Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup

GRESIK,1minute.id – Muslimat Nahdlatul Ulama kini memiliki klinik kesehatan. Klinik kali pertama di salah satu badan otonom (Banom) NU itu berlokasi di Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meresmikan Klik Pratama NU pada Rabu, 22 September 2021.

Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi terhadap Muslimat NU yang dinilai gigih atas kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan. Muslimat NU hadir memberikan pelayanan kesehatan ditengah pandemi Covid-19. 

“Disaat pandemi belum berakhir, Muslimat NU hadir dengan membawa manfaat bagi masyarakat, yakni dengan beroperasinya klinik pratama. Bagi kami, ini merupakan bentuk kontribusi Muslimat NU terhadap pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik siap mensupport apa yang menjadi kebutuhan klinik sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Bentuk support  Pemkab Gresik diantaranya beru bantuan keuangan senilai Rp 200 juta. Bantuan itu sebagai penunjang beropersasinya klinik tersebut. 

“Mudah-mudahan membawa keberkahan dan manfaat terhadap menunjang pelayanan kesehatan masyarakat agar lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun menambahkan klinik ini merupakan satu-satunya klinik pratama yang dimiliki organisasi Muslimat NU di Gresik. Dirinya berharap, klinik tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, utamanya dalam pelayanan kesehatan. 

“Kami berharap pelayanan klinik ini dapat berjalan sebaik mungkin, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik,”kata Bu Min. Klinik Pratama Muslimat NU ini dibawah naungan Yayasan Muslimat NU Kecamatan Bungah. (yad)

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup Selengkapnya

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani semakin intensif melakukan komunikasi dengan petani. Menyerap aspirasi dari para “pendekar” pertanian. Kali ini, Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani di Desa Mojoroto, Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 22 September 2021. Petani tembakau. 

Sehari sebelumnya, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani tanaman padi di Desa Setro, Kecamatan Menganti.  Dalam kunjungan kerja ini, Gus Yani tidak sendirian. Mantan Ketua DPRD Gresik itu bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito, Asisten Vice Presiden (VP) CSR Petrokimia Gresik Wawan Arjuna, Anggota DPRD Gresik Khomsatun, perwakilan Dinas Perkebunan Jawa Timur Ambar Purwati. Kemudian perwakilan dari BNI 46 serta Muspika Balongpanggang. 

“Ini sengaja saya mengajak tim lengkap, ibaratnya seperti toko, apa yang bapak,  ibu petani mau, kita ada,”kata Gus Yani disambut tepuk sorak petani dalam pertemuan lesehan itu.

Menurut Gus Yani, pertanian, salah sektor yang tahan banting dan menjadi penyangga perekonomian daerah. Terbukti di masa pandemi Covid-19 sektor pertanian mampu beradaptasi sehingga produktivitas hasil pertanian meningkatkan. 

Sebelumnya, Gus Yani melakukan panen tembakau  secara simbolis.Tanaman tembakau bisa dijadikan komoditi untuk menambah penghasilan dari petani, selain karena tidak membutuhkan banyak air, juga karena tanaman ini termasuk tanaman yang dihindari hama tikus. Tembakau dari Jawa Timur memberikan sumbangsih sebesar 50 persen dari produksi tembakau nasional. Rata-rata menghasilkan produksi sebanyak 120 ribu ton per tahun. (yad)

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani Selengkapnya

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis

GRESIK,1minute.id – Antusiasme masyarakat untuk vaksinasi patut mendapatkan apresiasi. Apalagi, vaksin dosis pertama merek Pfizer. Vaksinasi Pfizer kali pertama digelar massal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Penyelenggaranya, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Gresik. MCCC bekerja sama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Jaringan Rumah Sakit dan Klinik Muhammadiyah /Aisyiyah se-Kabupaten Gresik serta Dinas Kesehatan Gresik. Sebanyak 6 ribu dosis. Panitia menyiapkan 100 vaksinator.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, aksi mempercepat pembentukan herd immunity di Gresik dilakukan selama 4 hari, mulai Rabu sampai Sabtu, 22-25 September 2021. Gelaran vaksinasi ini dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di Jalan Raya Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Sejak pukul 06.00, masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi yang sebelumnya melakukan pendaftaran online itu mengalir ke GDM. Vaksinasi dimulai pukul 08.00. Ribuan dosis itu diprioritaskan untuk masyarakat Gresik. Karena itu, proses administrasinya, peserta diharuskan menyerahkan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) menjelang pelaksanaan vaksinasi.

Panitia juga masih memberikan kelonggaran kepada warga non-KTP Gresik yang tinggal di luar wilayah kabupaten Gresik. Tetapi harus menyerahkan surat keterangan domisili dari desa/kelurahan. Ini dilakukan karena ditengarai banyak juga peserta yang berasal dari pekerja di Gresik, tetapi masih ber-KTP dari daerah asal di luar Gresik.

“Karena jumlah dosisnya lumayan banyak, kami juga melayani warga non-KTP Gresik. Tapi kami minta ada surat keterangan domisili, bahwa mereka memang tinggal di Gresik,”ujar Direktur RSMG dr Imam Suyuthi, Sp.An, didampingi Humasnya, Amang F. Rahman di sela pelaksanaan vaksinasi di GDM Gresik pada Rabu, 22 September 2021.

Untuk bisa tetap dalam jalur protokol kesehatan, panitia menyiapkan puluhan tenaga khusus dari Kokam untuk membantu pengamanan dan penertiban peserta. “Insya Allah bisa berjalan sesuai harapan dan tetap berada dalam koridor protokol kesehatan. Per hari kami plot untuk 1.500 dosis,”ujarnya.

Sementara Ketua MCCC Gresik Hilmi Aziz mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar kesehatan dan kepedulian kepada masyarakat, sekaligus membantu program pemerintah menghadang pandemi. Dikatakan, meski Gresik sudah berada di zona hijau atau level-1, masyarakat tidak boleh lengah dan terus waspada dalam berperilaku, khususnya terkait kesehatan.

“Sekarang kita memang sudah berada di zona hijau. Tetapi, kalau kita tidak hati-hati, bahkan sembrono, bukan tidak mungkin yang sudah hijau ini balik ke kuning atau orange, seperti sebelumnya. Karena itu, vaksinasi ini sebagai ihtiar kita agar masyarakat terus sehat,”tandas Hilmi yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini. (*)  

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis Selengkapnya

Desa Setro, Pilot Project Ekosistem Pertanian

GRESIK,1minute.id – KomitmenBupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mulai realisasikan. Bupati Fandi Akhmad Yani meluncurkan program “Sapa Tani”. Program kali pertama dilakukan di Desa Setro, Kecamatan Menganti pada Selasa, 21 September 2021.

Tema Sapa Tani perdana ini, adalah Pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus. Hama tikus ini menjadi momom bagi petani. Karena daya rusak sangat cepat. Sehingga sangat dikeluhkan oleh petani di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Dalam pemberantasan hawa tikus itu, memerlukan  metode pengendalian hama yang efektif. Tim penyuluh dari Dinas Pertanian Gresik memberikan metode pengendalian untuk hama tikus. Diantaranya, dengan larutan urea, pemasangan umpan beracun, pengasapan dengan belerang, pengendalian dengan pertalite/ pertamax, fermentasi urin sapi dan pemanfaatan burung Hantu. 

Usai penyuluhan, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan dialog bersama para petani. Dialog santai. Lesehan. Suasana terasa cair. “Kunjungan kami kali ini dalam rangka untuk mengetahui apa masalah pertanian di Gresik. Oleh karena itu, saya mengajak dari rekan-rekan Petrokimia sebagai distributor pupuk dan bank BNI,”ucap Gus Yan.

Petani pun bisa menumpahkan uneg-unegnya langsung kepada orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu. Persoalan kesulitan mendapatkan pupuk, harga padi anjlok ketika panen raya hingga kesulitan akses mendapatkan bantuan dari perbankan. 

Gus Yani menjawab satu per satu keluhan petani dengan telaten. “Kita petakan, daerah A ini tanahnya subur. Jadi jangan dipakai untuk pengembangan industrialisasi atau pemukiman. Sehingga jangan sampai industrialisasi menggerus lahan pertanian,”kata Gus Yani. Gus Yani berkeinginan agar terbentuk ekosistem yang baik dari hulu ke hilir, terkoneksi dengan baik sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Sebagai tindak lanjut, Desa Setro direncanakan akan menjadi pilot project dibidang pertanian. “Secara keseluruhan, kita sudah menangkap apa permasalahan petani di Setro. Kedepan kita akan mencoba membuat satu ekosistem pertanian, mulai dari pendampingan waktu tanam hingga waktu panen. Nanti akan disiapkan, yang beli siapa, yang menyediakan pupuk siapa, dananya dari bank,”ujar Gus Yani. 

Kegiatan Sapa Petani ini merupakan program berkesinambungan dari Dinas Pertanian Gresik. Dalam kegiatan ini, tampak hadir mendampingi Gus Yani Kadis Pertanian Eko Anindito, Kades Setro Ahmad Syaiful, Ketua Asosiasi Gapoktan se-Kecamatan Menganti Muhaimin, dan Ketua Gapoktan Setro Sholihin. (yad)

Desa Setro, Pilot Project Ekosistem Pertanian Selengkapnya

Optimistis Herd Immunity sebesar 70 Persen di Gresik Tercapai November

GRESIK,1minute.id – Vaksinasi terus digeber. Sepanjang hari. Dalam sepekan tanpa libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Vaksinasi semakin digenjot karena Gresik mencapai level 1 atawa zona hijau 3 menjadi momentum bagi satuan tugas (Satgas) Covid-19 Gresik untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sekitar 70 persen. 

Bahkan, Gresik menargetkan kekebalan kelompok paling lambat November 2021 nanti. Optimistis itu terungkap dalam Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik pada Senin, 20 September 2021. 

Rapat tersebut membahas evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihadapan Camat se-Gresik dan pegiat pendidikan di kantor Bupati Gresik. Analisis dan evaluasi (anev) diadakan untuk mengetahui bagaimana perkembangan di lapangan mengenai pelaksanaan kegiatan PTM selama 3 pekan diadakan, apa saja kendala yang muncul dan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasinya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja keras sehingga PTM bisa berjalan lancar dan kondusif. Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dan santri yang terus diakselerasi. Dalam sepekan terakhir, kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, ada kenaikan angka vaksinasi sebesar 13 persen. 

Dengan perhitungan jumlah penduduk sebanyak 1,3  juta jiwa. Target kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 917 ribu penduduk atau 70 persen dari populasi penduduk. Sedangkan update per Senin,20 September 2021 capaian vaksinasi Covid-19 Gresik secara keseluruhan sebanyak 520 ribu penduduk. 

Selisih angka inilah yang ditargetkan bisa dikejar oleh Pemkab dan semua elemen didalamnya dalam 2 minggu kedepan. “Kita harus mencapai minimal 10 ribu vaksinasi per hari, oleh karena itu perlu sinergitas yang baik hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga vaksinasi bisa berjalan lancar,”kata Bu Min-Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Kegiatan PTM di Gresik ini sendiri sudah berlangsung kurang lebih 3 minggu berjalan. Walaupun dalam pelaksanaannya masih dilakukan secara terbatas dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.  

Bu Min yakin bahwa kegiatan PTM ini yang dilaksanakan baik di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sudah mengikuti protokol kesehatan. “Kami lihat sekolah-sekolah yang ada sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Insya Allah  anak-anak melakukan pembelajaran dengan aman,”harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto mengatakan selama 3 minggu kegiatan PTM berjalan, tidak ada laporan mengenai adanya pelajar yang terinfeksi Covid-19 akibat dari kegiatan PTM.  Dari laporan yang disampaikan, diketahui bahwa saat ini hampir 94 persen pelajar sudah melakukan PTM.  “Dan sisanya sebesar 6 persen melakukan pembelajaran jarak jauh atau melalui daring,”ujar Hariyanto. (yad) 

Optimistis Herd Immunity sebesar 70 Persen di Gresik Tercapai November Selengkapnya

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik

GRESIK,1minute.id- Nurul Haromaini Ali dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Gresik. Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik itu dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021.

Istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu memakai busana biru toska sehingga terlihat anggun. Khofifah Indar Parawansa berharap setelah para Bunda PAUD dikukuhkan, semoga kepercayaan, tugas dan tanggung jawab yang diberikan mampu ditunaikan dengan baik.

Hal itu sebagai amanah guna optimalisasi pembangunan dan perkembangan generasi bangsa sejak usia dini.
“Momentum ini menjadi bentuk dasar dalam kita melangkah maju demi perkembangan, perawatan dan pendidikan anak-anak kita,”ujarnya.

PROSESI PENGUKUHAN: Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali diacara pengukuhan Bunda PAUD di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021 ( Foto : Humas Pemkab Gresik)

Lebih lanjut Khofifah berharap agar semua komponen maupun pemangku kepentingan dalam pendidikan anak, dapat duduk bersama untuk membuat suatu rancangan pembentukan satuan tugas atau gugus tugas PAUD. Ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasikan pembangunan perkembangan anak-anak usia dini di Jawa Timur.

Pengukuhan Bunda PAUD ini diikuti Kabupaten/kota se-Jatim.  Nurul Haromaini menyampaikan, bahwa dalam PP nomor 60/ 2013, diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh. Kebutuhan itu meliputi kesehatan dan gizi, pendidikan, pembinaan moral, emosional dan pengasuhan. Hal ini agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur.

“Perlindungan anak dari kekerasan, dan penyediaan layanan pendidikan memerlukan komitmen yang teguh dari semua elemen bangsa mulai dari orangtua, keluarga, masyarakat dan pemerintah mutlak untuk dilibatkan,” ujar Ning Nurul-sapaan akrab-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik Selengkapnya

Bupati Optimistis, Ranperda Prakarsa, Penambahan Modal Giri Tirta Bisa Memajukan Gresik

RAPAT PARIPURNA: (ki-ka) Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah mendengar jawaban bupati atas PU Fraksi di Ruang Paripurna DPRD Gresik pada Senin, 20 September 2021 ( Foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Semangat optimistis selalu digaungkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Termasuk, pelayanan air bersih di perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik. Hal itu terungkap saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menyampaikan jawaban atas pandangan umum (PU) fraksi-fraksi atas Ranperda Prakarsa Pemkab 2021 dalam rapat paripurna di DPRD Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ini dilakukan secara virtual. Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa latar belakang kebutuhan Ranperda Penyertaan modal kepada Perumda Giri Tirta pada dasarnya merupakan persyaratan. Sebagai dana pendamping dari pendanaan yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk pemanfaatan air Umbulan. 

Yaitu dari dana APBN sebesar Rp  86  miliar,  dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 70 miliar, Hibah Air Minum Berbasis Kinerja serta  dana  pendamping dari pendanaan National Urban Water Supply Project  (NUWSP) sebesar Rp 36 miliar. “Sebagai hadiah dari kerjasama Business to Business Perumda Giri Tirta dalam pemanfaatan kapasitas 1.000 liter/detik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia melanjutkan, terhadap persyaratan tersebut, maka disyaratkan melakukan pinjaman  program Pembangunan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 66,61 miliar, pemasangan  reservoar  kapasitas 1.000 meter kubik di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas sebesar Rp 7  miliar, serta dana pendamping NUWSP  sebesar Rp 15,38 miliar untuk pipa bagi dalam penyerapan air eksisting. 

“Sedangkan sisanya sebesar Rp 24 miliar  merupakan persyaratan untuk mengikuti  Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja dan Efisiensi Energi serta Hibah Sambungan  Rumah Perkotaan,”terangnya dalam rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir itu.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan jawaban setebal 10 halaman secara virtual karena pandemi Covid-19 belum berujung. Meski, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik telah masuk zona hijau atau level 1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. 

Selanjutnya, terkait asal pertanyaan Fraksi Gerindra, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, tingkat kehilangan air bisa diatasi, jika pelaksanaan program pemasangan perpipaan dari pendanaan APBN, DAK, dan  APBD sudah dapat direalisasikan. Serta program Hibah Pemerintah Pusat  sudah  dilaksanakan. “Maka akan berpengaruh  pada  penurunan tingkat kehilangan air di wilayah  Gresik kota,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Selain Ranperda tentang Perubahan Modal Dasar dan Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah pada Perusahaan Umum  Daerah (Perumda) Giri Tirta ini, ada dua Raperda lainnya yakni Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah. Serta Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik Tahun 2020-2040. 

Seperti diberitakan Ranperda Penyertaan modal pemerintah di Perumda Giri Tirta terasa lebih seksi. Sebab, perusahaan pemasok air bersih selalu menjadi tranding topik di media sosial. Karena banyak keluhan dari masyarakat. Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani menyebut Perumda Giri Tirta telah gagal merealisasikan rencana kerjanya. Akibat melesetnya target itu, pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat kerap menjadi sorotan masyarakat. Tranding topik di media sosial (medsos).

Bupati Fandi Akhmad Yani meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja dan keuangan Perumda  Giri  Tirta itu. “Target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai pertemuan di kantor Perumda  Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021. (yad)

Bupati Optimistis, Ranperda Prakarsa, Penambahan Modal Giri Tirta Bisa Memajukan Gresik Selengkapnya

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru

GRESIK,1minute.id – Operasi tumpas narkoba berakhir pada 12 September 2021. Selama dua pekan operasi Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) dan Polsek jajaran Polres Gresik mengamankan 25 tersangka (23 kasus). Hampir lima kali lebih banyak dari target Polda Jatim sebanyak 5 kasus. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menyatakan selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 di wilayah Hukum Polres Gresik dengan target dari Polda Jatim sebanyak 5 kasus. “Polres Gresik dalam pelaksanaannya berhasil ungkap kasus sebanyak 23 kasus dengan 25 orang tersangka,”kata AKBP Mochamad Nur Azis dalam siaran pers di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Kapolres Azis didampingi Kasat Narkoba AKP Irwan Tjatur Prambudi serta para Kanit Reskrim Polsek jajaran Polres Gresik menambahkan dari puluhan tersangka itu diamankan barang bukti berupa sabu-sabu (SS) 24,04 Gram serta Pil dobel L sebanyak 60 butir.

Azis menambahkan, dari 25 orang tersangka itu, sebanyak 20 orang tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun sampai dengan maksimal 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. 

Sedangkan, 3 tersangka dijerat Pasal 132 Ayar 1 Jo Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 
Kemudian,  satu orang tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI  nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun, denda paling banyak Rp 8 miliar.

Dan, satu orang tersangka dijerat Pasal 196 UU RI nomor 36/2008 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 10 tahun dan dengan paling banyak Rp 1 miliar. “Keberhasilan Polres Gresik dalam melakukan ungkap Kasus Narkoba selama ini berkat bantuan partisipasi masyarakat dan instansi terkait,”terang alumnus Akpol 2002 itu.

Dalam kesempatan ini, kata mantan Kapolres Ponorogo itu, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Gresik agar menghindari terkait penyalahgunaan narkoba. “Mari kita ciptakan Kabupaten Gresik Zero Narkoba,”katanya. (yad)

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru Selengkapnya

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas


GRESIK,1minute.id- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memompa semangat puluhan atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Di event 4 tahun ini, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengirimkan 31 dari 543 atlet yang akan memperkuat kontingen Jawa Timur. Mereka akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor). Tiga diantaranya cabor unggulan yakni panjat tebing, sepak takraw dan renang yang diestimasikan meraih medali emas. 

“Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”ujar Gus Yani-Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Pembekalan Atlet, Official dan Wasit PON ke-XX Papua di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin,20 September 2021.

Pembekalan dihadiri diantaranya, Wabup Gresik Aminatun Habibah, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto, serta Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri, Kepala Dispora Gresik Agustin Halomoan Sinaga.

Gus Yani berharap atlet Gresik berlaga di PON ke-XX Papua ini mampu meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas. Ia menekankan bahwa semangat juang pantang menyerah seperti yang dimiliki oleh patriot bangsa harus digelorakan dalam jiwa atlet dalam mengikuti PON ke-XX. “Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”tegasnya.

Event 4 tahunan pekan olahragini menjadi suatu tantangan tersendiri karena diadakan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu Gus Yani berpesan kepada kontingen yang berangkat, baik itu atlit maupun official agar terus menjaga kesehatan. Selain itu, ini juga merupakan momen yang tepat untuk mencatatkan prestasi olahraga Gresik di kancah Nasional. “Tetap optimis membawa nama harum Gresik, yang bisa menjadi kontribusi energi yang positif untuk masyarakat,”pesan Gus Yani. 

Diakhir acara pembekalan, Gus Yani juga menyapa para peserta pembekalan yang mengikuti via daring. “Selamat pagi, bagaimana kabarnya hari ini. Sudah siap berangkat ke Papua?,”sapa Gus Yani. “Selamat dan sukses, sehat selalu. Doa kami selalu menyertai,” Tutup Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri menegaskan optimisme atlet Gresik yang akan berlaga di PON ke-XX ini bisa mengharumkan Gresik. “Optimistis mereka bisa meraih emas,”kata Anis. Untuk diketahui PON ke-XX Papua mempertandingkan 37 cabor. 

Kontingen Jawa Timur mengirimkan 782 orang, terdiri dari 543 atlet dan 239 official. Kabupaten Gresik sendiri mengirimkan total 44 orang, terdiri dari 13 official dan 31 atlet  untuk berlaga di 15 cabor termasuk 3 cabor yang diunggulkan yaitu  panjat tebing, sepak takraw dan renang. 

Selain renang dan panjat tebing, ada atlet bola voli Putri binaan PT Petrokimia Gresik yang bergabung. Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dr Eko Priyono mengatakan,  PON ke-XX Papua ini, menargetkan cabor Bola Voli Putri mendapatkan medali emas. “Masak hattrick medali perak. Semoga medali emas,”tegas Eko.(yad) 

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas Selengkapnya

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal

GRESIK,1minute.id – Suwari semringah. Sopir bus pariwisata itu dinyatakan lulus sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yang dterbitkan oleh BNSP LSPTI (Badan Nasional Sertifikasi Profesi Lembaga Sertifikasi Profesi Transportasi Indonesia). Sertifikat profesi diserahkan bertepatan pada Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Terminal Bunder Tipe C Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Apel setengah abad Harhubnas kali pertama di Dinas Perhubungan Gresik itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Selain Suwari ada 35 sopir lainnya yang mendapatkan sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh LSPTI itu. 

Dishub Gresik menjadikan momentum istimewa itu untuk menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 1.785 orang. BLT sebesar Rp 200 ribu per orang berasal dari anggaran dari APBD Gresik 2021. 

Wabup Aminatun Habibah mengatakan, semangat Harhubnas tahun ini bisa membawa Dishub Gresik untuk lebih melayani kepada masyarakat. Ia berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga transportasi bisa kembali normal. “Saat ini, penumpang terbatas, kita harus bisa melayani lebih baik,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Ada dua tugas Dishub yang harus bisa dilaksanakan secara maksimal. Bu Min menyebut tentang penerangan jalan umum (PJU) setelah mendapatkan pelimpahan wewenang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). “Penerangan di desa-desa untuk meningkatkan keamanan. Penerangan di desa ini akan kita genjot,”tegasnya. 

Selain PJU, imbuhnya, penataan parkir harus lebih maksimal. “Sehingga bisa mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah),”tegasnya. Sementara itu, Kadishub Gresik Tursilowanto Hariogi menegaskan, dalam sisa dua bulan mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik akan berusaha memberikan dukungan penuh kepada duet Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

“Kami ingin teman di Dishub ada semangat baru membangun Gresik memberikan dukungan besar bagi pemkab Gresik,”tegas Tursilowanto.
Ia mengaku bangga kepada teman-teman Dishub Gresik yang menginisiasi melakukan apel Harhubnas bertemakan “Bergerak Harmonikan Indonesia” ini. “Apel ini sejarah baru bagi Dishub Gresik karena baru kali ini Harhubnas digelar apel di kantor Dishub Gresik,”kata Tursilowanto. 

Sekretaris Dishub Gresik Muhammad Amri menambahkan, untuk memperingati Harhubnas ini dilakukan sejumlah aktivitas sosial untuk masyarakat transportasi di Gresik.  Amri menyebutkan tiga kegiatan memeriahkan Harhubnas di masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Tiga acara itu, penyerahan 36 sertifikat sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yg dterbitkan oleh BNSP LSPTI. Ada 36 pengemudi yang lulus tes sertifikasi ini. “Sebanyak 4 orang dinyatakan tidak lulus,”kata Amri.
Selain itu, pemberian bantuan langsung tunai kepada 1.785 pengemudi dengan total anggaran Rp 357 juta.

“Sasaran sopir angkot, angdes, pariwisata, ojol serta ojek konvensional,”tegasnya. Masa Pandemi Covid-19 ini, sopir mendapatkan pelayanan vaksinasi untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Gresik. “Vaksinasi kami alokasi 250 dosis kerja sama dengan Dinas kesehatan Gresik,”tegasnya. (yad)

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal Selengkapnya