GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong terus meningkatkan. Sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Kedamean di Kabupaten Gresik mulai terendam air bah kiriman dari hulu yakni Mojokerto dan Lamongan.
Derasnya arus membuat sejumlah tanggul jebol. Tanggul Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, diantaranya. Pada Senin, 24 Oktober 2022 sekitar pukul 13.10 WIB tanggul desa Cermen jebol selebar 10 meteran. Air bah langsung merambah ke area persawahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi bahaya terburuk. “Kami sudah persiapan perahu, bila air semakin tinggi dan masyarakat perlu mengungsi,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPPD Gresik F.X Driatmiko Herlambang pada Senin, 24 Oktober 2022.
Sementara itu, di Balongpanggang air bah semakin tinggi. Sebanyak 4 desa dilaporkan telah tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kecamatan Balongpanggang, empat desa adalah Pucung ; Wotansari; Sekarputih dan Dapet. Ketinggian air antara 20 centimeter hingga 40 centimeter. Sedangkan rumah yang tergenangi luapan Kali Lamong berkisar 62 unit rumah. “Area persawahan dan jalan poros yang mayoritas tergenangi air bah,”kata Camat Balongpanggang Muhammad Amri dikonfirmasi telepon selulernya pada Senin, 24 Oktober 2022.
TANGGUL JEBOL: Debit air semakin tinggi membuat tanggul di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean jebol pada Senin, 24 Oktober 2022 ( Foto: Istimewa)
Ia menjelaskan kronologi “tamu” tahunan itu tiba pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Air bah itu datang setelah pada Minggu, 23 Oktober 2022 wilayah hulu yakni Mojokerto dan Lamongan diguyur hujan lebat. “Sehingga Kali Lamong tidak bisa menampung air hujan tersebut karena debit air bertambah semakin banyak sehingga air meluber ke jalan dan merusak beberapa fasilitas umum, pertanian dan jalan yang ada di wilayah kecamatan Balongpanggang,”kata Amri. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gresikpedia semakin komplit. Kini, aplikasi milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik itu bisa digunakan mitigasi bencana banjir Kali Lamong dan tanah longsor di Pulau Bawean. Layanan baru berbasis Internet of things (IoT) ini dipamerkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gresik sebagai rangkaian dari Gresik Inovasi Festival (Ginofest) 2022 yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik itu.
Ginofest digelar di Icon Mall Gresik selama 3 hari, dimulai Jumat, 21 Oktober 2022 itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Menurut Kabid Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Dinas Kominfo Gresik Fahry Ady Yamin, sejak 3 bulan terakhir Gresikpedia sudah menerapkan IoT untuk mitigasi bencana banjir di Kali Lamong yang mengalir di Kabupaten Gresik. “Jadi masyarakat bisa memantau kondisi Kali Lamong langsung dari alat EWS (Early Warning System) nya BPBD Gresik,”kata Fahry pada Jumat malam, 21 Oktober 2022.
Namun, pemantaun ketinggian air Kali Lamong ini masih terbatas di Kabupaten Gresik. “Kita sedang berusaha meminta izin dari Pemprov untuk ambil data dr EWS Pemprov mulai hulu,”ujarnya. Dengan menggunakan EWS itu, bisa dilakukan pemantaun secara realtime. “Jadi kalau di cek per hari terlihat kenaikan maka masy bisa siap-siap,”imbuhnya.
Fahry mengajak masyarakat untuk menginstal aplikasi gresikpedia. “Gresikpedia tidak hanya untuk lihat berita, cari loker, daftar Gresik kerja, layanan publik saja. Tali bisa cek kondisi Kali Lamong,”katanya.
Untuk diketahui, Gresikpedia adalah aplikasi milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang merupakan bagian dari program kerja 99 hari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang dilantik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu.
MITIGASI BENCANA : Warga kini bisa memantau perkembangan ketinggian air Kali Lamong melalui aplikasi Gresikpedia seperti tangkapan layar ini. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Aplikasi yang digagas Bupati Gresik ini, sebagai wadah untuk mendekatkan dengan masyarakat serta mempermudah layanan masyarakat. Kominfo merangkul seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi yang menyediakan pelayanan untuk publik.
Dalam pantauan Kali Lamong EWS mulai 19 sampai 21 Oktober 2022, ketinggian air Kali Lamong terus meningkatkan. Pada 19 Oktober 2022 pukul 14.10 WIB ketinggian air Kali Lamong 0,39 (ambang batas 3,50). Hari ini, Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 15.57 WIB ketinggian air bertambah 0,08 menjadi 0,47.
“Makanya, Saya berkoordinasi dengan BPBD Gresik untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Pemprov Jatim agar integrasi data EWS Kali Lamong bisa diambil,”katanya. Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa pihaknya turun langsung menyusuri area sungai guna memastikan kondisi terkini. Ditambah lagi saat ini sudah memasuki musim hujan, maka upaya pencegahan harus lebih intens.
“Kita melihat langsung kondisi terkini. Berbagai upaya seperti normalisasi juga sudah kita lakukan. Area sungai yang sempit, sudah kita lebarkan dan area sungai yang dangkal juga sudah kita keruk. Disisi lain, kita juga harus tahu tingkat kerawanan di masing-masing wilayah,”katanya pada Jumat, 21 Oktober 2022.
Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani melanjutkan disamping upaya pengendalian dan pencegahan, menurutnya mitigasi bencana juga merupakan hal yang tak kalah penting. Ia menilai bahwa sinergitas antara Pemkab Gresik dan BBWS sangat baik untuk bersama-sama dalam pengendalian banjir Kali Lamong.
“Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk normalisasi ini cukup panjang, kami mempunyai komitmen akan terus melakukan normalisasi, meskipun secara bertahap,” katanya. Ia berharap dari upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik hingga saat ini, mampu mengurangi dampak banjir tahunan yang menghantui masyarakat Gresik Selatan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tuntas sudah proses ganti rugi tanah untuk proyek Normalisasi Kali Lamong. Ganti rugi tahap pertama. Kayin, 63, warga Desa Jono, Kecamatan Cerme dan hak waris Ny Sarmi, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti kali terakhir menerima pembayaran ganti rugi proyek normalisasi Kali Lamong.
Pelepasan dan ganti hak atas tanah kedua warga itu dipusatkan di Desa Jono pada Selasa, 16 Agustus 2022. Kayin yang rumahnya seluas 124 meter persegi (m²) terkena dampak proyek normalisasi Kali Lomong mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 396,8 juta. Sedangkan, Hari Santoso, ahli waris keluarga Ny Sarmi lahannya seluas 213 m² menerima ganti rugi Rp 80,5 juta.
“Proses ganti rugi tahap pertama ini tertunda. Lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali,”dalih Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi dalam sambutannya. Seharusnya, ganti rugi dilakukan pada 2021. “Penyebabnya, proses verifikasi administrasi belum lengkap sehingga pembayaran ganti rugi dilakukan sekarang,”tambah Hadi.
Sementara itu, Kasi Pengadaan Tanah BPN Gresik Dading Wirya Kusumah menambahkan, pembebasan lahan tahap pertama sejatinya menyisakan 3 bidang tanah. “Dua bidang ganti rugi hari ini. Satu lagi, dititipkan ke Pengadilan Negeri Gresik,”kata Dading dalam sambutannya yang dihadiri muspika Cerme dan Menganti serta Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda ini.
Informasi yang dihimpun, konsiyansi ganti rugi dilakukan karena para ahli waris belum sepakat besaran ganti rugi. Sehingga, panitia pembebasan lahan menitipkan uang ganti rugi kepada Pengadilan Negeri Gresik.
Camat Cerme Umar Hasyim mengatakan, tahap kedua di Desa Jono masih ada 14 bidang yang harus dibebaskan. “Semoga proses ganti rugi bisa lancar. Persoalan banjir Kali Lamong yang puluhan tahun bisa teratasi,”harap Umar Hasyim.
Tahun ini, Pemkab Gresik menargetkan normalisasi Kali Lamong sepanjang 15 kilometer. Pengerjaannya dibagi menjadi dua bagian. Di wilayah hilir meliputi Desa Jono dan Pandu, Kecamatan Cerme. Kemudian, Desa Bangkelolor dan Bulurejo, Kecamatan Benjeng.
Sedangkan di wilayah huludiarahkan ke Desa Dapet, Sedapurklagen, Sekarputih, Wotansari,. Banjaragung dan Lundo, Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi ini terus dikerjakan lantaran cukup efektif menanggulangi dampak dari banjir Kali Lamong,”kata Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi.
Dia berharap, normalisasi Kali Lamong bisa selesai sesuai rencana. Sehingga, keberadaan Kali Lamong selama ini dianggap bencana. “Normalisasi kelar, Kali Lamong bisa menjadi berkah bagi warga,”harap Hadi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Hujan deras mengguyur kawasan hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Sebanyak 1.809 rumah tersebar di tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik terendam air bah. Ketinggian air sepaha orang dewasa.
Tujuh desa itu adalah Desa Wotansari Tinggi genangan 40 – 100 cm , rumah terendam 201 unit dan sawah 42 hektare ; Desa Banjaragung ketinggian genangan 50 – 100 cm , rumah terendam 600 rumah dan jalan poros Desa 300 meter ; Desa Sekarputih tnggi genangan 50 – 100 cm , rumah terendam 235 somah dan jalan poros desa 50 meter ; Desa Karangsemanding tnggi genangan 50 – 75 cm. rumah terendam 105 unit dan area persawahan 55 ha.
Berikutnya, Desa Dapet ketnggian genangan 50 – 75 cm, rumah terendam 352 rumah, area persawahan 30 Ha , jalan poros desa 250 meter dan jalan lingkungan 1.520 meter ; Desa Pucung ketinggianngenangan :30 – 100 cm, rumah terendam 290 rumah , area persawahan 30 Ha, jalan poros desa 3 kilometer dan jalan lingkungan 5 kilometer. Kemudian, Desa Ngampel ketinggian genangan 30 – 50 cm, rumah terendam 26 rumah, dan jalan lingkungan 800 meter.
Air bah kiriman dari dua kabupaten tetangga Gresik itu menggenangi rumah penduduk mulai pukul 23.30 pada Rabu, 9 Februari 2022. Malam itu mayoritas warga di tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang mulai terlelap tidur. Air kiriman itu terus naik hingga dini hari air semakin tinggi. Data yang dihimpun 1minute.id, hingga pukul 13.00 sebanyak 7 desa yang masih terendam banjir. Banjir Kali Lamong ini untuk kali pertama di tahun ini. Meski, Pemkab Gresik telah melakukan normalisasi Kali Lamong di Gresik. Normalisasi akan dilanjutkan tahun ini.
Camat Balongpanggang Muhammad Amri ketika di konfirmasi mengatakan, ketinggian air berangsur surut. “Semoga air lebih cepat surut,”kata Amri pada Kamis, 10 Februari 2022. Luapan Kali Lamong , selain menggenangi sawah, infrastruktur jalan. “Juga, rumah warga tergenangi,”tegas mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Gresik itu. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik terus berikhtiar meringankan beban masyarakat di aliran Kali Lamong. Antara menggelontorkan bantuan 2 ton beras dan 32 dus mi instan kepada warga Desa Deliksumber dan Sedapurklagen di Kecamatan Benjeng.
Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan tiga wakil DPRD Gresik Mujib Riduan, Ahmad Nurhami dan Nur Saidah. Bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu hasil sinergi DPRD Gresik dengan Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Gresik.
Penyerahan bantuan sembako diserahkan pada Rabu, 1 Desember 2021. Selain pimpinan DPRD Gresik juga Ketua REI Komisariat Gresik Widodo Feriyanto dan pengurus lainnya diantaranya M Yazid Bachtiar. “Alhamdulillah, kami bersama para pengusaha yang tergabung dalam REI Komisariat Gresik bisa bersinergi untuk bergotong royong membantu meringankan beban masyarakat korban banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong,”ujar Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir pada wartawan.
KOMPAK : (ki-ka) Pimpinan DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Mujib Riduan, Much Abdul Qodir dan Nur Saidah dalam penyerahan bantuan kepada masyarakat Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Rabu, 1 Desember 2021 (Foto : ist)
Dihadapan perwakilan warga desa, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik itu memohon maaf kepada masyarakat, karena banjir tahunan belum teratasi. Kendati begitu, DPRD dan Pemkab Gresik serta menggandeng berbagai pihak akan terus berikhtiar membebaskan masyarakat Gresik Selatan dari bencana banjir.
Pihaknya menyadari bahwa untuk menyelesaikan banjir Kali Lamong tidak mudah, butuh sinergitas dari semua stakeholder. Namun pihaknya bersama Pemkab Gresik akan terus bersinergi meminimalisir dampaknya. Qodir mencontohkan pelebaran sungai yang menyempit dan pengerukan sungai yang dangkal. “Kami terus berupaya mengurangi dampaknya. Seperti melakukan pengerukan, normalisasi, pelebaran sungai yang mengalami penyempitan dan lainnya,”tandas Ketua DPC PKB Gresik itu.
DPRD Gresik, tambahnya, selama ini sudah maksimal dalam mencari titik solusi meski kewenangannya (DPRD Gresik dan Pemkab Gresik) terbatas oleh aturan kewenangan pusat. Sikap DPRD, kata Abdul Qodir, yakni meminta Pemkab Gresik untuk inventarisir waduk di sekitar wilayah Kali Lamong, supaya air dari Kali Lamong bisa diarahkan ke waduk yang sudah ada. “Kami di DPRD sudah jauh-jauh hari meminta Pemerintah Daerah inventarisir waduk-waduk yang ada,”katanya.
Selain itu, DPRD Gresik dan Pemkab Gresik juga sepakat menganggarkan Rp 8 Miliar di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Gresik 2021, untuk pembelian alat berat dan biaya teknis. “Di P-APBD 2021 kita anggarkan untuk pembelian alat berat dan keperluan teknis yang lain. Harapan kami, usaha itu untuk mengurangi dampak agar tidak masuk ke pemukiman dan lahan persawahan,”jelasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Gresik bersama DPRD Gresik bersepakat untuk penuntasan problem banjir tahunan itu.
Hal itu terungkap dalam Dialog Terbatas berjudul “Percepatan Pembangunan di Tengah Pandemi” yang digelar Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama DPRD Gresik pada Sabtu, 20 November 2021. Dialog dihelat di hotel Asto Inn di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) itu digelar secara virtual dan hybrid.
Pembicara yang hadir secara hybrid adalah Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan tiga orang Wakil Ketua DPRD Gresik. Yakni, Mujib Riduan, Ahmad Nurhamim, dan Nur Saidah. Sementara narasumber yang hadir virtual yaitu, Wakil MPR RI Jazilul Fawaid dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak mengatakan, pemerintah provinsi mengapresiasi langkah pemda terkait komitmen percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong. “Provinsi menjadi penyeimbang daerah penyokong dan mandiri, Gresik salah satu condong mandiri. Pemerintah provinsi hadir secara program, nah ini lah bersama potensi sinergi program keseriusan pemkab melakukan anggaran pembebeasan lahan kali lamong,”ujarnya.
Emil menambahkan, pihaknya juga siap mengawal anggaran dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo agar tidak mengurangi anggaran. Dikatakan dia, empat daerah yang dilalui Kali Lamong, wilayah Gresik paling luas. Panjangnya mencapai 64 km dari total panjang Kali Lamong sekitar 103 km. Karena itu, selama ini Gresik menjadi daerah paling terdampak.
“Itu yang juga menjadi kendala, dalam kondisi saat ini semoga pemerintah pusat tidak mengurangi anggaran pembuatan tanggul dan parapet Kali Lamong. Sementara, Pemkab sudah berkomitmen terhadap pembebasan lahan,”tambahnya.
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, sepakat dengan Wagub Emil Elestianto Dardak. Ia terus mendorong penyelesaian Kali Lamong. Dirinya juga siap mengawal anggaran agar tidak ada pengurangan. “Agar seiringan, pemerintah daerah bisa melakukan komunikasi ke pusat ke DPR RI. Untuk memastikan dapat alokasi anggaran. Kami siap mengawal anggaran,” kata Jazil-sapaan akrab-Jazilul Fawaid.
Sedangkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik serius melakukan percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong. “Pemkab sudah melakukan pembebasan lahan,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Ia menambahkan, terkait pembangunan parapet tanggul merupakan wewenang pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo. “Jangan sampai pembebasan lahan dilakukan tapi tidak dibangun oleh BBWS. Ini yang kami khawatirkan. Penanganan ini butuh komitmen bersama. Langkahnya harus sama dan beriringan. Itu yang jadi upaya kita bersama,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Tak mau berdiam diri, pemerintah daerah, tambahnya, meminta pemerintah pusat untuk mendapatkan wewenang normalisasi dengan mengeruk Kali Lamong sehingga dapat meminimalisir dampak banjir.
SAMBUT PEMBICARA: Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan menyambut kehadiran Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pada Sabtu, 20 November 2021 (Humas DPRD Gresik for 1minute.id)
Tahun ini, pengerjaan tanggul parapet telah dibangun di Desa Jono dan Tambakberas. Keduanya di Kecamatan Cerme sepanjang 1,3 kilometer. Pengerjaan itu menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar. “Kita sudah dapatkan wewenang agar bisa normalisasi. Kita kolaborasi dengan Kota Surabaya juga untuk kebutuhan alat berat. Normalisasi ini setidaknya meminimalisir dampak banjir serta perbaikan tanggul,”imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir menambahkan, komitmen wakil rakyat dalam penanganan Kali Lamong serius. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJD) Pemda dan DPRD Gresik sepakat mengalokasikan anggaran besar.
“Pembicaraan komitmen anggaran cukup untuk pengadaan lahan, pada 4 tahun RPJMD. Berapa pun kebutuhan lahan kami siap. Setiap tahun Rp 200 miliar pun siap. Tapi problemnya, ketika dipercepat pembebasan lahan, tapi kami belum tahu BBWS apa bisa mengerjakan,”imbuhnya.
Banjir akibat luapan Kali Lamong, kata Qodir menjadi momok tersendiri bagi warga Gresik Selatan. Setiap tahun, ribuan rumah terendam. Hektaran lahan persawahan dan tambak juga terendam. Dengan kerugian berkisar Rp 80-an miliar per tahun. “Total kebutuhan lahan sekitar 282,7 hektare. Kebutuhan anggaran pembebasan lahan itu diperkirakan mencapai Rp 800 miliar,”terangnya.
Selain membahas Percepatan Infrastruktur Penanganan Kali Lamong, para pembicara itu membahas dua tema lainnya yakni pembangunan sarana dan pra sarana pendidikan dan revitalisasi dan konektivitas jalan.(yad/adv)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau lokasi banjir Kali Lamong di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean pada Rabu, 10 November 2021. Bupati bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.
Bupati melihat kondisi infrastruktur jalan rusak, area sawah terendam hingga menyalurkan bantuan CSR untuk korban banjir Kali Lamong.Terkait jalan poros antardesa yang rusak karena tergerus air banjir kiriman dari hulu Kali Lamong, Bupati Fandi Akhmad Yani menjanjikan segera dilakukan perbaikan. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani telah menghubungi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umupm dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Endoong Wahyukuncoro melakukan perbaikan.
“DPU segera mendatangkan alat berat kesini,”kata Gus Yani. Dalam kunjungan itu, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu menyapa beberapa orang warga desa setempat. Antara lain, Sardi. Ia anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Cermen. Sardi mengeluhkan tentang kerugian yang dialami. Banjir yang datang tiba-tiba membuat Sardi tidak bisa menyelamatkan 4,5 ton pupuk.
“(Pupuk) sama sekali tidak bisa dipakai,” ungkapnya. Gus Yani kemudian menghubungi Kadis Pertanian Gresik Eko Anindito Putra untuk mencari solusi dialami Sardi dan petani lainnya. Alhamdulillah apa yang dikeluhkan Pak Sardi sudah ditemukan solusinya,”kata Gus Yani.
Selain itu, Bupati juga berpesan agar Gapoktan di desa untuk ikut dalam program Makmur, karena dengan masuk di dalam program makmur petani akan mendapatkan banyak keuntungan dan meminimalisir risiko kerugian yang bisa muncul. Gus Yani selanjutnya menuju dapur umum di Balai Desa Cermen untuk menyalurkan airr minum bantuan CSR dari perusahaan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kader muda dan Garnita Malahayati DPD Partai NasDem Gresik membagikan ratusan paket sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong pada Selasa, 9 November 2021. Ratusan paket sembako itu dibagikan kepada warga di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean dan Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land (CPL) di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme.
Sebab, ratusan warga tersebut terdampak paling parah akibat luapan air bah kiriman dari bagian hulu Kali Lamong itu. Di Desa Cermen, puluhan warga memilih tetap bertahan di tenda pengungsian karena khawatir banjir susulan. Sedangkan, warga perumahan CPL belum bisa beraktivitas nornal karena rumah mereka masih terendam air bah.
Bahkan, jalan di perumahan tersebut ketinggian air hingga 50 centimeter. Untuk mendistribusikan paket sembako itu, anggota Kader Muda dan Garnita Malahayati, dua organ sayap Partai NasDem itu blusukan dengan naik perahu karet bisa mendatangi satu per satu rumah warga.
Ketua Kader NasDem Muda Gresik Amelia Anwar mengatakan, kegiatan bakti sosial kepada warga terdampak banjir Kali Lamong ini kegiatan spontanitas. “Ini panggilan kemanusiaan Partai NasDem,”kata Amelia. Dalam kegiatan kemanusiaan ini, imbuhnya, membagikan sebanyak 200 paket sembako. “Semoga paket sembako dari partai ini bisa sedikit meringankan beban warga. Semoga banjir cepat surut,”harapnya. (yad)
FGD NORMALISASI KALI LAMONG: Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang pada Kamis, 28 Oktober 2021 (Foto: Istimewa)
GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong di Gresik Selatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat sokongan dari parlemen. Sejumlah anggota DPRD Gresik menggelar focus grup discussion (FGD) di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang pada Kamis, 28 Oktober 2021.
Diskusi bertemakan Strategi Penanganan dan Upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan. Diskusi itu berlangsung gayeng. Dalam FGD Mujib Riduan mengajak masyarakat desa setempat untuk mendukung upaya Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong itu.
Harapan, problem banjir tahunan segera teratasi. Masyarakat tidak lagi waswas dan ekonomi masyarakat meningkat. FGD dilakukan di Desa Dapet, karena satu dari tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang itu menjadi langganan banjir akibat luapan Kali Lamong itu.
Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan berdasarkan dari analisa lapangan, proses normalisasi Kali Lamong tersebut membutuhkan waktu dan persiapan matang. “Termasuk tahapan-tahapan normalisasi yang harus disosialisasikan agar tidak menimbulkan masalah lain,”ujar Mujid Riduan.
Ia melanjutkan dipastikan saat tahap pengerukan endapan, hal tersebut akan berdampak pada aktifitas warga. Khususnya sebagian lahan milik warga disepanjang bantaran Kali Lamong. Baik pertanian, tambak maupun kawasan pemukiman. “Untuk itu, sebelum pengerjaan dilakukan, masyarakat kami minta untuk mempersiapkan diri. Demi kepentingan bersama untuk terbebas dari banjir,” kata Ketua DPC PDI-P Gresik itu.
Salah satunya, dalam waktu dekat akan dilakukan mobilitas alat berat. Pihaknya berharap masyarakat kompak dan ikut berkontribusi selama proses normalisasi untuk penanganan banjir Kali Lamong itu. Sehingga banjir rutin yang melanda masyarakat Gresik Selatan dalam satu dekade terakhir segera teratasi.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Dalam rapat lanjutan KUA-PPAS, Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama tim anggaran Pemkab Gresik, pemerintah mengusulkan anggaran belanja sebesar Rp 8,3 miliar.
Rencananya, akan digunakan untuk membeli tujuh alat berat excavator dan biaya operasional untuk normalisasi Kali Lamong. Terlebih, usulan penambahan anggaran dari Pemkab Gresik itu belum termasuk dalam mega proyek normalisasi yang melibatkan pemerintah pusat dan provinsi. “Tentu kami mengapresiasi langkah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan banjir,” kata Qodir.
Usulan tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti bersama Komisi III dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sekaligus membahas teknis pelaksanaan normalisasi yang akan memprioritaskan kawasan terdampak. “Kami targetkan pembahasan ini segera rampung. Agar bisa segera dilakukan eksekusi,”ujar Abdul Qodir.
Pihaknya berharap pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan prioritas pada tahun anggaran (RA) 2022. “Khususnya fasilitas umum yang terdampak luapan. Baik itu jembatan dan jalan desa yang rusak akibat luapan,”tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.
Seperti diberitakan, Pemkab Gresik ngebut melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebelum puncak musim hujan proyek yang masuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu kelar. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan pekerjaan normalisasi tahap awal sepanjang 6 kilometer di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang kelar akhir November 2021.
Disisi lain, pembebasan lahan dilakukan di Kecamatan Cerme meliputi Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambakberas sepanjang 1,5 kilometer tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2021. Selain itu, Pemkab juga melakukan pekerjaan pengerukan Avour Anak Sungai Brantas di Kecamatan Driyorejo. Panjangnya sekitar 7 kilometer dari Krikilan hingga Bambe.
Kondisi Avour anak Sungai Brantas yang melintasi Kecamatan Driyorejo itu sangat memprihatinkan. Dangkal dan sempit. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak pelaku usaha sekitar bersinergi dan kolaborasi melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). Pengerukan avour dimulai pada Rabu, 27 Oktober 2021. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Paguyuban Pengusaha Kecamatan Cerme dan Sekitarnya di Kecamatan Cerme pada Senin, 25 Oktober 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUT) Gresik Endoong Wahyukuntjoro, serta Camat Cerme Suyono dan Muspika setempat.
Pertemuan itu membahas tentang penanggulangan bencana banjir tahunan Kali Lamong. Fandi Akhmad Yani menyampaikan pentingnya mitigasi bencana. Mitigasi bencana adalah segala upaya untuk mengurangi risiko bencana. Program mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
“Upaya dan strategi inilah yang dituangkan dalam suatu program, dimana didalamnya ada persiapan secara fisik seperti normalisasi sungai maupun secara mental seperti peningkatan SDM dalam menghadapi bencana,”ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga mengajak semua stakeholder untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan BMKG dalam mitigasi bencana atau dalam hal yang berkaitan dengan cuaca seperti waktu tanam padi.
Lebih lanjut, dalam dialog yang dihadiri 53 perusahaan dan 25 pengembang ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mengajak seluruh pengusaha dan pengembang yang tergabung dalam Paguyuban untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan CSR-nya. “Kenapa kita tidak mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, beruba menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana ini,”imbuhnya.
Pemerintah, sambungnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) sudah melakukan berbagai langkah. “Prioritas jangka pendek yang dilakukan adalah dengan cara normalisasi Kali Lamong dan anak sungainya dengan konstruksi parapet dan tanggul,”katanya.
Sementara itu, derdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan terjadi pada Oktober 2021. Puncak musim hujan diperkirakan pada Januari-Februari 2022. (yad