Dua Alap-alap Sepeda Motor di Tujuh TKP Diringkus Sat Reskrim Polres Gresik


GRESIK, 1minute.id – Ini dia wajah duo alap-alap sepeda motor yang meresahkan masyarakat Gresik Selatan. Dia adalah Nur Akhyani alias Ojek , 48 dan Nur Wahyudi alias Yudi, 26. Keduanya kepada polisi mengaku asal Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik. 

Berbekal obeng duo pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mengaku telah melahap tujuh sepeda motor.  Di tujuh lokasi di wilayah Gresik Selatan. Mulai Menganti hingga Driyorejo.  Kini, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gresik menghentikan sementara aksi mereka. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Tersangka Yudi ditangkap lebih dulu di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti. Berikutnya, Ojek digerebek di kamar kosnya di desa sama, Gempolkurung.

“Dari hasil penyidikan, kedua tersangka ini setidaknya telah melakukan curanmor di 7 TKP,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 5 Agustus 2021. Modus operandinya, imbuh alumnus Akpol 2001, itu tersangka melakukan hunting mencari sasaran sepeda motor yang tidak dikunci setir antara pukul 03.00 hingga 05.00. “Dari tujuh TKP itu, pelaku beraksi sebelum Subuh. Mereka menuntun menjauh dari rumah korban. Lalu menstarter,”kata Arief Fitrianto. 

Aksi kawanan penjahat spesial sepeda motor itu dilakukan pada Rabu, 28 Juli 2021. Mereka berdua menggasak motor Sai’in, 47, di teras rumahnya di Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti. Mereka mencuri sepeda motor bebek warna kuning tahun pembuatan 2008 nopol W 5233 AC. 

BARANG BUKTI: Peralatan yang digunakan duo pelaku pencurian kendaraan bermotor di bekuk Satreskrim Polres Gresik (foto: Humas Polres Gresik for 1minute.id)

Korban memarkir motor di teras samping rumahnya. Ketiduran, lalu badal Subuh didapati motornya sudah raib. Atas kejadian yang menimpanya Sai’in melapor ke kantor Polisi terdekat. Berdasarkan laporan korban itu anggota unit reserse mobile (Resmob) Polres Gresik melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi yang mengerucut pada Ojek dan Yudi, diketahui mereka merupakan maling kawakan di daerah tersebut.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan motor bebek 125 CC warna kuning Nopol W 5233 AC juga motor warna warna hitam seterip biru tanpa plat nomor yang digunakan melancarkan aksinya.
Selain itu 3 unit seluler yang terdiri dari warna hitam dua unit dan satu unit gawai warna putih. Serta sebuah obeng , dua buah kunci pas ukuran 8-10 dan 12-14 sebagai barang bukti. (yad)

Dua Alap-alap Sepeda Motor di Tujuh TKP Diringkus Sat Reskrim Polres Gresik Selengkapnya

Program 1 Juta Vaksin Sehari, Seluruh Tahanan Polres Gresik Divaksinasi

PERIKSA KESEHATAN : Tahanan Polres Gresik menjalani pemeriksaan kesehatan tersangka sebelum menjalani vaksinasi di ruang Tahti Polres Gresik pada Rabu, 4 Agustus 2021 ( Foto : Humas Polres Gresik for 1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Sebantak 40 tahanan Polres Gresik menjalani vaksinasi di ruang tahanan dan barang bukti (Tahti) Polres Gresik pada Rabu, 4 Agustus 2021. Mereka adalah para tersangka berbagai kasus kejahatan yang diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik.

Vaksinasi dosis pertama bagian dari ikhtiar Korp Bhayangkara mencegah terjadinya persebaran virus corona berawal ditemukan di Wuhan, Tiongkok memasuki tahun kedua di Indonesia itu.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan vaksinasi para tahanan ini dalam rangka mensukseskan program pemerintah dengan satu hari satu juta vaksin. Kasat Tahti Ipda Soleh berkoordinasi dengan urusan Kedokteran dan Kesehatan (Urdokkes) Polres Gresik untuk melakukan vaksin bagi seluruh tahanan.

Mayoritas vaksin dosis pertama. “Ada beberapa tahanan juga sudah melakukan vaksin tahap kedua. Hari ini seluruh tahanan di vaksin guna mencegah penyebaran Covid-19 di dalam tahanan,”imbuhnya. (yad)

Program 1 Juta Vaksin Sehari, Seluruh Tahanan Polres Gresik Divaksinasi Selengkapnya

Diduga Gelapkan Uang Penjualan Kertas senilai Rp 653 Juta, Mantan Sales Adiprima Suraprinta Dilaporkan ke Polisi

Corporate Legal PT Adiprima Suraprinta Bagus Setyo Herdiyanto (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Corporate Legal PT Adiprima Suraprinta Bagus Setyo Herdiyanto melaporkan mantan salesnya ke Polres Gresik pada Rabu, 4 Agustus 2021. Ia berinisial DPI. Perempuan 35 tahun itu tinggal di Jalan Beton Raya, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) di Kecamatan Manyar, Gresik. Terlapor DPI diduga menggelapkan uang hasil penjualan kertas  laminasi (bungkus nasi) sebesar Rp 653.058.088.

Seharusnya, uang ratusan juta hasil penjualan disetorkan ke perusahaan berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Gresik itu. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh terlapor. Polisi masih melakukan penyelidikan dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh terlapor itu. Bila terbukti, polisi bakal menjerat terlapor dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sekitar pukul 14.30, Corporate Legal PT Adiprima Suraprinta Bagus Setyo Herdiyanto mendatangi kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Bagus diterima Aiptu Sapto H.Widodo, SPKT Polres Gresik. Dalam tanda bukti lapor Nomor TBL- LP/B/379/VII/2021/SPKT/Polres Gresik/Polda Jatim disebutkan kronologis kejadiannya. Pada Kamis, 21 Januari 2021 sekira pukul 10.00  Setyo Mardi Utomo, Menejer keuangan PT Adriprima Suraprinta melakukan audit penjualan kertas laminasi ke Toko Barokah Grup.

Audit dilakukan karena terdapat selisih harga barang sebesar Rp 653.058.088. Setelah dilakukan audit tersebut saksi Sumiasih yang menjabat sebagai staf keuangan mendatangi Toko Barokah Grup untuk mengklarifikasi selisih harga barang dari hasil audit tersebut. Saat di klarifikasi Harianto pemilik Toko Barokah Grup menerangkan bahwa selama ini melakukan pembayaran langsung ke PT Adiprima Suraprinta dan juga melakukan pembayaran ke pihak terlapor.

Dengan adanya hasil audit dan keterangan pemilik toko Barokah Grup. Bagus Setyo Herdiyanto sebagai pelapor menghubungi terlapor Dita untuk mempertanggung jawabkan selisih harga barang tersebut. Namun sampai kini pihak terlapor. 

“Sekitar 5 bulan lalu, Saya pernah mendatangi rumah dan bertemu dengan terlapor. Saat itu, ia berjanji menyelesaiakan secapatnya.Tapi, sampai hari ini,”kata Bagus usai melapor ke Polres Gresik pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Karena tidak ikhtikad baik itu, imbuhnya, manajemen memutuskan untuk melaporkan dugaan penggelapan uang tersebut ke Polres Gresik. Dalam laporan itu, terlapor dijerat dengan pasal 374 KUHPidana. Pasal 374 KUHP berbunyi “Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.” (yad)

Diduga Gelapkan Uang Penjualan Kertas senilai Rp 653 Juta, Mantan Sales Adiprima Suraprinta Dilaporkan ke Polisi Selengkapnya

Suropadi, Camat Duduksampeyan Nonaktif Dituntut 8 Tahun, Mengganti Kerugian Negara Rp 1,046 Miliar


SIDOARJO, 1minute.id – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo menggelar sidang lanjutan dugaan penyagunaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Selasa, 3 Agustus 2021.
Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik dengan terdakwa Suropadi.

Dalam surat tuntutan itu, JPU Kejari Gresik Esti Harjanti Chandrarini menuntut Camat Duduksampeyan non aktif itu selama 8 tahun penjara. Selain itu, jaksa penuntut membebani terdakwa Suropadi mengganti kerugian negara sebesar Rp 1, 046 miliar dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan.

Pada surat tuntutannya,  yang dibacakan oleh JPU Kejari Gresik Esti Harjanti Chandrarini itu, menilai terdakwa telah terbukti melalukan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan Duduksampean periode 2017-2019. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi senbagaimana telah diubah dengan UU nomor 21/ 2001. 

“Menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana selama 8 tahun dan denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan penjara,”tegas Jaksa Esti Harjanti Chandrarini. Tidak hanya itu, jaksa Esti, juga mewajibkan kepada terdakwa  membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 1,046 miliar dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar selama satu bulan sejak dinyatakan inkrah maka harta bendanya akan disita untuk negara untuk dilelang.

Apabila harta bendanya tidak mencukupi maka akan di ganti dengan hukuman penjara selama 4 tahun. 
Artinya, bila terdakwa Suropadi tidak bisa membayar uang pengganti kerugian negara dan denda, masa hukuman Camat Duduksampeyan non aktif itu diakumulasi menjadi 12,6 tahun.

Pada tuntutan diuriakan, bahwa anggaran Kecamatan Duduksampeyan tahun 2017 – 2019 telah di korupsi oleh terdakwa. Hasil audit dari Inpektorat selang 3 tahun, muncul kerugian negara sebesar 1,046 miliar. Sidang yang dilakukan secara virtual dengan Majelis hakim yang diketuai Johanis ditunda minggu depan dengan agenda pledoi atau nota pembelaan dari terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa. 

KUASA HUKUM SUROPADI : Tim kuasa hukum terdakwa Suropadi diketuai Fajar Yulianto (tiga dari kiri) dalam sidang sebelumnya di Pengadilan Tipikor Surabaya ( Foto : dok/ist)

Terpisah kuasa hukum terdakwa Suropadi, Fajar Yulianto mengatakan  tuntutan Jaksa terlalu tinggi. Untuk itu, kami selaku kuasa hukum terdakwa akan melakukan perlawanan atas tuntutan jaksa dengan membuat nota pembelaan. 

“Tuntutan ini sungguh di luar ekspetasi, boleh dikatakan tuntutan sangat istimewa. Ternyata untuk mencari sebuah keadilan memang tidak mudah. Memberikan kata adil buat seorang Suropadi yang telah melakukan pengabdian, loyalitas tanpa batas serta segudang prestasi yang kasat mata tidak dapat dipungkiri dalam menjalankan jabatanya demi kemajuan wilayah kecamatan Duduksampeyan pada khususnya dan berbagai prestasi membawa nama baik, seakan lenyap begitu saja tanpa bekas,”ujar Fajar mengutarakan kecewaannya atas tingginya tuntutan jaksa.

Masih menurut Fajar, tingginya tuntutan sangat tidak proposional dan tidak  sebanding dengan jasa terdakwa atas pengabdian sebagai Camat Duduksampeyan. Pada pledoi nanti akan kami jabarkan bahwa terdakwa tetap tidak pernah merugikan keuangan negara. Pasalnya, fakta dilapangan terlalu banyak kegiatan yang tidak dianggarkan sehingga sebagai camat harus memutar otak untuk subsidi silang memenuhi biaya kegiatan kegiatan lain tersebut yang tidak tercover. (yad) 

Suropadi, Camat Duduksampeyan Nonaktif Dituntut 8 Tahun, Mengganti Kerugian Negara Rp 1,046 Miliar Selengkapnya

Bripka Nuki Seputro, Catat Rekor Terbanyak Donor Plasma Konvalesen di Gresik

GRESIK,1minute.id – Nama Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Nuki Seputro patut dicatat sebagai Pahlawan Covid-19. Sebab, Nuki, begitu panggilan akrab, anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Gresik itu berhasil membunuh rasa takut dengan rasa kemanusiaan. 

Sebab, Nuki rela melakukan donor plasma konvalesen untuk membantu masyarakat yang sedang berjuang untuk bisa hidup karena terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19). Ia tidak hanya sekali. Tapi, kurun waktu antara Februari hingga Juli 2021, Nuki sudah sembilan kali donor plasma konvalesen di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Gresik untuk donor darah plasma.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memberikan apresiasi kepada anggotanya memiliki empati tinggi kepada masyarakat itu. “Reward diberikan sebagai apresiasi setinggi – tingginya atas kinerja dan sebagai motivasi bagi anggota yang lain.  Karena kedepan tugas kita tidak semakin ringan namun semakin berat,”kata alumnus Akpol 2001 itu pada Senin, 2 Agustus 2021. 

Bagaiamana reaksi Bripka Nuki Seputro mendapatkan  reward dari pimpinannya itu. “Sangat senang. Niat Saya melakukan donor plasma semata-mata ingin menolong sesama,”ujar Nuki. Ia menceritakan saat berjuang hidup karena terpapar corona virus disease 2019. 

Selama beberapa pekan dirawat ia mendapatkan banyak pertolongan dari para sahabatnya. Pertolongan itu berupa motivasi hingga donor plasma. Ia pun bisa melewati masa kritis hingga akhirnya sembuh.  Namun, Covid-19 belum berakhir. Bahkan, masyarakat terpapar virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu semakin banyak.

Jiwa Nuki terpanggil untuk menolong sesama. “Dimasa pandemi ini pasti banyak yang membutuhkan donor plasma kovalesen. Hati Saya terpanggil ingin membatu dengan cara donor plasma konvalesen,”katanya. 
Ia pun pergi ke kantor PMI Gresik untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. Tidak hanya sekali. Sejak Februari hingga Juli 2021 anak buah AKP Yanto Mulyanto, Kasatlantas Polres Gresik ini telah melakukan donor plasma konvalesen sebanyak 9 kali.

Nuki pun tercatat sebagai pendonor plasma terbanyak di Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik. Ia mengaku keluarga sangat mendukungnya. “Tidak ada kekhawatiran karena Saya niatnya membantu sesama dan saya anggap ini sebagai ibadah serta saya siap membantu donor darah plasma kepada siapa saja yang membutuhkan,”katanya. (yad)

Bripka Nuki Seputro, Catat Rekor Terbanyak Donor Plasma Konvalesen di Gresik Selengkapnya

Terbukti Korupsi, Majelis Hakim Vonis Kades Dooro Penjara 1,5 Tahun, Jaksa Banding


SIDOARJO,1minute.id – Mat Ja’i, Kepala Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik dijatuhi hukuman penjara 1,5 tahun. Majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya di Sidoarjo menganggap terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsu anggaran Dana Desa (DD) periode 2015-2017.

Selain hukuman badan, majelis juga membebani terdakwa yang berstatus tahanan kota sebesar Rp 50 juta. Bila terdakwa tidak bisa membayar denda hukuman ditambah 3 bulan. Majelis hakim diketuai Marper menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas Anggaran Dana  Desa (ADD) tahun 2015 – 2017.

Berdasarkan saksi dan bukti yang dihadirkan dipersidangan terdakwa melanggar pasal 3 UU nomor 20 / 2001, tentang revisi atas UU nomor 31/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan serta denda 50 juta subsidair 3 bulan,”tegas ketua majelis hakim Tipikor Marper saat membacakan putusan pada Kamis, 29 Juli 2021.

Vonis atas terdakwa Mat Jai ini lebih rendah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik. Pada sidang sebelumnya jaksa penuntut memuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan penjara. Jaksa menuntut terdakwa ddengan pasal 2 UU nomor 20 / 2001, tentang Revisi atas UU nomor 31 / 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pada amar putusan disebutkan, bahwa terdakwa telah menyalahgunakan kewenangannya untuk melakukan tindak pidana korupsi dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Hasil audit ditemukan kerugian negara Rp 253 juta.  Kerugian negara sebesar Rp 253 juta yang sudah dibayarkan oleh terdakwa disita untuk dikembalikan ke kas negara.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo mengatakan atas putusan ini, Kejari Gresik akan melakukan upaya banding. Pasalnya, majelis hakim telah menvonis terdakwa dibawah setengah dari tuntutan jaksa. Tidak hanya itu, pasal yang yang dibuktikan majelis hakim berbeda dari tuntutan jaksa.
“Atas putusan majelis hakim Tipikor Surabaya, kami akan melakukan upaya hukum yakni banding. Sementara untuk status penahanan terdakwa saat ini masih tahanan kota,”tegas Dimas. (yad)

Terbukti Korupsi, Majelis Hakim Vonis Kades Dooro Penjara 1,5 Tahun, Jaksa Banding Selengkapnya

Mayat Mengering di Warung dekat Tugu Bunder


GRESIK,1minute.id – Seorang lelaki membujur kaku di sebuah warung kopi dekat Tugu Selamat Datang Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 27 Juli 2021.
Lelaki itu sudah menjadi mayat. Tubuhnya mengering. Temuan mayat itu membuat riuh warga sekitar. Namun, mereka tidak ada yang mengenalinya.

Informasi yang dihimpun Muhammad Yamin ,41,  warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme hendak membuka warung miliknya di dekat Tugu Gapura Selamat Datang di depan Waduk Bunder. Saat itu, sekitar pukul 09.30.
Lelaki 41 tahun itu mencium bau menyengat hidung. Ia lalu mendekati warung kosong itu. Mata Yamin tertuju sosok mayat. Yamin pun melaporkan temuan mayat tersebut kepada polisi.

Kanitreskrim Polsek Kebomas Ipda Yoyok Mardi mengatakan, pihaknya tidak menemukan kartu identitas sekitar lokasi. Tubuh korban mengering. Memakai sarung. “Tapi, berdasarkan keterangan salah satu pemilik warung di sana, pernah mengaku bernama Andi. Tapi, tidak diketahui tempat tinggalnya,”kata Yoyok kepada wartawan pada Selasa, 27 Juli 2021.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Sementara jenazah kami baw ke RSUD Ibnu Sina untuk otopsi,”kata mantan Kanitreskrim Polsek Gresik Kota ini. (yad)

Mayat Mengering di Warung dekat Tugu Bunder Selengkapnya

Perampok Bersenpi Sekap Istri dan Anak Kuras Harta Pengusaha Kafe


GRESIK,1minute.id – Kawanan perampok  bersenjata api dirumah Mustofa, pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik. Pelaku menggasak uang tunai Rp 35 juta dan perhiasan milik Nursiah, istri pengusaha berusia 46 tahun itu. Perampokan itu membuat keluarga Munasir syok. Polisi masih menyelidiki kejadian di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian perampokan rumah Mustofa itu terjadi sekitar pukul 02.30 pada Jumat, 23 Juli 2021. Pagi itu, rumah pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik itu lengang. Dirumah hanya ada istri Mustofa, Nursiah, 35, dan anaknya. Pelaku berjumlah dua orang itu diduga masuk rumah melalui pintu samping rumah.

Pelaku memakai penutup wajah alias memakai kerepus memuju ruang tamu. Seorang pelaku  menodongkan pistol ke arah anak korban yang sedang terlelap tidur di karpet ruang tamu. Pelaku lainnya, masuk kamar pribadi Nursiah, 36, sambil menodongkan pisau. Mereka lalu meminta korban menunjukkan tempat penyimpanan uang dan perhiasan. 

Dalam kamar istri pengusaha kafe itu, pelaku menguras harta dan perhiasan setelah menujukkan brankas penyimpanan uang dan perhiasan. “Karena korban dan anaknya diancam akan dibunuh,”katamya.

“Kabarnya, pelaku menggasak uang tunai Rp 35 juta dan sejumlah perhiasan seperti kalung, anting dan gelang,”imbuh sumber 1minute.id  pada Senin, 26 Juli 2021. Perampok bersenpi dan sajam itu beraksi sangat cepat. Mereka seperti penjahat profesional. “Pelaku kabur setelah menyekap korban dalam kamar,”tegasnya.

Kejadian itu, membuat istri dan anak Mustofa syok. Keluarga korban menduga, pelaku sudah “menggambar” rumah calon korban sebelumnya. Pelaku masuk melewati belakang rumah yang merupakan sawah. Kondisi gelap kemudian terus masuk ke lorong samping rumah korban. Pelaku lalu masuk dari pintu samping rumah tidak di kunci.

PINTU SAMPING : Korban menunjukkan pintu samping rumah yang diduga sebagai akses masuk kawanan perampok bersenpi dirumah pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik ( Foto : ist )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian yang menimpah keluarga Mustofa tersebut. “Korban maupun keluarga korban sampai hari ini  belum melaporkan ke Polsek karena masih syok,”kata Sujiran dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 26 Juli 2021.

Karena korban belum melapor, imbuh mantan Kapolsek Ujungpangkah itu, belum bisa menceritakan kronologisnya. “Apakah pelaku benar membawa senpi dan sajam saya tidak bisa berkomentar. Karena korban belum melapor ke polsek. Nanti, kalau sudah melapor saya beritahu,”dalih Sujiran. (yad)

Perampok Bersenpi Sekap Istri dan Anak Kuras Harta Pengusaha Kafe Selengkapnya

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar


GRESIK,1minute.id – Lomba burung berkicau atawa gantangan burung di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik berujung penjara. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Enam tersangka itu diantaranya, pasangan suami-istri, Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya, warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman paling lama 5,5 tahun. Mereka pun tertunduk menyesali perbuatannya.

Bagaimana kronologisnya? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, lomba kicau burung digelar pada Sabtu,17 Juli 2021 sekitar pukul 14.00. Lomba itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah. Yakni, Gresik, Surabaya hingga Madura. Kerumanan tidak terelakkan.

Ahmad Ari Afandi, 32, warga setempat khawatir lomba burung berkicau itu dihelat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat itu  menimbulkan persebaran Covid-19. Postingan pemuda 32 tahun itu lalau mempostingdi Facebook itu mendapatkan respon Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Satgas  langsung bergerak ke lokasi dan  Satgas membubarkan ajang lomba berkicau baru beberapa menit dimulai itu.

“Sepuluh orang, mulai penyedia tempat, juri lomba hingga peserta kami mintai keterangan,”kata Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana dalam Konferensi Press di Mapolsek Manyar pada Jumat, 23 Juli 2021.

Setelah dibubarkan, sejumlah orang berkumpul di rumah Zain di Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Mereka mencari dan menemukan orang yang dianggap sebagai biang kerok perhelatan burung berkicau itu dibubarkan.
Basofi dkk mendatangi rumah korban sekitar pukul 17.00.

TERTUNDUK : Pelaku pengeroyokan warga yang diringkus Reskrim Polsek Manyar saat konferensi pers di Mapolsek Manyar, Gresik pada Jumat, 23 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mereka melabrak tempat kos korban Ari Afandi. Cekcok mulut antara Basofi dengan korban Ari dilerai oleh Dhamas, warga setempat. Margono terbawa emosi lalu mendorong korban Ari nyaris terjengkang. “Tersangka M mendorong dua kali,”jelas alumnus Akpol 2013 itu.
Cekcek mereda.

Zain dan Diah Ayu Putri datang. Cekcok mulut semakin memanas. Istri Basofi itu kemudian meludahi korban dua kaki. “Tersangka DAP menendang korban sekali lalu pergi,”jelas AKP Bima Sakti didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Ekwanhudin.

Tersangka Diah Ayu Putri rupanya belum puas. Perempuan 24 tahun kembali masuk tempat kos sambil membawa tongkat stainless steel sepanjang satu meter. Besi itu diacungkan kearah korban. “Wes Digepuki Ae, Aku sing nanggung,”kata Bima Sakti menirukan pengakuan tersangka.

Emosi pelaku tersulut. Apalagi, Aries Rachman Apriyanto membawa balok kayu sepanjang 1,5 meter untuk mengintimidasi korban. Tersangka lainnya bertambah emosinya. Korban Ari Afandi akhirnya sasaran amukan. “Akibat penganiayaan itu korban mengalami memar dan trauma,”tegas Bima Sakti.

Korban Ari Afandi kemudian melapor pengeroyokan dialami ke Polsek Manyar. Sejumlah anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek di backup Satreskrim Polres Gresik melakukan penangkapan pelaku. “Kurang dari 1 x 24 jam, enam pelaku kami tangkap. Tidak ada perlawanan,”tegas Bima Sakti.

Enam pelaku pengeroyokan itu adalah Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Aries Rochman Apriyanto, 39, warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas ; Bryan Zuhri, 35, warga Jalan Beton, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI), Kecamatan Manyar ; Margono, 35, warga Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Aditya Prasetiyo, 22, warga Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Penyidik menjerat keenam tersangka dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP berbunyi barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan diancam hukuman paling lama 5,5 tahun. “Tersangka kami tahan,”ujar Bima Sakti. (yad)

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar Selengkapnya

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepala desa untuk aktif mengerem persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19). Menggelontorkan anggaran dana desa dan lebih cerigis kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan para kepala desa (Kades) tidak perlu takut melakukan refocusing anggaran dana dana (DD). Sebab, undang-undang telah melonggarkan penggunaan DD minimal 8 persen. Maksimalkan refocusing penanganan Covid-19. 

“Mari kita jalankan amanah masing -masing. Negara hadir ditengah masyarakat. PPKM di desa tetap berjalan. Anggaran diberikan kelonggaran minimal 8 persen. Gunakan sesuai ketentuan akan terbebas,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam rapat koordinasi PPKM Level IV secara offlne di Posko PPKM Darurat Kecamatan Kebomas pada Kamis, 22 Juli 2021.

Rakor dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dihadiri Wabup Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik, Camat dan Kepala Desa serta Lurah dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar, Alumnus Akpol 2001 itu menambahkan, pihaknya menjamin tidak akan dilakukan pemeriksaan bila untuk penanganan Covid-19 dengan benar. 

“Sebaliknya, kalau ada temuan tidak melakukan refocusing untuk penanganan Covid-19 perlu dipertanyakan. Akan kita lakukan pemeriksaan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. Penangan wabah Covid-19 perlu sinergitas. Gotong royong. Bahu membahu.  Pemkab Gresik berikhtiar sekuat tenaga untuk melakukan pencegahan persebaran dan peningkatan serta penguatan pelayanan kepada masyarakat dengan berbagai terobosan.

Pemkab menambah kapisitas tempat tidur di rumah sakit, puskesmas dan meningkatkan status Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) menjadi rumah sakit lapangan untuk pasien kategori ringan dan sedang. Berkalaborasi bersama Badan atau lembaga amil zakat (BAZ dan LAZ) mendirikan lima posko PPKM Darurat, merekrut relawan pemulasaran serta nakes. Semua yang dilakukan pemerintah itu untuk memperkuat bagian hulu.

Untuk bagian hilir diperlukan kalaborasi dengan kepala desa, lurah hingga ketua rukun tetangga. Kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak terbawah atau di tingkat hilir agar benar-benar bisa menjalankan penanganan Covid di lingkup wilayahnya dengan baik. (yad)

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid Selengkapnya