Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Program 99 Hari Nawa Karsa di hari kedua masa kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di depan Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021. 

Pidato kerakyatan dengan protokol kesehatan diawali santunan anak yatim itu dihadiri pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, Nawa Karsa menuju Gresik Baru berisi sembilan visi dan misi. “Misi utama untuk mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan berlandaskan Akhlakul Karimah,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah.

Program 99 Hari kerja pertama, Gus Yani–Bu Min untuk menciptakan tata kelola yang dinamis dan transparan menuju good and clean government. Bupati akan membangun Gresikpedia.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga kabupaten Gresik ( One data, One Portal, and Open Access ),”kata Bupati Gresik termuda itu.

Untuk menjaga identitas kota religius, tambahnya, sebagai apresiasi memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafidz. Selanjutnya, berkembang untuk menjangkau guru ngaji, marboth masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya.

“Prioritas kami dalam 99 hari pertama, dalam rangka membangun Gresik Baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM,”katanya.

Caranya, mengeliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air Umbulan, serta pengawasan kejernihan air. Selanjutnya, keberlanjutan pemantaban infrastruktur daerah, untuk kelayakan hunian dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.

“Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir, oleh sebab itu pemerintah daerah akan melakukan normalisasi kali lamong, kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul dan dengan ditambah kolam retensi untuk menampung luapan kali lamong,”terangnya.

Bupati menyebut perbaikan Infrastruktur desa melalui program gerbang dusun. Gresik Baru bergerak mempercepat pembangunan desa dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian dan pelayanan publik.

PROGRAM NAWA KARSA : Sembilan program Bupati – Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Program ini, 99 hari pertama, kami berupaya menciptakan warga desa yang ayem tentrem dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung. Kami juga akan menghadirkan kartu Go Tani. Kartu ini memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan,”urainya.

Pada bidang Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, akan menghadirkan beasiswa Gresik Cerdas, melalui Nawa Karsa Gresik cerdas.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik. Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Gresik Baru untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia Gresik guna bersaing dalam era disruptif,”tandasnya.

Kemudahan layanan kependudukan. Melalui Nawa Karsa Gresik sehati, kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir akan mendapatkan akta kelahiran. “Lahir, pulang bawa akta. Secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas.

Di akhir sambutannya, mengajak seluruh masyarakat mendukung visi-misi-program. Gus Yani mengakui, warisan Sambari-Qosim adalah capaian yang sangat penting dan menjadi kerja yang akan kami apresiasi untuk kami rawat dan lanjutkan pada fase yang lebih baik.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi kubu Gus Yani dan Bu Min serta Pak Qosim- Alif, Wahai Warga Gresik apabila kita semua ditanya, berapa jumlahmu? Jawablah jumlah kita adalah satu sebagai warga Gresik yang berjuang bersama untuk kemajuan melalui jalan perubahan,”pungkasnya. (*)

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa Selengkapnya

Luncurkan Gerbang Pahlawan , Gus Yani Awali Donor Plasma Convalense


GRESIK,1minute.id – Program 99 hari Gresik Baru resmi launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 2 Maret 2021.

Antara lain, Gerakan Sang Mantan jadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan). Program mengajak para penyintas Covid-19 untuk mendonor plasma convalesen. Sekitar seratus mantan Covid-19 yang siap untuk donor plasma itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPC PPP Gresik Achmad Nadir dan Veri, anggota Polres Gresik yang menjalani donor plasma di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

“Sebagai seorang pemimpin saya harus memberikan contoh. Dan, saya alumni S-1 atau Covid,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani sambil tersenyum. Gus Yani menceritakan, dirinya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Dalam kondisi sehat.

“Tidak ada gejala apa pun. Swab positif. Berulangkali saya lakukan hasilnya tetap positif. Akhirnya saya putuskan untuk isolasi mandiri,”terang suami Nurul Haromaini itu.

Pada 25 Desember 2020, Gus Yani menjalani isolasi mandiri selama 25 hari. Selama masa isolasi itu, Bupati Gresik berusia 35 tahun itu menjalani berbagai kegiatan secara daring atawa dalam jaringan. Yakni, webinar dan membaca buku.

“Selama 25 hari isolasi itu Saya bisa menghatamkan 5 buku. Alhamdulillah ada hikmah,”terang Gus Yani. Gus Yani menjadikan pengalaman OTG Covid-19 itu sebagai sebuah hikmah. Dia pun mengajak masyarakat alumni S-1- istilah lain – penyintas Covid versi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat yang sedang berjuang hidup karena terpapar pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Gus Yani menegaskan ikhtiar penuntasan penanganan Covid-19 ini bisa segera teralisasi. Selain donor plasma convalense dan vaksinasi Covid-19 akan terus digeber di Kota Santri – sebutan lain – Kabupaten Gresik ini.

“Kita berusaha maksimal mendukung vaksinasi serentak,”tegasnya. Sebelum pencanangan Program Gerbang Pahlawan, Gus Yani mendatangi program vaksinasi di markas komando distrik militer (Kodim) 0817 Gresik. “Semua babinsa sudah menjalani vaksin. Mereka sudah sehat,”tegasnya.

Tentang program seribu vaksin untuk imam masjid dan musala menyambut bulan Suci Ramadan, akan segera dilakukan. “Harapannya, imam masjid dan musala saat menjadi imam membuat jamaah merasa aman dan nyaman,”tegasnya. (*)

Luncurkan Gerbang Pahlawan , Gus Yani Awali Donor Plasma Convalense Selengkapnya

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur).  Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.

“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.

Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.

“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.

Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya Selengkapnya

SIG Bukukan Kenaikan Laba Sebesar 16,73 Persen setara Rp 2,79 Triliun pada 2020

GRESIK,1minute.id – Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih pertumbuhan kinerja positif pada 2020. SIG mencatatkan kenaikkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 16,73 persen menjadi Rp 2,79 triliun.

Rincian kinerja keuangan konsolidasi 2020 meliputi Pendapatan tercatat sebesar Rp 35,17 triliun, turun 12,87 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 40,37 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 23,56 triliun turun 14,82 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 27,65 triliun.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 2,79 triliun naik 16,73 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi biaya. 

Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, beban pokok pendapatan 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen. 

Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat, sebagai fasilitas penunjang ekspor produk semen dan klinker ke berbagai negara (foto : humas SIG)

“Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,”kata Hendi Priyo Santoso.

Hendi Prio Santoso menambahkan akibat pandemi Covid-19, sepanjang tahun lalu, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 35,17 triliun, lebih rendah 12,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Penurunan ini, imbuhnya, disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran Pemerintah.

Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada 2020, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Cina. Sejalan dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terbesar di Regional.

SIG, tambahnya. terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material. 

Pada 2020 SIG meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti Masonry Cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG. (*)

SIG Bukukan Kenaikan Laba Sebesar 16,73 Persen setara Rp 2,79 Triliun pada 2020 Selengkapnya

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan


GRESIK,1minute.id – Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik menghentikan sementara Suropadi sebagai Camat Duduksampeyan dan menunjukan Suyono sebagai Plt merangkap Camat Cerme.

Kepala BKD Gresik Nadlif mengatakan, dengan status sebagai tersangka dan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan membuat Suropadi tidak bisa melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu lah, Suropadi untuk sementara diberhentikan sebagai camat,”kata Nadlif ditemui usai salat Duhur di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021. 

BKD, tambahnya, telah menunjuk Camat Cerme Suyono sebagai pelaksana harian (Plh) Camat Duduksampeyan. ” Harapannya pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu. 

Suyono, imbuhnya, memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sebagai camat. “Selain itu, lokasi Kecamatan Cerme dengan Duduksampeyan juga dekat,”ujarnya. 

Terpisah, keinginan Suropadi menghidup udara bebas dengan status tahanan rumah bakal sulit dikabulkan oleh penyidik kejaksaan. Kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto dikonfirmasi mengatakan, penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik belum memberikan jawaban terkait surat permohonan pengalihan penahanan  dari rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi tahanan rumah.

“Tapi, Saya mendapatkan surat pemberitahuan perpanjangan masa penahanan hingga 15 April mendatang,”ujar Fajar dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Maret 2021. Masa penahanan 20 hari pertama Suropadi berakhir 6 Maret 2021. “Tapi, Saya menghormati putusan penyidik kejari,”kata Fajar.

Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan Suropadi ditahan oleh Kejari Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan selama tiga tahun sejak tahun 2017-2019. Suropadi ditahan sejak 15 Februari 2021. Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Gresik, selama kurun waktu  3 tahun, negara dirugikan sekitar 1,041 Miliar.  (*)

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan Selengkapnya

Masyarakat Keluhkan Layanan Air, Bupati Gresik Telepon Dirut PDAM, Eh…Ngak Diangkat


GRESIK,1minute.id – Jarum jam menunjukkan pukul 06.00. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersiap berangkat dari rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik menuju Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.

Bupati Gresik termuda ini lalu jalan kaki menuju dekat masjid Jamik Gresik menyapa masyarakat sekitar yang sedang belanja di penjual sayur keliling (welijo). Ia lalu ngecek media sosial (medsos) untuk memantau keluhan masyarakat terkait pelayanan publik di Kota Santri-sebutan-Gresik itu. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu masih mendapati adanya keluhan air PDAM di sejumlah warga di Gresi Kota Lama hingga kawasan Manyar yang kesulitan air bersih sejak Minggu sore, 28 Februari 2021.

Akhmad Fatoni, warga Jalan KH Abdul Karim gang XII , Kecamatan Gresik kerap membeli air jerigen untuk mandi cuci dan kakus (MCK) karena air PDAM hanya keluar angin saja. Sementara, Agung Adi Putranto, warga Jalan Optima,  Perum Permata Optima, Desa Banjarsari, Manyar.

Agung belum menikmati layanan air bersih secara maksimal sejak membeli rumah tahun 2017. Dia lebih banyak membeli air kubikan ketimbang menikmati air PDAM.

“Tidak keluar airnya, selama ini beli air kubik. Seminggu dua kali beli, satu bulan beli air Rp 320 ribuan. Masih bayar abonemen setiap bulan pak,”terangnya. Gus Yani – panggilan akrab – Fandi Akhmad Yani mencoba menghubungi Direktur Utama (Dirut) Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah untuk mengetahui penyebab air mampet.

Beberapa kali Gus Yani mencoba menghubungi Risa-sapaan-Siti Aminatus Zariyah. Namun, telepon dari orang nomor satu di Pemkab Gresik tidak diangkat. Hanya terdengar nada sambung dari nomor pribadi dirut PDAM itu. 

“Belum (telepon tidak bisa), nanti saya cek,”katanya sambil pamit masuk mobil dinas kelir putih menuju kantor Bupati. Gus Yani memimpin apel pagi perdana sebagai Bupati Gresik. Apel pagi dimulai pukul 07.00 diikuti ASN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  dan seluruh camat di kabupaten Gresik. (*)

Masyarakat Keluhkan Layanan Air, Bupati Gresik Telepon Dirut PDAM, Eh…Ngak Diangkat Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak OPD kerja keras. Tidak copy paste program.

“Mari kita kreatif dan inovatif dengan menciptakan hal-hal yang baru. Jangan ada lagi program kegiatan yang sifatnya copy paste. Keajaiban bisa kita dapatkan dari sesuatu yang baru bukan program lama yang di copy paste. Mari kita optimalkan penggunaan Dana Desa, agar masyarakat lebih sejahtera,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Apel perdana Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah masuk kerja. Apel diikuti seluruh aparat sipil negara (ASN), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat. 
Apel pagi perdana ini juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno.

(ki-ka) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Pj.Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno usai apel perdana di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021

Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani memberikan perhatian serius persoalan infrastruktur dan pelayanan publik. “Terkait banyaknya insfratruktur serta jalan yang rusak seluruh OPD untuk berkolaborasi,”tegas Gus Yani serius. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh kepala OPD untuk menyiapkan kebijakan strategis untuk reformasi birokrasi dan revolusi mental seperti yang digaungkan oleh Presiden RI.

“Pemerintah harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Mudahkan layanan jangan sampai ada yang dipersulit. Mulai pelayanan kependudukan dan pelayanan masyarakat yang lain,” tandasnya.

Usai memimpin apel pagi, Gus Yani kemudian menggelar rapat bersama kepala OPD dan Camat di ruang Putri Mijil lantai dasar kantor Bupati Gresik. (*)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program Selengkapnya

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui pedang kaki lima (PKL) di Alun-alun dekat rumah Dinas Bupati pada Minggu pagi, 28 Februari 2021.

Bupati termuda di Gresik itu “kulakan” aspirasi. Gus Yani -panggilan – Fandi Akhmad Yani akan menata para PKL agar lebih nyaman berjualan di Alun-alun Gresik. Branding akan disiapkan pemerintah agar lebih ciamik di pandang mata.

Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani selesai ngowes. Memakai jersey sepeda, memakai helm dan bermasker. Suasana Alun-alun cukup ramai aktivitas masyarakat. Ada sekadar jalan-jalan, rekreasi sama keluarga, atau menikmati aneka kuliner.
PKL di Alun-alun Gresik ini diperbolehkan jualan pagi pada Minggu pagi di badan jalan sebelah Timur dan Selatan di dekat pendapa rumah Dinas Bupati.

Selain Minggu, mereka berjualan mulai badal Ashar.
Gus Yani, minggu pagi itu adalah hari kedua pascapelantikan pada Jumat sore, 26 Februari 2021 menempati rumah dinasnya di Alun-alun Gresik. Sambil menuntun sepeda angin, Gus Yani mendatangi para pedagang. Ada minta berswafoto. Juga, ada nyambi menggoreng Tahu ketika Gus Yani menyapanya.

Gus Yani kemudian berhenti dan duduk lesehan bersama perwakilan pedagang Alun-alun. Mohammad Yasin, PKL yang menyewakan mainan anak-anak, mengaku pemasukannya terjun bebas selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dia ingin pedagang bisa berjualan setiap hari untuk mensiasati adanya pembatasan jam malam pukul 21.00. Dalam sepekan, para PKL hanya berjualan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja. Yasin mengaku ikut menjaga kebersihan sebelum dan sesudah jualan. Dia ingin diberi fasilitas tenda yang seragam.

“Total ada 150 PKL resmi disini, kami maunya bisa jualan setiap hari. Ada tempat di Alun-alun, tidak memakan hak jalan, dibuatkan tenda yang seragam. Satu lagi Gus, jangan ada lagi penggusuran,”kata dia. 

Selain penataan, buka jam ngelapak di perpanjang, PKL juga berharap vaksin Covid-19. Vaksinasi agar bisa meyakinkan pembeli bahwa membeli di PKL itu aman. Iis, antara lainnya. Konsumen di PKL Alun-alun setuju dengan penataan dan vaksinasi untuk PKL. 

“Saya setuju pedagang divaksin, biar kami pembeli juga merasa aman. Lebih bagus ditata, ada tempat karena kalau di tepi jalan kasihan digusur,” terangnya saat berbincang dengan Gus Yani di depan pedagang aksesoris.

Sembari memesan jus alpukat dan pentol, Gus Yani telah memerintahkan jajarannya agar memfasilitasi para PKL untuk dilibatkan dalam kegiatan di Pendopo. PKL yang berjualan nasi goreng, bakso,  pentol dan lain sebagainya bergiliran masuk pendapa saat ada kegiatan. Dia menanyakan jumlah pasti PKL yang terdaftar untuk difasilitasi di Alun-alun, vaksinasi dan branding agar lebih ramai.

“Saya ingin berinteraksi langsung dengan teman PKL Alun-alun, mereka bagian masyarakat Gresik harus dilayani dengan baik. Tidak hanya PKL saja, ini menjadi daya tarik masyarakat Gresik bisa mencari hiburan di hari libur dengan keluarga, jalan-jalan santai dan mencoba kuliner di Alun-alun. Yang mau main sepakbola juga bisa di Alun-alun,”terangnya.

Aspirasi dari para PKL ini, akan dibawa ke dalam hari pertama masuk kantor. Menurutnya, ini merupakan tugas pemerintah menata para pedagang. Penataan PKL di Alun-alun, katanya, kami tawarkan di tata dengan baik, kita tunjang vaksinasi yang diprogramkan pemerintah pusat ke daerah.

“Kita berikan vaksin, kita sosialisasikan kepada mereka vaksin itu aman sehat dan halal, tidak ada efek samping. Kepercayaan masyarakat akan timbul, kawasan bersih rapi dan sehat. Maka pertumbuhan perekoniman teman-teman PKL.Masyarakat tidak perlu was-was berkunjung ke Alun-alun. Ini akan menjadi bekal saya, senin besok masuk kantor hari pertama,” imbuhnya.

Gus Yani juga mengingatkan para pedagang untuk disiplin dalam menggunakan masker. Senin, 1 Maret 2021 menjadi hari pertama Gus Yani  dan Aminatun Habibah atau Bu Min masuk kantor hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. (*)

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi Selengkapnya

Tanamkan Nilai Loyalitas kepada Negara dan Jamiyah, Habib Luthfi dan Gus Yani, Kibarkan Bendera Merah-Putih dan NU


GRESIK,1minute.id – Dua bendera berkibar di halaman masjid Jamik Gresik  pada Sabtu, 27 Februari 2021. Bendera Merah- Putih dan Nahdlatul Ulama.  Istimewa lagi,  pengibaran dua bendera secara simbolis itu adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pengibaran bendera dilakukan seusai ziarah ke makam Syeh Abu Bakar Assegaf di dalam kompleks masjid berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.  

Pengibaran bendera bertepatan Hari Lahir (Harla) ke-98 Nahdlatul Ulama ini sebagai tonggak gerakan loyalitas kepada negara dan jamiyah.  

Habib Luthfi dalam tausiyah tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Pendapa Bupati Gresik mengingatkan masih adanya upaya untuk memecah belah NKRI. Caranya antara lain membuat berita bohong.

Karena itulah, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini mengajak masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini untuk mencintai tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Wahai bangsa ku yang aku banggakan relakah kita terpecah bela?”kata Habib Luthfi dijawab serentak tidak rela. Rais Am Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman) mengaku bangga dan senang jawaban itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dan NU. Gerakan itu tak hanya formalitas, tapi ada nilai loyalitas kepada negara dan jamiyah.

“Bendera itu simbol dan juga ada nilai yang berhubungan dengan jati diri. Karenanya, kami mengajak segenap warga Nahdliyin untuk mendukung gerakan ini,”kata Gus Yani pada Sabtu, 27 Februari 2021. 

Bupati Gresik yang dilantik Gubernur Jatim pada Jumat, 26 Februari 2021 itu memberikan contoh simbolis bersama Habib Luthfi bin Yahya. Usai ziarah ke Makam Habib Abu Bakar bin Muhammad Asegaf, keduanya menyempatkan mengibarkan bendera di halaman Masjid Jamik.

Habib Luthfi mengibarkan bendera Merah Putih. Sedangkan Bupati Gresik mengibarkan bendera NU. Para pengiring menyempatkan untuk ikut menyaksikan. “Pengibaran ini tidak hanya di rumah, kantor atau masjid dan musola. Tetapi pengibaran ini dilakukan di sosial media. Tujuannya adalah bagian ikhtiar kebangsaan,”kata Bupati Gus Yani. (*)

Tanamkan Nilai Loyalitas kepada Negara dan Jamiyah, Habib Luthfi dan Gus Yani, Kibarkan Bendera Merah-Putih dan NU Selengkapnya

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi

GRESIK,1minute.id –  Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah menggelar tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu, 27 Februari 2021. Tasyakuran digelar secara sederhana. Namun tetap khidmat. Diawali Khotmil Quran, badal salat Subuh dilanjutkan dengan Istighotsa.

Tasyakuran dihadiri Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, sejumlah ulama, forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani,-Aminatun Habibah bersama Habib Luthfi di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu. 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam tausiyah, Habib Luthfi memberikan sejumlah pesan khusus kepada Gus Yani-sapaan akrab -Fandi Akhmad Yani dan Bu Min -panggilan- Aminatun Habibah untuk ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jangan mau saling dibenturkan oleh sesama bangsa dan tanah air. Jangan mudah termakan hoaks,”kata Rais Am Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman) ini.

Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini juga berpesan agar selalu menanamkan cinta kepada bangsa dan tanah air. “Jangan mudah terpecah belah,”imbuhnya. 

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Tiba-tiba Habib Luthfi berdiri dengan suara bergetar menyatakan “Wahai bangsa ku yang aku banggakan rela kah kita terpecah bela?”dijawab serentak tidak rela. Habib Luthfi mengaku bangga dan senang jawaban itu dan mengakhiri pidato kerakyatannya.

Sebelumnya, di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik, Habib Luthfi mendoakan Gus Yani dan Bu Min bisa semakin mensejahterakan masyarakat Gresik. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku mendapatkan kehormatan tasyakuran pelantikan kedatangan tamu Habib Luthfi bin Yahya. Tasyakuran secara sederhana dengan protokol kesehatan ditengah guyuran hujat lebat. “Semoga Gresik ke depan menjadi lebih bermanfaat. Mudah-mudahan Gresik Baru lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat Gresik,”ujar Gus Yani. (*)

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi Selengkapnya