TMMD Kodim 0817/Gresik Berakhir, Wabup Gresik : Jaga dan Peliharaan Hasil TMMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – TMMD ke-115 Kodim 0817/Gresik di Pulau Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik resmi ditutup pada Rabu, 9 November 2022. Upacara Penutupan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa digelar di halaman Kantor Bupati Gresik. 

Inspektur upacara adalah Kepala Staf Koarmada II Laksamana TNI Andi Abdul Azis itu dihadiri diantaranya Danrem 084/BJ Brigjend TNI Terry Tresna Purnama ; Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Usai upacara dilanjutkan penyerahan hasil pelaksanaan TMMD kepada Wakil Bupati Gresik. 

Kepala Staf Koarmada II Laksamana TNI Andi Abdul Azis membacakan sambutan Pangdam V/Brawijaya selaku penanggung jawab keberhasilan operasional TMMD ke 115 menyatakan selama sebulan prajurit TNI melakukan TMMD. Para Prajurit TNI bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, segenap elemen bangsa serta warga masyarakat bahu membahu menyelesaikan Program TMMD. 

“Kebersamaan ini merupakan wujud sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah, masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat, guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara,”ungkapnya.

Menurutnya, ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mengatasi segala kesulitan masyarakat serta bisa di jadikan sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan jiwa gotong royong, mendorong semangat kebersamaan membangun bangsa dan mempererat Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi terhadap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan TNI yang bahu- membahu dengan penuh kebersamaan selama 1 bulan penuh menyelesaikan program TMMD,”kata Laksamana Andi Abdul Azis. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak masyarakat di kepulauan Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah untuk menjaga dan merawat segala hasil pembangunan, baik fisik maupun non fisik yang diselenggarakan selama kegiatan TMMD ini agar bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. 

“Tolong dipelihara dengan sebaik-baiknya, supaya memiliki nilai fungsi dalam waktu yang lama karena melalui program inilah TMMD telah dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dalam konteks kepentingan akselerasi pembangunan,”kata Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. 

Ia melanjutkan, program TMMD merupakan salah satu terobosan yang sangat efektif, efisien dan produktif serta seirama dengan tekad pemerintah daerah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat desa, dengan mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, guna mewujudkan Kabupaten Gresik bermarwah, maju dan sejahtera.

“Kami berharap semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dapat membangkitkan peran aktif masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan Pembangunan di Kabupaten Gresik ini,”katanya. (yad)

TMMD Kodim 0817/Gresik Berakhir, Wabup Gresik : Jaga dan Peliharaan Hasil TMMD untuk Kesejahteraan Masyarakat  Selengkapnya

Nawa Karsa Gresik Seger Luncurkan PKH Inklusif, Sasaran 2.450 Penerima Manfaat Senilai Rp 4,9 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Program Keluarga Harapan (PKH) Inklusif diluncurkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 9 November 2022. Satu dari sembilan program Nawa Karsa duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati-Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari).

Sebanyak 2.450 warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang mendapatkan manfaat dari program ini. Rincian 500 kelompok disabilitas dan 1.950 kelompok lansia. Anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebesar Rp 4,9 miliar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

Launching PKH Inklusif ini dipusatkan di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom. Sebanyak 85 warga lansia dan 5 penyandang disabilitas mendapatkan program ini. Program PKH Inklusif ini merupakan program orisinil Kabupaten Gresik. 

Program ini ditargetkan menyisir kelompok masyarakat rentan yakni lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun Pemerintah Pusat. Bantuan PKH Inklusif ini diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 2 juta yang penyalurannya dibagi 4 kali dalam satu tahun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program PKH Inklusif merupakan program yang murni berasal dari temuan dan keresahan di masyarakat. Bupati Yani bercerita, suatu waktu dirinya bersama wabup turun di lapangan dan bertemu dengan masyarakat.

“Suatu waktu saya bersama Bu Wabup bertemu dengan warga. Disana saya mendapati fakta di lapangan bahwa ada masyarakat penyandang disabilitas yang tidak tersentuh bantuan apapun dari sejak lahir hingga berusia 25 tahun,”kenangnya. 

Dari temuan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Yani ini bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) berkomitmen untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Komitmen inilah yang kemudian menjelma menjadi Nawa Karsa dengan PKH Inklusif sebagai bentuk nyata jawaban permasalahan tersebut.

Gus Yani juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, utamanya DPRD Gresik yang sudah memberikan dukungan agar program ini bisa berjalan. Namun, sebagai suatu program baru, Gus Yani menyadari perlunya dukungan dari berbagai pihak agar program PKH Inklusif berjalan seperti yang di cita-citakan.

“Program ini memang masih baru, pasti akan ada kekurangan disana sini. Oleh karenanya kami memohon kepada seluruh pihak untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial jika ada masyarakat yang membutuhkan tetapi belum masuk dalam PKH Inklusif. Kita niatkan agar program ini tidak hanya sekedar di acara seremonial, namun bisa terus berjalan berkesinambungan,”harapnya dalam acara yang dihadiri Staf Ahli Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama ini. 

Sementara itu, Staf Ahli Kemensos Asep Purnama dalam keterangannya mengakui bahwa program PKH Inklusif merupakan suatu terobosan kreasi dan inovasi yang luar biasa dari Kabupaten Gresik. “Ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menangani masalah sosial di masyarakat. Mudah-mudahan program dari Kabupaten Gresik ini bisa menular dan menginspirasi kota/kabupaten lain,”ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, untuk mengatasi permasalahan yang akan muncul dalam pelaksanaan PKH Inklusif Dinas Sosial meyediakan Quick Respons.

“Tim quick respons ini akan menerima laporan dari masyarakat manakala ada masyarakat yang layak mendapat bansos PKH Inklusif tetapi datanya belum masuk. Dari laporan masyarakat tersebut, kemudian akan dilakukan assesment oleh tingkat desa untuk selanjutkan diusulkan masuk dalam data penerima PKH Inklusif,”terang Ummi. (yad)

Nawa Karsa Gresik Seger Luncurkan PKH Inklusif, Sasaran 2.450 Penerima Manfaat Senilai Rp 4,9 Miliar  Selengkapnya

Pujasera Bisa Ditempati, Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar 

GRESIK,1minute.id – Pembongkaran lapak terdampak pelebaran Jalan Raya Manyar, Kabupaten Gresik bakal berlanjut. Saat ini, baru 57 kios dari 155 kios yang sudah diratakan dengan tanah. Masih tersisa cukup banyak yakni 98 lapak yang harus dibongkar untuk keperluan proyek strategis nasional (PSN) berada di Jalan Deandles, Pantai Utara (Pantura) Gresik.

Disisi lain, pembangunan pujasera yang bakal menjadi tempat relokasi sebagian pedagang terdampak pelebaran jalan Raya Manyar itu terus di kebut. Sebab, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menginginkan sebelum pekerjaan pelebaran jalan Raya Manyar dilakukan antara Januari atau Februari 2023, pedagang bisa membuka lapak di tempat baru tersebut. 

Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, progres pembangunan pujasera sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara Pemkab Gresik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali. “Bahkan saat ini, sudah 23 stan yang siap untuk ditempati,”kata Zainul kepada  1minute.id pada Senin, 7 November 2022. Puluhan stan lokasi di bagian selatan. Lantai stan sudah dipasang keramik. “Ada WC dan instalasi sudah terpasang,”imbuh mantan Sekretaris Kecamatan Kebomas itu. 

MAKET: Pujasera Manyar tempat relokasi pedagang terdampak proyek pelebaran jalan raya Manyar ( Foto : skrenshot)

Ia optimistis, pembangunan stan pujasera berada di lapangan Sunan Giri di Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu selesai sesuai jadwal. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id bangunan pujasera sudah berdiri megah. Konstruksi baja. Sejumlah pekerja masih terlihat melakukan sejumlah pekerja. Pujasera itu 

bakal digunakan para pedagang yang terkena imbas proyek pelebaran jalan raya Manyar. Jarak pujasera dengan jalan raya sekitar 200-an meter. Pujasera itu akan dilengkapi sarana penunjang seperti taman dan fasilitas umum dengan lahan parkir luas, musala, serta arena permainan anak. Selain pekerja fisik bangunan pujasera. Juga, dilakukan perataan tanah untuk parkir. Ada satu unit alat berat yang melakukan perataan tanah tersebut. 

Pembangunan pujasera itu dibiayai secara gotong royong oleh perusahaan yang berada di Kecamatan Manyar. Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Formula Pertama. Untuk pembangunan pujasera serta kelengkapan lainnya, tambahnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. (yad)

Pujasera Bisa Ditempati, Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar  Selengkapnya

Silatnas Bu Nyai Nusantara Fokus Bahas Problem Santriwati dan Kelompok Rentan 

GRESIK,1minute.id – Peran Bu Nyai sebagai Ibu santri di Pondok Pesantren (Ponpes) memilki  sangat penting dalam pengasuhan Pondok Putri. Khususnya, permasalahan yang dihadapi para santriwati dan kelompok rentan.

Pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 Bu Nyai Nusantara akan membahas segala persoalan dalam pesantren terutama menyangkut kelompok rentan. Silatnas ini diikuti lebih dari 450 pengasuh pesantren putri itu engangkat tema “Perempuan Pesantren Bergerak dan Bersinergi Membangun Peradaban Dunia” digelar di Semarang selama 2 hari, mulai Senin, 7 November 2022.

Mereka para Bu Nyai ini tergabung dalam naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), yaitu lembaga NU yang mengurusi Asosisasi Pondok Pesantren. Tampak hadir Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menegaskan bahwa dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, ingin agar santriwan dan santriwati selama menempuh pendidikannya di pesantren mendapatkan pola asuh yang baik dan optimal dari para pengasuhnya. “Sebab para pengasuh tersebut merupakan pengganti orang tua,”kata Bu Min yang juga Koordinator Bu Nyai Nusantara Kabupaten Gresik ini. 

“Di sisi lain hendaknya dapat memberikan pengasuhan dan pemenuhan 4 hak dasar anak yang baik dan optimal serta dapat memberikan perlindungan kepada anak sehingga anak dapat hidup aman, tumbuh kembang anak nyaman dan tentram. Selain itu, pola asuh di pesantren juga harus di optimalkan agar santriwan santriwati tidak mengalami kekerasan dan diskriminasi,”imbuhnya. 

Bu Min dalam acara sebelumnya menegaskan, pihaknya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sudah menyadari peranan penting tersebut. Untuk diketahui Silatnas ke-3 di Semarang ini, merupakan kelanjutan dari Silatnas Bu Nyai Nusantara Pertama (2019) di Surabaya yang dilaksanakan oleh RMI PWNU Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan Silatnas Bu Nyai Nusantara Kedua (2021) di Lampung. (yad)

Silatnas Bu Nyai Nusantara Fokus Bahas Problem Santriwati dan Kelompok Rentan  Selengkapnya

Tugu Manyar Dipindahkan ke Median Jalan, Dampak Pelebaran Jalan Raya Manyar 

GRESIK,1minute.id – Pembongkaran kios di Jalan Raya Manyar berlanjut pada Senin, 7 November 2022. Sebanyak 35 kios diratakan tanah. Sepekan sebelumnya, sebanyak 22 kios yang di bongkar. Sehingga total 57 dari 157 kios yang rencananya akan dibongkar.

Pembongkaran ratusan lapak itu karena terdampak proyek pelebaran jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Gresik. Pekerjaan pelebaran jalan nasional rencananya dimulai awal Februari 2023. Pembongkaran lapak tahap kedua ini berjalan lancar. Pembongkaran dimulai pukul 07.00 WIB. 

Pembongkaran tahap kedua dimulai sebelah barat Tugu Manyar hingga dekat gerbang Yasmu Manyar. Tidak lebih 3 jam, puluhan lapak sudah rata dengan tanah. 

Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, proyek pelebaran Jalan Raya Manyar diestimasikan mulai digarap awal Februari 2023. “Pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat lajur,”kata Zainul Arifin pada Senin, 7 November 2022. Untuk tahap awal, pekerjaan akan dimulai dari exit Tol Manyar hingga Tekong, Leran. Proyek nasional itu dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali. Panjang total proyek jalan nasional 3,5 kilometer. “Tahap awal pekerjaan sepanjang 1,3 kilometer,”imbuh Zainul. 

Pelebaran jalan deandles ini juga akan berimbas keberadaan bangunan Tugu Manyar. Tugu ikonik itu nantinya akan dipindahkan. “Tugu Manyar itu nanti akan ditempatkan di median jalan,”terang Zainul. Bagaimana dengan sisa lapak yang belum dibongkar? Zainul menegaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan aparat. 

Seperti diberitakan pelebaran jalan Raya Manyar panjangnya sekitar 3,5 kilometer. Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. Pelebaran di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Untuk tahap awal, pelebaran jalan Raya Manyar sepanjang 1 kilometer. Estimasi pekerjaannya membutuhkan waktu 7-8 bulan. Sisanya, 2,5 kilometer akan dilanjutkan tahun berikutnya. Anggaran sekitar Rp 15 miliar. Lebar jalan nantinya menjadi 22 meter dan 4 lajur. Median jalan lebarnya 3 meter. (yad)

Tugu Manyar Dipindahkan ke Median Jalan, Dampak Pelebaran Jalan Raya Manyar  Selengkapnya

Ponpes Mambaus Sholihin Dirikan RSBM dan Sekolah Keperawatan berbasis Pesantren

GRESIK,1minute.id – Pondok Pesantren Mambaus Sholihin bakal memiliki rumah sakit.  Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Bayt Al-Musaadah (RSBM) dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

RSBM di Jalan Kyai Syafi’i, Desa Suci, Kecamatan Manyar berdiri diatas lahan seluas 1,4 hektar. Peletakan batu pertama pembangunan RSBM ini dihadiri oleh pemangku Ponpes Mambaaus Sholihin KH. Masbuhin Faqih, pemangku Ponpes Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH. Agoes Ali Mashyhuri ;  Habib Ahmad Bin Idrus Alhabsyi ;  Habib Abu Bakar Bin Ali Assegaf ; Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Mulyadi dan, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Sodik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa keberadaan rumah sakit ini diharapkan mampu mewujudkan kepedulian dan membawa manfaat bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Mewakili Pemerintah Daerah, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan wujud dukungan dan supportnya melalui kemudahan dalam proses perizinan sehingga pembangunan dapat berjalan lancar.

“Semoga ikhtiar yang dilakukan dapat terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan. Tentu tak lepas dari rasa kepedulian dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, para santri dan juga para alumni ponpes Mambaus Sholihin,”katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas rencana pengembangan pendidikan dilingkungan Ponpes Mambaus Sholihin yang akan membuka sekolah perawatan berbasis pesantren. “Sehingga para santri dan alumni bisa berkontribusi secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan RSBM Ahmad Rizal menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan doa sehingga tahap awal pembangunan RSBM ini akan segera dimulai. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas diterbitkannya rekomendasi pendirian RSBM. 

“Dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah daerah ini menjadi sebuah spirit kami untuk mewujudkan berdirinya rumah sakit ini. Kami juga berharap agar para kiai, habaib, ulama serta masyarakat untuk membantu doa demi kelancaran pembangunan RSBM ini,” pungkasnya. (yad)

Ponpes Mambaus Sholihin Dirikan RSBM dan Sekolah Keperawatan berbasis Pesantren Selengkapnya

Ahmad Musjtabah: Petani Muda Inovatif Gresik dalam Lomba Hari Tani dan Pangan Sedunia 

GRESIK,1minute.id – Ahmad Musjtabah dinobatkan sebagai petani muda inovatif Gresik. Penghargaan itu disematkan kepada pemuda 23 tahun asal Dusun Larangan, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng setelah menggondol juara pertama dalam lomba digelar oleh Dinas Pertanian Gresik rangkaian Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia 2022.

Tabah, begitu sapaannya, sukses membudidayakan tanaman Melon (Cucumis melo). Melon adalah tanaman semusim. Artinya hanya bisa tumbuh dengan baik dalam satu tahun, yakni pada saat awal musim kemarau. Namun, dengan tangan dingin Tabah, tanaman Melon mampu ditanam sepanjang tahun dan bahkan lebih tahan hama penyakit.

Metode yang digunakan  adalah dengan hidroponik substrat. Metode ini merupakan budidaya tanaman yang tidak memerlukan lahan yang subur, untuk medianya tidak menggunakan tanah dan sistem hidroponik didalam green house

Saat ini, Tabah memiliki  tiga green house ukuran 25×40 meter  yang mampu menampung dengan baik 1.048 batang tanaman Melon. Tanaman Melon bisa tumbuh di segala musim dan hama penyakit menjadi lebih bisa di kontrol. Hal ini tentunya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Tanaman Melon bisa tumbuh di segala musim dan hama penyakit menjadi lebih bisa di kontrol. Hal ini tentunya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Tabah tidak menyangka dirinya bisa menjadi yang terbaik dalam lomba Petani Muda inovatif Dinas Pertanian Gresik Gresik. 

Tabah menceritakan awalnya menolak ikut lomba berpartisipasi dalam lomba yang dimulai sekitar awal Oktober 2022 itu. Alasannya, banyak petani muda yang lebih hebat.

TABAH MELON : Ahmad Musjtabah, Petani Muda Inovatif asal Panceng juara pertama di Lomba Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia Dinas Pertanian Gresik Gresik ( Foto: Istimewa)

“Di Panceng ini banyak sekali petani-petani hebat mas, banyak senior-senior yang hebat-hebat. Awalnya segan, namun setelah mendapat informasi dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) bahwa batas usia maksimal peserta lombanya 30 tahun akhirnya saya mendaftar juga,”kenang Tabah.

Lulusan D3 jurusan produksi tanaman holtikultura, Politeknik Negeri Jember ini mengaku awal mula “jatuh cinta” dengan tanaman Melon saat menggarap program “Smart Green House” di kampus. Disana, Tabah beberapa teknisi menjadi pioner program tersebut. Sebagai program perintis, Tabah dan tim berhasil menjawab tantangan dengan mengembangkan Melon hidroponik yang saat itu satu-satunya di Jember.

“Setelah itu saya pulang, dan berpikir kenapa tanaman Melon ini tidak di budidayakan di Gresik. Padahal iklim di Gresik sangat mendukung budidaya Melon,”ujarnya.

Tabah mengakui, di Kabupaten Gresik memiliki potensi besar dalam hal pertanian. Disamping cuaca yang mendukung, hal ini tidak lain yang memiliki pelabuhan besar. “Disamping cuaca yang mendukung, tanaman utamanya holtikultura merupakan komoditas yang memerlukan waktu singkat dalam proses pengirimannya. Oleh karenanya, dengan adanya pelabuhan besar maka sebenarnya itu sangat membantu dalam memasarkan produk,”kata Tabah.

“Peminat ekspor produk holtikultura juga sangat besar dari negara tetangga hingga ke Timur Tengah, namun sayangnya hingga saat ini belum bisa tercukupi lantaran suplai yang harus besar dan berkelanjutan. Kalau masalah kualitas mutu, hasil hidroponik pasti akan diterima,”tambahnya.

Namun, ditengah potensi yang sangat besar, seperti halnya petani yang lain, kendala juga masih ditemui Tabah dalam berkegiatan tani hidroponik. “Di Kabupaten Gresik, untuk pertanian hidroponik masalah utamanya adalah mineral/pupuknya. Di Hidroponik yang diperlukan adalah mineral tunggal, sedangkan pupuk yang banyak dipasaran kebanyakan sudah campur dengan berbagai mineral,” terangnya.

Tabah bermimpi untuk memperluas metodenya dari hidroponik menjadi metode organik. Dengan metode organik, penanamannya seratus persen menggunakan bahan-bahan organik tanpa kimia dan pestisida.

“Di Indonesia hingga saat ini yang berhasil hanya ada satu, di daerah Jakarta Utara, daerah beriklim panas sama dengan Gresik, jadi seharusnya Gresik juga bisa. Disamping itu, saya juga bercita-cita mendirikan sekolah “pengangguran”, dimana didalamnya kita membudidayakan Anggur,”terangnya dengan penuh semangat.

Tabah meyakini satu hal, bahwa sejauh apapun kamu berkelana, sebaik-baiknya adalah pulang ke rumah. Semua ilmu yang didapat dari pengalaman atau belajar di berbagai wilayah, alangkah baiknya jika bisa diterapkan di kampung halaman.

“Saya sering mengatakan kepada teman-teman, kalau saya bangga melihat teman-teman yang terjun di dunia pertanian baik di hulu maupun hilir. Ketika teman-teman yang muda ini mau terjun di pertanian, berarti secara tidak langsung teman-teman peduli dengan ketahanan pangan di Kabupaten Gresik. Ayo sama-sama kita kolaborasikan ketahanan pangan di Kabupaten Gresik, demi terwujudnya tanatan yang lebih baik,” pungkasnya. (yad)

Ahmad Musjtabah: Petani Muda Inovatif Gresik dalam Lomba Hari Tani dan Pangan Sedunia  Selengkapnya

Waspada Varian baru Covid-19, Polres Gresik Bagikan Masker kepada Penumpang Bus

GRESIK,1minute.id – Wabah coronavirus disease 2019 belum habis. Memasuki tahun ketiga. Virus korona terus mutasi. Kini, muncul varian baru, lebih cepat menyebar tapi tidak menimbulkan vatalitas tinggi. Yaitu, varian Omicron XBB. Dikabarkan satu orang di Kota Surabaya terpapar varian baru itu.

Untuk mengatasi pagebluk itu meluas. Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ipda Hepi bersama petugas patroli membagikan masker dan memberikan himbauan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat di Terminal Bunder, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 2 November 2022.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan jika hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk Polri mendukung pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di wilayah Bunder, Gresik.  Mengantisipasi Covid-19 varian baru agar tidak terdeteksi dari warga yang berasal dari luar kota. 

“Kami bagikan masker kepada masyarakat, tujuan kami yaitu memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan prokes dengan baik,”ucap Kapolres Aziz.

Alumnus Akpol 2002 menjelaskan jika pandemi masih belum berakhir. “Mari kita tetap patuh prokes, karena pandemi belum usai,” pungkasnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah menyatakan, pihaknya belum menemukan adanya varian baru virus Covid-19 di wilayah Gresik.  “Meski belum ditemukan di Gresik. Tapi, semua tenaga medis dan peralatan sudah bila sewaktu-waktu terjadi,”katanya pada suatu kesempatan ditemui Kantor Bupati Gresik. 

Dinkes, imbuhnya, tidak menyiapkan tenaga khusus. Karena tenaga medis dan paramedis memiliki pengalaman sebelumnya. (yad)

Waspada Varian baru Covid-19, Polres Gresik Bagikan Masker kepada Penumpang Bus Selengkapnya

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Wabup Gresik: Program untuk Kesejahteraan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi Presiden (Inpres) 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Inpres sebagai pijakan pemerintah wilayah tanah air pada 2024 mendatang, termasuk juga di Kabupaten Gresik.

Bagaimana strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk menuntaskan kemiskinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Koordinator Tim Koordinasi Penanganan Kemiskinan (TKPK) Gresik Aminatun Habibah mengajak semua dinas di lingkungan Kabupaten Gresik untuk turut serta mengambil peran. Sebab, permasalahan penanggulangan kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks, dan perlu kerja sama dari banyak pihak.

“Saat ini Kabupaten Gresik posisinya ada di nomor 7 dalam Provinsi Jawa Timur. Meskipun trennya terus turun dari tahun sebelumnya, tetapi kita ingin ini terus diakselerasi lagi agar penurunannya makin masif,”tegas Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah saat membuka rapat koordinasi (rakor) percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gresik pada Selasa, 1 November 2022.

Bu Min yang juga Wakil Bupati Gresik itu mengingatkan bahwa semua program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gresik muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya, harus benar-benar dievaluasi apakah program tersebut sudah benar-benar menyentuh masyarakat.

Meski penghapusan kemiskinan ektrem, lanjutnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, sejumlah permasalahan masih ditemukan di lapangan. Diantaranya, masih belum pulihnya ekonomi pascapendemi Covid-19. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, dan permasalahan seputar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tumpang tindih sasaran program.

“Dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada, bersama-sama kita bisa mengambil solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gresik bisa lebih di akselerasi,”tegasnya. 

Senada diungkapkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Washil, begitu sapaannya, menegaskan penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan prioritas pembangunan daerah.

“Dengan sinergi semua pihak dalam forum ini, harapannya bisa didapat strategi yang bisa kita terapkan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ektrem di Kabupaten Gresik,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik Misbahul Munir optimistis Pemkab Gresik bisa melakukan akselerasi pengentasan kemiskinan. Sebab, Pemkab Gresik memiliki modal yang bagus untuk bisa mengakselerasi penghapusan kemiskinan ektrem. Modal tersebut diantaranya capaian tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik mencapai 3,79 persen. yang berada diatas Provinsi Jawa Timur (3,57%), bahkan nasional (3,69%).

“Modal yang lain adalah capaian Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gresik saat ini menduduki peringkat yang cukup tinggi di Provinsi Jawa Timur,”kata Munir. (yad)

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Wabup Gresik: Program untuk Kesejahteraan Masyarakat Selengkapnya

Potensi Tanaman Hias, Gresik bagai Thailand-nya Indonesia

GRESIK,1minute.id – Sentra tanaman hias Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo menjadi tuan rumah kontes Adenium dan Sansevieria Road to Bupati Gresik Cup 2022. Ratusan peserta mengikuti kontes tanaman hias jenis Adenium dan Sansevieria se-Jawa ini.

Data dari Panitia tercatat 90 kontestan dalam jenis Adenium, dan 110 kontestan untuk jenis Sansevieria. Bila dirupiahkan, keseluruhannya bisa mencapai miliaran rupiah. “Kabupaten Gresik sudah mendapatkan penghargaan ketahanan pangan dari tingkat nasional hingga tingkat provinsi. Ini membuktikan bahwa kaki-kaki petani kita sudah kuat, kemandiriannya sudah ada. Ibarat permata, yang harus dilakukan sekarang tinggal memolesnya,”ujar Fandi Akhmad Yani dalam sambutan pembukaan yang dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Retno Sri Hartati Mulyandari itu.

Gus Yani lantas menjelaskan bahwa cara “memoles” petani-petani Kabupaten Gresik adalah dengan melakukan fasilitasi. Diberikan kesempatan selebar-lebarnya, didampingi, dipastikan BPJS-nya, serta didorong untuk bisa memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Retno Sri Hartati Mulyandari, tanaman endemik yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya tanaman hiasnya sangat luar biasa. “Bahkan tadi ada tanaman yang satu-satunya ada di Kabupaten Gresik yakni Adenium bonggol emas,” terangnya. Ia pun menyebut Gresik  sebagai Thailand-nya Indonesia lantaran potensi tanaman hias yang ada.

Kontes Adenium dan Sansevieria road to Bupati Gresik Cup 2022 dalam rangka semarak hari Tani dan Hari Pangan Sedunia ini, diikuti ratusan penghobi dan petani tanaman hias dari banyak wilayah didalam dan diluar Gresik. Kontes digelar selama 3 hari, mulai 28-30 Oktober 2022. Lokasinya yaitu sentra tanaman hias tropis, merupakan sentra tanaman dengan area sepanjang 17 kilometer dan menempati lahan seluas 52 hektar. Wilayahnya masuk  tiga kecamatan yakni Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom dan terdiri dari 5 desa.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mentup kontes yang bakal menjadi agenda tahunan itu. 

“Bapak ibu sekalian penggemar tanaman hias. Mudah-mudahan sesuai dengan harapan-harapan panjenengan semua, tahun depan kita akan menyelenggarakan kontes semacam ini dengan lebih meriah dan goes internasional ,” ujar wabup pada Minggu, 30 Oktober 2022.

Wabup berharap, dengan masifnya diadakan kontes tanaman hias bisa semakin mengenalkan Kabupaten Gresik sebagai sentra tanaman hias, disamping julukan Kota Industri dan Kota Santri yang saat ini sudah melekat.

Dalam kontes ini, Toni, petani tanaman hias asal Desa Karangandong yang merebut juara pertama. Ia menyabet juara satu dalam kelas bonggol emas, kelas utama non bunga, dan kelas seedling.Kesemuanya merupakan kategori tanaman Adenium. (yad)

Potensi Tanaman Hias, Gresik bagai Thailand-nya Indonesia Selengkapnya