Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik meliris perkembangan perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan kebutaan. 

Benarkah? Hasil pemerikasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya mencegangkan. Kebutaan yang dialami siswa kelas 2 sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti itu bukan karena kekerasan. 

Menurut dr Bambang Tuhariyanto Sp.M,  hasil pemeriksaan RMI, mata kanan mengalami keluhan sedangkan, mata kiri kondisinya normal. “Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dokter spesialis mata dari RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Anak korban berinisial SAH menjalami pemeriksaan RMI di RS PHI Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi oleh dr Bambang Tuhariyanto yang mendampingi anak korban SAH itu.

Thoha-begitu sapaan-Bambang Tuhariyanto melanjutkan pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat yang tidak dilihat oleh mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada. Terkait penurunan penglihatan mata tersebut, Thoha tidak memberikan keterangan pasti. Sebab, bukan kewenangannya. “Terkait penurunan pengelihatan mata dari tusukan bakso belum tentu juga,” kata dr Thoha.  

Lebih lanjut dr Tuha mengungkapkan penurunan penglihatan mata bisa disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. Kelainan mata karena katarak biasa dialami orang dewasa. Sedangkan, katarak pada anak tidak pernah menemuinya. Sedangkan, buta warna bisa dialami semua orang. Mulai anak sampai orang dewasa. 

Rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH cukup spesialis. Karena dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Selain Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dab Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, Sp.M dan seorang psikologi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kondisi psikologis SAH, 8, anak yang diduga dicolok tusuk bakso hingga buta terus membaik. Siswa kelas II sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu sudah bisa tersenyum. Anak korban kekerasan yang diduga oleh seniornya tersebut menginginkan pindah sekolah. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dr Titik Ernawati mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak SAH sejak 4 September 2023. Anak SAH yang semula sering termenung dan murung kini ceria. “Alhamdulillah sekarang lebih ceria dan lebih banyak bercerita,” ujar dr Titik Ernawati melalui pesan WhatApps pada Rabu, 20 September 2023. 

Akan tetapi jika disinggung kasus tersebut memang ada akspresi yang berubah dari keceriaannya, jadi perlu waktu untuk pulih dan menceritakan dengan terbuka kasus tersebut.

Anak SAH, imbuhnya, tidak lagi merasakan sakit yang dialami. Bahkan, anak korban kekerasan fisik itu kangen sekolah. Untuk diketahui,  kekerasan yang dialami anak SAH terjadi pada 7 Agustus 2023. Korban diduga dicolok tusuk bakso. Akibat kekerasan itu, mata kanan anak SAH tidak bisa melihat. Buta.  Kejadian kekerasan yang dialami anak korban. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah menaikkan status penyidikan.

“Anak SAH ada keinginan kembali ke sekolah dan merindukan beberapa temannya dan juga gurunya yang baik,” terang dr Titik Ernawati.  

Kesimpulan terakhir  hasil pendampingan dengan psikologis klinis, anak SAH sebaiknya pindah sekolah. “Dan kami sudah observasi beberapa sekolah yang aman dan menyenangkan buat SAH,” katanya.

Sementara itu, sumber 1minute.id menyebutkan anak SAH telah selesai menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien. “Sudah ada hasilnya. Tapi, nanti ada dokter yang menyampaikan hasil pemeriksaan MRI itu,” ujar sumber yang meminta identitas tidak disebut. (yad)

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah Selengkapnya

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru

GRESIK,1minute.id – Trauma anak SAH, 8 tahun belum pulih. Sejak kejadian dicolok tusuk bakso hingga salah satu mata mengalami penurunan penglihatan bocah kelas II SD itu takut untuk sekolah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun turun tangan mencarikan sekolah baru untuk SAH.

Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad juga berencana membawa ke rumah sakit di Surabaya untuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” kata Fandi Akhmad Yani ketika menjenguk SAH di rumahnya bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso oleh seseorang tidak dikenal. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. (yad)

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru Selengkapnya

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk SAH (8). Siswi kelas 2 SD yang mengalami penurunan penglihatan diduga akibat dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya di SDN 236 Gresik pada Senin, 19 September 2023. Kapolres dan Bupati membawakan mainan dan bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH.

Kapolres Gresik mengatakan kedatangannya untuk memberikan support dan memastikan proses penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. “Hari ini dilakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023. Mantan Kapolres Blitar itu melanjutkan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuh AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso Selengkapnya

Posbakum PN Gresik Masuk Desa Berikan Layanan Hukum Gratis

GRESIK,1minute.id – Pos Bantuan Hukum  (Posbakum) Pengadilan Negeri (PN) Gresik menyapa warga desa untuk memberikan penyuluhan, layanan dan konsultasi gratis yang di kemas dengan program “Posbakum Masuk Desa”.

Kali ini, Posbakum PN Gresik ke Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas memberikan penyuluhan hukum kepada 30 warga. Pelayanan dan konsultasi gratis kepada masyarakat yang tinggal di pedesaan rutin setiap tahun. 

Acara yang dibuka oleh lSekretaris Desa Kembangan Ismail Hasan mengucapkan banyak terima kasih kepada Posbakum PN Gresik yang memilih Desa Kembangan pada Program Posbakum Masuk Desa.

“Alhandulillah atas penyuluhan, pelayanan dan konsultasi hukum yang di berikan Posbakum PN Gresik kepada masyarakat. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat ketika terjadi persoalan hukum kemana harus meminta konsultasi. Hadirnya Posbakum PN Gresik sangat berarti dan membantu masyarakat apalagi konsultasi gratis,” ujarnya. 

Pada kegiatan itu, hadir hakim Pengadilan Negeri Gresik Sri Sulastuti didampingi oleh Abdul Azis selaku Pengawas Bidang Layanan Hukum Pengadilan Negeri Gresik, menyampaikan bahwa Pengadilan Negeri Gresik telah bekerjasama dengan YLBH Fajar Trilaksana  dalam menjalankan layanan dan konsultasi hukum secara gratis.

“Pengadilan Negeri tidak mungkin memberikan konsultasi dan advice hukum, mengingat PN Gresik sebagai tenaga profesional dan sekaligus sebagai pejabat struktural dan fungsional. Sebagai Hakim, kami harus bersikap netral,” jelas Sri Sulastuti pada Selasa, 19 September 2023.

Ditambahkannya, untuk menjamin masyarakat bisa terlayani konsultasi hukum maka Posbakum PN Gresik bekerjasama  dengan Organisasi Bantuan Hukum yang berbadan hukum serta terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “YLBH Fajar Trilaksana sebagai kepanjangan tangan Pengadilan Negeri Gresik sebagai pelaksana teknis Layanan hukum di Posbakum PN Gresik,” pungkasnya. 

Sementara itu, Direktur YLBH Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto yang memaparkan tentang eksisitensi dan penjelasan apa itu Posbakum dan bagaimana layanan itu dapat di terima oleh masyarakat. Masih menurutnya,  Posbakum PN Gresik hadir dalam hal layanan konsultasi gratis, memberikan Advice hukum gratis, membantu buatkan drafting hukum sederhana secara gratis, dan informasi layanan hukum dalam hal pendampingan prodeo. 

“Layanan hukum gratis ini khusus diberikan kepada masyarakat miskin atau tidak mampu dari segi finansial ketika berhadapan dengan hukum dan tidak mampu untuk menyewa seorang konsultan hukum profesional dalam arti tidak mampu menyewa pengacara atau advokat,” jelasnya.

Ditambahkan Fajar, untuk mengenalkan layanan ini kepada masyarakat maka Posbakum PN Gresik melakukan Inovasi berupa Posbakum Masuk Desa. Tidak hanya itu, Posbakum PN Gresik juga melakukan inovasi yakni kerjasama dengan media, membuka link platfom sosial lainya seperti Instagram, WhatApp Boot, Youtube dan Tiktok. Prioritas lainnya melakukan layanan stay di ruang Posbakum di Pengadilan Negeri Gresik di Jl. Permata Selatan No 12 Gresik.

“Kami selaku pengelola Pobakum PN Gresik yang diamanahi sejak 3 tahun yang lalu, merasa bangga dan terimakasih kepada masyarakat Gresik yang selama ini telah responsif dan mendukung serta banyak animo atas layanan gratis dari Posbakum  yang sejalan dengan Pelayanan Prima dari Pengadilan Negeri Gresik,” ujarnya. (yad)

Posbakum PN Gresik Masuk Desa Berikan Layanan Hukum Gratis Selengkapnya

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik

GRESIK,1minute.id – Pekan depan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik digelar offline. Sidang tatap muka. Keputusan itu disepakati empat pilar aparat penegak hukum (APH) di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Empat pilar APH adalah Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Agus Walujo Tjahjono, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Gresik Disri Wulan Agus Tomo. 

Nana Riana mengatakan, pertemuan kali ini melibatkan unsur penegak hukum yang lain. Diantaranya, Polres, Pengadilan, Rutan dan unsur yang lain. Pertemuan tersebut membahas persiapan sidang secara offline. Karena, pandemi Covid-19 sudah berlalu. Sehingga, harus mempersiapkan segala infrastrukturnya.

“Seperti pengamanan dan teknis lainnya. Termasuk membahas mengenai teknis penyidikan akan terus ditingkatkan,” katanya usai acara di kantor Kejari Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Nana Riana melanjutkan infrastruktur Kejaksaan sudah disiapkan. Pihak-pihak lain juga sudah mempersiapkan semua untuk pelaksanaan sidang offline.”Sidang offline segera dilaksanakan, mungkin minggu depan. Tapi secara bertahan. Semuanya sudah sepakat,” imbuhnya. 

Meski demikian, dalam pelaksanaan persiadangan nantinya tetap harus memperhatikan unsur kesehatan. “Nanti para terdakwa tetap memakai masker,” pungkasnya.

Senada disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Disri Wulan Agus Tomo. Pihaknya mengaku siap jika proses persidangan digelar offline. Namun, pengamanan dan pengawalan di ruang sidang harus diperketat. Sebab, keluarga terdakwa akan ikut menyaksikan jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Maka, harus disiapkan tempatnya.

“Kami siap, kapan pun dilakukan sidang offline. Kami menyiapkan terdakwa untuk dikirim ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan,” tegasnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Negeri Gresik Mokhmad Fathkur Rochman menambahkan, pihak pengadilan mendukung penuh pelaksanaan persidangan. “Intinya kami siap melaksanakan persidangan secara offline,” katanya. 

Sejak pandemi Covid-19, proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik dilakukan online. Sidang dalam jaringan (daring) dilakukan untuk memutus penyebaran virus berawal dari Tiongkok itu. Dalam sidang online itu terdakwa menjalani sidang di Ruang Tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Sedangkan, hakim, jaksa penuntut dan saksi hadir di Pengadilan Negeri Gresik. Ketika wabah mengganas adanya variasi baru yakni Delta dari India, sidang dilakukan di tiga tempat berbeda. Terdakwa tetap di Rutan Gresik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik sidang di kantor Kejaksaan. Sedangkan, majelis hakim tetap di Pengadilan Negeri Gresik. (yad)

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik Selengkapnya

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik memberikan atensi khusus dugaan  kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik membentuk tim khusus (timsus) untuk mengungkap kasus ini terang benderang.

Timsus berjumlah 35 personil itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan itu dibawah kendali Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih. 

AKP Aldhino Prima Wirdhan mengungkapkan, pembentukan timsus berjumlah 35 personil itu bertujuan agar perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ini bisa cepat terselesaikan.  “Ini (timsus) terdiri dari seluruh personil Satreskrim dengan dipimpin Saya, di bawah kendali Kanit PPPA,” tutur perwira tiga balok di pundak itu. 

Timsus itu, imbuhnya, akan dibagi tugas masing-masing supaya segera terselesaikan. “Nanti kita akan ploting sesuai tupoksi masing-masing, tujuannya biar gak lama-lama. Semoga cepat terungkap,” katanya. Seperti diberitakan, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik menaikkan kasus kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ke penyidikan. Namun, penyidik belum mengungkapkan Identitas terduga pelaku kekerasan tersebut. 

Selain peningkatan status penyidikan, penyidik telah melakukan penyitaan DVR CCTV sekolah. Mesin perekam digital itu telah diserahkan ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Hasilnya, masih menunggu waktu sekitar sepekan ke depan. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta Selengkapnya

Penyidik Reskrim Polres Gresik Naikkan Status Anak Dicolok Tusuk Bakso sampai Buta ke Penyidikan 

GRESIK,1minute.id – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8, memasuki babak baru. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan. 

Korban SAH, siswa SD di Kecamatan Menganti itu mengalami kebutaan salah satu matanya akibat dicolok tusuk bakso. Kasus SAH hingga mengalami kebutaan permanen ini menjadi atensi kepolisian resor Gresik. 

Pada Senin, 18 September 2023, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldino Prima Wirdhan didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih melakukan silaturahmi ke rumah anak korban di Kecamatan Menganti. Mereka diterima orang tua anak korban. Tampak hadir dalam silaturahmi itu, adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Camat Menganti Hendrawan Susilo. 

AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pihaknya mencari titik terang mengungkap kasus dugaan kekerasan yang dialami anak korban berinisial SAH, 8 tahun itu. Kekerasan terhadap anak korban itu mengakibatkan kebutaan. “Penyidik sudah menaikkan status menjadi penyidikan.  Aldhino melanjutkan, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk membuat perkara kekerasan ini menjadi terang benderang.

Diantaranya, Digital Video Recorder closed circuit television (DVR CCTV) yang ada di sekolah. Perekam video digital itu telah dibawah ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. “Untuk DVR CCTV sudah kami serahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengungkap kejadian sebenarnya,” kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Meski telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan penyidik belum mengungkapkan Identitas pelakunya karena masih menunggu hasil Labfor. “Butuh waktu  waktu selama sepekan,” katanya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial.  Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga diduga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Penyidik Reskrim Polres Gresik Naikkan Status Anak Dicolok Tusuk Bakso sampai Buta ke Penyidikan  Selengkapnya

Ditinggal Salat Subuh, Rumah Hangus Terbakar, Diduga Lupa Matikan Tungku Kayu Bakar

GRESIK,1minute.id – Bencana kebakaran itu kembali terjadi di kabupaten Gresik. Tadi pagi, Ahad, 17 September 2023 musibah menimpa Aswan. Rumah lelaki di Desa Petung, Kecamatan Dukun itu hangus menjadi arang. Tidak korban jiwa dalam kejadian kebakaran kali ke-61 di bulan September 2023 ini. Dugaan sementara masih dalam penyelidikan. 

Informasi yang dihimpun dari petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Gresik kebakaran terjadi pukul 04.45 WIB. Pagi pemilik rumah Aswan sedang pergi ke musala untuk menjalankan Salat Subuh berjamaah. Aswan melakukan aktivitas memasak masih menggunakan bahan bakar kayu menggunakan tungku pembakaran. Aswan ditengarai lupa memadamkan tungku api untuk memasak nasi tersebut. 

“Informasi dari tetangga awal mula titik api muncul dari bagian dapur rumah korban,” kata Kepala Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Ahad, 17 September 2023. Dalam dapur rumah semi permanen itu terdapat peralatan memasak dan bahan yang mudah terbakar. “Api sangat cepat membesar karena bangunan rumah korban mayoritas dari Kayu,” imbuh Sinaga. Korban Aswan melaporkan kejadian yang dialami kepada Dinas Damkarmat Gresik pada Pos Damkar Kecamatan Dukun. Upaya warga memadamkan api secara bergotong royong belum bisa menjinakkan amuk si jago merah. Tatkala, 

tim Damkar Pos Dukun tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 05.10 WIB. Tim Damkar berjumlah enam orang yakni Maskur ; Awaludin Jamil ; M. NAfis Nabawi ; Rudi Cahyono ;  Erik dan Zainut api sudah hampir membakar seluruh bangunan rumah. Mereka mengendarai satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air. (yad)

Ditinggal Salat Subuh, Rumah Hangus Terbakar, Diduga Lupa Matikan Tungku Kayu Bakar Selengkapnya

Desa Randuboto Kini Memiliki Amazon Van Java, Kapal Mini Feri, Segera Layar Perdana dari Dermaga Minapolitan Randuboto 

GRESIK,1minute.id – The Minion Ferry Boat Amazon Van Java Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik rencananya berlayar perdana pada Rabu, 20 September 2023. Kapal mini feri berbahan baja ini memiliki panjang 28,63 meter dan lebar 8,40 meter. Kapal feri telah mendapatkan persetujuan berlayar dari Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan, Kepala Sub Direktorat Sarana Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan.

Kabarnya izin kapal mini feri dari Kementerian Perhubungan ini adalah kali pertama di Indonesia untuk kapal penyebrangan sungai dan danau yang dikelola oleh Badan usaha milik Desa (BUMDes) itu.

Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan persiapan pelayaran perdana Amazon van Java pada Rabu, 20 September 2023 nanti. Kapal feri itu akan berangkat perdana dari Dermaga Minapolitan Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik sekitar pukul 13.00 WIB. “Mohon doanya,” kata Andhi Sulandra melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 16 September 2023. Amazon van Java adalah kapal Penyeberangan berbahan baja dengan berat kotor 50 grosstonase (GT). Kapal itu  bisa mengangkut dua unit truk beserta muatan itu bakal menjadi nafas baru kebangkitan ekonomi masyarakat desa setempat. 

Desa Randuboto sendiri memiliki 4 dusun yaitu: Dusun Randuboto, Tanjungsari, Ujungsari, dan Ujung Timur yang letaknya di seberang sungai Bengawan Solo. Selama ini, transportasi menuju Dusun Ujung Timur yang berada seberang hanya menggunakan perahu tambang. Untuk angkutan barang sangat sulit sehingga proses pembangunan di dusun tersebut membutuhkan biaya lebih mahal. Setelah kapal Amazon Van Java resmi beroperasi pembangunan di dusun tersebut akan semakin cepat. Kemudahan transportasi akan berdampak besar untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di sana. 

“Estimasi kami, Amazon van Java bisa 50 kali penyebrangan dalam sehari. Kapal ini untuk menunjang program DAK PPKT 2023 kementrian PUPR,” ujar Andhi Sulandra. 

Desa Randuboto menjadi perhatian publik bahkan pemerintah pusat setelah ditetapkan sebagai pilot project Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Desa Randuboto sebagai Kawasan integrasi di bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo semakin terlihat elok. 

Keberhasilan inilah yang membuat perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian PUPR, dan penerima DAK dari 47 Kabupaten/kota di 27 provinsi hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Mereka pun mengunjungi Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu itu pada Kamis, 11 Mei 2023 lalu. Kunjungan peserta kegiatan peningkatan kapasitas pemerintah daerah melalui Horizontal Learning DAK tematik pengentasan permukiman kumuh terpadu ini juga diikuti lebih kurang 1.400 peserta secara online. (yad)

Desa Randuboto Kini Memiliki Amazon Van Java, Kapal Mini Feri, Segera Layar Perdana dari Dermaga Minapolitan Randuboto  Selengkapnya