RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin lengkap. Kini, warga Gresik memiliki rumah sakit Islam. Namanya, Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP). Rumah sakit tipe C inilokasinya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Peresmian rumah dulunya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Sejumlah tokoh Nahdliyin hadir dalam peresmian gedung dan pergantian nama rumah sakit tersebut. Diantaranya, Rais Aam PBNU  KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar , Pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan KH Muchtar Djamil serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Muhammad Nuh, perubahan nama dari RSIA menjadi RSI NAP itu dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanankesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kamitingkatkan dari Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum tipe C, dengan kapasitas 107 tempat tidur. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,”kata M.Nuh.

Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis Bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dan Unusa dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar. 

Dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU,  Muslimat, akan terus mengembangkan Rumah Sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.

Pihaknya berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama. RSI NAP berdiri diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi (m²) ini mengusung konsep Small in Modernity (Kecil namun modern). 

Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan
negative atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid. 

“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,”kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu.
Untuk diketahui pembangunan gedung baru (empat lantai) ini dilakukan selama satu tahun sejak peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Okober 2020.

Disamping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI NAP ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyal Ageng Pinatih. Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain.

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman dan Direktur RSI NAP drg A.Zayadi di peresmian gedung pada Sabtu, 9 Oktober 2021

Intinya, Rumah Sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. Diantara alat-alat canggih yang frekuensi penggunaannya paling tinggi adalah Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi. Sama seperti USG 2 dimensi atau 3 dimensi, dengan USG 4 dimensi ini dapat menampilkan kondisi kehamilan, mulai dari keadaan rahim, wujud janin, hingga gangguan yang terjadi didalam kandungan.

“Kami berharap, kehadiran RSI Nyai Ageng Pinatih bisa menjadi kebanggaan masyarakat Gresik-sekitarnya, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus sebagai ikhtiar untuk merawat dan mengembangkan warisan para sesepuh NU yang telah merintisnya sejak 1970-an,”harap mantan Ketua Dewan Pers ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik- klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” harapnya.

Sebab, menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa segera diawali. Di MWC Kebomas, dan untuk Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,”harap Bupati Yani. 

Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Ashta Triyono, pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. “Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani dan undangan keliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Diawali masuk ruang ICU. Bupati Fandi Akhmad Yani, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro serta Direktu RSI NAP drg Ach Zayadi. (yad)

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan Selengkapnya

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara

“Idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung”

Ali Yusa


MODA transportasi paling unik menurut saya adalah kapal. Siapa penemu kapal. Saya menggunakan lima medin pencari di Internet, tidak menemukan hasil memuaskan. Moda transportasi kapal memang hidup bersama masyarakat sebuah moda tranportasi yang tumbuh dari kebutuhan manusia berpindah tempat.

Dari sungai hingga samudra. Dan, moda transportasi sanggup  bertahan terhadap bencana yang sangat besar di zaman es. Nabi Nuh AS sekitar 3650 sebelum masehi (SM) telah memperkenalkan teknologi kapal yang sangat komplek jauh melebihi masa teknologi saat itu.  Bahkan untuk direalisasikan saat ini akan sulit dilaksanakan. Bagaimana kapal tersebut mengangkut manusia, seluruh spesies hewan darat, hingga bahan bahan kebutuhan hidup selama berada di atas kapal yang di perkiraan berdasar kitab suci sekitar 150-200 hari. 

Perjalanan yang panjang jika dilakukan di zaman milenial ini. Karena itu, saya berpendapat bahwa desain kapal diciptakan kali pertama bukan oleh manusia, namun teknologi yang diturunkan oleh tuhan melalui utusanya di bumi yaitu Nuh. Karena keunikan ini maka menempatkan kapal sebagai moda tranportasi saja sangatlah tidak bijak, karena kapal juga berfungsi sebagai infrasturktur juga sebagai sarana kita bisa melihat laut sebagai alur/jalan yang diberikan oleh tuhan kepada manusia tanpa harus membangun jalan raya/tol untuk membantu/mempermudah perjalanan.

Bangsa ini telah melupakan bahwa lautan justru mempermudah kita melakukan perpindahan orang secara masal, barang dan aktifitas apapun di muka bumi. Karenanya kita menemukan jenis- jenis kapal berdasar fungsinya. Ada kapal pesiar, kapal kargo, kapal  pengangkut gas cair  di sebut kapal LNG , kapal selam, hingga kapal yang di gunakan sebagai pusat layanan kesehatan yang di sebut kapal rumah sakit (rumah sakit terapung).

KRS GHANDA NUSANTARA: Fasilitas pelayanan di kapal rumah sakit Ghanda Nusantara milik Pemprov Jatim (Foto : Ali Yusa)

Rumah Sakit Terapung Pemprov Jatim 
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. 

Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik. Jika merujuk undang-undang no. 44/ 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Keberadaan rumah sakit merupakan salah satu faktor utama  dari tercapainya pembangunan kesehatan di Indonesia. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai sebuah kondisi dimana kesejahteraan fisik, mental dan sosial, dan bukan sekedar bebas penyakit dan kelemahan fisik. Dalam prakteknya, pengukuran tingkat kesehatan yang digunakan tingkat harapan hidup. Ukuran ini merupakan salah satu dari tiga komponen dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Sehingga keberadaan rumah sakit atau layanan kesehatan di daerah terpencil mutlak dibutuhkan. Diantaranya,  Jawa Timur yang memiliki luas lautan lebih luas dari pada daratan dan memiliki lebih dari 431 pulau. Pemprov Jatim membutuhkan layanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyrakatnya yang tersebar di pulau-pulau tersebut.

Terjadinya pandemi Covid-19 menunjukan betapa rentanya ketahanan kondisi fasilitas layanan kesehatan kita. Akan tetapi, kondisi geografis ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan layanan kesehatan karena keberadaan laut yang bisa menjadi penghubung percepatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Asalkan kita memandang wilayah Jawa Timur tidak terbatas pada daratannya dan pada center of gravity yang ada.

Dimana kapal digunakan sebagai HUB yang menghubungkan kebutuhan sarana kesehatan di kawasan kepulauan. Dan ini merupakan pengembangan dari keberadaan puskesmas air yang dikembangkan kali pertama di sungai-sungai di Kalimantan, pedalaman Papua dan kawasan kepulauan di Maluku. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan menjadi solusi instan dalam pembangunan fasilitas kesehatan di daerah pesisir dan kepulauan.

Terjaminnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan  merupakan bagian dari efisiensi dan percepatan dalam membangun fasilitas kesehatan masyrakat dalam upaya meningkatkan IPM  di Jawa Timur. Kita bisa membayangkan keberadaan kapal ini ketika memberi layanan di kepulauan Masa Lembu dan Masa Kambing, Pulau Madura yang tidak memiliki layanan kesehatan rumah sakit tipe atau puskesmas tipe A. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan sangat membantu masyarakat.

Dan jika kita tidak memandang ruang maka kapal ini bisa juga membantu melakukan percepatan layanan kesehatan. Semua pasien warga kepulauan bisa dilayani di kapal. Pasien tidak perlu dibawa ke rumah sakit di Surabaya yang butuh waktu dua kali lebih lama ketimbang kapal ini menuju Makasar. Atau masyarakat di kepulauan Kangean, Madura yang membutuhkan dua moda transportasi untuk menuju Surabaya dalam upaya memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Kapal rumah sakit ini dapat menjadi solusi begitu juga masyarakat Gili Mandangin akan lebih terjamin layanan kesehatanya karena memiliki pilihan yang beragam apakah menuju Sampan atau menuju Probolinggo untuk memperoleh layanan kesehatan apa bila di kapal rumah sakit sudah tidak mampu lagi menangani kondisi permaslaahan kesehatanya.

Pemprov Jawa Timur saat ini telah memiliki dua unit kapal rumah sakit. Kapal itu dapat dari hibah dari Kementrian Perhubungan. Pada 19 Maret 2021 Gubernur Jawa Timur juga sudah memerintahkan percepatan penggunaan kapal rumah sakit ini sebagai bagian dari pusat layanan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Jawa Timur. 

Menurut saya idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung. Dan kekurangan kebutuhan tersebut di dapat dari jumlah penduduk yang akan dilayani kapal tersebut dan berdasar pada alur perjalanan kapal. Kondisi ini mirip dengan layanan kapal selam Indonesia yang hanya 2 buah untuk meng-cover wilayah Indonesia yang panjang luasanya sepanjang  Benua merika. Belum lagi tugas yang diemban rumah sakit terapung ini tidak hanya menjadi rumah sakit tapi juga memiliki tugas tambahan sebagai moda transportasi.

Dua unit kapal  Rumah Sakit yang berada di Jawa Timur saat ini adalah kapal  Ghanda Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 telah diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis,15 Agustus 2019 lalu. Namun baru diserah terimakan pada 19 Maret 2021. Dan baru awal Agutus 2021 kapal ini baru selesai docking untuk dapat segera di operasikan pada awal Oktober 2021 ini.

Ghanda Nusantara 01 dan dan Ghanda Nusantara 02 keberadaan kedua kapal ini sudah barang tentu akan menjadikan beberapa masalah yang menjadi beban di masyarakat kepulauan akan terselesaikan, masalah logistik, angkutan manusia, dan masalah kesehatan
Pengaturan Jadwal KRS. Dalam pengoperasian kapal rumah sakit ini diperlukan sampel berdasar kondisi operasional yang ada saat ini sebagai permodelannya. Sehingga efektifitas dan efisiensi operasional kapal dapat tercapai.  Sebagai sampel perhitungan dapat mengunakan data dari salah satu perusahaan pelayaran dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.

Penggunaan sampel berbasis kapal kargo, perintis/ pelayaran rakyat jauh akan lebih baik digunakan sebagai sampel di banding kapal penumpang. Meskipun kapal rumah sakit ini lebih berfungsi juga sebagai kapal penumpang dibanding kapal kargo. Tapi jika melihat kebutuhan layanan kesehatan yang dilakukan maka bersandar lebih lama di dermaga seperti yang dilakukan kapal kargo perintis/pelayaran rakyat akan menjadi pemodelan yang lebih tepat. 

Selain itu pertumbuhan ekonomi dianggap konstan, dan tidak ada kasus yang di luar kebiasaan (sebagai contoh pandemi) serta menggunakan konsep pelayaran linier tidak dilakukan perhitungan proyeksi muatan dan penjadwalan kapal dari rute yang sudah dipilih, dan dilakukan sampai tahapan menentukan rute yang optimum tentu akan memperolehmendapatkan biaya transportasi minimum / maksimum profit. 

Shipping Cost
Biaya Kapital,  Biaya Operasi, Biaya Pelayaran dan Biaya Bongkar/Muat. Dengan batasan yang diberikan dalam analisa optimasi ini adalah : • Total waktu perjalanan dalam melayani rute terpilih kurang dari sama dengan hari efektif selama setahun, • Rute yang dipilih harus memiliki konsep roundtrip ( cth : Perjalanan dari pelabuhan A, harus berakhir di pelabuhan A juga), • Distribusi muatan dalam kurun waktu 1 tahun kurang dari sama dengan jumlah permintaan yang ada dalam kurun waktu yang sama.

Maka Kondisi aktual perusahaan peluang untuk meningkatkan profitabilitas (baca: efiensiensi dan efektifitas) dari jaringan rute yang ada maka pengoperasian kapal rumah sakit ini tidak hanya merupakan pemberiaan layanan kesehatan kepada masyarakat namun juga sangat berpotensi memberikan kontribusi kepada PAD provinsi atau memperoleh pendapat non pajak yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pada kapal rumah sakit ini. 

Meningkatnya jumlah trip, juga tidak selalu akan mempengaruhi peningkatan profit (baca: efiensiensi dan efektifitas) yang di peroleh oleh kapal rumah sakit sehingga optimal profit diperoleh tidak berdasarkan pada banyaknya pelabuhan yang dilayani kapal tersebut, melainkan diperoleh dengan berdasarkan pada tingkat penggunaan hari efektif dan jarak tempuh antar pelabuhan.

Perencanaan yang matang dengan model optimasi yang valid, dapat meningkatkan peluang kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan dan logistik dari pemanfaatan kapal rumah sakit ini dibanding pengoperasian rumah sakit di darat di tambah pengoperasian kapal argo/perintis/pelayaran rakyat  pada kondisi pasar yang sama.

Dan melihat gugus pulau yang ada di Jawa Timur yaitu gugus Pulau Kangean, gugus Pulau Masa Lembu, gugus Pulau Selat Madura, dan gugus Pulau Kalianget. Maka Jawa Timur setidak memerlukan 5 unit kapal Rumah Sakit, dan setidaknya bisa dioperasikan sebelum 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan IPM Jawa Timur melalui bidang kesehatan dan menurunkan disparitas harga di wilayah Jawa Timur.  (*)

(Penulis : Yusa Ali, Kepala Prodi Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik)

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara Selengkapnya

Kajati Resmikan Gedung Kejari Hibah Bangunan dari Pemkab Rp 22 Miliar

GRESIK,1minute.id – Gedung Kejaksaan Negeri Gresik berdiri megah di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas. Berdiri diatas lahan seluas 6 ribu persegi dengan luas bangunan 4.429 meter persegi (m²).  Gedung itu dibangun melalui dana Hibah APBD Gresik secara multiyers mulai 2019.

Gedung Korp Adhyaksa itu diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Muhamad Dhofir pada Jumat, 8 Oktober 2021.Kajati  juga meresmikan rumah dinas yang merupakan hibah dari Kementrian PUTR yang berlokasi di samping kantor Kejati Jl. Ahmad Yani, Surabaya.

Kepala Kejati Jatim Muhamad Dhofir mengucapkan terima kasih atas hibah bangunan gedung Kejari Gresik yang menelan biaya sekitar Rp 22 miliar itu. Kajati juga mengucapkan terimakasih kepada Kementrian PUTR atas hibah rumah susun lengkap dengan mabeler untuk kedinasan di Kejati Jatim.

Pembangunan kantor baru Kejari Gresik ini merupakan hibah dari Pemkab Gresik dengan periode pembangunan dimulai masa Bupati Sambari Halim Radianto, hingga selesai pada masa Bupati Fandi Ahmad Yani.
“Hubungan baik ini menjadi catatan bagi kami sebagai bentuk sinergitas antarlembaga. Kami akan terus menjaga hubungan ini sebagai bentuk komitmen dan sinergitas yang kita bangun dengan tetap menerapkan kinerja yang lebih profesional,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, semoga dengan memiliki gedung yang megah ini kinerja Kejari Gresik semakin baik kedepan dengan tetap menerapkan kinerja yang profesional. “Jaga dan rawatlah gedung ini dengan baik, perbaiki jika ada yang rusak dan bekerjalah dengan baik dan profesional agar keadilan masyarakat dapat sepenuhnya ditegakkan,”pesannya.

Peresmian dua gedung hibah Pemkab Gresik dan Kementerian PUPR itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis,  Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Wakil Kajati, beberapa asisten dan Kordinator Kajari Surabaya Raya yakni Kajari Sidoarjo, Kajari Surabaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Mojokerto Kota dan Kabupataen serta Kajari Lamongan.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik senantiasa mendukung Kejari Gresik serta membangun sinergitas yang kuat antara seluruh komponen Forkopimda.
“Kami mensupport demi terciptanya kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Gresik,”ujar Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Dirinya juga berharap agar bangunan baru gedung Kejari Gresik ini dapat lebih memantabkan semangat baru bagi jajaran Kejari Gresik untuk meningkatkan kualitas pelayanan penegakan hukum dengan melakukan berbagai inovasi, sekaligus melakukan sinergi dengan Forkopimda, terutama dalam rangka mewujudkan keberhasilan penegakan hukum.

“Dengan adanya gedung baru ini, saya selaku Pemkab Gresik berharap dapat digunakan untuk menjalankan tupoksi kejaksaan sesuai dengan perundang-undangan dan kebijakan lain yang ditetapkan oleh jaksa serta tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Kejaksaan dengan menjunjung tinggi nilai Tri Krama Adhyaksa,”katanya. 

Menurut Kejari Gresik Heru Winoto, gedung dua lantai dibangun mulai 2019-2021 sebesar Rp 22 miliar. Gedung di bangun dalam tiga tahap. Pada 2019  anggarannya  Rp 4,5 Miliar. Pada 2020 sebesar Rp 17 miliar dan anggaran 2021 sebesar Rp 196,5 Juta serta penyelesaian pembangunan Rp 1,4 miliar.

Tidak hanya itu, Kajari Gresik juga memberikan laporan terkait kinerja pengamanan dan penyelamatan aset milik Pemkab Gresik melalui Program Percepatan Persertifikatan Tanah 2021 berupa tanah seluas 338.605 meter persegi dengan senilai Rp13,65 miliar. (yad)

Kajati Resmikan Gedung Kejari Hibah Bangunan dari Pemkab Rp 22 Miliar Selengkapnya

Ashadi Ikhsan Nakhoda baru PWI Gresik, Dipilih secara Aklamasi

 GRESIK,1minute.id – Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik akhirnya selesai digelar. Hasilnya, Ashadi Ikhsan terpilih sebagai ketua PWI periode 2021-2025. Ashadi mengantikan ketua sebelumnya yakni Sholahudin. 

Acara konfrensi yang digelar, di Hotel Saptanawa pada Jumat, 8 Oktober 2021. Konferensi dibuka Ketua PWI Jatim Ainurochim. Sedangkan, pimpinan sidang adalah Mahmud Suharmono, ketua Bidang Organisasi PWI Jatim. Ada 5 bakal calon mendaftar sebagai bakal calon. Satu bacalon gugur proses administrasi. Satu bacalon mengundurkan diri. Tiga calon lainnya melaju. Mereka ada Ashadi Ikhsan ; Rokim Edy Nurhasan dan Ratno Dwi Santo.

Sebelum pemilihan, Tiga calon melakukan lobi-lobi. Dalam pertemuan tertutup itu, ketiga kandidat sepakat aklamasi. Ashadi terpilih secara aklamsi. Ketua PWI Gresik terpilih Ashadi Ikhsan mengatakan, siap mengemban amanah  sebagai nahkoda baru di organisasi profesi.

Menurutnya, sesuai visi misi yang dibawa, yakni menjadikan PWI Gresik sebagai organisasi profesi yang progresif, kuat dan mandiri. “Amanat yang diberikan kepada saya cukup berat. Saya ingin membangun kolektifitas dan kekeluargaan sesama anggota PWI Gresik demi tercapainya kesatuan,”katanya di hadapan peserta konferensi. 

Ashadi merupakan wartawan Seputar Indonesia (Sindo) di Kabupaten Gresik. Ia merupakan wartawan senior di dunia kewartawanan. Antara lain, pernah bekerja di Surabaya Pagi area Gresik, Surabaya pagi area Surabaya, Bisnis Suarabaya area Surabaya, Nusa Bali area Denpasar Bali, Suara Indonesia area Surabaya, Seputar Indonesia area Gresik, Seputar Indonesia area Jalarta dan Seputra Indonesia area Pantura. (yad)

Ashadi Ikhsan Nakhoda baru PWI Gresik, Dipilih secara Aklamasi Selengkapnya

Pasutri Kompak jadi Perantara Sabu-sabu

GRESIK,1minute.id –  Pernikahan Sulchan, 33, dengan Putri Septini, 24, masih seumur jagung. Layaknya pengantin baru lainnya. Pasutri mengaku tinggal di Jalan Usman Sadar, Gresik selalu kompak. Sayangnya, kekompakan mereka kebablasan.  Tidak patut ditiru oleh siapapun. Sebab, pasutri ini memilih profesi sebagai perantara mengedarkan sabu-sabu. 

Sulchan dan Putri mempertanggungkan perbuatan. Menurut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian dalam surat dakwaannya, kedua terdakwa, Sulchan dan Putri  menyediakan sabu-sabu.  Terdakwa Sulchan mengetahui stok sabu dirumahnya habis. Sulchan meminta kepada istrinya, Putri Septyani menemui Hari (DPO) membeli sabu-sabu seberat 1 gram. Harganya, Rp 1 juta per gram. 

Sulchan lalu mengemas kristal bening itu menjadi empat poket. Masing-masing dengan berat 0,25 gram. Ketika Sulchan dan istrinya, Putri menimbang sabu-sabu rumahnya digerebek polisi. “Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 4 poket sabu-sabu, timbangan elektrik dan alat nyabu,”terang Arga dihadapan majelis hakim diketuai oleh Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja di ruang Tirta Pengadilan Negeri Gresik pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Kedua terdakwa, lanjutnya, ditangkap oleh Polda Jatim pada 3 Mei 2021. Atas perbuatannya, kedua terdakwa tidak mempunyai hak dalam menawarkan untuk dijual, menjula, membeli, menerima, menjadi perantara, dalam hal jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

“Perbuatan kedua terdakwa ini, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI N0.35 tentang narkotika,”katanya. “Sidang ditunda pekan depan untuk menghadirkan saksi-saksi,” timpal majils hakim sambil mengetok palu tandanya sidang selesai. (yad)

Pasutri Kompak jadi Perantara Sabu-sabu Selengkapnya

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 300 Juta, Dea Dituntut 3 Tahun

GRESIK,1minute.id – Anggarda Dea Pratiwi berulangkali mengungkapkan penyesalannya. Gadis 32 tahun itu memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik diketuai Ida Ayu Sri Andriyanti Astuti Widja memberikan putusan ringan. Sebab, gadis yang tinggal Kompleks Perum DeNayla Village, Desa Mojosari Rejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik itu menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. 

“Saya menyesal yang mulia. Minta hukuman seringan-ringannya. Saya berjanji ingin menjadi pribadi yang baik. Selain itu saya tulangpunggung keluarga. Sebab saya menghidupi bapak dan ibu,”kata Dea dengan suara lirih dalam sidang daring di Pengadilan Negeri Gresik pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Permohonan Dea-sapaan-Anggarda Dea Pratiwi itu menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Ferry Hari. Surat tuntutan dibacakan oleh  jaksa pengganti Arga Bramantyo Cahya Sahertian sebelumnya. Jaksa penuntut menilai perbuatan terdakwa itu yang menjabat sebagai staf kasir di PT Pelita Mekar Smesta menyalahgunakan jabatan. Terdakwa Dea diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 300 juta.

“Perbuatan terdakwa dilakukan sejak 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2020. Terdakwa ini cukup pintar untuk memperkaya diri gelapkan uang perusahaan. Ia lakukan dengan cara enggan menyetorkan uang hasil tagihan dari pelanggan. Uang tersebut masuk kantong pribadi,”ujar jaksa penuntut Arga dalam sidang dengan agenda pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Gresik itu.

Hasil audit, kata Jaksa Arga, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta lebih. Mengadili menyatakan bahwa terdakwa Anggarda Dea Pratiwi terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan uang milik perusahaan yang ia bekerja. Terdakwa melanggar pasal 374 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terhadap terdkawa dengan hukuman 3 tahun penjara,” tegas jaksa.

Setelah dilakukan audit kata Jaksa Arga, perusahaan mengalami kerugian sebesar 300 juta lebih. Mengadili menyatakan bahwa terdakwa Anggarda Dea Pratiwi terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan uang milik perusahaan yang ia bekerja. Terdakwa melanggar pasal 374 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terhadap terdkawa dengan hukuman 3 tahun penjara,”tegas jaksa penuntut Arga. 

Usai pembacaan surat tuntutan, majelis hakim diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja memberikan memberikan kesempatan terhdap terdakwa untuk menyampaikan pembelaan dengann cara lisan. Terdakwa Dea meminta majelis hakim menghukum ringan. Ia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Majelis kemudian menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan putusan. (yad)

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 300 Juta, Dea Dituntut 3 Tahun Selengkapnya

Upacara Peringatan HUT ke-76 TNI Virtual Tetap Khidmat

GRESIK,1minute.id – Peringatan HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar sederhana di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0817 Gresik pada Selasa, 5 Oktober 2021. Diawali dengan upacara secara virtual dengan Inspektur upacara Presiden Joko Widodo dari Istana Merdeka di Jakarta.

Di Makodim 0817 Gresik di Jalan R.A.Kartini, Gresik peserta upacara adalah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik.  Yakni, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis,  Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Serta, Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI – Polri (Pepabri).

Presiden Joko Widodo mengawali sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-76 Tentara Nasional Indonesia. “Selamat bekerja dan mengabdi untuk Nusa dan Bangsa. Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu bersama kita. Dirgahayu Tentara Indonesia, bersatu, berjuang, kita pasti menang,”ujar Joko Widodo dalam sambutannya.

Selesai melaksanakan upacara HUT TNI ke-76 dengan mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang” dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh Dandim 0817 Gresik kepada anak yatim piatu. 

SANTUNAN ANAK YATIM : Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail Menyerahkan santunan kepada yatim piatu merayakan HUT ke-76 TNI di Makodim 0817 Gresik pada Selasa, 5 Oktober 2021 (Foto: ist)

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan, TNI selalu memberikan yang terbaik dan turut serta dalam membantu menegakkan dan mendisiplinkan protokol kesehatan, serta turut mensukseskan serbuan vaksinasi guna memutus virus Covid-19. “Selain itu TNI khususnya Kodim 0817 Gresik akan terus bersinergi dalam menciptakan situasi Kamtibmas di Gresik,”kata Letkol Inf Taufik Ismail.

“Profesionalitas TNI sudah tidak diragukan lagi untuk menjadi benteng pertahanan NKRI dan membantu kesulitan Rakyat sehingga dengan Tema bersatu, berjuang, kita pasti menang sangat sesuai dengan loyalitas yang telah diberikan oleh TNI kepada bangsa dan negara,”sambung Dandim. (yad)

Upacara Peringatan HUT ke-76 TNI Virtual Tetap Khidmat Selengkapnya

SIG Salurkan Bantuan Senilai Rp725 juta untuk Pembangunan Sarana Umum dan Pendidikan

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp725 Juta untuk pembangunan sarana prasarana umum dan sarana pendidikan di Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Surakarta serta Grobogan, Jawa tengah. 

Penyerahan bantuan dilakukan oleh General Manager of CSR SIG, Edy Saraya di Balai Desa Kalangan Kabupaten Klaten pada Kamis lalu, 30 September 2021.Bantuan sarana dan prasarana umum yang diberikan diantaranya pembangunan talud jalan di Desa Jetiswetan, pengaspalan jalan di Desa Kalangan, Desa Ngering dan Desa Kebon, Kabupaten Klaten. 

Sedangkan bantuan sarana pendidikan berupa pembangunan kelas untuk TPQ Miftahul Anwar di Kabupaten Grobogan dan pembangunan kelas untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah Walisongo, bantuan alat peraga, serta prasarana pendidikan untuk Roudlotul Athfal (RA) Al Hilal di Kabupaten Sukoharjo. 

Selain itu, SIG juga memberikan bantuaan berupa peralatan perkantoran berupa laptop, proyektor serta sound system untuk Fatayat NU dan GP Anshor di Kabupaten Sukoharjo dan Surakarta.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan kepedulian dan partisipasi aktif SIG terhadap peningkatan sarana dan prasarana khususnya pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang peningkatan perekonomian, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).

“Melalui bantuan pembanguanan talud dan pengaspalan jalan diharapkan dapat memberikan efek peningkatan ekonomi bagi warga, khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bantuan pembangunan jalan ini dapat membuka akses perekonomian dengan tersambungnya infrastruktur jalan antar desa serta membuka jalan menuju lokasi industri rumah tangga milik warga,”jelas Edy Saraya melalui siaran pers yang diterima 1minute.id pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Terpisah, Bambang, salah satu warga Desa Kalangan Kabupaten Klaten mengungkapka bantuan pengaspalan jalan dari SIG ini telah membuka dan memperlancar akses ke industri batu bata dan industri tempe  yang ada di desanya. “Bantuan ini sangat membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM), semoga dengan akses jalan yang lebih baik ini akan mendatangkan banyak pengunjung dan pembeli,”kata Bambang. 

Muhammad Maghfur, Kepala TPQ Miftahul Anwar, Kabupaten Grobokan, mengatakan, TPQ Miftahul selama ini tidak memiliki kelas, sehingga proses belajar bagi 75 siswa dilakukan di rumah pengurus. “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan 3 ruang kelas ini. Kami berharap santri bisa lebih nyaman dalam menuntut ilmu serta peningkatan proses belajar mengajar dengan adanya ruang kelas yang representatif,”ujarnya. (yad) 

SIG Salurkan Bantuan Senilai Rp725 juta untuk Pembangunan Sarana Umum dan Pendidikan Selengkapnya

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus

GRESIK,1minute.id – Sapa Petani di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme terasa beda pada Selasa, 5 Oktober 2021. Pasalnya, program peningkatan kesejahteraan petani petani itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. 

Kegiatan diawali panen padi secara simbolis oleh Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro dan Camat Cerme Suyono. Panen padi itu kali ketiga. Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia di Makodim 0817 Gresik langsung menuju lokasi Desa Sukoanyar, tempat Sapa Desa sambil menyerahkan bantuan empat unit traktor kepada kelompok tani setempat. 

Dalam dialog bersama petani setempat itu, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Aminatun Habibah mendapatkan banyak keluhan. Diantaranya, terkait hama tikus, irigasi dan banjir Kali Lamong. Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ada dua cara yang akan dilakukan untuk memberantas hama tikus. Tradisional dan modern menggunakan teknologi robot. Gus Yani mengaku sudah bertemu dengan pelajar SMK yang kerap menjuarai lomba robot. 

“Anak-anak SMK kita ini pinter-pinter, langganan juara lomba robot. Karena itu, Saya sudah ketemu dengan anak-anak SMK Gresik untuk dibuatkan robot pengusir tikus,”ujar Gus Yani. Dengan usaha yang beriringan antara cara tradisional dan cara modern ini, diharapkan masalah hama Tikus bisa dikendalikan. 

PANEN RAYA : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan panen padi secara simbolis di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme pada Selasa, 5 Oktober 2021 (Foto : Ist)

Terkait pengairan dan banjir Kali Lamong, Wabup Aminatun Habibah mengatakan, sudah menjadi fokus pemerintah daerah yang tertuang dalam program Nawa Karsa. “Saat ini sudah dimulai penanggulangan banjir Kali Lamong. Pembebasan tanah dan normalisasi sudah dimulai sebagai salah satu usaha, sehingga ketika musim hujan tidak banjir. Jadi panjenengan tandur niku tenang,”kata Bu Min.

Bu Min menjelaskan,  pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber ke sekitar. “Ini sudah menjadi keinginan Pak Bupati dan Saya, Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,”sambung Bu Min.

Sementara itu, Camat Cerme Suyono menjelaskan ecara keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Cerme seluas 6.668 hektare, produksinya 34.788 ton. “Biasanya, pnen padi dua kali setahun. Tapi, di Desa Sukoanyar ini istimewa karena bisa tiga kali panen,”kata Suyono. (yad)

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus Selengkapnya

Dua Pabrik Ludes Terbakar, Kerugian Miliar Rupiah

GRESIK, 1minute.id – Pabrik kayu, PT Nippotech Sejahtera ludes terbakar. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari 10 jam untuk menjinakkan amuk si jago merah. Petugas damkar Gresik menerima laporan pabrik berlokasi di Jalan Kepatihan Industri, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti pada Senin, 4 Oktober 2021 sekitar pukul 23.30. Hingga hari ini, Selasa, 5 Oktober 2021 pukul 09.10, petugas damkar Gresik masih melakukan pembahasan. 

“Ini kami masih kami lakukan pembahasan,”kata Kepala Seksi (Kasi) Damkar Gresik Eka Prapagasta Widya Darma dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 5 Oktober 2021. Tidak korban jiwa dalam kebakaran pabrik itu. Sebab, saat amuk si jago merah pabrik tidak beroperasi. Kerugian ditaksir mencapai miliar rupiah. Karena sebagian besar bahan baku kayu dan bangunan pabrik hangus di lahap api.

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran pabrik yang kali pertama dilaporkan oleh Basori, warga setempat itu. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di PT Indonesia Morisse Trading di Jalan Gamping, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik. 

PABRIK KAYU : PT Nippotech Sejahtera di Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik ludes terbakar pada Senin malam. Petugas Damkar Gresik bisa memadamkan api pada Selasa, 5 Oktober 2021. (Foto: Ist)

Pabrik pengeringan arang itu dilaporkan terbakar pada Senin, 4 Oktober 2021 pukul 23.10. Sekitar 20 menit sebelum pabrik PT Nippotech Sejahtera terbakar.  Kebakaran yang hampir bersamaan itu membuat petugas damkar Gresik kewalahan. Mereka harus membagi petugas di dua lokasi itu. “Kebakaran di pabrik pengeringan arang di Pongangan ini, bisa kami padamkan pukul 02.30 tadi pagi,”terang Eka.

Petugas Damkar Gresik kemudian dikonsentrasikan membantu tim lainnya melakukan pemadaman di Menganti. Selain, Damkar Gresik, kebakaran pabrik kayu dari Surabaya. Kebakaran dua pabrik itu menambah panjang daftar bencana kebakaran di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Data Damkar Gresik, kurun waktu Januari sampai 4 Oktober 2021 tercatat 116 kejadian rescue dan 157 kejadian kebakaran. Total 273 kejadian rescue dan kebakaran. Eka Prapagasta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah dan periksa instalasi listrik secara berkala. (yad)

Dua Pabrik Ludes Terbakar, Kerugian Miliar Rupiah Selengkapnya