49 Ribu Warga Kota Santri Belum Memiliki KTP Elektronik

GRESIK,1minute.id – Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) diluncurkan sejak 2011. Saat ini memasuki tahun kesembilan. Sudahkah semua penduduk Kota Santri memiliki single identitas itu.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) per 6 Oktober 2020 tercatat 49 ribuan penduduk Gresik belum memiliki e-KTP. Ruang pelayanan Dispendukcapil di bekas Kantor Bupati di Gresik Kota Lama Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik seakan tidak pernah sepi pemohon yang antre mengurus kependudukan. 

Akta kelahiran, kartu keluarga, e-KTP anyar, pembaruan maupun lainnya. Petugas menerapkan protokol kesehatan (prokes) sejak di gerbang masuk hingga ruang pelayanan.

PHYSICAL DISTANCING : Pemohon administrasi kependudukan di Dispendukcapil Gresik, Selasa 6 Oktober 2020. ( foto : chusnul cahyadi,/1minute.id )

Menurut Kadispendukcapil Gresik Khusaini, rata-rata setiap hari ada 500-an warga Kota Santri yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan. Antusiasme masyarakat ditengah masa pandemi korona itu membuat dispendukcapil menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Untuk pendaftaran kami lakukan online. Jadi yang datang ke sini (Dispendukcapil) sesuai jadwal. Tujuannya untuk mencegah kerumunan masyarakat,”kata Khusaini ditemui 1minute.id, Selasa 6 Oktober 2020.

PARKIR MOTOR : Ratusan motor pemohon administrasi kependudukan di Dispendukcapil Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Kedatangan pemohon administrasi kependudukan itu mayoritas dari Gresik Kota. Yakni, Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. “Untuk pemohon di luar tiga kecamatan itu bisa mengurus di kecamatan masing-masing,”imbuh mantan Kabag Kesejahteraan Sosial (Kesra) Pemkab Gresik itu.

Sebagian besar masyarakat yang datang administrasi kependudukan ini adalah permohonane-KTP baru, perubahan,  hilang dan rusak. “Mayoritas pengambilan dan perekaman pemula,”kata Khusaini. 

Lebih lanjut Khusaini mengatakan, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ada 49 ribu belum terintegrasi antara KTP dengan akta kelahiran. “Hasil coklit (pencocokan dan penelitian) KPU ada 11.041 dari 49 ribu yang belum memiliki e-KTP,”jelas lelaki murah senyum itu.

Dispendukcapil tambahnya, telah melakukan verifikasi dan mendistribusikan 3 ribu. “Sisanya 8 ribu data penduduk itu kami print by name by adress per desa per kecamatan,”katanya.

Sekarang tinggal kepedulian masyarakat yang belum memiliki e-KTP untuk mengurusnya. Karena datanya sudah dikirimkan ke kecamatan. “Mereka sudah ngerti data belum melakukan rekam bisa mengurus ke kecamatan masing-masing. Untuk Gresik Kota (Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar) ngurusnya kesini,”katanya.

Pelayanan di dispendukcapil terus dilakukan perbaikan. Bila sebelumnya, pemohon paket administrasi kependudukan melewati beberapa loket. “Sekarang setiap loket bisa mengurusi seluruhnya. Akta, e-KTP, KK dan lainnya,”ungkapnya. 

Bila data lengkap, Khusaini, memberikan jaminan administrasi kependudukan selesai maksimal sehari. “SOP (standar operasional prosedur) kami maksimal sehari selesai. Karena itu, petugas sampai tidak bisa berdiri,”selorohnya. (*)

49 Ribu Warga Kota Santri Belum Memiliki KTP Elektronik Selengkapnya

Terdakwa Mengakui Meludahi, Mengancam Korban. Sidang Penganiayaan Takmir Masjid

GRESIK,1minute.id – Sidang penganiayaan dengan korban Imron, 49, takmir masjid Desa Serah, Kecamatan Panceng kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa 6 Oktober 2020.

Sidang virtual dengan ketua majelis Rina Indra Janti memasuki agenda keterangan terdakwa Maftukin, 39, ini helat di ruang Candra PN Gresik. Ratusan warga Desa Serah tumplek-blek di kantor pengadilan berlokasi di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kebomas.

Massa pendukung Imron, korban penganiayaan mulai berdatangan sebelum Dhuhur. Sidang di mulai badal Dhuhur.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik A.A Ngurah Wirajaya mencecar terdakwa Maftukin terkait motif penganiayaan kepada korban. Terdakwa Maftukin, pemilik toko material bangunan itu menceritakan kronologis awalnya mendengar bahwa pasir yang kirim kualitasnya dibilang jelek oleh korban.

“Sehingga saya emosi. Kemudian saya mendatangi ke rumah korban untuk mengajak ke waduk,”cerita terdakwa Maftukin dalam sidang virtual, Selasa 6 Oktober 2020. Dalam pertemuan antara terdakwa dengan korban di dekat Waduk di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik itu terjadi cekcok mulut.

“Saya akui mengeluarkan kata-kata tak jur koen (tak habisi kamu). Pada saat itu korban lari. Kemudian saya kejar. Lalu saya tarik bajunya dari belakang. Setelah itu saya ludahi,”akunya dihadapan ketua majels hakim Rina Indra Janti.

Terkait keterangan korban Imron lari karena terdakwa mengambil batu paving, dan menarik “burung” korban, terdakwa Maftukin membantahnya. “Saya hanya saja menarik baju dan ludahi,”dalihnya. Setelah terdakwa menjlentrehkan pengakuan dihadapan majelis hakim kemudian menutup sidang untuk dilanjutkan pekan depan. Agenda sidang adalah pembacaan surat tuntutan dari jaksa penuntut. 

Seperti diberitakan, terdakwa Maftukin diseret oleh Jaksa AA Ngurah Wirajaya ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik atas tuduhan melakukan penganiayaan pada korban Imron, takmir Masjid Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik. 

Terdakwa yang pengusaha material nekat menganiaya korban karena dikatakan pasir yang dikirim ke masjid untuk pembangunan kualitasnya jelek. Akibat perbuatan terdakwa, korban Imron mengalami bengkak pada punggung sebelah kiri, sesuai Visum et Repertum Nomor: 08/VER/X/2019 tertanggal 14 Oktober 2019.

Perbuatan tersebut dilakukan pada hari Minggu, 13 Oktober 2019 sekitar pukul 21.00  di sekitar waduk Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik. (*)

Terdakwa Mengakui Meludahi, Mengancam Korban. Sidang Penganiayaan Takmir Masjid Selengkapnya

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA

GRESIK, 1minute.id – Pasangan calon nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif (QA) menggelar sambung rasa di dua desa di Kecamatan Balongpanggang. Cabup Qosim menggelar acara di Desa Ngasin. Sedangkan, Cawabup Alif memusatkan kegiatannya di Desa Jombang Delik.

Di Desa Ngasin, Cabup Moh Qosim mendapatkan keluhan tentang hasil panen petani kerap gagal. Penyebabnya, serangan hama, irigasi hingga persoalan Kali Lamong yang kerap banjir ketika musim hujan.

Heru, salah satu petani di Desa Ngasin curhat tentang kabar rencana pemerintah mencabut subsidi untuk pupuk. Selama ini, tambahnya, petani mengandalkan pemupukan menggunakan pupuk bersubsidi.  “Kami berharap jangan sampai (pupuk subsidi) dihapus pak, masih banyak warga yang tidak mampu untuk membeli. Dan ada yang beli, ujung-ujungnya pupuk sudah habis,”katanya.

Penghapusan subsidi pupuk itu, tambahnya, akan membuat beban petani semakin berat. Sebab, petani selama ini sering merugi karena gagal panen akibat diserang hama tikus atau wereng coklat. “Ini saja sudah habis masa panen, belum memuaskan untuk ekonomi bagi petani,”katanya.

Warga lainnya berharap kepada Pak Qosim-sapaan-Moh Qosim ketika terpilih untuk menuntaskan persoalan Kali Lamong.

SAMBUNG RASA : Calon Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif dalam sambung rasa di Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : tim media QA )

Sementara itu, Cawabup Asluchul Alif yang menggelar sambung rasa di Desa Jombang Delik mendapatkan keluhan serupa. Diantaranya, minimnya saluran irigasi pertanian. Sebagian petani di desa selama ini menyedot air melalui pipa menggunakan genset untuk pengairan. “Biayanya sangat mahal,”kata petani setempat. 

Bagaimana tanggapan Moh Qosim dan Asluchul Alif (QA). Cabup Qosim mengatakan pihaknya bila terpilih sebagai Bupati bersama Wabup dokter Alif akan mengupayakan penambahan jatah pupuk bersubsidi untuk petani. 

Diakui kebutuhan pupuk bersubsidi kurang, dan itu terjadi di seluruh Indonesia. Namun demikian QA nanti akan berjuang menambah jatah alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. “Terlebih Gresik merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Timur,”kata Pak Qosim.

Soal Kali Lamong yang sering banjir, ketua DPC PKB Gresik itu berjanji akan menyelesaikan persoalan Kali Lamong di tahun pertama pengabdian QA.  “Dulu Balai Besar Bengawan Solo (BBWS, Red) belum mengizinkan karena menunggu keputusan beberapa kota yang tidak hanya Gresik dilewati Kali Lamong,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Gresik ini.

Sementara itu, dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif menambahkan, selain mengupayakan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani. Juga, akan membuat kartu tani. “Kartu tani diharapkan mampu memberikan solusi termasuk mengenai masalah pupuk,”kata Alif.

“Kartu tani nanti difungsikan untuk memberikan informasi data yang valid antara kebutuhan dan realisasi program yang berhubungan dengan pengembangan sektor pertanian,”tambah Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini.

Terkait penambahan infrastruktur desa, Alif melanjutkan, akan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan infrastruktur di tingkat desa. “Basis data informasi berasal dari pemerintahan desa (usulan dan program),”jelas dia. (*)

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA Selengkapnya

Aktivitas Bongkar Muat Anjlok Hingga 80 Persen. ABK dan TKBM Belum Sentuh Stimulus Pemerintah

GRESIK 1minute.id – Kapal layar motor (KLM) Salbach Sejahtera Raya sudah tiga sandar di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Gresik. Menunggu muatan. Penantian muatan sebanyak 900 ton itu belum juga terisi.

Hasanuddin, nakhoda KLM yang biasa mengangkut pupuk dan barang-barang kelontong itu mulai risau. “Sejak pandemi korona sangat sepi. Padahal sebelum korona paling lama sebulan muatan sudah terisi Selasa, 6 Oktober 2020.

Hasanuddin tidak sendirian. Di Pelabuhan Rakyat yang legendaris itu puluhan kapal antarpulau juga menunggu muatan. Meski, kapal-kapal kayu itu belum selama KLM Salbach Sejahtera Raya. KLM Salbach ini mengangkut pupuk dolomit. “Padahal waktu itu kami berangkat dari Kalimantan ke Gresik kosong. Sudah rugi solar 4 ton,”katanya dengan nada lirih.

Ketua DPC Pelra Gresik bersama Ketua DPD Pelra Jatim, Bali Saleh Wangen Sakib  melihat aktivitas bongkar muat barang di Dermaga Pelra Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Achmad, mandor buruh angkut pelabuhan menambahkan sepinya aktivitas bongkar muat barang membuat ratusan tenaga muat bongkar muat (TKBM) menganggur. Sebelum pandemi ada sebanyak 300-an TKBM mengais rezeki di pelabuhan. “Sekarang tinggal 50-an TKBM saja,”ungkapnya.

Mereka bekerja tidak menentu. “Kadang seminggu dua kali ada muatan barang. Sehari membawa pulang Rp 50 ribu sudah baik,”tegasnya. Kondisi buruh angkut semakin merana selama pandemi tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah. “Mereka selama pandemi ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, “tegas Achmad.

SEPI : Suasana dermaga Pelabuhan Rakyat yang sepi aktivitas bongkar muat barang l, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sementara itu, Ketua DPD Pelra Jatim dan Bali Saleh Wangen Sakib dan DPC Pelra Gresik Ramli turun langsung melihat kondisi Pelabuhan Rakyat (Pelra) Gresik. Sekitar pukul 12.00 Saleh dan Ramli tiba di Dermaga Pelra yang terlihat lengang. Ada satu, dua truk barang yang beraktivitas bongkar barang jenis pupuk dolomit.

Ketua DPD Pelra Jatim dan Bali Saleh Wangen Sakib mengungkapkan kondisi ini sepi aktivitas ini memukul pengusaha Pelra. “Sungguh prihatin,”kata Saleh didampingi Ramli, Selasa 6 Oktober 2020. Sebab, aktivitas bongkar muat mengalami penurunan hingga kunjungan 80 persen. Selama pandemi ini, tambahnya, pemerintah menurunkan stimulus untuk masyarakat terdampak. 

“Harapan kami pemerintah memperhatikan nasib ABK yang mengalami kesulitan yang dialami pengusaha di pelabuhan ini. Dan, mereka belum mendapatkan stimulus dari pemerintah,”ujarnya. Ketua DPC Pelra Gresik Ramli menambahkan, anjloknya aktivitas sudah berlangsung delapan bulan terakhir. Sejak pandemi korona terjadi awal Maret 2020. Ramli tidak bisa memprediksi kapan korona berakhir. “Penurunan aktivitas turun 80 persen seharusnya pemerintah memperhatikan kondisi ABK di pelabuhan Gresik ini,”katanya. (*)

Aktivitas Bongkar Muat Anjlok Hingga 80 Persen. ABK dan TKBM Belum Sentuh Stimulus Pemerintah Selengkapnya

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law

GRESIK,1minute.id – Buruh dan mahasiswa tumplek-blek di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020. Tujuan mereka sama. Menolak diundangkannya undang-undang (UU) omnibus law Cipta Karya.

Undang-undang itu dianggap bakal semakin menyengsarakan nasib buruh. “Kita sudah siapkan rencana untuk judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Nanti DPP LEM yang akan melakukan,”tegas Ali Muchsin, Ketua DPC LEM Gresik diatas mobil komando, Selasa 6 Oktober 2020.

TOLAK OMNIBUS LAW : Ratusan buruh tergabung dalam sekretariat bersama serikat pekerja-serikat buruh (SP-SB) menggelar aksi di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Ali mencontohkan, cuti haid dua hari buruh perempuan selama diperoleh dengan tetap di gaji. “Disahkan omnibus law cuti haid di hapus,”kata Ali. Kemudian, pekerja outsourcing akan dikontrak seumur hidup. Padahal jumlah buruh di Kota Giri mencapai 200 ribu. “Kami terpaksa turun ini murni  berjuang untuk kepentingan kami semua,”tegasnya.

MAHASISWA : Puluhan mahasiswa ikut turun aksi menolak UU omnibus law di depan Gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Unjuk rasa buruh dan mahasiswa ini sudah tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan. Physical distancing. “Karena pejabat di pusat yang tidak peduli terhadap rakyat. Mohon maaf kalau kami akhirnya berunjuk rasa,”tegasnya.

Selama 60 menit massa buruh dan mahasiswa menggelar orasi. Akan tetapi, tidak satu pun anggota parlemen di kota Gresik yang menemui  mereka. Namun, buruh dan mahasiswa tetap melakukan orasi secara bergantian. Cabut…cabut…omnibus law. (*)

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law Selengkapnya

Sinergi TNI-Polri, Berikan Rasa Aman dan Nyaman. Kamtibmas Kota Santri Semakin Kondusif

GRESIK,1minute.id – Tentara Nasional Indonesia genap berusia 75 tahun, Senin 5 Oktober 2020. Peringatan HUT TNI itu digelar sederhana di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik. 

Tasyakuran dengan memotong nasi tumpeng dan roti tart. Tasyakuran itu diikuti Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto beserta pejabat utama.

Melihat dua institusi di Kota Santri begitu akrab, solid membuat hati masyarakat Kota Santri adem. Memberikan perasaan aman dan nyaman. Kamtibmas dan kondusifitas Kota Gresik semakin terjaga. (*)

Sinergi TNI-Polri, Berikan Rasa Aman dan Nyaman. Kamtibmas Kota Santri Semakin Kondusif Selengkapnya

Kapolres Ingatkan Protokol Kesehatan, Rencana Sekber SP-SB Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

GRESIK,1minute.id – Ratusan pekerja tergabung dalam sekretariat bersama serikat pekerja – serikat buruh (SP-SB) bakal turun ke jalan, Selasa 5 Oktober 2020.
Ada dua sasaran yang dituju oleh para pekerja itu. Yakni, Kantor DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik dan Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.

Tuntutan mereka adalah menolak penetapan rancangan undang-undang (RUU) omnibus law sebagai undang-undang.
“Kami akan unjukrasa dua hari. Selasa kami bergerak di Gresik. Rabu off. Kamis kami bergerak ke Pemprov Jatim,”ujar Subari, pengurus sekber SP-SB, Senin 5 Oktober 2020. Ali Muchsin menambahkan, pihak akan tetap turun jalan untuk menolak penetapan RUU Omnibus Law menjadi undang-undang.

SAMAKAN PERSEPSI : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menggelar silaturahmi bersama Disnaker, Apindo dan pengurus sekber SP-SB di Mapolres Gresik, Senin 5 Oktober 2020 ( foto : humas Polres Gresik )

Sementara itu, di Aula Parama Satwika 98 Mapolres Gresik digelar silaturahmi antara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama Kodim 0817 Gresik, Kepala Disnaker Gresik Ninik Asrukin dengan ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi S., serta pengurus Sekber SP-SB Gresik.

Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi menjaga kondusifitas kamtibmas di Kota Santri ini. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan kepada pengurus Sekber SP-SB dalam kegiatan aksi unjuk rasa tetap melaksanakan protokol kesehatan serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum.

“Tetap jaga kondusifitas di Gresik serta tetap mengutamakan Protokol kesehatan dalam kegiatan aksi unjuk rasa,”kata alumnus Akpol 2001, Senin 5 Oktober 2020. Pasalnya, tambah AKBP Arief, Gresik masih zona oranye. “Setiap hari masih ada penambahan pasien terpapar Covid-19,”katanya. 

KADISNAKER Gresik Ninik Asrukin

Sementara itu, Kepala Disnaker Gresik Ninik Asrukin menambahkan silaturahmi bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menghasilkan kesepakatan untuk menjaga kondusifitas di Gresik.

“Asprirasi dari teman-teman serikat terkait omnibus law sudah disampaikan oleh Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto, Red) ke pemerintah pusat,”kata Ninik di Mapolres Gresik. Ninik berharap, persoalan omnibus law mendapatkan solusi terbaik. “Sehingga penyebaran Covid-19 di Gresik juga segera berakhir,”harap Ninik. (*)

Kapolres Ingatkan Protokol Kesehatan, Rencana Sekber SP-SB Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Selengkapnya

Diteriaki Maling, Mimpi Rido’i Makan Enak , Tidur Nyenyak Ambyar

GRESIK,1minute.id –  Rido’i semringah. Lelaki 50 tahun itu membayangkan bisa makan enak. Tidur pun nyenyak. Dua smartphone hasil kejahatan sudah dalam genggamannya. Dipasaran dua gawai itu seharga jutaan rupiah bisa untuk kebutuhan hidupnya beberapa hari kedepan.

Akan tetapi, apa yang dibayangkan lelaki asal Wonokusomo, Surabaya itu sebuah mimpi di siang bolong. Rido’i sadar setelah mendengar teriakan maling dari dalam gudang salah satu pabrik di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo. 

Informasi yang dihimpun Jumat 2 Oktober 2020 sekitar pukul 12.30 Rido’i menyelinap masuk sebuah gudang di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik.  Siang itu gudang dalam kondisi sepi. Lelaki 50 tahun itu melihat ada smartphone yang sedang di charger. Dua gawai itu merek LG dan OPPO A.9.

Setelah celingukan kanan-kiri, lelaki asal Wonokusumo, Surabaya langsung menyambut ya. Rido’i bablas menggunakan sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) L 3902 RB. Baru beberapa meter,  seseorang berteriak maling. 

Orang itu adalah Erfan Aprianto, 22, dan M Ainur Roji, 24, dua petugas di gudang mengejarnya. Rido’i pun tertangkap. Beruntung ada polisi yang sedang patroli di sekitar lokasi sehingga Rido’i terselesaikan dari ajukan massa.

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin membenarkan telah menangkap pelaku pencurian dua smartphone yang dilakukan Rido’i. “Tersangka mengaku sendirian ketika beraksi,”kata Wavek Arifin dikonfirmasi Minggu 4 Oktober 2020. (*)

Diteriaki Maling, Mimpi Rido’i Makan Enak , Tidur Nyenyak Ambyar Selengkapnya

Sekolah Model Gelar Ajang Pemilihan Putera Puteri Kain Nusantara. Pakai Batik itu Keren.

Search

No Images found.

Sekolah Model Gelar Ajang Pemilihan Putera Puteri Kain Nusantara. Pakai Batik itu Keren. Selengkapnya

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk.

SEGO Menir. Kuliner satu ini berbeda dengan kuliner lainnya. Disajikan dalam wadah pincuk (daun pisang). Menyantap sego menir paling enak untuk sarapan pagi. Karena sayur masih hangat. Heeemmmm. Sueger dan nikmat. 

Juga tidak bikin kantong bolong. Lalu apa sih Sego Menir itu. Yuk, sarapan Sego Menir bersama 1minute.id di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dekat SMA Nahdlatul Ulama 1 ( Smanusa) Gresik.

SUEGER : Sego Menir dengan lauk bali belut, tempe, tahu dan sambal terasi ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sego Menir Buk Yanti. Lapaknya sederhana. Menggunakan satu meja lalu diberi tenda payung untuk penahan sinar matahari. Di pinggir jalan kampung. Sekitar 50 meter dari Kantor Kelurahan Bedilan atau 100 meter dari SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik. 

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Sinar matahari terasa terik. Lapak Buk Yanti masih terasa dingin karena terhalang bangunan di dekatnya. Pembeli juga tidak terlalu ramai pembeli. Mengalir, silih berganti. Karena mereka hanya membungkus alias disantap di rumah.

WADAH SENDIRI : Rempeyek kacang sebagai pelengkap kuliner khas Gresik, Sego Menir ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Saya memilih makan di lokasi. Sego Menir dengan lauk bali belut, tahu, tempe, dan peyek kacang. Semuanya dalam wadah satu pincuk (takir daun pisang istilah lainnya). Kecuali rempeyek. “Sambal pencet atau iring (sambal terasi),”tanya Buk Yanti dan saya jawab sambal terasi. Sambal pencit berwarna keputih-putihan. Karena bahannya mangga muda. Rasa pedas campur asam.

Buk Yanti memberi kuah cukup banyak. Nyaris meluber dari wadah takir. Mungkin kondisi udara panas. Dalam hitungan menit, satu takir Sego Menir langsung ludes. “Sueger…lezat…campur jadi satu”.  Sego Menir, kedengarannya aneh bagi masyarakat luar Kota Santri. “Opo sih Sego Menir itu,”tanya seorang teman yang kepo.

Sego artinya nasi. Sedangkan, Menir adalah sejenis sayur bening. Bedanya, sayur Menir menggunakan rajangan kangkung. Ada yang ditambahi labu. Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir.

Sebagian orang menyebut Sego Menir, dengan istilah Sego Londo (Belanda). Karena sebutan Menir pada masa penjajahan identik dengan orang Belanda. Tidak ada literatur yang menyebut Sego Menir ada sejak pendudukan Hindia Belanda. Kalau makam Belanda ada di dekat kantor Kelurahan Bedilan itu. (*)

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk. Selengkapnya