Cak Ferry dan Yuk Raisa Terpilih sebagai Duta Wisata Gresik, Pasca Vakum 3 Tahun


GRESIK,1minute.id –  Ferry Fahrial Rahmad dan Yoraisa Ghany Setiawan akhirnya terpilih sebagai Cak dan Yuk Gresik 2021. Mereka terpilih sebagai Duta Wisata Gresik dalam Anugerah  Wisata Gresik (AWG) 2021di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021.

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Mereka terpilih sebagai Duta Wisata Gresik setelah tiga tahun kegiatan ini vakum. Cak Ferry dan Yuk Raisa terpilih setelah menyisihkan 13 pasangan finalis lainnya.Pemilihan Cak dan Yuk Gresik ini dihadiri diantaranya, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo. 

Anugerah Wisata Gresik rangkaian Program Nawa Karsa, 99 Hari pertama kepempinan Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. (yad)

Cak Ferry dan Yuk Raisa Terpilih sebagai Duta Wisata Gresik, Pasca Vakum 3 Tahun Selengkapnya

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis

GRESIK,1minute.id – Sampah masih menjadi problem perkotaan di Kota Santri. Peran serta masyarakat, pegiat lingkungan dan perusahaan sangat penting untuk menjaga lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Antara lain yang dilakukan pegiat lingkungan tergabung di Bank Sampah Gemes Sekardadu Gresik dengan PT Surabaya Mekabox di salah satu hotel di Gresik. 

Nota kesepahaman kerjasama pemanfaatan sampah plastik dan kertas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Rosa Vivien Ratmawati pada Kamis, 3 Juni 2021.

Rosa Vivien Ratmawati memuji Bank Sampah Gresik (Asbag). Asosiasi dipimpin Siti Fitriyah ini oleh Dirjen PSLB3 bisa jadi percontohan pengelolaan sampah di Indonesia.

“Keberadaan bank sampah ini merupakan bagian dari membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Saya berharap Kinerja Bank Sampah Gresik patut dijadikan rujukan bagi bank sampah yang lain,”katanya.

Rosa Vivien Ratnawati mengaku melihat  sendiri aktivitas yang dilakukan oleh Siti Fitriyah.  Ketua Asbag yang juga Pembina Bank Sampah Gemes Sekardadu ini sangat menikmati pekerjaannya. “Hal ini bisa dilihat di medsos yang diunggah mbak fitriyah selalu mengerjakan dengan senyum keikhlasan. Bank sampah ini produktifitasnya sangat menggembirakan,”puji Rosa.

BANK SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Rabu , 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokh Najikh menyatakan sangat mendukung proyek perubahan dari Dirjen PSLB3 KLHK dalam membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat menyelesaikan permasalahan sampah, meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelibatan bank sampah dapat mendorong perwijudan sirkular ekonomi dan pengelolaan sampah di masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurut Gus Yani, pengelolaan bank sampah dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industro daur ulang plastik dan kertas dalam negeri sekaligus mengurangi impor limbah B3. “Terima kasih kepada Dirjen PSLB3 KLHK yang telah memfasilitasi kemitraan dan kerjasama ini. Saya berharap permasalahan pemenuhan bahan baku industri daur ulang dalam negeri dapat teratasi,”harap Gus Yani.

Sebelumnya, Gus Yani menyempatkan melihat langsung kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Di kampung binaan DLH Gresik dan PT Pertamina Lubricant ini, masyarakat memanfaat sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Seperti, vas bunga, damarkurung hingga tempat duduk fashionable. Di kampung juga terdapat kafe cukup membayar dengan sampah plastik atau kertas. Namanya, Kosam (Kopi Sampah). Ngopi Bayar pakai sampah. Tahun lalu, Kosam mengumpulkan 1,34 ton sampah. (yad)

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis Selengkapnya

Besok Malam, Anugerah Wisata Gresik 2021


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 14 pasangan finalis Cak dan Yuk Gresik 2021 masih menjalani masa karantina di salah satu hotel di Kota Santri. Siapa yang bakal menjadi Duta Wisata Gresik bakal ditentukan dalam grand final di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021.

Rencana Anugera Duta Wisata Gresik ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, pemilihan Cak dan Yuk Gresik 2021 dikemas secara berbeda pasca tiga tahun vakum. “Setiap peserta membuat video pendek tentang pariwisata di Gresik,”kata Sinaga.

Video karya finalis itu nantinya akan di launching ketika grand final Cak dan Yuk Gresik. “Nanti pak bupati (Fandi Akhmad Yani,Red) tinggal ngeklik menggunakan tab akan muncul virtual tour Kota Bandar Grissee,”terang mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik itu.

Selain malam penganugerahan Cak dan Yuk Gresik juga ada Anugera Wisata Gresik. Ada puluhan destinasi wisata yang dinilai tim juri dari akademisi dan praktisi. Panitia membagi tiga kategori yakni wisata alam, buatan dan budaya. Setiap kategori akan diambil 5 nomimasi untuk tetapkan sebagai juara pertama, dua dan tiga.

Sinaga mengatakan, ada sejumlah kreteria untuk desa wisata. Diantaranya, ada kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan profesionalitas dalam mengelola wisata. “Karena saat ini masih pandemi, tentunya kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu peneliannya,”tegas Sinaga. (yad)

Besok Malam, Anugerah Wisata Gresik 2021 Selengkapnya

KEE Ujungpangkah Potensi Lahan Basah bertaraf Internasional

GRESIK, 1minute.id –  Tiga desa di Kecamatan Ujungpangkah ditetapkan sebagai kawasan ekosistem esensial (KEE). KEE itu ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Gubernur Jatim No.188/233/KPTS/013/2020 tertanggal 13 Mei 2020 dengan luas 1554,27 hektare.

EKSPLORASI KEE UJUNGPANGKAH : Suaka burung MBS yang menjadi tempat suaka burung pada Rabu, 3 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rimcianya, Desa Pangkah Kulon 347,03 ha ; Pangkah Wetan 763,99 ha dan Banyuurip 32,69 ha. Pada Rabu, 2 Juni 2021 wartawan 1minute.id  bersam jurnalis lainnya melakukan penyusuran kawasan suaka burung dengan naik perahu motor. Penyusuran muara menuju lokasi suaka burung itu ditempuh selama 45 menit. Berangkat sekitar pukul 15.00 dari Muara Bengawan Solo (MBS) Desa Pangkah Wetan.

KUNTUL PERAK : Burung bernama latin ardea Intermedia cukup mudah ditemui di KEE Ujungpangkah, Gresik, Jatim ketika melakukan ekspolarasi di kawasan satwa pada Rabu, 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sore itu, kondisi muara sedang pasang. Dalam perjalanan itu, beberapa burung. Antara lain, Kuntul Perak/intermediate Egret (ardea Intermedia) ;  Kuntul Kecil/Little Egret (Egretta Garzetta)  dan Kowak Malam.Kelabu /Black Crowned Night Heron (Nycticorax nycticorax).

Dara Laut Sayap Putih/hite-Winget Tern (childonias leucopterus) . Susur muara kawasan suaka burung untuk memperingati World Wetlands Day 2021 atau Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap 2 Juni itu. Susur MBS ini  diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jatim dan Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove Ujungpangkah. 

RIMBUN : KEE Ujungpangkah menjadi kawasan suaka burung antara lain burung migran dari Benua Australia pada Rabu, 2 Juni 2021 (foto : chusnul canhyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Wilayah II Gresik, Wiwied Widodo mengatakan, KEE Ujungpangkah ini berpotensi menjadi lahan basah internasional. “Ada 72 jenis burung laut. Sebanyak 52 diantaranya burung migran dari Australia,”kata Widodo.

TERBANG RENDAH : Dua ekor burung sedang mencari mangsa ikan di KEE Ujungpangkah, Gresik, Jatim pada Rabu, 2 Juni 2021. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam eksplorasi KEE pada Rabu, 2 Juni 2021 kondisi MBS sedang pasang. “Sudah hampir seminggu ini air pasang. Biasanya burung sembunyi di balik rimbun mangrove,”kata Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi. (yad)

KEE Ujungpangkah Potensi Lahan Basah bertaraf Internasional Selengkapnya

Kosam, hanya Tukar Sampah 1 Kilogram bisa Seruput Kopi


GRESIK,1minute.id – Ngopi bayar pakai sampah (Kosam). Ini cara kelompok karang taruna Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Gresik mengajak masyarakat peduli sampah. Mengubah mindset masyarakat peduli sampah dari rumah tidak semudah membalik telapak tangan. Dimulai 2019. 

Gerakan kampanye lingkungan masif dengan berkalaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dan PT Pertamina Lubricant, sebagai penyokong kegiatan melalui corporate social responsibility (CSR) berbuah manis.

Kampung di dekat rumah potong hewan (RPH) itu dulunya dikenal kumuh. Kini, menjadi elok. Bersih dan asri. Bahkan, menjadi kampung eduwisata di tengah perkotaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Kampung Eduwisata Daur Ulang dan Urban Farming pada Rabu, 2 Juni 2021. Dua event resmi di launching di kafe Kosam alias Ngopi bayar pakai sampah. Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi gerakan karang taruna setempat itu. Sebab, gerakan itu mengkalaborasi tiga unsur yakni masyarakat, pemerintah dan perusahaan yakni PT Pertamina Lubricant.

Tidak mudah untuk mengubah mindset masyarakat untuk mengelola sampah dari rumahnya. Mengelola sampah sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Butuh waktu tiga tahun, mulai Agustus 2019. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat keliling kampung sempit yang hanya bisa dilewati sepeda motor itu. Selama 20 menit, Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir,  Pj Sekda Gresik Abimanyu, Waka Polres Gresik Eko Iskandar, Kepala DLH Gresik Mokh Najikh dan perwakilan dari Kodim 0817 Gresik berjalan kaki.

Mengamati semua sudut kampung terlihat asri. Karena setiap rumah terdapat tanaman hidroponik yang tumbuh subur. Media tanam mengunakan pipa PVC. Sedangkan, kampung berhias pernak-pernik. Semua terbuat dari sampah alias barang bekas.

Gus Yani beberapa kali menghentikan langkah kakinya untuk berdialog dengan warga yang ditemuinya. “Di kampung ini masyarakat memiliki penghasilan tambahan dengan mengubah dan daur ulang sampah plastik.Kampung ini bisa menjadi pilot project sehingga diadopsi di wilayah lain atau lingkungan OPD,”ujar Gus Yani.

Selain itu, tambahnya, para masyarakat juga memulai mengembangkan pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan lahan sempit di wilayah perkotaan dengan pola pertanian hidroponik. 

“Kita tahu disini mulai dari olahan sampah plastik kain dijadikan nilai tambah. Sekarang merambah ke kampung edukasi pertanian, urban farming. Bahkan ada melon yang tumbuh di lahan sempit. Cerdas dan inovatif,”puji bupati berusia 35 tahun ini usai Rebuk Akur Ngopi Bayar Pakai Sampah.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, Kosam dirintis sejak 2019. Pada tahun lalu, imbuhnya, bisa mengumpulkan 1ton sampah, yakni plastik dan kertas. “Bila setiap desa atau kecamatan memiliki satu saja cukup lumayan mengurangi sampah di TPA Ngipik,”ujar Najikh.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)  Kelurahan Sidokumpul Imam Wahyu menceritakan, dahulu kampungnya dikenal sebagai kawasan kumuh di tengah kota. Apalagi, pada tahun 80-an merupakan kawasan pemulung.

Namun lambat laun diterangkan Wahyu, dirinya bersama sekelompok pemuda memberikan edukasi pentingnya menjaga alam dan kebersihan lingkungan. “Kini seluruh masyarakat sudah sadar tentang edukasi persampahan dan urban farming,”kata Imam.

Masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah. Sampah kemudian diolah menjadi kerajinan memiliki nilai ekonomis. Yakni, damarkurung, lampu kenangan, pot hidroponik , hingga kursi. “Warga kini melakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle),”kata Imam.

Untuk Kosam, masyarakat cukup membawa sekilo sampah baik plastik atau kertas untuk ditukar secangkir kopi. Pada 2020, Kosam bisa mengumpulkan 1 ton sampah plastik dan kertas. Bagaimana sensasinya? Wartawan 1minute.id  menyempatkan nyerup kopi hitam di Kosam itu. Seduhan kopi hitam terasa nikmat. (yad)

Kosam, hanya Tukar Sampah 1 Kilogram bisa Seruput Kopi Selengkapnya

Bupati, Wabup dan Pj Sekda Pantau Langsung PPDB, Minta Warga Lapor bila Ada Pungutan


GRESIK, 1minute.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP running. Ada empat sistem yang bisa ditempuh calon peserta didik baru. Yakni, jalur zonasi , prestasi, perpindahan tugas orang tua/ wali dan afirmasi. 

Proses PPBD ini menjadi perhatian serius pucuk pimpinan di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno memantau langsung ke kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada Rabu, 2 Juni 2021.

Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada warga melapor jika ada pungutan dalam proses PPDB 2021. “PPDB sedang berlangsung, berharap tidak ada pungutan terhadap penerimaan murid. Kita lebih terbuka, regulasi jelas,”kata Gus Yani.

Gus Yani berharap dalam pelaksanaan PPDB berjalan lancar dan terbuka tidak ada pungutan di seluruh SD dan SMP. Tidak ada lagi suara-suara dari para wali murid terkait adanya punguntan dalam penerimaan. “Kalau ada laporkan ke saya, bisa ke bu Wabup. Sanksi tegas akan kita berikan,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Pada PPDB ini pihaknya lebih terbuka, regulasi jelas, seluruh prestasi pelajar diberikan poin. Mulai jalur akademik dan dan non akademik, seperti prestasi di bidang musik, olahraga, tahfidz diberikan poin. 

“Bagi staf di lapangan, baik itu dinas atau lembaga, jika benar-benar ada laporan dari masyarakat menggunakan kewenangan tidak seusai aturan, akan diberikan sanksi baik sanksi ringan berupa peringatan maupun sanksi berat tentunya penundaan kenaikan pangkat,”tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan PPDB sistem zonasi, mengacu prosedur dan aturan yg ada. Pihaknya tidak akan memberikan kelonggaran kepada hal-hal tidak baik. 

“Apabila para pendaftar sampai melakukan hal yang tidak punya integritas. Kalau ada temuan atau laporan, yang bersangkutan baik itu pendaftar masyarakat melakukan kecurangan manipulasi akan diberikan sanksi bahkan bisa digugurkan,”tegas Mahin.

Sementara itu, tahun ini jumlah sekolah jenjang SMP Negeri bertambah satu lembaga yakni SMP Negeri 33 Gresik. Sekolah anyar ini membuka empat rombongan belajar (rombel). Setiap rombel maksimal 32 siswa. Selain sekolah baru, untuk jalur zonasi tidak diperbolehkan menggunakan surat keterangan domisili. 
Sedangkan, jalur prestasi Dispendik tetap mempertahan bagi calon peserta hafidz alquran minimal 3 juz. (yad)

Jadwal PPDB Jenjang SMP di Gresik

1. Zonasi 31 Mei – 17 Juni 2021

2. Prestasi 31 Mei – 9 Juni 2021

3. Perpindahan tugas orang tua/wali 31 Mei – 9      Juni 2021

4. Afirmasi 31 Mei – 9 Juni 2021

(Data Website www.gresik.siapppdb.com)

Bupati, Wabup dan Pj Sekda Pantau Langsung PPDB, Minta Warga Lapor bila Ada Pungutan Selengkapnya

Inovasi, Kalaborasi Ubah Kampung jadi Asri dan Instagramable


GRESIK,1minute.id – Cerdas dan penuh inovasi. Pujian itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika melaunching kampung Kreasi dan Ngopi Bayar Pakai Sampah di Kampung Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Rabu, 2 Juni 2021.

“Butuh waktu panjang bisa terwujud harmonisasi antara pemerintah, karang taruna dan perusahaan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Kampung Kreasi dan Ngopi Bayar pakai Sampah di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik ini dirintis sejak 2019. Kampung yang sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor itu terlihat asri.

Setiap rumah terlihat hijau karena tanaman hidroponik. Tembok kampung warna-warni. Jenis tanaman beraneka macam. Antara lain, brokoli dan sawi. Tanaman terlihat segar. Sehingga menjadi kampung wisata yang instagramable.

ASRI : Suasana Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Selasa, 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani -sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani berharap tanaman hidroponik semakin dikembangkan. Diantara menanam timun emas atau melon. Gus Yani meminta karang taruna Kampung Kreasi untuk mengembangkan inovasi ini dilingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga hasil tanaman hidroponik bisa semakin banyak.

“Timun mas dan melon kita coba di OPD. 
Kalo pamen bersama bisa satu truk lebih.,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Bupati Gus Yani optimistis penghijauan metode hidropinik ini bisa berhasil. Sehingga bisa menjawab Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebagai kota industri, banyak polusi bisa dijawab dengan prestasi penghijauan.

KAMPUNG KREASI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga kampung di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Selasa, 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Banyak industri, polusi kita jawab dengan prestasi. Kita punya inovasi, teknologi berkembang. Dilahan sempit tetap bisa kita menanam. Bukan kaleng-kaleng lagi,”tegas Bupati Gus Yani. 

“Saya berharap tidak hanya disini saja. Saya tidak malu untuk mencontoh inovasi baik,”tegas Gus Yani dalam sambutannya dihadiri Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Wiwin Arodawanti, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan perwakilan Kodim 0817 Gresik dan PT Pertamina Lubrican dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokh Najikh. (yad)

Inovasi, Kalaborasi Ubah Kampung jadi Asri dan Instagramable Selengkapnya

Pengunjung sebut Mirip Kawasan Malioboro

GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik tidak perlu jauh-jauh ngelencer ke Malioboro, Jogjakarta. Kini, di Kota Santri ada tempat hangout nyerupai kawasan Malioboro yang sudah kesohor di Jogjakarta itu.

Tempat wisata anyar itu berada di kawasan Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Gresik. Hanya beberapa meter dari Masjid Kanjeng Sepuh di dekat Alun-alun Sidayu. Pemerintah desa setempat menyulap trotoar lebih ciamik. Lantai keramik, dan dihiasi aneka lampu. Bila malam hari semakin elok karena banyaknya lampu hiasan dengan aneka bentuk.

Desain lampu yang berwarna-warni. Kemudian trotoar yang luas dan dipasang beberapa kursi, membuat pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu. Warga pun ramai berdatangan, bahkan berasal dari luar desa Kauman. Mereka berswafoto di area wisata tersebut. 

MIRIP MALIOBORO : Trotoar di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Gresik yang semakin ciamik. Pengunjung menyebut mirip kawasan Malioboro, Jogjakarta ( foto : ist )

Banyaknya pengunjung yang datang, dimanfaatkan pedagang sekitar berjualan makanan khas pesisir Gresik seperti bonggolan dan lain sebagainya. 

Menurut Nurul Mufidah, salah satu warga setempat mengatakan hiasan lampu di trotoar jalan itu mulai ramai dikunjungi masyarakat sejak bulan suci Ramadan. “Bahkan, ibu-ibu hampir tiap hari membagikan takjil di sini sambil berswafoto,”kata Nurul Mufidah pada Senin, 31 Mei 2021.

Sekarang semakin banyak kunjungan. Bahkan, para peziarah ke Makam Kanjeng Sepuh menikmatinya. “Dagangan masyarakat pun semakin ramai,”kata Nurul. Geliat ekonomi khususnya makanan khas Sidayu seperti bonggolan semakin banyak dikenal masyarakat.

Kepala Desa Kauman Muhammad Fatih mengaku mengubah kawasan yang dulunya berdiri adalah pertokoan. Kemudian diubah mirip dengan kawasan Malioboro. “Gratis, disini menjadi ikon desa. Untuk wisatawan lokal tidak perlu jauh-jauh ke Jogjakarta,”katanya kepada wartawan. 

Pihaknya juga memberikan fasilitas angklung dari seniman Gresik di trotoar tersebut. Sehingga membuat suasana semakin ramai. Dengan adanya ikon ini, kata Fatih, omzet para pedagang mengaku semakin laris karena banyaknya wisatawan. 

“Setiap akhir pekan atau malam minggu ada musik angklung. Omzet pedagang meningkat hampir diatas 90 persen. Biasanya sore belum habis sekarang sore sudah habis,”imbuhnya. (yad)

Pengunjung sebut Mirip Kawasan Malioboro Selengkapnya

Pemkab Isyaratkan Buka Tempat Ngaji Bahasa Isyarat di Seluruh Kecamatan


GRESIK, 1minute.id –  Ngaji Isyarat metode Amakasa 2021 mulai dikembangkan UPT Reseurce Centre Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Ngaji Alquran bagi penyandang disabilitas tuna rungu ini kali pertama di Jatim.

Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun ditetapkan sebagai kabupaten percontohan ngaji alquran metode Amakasa di Jawa Timur. Dari Gresik untuk Jatim, dari Jatim untuk Indonesia.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan ngaji Alquran ini saat ini dikembangkan di UPT Resource Centre Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik di Jalan Proklamasi, Gresik. Tahap awal ada 21 anak disabilitas penyandan tuna rungu yang bisa mengaji dengan metode Amakasa ini.

Puluhan anak-anak luar biasa dan hebat belajar tiga kali ngaji bahasa isyarat itu. Mereka mulai belajar ngaji di bulan suci Ramadan. “Tadi kita saksikan mereka telah hafal ngaji bahasa isyarat,”katanya. Pemkab Gresik, tambah Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah akan mengusahakan membuka pembelajaran ngaji metode Amakasa ini di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. 

“Sehingga, anak-anak penyandang disabilitas ini tidak perlu jauh-jauh ke Gresik untuk belajar ngaji isyarat ini,”kata Bu Min usai acara di  Pelatihan Membaca Alquran Isyarat dengan Metode Amakasa 2021 di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Senin, 31 Mei 2021.

Untuk guru ngajinya, kata Bu Min, akan memberdayakan guru pendamping yang ada di naungan UPT Resource Centre (RC) Dispendik Gresik. “Saya akan komunikasikan kepada pak Bupati (Fandi Akhmad Yani,Red). Insya Allah beliau setuju,”ujar perempuan berlatar pendidik itu. 

Data UPT RC Dispendik Gresik, penyandan tuna rungu di Kota Santri berjumlah 140-an. Saat ini, baru 21 anak yang bisa mengaji metode Amakasa ini. Dia berharap ke depan anak-anak luar biasa ini bisa mengaji dan Salat dengan baik. “Karena apa yang di baca mengetahui dan mengerti,”tegas Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

BAHASA ISYARAT : The Arabic Alphabet ini penyandang disabilitas belajar mengaji bahasa isyarat metode Amakasa di UPT RC Dispendik Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diketahui lantunan ayat suci Alquran  berkumandang di Aula Ainul Yaqin kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) pada Senin, 31 Mei 2021. Ayat suci itu dibacakan oleh Almaira Raisa Ayu Renaeswari dengan begitu merdu. Joevanka Putra Widyatrianto yang berdiri di sebelah kiri Almaira memberikan bahasa isyarat. Mereka sedang ngaji isyarat. 

Kedua anak luar biasa itu adalah penyandang tuna rungu wicara. Membaca ayat suci alquran metode Amakasa ini kali pertama di Jatim dan kelima di Indonesia. Ngaji isyarat ini menjadi bahan penelitian Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang media literasi alquran isyarat bagi penyandang disabilitas sensori rungu wicara.

Ngaji isyarat ini sebagai kado istimewa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang dilaunching  bertepatan Sewindu berdirinya UPT Resource Centre (RC) Dinas Pendidikan Gresik. “Ikhtiar kecil pemenuhan hak keagamaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara,”kata Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi dalam sambutannya. (yad)

Pemkab Isyaratkan Buka Tempat Ngaji Bahasa Isyarat di Seluruh Kecamatan Selengkapnya

Pertama di Jatim, Ngaji Isyarat Metode Amakasa Dikumandangkan Aula Ainul Yaqin


GRESIK, 1minute.id – Lantunan ayat suci Alquran itu berkumandang di Aula Maulana Ainul Yaqin kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) pada Senin, 31 Mei 2021. Surat Al Fatikha dan Al Asr itu dibacakan begitu sempurna. 

Ayat suci itu dibacakan oleh Almaira Raisa Ayu Renaeswari dengan begitu merdu. Joevanka Putra Widyatrianto yang berdiri di sebelah kiri Almaira memberikan bahasa isyarat. Mereka sedang ngaji isyarat. 

Kedua anak luar biasa itu adalah penyandang tuna rungu wicara. Mereka adalah peserta pelatihan Membaca Alquran Isyarat dengan Metode Amakasa 2021. Mereka membaca Surat Al Fatikha dan Al Asr begitu sempurna. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi, Kepada Dinas Pendidikan Gresik Mahin dan Ketua Pokja Pendidikan Insklusi Dinas Pendidikan Jatim Muh Ilyas terlihat begitu khusyuk mendengarkan ngaji isyarat dilakukan kedua siswa SD IT Melati Nusantara itu.

Membaca ayat suci alquran metode Amakasa ini kali pertama di Jatim dan kelima di Indonesia. Ngaji isyarat ini menjadi bahan penelitian Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang media literasi alquran isyarat bagi penyandang disabilitas sensori rungu wicara.

Ngaji isyarat ini sebagai kado istimewa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang dilaunching  bertepatan Sewindu berdirinya UPT Recource Centre Dinas Pendidikan Gresik.
“Ikhtiar kecil pemenuhan hak keagamaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara,”kata Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi.

Muchlis mengatakan saat ini Kementerian Agama RI sedang merintis membuat pedoman membaca, menulis bahasa isyarat. Nantinya, akan membuat terjemahan dan tafsir alquran. “Saat ini baru 3 ribu kosakata isyarat keislaman,”ujar Muchlis.

NGAJI ISYARAT : Almaira Raisa Ayu Naeswari dan Joevanka Putra W., ketika membaca alquran dengan metode Amakasa atau ngaji isyarat di Aula Ainul Yaqin Kantor Dispendik Gresik pada Senin, 31 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk mendirikan Recource Centre untuk anak-anak disabilitas di setiap kecamatan. ” Sehingga anak-anak hebat tidak perlu ke Gresik untuk belajar. Terutama belajar ngaji isyarat,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Sementara itu, Ketua Pokja pendidikan Insklusi Dinas pendidikan Jatim Muh Ilyas menambahkan, Kabupaten Gresik telah menjadi kabupaten percontohan pendidikan di Jatim. “Saya mengapresiasi gerak cepat Pemkab Gresik dengan mengembangkan metode amakasa ini,”katanya.

Pemprov Jatim tambahnya sangat konsern untuk berusaha memenuhi hak-hak disiabilitas. Karena itulah, pemprov Jatim telah membuat Peraturan Gubernur nomor 20/2018 tentang pendidikan insklusi. “Dari Gresik untuk Jatim, dari Jatim untuk Indonesia,”kata Ilyas yang asli kelahiran Ujungpangkah, Gresik itu.

Sedangkan, Kadispendik Mahin mengatakan, sekolah inklusi telah berdiri di Gresik sejak 2009. “Tapi, pencangannya dilakukan mulai 2013,”kata Mahin. (yad)

Pertama di Jatim, Ngaji Isyarat Metode Amakasa Dikumandangkan Aula Ainul Yaqin Selengkapnya