GRESIK,1minute.id – Disparekrafbudpora Gresik belum bisa memastikan temuan bebatuan warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik adalah situs. Tumpukan bebatuan itu diduga sebagai tempat pembakaran tembikar peninggalan kerajaan Majapahit itu ditemukan warga desa setempat pada Selasa, 20 September 2022.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Sutaji Rudi mengatakan, pihaknya masih menunggu tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. “Tadi ada perangkat desa Gosari ke kantor dan membawa foto-foto. Tapi, kami belum bisa memastikan situs atau bukan. Kita menunggu tim dari BPCB,”kata Sutaji Rudi pada Kamis, 22 September 2022.
Seperti diberitakan warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik menemukan tempat pembakaran tembikar diduga peninggalan kerajaan Majapahit pada Selasa, 20 September 2022.
Menurut Camat Ujungpangkah Arifin, penemuan benda purbakala sejenis bangunan bebatuan yang diduga tempat pembakaran tembikar itu bermula dari aktivitas warga membuat drainase air. “Tempat pembakaran yang lokasi sekitar 50 meter dari lokasi tempat penemuan artefak sebelumnya,”kata Arifin pada Rabu, 21 September 2022.
Kepala Desa Gosari Fathul Ulum menduga bebatuan berstruktur tersebut kemungkinan tempat pembakaran tembikar. “Melihat tanda-tanda di batunya mengarah ke era kerajaan Majapahit,”ujar Ulum. Saat ini, radius 10 meter dari lokasi penemuan benda purbakala itu telah disterilisasi. Kemendikbudristek RI menetapkan Situs Gosari sebagai cagar budaya.Diantaranya, sendang lanang, sendang bidadari, prasasti butulan dan tungku pembakaran tembikar.
Situs Gosari itu berlokasi dalam satu kawasan destinasi Wisata Gosari (Wagos). Selain wisata alam buatan yang menyuguhkan tanaman aneka warna. Wagos menjadi potensi wisata minat khusus yakni Situs.
Sutaji Rudi melanjutkan, kalau membaca sejarah di lokasi penemuan benda purbakala itu adalah tempat pembuatan gerabah pada masa kerajaan Majapahit. “Temuan warga desa itu ada kemungkinan benda purbakala,”kata Sutaji Rudi menduga. (yad)
MELONGOK Keberadaan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
SEJUMLAH orang sedang melakukan pembuatan kapal motor. Kapal berbahan fiberglass. Kapal Katamaran multipurpose ini istimewa. Sebab, kapal tersebut digarap secara “keroyokan”. Yakni, mahasiswa jurusan teknik perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), siswa SMK Maskumambang di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik.
Kapal Katamaran Multipurpose itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Estimasi pembuatan kapal butuh waktu 20 hari. “Biaya tidak sampai Rp 50 juta,”kata Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Kamis, 22 September 2022.
Kapal Katamaran ini adalah kapal kali kedua yang digarap di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG berlokasi di dekat Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu.
Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, kata Yusa, mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu.
KAPAL FIBERGLASS: Kapal berbahan fiberglass pesanan pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat yang dikerjakan di Living Labolatory Maritime UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan RE.Martadinata , Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 7 Juli 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG melakukan peningkatan kompetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.
Kapal memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter. Draft 40 centimeter ini mampu berlayar di perairan dengan kedalaman 40 centimeter dan Kemampuan angkut 15 ton.
“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Yusa.
Selain membuat kapal Katamaran Multipurpose, lanjutnya, mereka melakukan rekonstruksi kapal fiberglass yang sempat tenggelam 7 tahun lalu. Living laboratory Maritime UMG ini berdiri pada 18 Juni 2021. Kini, baru 15 bulan atau memasuki tahun kedua. Lokasi Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya pabrikan. Di Living Labolatory Maritime ini, para mahasiswa, siswa dan anggota Parasandi mengerjakan pembuatan kapal fiberglass di lahan terbuka. Dekat bantaran Dermaga Pesona Pekelingan. Atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari.
Living laboratory atau sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean, melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan pelayaran dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) pada Rabu, 21 September 2022.
Sosialisasi digelar di halaman terminal pelabuhan Bawean itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Sosialisasi diawali peragaan tar tata cara penggunaan life jacket.
Aminatun Habibah mengatakan, kegiatan sosialisasi keselamatan pelayaran sebagai upaya pemerintah untuk menyadarkan kembali seluruh lapisan masyarakat khususnya pengguna jasa moda transportasi laut. “Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama,”tegas Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.
Menurut Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah untuk mewujudkan transportasi laut yang aman dan selamat, tentu saja kita bersama harus menempatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, sebagai budaya bagi para pengguna transportasi laut.
“Dengan menjadikan budaya, segala upaya penanganan keselamatan pelayaran yang selama ini dilakukan, diharapkan bukan hanya dalam bentuk penanganan musibah yang bersifat responsif saja, tetapi juga dilakukan tindakan – tindakan pencegahan yang bersifat preventif,”imbaunya.
Wabup berpesan, kepada seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan Bawean, untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan pengawasan, bagi pemenuhan persyaratan keselamatan pelayaran terhadap kapal yang beroperasi di wilayah kerja pelabuhan Bawean.
“Dengan keselamatan pelayaran yang terjamin, diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi pariwisata di Pulau Bawean,”ujarnya yang dihadiri oleh Kepala KUPP kelas III Bawean Azwar Anas, Kepala UPT KPLP kelas III Bawean Muhammad Hanafiah, Forkopimcam Sangkapura, Perwakilan Operator Kapal tradisional Bawean dan undangan lainnya.
Kegiatan sosialisasi ini sebagai penutup kunjungan kerja Wabup Aminatun Habibah di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean selama 3 hari, mulai Senin, 19 September 2022. Bu Min yang juga Ketua Nyai Nusantara itu kemudian memberikan life jacket secara simbolis kepada operator kapal tradisional Bawean. (yad)
GRESIK,1minute.id – Penyidik unit pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik masih kesulitan mengungkap motif dugaan pembunuhan Elly Prasetya Ningsih. Meski, polisi telah menangkap dan menetapkan Hendra Setiawan, 43, sebagai tersangka. Hendra adalah suami siri perempuan 42 tahun yang mayat ditemukan area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Rabu, 7 September 2022 pukul 09.00 WIB.
Kini, tersangka Hendra Setiawan membuat pengakuan mengejutkan. Lelaki yang sudah mempunyai istri sah dan anak itu membantah telah menghabisi istri sirinya yang telah memberikan satu momongan berusia 3,5 tahun itu. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum tersangka Hendra Setiawan, Sulton Sulaiman pada Rabu, 21 September 2022.
Sulton mengaku telah menemui klien sebsnyak tiga kali. Dalam pertemuan itu, kata Sulton, tersangka Hendra Setiawan bersikukuh membantah membunuh istri siri itu. “Klien mengaku korban meninggal karena sakit,”tegas Sulton ketika dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 21 September 2022.
Ia menceritakan sebelum meninggal, korban Elly Prasetya Ningsih berulangkali pingsan. “Pingsan sejam, dua jam kemudian siuman. Pingsan lagi. Sadar lagi. Dan, itu (sakit) sejak dua tahun terakhir,”katanya. Puncaknya, pada Senin, 5 September 2022 sekitar pukul 12.00 WIB.
Siang itu, terang Sulton, korban pingsan. Tersangka Hendra menunggui istrinya sadar. Setelah ditunggu satu jam, dua jam sampai Senin malam Elly tidak sadar. Keesokan harinya, tersangka mengetahui istri siri meninggal. “Jadi, Senin malam itu klien tidur bareng istrinya yang telah meninggal itu,”terangnya.
Mengetahui istri meninggal, tersangka Hendra panik, bingung. Masih menurut Sulton, klien mau lapor perangkat desa takut. Sebab, keberadaan dia bersama istri dan anaknya selama ini hingga memiliki anak perempuan berusia 3,5 tahun di Desa Beton, Kecamatan Menganti “ilegal”. Tidak melaporkan ke desa.
Tersangka Hendra, terang Sulton, mengaku sudah telepon keluarga istri di Lumajang tapi tidak mendapat respon. “Klien memutuskan untuk membuang jenazah dengan harapan bisa diketahui oleh keluarga istri di Lumajang. Korban dibuang menjelang Mahrib,”tegasnya.
Seperti diberitakan, warga Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng gaduh pada Rabu, 7 September 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Warga gaduh karena menemukan mayat tanpa identitas dalam tas. Kondisi mayat bau. Diduga lebih dari sehari. Polisi berhasil mengungkap identitas mayat itu. Ia bernama Elly Prasetya Ningsih, 42 tahun.
Korban kelahiran Yosowilangon, Lumajang. Hasil otopsi Elly diduga korban pembunuhan. Pelakunya diduga adalah suami siri korban berinisisl Hendra Setiawan (HS), 43 tahun.
Tersangka dibekuk anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro di Surabaya pada Minggu malam, 11 September 2022. “Hasil penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Gresik, mayat ditemukan di Desa Gluranploso itu korban pembunuhan,”ujar AKBP Mochamad Nur Azis didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro di Mapolres Gresik pada Senin, 12 September 2022. (yad)
GRESIK,1minute.id – Warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik menemukan tempat pembakaran tembikar diduga peninggalan kerajaan Majapahit pada Selasa, 20 September 2022.
Kini, petugas dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik sedang melakukan penelitian benda purbakala sejenis bebatuan warna putih tulang itu. Lokasi penemuan benda purbakala itu telah dipasang garis polisi (Police Line).
“Kami pasang garis polisi karena ada permintaan pemerintah desa setempat agar masyarakat tidak bisa masuk,”ujar Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin kepada 1minute.id pada Rabu, 21 September 2022.
Menurut Camat Ujungpangkah Arifin, penemuan benda purbakala sejenis bangunan bebatuan yang diduga tempat pembakaran tembikar itu bermula dari aktivitas warga membuat drainase air. “Kemhngkinan tempat pembakaran tembikar. Lokasi sekitar 50 meter dari tempat penemuan artefak sebelumnya,”kata Arifin pada Rabu, 21 September 2022.
GARIS POLISI: Tempat penemuan tempat pembakaran tembikar di Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik dipasang garis polisi oleh Polsek Ujungpangkah (Foto: Istimewa)
“Melihat batubatanya seperti peninggalan zaman Majapahit. Desa sudah melakukan koordinasi dengan disparbud (Disparekrafbudpora Gresik,Red),”imbuh mantan Camat Kedamean itu.
Kepala Desa (Kades) Gosari Fathul Ulum mengatakan, menduga bebatuan berstruktur tersebut kemungkinan tempat pembakaran tembikar. “Melihat tanda-tanda di batunya mengarah ke era kerajaan Majapahit,”ujar Ulum. Saat ini, radius 10 meter dari lokasi penemuan benda purbakala itu telah disterilisasi.
Untuk diketahui, Kemendikbudristek RI menetapkan Situs Gosari sebagai cagar budaya. Diantaranya, sendang lanang, sendang bidadari, prasasti Butulan dan tungku pembakaran tembikar. “Dari gua Butulan berjarak sekitar 100 meteran,”tegasnya. Menurut Ulum, konon berdasarkan cerita di sekitar tempat penemuan artefak dan benda purbakala lainnya adalah tempat pembuatan tembikar pada zaman Kerajaan Majapahit. “Tembikar kualitas ekspor,”katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memperkuat pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan meggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Semarang pada Senin, 19 September 2022.
Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, sebagai anggota holding Pupuk Indonesia yang mendapat amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai pelosok di tanah air, pengamanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi adalah prioritas. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat pengawasan dalam pendistribusiannya, dengan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) di berbagai daerah untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai dengan e-RDKK dan regulasi yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 13 Tahun 2013.
“Pupuk bersubsidi memiliki peranan vital dalam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu pupuk ini harus sampai di tangan petani yang berhak sesuai dengan prinsip 6T (tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu). Kami berharap melalui kolaborasi dengan Polda Jawa Tengah ini, dapat mencegah praktik penyelewengan pupuk bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”tandas Dwi Satriyo.
Nota Kesepahaman ini, diantaranya mengatur tentang pengamanan dan pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik; penegakan hukum atas pelanggaran ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi; sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada seluruh elemen yang terlibat, serta pelibatan personel, sarana, dan prasarana guna mendukung kelancaran pengamanan, pengawalan, dan penegakan hukum penyaluran pupuk bersubsidi.
Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain berkolaborasi dengan APH, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Diantaranya melalui Distribution Planning & Control System (DPCS), Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).
“Aplikasi ini diciptakan untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) hingga ke kios-kios resmi (Lini IV). Melalui aplikasi digital ini, pengawasannya akan semakin dimudahkan dan real time,” pungkas Dwi Satriyo.
Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Petrokimia Gresik adalah Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang mengelola pupuk bersubsidi untuk petani di dalam negeri dan juga memiliki andil dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sehingga keberlangsungan perusahaan harus terjaga dari potensi ancaman, gangguan, dan hambatan.
“Tujuan dari Nota Kesepahaman ini untuk terwujudnya pengamanan dan pengawalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak positif dalam pendistribusian pupuk,” tandas Kapolda Jawa Tengah.
Kolaborasi dengan APH untuk memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah. Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Kejati Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan dengan Kejaksaan Negeri Gresik.
“Pengawasan penyaluran pupuk subsidi di lapangan tidak bisa hanya dilaksanakan oleh kami sebagai produsen, melainkan butuh dukungan dari berbagai pihak. Semakin banyak pihak yang proaktif maka pengawasannya akan semakin ketat,”tandasnya.
Sebagai informasi, pupuk bersubsidi merupakan amanah dari negara yang penyalurannya sebagian ditugaskan kepada Petrokimia Gresik. Berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi teridiri dari Urea dan Phonska dan peruntukannya dibatasi pada sembilan komoditas utama yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao. (yad)
GRESIK,1minute.id – Forum Pemadam Kebakaran (Damkar) Gresik terbentuk pada Rabu, 20 September 2022. Forum Damkar kali pertama di Indonesia ini beranggotakan 23 perusahaan yang memiliki mobil damkar. Pembentukan forum ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Peserta sepakat memilih PT Petrokimia Gresik sebagai ketua forum dengan koordinator dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik itu. Terbentuk forum ini, sebuah angin segar bagi masyarakat, pemilik perusahaan, pemerintah maupun calon investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
Sebab, hadirnya forum damkar ini penanganan kebakaran lebih cepat dan efisien. Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) ukuran ideal dilihat dari respon time yakni 15 menit petugas sudah harus sampai ke lokasi kebakaran usai menerima laporan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gresik memiliki potensi besar iklim investasi. Tapi seiring perkembangan itu, risiko keadaan darurat seperti kebakaran juga tinggi. Forum ini sangat penting dengan seiringnya kemajuan investasi di Gresik. “Dari sini, setiap perusahaan bisa saling kolaborasi ketika ada kejadian penanganan kebakaran,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 20 September 2022.
Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Asisten Suyono, Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga. Damkarla Gresik memiliki 12 unit mobil damkar. Rincianya, 8 mobil damkar dan 4 mobil suplai air. Damkarmat memiliki posko utama di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas dan dua posko lainnya di Kecamatan Driyorejo dan Dukun. Dengan luas wilayah 1.191,25 km² yang terbagi dalam 18 kecamatan, 330 desa, dan 26 kelurahan.
Selama ini ketika ada kebakaran di wilayah di luar perkotaan respon time melebihi standar Permendagri yakni 15 menit. “Selama ini memang cukup sulit karena armada terbatas,”kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga.
Ia melanjutkan, terbentuknya forum damkar ini menjadikan kekuatan damkar mencapai 40 unit mobil. “Ketika terjadi kebakaran bisa saling membantu,”katanya.
Seperti diberitakan, kondisi geografis di Kabupaten Gresik ideal setiap kecamatan atau minimal ada 10 titik posko. Termasuk, posko damkar di Pulau Bawean. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 13 pasangan suami-istri (pasutri) mengikuti Isbat Nikah terpadu pada Selasa, 20 September 2022. Sidang isbat kemudian dilanjutkan “resepsi” ini digelar di Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik itu.
“Alhamdulillah kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik bisa memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dalam kelengkapan administrasi, baik dalam bentuk buku nikah maupun dokumen kependudukan melalui pelayanan terpadu Isbat Nikah,”ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman saat membuka isbat nikah.
Washil menjelaskan Isbat Nikah yang merupakan hasil kolaborasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gresik dengan Pengadilan Agama (PA) Gresik, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. Puluhan pasutri itu berasal dari 8 Kecamatan.
Pelayanan terpadu Isbat Nikah menghasilkan dokumen keputusan Isbat Nikah dari Pengadilan Agama Gresik. Juga diberikan dokumen kependudukan yakni kartu penduduk elektronik (e-KTP) , kartu keluarga dan akta kelahiran. Dokumen kependudukan itu dari Disdukcapil Gresik. Serta, buku nikah.
“Dengan dilaksanakan Isbat Nikah ini, maka akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap pasangan suami istri dan status anak yang dilanjutkan dalam perkawinan tersebut,”terang mantan Kepala Dinas Perumahab dan Kawasan Permukiman Gresik itu.
Sementara itu, Plt Disdukcapil Gresik Khusaini menambahkan selain memberikan perlindungan dan kepastian hukum status perkawinan suami-istri dan anak, Isbat Nikah ini juga memberikan kemudahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat terkait pelayanan Isbat Nikah, pencatatan perkawinan dan penerbitan dokumen kependudukan. Dan yang tidak kalah penting adalah, membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan akta perkawinan dan dokumen kependudukan.
“Dokumen kependudukan merupakan hak siapapun, termasuk anak atau putra-putri kita,” tegas Khusaini. Pasutri tertua dan termuda yang mengikuti Isbat adalah H.M Sulhan, 63 dan Lilik Fauziyah,48 tahun dan Ali Muafan, 24, dan Yuli Aminatuzzahro’, 19.
Alfarensa dan Hamidah, pasangan dari Kecamatan Gresik menjadi salah satu peserta dalam Isbat Nikah hari ini mengaku sangat berbahagia. Pada 2017 ia menikah dan memiliki 2 orang anak. ” Akhirnya pada hari ini bisa memiliki dokumen nikah dan kependudukan yang diakui negara,”katanya.
Sebagai informasi, di Kabupaten Gresik pernikahan secara agama (nikah siri) masih banyak terjadi. Tercatat pada triwulan pertama tahun 2020, sebanyak 600 pasangan menikah secara agama, jika sampai hari ini diperkirakan jumlahnya kurang lebih mencapai 1.000 pasangan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Abdul Fayyath, 30, dan Asy’ari, 30. Kedua warga Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Senin malam, 19 September 2022.
Kedua nelayan itu tenggelam ketika sedang mencari ikan di perairan Pulau Bawean. Kabar duka sampai ke telinga Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik saat itu sedang melakukan lawatan ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan melakukan takziah ke rumah duka.
Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah didampingi Camat Tambak Muh Nur Syamsi dan Kades Kepuhteluk Tamyiz.
Suasana pun haru. “Saya pribadi dan atas pemerintah ikut belasungkawa atas musibah ini, mudah-mudahan tetap sabar, dan keluarga yang ditinggalkan tetap kuat,”kata Bu Min dengan nada suara lirih. Ketua ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Gresik itu lalu memeluk Khasiatul Ula, keluarga korban. “Terimakasih atas kedatangan ibu (Wabup Aminatun Habibah, Red),”kata Khasiatul Ula.
Diketahui, Abdul Fayyath, 30, dan Asy’ari, 30, meninggal saat mencari ikan di perairan Pulau Bawean. Saat itu mereka tidak sengaja melewati batas aman dan akhirnya terperosok dan terbawa arus laut. Ketika dicari oleh warga sekitar, mereka berdua ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernafas. Meninggal. Kabar duka langsung menyebar. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Bawean mulai Senin hingga Rabu besok, 19-21 September 2022.
Semasa hidupnya mereka berdua aktif tergabung dalam PMII di Pulau Bawean. Abdul Fayat merupakan pengurus inti Komisariat Hasan Jufri. Sedangkan Asyari merupakan anggota dari PMII Komisariat Harun Thohir Bawean. (yad)
GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan improvement pada proses distribusi melalui aplikasi digital, Petroport. Digitalisasi operasional Pelabuhan ini implementasinya mampu memberikan efisiensi pada setiap prosesnya. Biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaska Petroport adalah sebuah sistem berbasis web dan aplikasi mobile yang memiliki fungsi pengawasan, pencatatan, pelaporan serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems) yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bongkar muat Pelabuhan Petrokimia Gresik.
Ia mengungkapkan, Petroport selama beberapa periode terakhir telah memberikan added value bagi perusahaan, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder, memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan.
“Operasional pelabuhan yang efektif dan efisien, pada akhirnya akan meningkatkan competitiveness bagi Petrokimia Gresik. Produk-produk yang dihasilkan akan menjadi pilihan bagi petani maupun konsumen lain,”ujar Dwi Satriyo pada Senin, 19 September 2022.
Adapun penghematan yang didapatkan Petrokimia Gresik sejak diaplikasikannya Petroport ini diantaranya, biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen. Dengan demikian, aplikasi ini mampu mendukung cost reduction program yang dijalankan Petrokimia Gresik.
Kemudian, kinerja pelabuhan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan bongkar muat dapat diselesaikan lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Hal ini dapat dilihat dengan turunnya denda demurrage yang harus dibayar ke kapal, serta meningkatnya pendapatan despatch atau biaya kompensasi yang diterima perusahaan.
Pada 2021, pendapatan despatch naik sebesar 70% menjadi USD 1,13 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja yang sama juga ditunjukkan pada semester pertama tahun ini, 2022, dimana realisasi despatch sudah mencapai USD 920 ribu.
TUKS PETROKIMIA GRESIK: Suasana Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik pada Sabtu, 17 September 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Optimalisasi kinerja Pelabuhan tersebut diperoleh dari fitur-fitur inovatif yang ada dalam aplikasi. Pertama, Petroport memiliki fungsi pencatatan kegiatan bongkar muat serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), karena Petroport dilengkapi dengan Smart Dashboard.
“Kita dapat menginput data bongkar muat secara mobile dimanapun berada. Input data kapal, jadwal kedatangan kapal maupun pencatatan kegiatan bongkar muat, dapat dilakukan menggunakan handphone maupun tablet,”jelasnya.
Dengan bantuan teknologi ini, perusahaan juga mampu menurunkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 45%, karena alur kerja menjadi semakin efektif dan efisien. Hal ini selaras dengan Program Kerja Perusahaan untuk selalu melakukan efisiensi, khususnya dibidang SDM.
Kedua, fitur lain yang juga sangat inovatif adalah Load Unload Routing (LUR) yang dapat memberikan informasi antrean kapal, perkiraan lama kegiatan serta estimasi kapal yang akan berangkat. Selain itu juga memberikan rekomendasi jalur dan alat bongkar muat yang paling efisien, serta informasi bongkar muat secara realtime.
“Jika ada indikator warna merah berarti kecepatan bongkar muat berada di bawah kontrak, sehingga harus segera dilakukan langkah tindak lanjut agar tidak terjadi demurrage. Sedangkan warna hijau berarti kegiatan bongkar muat berjalan sesuai kontrak rate yang ada,” tandasnya.
Ketiga, Petroport juga dilengkapi fitur Automatic Port Reporting (APR). Fitur ini digunakan untuk otomatisasi sistem reporting kinerja pelabuhan. Melalui fitur ini dapat diperoleh laporan kinerja bongkar muat tanpa harus mengolah data-data terlebih dahulu.
“Pada fitur ini ada alert atau alarm apabila ada KPI (Key Performance Indicator) ada yang tidak tercapai, sehingga dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan langkah tindak lanjut,” ujarnya.
Keempat, untuk melakukan pengawasan kegiatan bongkar muat, Petroport dilengkapi fitur Digital Port Supervising (DPS) dimana sistem pengawasan dilakukan dengan berbasis CCTV yang dilengkapi dengan mobile paging system. Fitur ini dapat dikontrol secara langsung di command center Pelabuhan.
Melalui fitur ini, operator juga dapat memonitor kegiatan bongkar muat walaupun sedang tidak berada di pelabuhan. serta dapat melakukan komunikasi atau memberikan peringatan apabila ada ketidaksesuaian dalam operasional bongkar muat di pelabuhan.
Terakhir, Petroport juga memiliki fitur Electronic Chart and Display Information System (ECDIS) yang dilengkapi dengan Automatic Identification Systems (AIS) serta Early Warning System (EWS). Dimana AIS dapat memonitor posisi semua kapal yang akan sandar di Pelabuhan Petrokimia Gresik. Sehingga dapat memperkirakan berapa lama perjalanan dibutuhkan dan waktu kapal akan tiba di pelabuhan.
Sedangkan, EWS dapat menjaga kondisi kapal serta aset lain yang ada di dermaga saat ada kapal yang melintas di sekitar area pelabuhan. Seperti diketahui, Pelabuhan Petrokimia Gresik berada di jalur melintas kapal-kapal besar menuju Surabaya atau sebaliknya. Fitur ini dapat memberikan peringatan kepada kapal yang melintas agar menjaga kecepatan sesuai dengan ketentuan yang ada.
“Aplikasi ini pun mendapat perhatian banyak pihak, beberapa perusahaan lain telah melakukan benchmarking ke Petrokimia Gresik untuk mempelajari dan mengadopsi Petroport. Tentu saja hal ini menjadi penyemangat buat kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan serta menyediakan produk pupuk dengan daya saing tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya ketahanan pangan nasional,” tutupnya.(yad)