Ruko Terbakar, Ibu dan Anak Balita Mengalami Luka Bakar

GRESIK,1minute.id – Rumah Toko Sumber Makmur di Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan/Kabupaten Gresik terbakar pada Minggu dini hari, 26 Februari 2023. Kebakaran itu mengakibat Ibu dan anak mengalami luka bakar. 

Korban luka bakar itu adalah Cicilia Veronika, 48,  dan Celine Angelina Wijaya, 5. Sedangkan,  Andrea Wijaya, 21, selamat.  Cecillia dan Celine mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan saat ini menjalani perawatan di RS Petrokimia Gresik. 

Informasi yang dihimpun, Minggu, 26 Februari 2023 sekitar pukul 02.15 WIB, Cicilia terbangun. Ibu dua anak berusia 48 tahun karena merasa kepanasan di dalam kamar di lantai dua, rumah toko (ruko). Saat bangun, ia melihat ada nyala api. Asap juga mulai mengepung kamarnya. Cicilia lalu menggendong Celine, balita 5 tahun itu turun sambil berteriak minta tolong. “Tolong….tolong….!” teriak Cicilia. Teriakan itu membangunkan Andrea Wijaya, 21, anaknya yang tidur di kamar berbeda. 

Sambil menggendong dan menyelimuti tubuh Celine agar terhindar jilatan api turun ke lantai dasar. Api terus membesar. Jilatan api di pagi dini hari membuat Yono, tetangga terbangun. Yono lalu menghubungi petugas pemadaman kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Gresik.  Cicilia, Angelina dan Andrea berusaha keluar roko.  Sejumlah warga lainnya berusaha membantu memadamkan amuk si jago merah sambil menunggu kedatangan petugas damkarmat. Tiba-tiba terdengar suara letupan. Blarrrr…! Warga pun mundur karena khawatir keselamatan. 

Kamar Cicilia semakin gelap dipenuhi asap. Delapan oranh petugas damkarmat masuk. Mereka kelagepan. Sesak nafas karena tidak kuat menahan asap. ” Pasukan kesulitan betrnafas, mata pedih, karena asap tebal dalam ruangan tidak ada ventilasi udara,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga melalui perwira piket Eka Prapangasta. 

Petugas terus melakukan penyemprotan sambil menunggu bantuan blower untuk mengusir asap dan SCBA (Self Contained Breathing Apparatus/  alat pernapasan bertekanan udara). Namun kedua alat itu akhirnya tidak digunakan karena semprotan air berhasil mengurangi ketebalan asap dalam ruangan. “Sekitar pukul 04.15 WIB teratasi semuanya,” tegas Sinaga. 

Ia mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan karena tempat kejadian kebakaran (TKK) kamar lantai dua yang tidak ada ventilasi. Sehingga, asap tidak bisa keluar. Saat itu, kondisi di dalam ruko gelap karena aliran listrik padam. “Tapi semua bisa teratasi,” katanya.  Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik menambahkan dugaan awal kebakaran disebabkan oleh aliran listrik di set box TV, AC dan charger handphone. 

Bagaimana dengan kedua korban? Sinaga mengatakan, korban Ibu dan anak sudah dibawa ke rumah sakit Petrokimia Gresik.  “Mereka dibawa warga naik motor ke rumah sakit,” katanya.  Cicilia, 48, mengalami luka bakar di bagian lengan kanan dan kiri. Sedangkan, anaknya, Celine, 5, mengalami luka bakar di bagian kaki kanan dan kiri serta sebagai wajah. (yad)

Ruko Terbakar, Ibu dan Anak Balita Mengalami Luka Bakar Selengkapnya

2 Tanggul di Desa Mojosarirejo Jebol, 3 Kecamatan Di Gresik Selatan Terkepung Banjir 

GRESIK,1minute.id – Intensitas hujan yang tinggi membuat dua tanggul di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik jebol. Akibatnya, air bah menggenangi ratusan rumah di tiga kecamatan di Gresik Selatan pada Rabu, 22 Februari 2023.

Tiga kecamatan itu meliputi Driyorejo, Kedamean dan Menganti. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan evakuasi sejumlah warga yang terdampak. Sebab, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  mengatakan terjadinya banjir ini berkaitan antara sistem irigasi secara regional. Ia pun secara khusus meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur untuk segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan BBWS Bengawan Solo.

“Ada dua tanggul di Blok D dan Blok E yang jebol karena intensitas air hujan melebihi kapasitas. Tapi hal ini juga harus dicek ulang dari kapasitas, kualitas, dan kekokohan tanggulnya, serta penampungannya. Juga sumber aliran luapan air harus ada asesmen baru supaya lebih komprehensif,” katanya.

Ia menambahkan, banjir ini menjadi momentum untuk menyatukan asesmen dari BBWS Brantas dan BBWS Bengawan Solo, Pemkab Gresik, serta Pemprov Jatim. Ia mengajak semua pihak untuk melakukan evaluasi bersama. Sebab, kaanya, terkait penataan wilayah sungai tersebut ada kewenangan yang berbeda, yang secara reguler perlu disinkronkan. “Memang sudah harus dilakukan asesmen kembali, supaya proses untuk bisa melakukan proteksi dan mitigasi itu semua bisa lebih terukur lebih baik,” ujarnya. 

Sementara itu, Camat Driyorejo Narto menambahkan  banjir di wilayah Perumahan De Naila Village merupakan kiriman dari 3 titik. “Karena disini titiknya rendah, maka aliran air mengalirnya kesini. Sebetulnya sudah ada kali kecil yang sudah bisa di normalisasi. Tapi mungkin nanti peran Ibu Gubernur untuk bisa mempercepat memperlancar. Ada Kali Avur dan Kalitengah,” katanya. 

“Namun hal tersebut tidak memungkinkan karena kedua kali tersebut setelah di evaluasi Dinas PU SDA elevasinya lebih tinggi Kali Surabaya,” lanjutnya. Narto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan untuk dibuat sudetan di wilayah Desa Cangkir.

“Cuma 2 km saja, tapi biayanya terlalu tinggi. Untuk Kali Avur butuh normalisasi sekitar 7 km dan melibatkan semua perusahaan yang ada di Driyorejo untuk biayanya, Habis sekitar Rp 950-an juta dan ini sudah bagus” katanya

“Saya juga mengusulkan untuk jembatan penghubung yang melintasi aliran Kali Avur untuk ditinggikan agar alirannya kembali berfungsi secara normal. Kalaupun ada genangan, mungkin itu terjadi hanya lewat saja tidak sampai meninggi,” kata mantan Camat Tambak, Pulau Bawean itu.

Sementara itu, puluhan warga di Perumahan  De Naila Village memilih mengungsi di Club House di Kompleks perumahan tersebut. Sejumlah relawan turun tangan untuk membantu warga dengan membagikan selimut kepada warga terdampak banjir ini. Selain warga perumahan tersebut, banjir juga menggenangi Desa Sumput, Desa Mojosarirejo, Desa Karanggandong dan Desa Driyorejo. (yad)

2 Tanggul di Desa Mojosarirejo Jebol, 3 Kecamatan Di Gresik Selatan Terkepung Banjir  Selengkapnya

Rekom Desa Gratis, Calon Naker Proyek Smelter Diduga Dipungut Biaya, Warga Protes

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ngeluruk balai desa setempat pada Senin, 20 Februari 2023. Mayoritas pemuda dan emak-emak. 

Mereka berbondong-bondong ke balai desa untuk menuntut transparasi rekrutmen satpam  dan pengelolaan limbah konstruksi proyek smelter, PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar. 

Menurut Robi Binur, perwakilan pemuda setempat mengungkapkan, sistem rekrutmen tenaga satpam untuk proyek smelter tidak transparan. Warga pun resah. Pasalnya, ulah oknum yang diduga melakukan penarikan biaya kepada setiap warga yang melamar kerja. Oknum tersebut melakukan penarikan biaya kepada setiap calon tenaga kerja dengan dalih untuk pelatihan. Biaya pun variatif. Ada yang sampai Rp 21 juta per orang. 

“Kami ingin meminta kejelasan terkait adanya biaya dalam perekrutan tenaga kerja, khususnya lowongan kerja satpam. Ada yang dikenakan biaya Rp 8 juta sampai Rp 21 juta dengan dalih pelatihan satpam,” ujar Robi Binur perwakilan pemuda setempat pada Senin, 20 Februari 2023.

“Kalau memang ada biaya untuk pelatihan atau sertifikasi satpam gak apa-apa. Tapi kenapa kok sampai beda-beda dan nilainya sangat besar. Ini namanya pungli. Bahkan ada yang sudah bayar tapi tidak kunjung dipekerjakan,” imbuhnya. Binur tidak menyebutkan identitas oknum warga yang melakukan penarikan biaya rekrutmen itu. 

Mengenai tuntutan warga tersebut, Kepala Desa Karangrejo Muhammad Miftahul Ilmi mengaku tidak tahu perihal adanya dugaan penarikan biaya yang dilakukan oleh oknum warganya dalam rekrutmen tenaga kerja proyek smelter Freeport. 

“Kalau pemerintah desa tidak tahu menahu soal itu (penarikan biaya, red), kami hanya memberikan ACC tanda tangan bagi setiap warga yang mau melamar kerja ke Freeport,” jelasnya. 

Namun, dirinya tidak menampik jika terdapat potensi adanya pungli. Meski mekanisme perekrutan tenaga kerja proyek smelter Freeport saat ini sudah melalui aplikasi MS Pedia sejak Januari 2023. 

“Sekarang ini pendaftaran sudah lewat MS Pedia sejak Februari. Tapi yah namanya manusia pasti ada kayak-kayak gitu, yang pasti surat rekom yang kami tandatangani untuk setiap warga yang melamar itu free tanpa biaya,” pungkasnya. (yad)

Rekom Desa Gratis, Calon Naker Proyek Smelter Diduga Dipungut Biaya, Warga Protes Selengkapnya

Diduga Korsleting Ruang Pendaftaran Klinik Rawat inap Al Mubarok Terbakar

GRESIK,1minute.id – Klinik Rawat inap Al Mubarok dilaporkan terbakar pada Jumat, 17 Februari 2023. Tidak ada korban dalam kebakaran yang diduga  akibat korsleting listrik itu. Untuk sementara, klinik berlokasi di Jalan Raya Lebani Waras Km.32 Desa Lebani Waras, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu sementara tutup.

Kebakaran Klinik Rawat inap Al Mubarok terjadi sebelum Subuh sekitar pukul 04.15 WIB. Pagi itu, menurut keterangan pemilik klinik Sunaryo kepada petugas pemadam kebakaran melihat asap mengepul di bagian loket pendaftaran. Asap cepat berubah menjadi bara api kemudian membakar ruang bagian pendaftaran pasien. 

Api cepat membesar. Sunaryo kemudian meminta bantuan petugas pemadaman kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik. Delapan petugas damkar dari posko Krikilan, Kecamatan Driyorejo menggunakan satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran (TKP). 

Lidah api sudah menjilat separuh ruangan bagian pendaftaran klinik itu tidak bisa terselamatkan. Sayangnya wartawan 1minute.id belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Sunaryo, pemilik klinik tersebut. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp belum dibalas. Ketika konfirmasi melalui telepon tidak diangkat. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan kebakaran bagian ruangan pendaftaran klinik terjadi akibat konsleting. “Dugaan itu berdasarkan pengakuan pemilik klinik,” kata Sinaga pada Jumat, 17 Februari 2023. (yad)

Diduga Korsleting Ruang Pendaftaran Klinik Rawat inap Al Mubarok Terbakar Selengkapnya

Tabung Gas Asetilin Ngowos Nyaris Membakar Bengkel di Tambakberas 

GRESIK,1minute.id – Sebuah bengkel di Jalan Raya Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terbakar pada Jumat, 10 Februari 2023. Kebakaran terjadi diduga akibat kebocoran tabung gas asetilin. Tidak ada korban dalam musibah kebakaran kali pertama di bulan Februari ini. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 09.30 WIB seorang pekerja bagian pengelasan melakukan aktivitas nge-las dalam gudang berada di Jalan Raya Tambakberas, Kecamatan Cerme itu. Pengelasan alat berat menggunakan gas asetilin. Gas asetilena (C2H2) adalah gas tidak berbau, tidak berwarna, sangat mudah terbakar.

Tabung gas asetilin adalah tempat menyimpan gas asetilin, saat proses pengelasan regulator dibuka. Setelah itu gas akan otomatis keluar melalui selang gas yang terhubung ke welding torch. Tabung gas Asetilin ini mempunyai warna merah atau orange.

Saat pekerja melakukan pengelasan menggunakan gas asetilin tiba-tiba terjadi kebocoran gas. Karena sifat gas tidak berbau sehingga pekerja tidak diketahui sehingga mengakibatkan kebakaran di area sekitar pengelasan. Pengelola bengkel kemudian meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik.

“Kami menerima pengaduan sekitar pukul 09.37 WIB,” ujar Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Jumat, 10 Februari 2023. Sebanyak sembilan personil dipimpin langsung oleh Kadis Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga menuju lokasi kejadian. Petugas menggunakan  satu unit pemadam dan satu unit suplai dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) sekitar pukul 09.58 WIB atau 21 menit.

Selama 35 menit, petugas berslogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” berada di lokasi. “Api berhasil kami padamkan dan dilakukan proses pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” terang Sinaga, begitu panggil akrabnya. “Hanya tabung gas asetilin yang terbakar,” tegasnya. (yad)

Tabung Gas Asetilin Ngowos Nyaris Membakar Bengkel di Tambakberas  Selengkapnya

Sarang Tawon Vespa Hinggap Di Atap Rumah, Damkarmat pun Beraksi 

GRESIK,1minute.id – Sarang tawon di atap rumah membuat Bambang gemetaran. Lelaki 40 tahun asal Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu membayangkan tawon Vespa (Vespa affinis) ngamuk dan ngentup dirinya dan anggota keluarga akan bisa membuat badannya panas dan dingin. 

Ia bergegas meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik untuk melakukan evakuasi pada Selasa malam, 7 Februari 2023. 

Sebanyak delapan orang tim rescue dari Dinas Damkarmat Gresik meluncur. Delapan orang tim rescue itu adalah Ridwan Efendi, Handric T., Yusuf Ilma Jazuli dan Dalil. Berikutnya, Yosy, Alvian Wahyu, Deni Santoso dan Ravinda Nur. Sekitar pukul 17.05 WIB mereka tiba di rumah Bambang. Matahari sudah terbenam. Kondisi kampung Dusun Djurit mulai gelap. Petugas mengeluarkan senter dan perlengkapan untuk evakuasi sarang tawon. 

“Proses evakuasi butuh waktu 60 menit,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Rabu, 8 Februari 2023. Sinaga, sapaan akrabnya, mengimbau kepada warga Kabupaten Gresik terus waspada terhadap kejadian di sekitar. Terutama binatang buas. “Jika menemukan kejadian itu (ancaman binatang buas), hubungi kami. Karena petugas kami dibekali keahlian dalam menjinakkannya,” ujarnya. 

Sementara itu, berdasar data Damkarlmat Gresik tercatat 12 kali melakukan rescue atau penyelamatan pada Februari 2023. (yad)

Sarang Tawon Vespa Hinggap Di Atap Rumah, Damkarmat pun Beraksi  Selengkapnya

8 Rumah dan Jalan Desa Rusak Akibat Tanah Longsor di Bawean, TNI dan Polri bersama Warga Bersihkan Material 

GRESIK,1minute.id – Bencana tanah longsor kembali menilpah warga Pulau Bawean. Tepatnya, warga Dusun Serambsh, Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Sebanyak delapan rumah rusak akibat tanah longsor tersebut.Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean sepekan terakhir ini. Hujan itu, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Desa Kebuhtelukdalam, diantaranya. Jalan desa pin terputus. Puluhan warga bersama anggota TNI dan Polri melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah dan jalan desa yang rusak itu pada Minggu, 29 Januari 2023.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sangkapura AKP Sujai mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Karena Polri hadir ditengah masyarakat tidak hanya penegak hukum, tetapi juga dalam bentuk sosial sehingga memberikan manfaat dimanapun bertugas.

“Kami hadir untuk melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat melakukan evakuasi material longsor. Selain itu juga melakukan koordinasi penanganan selanjutnya,” katanya pada Minggu, 29 Januari 2023.

Sujai menambahkan, bencana alam tanah longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Akses jalan meskipun masih dalam tahapan evakuasi tetap bisa dilalui. masyarakat bersama instansi terkait masih terus melakukan evakuasi material yang menutupi sebagian akses jalan desa,” kata perwira tiga balok di pundak itu.

Ia menghimbau kepada warga agar tetap selalu waspada terhadap bahaya bencana alam. Mengingat ini masih musim penghujan.Selesai kegiatan Kapolsek dan Forkopimcam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak tanah longsor. “Semoga bermanfaat,” kata Sujai. (yad)

8 Rumah dan Jalan Desa Rusak Akibat Tanah Longsor di Bawean, TNI dan Polri bersama Warga Bersihkan Material  Selengkapnya

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Matahari baru setinggi tombak. Pardi, 70, warga Dusun Kricak, Desa Karangan, Kecamatan Benjeng,  Kabupaten Gresik sudah berada di sawah. Kakek dua cucu  itu bertani ditemani  istrinya, Ika, 60. Rumah sederhana berdinding gebyok itu kosong. 

Pardi baru satu jam berada di sawah mendapatkan kabar rumahnya terbakar. Saat itu, sekitar pukul 07.30 WIB. Pardi bergegas pulang. Namun, api yang diduga berasal dari bagian dapur itu terus membesar. Tiuapan angin dan bangunan rumah terbuat dari kayu dan bambu semakin mempercepat api membesar. Sejumlah warga setempat berusaha memadamkan amuk si jago merah itu. 

Mereka menggunakan ember, bak mandi berisi air untuk menjinakkan api. Namun, ikhtiar warga belum berhasil memadamkan api. Husen, salah satu warga setempat  berinisiatif meminta bantuan petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik. Api terus membesar dan melahap seluruh bangunan rumah milik Pardi tersebut. Bangunan rumah pun ambruk, rata dengan tanah. Beruntung api tidak sampai merebet ke rumah warga lainnya. Ketika api mulai padam, petugas Damkar Gresik tiba di lokasi kebakaran. 

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, petugas damkar mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 07.28 WIB. Petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB. Ada sejumlah penyebab petugas tidak bisa cepat datang ke lokasi kebakaran. Pertama, lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK) cukup jauh. Selain itu, imbuhnya, ketika laporan masuk api sudah besar dan nyaris menghabiskan bangunan rumah. “Rumah cepat terbakar habis dikarenakan terbuat dari kayu dan bambu,” tegasnya. 

Informasi yang dihimpun keluarga Pardi masih menggunakan tungku pemasak bahan bakar kayu. Diduga, saat meninggalkan rumah, api di tungku pemasak belum mati total. Tiuapan angin membuat api di tungku membesar. Api kemudian membakar rumah. Benarkah? “Belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Musibah kebakaran rumah Pardi ini menambah panjang jumlah kebakaran di awal tahun ini. Catatan Dinas Damkar Gresik selama Januari 2023 terjadi 6 kali kebakaran. (yad)

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar Selengkapnya

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik kembali melakukan penyelamatan jari manusia pada Senin, 23 Januari 2023. Bila sebelumnya, jari anak masuk lubang kunci. 

Kali ini, penyelamatan jari manis nenek Sumiati. Perempuan 70 tahun tinggal di Jalan Siwalan, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu harus menahan sakit karena cincin “memakan” jari manisnya. Akibatnya, jari nenek itu bengkak. Andry, anak Sumiati kelabakan. Sebab, nenek Sumiati terus menangis menahan rasa sakit. 

Andry membawa nenek Sumiati ke puskesmas terdekat. Namun, petugas puskesmas angkat tangan. Karena keterbatasan alat. “Petugas puskesmas menghubungi kami meminta bantuan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Senin, 23 Januari 2023.

Sekitar pukul 14.05 WIB, Andry bersama nenek Sumiati tiba di posko damkar kota di Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Selama 30 menit petugas melakukan upaya penyelamatan dengan cara memotong cincin emas dengan menggunakan gerinda. Cincin akhirnya terlepas. Nenek Sumiati kembali bisa tersenyum.

Ia pun berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada petugas Damkarmat. “Matur nuwun nak. Mugi-mugi pinaringan lancar nyambut gawe,” doa nenek Sumiati dan diamini oleh delapan orang petugas yang melakukan operasi penyelamatan. 

Data Damkarmat Gresik Periode 1 – 23 Januari 2023 telah melakukan rescue sebanyak 40 kejadian. Mayoritas penyelamatan hewan ular. (yad)

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan  Selengkapnya

Puntung Rokok Bakar Rumah Kakek 73 Tahun

GRESIK,1minute.id – Rumah Ida Haji di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik hangus terbakar pada Minggu, 15 Januari 2023. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali keempat. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 150 juta. 

Informasi yang dihimpun, Minggu, 15 Januari 2023 pukul 03.25 WIB Ida Haji melek. Iabersiap untuk tidur. Namun, hidung kakek 73 tahun itu mencium bau sangit. Bau asap kayu gosong terbakar.  Ia pun mencari sumber asap itu di depan rumahnya di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.  Ia melihat sumber asap dari tumpukan kayu bekas di depan rumahnya. Ida Haji mencoba untuk meredam asap dengan menyiram dengan air.

Akan tetapi, upaya Ida Haji tidak berhasil. Bara api semakin besar. Korban semakin panik. Ia pun berteriak minta tolong. Warga semburan. Kabar kebakaran itu dilaporkan ke petugas pemadaman kebakaran di Gresik dan Lamongan. Rumah Ida Haji di Desa Pandanan berbatasan antara Gresik-Lamongan. 

Lima orang petugas dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Lamongan tiba le ih dulu. Sekitar pukul 03.50 WIB. Selang 5 menit kemudian atau pukul 03.55 WIB petugas damkar Gresik datang. Kolaborasi petugas pemadaman kebakaran dari Gresik dan Lamongan berhasil memadam api dengan cepat. Meski tidak bisa menyelamatkan seluruh aset milik korban Ida Haji.  Rumah dengan luas 5 x 11 meter persegi itu ludes. Tapi, api tidak sampai merembet ke rumah tetangga. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, dugaan awal kebakaran itu terjadi akibat puntung rokok. “Puntung rokok dibuang sembarangan dan membakar tumpukan kayu bekas yang mudah terbakar,”kata Sinaga. (yad)

Puntung Rokok Bakar Rumah Kakek 73 Tahun Selengkapnya