selesai sebelum salat Jumat. Terlihat di lokasi pembongkaran diantaranya Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Asisten I Pemkab Gresik Suyono serta Forkopimcam Manyar. 

Sentot, perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengatakan, setelah pembongkaran pihaknya akan melakukan perataan utilitas lainnya. Diantaranya, penebangan sejumlah pohon peneduh. “Nanti kami akan berkoordinasi lagi dengan Kecamatan,”kata Sentot dihadapan Kapolres AKBP Mochammad Nur Azis, Dandim Letkol Ahmad Saleh Rahanar di ruang pertemuan di kantor Kecamatan Manyar. 

Seperti diberitakan, pelebaran jalan Raya Manyar panjangnya sekitar 3,5 kilometer. Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. Pelebaran di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar.

Untuk tahap awal, pelebaran jalan Raya Manyar sepanjang 1 kilometer. Estimasi pekerjaannya membutuhkan waktu 7-8 bulan. Sisanya, 2,5 kilometer akan dilanjutkan tahun berikutnya. Anggaran sekitar Rp 15 miliar. Lebar jalan nantinya menjadi 22 meter dan 4 lajur. Median jalan lebarnya 3 meter. (yad)

22 Lapak Dibongkar, Pelebaran Jalan Raya Manyar Segera Terealisasi  Selengkapnya

PBM Tegaskan Tidak Menolak Pelebaran Jalan Nasional, Pedagang Ingin Jualan di TKD 

GRESIK,1minute.id – Rencana Pelebaran jalan deandles di Raya Manyar semakin dekat. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali merencanakan pelebaran jalan nasional yang masuk proyek strategis nasional (PSN) itu dimulai Januari 2023. Akan tetapi, pro dan kontra tentang tempat relokasi lapak terdampak pelebaran masih belum kelar.

Puluhan Paguyuban Bedak Manyar (PBM) turun jalan pada Kamis, 6 Oktober 2022. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor parlemen di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Aksi massa mengatasnamakan PBM itu tidak untuk menolak rencana pelebaran jalan nasional di pantai utara (Pantura) Gresik itu. Namun, mereka hanya menolak tempat relokasinya.

Berangkat dari markas mereka di Raya ManyarSidomukti menuju Kantor DPRD Gresik. Mereka konvoi kendaraan bermotor usai Salat Dhuhur. Sejumlah spanduk mereka bentangkan. Diantara Isinya adalah “Kami Tidak Menolak Pelebaran Jalan ; Tapi Kami Menolak Relokasi yang Kurang Tepat ; Penghasilan Kami Hanya Berjualan Gorengan dan Pak Jokowi Bantu Kami Warga PBM’, Penggusuran Berjalan, Gresik Gagal Sejahtera !!! “

Ketua PBM Abdullah Syafi’i dalam orasinya menyatakan para pedagang tidak menolak proyek nasional pelebaran jalan Raya Manyar. Selain itu, selama ini tidak ada anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Kecamatan Manyar yang mendengar keresahan pedagang di PBM. 

“Maka, tidak salah kita unjuk rasa ke sini, agar pimpinan DPRD Kabupaten Gresik bersedia dan mendengarkan keluhan pedagang,” kata Abdullah Syafi’i yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Gresik. Mereka diterima Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad serta beberapa anggota Komisi IV lainnya. 

Dalam pertemuan itu, Syafii kembali menegaskan pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan nasional itu. Dia menjelaskan 

ada 119 pedagang. Dan, para pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan Raya Manyar. Namun, pedagang hanya ingin berjualan di tanah milik  Desa ada di tepi jalan. Sebab, dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali telah setuju, pedagang bisa berjualan di atas sungai. 

Contohnya di Surabaya sudah ada pemanfaatan sungai yang ditutup dan di Gresik juga ada Kalitutup. “Kita akan membangun sendiri tanpa APBN dan APBD. Kita ingin membuat wisata kuliner untuk Desa Manyar Kompleks,”katanya. 

Sementara, Ketua DPRD Gresik Moch. Abdul Qodir mengatakan, memastikan bahwa para pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan. Namun, para pedagang ingin menempati Tanah Kas Desa (TKD) yang ada di tepi jalan. 

“Kita mendukung keinginan para pedagang, sehingga kita sampaikan ke Pemkab Gresik untuk membuat kajian studi kelayakan atau feasibility study agar jelas penataan para pedagang,”kata Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Gresik.

Terpisah, Camat Manyar Zainul Arifin dikonfirmasi mengatakan pihaknya siap untuk melakukan pendekatan kepada pedagang. “Tentu kalau ada aspirasi dari pedagang kita siap untuk membantunya,”katanya ketika dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Kamis, 6 Oktober 2022. (yad)

PBM Tegaskan Tidak Menolak Pelebaran Jalan Nasional, Pedagang Ingin Jualan di TKD  Selengkapnya

Pro-kontra Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar, Pembangunan Pujasera Manyar Lanjut 

GRESIK,1minute.id – Aris terlihat berdiri mengawasi para pekerja pembangunan pujasera Manyar pada Kamis, 11 Agustus 2022. Siang itu, ada sepuluh orang pekerja. Mereka ngeduk lemah untuk tempat pondasi tiang. 

Penggalian dilakukan secara manual. Aris, mengaku mandor proyek pembangunan Pujasera Manyar itu terlihat berulangkali meneguk air dari wadah tumbler yang dibawanya. “Kita usahakan akhir tahun ini bisa selesai,”katanya kepada  1minute.id  pada Kamis, 11 Agustus 2022. 

Pujasera itu menempati lahan samping timur Lapangan Sunan Giri di Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Pujasera dekat bangunan bekas gedung yang rusak. Pujasera itu yang bakal digunakan para pedagang yang terkena imbas proyek pelebaran jalan raya Manyar. Jarak pujasera dengan jalan raya sekitar 300-an meter. 

Ada 4 petak. Setiap petak akan diisi 15 stan. “Nanti ada sekitar 60 stan,”kata Aris. Aris ngebut menyelesaikan pekerjaannya karena akhir tahun pembangunan pujasera ini harus selesai. Awal tahun, BBPJN direncanakan mengawali kegiatan pembangunan jalan itu.

Seperti diberitakan tempat relokasi bagi pedagang yang terimbas proyek pelebaran jalan raya Manyar itu menjadi pro dan kontra. Pemkab Gresik mendukung usulan Muspika Manyar membangun tempat relokasi. Sebaliknya, paguyuban barak Manyar (PBM) menolak relokasi. Karena mereka menganggap lokasi tidak strategis.

“Kami tidak menolak rencana pelebaran jalan. Kami hanya menolak tempat relokasi,”kata Ketua PBM Abdullah Syafii pada Kamis, 11 Agustus 2022. Dalih PBG, lokasi pujasera nyelempit. Ndelik. “Pedagang khawatir tidak laku,”kata Syafii.

Sementara itu, Camat Manyar Zainul Arifin ketika 1minute.id mendatangi kantornya sedang dinas luar. “Nanti sorean saja, karena saya lagi ngecek lapangan di PPI untuk upacara,”kata Zainul ketika dihubungi melalui telepon pada Kamis, 11 Agustus 2022.

LOKASI PUJASERA: Sejumlah pekerja beraktivitas untuk menyelesaikan pembangunan pujasera Manyar. (Foto atas) Maket wajah pujasera yang rencananya untuk pedagang terimbas proyek pelebaran jalan raya Manyar ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Namun, sebelumnya Camat Manyar Zainul Arifin  mengatakan, pembangunan pujasera itu dibiayai secara gotong royong oleh perusahaan yang berada di Kecamatan Manyar. “Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Formula Pertama,”kata Camat Zainul pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Saat ini, imbuhnya, pekerjaan pembangunan sudah mulai dilakukan. “Progresnya sudah 10 persen,”kata mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kebomas, Gresik itu. 

Untuk pembangunan pujasera serta kelengkapan lainnya, tambahnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. “Biaya pembangunan urunan anggota Formula Pertama,”tegasnya. Pelebaran jalan Raya Manyar panjangnya sekitar 3,5 kilometer.

Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. Pelebaran di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Untuk tahap awal, pelebaran jalan Raya Manyar sepanjang 1 kilometer. Estimasi pekerjaannya membutuhkan waktu 7-8 bulan. Sisanya, 2,5 kilometer akan dilanjutkan tahun berikutnya.

Anggaran sekitar Rp 15 miliar. Lebar jalan nantinya menjadi 22 meter dan 4 lajur. Median jalan lebarnya 3 meter. (yad)

Pro-kontra Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar, Pembangunan Pujasera Manyar Lanjut  Selengkapnya

Senggol Truk Tronton, Pengendara Honda Supra Meninggal 

GRESIK,1minute.id – Peristiwa memilukan terjadi di ruas Jalan Deandles, tepatnya di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022.

Seorang pengendara motor Honda Supra nomor polisi (Nopol) W 6053 DT bernama Kaeni, 54, warga Desa Karangturi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan menabrak truk tronton  nopol L 9211 UA yang dikemudikan Khoirul Anam, 50, warga Desa Talun,  Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. 

Kecelakaan yang terjadi pada pukul 06.30 itu mengakibatkan Kaeni meninggal di lokasi kejadian. Yang memilukan…(maaf tidak bisa dijelaskan).

Informasi yang dihimpun kecelakaan lalu lintas terjadi pada saat pengendara sepeda motor Honda Supra  nopol W  6053 DT yang dikendarai Kaeni melaju dari arah Bungah menuju Manyar. Memasuki Jalan Raya Desa  Sukomulyo, Kaeni mendahului dari sisi sebelah kiri truk tronton nopol L 9211 UA yang dikemudikan Khoirul Anam yang melaju searah.

Diduga pengendara motor kurang memperhatikan arah depan serta kurang bisa jaga jarak aman. Akibatnya, benturan dengan truk tronton. Akibat dari kecelakaan Kaeni meninggal di TKP kemudian korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dimintakan Ver Jenazah.

Menurut Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Suharto, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi diduga akibat pengendara sepeda motor Honda Supra saat mendahului dari sisi sebelah kiri  kurang memperhatikan arah dan kurang hati-hati. “Pengendara motor terjatuh dan terbenturan truk tronton,”kata Ipda Suharto. (yad)

Senggol Truk Tronton, Pengendara Honda Supra Meninggal  Selengkapnya

Pelebaran Raya Manyar Menjadi 22 Meter dengan 4 Lajur

GRESIK,1minute.id – Rencana pelebaran jalan Raya Manyar terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalan nasional di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa,14 Juni 2022.

Mayoritas pemilik kios atau lapak di sepanjang 3,5 kilometer mulai dari exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar sepakat untuk di relokasi. Seperti apa rencana pelebaran jalan Deandles di pantai utara (Pantura) Kabupaten Gresik itu. 

Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Sentot Wijayanto mengungkapkan jalan Raya Manyar akan dilebarkan menjadi 22 meter. “Empat lajur. Median jalannya seluas 3 meter,”kata Sentot Wijayanto usai mengikuti sosialisasi pelebaran jalan Raya Manyar di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa, 14 Juni 2022.

Sosialisasi dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas) dan pemilik kios atau lapak yang bakal terkena imbas pelebaran jalan nasional itu. 

Pelebaran jalan Raya panjangnya sekitar 3,5 kilometer. Mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Untuk tahap awal, pelebaran jalan Raya Manyar sepanjang 1 kilometer. Estimasi pekerjaannya membutuhkan waktu 7-8 bulan. Anggaran sekitar Rp 15 miliar.  Sisanya, 2,5 kilometer akan dilanjutkan tahun berikutnya. 

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  ruas jalan Raya Manyar mulai exit tol Manyar hingga Jembatan Manyar hanya dua lajur. Di bagian median dipasang pembatas jalan dari cor. Jalan nasional terasa sempit. Akibatnya,  kemacetan menjadi pemandangan saban hari. Terutama jam berangkat dan pulang kerja karena volume kendaraan cukup padat. Puluhan perusahaan beroperasi di sepanjang jalan Raya Manyar itu. Bahkan, jalan Deandles terdapat kawasan ekonomi khusus (KEK). 

Kondisi lalu lintas yang krodit itu berlangsung puluhan tahun. Pemkab Gresik melakukan upaya pendekatan kepada pemerintah pusat. Pemerintah pusat menetapkan pelebaran jalan Raya Manyar, salah satu proyek strategis nasional (PSN). Penetapan PSN itu membuat Pemkab Gresik bergerak cepat. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, jalan Raya Manyar adalah aset pemerintah pusat. Sehingga, proses pembangunan dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mensupport penyediaan lahan. 

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik dan BBPJN sepakat untuk melakukan pelebaran jalan Raya Manyar. Jalan nasional yang juga jalur distribusi barang dan jasa. Rencana pelebaran akan di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Panjangnya sekitar 3,5 kilometer. Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. (yad)

Pelebaran Raya Manyar Menjadi 22 Meter dengan 4 Lajur Selengkapnya

Pelebaran Jalan Raya Manyar Disosialisasikan, 199 Kios dan Lapak Dukung Relokasi 

GRESIK,1minute.id – Rencana pelebaran jalan Raya Manyar segera teralisasi. Sebab, pelebaran jalan Raya Manyar ini sudah menjadi proyek strategis nasional (PSN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap pelebaran jalan Deandles di pantai utara (Pantura) Kabupaten Gresik mulai dikerjakan tahun ini. Pemkab Gresik melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa,14 Juni 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, pelebaran Jalan Raya Manyar untuk kepentingan masyarakat. Proyek nasional ini kepentingan masyarakat. Proyek strategis nasional (PSN). Pelebaran jalan nasional itu akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Pemkab Gresik melakukan mendukung percepatan pelebaran jalan dengan melakukan pembebasan lahan,”kata Fandi Akhmad Yani.

Sosialisasi dihadiri perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Sentot Wijayanto, tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) setempat. Serta ratusan pedagang. 

Pedagang yang memiliki surat kepemilikan lahan yang sah akan mendapatkan ganti rugi. Sebaliknya, pedagang yang tidak memiliki hak kepemilikan lahan, pemerintah tidak bisa memberikan ganti rugi. Karena lahan yang ditempati milik negara. 

Akan tetapi, imbuhnya, masyarakat atau padagang tidak perlu risau. Sebab, pihaknya tetap tidak ingin menyengsarakan masyarakat. “Pemerintah akan merelokasi. Pembangunan lapak baru di tempat relokasi gratis,”tegasnya. Tempat relokasi nanti representatif karena akan dilengkapi fasilitas umum yang memadai. Lahan parkir luas, musala, dan ada arena permainan. 

Tempat relokasi berada di lapangan yang dekat dari jalan raya nasional. Bupati berusia 36 tahun itu, meminta kepada para pedagang yang bakal terkena imbas pelebaran jalan nasional itu mendaftarkan ke kantor kecamatan Manyar. Dalam sosialisasi itu, mayoritas pedagang yang selama ini berjualan di ruang milik jalan (rumija) sepakat untuk relokasi.

Camat Manyar Zainul Arifin menambahkan pihaknya telah melakukan validasi bangunan sepanjang jalan Raya Manyar yang terimbas pelebaran jalan Raya Manyar itu. Berdasarkan validasi sebanyak 199 kios atau lapak. Dari 199 kios itu, sebanyak 70 kios milik warga Manyar. “Sisanya, sekitar 120-an warga luar,”tegasnya. 

Meski sebagian besar pedagang menyetujui rencana pelebaran jalan Raya Manyar. Ada sejumlah warga yang kontra dengan rencana pemerintah tersebut. Namun, pemkab Gresik menegaskan pelebaran jalan Raya Manyar harus direalisasikan. Salah seorang warga mengaku pihaknya sepakat pelebaran jalan Raya Manyar itu. “Kami mendukung. Semoga tetap relokasi memadai,”katanya. (yad)

Pelebaran Jalan Raya Manyar Disosialisasikan, 199 Kios dan Lapak Dukung Relokasi  Selengkapnya

Pelebaran Jalur Deandles Segera Dikerjakan

GRESIK,1minute.id – Kemacetan arus lalu lintas jalur Deandles di sekitar Tugu Manyar, Kemacetan Manyar, Gresik akan segera terurai. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) akan melebarkan jalan nasional di pantai utara Gresik itu. Pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemkab Gresik. 

Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sangat urgent. Apalagi sering macet akibat bottleneck atau penyempitan jalan depan gerbang kawasan industri, satunya kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE serta Smelter Freeport Indonesia.

PPK BBPJN ruas Surabaya Gresik Sadang, Pungki Enggar Paweninggale mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah pelebaran jalan dilakukan tahun ini atau tahun depan. “Sampai saat ini masih menunggu (lahan,Red) kami, hanya di konstruksi,” katanya kepada wartawan pada Senin, 10 Januari 2022. 

Pungki mengungkapkan, untuk pelaksanaan perbaikan dan pelebaran jalan, pihaknya menunggu dokumen resmi dari Pemkab Gresik terkait pembebasan lahan. Setelah itu klir nanti anggaran baru diusulkan. “Untuk plot anggaran setelah ada dokumen dari pemkab yang menyatakan bahwa tanah sudah ready,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ahmad Hadi menambahkan, memang pekerjaam ruas Manyar kewenangannya BBPJN dibawah kendali Kementerian PUPR. “Pekerjaan pelebaran jalan dapat dimulai tahun ini jika lahan yang diperlukan sudah dapat di kondisikan dengan rencana lebar rumija 22-26 meter tergantung kesiapan lahan,”imbuhnya. 

Oleh karena itu, ujar Hadi, untuk percepatan dan penataan lokasi lahannya diperlukan kerjasama semua pihak diantaranya OPD teknis, aparatur kecamatan maupun pemerintah desa setempat. Untuk pelaksanaan pengkondisian lahan jalan dan penataan lokasi tersebut telah dialokasikan anggaran 2022 yang akan dilaksanakan Dinas Pertanahan. 

“Dengan pelebaran jalan tersebut diharapkan dapat  mengurangi secara signifikan tingkat kemacetan yang hampir setiap hari dirasakan masyarakat di jalur deandles tersebut,” jelasnya. (yad)

Pelebaran Jalur Deandles Segera Dikerjakan Selengkapnya

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan karambol terjadi jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021. Kecelakaan itu melibatkan empat kendaraan yakni  dump truck, truk gandeng dan tiga mobil MPV. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelalaan di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik

Informasi yang dihimpun, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan itu diduga dipicu pengemudi dump truck nopol L 8144 UV. Pagi itu, sekitar pukul 10.00, dump truck yang disopiri oleh Beni Arianto, 39, warga Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto melaju dari Gresik ke arah Manyar. 

Kondisi jalan raya nasional itu lengang. Karena hari libur. Beni lengah. Diduga ngantuk sehingga menabran bodi belakang truk gandeng nomor polisi BE 8583 YV yang di sopiri Joni. Serudukan dump truck itu membuat Joni, sopir truk gandeng terkejut hingga menabrak tiga mobil multi purpose vehicle atau multi guna (MPV).

KARAMBOL : Kecalakaan karambol di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021 ( foto : ist)

Tiga mobil MPV adalah Daihatsu Sigra nopol W 1243 CX dikemudikan M.Ayub, 51, warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik ; Daihatsu Ayla nopol L 1895 YJ dikendarai Nicho Agus P, 34, asal Waru, Sidoarjo dan Suzuki Ertiga L 1353 SY dikemudikan oleh Suyanto, 46, warga Sambikerep, Surabaya.

Tiga kendaraan multiguna itu rata-rata mengalami kerusakaan di kap depan dan bagian belakangnya akibat terseruduk dari belakang.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossi Eka Prasetya ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan  Manyar, Gresik.

“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) kecelakaan diduga akibat human error,”kata Yossi pada Minggu, 21 Maret 2021. Penyebab kecelakaan itu, tambahnya, diduga sopir dump truck tidak memperhatikan arah di depan. “Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi saja sekitar Rp 50 jutaan,”kata Yossi. (*)

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV Selengkapnya