Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah optimistis pemuda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. 

“Kita berharap Indonesia, Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari peran pemuda untuk mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Terutama dalam menggerakkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda,”kata Wabup Aminatun Habibah dalam sambutannya saat menjadi pimpinan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 di halaman kantor  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menambahkan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi karena mampu beradaptasi ditengah situasi pandemi Covid-10 yang belum usai.
“Pemuda sebagai salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,”katanya. Ia mencontohkan perusahaan rintisan,Startup. 

“Dibidang teknologi startup yang saat ini banyak digandrungi generasi milenial. Hal ini mampu menjadi faktor dalam pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya. 
“Dengan terbiasa dan terlatih dengan situasi seperti saat ini, akan melahirkan generasi muda yang survive dan tangguh serta menjadi generasi yang lebih maju di masa mendatang,”harap Bu Min (yad)

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Polair Polres Gresik Larang Nelayan Menggunakan Jaring Trawl

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Gresik mulai melakukan sosialisasi larangan penggunaan jaring trawl kepada nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng pada Rabu, 27 Oktober 2021. Sosialisasi dipimpin oleh Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono itu diikuti puluhan nelayan setempat. “Penggunaan Trawl dilarang oleh pemerintah karena bisa merusak ekosistem dan biota laut,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Poerlaksono.  

Untuk diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan. 

UIfan Suparno, 32, nelayan asal Paciran, Lamongan diadili Pengadilan Negeri Gresik. Terdakwa ditangkap oleh petugas bersama nelayan di Pulau Bawean karena diduga menggunakan jaring trawl.  Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menuntut Ifan, nakhoda perahu tersebut dengan hukuman selama 2 tahun dan denda Rp 30 juta subsider 3 bulan. 

Jaksa menjerat terdakwa Ifan Suparno dengan Pasal 85 jo Pasal  9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Kuasa hukum terdakwa Ifan, Fasichatus Sakdiyah dalam pledoi meminta majelis hakim diketuai Wiwin Arodawanti untuk menghukum ringan. Majelis akan memutus perkara Ifan pada Kamis besok, 28 Oktober 2021. (yad)

Polair Polres Gresik Larang Nelayan Menggunakan Jaring Trawl Selengkapnya

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Sungai Avour melintasasi wilayah Driyorejo mulai dikerjakan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung upaya mitigasi bencana itu didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Normalisasi sungai merupakan salah satu prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam usaha penanggulangan ancaman banjir tahunan khususnya yang disebabkan luapan Sungai Avour dan Kali Lamong saat memasuki musim hujan. 

Di Kecamatan Driyorejo, sungai Avour yang merupakan anak Sungai Brantas yang membentang  dari kawasan Krikilan hingga Bambe. Panjangnya sekitar 7 kilometer. Normalisasi ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 8 miliar. Pemkab Gresik akan menggandeng perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Driyorejo lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan pemantauan kondisi avour di Kecamatan Driyorejo itu. Kondisi sungai yang sangat dangkal dan sempit merupakan penyebab utama terjadinya banjir yang setiap tahunnya merugikan masyarakat. Baik dalam hal ekonomi maupun kualitas hidup. 

Dalam doa bersama yang dihadiri para perwakilan perusahaan itu, GusYani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya,”ujar Bupati Yani. 

Gus Yani melanjutkan momentum kebersamaan masyarakat yang mendorong semangat gotong royong. “Ibaratnya adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua,”ujar Bupati Yani. Ia berharap mulai ada perubahan mindset dalam menghadapi bencana, dimana kebiasaan lama berupa pemberian donasi ketika bencana datang, diubah menjadi donasi untuk pencegahan bencana itu sendiri.

“Mudah-mudahan ada multi effect dari pengerjaan normalisasi ini, minimal mengurangi bencana banjir, dan banjir menjadi lebih cepat surut,”ujarnya. 
Pemerintah, imbuhnya,tetap berkontribusi dalam normalisasi sungai Avour melalui kolaborasi dengan DPRD. “Tahun depan akan ada anggaran khusus untuk sungai Avour,”katanya. 

Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan normalisasi sungai merupakan salah satu program pemerintah dalam mengurangi bencana banjir, utamanya di Gresik Selatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan support dari stakeholder agar pengerjaan ini terus berkelanjutan. “Kita berharap sinergi dan support dari pengusaha, pihak desa dan kecamatan yang terkait dengan program ini supaya berkelanjutan,”ujarnya. (yad) 

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya

Dituntut 2 Tahun, Nelayan Cantrang Minta Keringanan Hukuman

GRESIK,1minute.id – Ifan Suparno, 32, terdakwa perkara perikanan, larangan menangkap ikan menggunakan jaring trawl kembali di sidang di Pengadilan Negeri Gresik. Sidang lanjutan digelar ruang Tirta dengan ketua majelis Wiwin Arodawanti yang juga Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Sidang lanjutan mendengar pembelaan atau pledoi dari kuasa hukum terdakwa Ifan, Fasichatus Sakdiyah. Dalam pledoi Sakdiyah meminta kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman ringan. Sebab, tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian selama 2 tahun dianggap terlalu berat oleh terdakwa Ifan Suparno. 

“Sebab, terdakwa adalah tulangpunggung keluarga,”kata perempuan berjilbab itu. Selain itu, Sakdiyah mendalihkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan hasil tangkapan cantrang ikan 2 ton tidak ditangkap di Perairan Pulau Bawean melainkan di wilayah Slumbu. Usai pembacaan pledoi, majelis meminta JPU untuk melakukan tanggapan atas pledoi terdakwa. Jaksa penuntut akan memberikan replik secara tertulis pada sidang berikutnya pada Kamis lusa, 28 Oktober 2021.

Seperti diberitakan, Ifan Suparno ditangkap polisi air bersama nelayan Pulau Bawean karena menangkap ikan menggunkan jaring trawl di wilayah perairan, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Juni 2021 lalu. Ia didakwa dengan Pasal 85 jo Pasal  9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18/ 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arga Bramantyo Cahya Sahertian menuntut terdakwa kapten kapal Ifan Suparno, 32, dengan hukuman penjara selama 2 tahun serta denda Rp 30 juta subsider 3 bulan atas tindak pidana menangkap ikan dengan menggunakan alat yang dilarang cantrang yang dapat merusak ekosistem laut.

“Berdasarkan alat bukti dan saksi dipersidangan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Amandemen UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama dua tahun,”tegas Arga saat membacakan tuntutan pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Ketua Advokasi Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) Baharudin mengapresiasi Polair Polres Gresik yang telah menetapkan penggunaan cantrang ke meja hijau, Pengadilan Negeri Gresik. “Pembelajaran nelayan cantramg memahami kearifan lokal. Empati kepada nelayan lokal,”tegas Baharudin. 

Dalam penangkapan itu, pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan temuan guci diduga dari Dinasti Ming. Guci dengan ornamen gambar ular Naga ditemukan di perairan Barat Pulau Bawean. Guci tersimpan di Pulau Bawean. Akan tetapi, dua buah guci diduga peninggalan Dinas Ming tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan.(yad)

Dituntut 2 Tahun, Nelayan Cantrang Minta Keringanan Hukuman Selengkapnya

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut.  Sebelum puncak musim hujan proyek tahap pertama yang masuk agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu kelar. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan pekerjaan  normalisasi tahap awal sepanjang 6 kilometer di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang kelar akhir November 2021.

Disisi lain, pembebasan lahan dilakukan di Kecamatan Cerme meliputi Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambakberas sepanjang 1,5 kilometer tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas perkembangan pekerjaan proyek normalisasi Kali Lamong. Sebanyak 12 alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebab, pendangkalan Kali Lamong sangat parah dimana-mana. Lebar Kali Lamong sangat sempit. 

“Dulu dangkal dan lebarnya hanya selangkah. Sekarang sudah lebih dalam dan lebih lebar,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika berdialog bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Gus Yani menegaskan penanganan Kali Lamong merupakan salah satu prioritas era Gresik Baru. Sebab, banjir Kali Lamong bagai menjadi tradisi bencana tahunan. Puluhan tahun. Kerugian yang alami masyarakat di sepanjang aliran Kali Lamong mencapai puluhan miliar pertahun. Bahkan, pernah menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang terdampak. 

Dari kajian di lapangan, masalah timbul karena kondisi sungai yang relatif dangkal, dan secara kontur beda tinggi permukaannya tidak terlalu jauh. Sementara daya tampung air Kali Lamong saat ini hanya 250 m³/detik. Sedangkan, debit air hujan bisa mencapai 700 m³/ tahunnya. Ketika hujan lebat, air tidak tertampung dan membanjiri puluhan desa sedikitnya tersebar di enam kecamatan. Yakni, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean sampai Kebomas terdampak banjir. Rumah, area persawahan, tambak maupun infrastruktur jalan.

“Semoga ikhtiar ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Gresik Selatan,”kata Gus Yani. Karena itu Kali Lamong harus menjadi prioritas pusat, hal ini berdasarkan Perpres nomor.80 / 2019 mengenai Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional dimana wilayah Kali Lamong masuk didalamnya. (yad)

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal Selengkapnya

SIG Gelar Pelatihan Tenaga Konstruksi, Sebanyak.368 Tenaga Konstruksi Kantongi Sertifikat LPJK

GRESIK, 1minute.id – Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya menggelar Education and Training (Edutrain)  dan uji sertifikasi bagi 190  tenaga konstruksi
Rinciannya, 100 tenaga konstruksi di wilayah Surabaya, dan  90 tenaga konstruksi di Kediri. Kegiatan digelar di kantor Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 18-19 Oktober 2021. Sedangkan,  di wilayah Kediri digelar Kantor Kelurahan Semampir, Kabupaten Kediri pada Jumat dan Sabtu,  22-23 Oktober 2021. 

Kegiatan yang dilakukan diantaranya pelatihan dan praktik tentang konstruksi bangunan sederhana dan juga ulasan terkait mutu semen. Selain itu juga sertifikasi tenaga konstruksi  melalui tes tulis, aplikasi ketrampilan langsung dan wawancara.

General Manager of Sales Area III SIG Akhmad Yani Yulianto mengatakan kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan tenaga konstruksi yang kompeten, handal dan tersertifikasi. Sebab  kompetensi para pekerja konstruksi ini berpengaruh pada kualitas bangunan yang dihasilkan, karenanya pekerja kontruksi harus berkompeten dan memiliki sertifikat di bidangnya. 

“Melalui program edutrain, SIG memberikan pelatihan mengenai pemahaman teknik dasar konstruksi hingga perkembangan trend pasar dalam industri konstruksi. Dengan mengikuti tren pasar di industri konstruksi saat ini, daya saing para pekerja konstruksi akan meningkat, terutama di hadapan para pengguna jasa,” ungkap Akhmad Yani.

Lebih lanjut Akhmad Yani Yulianto, menyampaikan, selain pelatihan, para tenaga konstruksi juga diberikan program sertifikasi yang bertujuan untuk mengukur kompetensi dalam bidang bangunan. “Sertifikat yang diperoleh nantinya akan memberi nilai tambah dan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan,”katanya.

Adanya pelatihan dan sertifikasi ini disambut baik oleh salah satu peserta, Mohamad Wahyudi. Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini dapat menambah ilmu sehingga bisa meningkatkan kompetensi bagi dirinya. “Sertifikat bagi tenaga konstruksi sangatlah penting, mengingat saat ini beberapa proyek pembangunan mewajibkan tenaga konstruksi untuk memiliki sertifikat,“ ujar Mohamad Wahyudi.

Menurutnya, kepercayaan konsumen terhadap tenaga konstruksi juga meningkat apabila memiliki sertifikat. “Karena itu saya berharap program ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan karena dapat meningkatkan kinerja dibidang konstruksi, kata Mohamad Wahyudi.

Sejak 2006 hingga saat ini, SIG melalui komunitas Jago Bangunan telah memiliki anggota sebanyak 13.181 tenaga konstruksi, dan 6.368 diantaranya telah mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK). (yad)

SIG Gelar Pelatihan Tenaga Konstruksi, Sebanyak.368 Tenaga Konstruksi Kantongi Sertifikat LPJK Selengkapnya

Dua Produk Cangkul Dapat Sertifikat SNI dari Kemenperin

GRESIK,1minute.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) konsisten memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini agar produk IKM semakin terjamin kualitasnya.

“SNI berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L),”kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam keterangan tertulis pada Senin, 25 Oktober 2021. Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan SNI, Ditjen IKMA menyelenggarakan acara Penyerahan Sertifikat SNI Cangkul Dalam Negeri kepada PT Mekarmaju Jaya Abadi dengan merek cangkul Kepiting Pusaka dan PT. Indobaja Primamurni dengan merek cangkul Barong.

“Kedua perusahaan tersebut telah membuktikan kualitas produknya dengan memenuhi persyaratan teknis produk sesuai SNI 0331:2018 (Cangkul – Syarat Mutu dan Metode Uji),”katanya. Selama ini, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan beragam pembinaan khususnya di Desa Mekarmaju, Kab. Bandung sejak tahun 2018, guna mendukung daya saing IKM perkakas tangan.

“Kami berikan fasilitasi secara bertahap mulai dari Pendampingan Penerapan SNI, Fasilitasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Kemitraan,inisiasi pendirian Material Center dan Sertifikasi SNI,”ungkap Reni. Pendampingan sertifikasi SNI Cangkul di Desa Mekarmaju turut melibatkan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) sebagai LSPro dan tenaga ahli dari PT. Indobaja Primamurni sebagai pendamping dalam melakukan sertifikasi sampai dengan terbitnya Sertifikat Kesesuaian. 

Dengan nilai TKDN dari cangkul produk PT. Indobaja Primamurni dan PT. Mekarmaju Jaya Abadi yang masing-masing sudah mencapai 58,19 persen dan 51,96 persen, Reni berharap agar kedua cangkul segera masuk ke E- Katalog dan banyak masyarakat semakin percaya dan membeli perkakas berkualitas buatan Indonesia. 
“Besar harapan kami agar cangkul Barong dan cangkul dari Desa Mekarmaju ini dapat memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri dan digunakan oleh pemerintah pusat maupundaerah,”tambah Reni.

Terpisah, General Manager PT Indobaja Primamurni Titus Ridi Yuwono menyatakan kebutuhan cangkul di dalam negeri mencapai 10 juta unit per tahun. Selama ini, kebutuhan cangkul itu masih impor dari Tiongkok dan Thailand. Dengan mendapatkan sertifikat SNI, Titus optimistis produk cangkul Barong bisa bersaing dengan produk luar negeri. “Apalagi, kualitas cangkul (merek Barong) lebih baik dan harga lebih kompetitif,”katanya melalui sambungan telepon.

Ia menyebutkan ada dua tipe cangkul yang diproduksi oleh perusahaan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. Yakni, cangkul untuk pertanian dan proyek. Untuk cangkul pres tanpa las, Titus menjamin kualitas diatas produk luar negeri. “Dalam uji kekerasan tertentu kualitas nomor satu,”katanya. Selain kualitas produknya lebih bagus, Titus melanjutkan harga cangkul Barong lebih ekonomis. 

Mengapa cangkul Barong lebih ekonomis dari cangkul impor ? “Supply Chain berasal dari satu grup. Sehingga lebih ekonomis dan berkualitas,”tegasnya. Titus berharap sertifikat SNI tersebut semakin menambah kepercayaan masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk dalam negeri. “Bangga Cangkul buatan  Indonesia,”katanya. (yad)

Dua Produk Cangkul Dapat Sertifikat SNI dari Kemenperin Selengkapnya

Bupati Ajak Pengusaha Mengubah Mindset dari Bantuan Sembako menjadi Pencegahan Bencana

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Paguyuban Pengusaha Kecamatan Cerme dan Sekitarnya di Kecamatan Cerme pada Senin, 25 Oktober 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUT) Gresik Endoong Wahyukuntjoro, serta Camat Cerme Suyono dan Muspika setempat. 

Pertemuan itu membahas tentang penanggulangan bencana banjir tahunan Kali Lamong. Fandi Akhmad Yani menyampaikan pentingnya mitigasi bencana. Mitigasi bencana  adalah segala upaya untuk mengurangi risiko bencana. Program mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Upaya dan strategi inilah yang dituangkan dalam suatu program, dimana didalamnya ada persiapan secara fisik seperti normalisasi sungai maupun secara mental seperti peningkatan SDM dalam menghadapi bencana,”ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga mengajak semua stakeholder untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan BMKG dalam mitigasi bencana atau dalam hal yang berkaitan dengan cuaca seperti waktu tanam padi. 

Lebih lanjut, dalam dialog yang dihadiri 53 perusahaan dan 25 pengembang ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mengajak seluruh pengusaha dan pengembang yang tergabung dalam Paguyuban untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan CSR-nya. “Kenapa kita tidak mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, beruba menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana ini,”imbuhnya. 

Pemerintah, sambungnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) sudah melakukan berbagai langkah. “Prioritas jangka pendek yang dilakukan adalah dengan cara normalisasi Kali Lamong dan anak sungainya dengan konstruksi parapet dan tanggul,”katanya.

Sementara itu, derdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan terjadi pada Oktober 2021. Puncak musim hujan diperkirakan pada Januari-Februari 2022. (yad

Bupati Ajak Pengusaha Mengubah Mindset dari Bantuan Sembako menjadi Pencegahan Bencana Selengkapnya

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Pemerintah Kabupaten Gresik mulai mempersiapkan diri menyambut musim hujan. Meningkatkan kewaspadaan adanya bencana banjir Kali Lamong di Gresik Selatan dan luapan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di Gresik Utara. 

Ratusan personel disiagakan dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Antisipasi Bencana Alam 2021 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 25 Oktober 2021. Apel dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Dalam apel itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan adanya potensi bencana alam yakni banjir, angin puting beliung hingga tanah longsor. Kabupaten Gresik, imbuhnya, menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam Hidrometeorologi.

“Bencana Hidrometeorogi tersebut tidak hanya banjir saja, namun juga memiliki potensi terjadinya angin kencang, angin puting beliung serta bencana tanah longsor,”katanya dalam apel yang diikuti oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi lainnya. 

Dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi, imbuhnya, meminta kepada semua masyarakat dan juga stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan. Berbagai strategi dan mitigasi bencana harus dipersiapkan guna antisipasi cuaca ekstrim.

“Seperti kita ketahui bahwa sejak 2020 kita dihadapkan berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan faktor protokol kesehatan agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19,”kata Gus Yani.

Dalam mitigasi bencana, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, dibutuhkan penyusunan program. Salah satu strategi yang dilakukan dalam menghadapi banjir setiap tahun terjadi adalah dengan melakukan normalisasi sungai. “Minimal ada peningkatan strategi dalam menghadapi bencana alam. Program mitigasi secara fisik yang segera kita lakukan  adalah melakukan normalisasi pada bantaran sungai Kali Lamong. Setelah apel ini kita akan meninjau Kali Lamong untuk memastikan rencana normalisasi,”tegas Gus Yani.

Selain itu, normalisasi sungai juga akan dilakukan di bantaran sungai Kali Avour yang ada di wilayah Driyorejo. “Kita minta perusahaan sekitar untuk membantu normalisasi melalui CSR. Mereka kita minta untuk gotong royong melakukan normalisasi. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi,” kata Gus Yani. (yad)

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya