7 Tiang Listrik, 7 PJU Roboh Diterjang Angin Lesus sepanjang Jalan Deandles Pantura Gresik

GRESIK,1minute.id – Hujan deras disertai angin kencang menerjang pantai utara (Pantura) Gresik pada Selasa sore, 10 Januari 2023. Hembusan angin kencang itu mengakibatkan tujuh tiang listrik dan penerangan jalan roboh. Angin juga merobohkan pohon peneduh di Jalan Raya Daendles, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Akibat bencana angin lesus itu, lalu lintas di Jalan Deandles macet dua arah. Kendaran roda empat atau lebih dari Sidayu ke arah Paciran, Lamongan atau sebaliknya macet sepanjang lebih dari 1 kilometer. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 16.00 WIB hujan deras terjadi hampir merata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Termasuk, wilayah Kecamatan Sidayu. Hujan belum reda ada angin lesus. Angin menerjang semua yang ada di dekat. Tiang listrik, lampu penerangan jalan, rambu lalu lintas dan pohon tumbang satu per satu mengarah ke jalan raya  nasional itu.

Akibat badan jalan tertutup pohon, lampu penerangan jalan yang roboh. Sedangkan, tiang listrik nyaris roboh. Menurut Camat Sidayu Nuryadi, bencana angin itu tidak menyebabkan korban jiwa. “Data kami ada 7 tiang listrik,   7 penerangan jalan raya dan 2 pohon yang roboh,” terang Nuryadi dikonfirmasi melalui selulernya pada Selasa malam, 10 Januari 2023.

Pihaknya, imbuhnya, telah berkoordinasi dengan BPBD (badan Penanggulangan bencana daerah) Gresik dan PLN. “Sudah di tangani pihak PLN sebentar lagi akan selesai dan  kendaran berjalan lagi tinggal 2 tiang,” katanya.  Proses evakuasi juga melibatkan masyarakat setempat sehingga bisa cepat tertangani. Selain di Kecamatan Sidayu, angin puting beliung juga menyabu 3 wilayah lain di Kabupaten Gresik. Yakni, Desa Turirejo dan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean ;   wilayah Kecamatan Cerme, Menganti dan Sidayu. (yad)

7 Tiang Listrik, 7 PJU Roboh Diterjang Angin Lesus sepanjang Jalan Deandles Pantura Gresik Selengkapnya

Gudang Terbakar, Tumpukan Kertas jadi Abu

GRESIK,1minute.id – Gudang kertas bekas di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terbakar pada Rabu malam, 4 Januari 2023. Dalam hitungan tidak lebih 1,5 jam tumpukan kertas langsung menjadi abu. Karena terbakar. Tidak ada korban jiwa musibah kebakaran awal tahun di musim hujan ini.

Kebakaran gudang kertas milik Dedik ini kali pertama di ketahui salah pekerja di gudang tersebut. Ada yang mencoba memadamkan amuk si jaga merah. Ada sebagian pekerja lainnya, melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran Gresik. Afuk, salah satu pelapor kejadian tersebut. 

Api semakin membesar. Warga setempat was-was api merembet. Melihat nyala memerah ditengah kegelapan malam, sekitar pukul 20.50 WIB. Lidah api cepat membesar karena tiupan angin dan barang di dalam gudang tersebut mudah terbakar. Kertas dan plastik.

Beruntung petugas damkar cepat tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK). Ada delapan petugas dengan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air. Mereka ini, petugas berada di posko Unit Driyorejo. “Selama hampir dua jam, kami baru bisa memadam api,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Kamis, 5 Januari 2023.Kebakaran gudang kertas bekas ini, kali kedua pada 2023 ini. (yad)

Gudang Terbakar, Tumpukan Kertas jadi Abu Selengkapnya

Kali Kedua, Nelayan Menemukan Ikan Duyung Mati di Pesisir Pantai Pulai Bawean

GRESIK,1minute.id – Seekor ikan duyung ditemukan mati di pesisir pantai Pulau Bawean. Saat ditemukan oleh  nelayan asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura kondusif sudah membusuk. 

Nelayan desa setempat bersama Tim Reaksi Cepat Konservasi Bawean, BKSDA RKW 11 Bawean, kantor kelautan dan perikanan (KKP) dan pemerintah desa (Pemdes) Lebak menguburkan ikan duyung – warga Pulau Bawean biasa menyebut- Dugong sekitar lokasi penemuan pada Kamis, 29 Desember 2022. Penemuan dugong mati di pesisir Pantai Pulau Bawean ini untuk kali kedua dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

Dugong jenis kelamin jantan yang kali terakhir ditemukan nelayan Bawean ini memiliki panjang 254 cm, lebar ekor 85 cm dan  sudah dalam keadaan bau busuk dan sebagian tubuh hancur. 

Menurut Kepala Desa Lebak Fadal, dugong ditemukan nelayan ketika hendak mencari ikan. “Nelayan yang akan menjaring ikan di sekitar pesisir pantai pada Selasa lalu sekitar pukul 06.00 WIB, sudah dalam keadaan mati,” kata Fadal kepada wartawan. Pihaknya, setelah mendapat laporan nelayan terkait penemuan satwa laut yang ditangarai mulai langka kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. 

Diantaranya, BKSDA RKW 11 Bawean, KKP, Pemdes Lebak serta lembaga swadaya masyarakat, tim Reaksi Cepat Konservasi Bawean. Fadal mengatakan, warga memang sering menemukan dugong saat cuaca buruk atau ombak besar seperti sekarang ini. “Beberapa hari terkahir nelayan melihat ada tiga dugong sedang makan lamun. Saat ditemukan, satu dugong mati. Dengan mengalami luka di bagian kepala dan sebagian badan,” ucapnya.

Bidang penelitian dari perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra menjelaskan, ekosistem lamun menyediakan tempat tinggal bagi berbagai macam biota laut meliputi ikan, krustasea, reptil hingga mamalia. Mamalia laut. “Ikan yang diketahui berhabitat di padang lamun adalah dugong,” kata Yusra. Sebagai pengetahuan kepada masyarakat kalau pantai Dusun Rabe, Desa Lebak,  terdapat hamparan lamun atau ebus-ebus- kata orang Bawean yang merupakan habitat dugong dan tempat bermainnya. 

“Penemuan dugong mati terdampar sudah dua kali,” terang Yusra. Kali pertama ditemukan mati pada 17 Mei 2021 di Pantai Kepuhteluk Pulau Bawean. Dan, Selasa, 27 Desember 2022. Karena itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk terus melestarikan lamun yang merupakan makanan utama dugong serta menjaga dan  melindungi  keberadaannya. 

Masih kata Yusra, mamalia laut jenis dugong ini merupakan salah satu biota langka dan dilindungi oleh negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa. “Peraturan itu juga dipertegas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut,” jelas Yusra. (yad)

Kali Kedua, Nelayan Menemukan Ikan Duyung Mati di Pesisir Pantai Pulai Bawean Selengkapnya

Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Ditemukan Meninggal

GRESIK,1minute.id – Tim pencarian korban tenggelam di aliran Kali Lamong berhasil menemukan dan mengevakusi korban tenggelam di aliran Kali Lamong pada Senin, 26 Desember 2022. Namun, tuhan berkehendak lain, Nanang Kurniawan yang ditemukan pukul 15.00 WIB dalam kondisi meninggal.

Pemuda 27 tahun asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

Pencarian korban tenggelam memasuki hari kedua ini dilakukan mulai pagi hari. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dibantu Tim BPBD Jombang melakukan penyisiran hingga radius 1 kilometer. Sebab, kondisi arus Kali Lamong kuat. Sehingga diperkirakan hanyut. Masyarakat sekitar lokasi musibah di Desa Bulangkulon juga ikut membantu melakukan pencarian.  

Mereka menggunakan perahu karet mengubek-ubek sejumlah tempat yang dicurigai korban tenggelam. Pencarian tanpa kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Korban Nanang Setiawan berhasil ditemukan. Korban dalam kondisi meninggal kemudian dibawah RSUD Ibnu Sina Gresik dengan menggunakan mobil milik BPBD Gresik. “Tadi sekitar pukul 3 sore, korban kami temukan. Korban meninggal,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang pada Senin, 26 Desember 2022.

Seperti diberitakan Nanang Kurniawan, 27, asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu tenggelam setelah berhasil menyelamatkan adiknya, Aris Setiawan, 22. Nanang hanyut kemudian tenggelam pada Minggu, 25 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. 

Pagi itu, Nanang dan adiknya, Aris Setiawan bersama 10 temannya berangkat dari Jombang untuk mencari biawak atau nyambek. Mereka mempunyai hobi sama, berburu binatang reptil biawak. Nanang dan Aris memilih tempat berburu biawak di bantaran aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon. Saat itu, kabarnya tembakan Aris berhasil mengenai biawak. Karena hewan reptil itu kabur Aris mengajarkan. Nahas, pemuda 22 tahun itu terpeleset dan kecebur Kali Lamong. 

Informasi lain, Aris setelah berburu biawak kemudian mencuci tangan di bantaran Kali Lamong itu. Musim hujan, bantaran Kali Lamong licin. Aris pun tercebur. Nanang melihat adiknya, Aris tercebur berusaha menolong. Ia melompat masuk Kali Lamong yang kondisi arus cukup kuat tersebut. Nanang berhasil menyelamatkan adiknya, Aris.

Namun, kondisi arus Kali Lamong yang kuat membuat tubuh pemuda 27 tahun itu terseret arus. Nanang pun tenggelam. Kabar ada orang tenggelam cepat menyebar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan upaya pencarian. Hingga menjelang Magrib, upaya pencarian belum membuahkan hasil. 

Hingga siang pukul 13.10 WIB tim pencarian masih belum berhasil menemukan korban Nanang.  “Kita lanjutkan hari ini (Senin, 26/12/2022). Mohon doanya bisa cepat kami temukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang. (yad)

Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Ditemukan Meninggal Selengkapnya

Pencarian Hari Kedua, Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Belum Ditemukan 

GRESIK,1minute.id – Tim pencarian korban tenggelam di aliran Kali Lamong kembali dilanjutkan pada Senin,  26 Desember 2022.. Pencarian hari kedua, korban diduga bernama Nanang Kurniawan ini hingga radius 1 kilometer dari lokasi tenggelam di Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

Pemuda 27 tahun asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu tenggelam setelah berhasil menyelamatkan adiknya, Aris Setiawan, 22. Nanang hanyut kemudian tenggelam pada Minggu, 25 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. 

Pagi itu, Nanang dan adiknya, Aris Setiawan bersama 10 temannya berangkat dari Jombang untuk mencari biawak atau nyambek. Mereka mempunyai hobi sama, berburu binatang reptil biawak. Nanang dan Aris memilih tempat berburu biawak di bantaran aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon. Saat itu, kabarnya tembakan Aris berhasil mengenail biawak. Karena hewan reptil itu kabur Aris mengajarkan. Nahas, pemuda 22 tahun itu terpeleset dan kecebur Kali Lamong. 

Informasi lain, Aris setelah berburu biawak kemudian mencuci tangan di bantaran Kali Lamong itu. Musim hujan, bantaran Kali Lamong licin. Aris pun tercebur. Nanang melihat adiknya, Aris tercebur berusaha menolong. Ia melompat masuk Kali Lamong yang kondisi arus cukup kuat tersebut. Nanang berhasil menyelamatkan adiknya, Aris.

Namun, kondisi arus Kali Lamong yang kuat membuat tubuh pemuda 27 tahun itu terseret arus. Nanang pun tenggelam. Kabar ada orang tenggelam cepat menyebar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan upaya pencarian. Hingga menjelang Magrib, upaya pencarian belum membuahkan hasil. 

Hingga siang pukul 13.10 WIB tim pencarian masih belum berhasil menemukan korban Nanang.  “Kita lanjutkan hari ini (Senin, 26/12/2022). Mohon doanya bisa cepat kami temukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang. Doa untuk Nanang juga tersebar di jaringan pertemanan, grup WA. ” Moga ndang ketemu sobat,” kata seorang teman korban dalam grup WhatsApp itu. (yad)

Pencarian Hari Kedua, Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Belum Ditemukan  Selengkapnya

Pemburu Biawak Tenggelam di Aliran Kali Lamong setelah Selamatkan Nyawa Adik

GRESIK,1minute.id – Seorang “pemburu” biawak dikabarkan tenggelam di aliran Kali Lamong di Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Minggu, 25 Desember 2022. Korban tenggelam bernama Nanang Kurniawan, 27, warga Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. 

Hingga menjelang Magrib, tim gabungan, antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik belum berhasil menemukan korban. Informasi yang dihimpun puluhan penghobi pemburu biawak asal Mojoagung, Jombang “menyerbu” Gresik. 

Mereka diperkirakan berjumlah 12 orang. Setiba di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mereka menyebar ke sejumlah tempat. Nanang dan adiknya memilih berburu biawak di sekitar Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng.  Sekitar pukul 08.30, dua bersaudara yang memiliki hobi sama, berburu binatang reptil biawak atau nyambek itu mulai beraksi. 

Mereka memilih lokasi berburu di bantaran Kali Lamong di Desa Bulang Kulon itu. Musim hujan, kondisi bantaran Kali Lamong pun licin. Debit air juga cukup deras. Pagi itu, mereka melihat ada seekor biawak. Beberapa kali mereka menembak sasaran. Dikabarkan salah satu tembakan mereka mengenai sasaran. Namun, biawak masih berusaha kabur. 

Melihat hewan buruannya kabur adik korban Nanang (belum diketahui identitas) lari untuk menangkap biawak itu. Namun, sang adik terpereset dan kecebur Kali Lamong. Korban Nanang melihat adik tercebur berusaha menolong. Nanang berhasil menyelamatkan nyawa adiknya tersebut. 

Namun, tubuh Nanang terseret arus Kali Lamong dan akhirnya tenggelam. “Korban bisa menyelamatkan adiknya. Tapi, kemudian korban terseret arus,” ujar seorang warga desa setempat. Pemcarian korban dilakukan sampai menjelang Magrib. Tapi, belum berhasil menemukannya. “Tadi teman-teman melakukan pencarian. Tapi karena menjelang Magrib belum ditemukan. Pencarian kami lanjutkan besok,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang dikonfirmasi selulernya pada Minggu malam, 25 Desember 2022. (yad)

Pemburu Biawak Tenggelam di Aliran Kali Lamong setelah Selamatkan Nyawa Adik Selengkapnya

Ganti Tabung Elpiji, Rumah dan Dapur Katering Terbakar, 2 Motor dan 8 Tabung Elpiji Gosong

GRESIK,1minute.id – Rumaqh Sumiati di Jalan Malang, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) ludes dilahap si jago merah pada Senin, 19 Desember 2022. Tidak korban jiwa dalam musibah yang diduga dipicu kebocoran tabung gas elpiji itu. Namun, dua unit sepeda motor dan 8 tabung elpiji melon gosong terbakar. 

Informasi yang dihimpun Senin, 19 Desember 2022 sekitar pukul 15.20 WIB sejumlah orang sedang memasak di bagian dapur berada di Jalan Malang, Kompleks Perumahan GKB di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Rumah tiga lantai itu milik Sumiati. Selain sebagai tempat tinggal juga difungsikan sebagai dapur untuk bisnis katering pemilik rumah tersebut. 

Nah, siang itu sejumlah orang sedang memasak di bagian dapur untuk katering. Proses masak menggunakan gas elpiji dan sambungan pipa gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN). Salah seorang juru masak mengganti tabung elpiji yang habis. Saat mengganti tabung gas elpiji ditengarai ada gas yang ngowos. Kondisi di bagian dapur yang panas ditambah paparan gas ngowos ditengarai menjadi pemicu terjadinya kebakaran hebat rumah tiga lantai di kawasan perumahan tersebut. 

Blub….! Api menyambar sejumlah barang yang mudah terbakar di dalam dapur tersebut. Api pun cepat membesar. Juru masak dan pemilik rumah panik. Tetangga Sumiati ikut panik. Sebab, lidah api cepat membesar. Mereka khawatir, api menjilat rumah yang lain. “Alhamdulilah, petugas Damkar cepat datang sehingga tidak sampai merembet ke rumah tetangga,” ujar Setijadi, pensiunan PNS Gresik yang juga tetangga korban Sumiati. 

Sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) mengerahkan tiga unit mobil suplai air. Jumlah mobil suplai air lebih banyak untuk memperlancar proses pemadaman. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  di sejumlah kejadian kebakaran, kerap direpotkan keterlambatan suplai air. Akibat keterlambatan suplai air, api yang mulai meredup kembali membara karena keterlambatan suplai air.

“Dalam proses pemadaman ini , kami membutuhkan waktu hampir 3 jam,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Senin, 19 Desember 2022. Meski respon time kedatangan petugas di tempat kejadian kebakaran (TKK) kurang dari 10 menit. Dalam kebakaran kali ketiga di bulan Desember 2022 ini, tidak ada korban jiwa. “Tapi, 2 unit sepeda motor, 8 tabung elpiji dan sebagainya besar rumah hangus terbakar,” terang Sinaga. (yad)

Ganti Tabung Elpiji, Rumah dan Dapur Katering Terbakar, 2 Motor dan 8 Tabung Elpiji Gosong Selengkapnya

Mengganti Ban Sambil Merokok, Dua Kios Ludes Terbakar, Satu Korban Mengalami Luka Bakar 

GRESIK,1minute.id – Kios tambal ban dan Kios penjual bunga di Jalan Raya Petiken, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik diamuk si jago merah pada Sabtu, 17 Desember 2022. Kebakaran yang diduga akibat percikan api puntung rokok itu mengakibatkan istri pemilik kios tambal ban mengalami luka bakar. 

Beruntung, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Gresik di posko Driyorejo cepat tiba di lokasi kejadian sehingga lidah api tidak menjilat kios lainnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan sekitar pukul 10.08 WIB, ada seorang pengendara motor mendatangi kios tambal ban milik Pak To. Pengendara itu datang untuk ganti ban motor yang sudah usang. 

Petugas tambal ban lalu mengganti ban motor milik konsumennya itu. Petugas mengganti ban motor sambil ngudut alias merokok. Padahal kios tambal itu juga menjual eceran bahan bakar motor (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite. Diduga ada sisa BBM yang tercecer sehingga menimbulkan bara api. Blubbb! Api membesar kemudian menyambar istri tambal ban yang belum diketahui identitasnya itu.

Pemilik Kios tambal ban panik. Api semakin membesar dan membakar kios penjual kembang nyekar milik Ny. Juana yang ada di samping kios tambal ban itu. Sejumlah pengendara yang melihat kejadian itu melaporkan ke Petugas Damkarmat Gresik. Sebanyak delapan anggota Damkarmat dengan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air dibawa komando perwira piket, Eka Prapangasta W.D., meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK). 

Selain dari Damkar Gresik, juga melibatkan Petugas Damkar dari Lakarsantri, Surabaya akhirnya bisa mengusai amuk si jago merah. Kepala Dinas Damkar Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan, dugaan awal kebakaran kios tambal ban juga menjual BBM eceran akibat human error. “Keterangan saksi di TKK menyebut tukang tambal ban sambil merokok ketika melakukan pergantian ban,” terang Sinaga.  

Kebakaran yang mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar itu, kejadian kali kedua di Desember 2022. “Kami ingatkan untuk semua warga untuk terus berhati-hati,” ujarnya. Tentang korban luka bakar, Sinaga yang mantan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, ini menyebut telah dilakukn ke rumah sakit. “Korban dibawa ke Puskesmas Driyorejo,” katanya.  (yad)

Mengganti Ban Sambil Merokok, Dua Kios Ludes Terbakar, Satu Korban Mengalami Luka Bakar  Selengkapnya

Dramatis, Sebelas Petugas Damkar Gresik Selamatkan Jari Bocah Terjepit Lubang Kunci

GRESIK,1minute.id – Muhammad Baim bisa kembali tersenyum. Balita 5 tahun sempat meringis kesakitan pada Kamis, 24 November 2022. Penyebabnya, jari telunjuk kanan bocah tinggal di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu terjepit lubang kunci jendela rumahnya. 

Baim panik. Ia menarik jari telunjuk itu hingga membuat jarinya terluka. Bocah itu pun menangis.  Moch Soleh, paman Baim ikut panik. Apalagi, beberapa kali upaya mengeluarkan jari telunjuk gagal. Soleh kemudian membawa Baim ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik. Baim terus mewek karena kesakitan. 

Sekitar pukul 07.50 WIB Baim tiba di kantor dankar berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas itu. Jari telunjuk masih menempel “cincin” lubang kunci jendela. Dengan telaten, petugas lalu memotong lubang kunci jendela terbuat dari stainless steel itu. 

Memasukkan jari ke lubang kunci kerap dilakukan anak maupun orang dewasa. Biasanya coba-coba. Namun, mainan itu membahayakan. “Awalnya dia memasukkan jarinya ke dalam pengunci jendela. Namanya juga anak-anak langsung nangis pas jarinya tidak bisa terlepas. Saya sudah berusaha melepaskan. Namun tidak kunjung terlepas,” ujar Moch Soleh di kantor Damkar Gresik pada Kamis, 24 November 2022.

Hampir sejam petugas melakukan evakuasi jari terjepit lubang kunci jendela itu. Penyelamatan begitu dramatis itu berakhir happy. Baim pun bisa tersenyum lagi. Soleh pun bersyukur karena proses evakuasi berjalan lancar. :Kedepan semoga fasilitas peralatan keselamatan lebih lengkap. Karena Damkar tidak hanya kebakaran saja,”ujar Soleh. 

Sementara itu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan ada sebelas petugas melakukan evakuasi bocah jari yang terjepit di lubang kunci jendela. “Sekitar pukul 07.52 WIB, korban beserta pamannya datang ke kantor Pos Damkar Gresik Kota. Alhamdulillah pukul 08.22 WIB sudah bisa dilepas,”kata Sinaga. 

Menurut Sinaga, jumlah kejadian penyelamatan selama bulan November ini ada 16 kejadian, dan 4 kejadian kebakaran. (yad)

Dramatis, Sebelas Petugas Damkar Gresik Selamatkan Jari Bocah Terjepit Lubang Kunci Selengkapnya

Bangunan Di Teras Depan Pendapa Bupati Gresik Ambruk, Kayu Keropos Dimakan Rayap

 GRESIK,1minute.id – Bangunan teras depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik ambruk pada Minggu, 13 November 2022. Separuh bangunan teras dengan konstruksi kayu berlokasi Alun-alun Gresik di Jalan KH.Wachid Hasyim, Gresik rata-rata dengan tanah. Tidak ada korban dalam musibah ambruknya bangunan depan pendapa rumah dinas itu. 

Penyebab bangunan teras itu ambruk karena uzur. Kayu keropos di makan rayap. Tidak ada prasasti yang menyebutkan kapan bangunan di teras depan Pendapa Bupati Gresik itu mulai dibangun. Saat berita ini ditulis pukul 16 27 WIB sejumlah petugas dari Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik masih melakukan proses evakuasi material bangunan yang roboh. Terlihat di lokasi ada Kepala Bagian Umum Setkab Gresik Setijo Hermawan.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 09.00 WIB. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mulai diguyur hujan. Sekitar pukul 12.00 WIB hujan mereda. Beberapa menit kemudian hujan kembali. “Hujan tidak deras. Angin juga tidak kencang dibandingkan sehari sebelumnya,”kata seorang pedagang di sekitar Alun-alun Gresik pada Minggu, 13 November 2022.

KEROPOS: Salah satu tiang kayu di teras bangunan depan pendapa Bupati Gresik yang diduga dimakan rayap pada Minggu, 13 November 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Biasanya, teras depan Pendapa Bupati Gresik banyak orang berteduh. Ngiyup. Tapi, siang itu sekitar pukul 14.00 WIB tidak ada orang berteduh. “Tiba-tiba bruk…,!”katanya. Dua dari lima bangunan di teras dengan konstruksi kayu ambruk. 

Kepala Bagian Umum Setkab Gresik Setijo Hermawan mengatakan, pihaknya berencana melakukan perbaikan bangunan depan Pendapa Bupati Gresik tahun depan. “Tapi, teras ambruk lebih dulu,”katanya ditemui di lokasi pada Minggu, 13 November 2022. Pihaknya, kata Wawan, begitu sapaannya, hanya membersihkan bagian atas yang banyak daun. 

EVAKUASI: Petugas Damkarmat Gresik melakukan proses evakuasi material bangunan terbuat dari kayu di depan Pendapa Bupati Gresik pada Minggu, 13 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  sejumlah petugas gabungan dari Pol PP dan Damkarmat Gresik melakukan evakuasi material bangunan terbuat dari kayu tersebut. Lalu Lintas tetap lancar meski tidak terlihat anggota dari Dinas Perhubungan (Dishub) di sekitar lokasi tersebut. 

Kondisi kayu terlihat banyak keropos karena dimakan oleh rayap. Namun, wartawan 1minute.id tidak menemukan adanya prasasti kapan teras Pendapa mulai dibangun. Dan, siapa yang meresmikan bangunan tersebut. Sementara itu, bangunan rumah dinas Bupati Gresik berdasarkan prasasti yang menempel di dinding diresmikan oleh Panglima Daerah TNI Angkatan Laut- 4 Laksamana Muda TNI Admodjo Brotodarmodjo pada 26 Januari 1978. (yad)

Bangunan Di Teras Depan Pendapa Bupati Gresik Ambruk, Kayu Keropos Dimakan Rayap Selengkapnya