Pemkab Gresik Borong 3 Penghargaan di HKN di Banyuwangi 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memborong tiga penghargaan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Banyuwangi pada Selasa, 15 November 2022. Istimewanya lagi tiga penghargaan itu pada kategori berbeda.

Yakni, Kabupaten dengan Inovasi Penggerakan Sasaran Pelaksanaan Imunisasi Tambahan MR (BIAN) dengan pelibatan berbagai lintas sektor, mitra (Pentahelix) serta perusahaan (CSR). Kedua, Kabupaten Gresik sebagai daerah di Jawa Timur yang telah mencapai Universal Healt Coverage (UHC). Dan ketiga, Kabupaten Gresik Lolos verifikasi Kabupaten Sehat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan itu diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Andy Karyono kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Banyuwangi. 

Tiga penghargaan itu semakin meneguhkan duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Penghargaan tersebut diserahkan oleh 

Wabup Gresik Aminatun Habibah  mengatakan bahwa urusan kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Sebab, kesehatan menjadi salah satu indikator keberhasilan utama pembangunan.

“Pemberian imunisasi BIAN kepada balita yang kami lakukan juga sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Kemudian pelaksanaan UHC juga sudah kita terapkan di Kabupaten Gresik. Kita layani masyarakat dengan sepenuh hati dan dengan pelayanan yang prima,”kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah pada Selasa, 15 November 2022.

Disamping itu, lanjut Bu Min, pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Ia juga berharap agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tidak pernah bosan memberikan pemahaman dan edukasi atas pentingnya menjaga kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit.

“Sebab keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Yang tak kalah penting juga adalah edukasi kepada masyarakat, saya minta Dinkes tidak bosan-bosan memberikan edukasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan Bupati-Wakil Bupati Gresik yang sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat. Ia mengatakan, Dinkes Gresik menjalankan komitmen yang telah diamanatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, utamanya demi kepentingan masyarakat.

“Insya Allah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap pelayanan kesehatan akan terus kami tingkatkan,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Borong 3 Penghargaan di HKN di Banyuwangi  Selengkapnya

12.836 Orang Berisiko Mengidap HIV/AIDS, Wabup Gresik: Cegah Penyebaran Gandeng Organisasi Perempuan 

GRESIK,1minute.id – HIV/AIDS bukan penyakit turunan. Tapi, penyakit gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat. Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup bisa semakin meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tercatat 156 orang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Ratusan orang pengidap HIV/AIDS itu hasil dari pemeriksaan kesehatan terhadap 12.836 orang yang berisiko terkena HIV/AIDS. Fenomena gunung es.

Merespon hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menggelar rapat koordinasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Gresik pada Senin, 14 November 2022.

Diantara kriteria yang diperiksa adalah ibu hamil, pasien Tuberculosis (TB), penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), Gay, transgender, Wanita Pekerja Seks (WPS), Pengguna Napza Suntik (Penasun), dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WPS).

Rakor tersebut bertujuan sebagai upaya dalam mencegah penularan HIV/AIDS di lingkungan Kabupaten Gresik. Serta mewujudkan target Three Zero. Yakni, zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

Sebagai informasi, indikator nasional pengendalian HIV AIDS adalah melalui Fast Track 90-90-90. Yang meliputi percepatan tracking Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sampai dengan 90%, terapi obat dari ODHA sampai 90%, dan 90% orang dalam terapi berhasil menekan virus, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.

“HIV/AIDS yang ada di Gresik ini seharusnya tidak boleh bertambah, maka ini menjadi keinginan kita bersama untuk bisa mencegahnya,”harap Wabup Aminatun Habibah.

Lebih lanjut, Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini mengusulkan, untuk turut menggandeng beberapa organisasi keagamaan perempuan di Gresik. Seperti Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah. Menurutnya, pencegahan akan sangat efektif apabila mendapat dukungan mereka.

“Dalam pengendalian HIV/AIDS, saya mengusulkan untuk kita juga menggandeng Muslimat, Fatayat, dan Aisiyah. Mereka harus terus kita berdayakan dan diberi sosialisasi. Karena seringkali lewat para ibu-ibu program seperti ini bisa terlaksana dengan cepat dan efektif,”kata Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. 

Bu Min juga menekankan, tidak hanya para orang dewasa yang perlu di berikan sosialisasi, para anak muda juga wajib mendapatkan hal yang sama. Hal ini penting, karena anak muda saat ini rentan terjangkit HIV/AIDS. “Anak-anak muda juga perlu sosialisasi, karena merekalah yang menjadi objek utama dalam pencegahan HIV AIDS,”ujarnya.

“Stigma negatif kepada pengidap HIV/AIDS juga harus segera dihilangkan. Karena penyebab HIV/AIDS tidak hanya berasal dari hal-hal negatif saja. Ada juga yang memang terjangkit karena beberapa alasan tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris KPA dr Adi Yumanto menambahkan, hingga saat ini, pasien HIV/ AIDS di Gresik yang menjalani terapi pengobatan sebanyak 156 orang. Dengan pasien mulai membaik sebanyak 135 orang.

“Dalam pengobatan para pasien HIV/AIDS, Gresik sudah mencapai efektivitas pengobatan sebanyak 87% dimana dari 156 pasien, 135-nya mengalami penurunan jumlah virus. Jumlah ini sedikit berbeda dimana di tingkat nasional baru 73%. Nah kesenjangan presentasi ini harus kita cari masalahnya apa sehingga kita bisa maksimal,”kata mantan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PPPA) Gresik itu. (yad)

12.836 Orang Berisiko Mengidap HIV/AIDS, Wabup Gresik: Cegah Penyebaran Gandeng Organisasi Perempuan  Selengkapnya

Pemkab Gresik Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut, Ini Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Pusat. Capaian pengelolaan dan pelaporan keuangan yang akuntabel ini merupakan kali ketujuh. 

Opini WTP yang diberikan kepada Kabupaten Gresik tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Taukhid kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Hotel Bumi Surabaya pada Senin, 14 November 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku bersyukur. Ia mengatakan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya sekadar seremonial belaka. Namun sebagai bentuk motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah Kabupaten Gresik kembali dianugerahi penghargaan atas capaian kinerja dan pelaporan keuangan. Ini merupakan ke tujuh kalinya kami diberikan penghargaan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Pemerintah Pusat,”kata Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ditambahkan Gus Yani, bahwa opini WTP ini adalah berkat kerja keras yang dilakukan semua jajaran dilingkungan Pemkab Gresik. Dan opini WTP ini, lanjutnya, tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Gresik serta jajaran Forkopimda terhadap kinerja Pemerintah.

“Tentu penghargaan ini juga kami persembahkan untuk masyarakat Gresik, karena berkat doa dan dukungan masyarakat. Kami juga sampaikan terima kasih kepada Forkopimda atas sinergitas dan kolaborasi yang telah terbangun dengan baik sehingga opini WTP ini kami raih kembali tahun ini. Saya berharap kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus semangat dan termotivasi untuk semakin meningkatkan etos kerja,”katanya.

PENGHARGAAN WTP : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan Oponi WTP yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya pada Senin, 14 November 2022 ( Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)

Lebih lanjut Gus Yani menyampaikan, seiring dengan komitmen pemerintah daerah dengan pengelolaan manajemen keuangan yang baik, diharapkan pula berimbas pada pertumbuhan ekonomi di daerah dapat tumbuh secara inklusif. “Tentu kami pun berharap, dengan manajemen dan tata kelola pemerintahan yang baik, maka melahirkan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Sehingga kemiskinan dapat ditekan dan angka pengangguran terbuka juga berkurang,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, Opini Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) atau Unqualified Opinion artinya Laporan Keuangan (LK) telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan (neraca), hasil usaha atau Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Arus Kas, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. (yad)

Pemkab Gresik Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut, Ini Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani Selengkapnya

Satu Lagi, Layanan Kesehatan Beroperasi di Gresik Selatan, Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti 

GRESIK,1minute.id – Pelayanan kesehatan di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bertambah. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan pun semakin mudah. Pelayanan kesehatan baru itu adalah Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti.

Klinik yang berada di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Menganti di launching pada Minggu, 13 November 2022. Launching dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

Fandi Akhmad Yani menyambut baik kehadiran klinik tersebut. Karena pada prinsipnya, semakin banyak fasilitas kesehatan yang tersedia, maka akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Saat ini eranya ada kolaborasi, kalau pun ada persaingan itu adalah persaingan yang positif. Seperti halnya MWCNU di tiap wilayah Gresik saling berlomba-lomba menyediakan klinik pratama di MWC masing-masing. Berikutnya yang harus dilakukan adalah bersaing memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,”ucap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengawali sambutannya.

Gus Yani berharap adanya sinergi yang baik antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dengan klinik Mabarrot. “Monggo bersinergi dengan baik. Prinsipnya adalah kita tumbuh bersama, manfaatnya kita dahulukan melayani masyarakat. Oleh karenanya, semoga klinik ini akan menjadi suatu prasasti peninggalan kita bagi kepentingan masyarakat luas,”tegasnya. 

Senada Fandi Akhmad Yani, Bu Min- sapaan akrab- Wakil Bupati Gresik berpesan kepada manajemen klinik untuk lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, kehadiran klinik bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Ini akan semakin memudahkan dan mendekatkan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Sakit itu tidak bisa ditawar atau direncakanan, oleh karenanya kita akan terus berusaha mendekatkan supaya ada banyak fasilitas kesehatan di sekitar kita. Termasuk nanti di Gresik selatan akan didirikan RSUD,”terang Bu Min.

Klinik Mabarrot Muslimat MWCNU Menganti yang diresmikan hari ini direncanakan akan memberikan pelayanan UGD 24 jam. Sedangkan fasilitas poli umum, poli gigi, poli balai kesehatan ibu dan anak / KB, instalasi farmasi, laboratorium, khitan dan persalinan akan dilayani dari pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, untuk mengenalkan kepada masyarakat, pihaknya menggelar pelayanan kesehatan gratis di Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti ini. 

“Kita adakan pelayanan gratis dengan bekerja sama dengan Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Menganti dan Puskesmas Kepatihan. Mungkin nanti seminggu sekali akan kita adakan pelayanan kesehatan atau Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) sehingga masyarakat familiar dengan Klinik Mabrrot,”ungkap dr. Khusnah. (yad)

Satu Lagi, Layanan Kesehatan Beroperasi di Gresik Selatan, Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti  Selengkapnya

Nazril, Balita Lahir Tanpa Anus, Bupati Gresik dan Mensos Komitmen Berikan Pendampingan 

GRESIK,1minute.id – Keluarga Muhammad Nazril, 6 bulan, tidak berjuang sendirian. Empati kepada balita pasangan Mochamad Nadif dengan Lindi Febrianti ini untuk bisa segera sembuh semakin banyak. Setelah Pemkab Gresik, kini Menteri Sosial Tri Rismaharini pun ikut turun tangan membantu meringankan beban orang tua Nazril tersebut. 

Mantan Walikota Surabaya itu bertemu dengan orang tua Nazril di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 13 November 2022. Kedatangan Risma disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Mukhibatul Khusnah dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh. 

Nazril balita 6 bulan ini tinggal di Dusun Pilang, Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Nazril mengalami multiple congenital malformation atau kondisi bayi lahir dengan kelainan lebih dari satu. Diantaranya, tidak memiliki anus. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media dan masyarakat, yang sudah menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada Nazril. Dirinya menjelaskan, dengan kondisi Nazril seperti saat ini tentunya memerlukan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan agar bisa tumbuh dan berkembang seperti balita lainnya.

“Insya Allah kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik tidak akan tinggal diam. Seperti saat kemarin adik Nazril memerlukan pelayanan kesehatan di RSAL Surabaya, kita terus mendampingi melalui Dinas Sosial Kabupaten Gresik dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik,” terang Bupati Yani usai dampingi Mensos Tri Rismaharini menyerahkan bantuan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 13 November 2022.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani yakin, dengan sinergitas yang ada akan menghasilkan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Untuk diketahui Nazril yang lahir tanpa anus. Orang tua Nazril yang hanya buruh pabrik sangat membutuhkan uluran tangan untuk berobat serta operasi buat sang buah hati itu.

Dengan kondisi tersebut, Nazril  harus menjalani beberapa kali operasi. Kisahnya lantas viral di lewat berbagai media dan media sosial. Dan  masuk di platform penggalangan dana Kitabisa.com. 

Untuk penyembuhan penyakit yang dideritanya, Nazril telah mendapat dukungan bantuan dari kepesertaan orangtuanya dalam Bantuan Peserta Jaminan Kesehatan (BPJS). Namun untuk kebutuhan sehari-hari dirasa masih kurang. Sebab, penghasilan ayah Nazril sebagai buruh pabrik masih belum mencukupi.

Mensos Tri Rismaharini menyatakan, anggaran Kemensos tidak di desain untuk mendukung pengobatan penyakit yang membutuhkan penanganan medis berkelanjutan seperti diderita Nazril. Untuk mendukung kelancaran selama proses pengobatan, keluarga kecil ini tetap memerlukan bantuan. 

“Kami kan tidak bisa anggarannya untuk pengobatan seperti ini. Itu bisa dibantu oleh para dermawan. Tapi kan ada biaya operasional, untuk makan, transportasi, dan sebagainya. Nah itu tidak sedikit juga. Kami bantu itu,”kata Mensos Risma.

Untuk meringankan beban orantuanya, Kemensos bersama kitabisa.com menginisiasi pendampingan layanan dukungan psikososial. Mereka juga menggalang dana untuk mendukung biaya operasional Nazril selama proses pengobatan hingga sembuh.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media maupun media sosial yang menginformasikannya ada berita tentang adik Muhammad Nazril. Sehingga kami dapat mengetahui dari cerita itu,” katanya saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

Tidak hanya itu, Kemensos melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat memberikan bantuan usaha kepada orang tua Nazril yaitu peralatan untuk berjualan minuman dan sosis. Hal ini agar orangtua Nazril bisa mandiri dan dapat membantu perekonomian keluarga. Bantuan tersebut berupa lemari es, kompor gas, blender multifungsi, peralatan makan, peralatan masak, etalase, sealer, dan berbagai jenis bahan makanan.

Adapun total bantuan dari Kemensos yang diberikan kepada keluarga Nazril senilai Rp22,4 juta dan bantuan hasil donasi dari  kitabisa.com  senilai Rp 59,9 juta. (yad)

Nazril, Balita Lahir Tanpa Anus, Bupati Gresik dan Mensos Komitmen Berikan Pendampingan  Selengkapnya

Kebijakan Satu Arah di Alun-alun Gresik Mendapat Sokongan dari Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Hampir sepekan perubahan arus lalu satu arah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. Namun, masih ditemui sejumlah pengendara yang belum ngeh

Korp sabuk putih-sebutan lain-Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik harus telaten memberikan edukasi kepada pengguna jalan. Sejumlah personel ditempatkan di sekitar Tugu bunderan depan kantor DPRD Gresik itu. 

Meski, perubahan arus lalu lintas menjadi satu arah sudah dilakukan sejak Kamis lalu, 3 November 2022. Bla sebelumnya pengendara dari Jalan Raden Santri menuju Jalan Pahlawan atau Jalan M.H.Thamrin bisa belok kanan melewati depan masjid Jamik. Sejak sepekan terakhir ini, pengendara harus belok kiri depan Kantor Disdukcapil Gresik belok kanan melewati depan Pendapa Rumah Dinas Bupati kemudian belok kanan ke Masjid Jamik atau belok ke kiri arah Jalan Pahlawan atau M.H.Thamrin.

“Kami mendukung kebijakan Dishub untuk merubah jalur menjadi satu arah dengan harapan arus lalin lebih lancar, parkir-parkir kendaraan lebih tertata rapi, PKL ditempatkan pada lokasi yang tidak menggangu arus lalin,” ujar Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah pada Sabtu, 12 November 2022. 

Tidak hanya sosialisasi, demi mencegah kemacetan, Satlantas Polres Gresik berkoordinasi dengan Dishub Gresik dan satpol PP untuk penataan parkir, rambu-rambu dan pedagang kaki lima. “Diharapkan dengan perubahan satu jalur maka arus lalin di Alun-Alun Gresik akan lebih lancar,”katanya. (yad)

Kebijakan Satu Arah di Alun-alun Gresik Mendapat Sokongan dari Polres Gresik  Selengkapnya

Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Ikhtiar terus dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam penanganan banjir Kali Lamong. Diantaranya, menyiapkan lahan untuk digunakan menjadi bagian sistem pengendalian banjir.

Kali ini, Pemkab Gresik bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik memberikan ganti rugi pembebasan tanah di Balai Desa Lundo, Kecamatan Benjeng pada Jumat, 11 November 2022.

Kegiatan penyaluran ganti rugi ini dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama dengan Kepala BPN Gresik Asep Heri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik Achmad Hadi serta Muspika setempat. 

“Penyerahan tanah untuk penganganan banjir kali lamong ini merupakan ladang ibadah bagi panjenengan semua, dan semoga menjadi berkah,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Banjir memang suatu bencana. Tetapi yang bisa dilakukan adalah pengendalian. Salah satu upayanya adalah dengan responsif seperti saat tanggul jebol di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean pada Oktober 2022. Dan hal lain adalah upaya pembebasan lahan sepanjang aliran sungai untuk pengendalian banjir.

Untuk Desa Lundo, ada lima pemilik tanah yang tanahnya terdampak dalam program pengadaan tanah untuk pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong.

“Kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus konsisten dalam pembebasan tanah sepanjang Kali Lamong. Tujuannya tidak lain adalah tanah yang sudah dibebaskan tersebut bisa dimanfaatkan tidak hanya normalisasi, tetapi juga untuk pembangunan fasilitas pengendalian banjir Kali Lamong,”tegas Gus Yani. 

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri menyampaikan bahwa untuk pembebasan tanah tahun ini ditargetkan mencakup 3 kecamatan dan 4 desa. Rinciannya yakni Desa Jono (Kecamatan Cerme), Desa Lundo (Kecamatan Benjeng), Desa Sekarputih dan Desa Wotansari (Kecamatan Balongpanggang), dengan nilai total sebesar Rp 9,6 miliar.

“Hari ini, kita undang sebanyak 5 pemililk tanah di Desa Lundo dengan tanah seluas 927 m² dengan jumlah total ganti rugi sebesar Rp 565.746.270,”terang Asep Heri. Terkait capaian proses pembebasan tanah, Asep Heri menjelaskan hingga hari ini capaian sebesar 28,81%. “Sisanya sebesar 1,7 hektar dengan nilai ganti rugi senilai Rp. 7,3 miliar Insya Allah akan kita kebut untuk selesai di tahun ini,”imbuhnya. 

Nurali Widodo, salah satu warga Lundo penerima ganti rugi mengaku sangat senang dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemilik tanah dengan luas 238 m² ini mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Gresik dalam upaya penanganan banjir Kali Lamong. “Apalagi nilai ganti ruginya juga sangat layak. Rencananya uangnya akan digunakan untuk memperbaiki rumah,”katanya. (yad)

Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya Perak” dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan kepada Dwi Satriyo Annurogo atas  peranannya sebagai Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam mengatasi krisis oksigen medis di tengah tingginya kasus Covid-19 Jawa Timur pada 2021. 

Lencana penghargaan disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Dwi Satriyo pada momen Upacara Hari Pahlawan di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis, 10 November 2022.

Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya menyampaikan bahwa, nilai-nilai kepahlawanan dan semua kebaikan harus dirawat. Namun perjuangan di era sekarang merupakan perang dalam bentuk yang baru. “Semangat kerelawanan masyarakat untuk memberi yang terbaik bagi Jawa Timur ini sangat luar biasa, maka dari itu ada pemberian penghargaan dan lencana Jer Basuki Mawa Beya,”ujar Gubernur Khofifah. 

Sementara itu, Dwi Satriyo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur karena upayanya dalam mengemban amanah bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur untuk membantu masyarakat dalam menangani Covid-19 mendapatkan apresiasi.

“Penghargaan ini adalah bonus. Paling utama kami mampu memberikan kontribusi atau bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di saat terjadi bencana seperti pandemi Covid-19 kemarin. Ini adalah buah kolaborasi dan kerja keras dari seluruh tim di Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur,” tandas Dwi Satriyo.

Penghargaan ini adalah apresiasi Gubernur Jawa Timur atas kontribusi Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam memberikan bantuan oksigen cair sebanyak 31 ton untuk mendukung program Pelayanan Oksigen Gratis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di beberapa daerah sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Kala itu, bantuan diserahkan langsung oleh Dwi Satriyo bersama anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur lainnya, yakni direktur/pimpinan perusahaan dari PTPN XII, PTPN X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam kepada Gubernur Jawa Timur, di Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik padal 30 Agustus 2021.

Disampaikannya, oksigen cair yang diberikan ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang dioperasikan kembali setelah 11 tahun berhenti. Dimana reaktivasi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang kala pandemi Covid-19 menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Ia menambahkan peran Satgas BUMN saat ini terus berkembang. Satgas BUMN juga hadir di tengah-tengah bencana yang melanda di Jawa Timur, seperti erupsi Gunung Semeru akhir tahun 2021. Begitu juga pada saat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur akhir-akhir ini, seperti di Malang, Blitar, Trenggalek, Gresik dan Banyuwangi.

“Lencana ini kami persembahkan untuk seluruh BUMN yang menjadi anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Semoga tim ini bisa terus meningkatkan kolaborasinya dengan senantisa hadir di tengah masyarakat Jawa Timur,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19 Selengkapnya

Dinsos dan Disdukcapil Gresik Hunting Perekaman e-KTP ODGJ dan Penyandang Disabilitas

GRESIK,1minute.id – Hati Siti Sofiyah sedang berbunga-bunga. Perempuan kelahiran 1970 atau 52 tahun bisa memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Lebih setengah abad umur perempuan tinggal di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu tidak bisa memiliki e-KTP karena menyandang status Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 

Sesi pemotretan atau perekaman identitas Siti Sofiyah dilakukan dirumahnya. Ada tiga petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang melakukan pemotretan untuk pembuatan e-KTP itu. Mereka didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh, Camat Kebomas Yusuf Anshori, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Gresik Sumangat dan Kepala Desa Sekarkurung Subkhan. 

“Hunting” perekaman e-KTP ODGJ dan penyandang disabilitas berat bagian dari program Nawa Karsa Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari) yang dilakukan oleh relawan TKSK yang sedang merayakan Hari lahir (Harla) ke-13 TKSK itu. Di Desa Sekarkurung ada 3 ODGJ dan 1 penyandang disabilitas berat yang dilakukan perekaman e-KTP. Hujan deras tidak menyurutkan langkah mereka mendatangi satu per satu rumah mereka. 

Mengapa ODGJ dan penyandang disabilitas berat harus dilakukan perekaman e-KTP? Padahal mereka tidak mungkin melakukan transaksi perbankan. 

Menurut Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh mengatakan, ODGJ dan penyandang disabilitas berat memiliki hak yang sama dengan warga lainnya harus memiliki identitas kependudukan. “Memiliki identitas kependudukan bisa mengakses segala bentuk bantuan. Dasarnya adalah NIK (nomor induk kependudukan),”kata Ummi Khoiroh dalam sambutannya pada Jumat, 11 November 2022. 

Relawan TKSK berkolaborasi dengan pihak desa dan stakeholder lainnya untuk mendapatkan data awal terkait ODGJ maupun penyandang disabilitas berat. Sebab, tidak semua keluarga mau membuka diri terkait anggota keluarga. 

“Kami juga berharap kepada semua pihak bila menemukan ODGJ dan penyandang disabilitas untuk menginformasikan kepada Dinas Sosial. Dan, salah satu bukti nyata permasalahan di masyarakat teman-teman ini (relawan TKSK) yang menindaklanjuti. Saya mengapresiasi karena mereka mendarmabaktikan kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat,”ujar Ummi Khoiroh. 

HOME VISITE: Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh berdialog dengan penyandang ODGJ usai pemotretan e-KTP di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat, 11 November 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat sama, Koordinator TKSK Kabupaten Gresik Sumangat menambahkan perekaman dilakukan dirumah karena kondisi mereka, ODGJ dan penyandang disabilitas tidak memungkinkan datang ke kantor pelayanan. “Sehinggma, kami lakukan home visite (kunjungan ke rumah). Kami bersinergi dan kolaborasi Disdukcapil,”katanya. 

Data ODGJ dan penyandang disabilitas berat yang sudah dilakukan perekaman akan masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). “Karena data mereka sudah masuk DTKS mereka bisa mendapatkan akses bantuan,”kata Sumangat.  

Sementara itu, Siti Sofiyah terlihat tersenyum. ODGJ berusia lebih 50 tahun hanya memakai daster. Siti Sofiyah pun menolak memakai kerudung kepala. Menurut keluarga, beberapa tahun lalu sempat ada petugas yang berencana melakukan perekaman e-KTP. “Tapi, ia menolak. Ia lari. Alhamdulillah, sekarang mau,”ungkap anggota keluarga Siti Sofiyah. (yad)

Dinsos dan Disdukcapil Gresik Hunting Perekaman e-KTP ODGJ dan Penyandang Disabilitas Selengkapnya

Kick Off 1 Abad NU, 30.000 Kader Nahdliyin Mengikuti Apel Akbar di Alun-alun Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Kick Off 1 Abad Nahdlatul Ulama telah dimulai Rabu melam, 9 November 2022. Ribuan warga Nahdliyin tumplek-blek memenuhi jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Gresik. Mulai dari Kecamatan Dukun hingga Alun-alun Sidayu. 

Mereka mengikuti pawai Obor dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer dalam perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu. Kick off 100 tahun organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu pun sangat meriah. 

Tadi pagi, bertepatan Hari Pahlawan dilakukan gelar Apel Akbar 30.000 kader NU dipusatkan di Alun-alun Sidayu. Alun-alun peninggalan Kanjeng Sepuh yang legendaris itu. Apel tersebut dalam rangka menyongsong 1 Abad NU pada 7 Februari 2023 mendatang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, NU saat ini merupakan organisasi yang dapat mempengaruhi kestabilan bangsa Indonesia. Untuk itu, bupati mengajak seluruh kader NU Jatim khususnya di Gresik untuk selalu menjaga eksistensinya.

BERSAMA KIAI : Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama tokoh dan kiai NU dalam kick off 1 Abad NU di Alun-alun Sidayu pada Rabu malam, 9 November 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu juga mengatakan, NU harus bisa berkaca pada tragedi Kanjuruhan yang terjadi tempo hari. Menurutnya, agenda apel akbar dapat menjadi momentum dalam menjaga sesama manusia.

“Dalam kesempatan yang luar biasa kali ini, kami mengajak seluruh pengurus dan kader NU untuk terus menebar kedamaian, kerukunan, dan kesatuan bangsa,”ujarnya.

Gus Yani juga menuturkan, tragedi Kanjuruhan di Malang patut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam menjaga sesama manusia, terutama generasi muda NU. “Dimana perhelatan akbar ini merupakan momentum bagi kita sebagai generasi muda untuk saling menjaga antar umat manusia,”mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sebelum Apel Akbar 30.000 Kader NU yang bertepatan dengan Hari Pahlawan itu, mulai Rabu malam, 9 November 2022  kegiatan Ziarah Wali dan Muassis NU, Kirab Obor, penampilan 1.000 ishari, dan festival Damarkurung khas Gresik. Juga, istighotsah, ijazah kubro dan Apel Akbar Kader NU yang puncaknya dilaksanakan tepat pada 10 November 2022 pagi.

Rangkaian kegiatan itu dihadiri sejumlah kiai sepuh NU. Diantaranya, Wakil Rais AM PBNU KH Anwar Iskandar, Rais Syuriah PWNU Jatim KH M. Anwar Manshur, dan KH Abdul Matin Jawahir, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, dan kiai serta Bu Nyai di Gresik dan sekitarnya. (yad)

Kick Off 1 Abad NU, 30.000 Kader Nahdliyin Mengikuti Apel Akbar di Alun-alun Sidayu  Selengkapnya