Jaga Kamtibmas Kota Santri Kondusif, Elemen Masyarakat Deklarasi Anti Anarkitis

GRESIK,1minute.id – Sejumlah elemen kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan di Kota Santri bergandengan tangan. Bersatu untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota berpenduduk 1,3 juta ini tetap kondusif.

Mereka berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik untuk mengikuti Deklarasi Anti Anarkis, Jumat 16 Oktober 2020. Deklarasi bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif, itu diprakarsai Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin acara dihadiri Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng, Kepala Kesbangpol Pemkab Gresik Darman, dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur Puji Astuti itu.

Sedangkan unsur organisasi kemasyarakat yang hadir diantaranya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pemuda Pancasila (PP), PC Ansor serta Banser Gresik.

BACA TEKS DEKLARASI ANTI ANARKIS : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama TNI perwakilan elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam deklarasi anti anarkitis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, Deklarasi Anti Anarkis bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif. Kondisi saat ini, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  keberhasilan pembangunan di Gresik telah dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Maka perlunya saling menjaga serta antisipasi atas tindakan maupun kegiatan oknum yang mengganggu Kondusifitas Gresik secara bersama-sama,”ujar perwira dua melati di pundak itu.

Kapolres Arief, mengajak semua pihak untuk antisipasi banyaknya pemberitaan Hoax yang sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab guna menciptakan situasi yang tidak aman. “Kami berharap kepada semua pihak dapat untuk tidak terprovokasi serta menjaga kondusifitas di Gresik,”ujarnya.

Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan, 
Pemkab Gresik sangat mendukung dengan adanya Deklarasi anti Anarkis yang diprakarsai Polres Gresik ini. 

Kabupaten Gresik, Abimanyu, beda dengan daerah lain. Meski, saat ini kamtibmas masih dinilai aman. “Maka dengan adanya himbauan dari bapak Kapolres (AKBP Arief Fitrianto,Red) dan Bapak Kapolda (Irjen Pol M Fadil Imran,Red) untuk menyelenggarakan Deklrasi Anti Anarkis mari kita dukung kegiatan saat ini secara bersama-sama, sehingga jangan sampai terjadi kerusuhan. Khususnya di Gresik,”harap Abimanyu.

DEKLARASI ANTI ANARKITIS : Sejumlah elemen masyarakat serta ormas kepemudaan di Gresik bersama TNI, Polri menggelar Deklarasi Anti Anarkis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dia melanjutkan sinergitas TNI-Polri berserta masyarakat secara bersama-sama mencegah terjadinya penyebaran Covid – 19. “Ditengah-tengah kondisi tersebut semua pihak menjaga tetap menjaga kerukunan khususnya Jaga Jawa Timur, Jaga Gresik,”tegasnya.

Ada dua poin dalam deklarasi yang dibacakan secara bersama-sama itu. Bunyinya, “Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik adalah masyarakat yang selalu siap sedia menjaga kondusifitas kamtibmas Kabupaten Gresik yang aman dan damai”

“Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik yang mengutuk keras segala bentuk anarkisme dan vandalisme karena tidak sesuai dengan budaya dan cita-cita luhur bangsa Indonesia”. (*)

Jaga Kamtibmas Kota Santri Kondusif, Elemen Masyarakat Deklarasi Anti Anarkitis Selengkapnya

KPU Tetapkan DPT Pilbup Gresik 918.192 pemilih. Mayoritas Pemilih Perempuan

GRESIK, 1minute.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan bupati dan wakil bupati 2020. Penetapan DPT Pilbup Gresik itu dilakukan di Hotel Horison, Kamis, 15 Oktober 2020.

Acara itu dihadiri panitia pemilihan kecamatan (PPK),  Badan pengawas pemilu (Bawaslu), Kesbangpol, TNI dan Polri.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengataka  proses penetapan daftar pemilih tetap ini cukup panjang. Sebelumnya KPU Gresik melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan PPDP untuk pendataan pemilih. 

TAHAPAN PILBUP : Baliho tahapan pemilu ini dipasang di depan pintu masuk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik ( foto dokumen chusnul cahyadi/1minute.id)

Kemudian muncul daftar pemilih sementara (DPS) yang selanjutnya dilakukan uji publik DPS. Hingga akhirnya didapati jumlah DPT yang ditetapkan dalam rapat pleno terbuka.

“Bisa jadi data ini belum sempurna, tapi ini ikhtiar kami terkait pendataan pemilih. Kami bersama PPK dan PPS sudah berusaha maksimal. Jika ada masukan kami terima dengan bukti otentik dengan by name by address,”kata Roni dikutip melalui laman kab-gresik.kpu.go.id, Jumat 16 Oktober 2020.

Terkait dengan ketentuan tanggapan masyarakat menuju ke DPT, tambahnya, pemilih atau pihak berkepentingan dapat mengajukan usul perbaikan mengenai yang tercantum dalam DPS. 

Dalam rapat pleno setiap PPK menyampaikan hasil DPT setiap kecamatan. Rata-rata per kecamatan memiliki perubahan data. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Gresik yakni laki-laki 456.202 pemilih. Sedangkan, perempuan  461.990 pemilih. Total 918.192 pemilih. (*)

KPU Tetapkan DPT Pilbup Gresik 918.192 pemilih. Mayoritas Pemilih Perempuan Selengkapnya

QA Siapkan Kebijakan Fasilitasi Produk UMKM Gresik Masuk Toko Modern dan Waralaba

GRESIK, 1minute.id – Minimarket waralaba menjamur di Kota Santri. Bahkan, sampai ke pedesaan. Akan tetapi, toko modern itu tidak begitu banyak memasarkan produk UMKM.

Nah, pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Moh Qosim dan Asluchul Alif prihatin. Cabup-Cawabup, Qosim-Alif (QA) itu berkomitmen untuk memfasilitasi produk unggulan UMKM agar bisa masuk di toko modern atau waralaba.

“Nanti produk unggulan UMKM Gresik harus bisa dipasarkan di toko modern atau waralaba. Jika mereka tidak mau, izinnya akan dievaluasi,”kata dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif dalam siaran pers diterima 1minute.id, Rabu 14 Oktober 2020. 

Cawabup nomor urut 1 ini juga sudah menyiapkan beberapa program peningkatan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif dalam visi-misinya. 

“Wujudnya nanti pada akselerasi pendampingan program pemerintah daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM dan usaha ultra mikro lainnya, mengembangkan ekosistem agro industri perdesaan dan BUMDes sebagai inkubator bisnis berbasis pedesaan,”jelasnya.

SAMBUNG RASA : Paslon Cabup-Cawabup, Moh Qosim-Asluchul Alif berkomitmen fasilitasi produk UMKM masuk toko.modern atau waralaba ( foto : Tim Media QA )

Alif menambahkan wujud daya saing ekonomi berbasis potensi lokal bisa berupa fasilitasi kemudahan akses permodalan dan produk unggulan perdesaan berbasis e-commerce. Dalam program ini paslon QA salah satunya akan meluncurkan ‘Kartu UMKM Bangkit’. 

Melalui kartu ini pegiat UMKM dan Ultramikro dibantu dalam kemudahan akses permodalan yang juga ditunjang dengan intervensi pemerintah daerah, dalam mendekatkan “pasar” menjadi solusi berkembangnya sektor UMKM dan Ultramikro yang jumlahnya ratusan ribu di Kabupaten Gresik.

“Kami akan mendirikan BUMD yang menyiapkan pasar produk warga lokal. Sehingga pasar produk UMKM terjamin. Pasar juga akan terintegrasi dengan sistem pasar modern. Semua data juga dapat terpantau secara konkrit,”kata dokter berusia 40 tahun ini. (*)

QA Siapkan Kebijakan Fasilitasi Produk UMKM Gresik Masuk Toko Modern dan Waralaba Selengkapnya

Unjuk Rasa Damai Tolak Omnibus Law, Jadi Tontonan Orang Dewasa hingga Anak-anak

GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan UU Omnibus Law masih terjadi di Gresik, Selasa 13 Oktober 2020. Meski tidak sebesar unjuk rasa sebelumnya.

Aksi penolakan dilakukan puluhan aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di depan gedung DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Aksi dilakukan aktivis lembaga swadaya masyarakat ini lebih bersifat menghibur.

Masyarakat Kota Giri pun seakan mendapatkan hiburan gratis menyegarkan di tengah kondisi pandemi dan krisis ekonomi. 
Aksi yang pimpin Muhammad Mudin yang juga kepala distrik GMBI Gresik diselingi joget di depan gerbang parlemen yang di jaga barikade polisi itu cukup menghibur.

Orang dewasa hingga anak seakan menikmati aksi penolakan pengesahan undang-undang cipta tenaga kerja itu. “Omnibus Law Cipta Kerja semakin menyengsarakan buruh. DPR harus mencabutnya,”tegas Mudin dalam orasinya diatas mobil komando di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 13 Oktober 2020. 

Selama 60 menit berorasi tidak ada wakil rakyat menemui mereka. Setelah negosiasi sepuluh orang perwakilan mereka akhirnya menyerahkan tuntutan mereka mendesak DPRD Gresik untuk menolak pengesahan omnibus law cipta kerja kepada Setyo Rupawan, staf bagian humas DPRD Gresik. Massa membubarkan diri. Begini aksi massa yang menolak Omnibus Law Ciptaker itu (*)

Search
Unjuk Rasa Damai Tolak Omnibus Law, Jadi Tontonan Orang Dewasa hingga Anak-anak Selengkapnya

Berhasil Mengubah Prilaku Masyarakat, Bupati Gresik Raih Penghargaan ODF dan Jer Basuki Mawa Beya

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kembali mendapakan apresiasi. Kali ini, penghargaan berasal dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disela upacara Peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin 12 Oktober 2020.

Dua penghargaan itu adalah Jer Basuki Mawa Beya dan kabupaten Predikat Open Defecation Free (ODF). Penyematan PIN Jer Basuki Mawa Beya disematkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Menurut Gubernur Jatim Khofifah seperti yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi, penghargaan ini diberikan atas dedikasi, tenaga, pikiran dan jiwa raga yang selama ini diberikan kepada masyarakat.

“Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya merupakan bagian dari kekuatan, persatuan hingga seluruh dedikasi, pengorbanan dan perjuangan bersama,”kata Reza, Senin 12 Oktober 2020.

Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga meraih penghargaan sebagai daerah dengan predikat Open Defecation Free (ODF). Penghargaan ini diberikan karena masyarakat Gresik sudah terbebas daru perilaku buang air besar sembarangan. 

Penghargaan ODF itu diberikan pada acara resepsi penganugerahan dan silaturahmi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu 11 Oktober 2020.

SEMATKAN PIN : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyematakan PIN Jer Basuki Mawa Beya kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto   ( foto : humas Pemkab Gresik)

Menurut Reza Pahlevi, penghargaan ini terbilang istimewa karena sebagai bentuk pengakuan bahwa derajat kesehatan masyarakat Gresik telah mengalami peningkatan. Sebelumnya, tambah Reza, kita masih sering menjumpai masyarakat buang air sembarangan.

“Pemerintah beserta berbagai elemen telah berhasil merubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat,”tegas Reza.  “Saat ini tiada lagi. Masyarakat Gresik sudah membiasakan diri untuk buang air di WC,”tambahnya. 

Sementara itu, peringatan Hari jadi Provinsi Jawa Timur di halaman Kantor Pemkab Gresik.  Upacara  diikuti oleh berbagai elemen yaitu dari ASN Pemkab Gresik, TNI Polri, Satpol PP dan pasukan dari Dinas Perhubungan Gresik dengan protokol kesehatan.

Inspektur Upacara Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Tampak di kursi undangan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe. Hadir juga Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Ny Maria Ulfa Sambari, Perwakilan Dharma Wanita serta para Kepala OPD. (*)

Berhasil Mengubah Prilaku Masyarakat, Bupati Gresik Raih Penghargaan ODF dan Jer Basuki Mawa Beya Selengkapnya

Dokter Alif, Anjurkan Warga Konsumsi Sayur dan Buah untuk Jaga Kesehatan Mata

GRESIK,1minute.id – Calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif menghadiri launching gerai optik di Kecamatan Cerme. Dalam kesempatan itu, cawabup yang berpasangan dengan calon bupati (cabup) Moh Qosim itu, mengajak masyarakat untuk banyak mengomsumsi sayuran dan buah untuk menjaga kesehatan mata.

“Mata adalah jendela dunia,”kata dokter Alif-panggilan-Asluchul Alif bertamsil. Alif menambahkan kesehatan mata perlu dijaga. Sebab, kalau mata kita sehat tentu aktivitas tak akan terganggu. Gerai optik itu buka pada Sabtu 10 Oktober 2020. 

Cawabup nomor urut 1 ini menjelaskan, faktor usia dan pola hidup juga sangat mempengaruhi kondisi mata seseorang. “Kalau kondisi sudah seperti ini, seseorang bisa memakai alat bantu penglihatan seperti kacamatan optik,”jelas dokter Alif.

Cawabup Asluchul Alif bersama relawan di acara launching gerai optik di Cerme, Sabtu 10 Oktober 2020 ( foto : Tim Media QA)

Di bidang kesehatan, pasangan QA (Qosim – Alif) bertekad akan mendaftarkan seluruh warga di BPJS Kesehatan. “Berdasarkan komunikasi kami dengan BPJS Kesehatan, warga Gresik yang belum terdaftar di BPJS hanya 30 persen. Itu yang nanti akan kami daftarkan,” terangnya.

Selama ini, tambahnya, melalui Rumah Sakit Fathma Medika pihaknya sudah mendaftarkan ratusan penjaga warung kopi, pedagang dan pekerja rentan di BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan, bulan lalu, berkat didaftarkan di BPJS, seorang ahli waris penjaga warung kopi mendapatkan santunan kematian uang Rp 42 juta. “Selain itu, kami juga menggelar operasi katarak gratis bagi warga tak mampu,” ucapnya (*)

Dokter Alif, Anjurkan Warga Konsumsi Sayur dan Buah untuk Jaga Kesehatan Mata Selengkapnya

Air Telaga untuk MCK, Air Isi Ulang Buat Minum dan Nyuci Baju Warna Putih Gunakan Air Sumur. Warga Gresik Atasi Krisis Air Bersih

GRESIK, 1minute.id – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Gresik. Untuk mencukupi mandi, cuci dan kakus (MCK) masyarakat melakukan berbagai cara. Bagi masyarakat ekonomi menengah atas memilih beli air tangki. Sebaliknya, ekonomi kurang mampu memilih ngangsu di telaga desa.

Sumardi, diantaranya. Lelaki 60 tahun itu harus bolak-balik dari rumah ke telaga desa untuk mengambil air. Menggunakan sepeda angin, kakek dua cuci meletakkan dua jerigen di samping kiri dan kanannya. 
“Itu rumah saya terlihat dari sini,”kata lelaki yang tinggal di Dusun Terangbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ditemui 1minute.id, Kamis 9 Oktober 2020.

AIR untuk MCK : Sumardi, 60, warga Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme mengambil aie di telaga dusun, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Sumardi ambil air telaga berwarna kehijauan itu, sehari dua kali. Pagi dan sore hari. “Buat mandi saja,”kata pensiunan pekerja pabrik perlengkapan otomotif itu. Bagi Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi aktivitas mengambil air bersih itu rutinitas tahunan di musim kemarau.

“Kalo beli air tangki dari sumur ukuran 5 ribu liter Rp 130-an ribu. Yo, sangat berat,”kata Sumardi yang juga buruh tani ini.
Air telaga dusun ini hanya bisa digunakan MCK. Tapi, Sumardi membahkan, untuk mencuci pakaian putih tidak menggunakan air telaga itu. “Klambi putih iso mangkak (warna memudar kekuningan),”katanya.

Bagaimana dengan minum? Dia mengaku menggunakan air isi ulang. Ada tiga jenis digunakan Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi itu. Tiga jenis air adalah air minum menggunakan air isi ulang ; MCK menggunakan air telaga. Kemudian mencuci pakaian putih menggunakan air sumur.

Krisis Air Bersih : Warga Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik mengambil air di telaga desa, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Dalam pengamatan 1minute.id, Desa Kandangan ini memiliki dua telaga. Setiap pagi dan sore hari, dua telaga terletak di pinggir jalan kabupaten menghubungkan Cerme dengan Benjeng itu hilir mudik masyarakat untuk mengambil air telaga. Ada menggunakan geledekan berisi delapan jerigebln ; menggunakan sepeda motor dan ngonthel. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan dari desa-desa terkait krisis air bersih yang dialami warganya. “Sampai saat ini (Kamis malam), belum ada desa yang melaporkan krisis air bersih.

Seperti diberitakan 1minute.id sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memprediksi 71 desa tersebar di 13 kecamatan di Gresik mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terjadi karena musim kemarau panjang. (*)

Air Telaga untuk MCK, Air Isi Ulang Buat Minum dan Nyuci Baju Warna Putih Gunakan Air Sumur. Warga Gresik Atasi Krisis Air Bersih Selengkapnya

Berguru Ilmu Ekonomi, QA Mendapatkan Masukkan Membentuk Program Bank Wakaf

GRESIK,1minute.id – Calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif berguru ilmu ekonomi kepada Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH  Abdul Kholiq. Cawabup pasangan calon bupati (Cabup) Moh Qosim itu mendapat masukkan untuk membuat program pembentukkan bank wakaf.

Mengadopsi program perekonomian umat yang dicanangkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Program ini tidak hanya di tingkat ritel dan toko kelontong. Juga, menjadi sebuah korporasi bertujuan memperkuat perekonomian umat. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH  Abdul Kholiq secara khusus kepada Cawabup nomor urut satu Asluchul Alif. 

Menurut KH Abdul Kholiq, program  pemberdayaan melalui keterampilan di bidang UMKM mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran. Pemasaran perlu  jaringan, karena selama ini produk yang dihasilkan UMKM kesulitan akses pasar. “Jadi istilahnya belum naik kelas, hanya terdistribusi di tetangga dan toko toko kelontong,”katanya dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 8 Oktober 2020.

KH Abdul Kholiq mencontohkan yayasan yang dikelolanya. “Di yayasan kami, ada yang wakaf kambing 5 ekor, sekarang sudah mencapai 50 ekor dan telah kami bagikan kepada yang berhak,”terang KH Abdul Kholiq. Cawabup Alif terlihat serius mendengarkan gagasan KH Abdul Kholiq itu.

Ia menambahkan, konteks wakaf ini bukan hanya wakaf untuk pembangunan masjid dan gedung madrasah. “Namun lebih kepada wakaf aset ekonomi,”sarannya. Lebih jauh Kholiq memberikan contoh wakaf yang bisa membantu ekonomi ummat yang masih lemah.

Di antaranya salah satu yayasan lembaga pendidikan mengelola aset wakaf sebuah hotel. Sehingga keuntungan dari layanan hotel tersebut dipakai untuk membiayai operasional pendidikan termasuk menggaji guru-gurunya.

Di Malaysia, terangnya,  punya aset wakaf kebun sawit sekian ribu hektare dari mantan perdana menteri Malaysia Mahatir Mohammad untuk disalurkan kepada yayasan yatim piatu disana. “Lha model seperti ini kalau diterapkan oleh Mas Alif dan Pak Qosim di Gresik akan sangat bagus sekali, hanya saja model wakaf seperti ini belum populer,” cerita Abdul Kholiq yang juga terlibat dalam forum yayasan panti asuhan se- Kabupaten Gresik ini.

Cawabup pasangan QA, dokter Alif didampingi Ketua Yayasan Himmatun Ayat, KH  Abdul Kholiq. ( foto : Tim Media QA ) 

Cawabup Gresik Asluchul Alif sependapat dengan ide KH Abdul Kholiq itu. Dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif pun berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat. Khususnya kalangan yang perlu mendapat perhatian adalah para janda atawa single parent dan anak yatim. Sebab selama ini masih banyak yang belum mendapatkan akses ekonomi.

“Dalam program saya bersama Pak Qosim mencanangkan program pendidikan untuk anak yatim dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi,”kata pasangan QA ini.

Sedangkan, Ibu-ibu single parent, tambah Ketua DPC Partai Gerindra ini, mencanangkan pendampingan dengan keterampilan di bidang UMKM. Mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran.

“Produk UMKM dari Ibu-ibu kami buatkan akses pasar ke ritel modern. Jadi kami buat regulasi pasar modern di Gresik seperti tenan di mal-mal dan minimarket waralaba seprti Alfamart, Indomaret untuk menyerap produk UMKM,”katanya.  “Tentu akan kami dampingi agar produk UMKM yang dihasilkan Ibu-ibu bisa sesuai standar pasar modern tersebut,”imbuhnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini mengaku saat ini memimpin yayasan lembaga pendidikan yang menaungi TPQ dan madrasah diniyah (Madin) tinggalan orang tuanya, sehingga sedari awal bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan umat menjadi salah satu prioritasnya. 

“Insyaallah bila diijabai oleh Allah memimpin Gresik apa yang kami serap dari Bapak Abdul Kholiq dan yayasan ini akan Kami realisasikan,”kata dokter Alif. (*)

Berguru Ilmu Ekonomi, QA Mendapatkan Masukkan Membentuk Program Bank Wakaf Selengkapnya

Hore ! Jalan Raya Cerme Sudah Dibuka. Ini Kondisinya

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

GRESIK, 1minute.id – Hore !!! Jalan Raya Cerme ruas Legundi – Cerme mulai di buka kembali, Jumat 9 Oktober 2020. Jalan nasional di tutup sejak 24 Juli 2020.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, Jumat 9 Oktober 2020 pekerjaan pengocoran jalan sepanjang 965 meter, lebar 11 meter telah selesai. Rinciannnya, panjang jalan yang di cor selanjang 765 meter dari exit tol Cerme hingga rel kereta api. Kemudian, dari exit tol Cerme sampai pintu masuk Desa Pandu dan Jono sekitar 200 meter. 

Meski pengecoran selesai, masih ada pekerjaan pemasang box culvert, saluran air di sisi barat dan timur jalan. Alat berat bechoe, dan slinder masih beroperasi. Jalan pun masih berdebu. Terlihat kendaraan roda dua dan mobil pribadi lalang. 

Akses masuk jalan itu masih di pasang trafic cone selebar mobil pribadi. “Wis saiki ngak muter Duduksampeyan lagi,”kata Rokim, pengendara mobil, Jumat 9 Oktober 2020. Ini kondisi Jalan Raya Cerme pascapengecoran itu. (*)

Hore ! Jalan Raya Cerme Sudah Dibuka. Ini Kondisinya Selengkapnya

20 Ribu Masker untuk Emak-emak, Program PKK Jalan dengan Pembiasaan Hidup Baru

GRESIK,1minute.id – Wabah korona belum berakhir. Masih ada penambahan pasien reaktif di Kota Giri. Kini, muncul kabar baru yakni klaster pondok pesantren. Kondisi itulah membuat tim Penggerak PKK Persatuan Gresik turun tangan dengan membagikan 20 ribu masker kepada kaum hawa.

Ribuan masker itu dibagikan melalui ketua TP PKK kecamatan di Pendapa Bupati Gresik disela Sosialisasi Pilbup. Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari mengatakan masker tersebut sumbangan dari Satgas Covid Gresik berasal dari berbagai pihak di Gresik.

“Kami membagikan melalui TP PKK karena kami yakin organisasi ini ada dan aktif sampai di tingkat RT,”kata Maria Ulfa melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Jumat 9 Oktober 2020.

“Pembagian masker melalui PKK akan lebih efektif dan tepat sasaran. Para ibu ini lebih punya kesempatan dan aktif dalam bersosialiasasi dengan masyarakat,”imbuh Reza.

Sejak Maret 2020, pertemuan TP PKK mulai tingkat Kabupaten sampai tingkat RT dibekukan. Kini, kondisi wabah semakin reda pertemuan pengurus PKK kembali digelar dengan protokol kesehatan. 

SIMBOLIS : Ketua TP PKK Gresik Hj Maria Ulfa membagikan masker kepada TP PKK Kecamatan di Pendapa Bupati Gresik ( foto : Humas Pemkab Gresik )

“Sesuai petunjuk provinsi, Posyandu untuk balita kita laksanakan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sedangkan Posyandu untuk manula kita tunda dulu mengingat resikonya terlalu tinggi bila tetap dilaksanakan dimasa pendemi Covid kali ini,”ujarnya.

Istri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto itu menambahkan pelaksanaan Posyandu bisa dilaksanakan door to door atau diadakan di ruang terbuka. “Pokoknya tetap harus melaksanakan dengan social distancing, meminimalisir kontak fisik dan menyiapkan segala persyaratan sesuai protocol Kesehatan,”katanya.   

Ia meminta agar program PKK tidak boleh berhenti. Laksanakan program yang sekiranya bisa dilaksanakan. Pelaksanaannya tetap dengan cara mengadaptasi kebiasaan baru (new normal). Protokol Kesehatan tetap kita laksanakan pada setiap pelaksanaan program PKK.

Misalnya, membatasi peserta hanya separo dari kapasitas gedung atau tempat acara. Mempersingkat acara, dan menghindari kontak fisik antar sesama dengan merenggangkan jarak antara satu dengan yang lain. “yang penting semuanya harus memakai masker, dan cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir,”tegasnya. (*)

20 Ribu Masker untuk Emak-emak, Program PKK Jalan dengan Pembiasaan Hidup Baru Selengkapnya