Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar

GRESIK, 1minute.id – Calon Bupati, (Cabup) nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani tidak hanya blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Cabup milenial ini juga semakin intens melakukan konsolidasi dengan sejumlah partai pengusung.

Salah satu dengan pengurus, konstituen dan simpatisan DPC PPP Gresik, Minggu, 8 November 2020. Gedung Mambaus Sholihin Jalan Panglima Sudirman, Gresik itu riuh.  Mereka mengeluh-eluhkan cabup yang berpasangan dengan cawabup Aminatun Habibah (Bu Min)  itu.

Dihadapan kader dan konstituen partai berlambang Kakbah itu , Gus Yani mengkritisi birokrasi pemerintah kabupaten Gresik terkait lambatnya proses pengurusan KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang memakan waktu sampai berhari-hari.  

“Sekarang sudah eranya digital, tapi ngurus KTP saja masih manual, bahkan jadinya lama berhari-hari. Dampaknya masyarakat kita kehilangan banyak waktu kerja hanya untuk ngurus KTP,”ujar cabup Milenial ini.
Selain itu, tambah Gus Yani, kedepan pihaknya menjamin masyarakat Gresik dalam mengurus kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran cukup selesai dalam satu hari.

Paslon Niat bersama pengurus DPC PPP Gresik

Ia menyebut dalam visi misinya ada program Gresik Akas yang nantinya menciptakan sistem e-Layanan sebagai solusi masalah kependuduk dan catatan sipil.

“Lewat sistem e-Layanan kami nanti panjenengan kalau ngurus KTP dan KK  sehari langsung selesai. Dan itu tuntas di tingkat kecamatan, tidak perlu jauh-jauh ke kota. Termasuk ada warga yang anaknya baru lahir, hari itu aktanya langsung jadi,”tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Suci Khuluk mengatakan, kabupaten Gresik membutuhkan sosok seperti Gus Yani dan Bu Min untuk merubah Gresik menjadi lebih baik. Ia menilai Gus Yani yang masih muda ialah sosok yang energik dan memiliki kinerja yang cepat serta tegas. 

“Gus Yani harus menang, makanya kita masyarakat Gresik butuh sosok yang energik, cepat dan tegas. Dan sosok itu ada pada beliau yang tepat untuk merubah Gresik menjadi lebih baik,”ucap Khuluk.
Rapat konsolidasi paslon Niat dengan DPC PPP Gresik dihadiri para tokoh, anggota dewan fraksi PPP, kader, konstituen dan relawan. 

Pada kesempatan itu, DPC PPP Gresik mengintruksikan komponen dipartainya untuk wajib memenangkan Gus Yani – Bu min dengan konsekuensi, kader yang tidak sejalan akan mendapat sanksi pemecatan sesuai intruksi DPP PPP. (*)

Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar Selengkapnya

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP

GRESIK, 1minute.id – Menyambut Hari Pahlawan , 10 November 2020, siswa SMK Sunan Giri bersama Koramil Menganti kerja bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP). TNI dan pelajar berbaur membersihkan makam dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Meski kerap dibersihkan, rumput masih tumbuh di area TMP di Jalan Raya Sidomulyo, Menganti. Mereka bergegas membersihkan makam para pejuang itu. Ada yang menggunakan mesin pemotong rumput bahkan tangan kosong.

Sebelum bakti sosial pelajar yang diwakili oleh Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) diberi bimbingan oleh petugas. Untuk menanamkan semangat bela tanah air, mengenang jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.

Mereka langsung berpencar menuju makam ditumbuhi rumput liar. Setelah semua area TMP bersih, secara bergantian melakukan prosesi tabur bunga.

Danramil 0817 / 04 Menganti Mayor Har Inf Nawardi, bakti sosial ini sebagai media untuk mengenalkan kepada generasi penerus akan para pahlawan yang telah gugur. Sekalian mengenalkan jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. 
“Ini salah satu bentuk praktik di lapangan ini, menghargai jasa para pahlawan,”ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Sunan Giri Syafi’i menambahkan, para wali murid selama pandemi Covid-19 ini mengeluhkan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah pun memberikan kegiatan positif memperingati Hari Pahlawan. “Semoga bisa menginspirasi murid yang lain dan menjadi contoh mengenang jasa pahlawan,”katanya. (yad)

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP Selengkapnya

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal

GRESIK, 1minute.id – Sosok mayat perempuan ditemukan mengapung di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) , Senin 9 November 2020. Polisi masih menyelidiki identitas mayat itu. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 11.30, sejumlah orang yang sedang memancing di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) melihat sosok mayat mengambang. Mayat dalam kondisi tengkurap. Tersangkut sampah di bendungan air berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik. 

Kondisi mayat sudah membusuk. Bau menyengat hidung hingga radius 3 meteran.  Masyarakat kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada satpam BGS. Penemuan mayat itu langsung menyebar ke masyarakat. Dalam hitungan menit BGS riuh. Ada yang hanya menonton.

Ada juga penasaran untuk mengetahui identitas mayat itu. “Sepertinya orang sekitar Dukun,”ujar seorang warga, Senin 9 November 2020.
Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan identitas tersebut. “Mayat itu diduga hanyut dari daerah lain,”ujar Dwi Rahmanto, Senin 9 November 2020.

Terkait adanya warga yang mengaku mengenalnya diduga berasal dari Desa Babaksari, Kecamatan Dukun, Gresik, Dwi Rahmanto, belum bisa memastikan. Masih dilakukan identifikasi.  Mayat sekarang ada di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik,”tegasnya. 

Dalam catatan 1minute.id mayat ini kali ketiga di bendungan yang belum diresmikan itu. Sebelumnya,  September 2020 ditemukan dua siswa asal Lamongan mengapung. (*)

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal Selengkapnya

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani

GRESIK,1minute.id – Panen raya biasanya dibarengi anjloknya harga. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan petani di Kota Santri.  Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menawarkan solusi untuk menjaga stabilitas harga produk pertanian melalui Program Agropolitan.  

Hal itu disampaikan paslon Niat usai mendapat keluhan dari para petani saat kampanye blusukan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Minggu 8 November 2020. 

Menurut Cabup Fandi Akhmad  Yani,  melalui program Gresik Agropolitan, ini menjamin kepastian harga semua produk pertanian. Antara lain, produk pertanian pangan, perikanan, peternakan dan holtikultura di areal seluas 67.900 hektare di kabupaten Gresik melalui subsidi pemerintah kabupaten nantinya. 

“Jika Niat jadi (terpilih) , kami akan buat plafon harga agar produk pertanian pascapanen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemerintah  lewat program Gresik Agropolitan sesuai harga plafon supaya petani tetap bisa untung pascapanen,”kata Gus Yani-sapaan- Fandi Akhmad Yani dihadapan para petani dalam rilis yang diterima 1minute.id,  Minggu 8 November 2020. 

Biasanya, ketika memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam. 

Hal ini berdampak karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Oleh sebab itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang Pertanian. 

Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan pemerintah kabupaten Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,”jelas Cawabup perempuan pertama di Gresik ini. 

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Oleh karena itu melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik. 

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,”tandasnya. (*)

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani Selengkapnya

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) semakin optimistis memenangi perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan terus mengalir kepada paslon nomor urut 2 yang diusung enam partai politik di Kota Santri itu. 

Amunisi baru bagi paslon mengusung Perubahan Gresik Baru itu datang dari emak-emak mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik). Dukungan itu disampaikan secara langsung ketika cawabup Aminatun Habibah memaparkan visi dan misi di Posko Pemanangan Niat di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik,  Jumat 6 November 2020.  

Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, cawabup pertama di Gresik itu disambut antusias bunda-bunda cantik menggenakan hijab warna merah itu. Mereka menyanbut dengan salawat dan menyanyikan jingle Niat Perubahan. Dalam kesempatan itu,  Bu Min menyampaikan visi dan misi sambil menyerukan coblos kudung abang (Jilbab Merah, Red). 

Bu Min menyampaikan misi Niat, diantaranya Gresik Mapan dan Gresik Cerdas dalam Program Bunda Puspa yakni pemberdayaan untuk emak-emak  yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. 

Program dalam misi Niat itu direspon positif. “Tidak ada lagi nanti ibu-ibu yang memiliki usaha bergerak di sektor UMKM tapi kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman hanya karena masalah validasi data sehingga terancam tidak bisa mengembangkan usahanya,”ujar Bu Min saat menyampaikan visi misinya, Jumat 6 November 2020.

Rosita, salah satu anggota Bunda Cantik mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, ia tertarik dengan program Bunda Puspa untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan.

“Bantuan tidak ada, ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,”tutur Rosita yang punya produk rumahan makanan kering itu. Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar). 

Misalnya dari segi validasi database peserta, program Meekar bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak.  “Program Meekar yang dari Presiden Jokowi itu cepat pendataannya, gak ribet jadinya uang bisa cair Rp 2,4 juta dan bisa langsung buat ngembangkan usaha saya. Kalau dari Pemkab Gresik ngajukan mulai dulu sampai sekarang gak ada kabar,”tandasnya. (*)

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa Selengkapnya

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati

GRESIK,1minute.id – Dua terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH telah meringkuk ditahanan khusus anak Polres Gresik.  Kedua anak itu bernisial MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Mengapa kedua anak bau kencur itu tega menghabisi teman sebayanya itu ?  Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto mengatakan,  kedua tersangka atau anak berhadapan hukum (ABH) itu tega melakukan pembunuhan terhadap korban AAH karena sakit hati.  

Berdasarkan pengakuan ABH, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  korban AAH mengganggu teman perempuan S.  “Anak korban berkirim pesan WA agar MSK (S, Red) menjauhi teman perempuannya,”ujar Kapolres AKBP Arief Fitrianto didalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat 6 November 2020.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasub bag Humas AKP Bambang Angkasa,  Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Kristiono, dan Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto.
Sedangkan,  ABH MSI atau Si mengaku sakit hati karena orang tua kerap diolok-olok anak korban AAH. “Orang tua MSI sering diejek korban,”tegasnya.  

Kedua ABH itu kemudian merancang balas dendam. Kamis malam, 30 Oktober 2020, mereka mengajak korban AAH pertemuan di sebuah lapangan di sekitar Kecamatan Bungah. 

Korban dan pelaku Si bertemu kemudian jalan kaki menuju salah satu lapangan di Kecamatan Bungah. “Dilapangan itu sudah S menyiapkan tali. Ketiga anak itu lalu jalan kaki menuju kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah.  

Begitu sampai di tempat kejadian perkara (TKP) korban AAH dipukul dengan kayu balok. Korban AAH lalu di ikat kaki dan kedua tangannya kemudian diceburkan disebuah kubangan yang ada airnya.  “Kedua ABH membalik tubuh korban sehingga tengkurap,”jelasnya. 

Setelah itu,  kedua ABH itu pulang.  Si ikut orang tuanya kerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan,  S sempat balik ke TKP untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

“Waktu S balik lihat tubuh korban mengambang. Sempat mau menenggelamkan lagi,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.  Setelah memastikan korban AAH meninggal ABH itu lari ke Pasuruan.  “Satu kami tangkap di Pasuruan.  Satu lagi kami tangkap di kecamatan Bungah,”ujarnya. 

Kedua ABH yang tega menghabisi teman sepermainnyan itu anak putus sekolah. Penyidik menjerat dua ABH itu dengan pasal 76 jo Pasal 80 ayat (3) UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.  “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,”tegas Kapolres AKBO Arief Fitrianto. (*)

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati Selengkapnya

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program

GRESIK – 1minute.id – Sembilan program diusung pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) mewujudkan tatanan Gresik Baru.

Program yang diusung oleh paslon nomor urut 2 itu salah satunya menjembatani visi mereka. Mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan, berlandaskan akhlaqul karimah.

Sembilan program itu, pertama misi yang diusung tertuang dalam Gresik Akas. Program ini ditujukan untuk memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, pengurusan kependudukan (catatan sipil) cukup hanya sampai di tingkat kecamatan. Termasuk pengaduan layanan bisa dilakukan di tingkat RT (rukun tetangga) juga bisa via online.

Kedua, Gresik Seger. Di sini paslon diusung enam partai politik di parlemen Gresik berkeinginan bagaimana memberikan pendampingan dan bantuan perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Gresik dan juga pemberdayaan perempuan. Program ini juga meliputi peningkatan kesejahteraan guru ngaji, takmir masjid dan musala.

Kemudian,  program ketiga Gresik Mapan. Dalam program ini Paslon Niat berkeinginan memberikan bantuan khusus untuk pembangunan infrastuktur dusun. Termasuk di antaranya, menata dan menambah fasilitas taman kota serta memberikan ruang ekonomi kepada UMKM.

“Ini menjadi ikhtiar kami untuk menuntun UMKM dan para pelaku usaha baru. Salah satunya dengan menumbuhkan nasabah bankable, sehingga mendapat kemudahan persyaratan untuk mendapatkan kredit usaha,”ujar Cabup Fandi Akhmad Yani,  Jumat 6 November 2020.

Paslon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah besama masyarakat untuk wujudkan tatanan Gresik Baru

Berikutnya, misi keempat adalah Gresik Cerdas. Yakni, dengan cara memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK, bagi anak yatim-piatu, huffadz dan penyandang disabilitas, insentif bagi guru tidak tetap dan non sertifikasi, serta guru PAUD dan TK. Serta meningkatkan potensi infrastruktur pendidikan di Pulau Bawean.

“Kami ingin rintisan Bawean sebagai pulau pendidikan seperti Unimap (Universiti Malaysia Perlis) di negara bagian Perlis, semenanjung Malaysia. Dulu di daerah tersebut awalnya hutan belantara, tapi sekarang bisa eksis dan memberikan dampak kesejahteraan bagi warga sekitar,” ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sedangkan, misi kelima Gresik Sehati. Yakni, menyangkut peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis profesional dengan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat. Memberikan pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu, membangun rumah sakit baru di daerah selatan.

“Masyarakat di bagian Gresik selatan itu biasa berobat ke Surabaya atau Mojokerto, itu wajar sebab lebih dekat ke sana (Surabaya dan Mojokerto) dari pada ke Gresik. Tapi kan beda bila kita nantinya punya rumah sakit sendiri dengan sarana pra sarana mumpuni,”tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Adapun misi keenam adalah Gresik Lestari. Melakukan pengembangan dan revitalisasi ekowisata dengan mengedepankan keunggulan kompetitif di setiap desa, revitalisasi Gresik Kota Tua sebagai salah satu icon heritage, mendorong terciptanya industri ramah bagi lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat kecamatan.

Ketujuh Gresik Barokah. Yakni, dengan cara menguatkan pembentukan karakter pemuda yang didasarkan pada nilai agama, budaya lokal dan toleransi, terbebas dari narkoba dan HIV/AIDS, serta pemuda berdaya guna.

Misi kedelapan tertuang dalam Gresik Agropolitan. Di sini yang menjadi poin utama adalah peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan sektor perikanan dengan menerbitkan kartu Go Tani untuk akses bantuan dan pendampingan peningkatan usaha.

Terakhir, misi kesembilan adalah Gema Karya. Program akan disasar oleh paslon Niat adalah memberikan permodalan serta penguatan manajemen terhadap produk yang dihasilkan pesantren, peningkatan dan percepatan pelayanan yang terkoneksi.

“Generasi milenial kreatif di Gresik juga menjadi konsentrasi kami melalui program co-working space yang nantinya kita bangun dengan Gresik Creative Hub,” pungkas Gus Yani. (*)

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program Selengkapnya

Polisi Dalami Keterangan Terduga, Gelar Rekonstruksi

GRESIK,1minute.id – Penyidik  unit  pidana  umum  (Pidum)  Satreskrim  Polres  Gresik  terus  mendalami keterangan dua remaja  yang diduga sebagai pelaku pembunuhan  terhaap AAH.  Remaja  kelas  VIII  sebuah  sekolah  di Kecamatan  Bungah  itu  ditemukan  mengambang  di  sebuah  kubangan air di  kawasan  Bukit  Jamur  di  Desa/Kecamatan Bungah, 30 Oktober  2020.

Ketika  ditemukan  korban  yang  tinggal  di  Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah  kondisinya mengenaskan. Kaki terikat.  Dan, kedua tangan  terikat  dibelakang.  Melihat kejadian  di  lokasi  kejadian polisi  mencurigai  AAH  meninggal  karena  dibunuh. 

Sumber dikepolisian menyebutkan, telah  mengamankan dua remaja terduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Dua pelaku itu berinisial  S  dan  SI.  Polisi  dikabarkan  telah  dilakukan  rekonstruksi  dugaan  pembunuhan  terhadap  AAH  itu,  Kamis  5  November 2020. 

Dalam rekonstruksi  itu,  pelaku  setelah  menghabisi  korban  kemudian  mengambil  smartphone  milik  korban. Terduga pelaku berisial  S  kabur kemudian  ditangkap  polisi  di Sidoarjo. 

Sedangkan, pelaku  berinisial Si ditangkap  kecamatan  Bungah. Ketika rekonstruksi  dua  pelaku  yang  masih dibawah umur itu  didampingi kuasa hukumnya, Sulton  Sulaiman. 

”Kedua  pelaku  mengakui telah menghabisi  korban. Karena  sakit  hati,”ujar  sumber  yang  enggan  disebutkan  identitasnya.  

Kapolres Gresik  AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi  mengaku  pihaknya  masih  terus melakukan  penyelidikan. ”Mohon doanya,”kata  alumnus  Akpol  2001  dikonfirmasi seluler,  Kamis  5  November 2020.

Terpisah, Sulton Sulaiman  ketika  dikonformasi  membenarkan  telah ditunjuk  sebagai  kuasa hukum terduga pelaku  pembunuhan itu.  Akan tetapi,  Sulton  enggn menjlentrehkan  kronologis kejadian. 

Seperti  diberitakan,  AAH  adalah  pelajar kelas  VIII  yang  ditemukan  mengambang di kawasan  Bukit  Jamur  di  Desa/Kecamatan Bungah, Jumat  31  Maret  2020 petang.    Saat  ditemukan  kondisi  remaja  asal  Desa  Sidokumpul,  Kecamatan  Bungah  itu kondisinya  mengenaskan.  Kedua  kaki  terikat  plastik.  Sedangkan  kedua  tangan  terikat  kebelakang. Kondisi itu muncul dugaan AAH  korban  pembunuhan. Jasad  AAH  sempat  kesulitan  diidentifikasi karena sidik jari rusak. Memasuki hari kelima jenazah remaja 13  tahun  yang berada  di  kamar  jenazah  RSUD  Ibnu  Sina  Gresik  diserahkan  keluarganya.  Jenazah AAH  baru  bisa  diambil  oleh keluarganya,  Selasa  3  November 2020  sekitar  pukul 12.30. (*)

Polisi Dalami Keterangan Terduga, Gelar Rekonstruksi Selengkapnya

Polisi Dikabarkan Tangkap Dua Orang Terduga Pembunuh AAH. Satu Pelaku Masih Dibawah Umur

GRESIK,1minute.id – Setelah berhasil mengungkap identitas korban. Kini,  polisi dikabarkan menangkap dua orang diduga sebagai pelaku yang menghabisi korban berinisial AAH.

AAH adalah pelajar kelas VIII yang ditemukan mengambang di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah , Jumat 31 Maret 2020 petang.   Saat ditemukan kondisi remaja asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah itu kondisinya mengenaskan. Kedua kaki terikat plastik. Sedangkan kedua tangan terikat kebelakang. Kondisi itu muncul dugaan AAH korban pembunuhan.

Jasad AAH sempat kesulitan diidentifikasi. Karena sidik jari rusak. Memasuki hari kelima jenazah remaja 13 tahun yang berada di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik diserahkan keluarganya.  Jenazah AAH baru bisa diambil oleh keluarganya, Selasa 3 November 2020 sekitar pukul 12.30. Sebelumnya,  tim inafis Satreskrim Polres Gresik dan tim dokter RSUD ibnu Sina Gresik melakukan otopsi mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia.

Kepala Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah Achmad Asyhar mengatakan ada dua orang yang diamankan polisi.  “Salah satu diantaranya warga sekitar sini,”kata Asyhar kepada wartawan, Rabu 4 November 2020. Akan tetapi, kades murah senyum itu enggan menyebut identitas terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH itu.  Sumber 1minute.id menyebut terduga berisial S dan Si. Satu terduga pelaku masih dibawah umur. 

Benarkah polisi telah menangkap terduga pembunuh AAH?  Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto dikonfirmasi mengaku masih melakukan penyelidikan. “Masih lidik. Mohon doanya agar bisa tertangkap,”ujarnya dikonfirmasi selulernya Rabu 4 November 2020 malam. (*)

Polisi Dikabarkan Tangkap Dua Orang Terduga Pembunuh AAH. Satu Pelaku Masih Dibawah Umur Selengkapnya

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren

GRESIK, 1minute.id – Perhelatan pesta demokrasi, pemilihan bupati (Pilbup) Gresik semakin dekat. Sementara, pandemi korona belum ada tanda-tanda berakhir. 

Untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas dan mengerem laju penularan korona di Kota Santri, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan silaturahmi ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Gresik, Selasa 3 November 2020. Diantaranya, Ponpes Nur Muhammad di Jalan Proklamasi, Gresik. 

Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Kasat Binmas AKP Zunaedi. Sekitar pukul 14.00, Kapolres AKBP Arief Fitrianto tiba Ponpes Nur Muhammad dan disambut langsung pemangku pondok KH Nur Muhammad biasa disapa Gus Nur itu.

Duduk bersila berlatar kiswah Kakbah pembicaraan terasa gayeng. Pada kesempatan Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengatakan tujuan datang untuk silaturahmi. 

Perwira dua melati di pundak itu menceritakan kondisi pandemi korona di Gresik. Kapolres menghimbau kepada santri tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Tradisi bulan Maulid , pasentren biasanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW secara sederhana..

“Dimasa pandemi Covid-19 dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW agar tidak mengadakan acara yang mengundang terkumpulnya masyarakat banyak untuk menghindari penyebaran Covid-19,”harap Arief Fitrianto.

Sementara itu, menjelang Pilbup Gresik, Kapolres Gresik Arief Fitrianto, berharap perlehatan lima tahunan itu bisa berjalan sukses dan aman. “Semoga agar terciptanya kabupaten Gresik yang aman, damai dan sejuk,”harapnya. (*)

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren Selengkapnya