Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari


GRESIK, 1minute.id – Persoalan sampah bakal segera terurai satu per satu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bakal membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Pembangunan TPST berkapasitas 100 ton per hari itu akan bermitra dengan salah satu perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan sampah masih menjadi problem di Gresik selama ini. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang ada pelan-pelan persoalan sampah bisa terselesaikan,”ujar Gus Yani usai acarapekerjaan pembangunan prasarana air limbah dan launching Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Desa Kambingan, Kecamatan Cerme ; Grand Desain Pengolahan Sampah Terpadu  dan Aplikasi Gresik Kerja di Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 16 Juni 2021.

Untuk tahap pertama pengelohan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Kecamatan Gresik. Kondisi TPA sudah overload dan belum ada solusi. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang dipaparkan tadi bisa segera terselesaikan,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

BUKIT SAMPAH : Kondisi tempat pembuangan akhir Ngipik, Kelurahan Ngipik, Gresik (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean akan mulai running pada awal tahun. “Pembangunan TPST ini bermitra dengan pihak ketiga,”tegasnya. Sebelumnya, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan TPST Belahanrejo untuk melayani masyarakatan di empat kecamatan yakni Kedamean, Driyorejo, Menganti dan Wringinanom. Jumlah penduduk di empat kecamatan 400.837 jiwa dengan timbunan sampah sebanyak 120,25 ton per hari. 

“TPST ini memiliki kapasitas pengolahan 100 ton per hari,”kata Ida. Untuk diketahui, komposisi sampah di Gresik terdiri 43 persen sampah makanan ; 1 persen logam ; 17 persen plastik ; 10 persen kertas ; 11 persen B3 dan 18 persen residu.

Saat ini, tambahnya, jumlah TPS SR eksisting sebanyak 10 unit. TPS SR ini di kelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa yang tersebar di Wringinanom ;  Betoyo Guci, Manyar ; Menganti ; Kedamean ; Bungah ; Gresik dan Tambak, Kepulauan Bawean.

Potensi daur ulang sampah lapak 28 persen bisa dioptimalkan dengan pemilihan sampah sejak dari sumber lalu dikumpulkan pada pengepul, bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) terdekat. (yad)

Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari Selengkapnya

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro


GRESIK,1minute.id – Ayo rek patuhi prokes. Sebab, corona virus disease 2019 belum berakhir. Bahkan,  sekarang mengalami tren peningkatan. Dalam rapat evaluasi penanganan wabah berasal dari Wuhan, Tiongkok itu terungkap jumlah kasus konfirmasi lebih banyak dari kasus sembuh. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih berstatus zona oranye.

Data Satgas Covid-19 Gresik mencatat periode 15 – 31 Mei 2021 terjadi penambahan 57 kasus, dan 59 sembuh serta 2 meninggal dunia.Kemudian, periode 1-15 Juni 2021, pascalebaran Idul Fitri jumlah bertambah 87 kasus dan 58 sembuh meninggal 3 orang. Kurun waktu dua bulan, Mei dan Juni 2021 penambahan 144 kasus, dan 117 sembuh serta meninggal 5 orang.

Jumlah kasus Covid-19 berpotensi membludak karena sejumlah kabupaten di sekitar Gresik antara lain Lamongan dan Madura terjadi ledakan Covid-19 ini. 

Dalam rapat evaluasi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kejari Gresik Heru Winoto, dan  Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir sepakat dilakukan pengetatan mobilitas warga untuk melindungi masyarakat Kota Santri ini. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro akan semakin diintensifkan.

Diantaranya, pengetatan mobilitas di kawasan pesisir Gresik, mulai dari Mengare, Bungah hingga pesisir Lumpur dan Kroman. Keduanya di Kecamatan Gresik. “Ketika Surabaya melakukan penyekatan. Mobilitas warga kabupaten Madura melakukan perjalanan lewat lewat laut. Harus dilakukan pengetatan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 16 Juni 2021.

Dia merujuk adanya dua tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cerme yang terpapar virus corona. Nakes di  Puskesmas itu menerima tamu dari Bangkalan, Madura. 

Selain kawasan pesisir, Pemkab Gresik, akan melakukan evaluasi tempat-tempat pariwisata. Apalagi, dalam waktu dekat memasuki libur sekolah dan hari raya Idul Adha. Di dua momen itu, akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

“Apalagi saat ini, mulai dirasakan kedisplinan masyarakat mematuhi prokes cenderung menurun. Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak kendur melakukan sosialisasi kepada masyarakat,”harapnya.

Keberadaan warung kopi yang buka 24 jam juga turut disorot dalam evaluasi penanganan Covid-19 yang diikuti Camat, Kapolsek dan Danramil se-Gresik. Apalagi, saat ini demam Piala Eropa (Euro). Gus Yani meminta penerapan PPKM Mikro untuk semakin giat mengingatkan kepada masyarakat di tingkat desa sampai rukun tetangga meminta para pemilik warung membatasi jam bukanya, tidak lagi 24 jam.

“Biar masyarakat menonton bola di rumah sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerumunan,”tegasnya. Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail lebih menyoroti terkait penambahan kasus Covid-19 yang dianggap mengkhawatirkan itu. Sebab, angka penambahan kasus baru lebih tinggi dari kasus sembuh. “Harapan Saya, 3 pilar terus sosialisasi.Masker menjadi tradisi gaya hidup,”kata Letkol Taufik Ismail. (yad)

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro Selengkapnya

Bupati Gresik Donor Plasma Convalesen, Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid-19

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus corona virus disease 2019 belum berakhir. Bahkan, ada kecenderungan kasus baru meningkat di Jawa Timur. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang sempat terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok itu terpanggil untuk melakukan donor plasma Convalesen.

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi Unit Tranfusi Darah (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pada Rabu pagi, 16 Juni 2021.

Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani disambut Ketua PMI Gresik M. Nadjib, pimpinan UTD PMI Gresik dr. Jufrita dan Bendahara PMI Yetty Sri Suparyatie. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan mantan Ketua DPRD Gresik kemudian menjalani donor plasma Convalesen. 

Dalam keterangannya, Gus Yani mengaku merasa tergugah untuk melaksanakan donor darah konvelesen seiring meningkatnya jumlah kasus Covid di Jawa Timur.

Menurut Gus Yani, sesuai yang disampaikan Ketua PMI Pusat Yusuf Kalla yang mengatakan, 90 persen penggunaan darah dari para penyintas Covid-19 atau plasma konvalesen efektif menyembuhkan pasien terinfeksi virus corona.

Gus Yani Bupati mengaku pernah terpapar Covid pada akhir 2020 lalu. Sebagai seorang penyintas itu merasa terpanggil. Ia pun mengajak para penyitas sebagai Pahlawan Covid-19. Agar lebih banyak lagi para ‘alumni’ pasien covid yang sembuh untuk mendonor plasma konvalesen.

“Kami berharap bagi para penyintas Covid-19 Gresik yang telah sembuh dapat menyumbangkan plasmanya kepada orang yang tengah sakit Covid-19. Hal ini akan saya sampaikan pada setiap rapat yang saya ikuti, agar semakin banyak pasien covid-19 yang bisa tertolong dan sembuh,” kata Gus Yani sebelum diambil darahnya.

Ajakan donor plasma ini akan terus digaungkan oleh Gus Yani hingga tingkat RW dan RT. “Tentu para Ketua RT dan RW ini yang lebih tahu siapa warganya yang sudah sembuh dari Covid dan mengajaknya untuk melaksanakan donor darah plasma konvalesen” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Gresik M. Nadjib didampingi dr Jufrita, kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi mengatakan, bahwa keberadaan PMI Gresik ini banyak melayani kebutuhan dari dari berbagai tempat di Indonesia.

“Terutama saat adanya peningkatan kasus Covid-19, PMI Gresik menjadi jujugan beberapa Rumah Sakit di Jawa Timur maupun luar Jawa Timur. Bahkan kami beberapa kali mengirim darah atau darah plasma konvalesen melalui kargo ke luar Jawa,”kata Nadjib.

Beberapa kota yang sering kami suplai secara intens yaitu akhir-akhir ini yaitu Bangkalan, Kudus, Demak dan beberapa kota lain di sekitar Gresik juga banyak dan sering. (yad)

Bupati Gresik Donor Plasma Convalesen, Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid-19 Selengkapnya

TMMD, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri

GRESIK,1minute.id – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2021 dipusatkan di Desa Siwalan Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur. TMMK ke-111 itu dibuka oleh Asisten I Pemprov Jatim Ardo Sahak di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 15 Juni 2021.

“TMMD ini merupakan wujud bakti TNI kepada masyarakat dalam percepatan dan pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,”ujar Ardo Sahak membacakan sambutan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah.  Ardo Sahak menambahkan, TMMD ini bisa menghemat anggaran APBD sebesar Rp 310 juta.

Pembukaan TMMD itu dihadiri oleh Irdam Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti ;  Irwasda Polda Jatim Kombespol Sungkono mewakili Kapolda ; Kasitek 084/Bhaskara Jaya Kolonel Syamsul Hadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

SIMBOLIS : Brigjend Arie Subekti memberikan cangkul dalam pembukaan TMMD ke-111 di Gresik pada Selasa. 15 Juni 2021. ( foto : ist )

Irdam Kodam V Brawijaya Brigjen Arie Subekti mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ini harus melaksanakan protokol Kesehatan secara ketat. “Seluruh Prajurit yang terlibat sebelumnya harus di test swab atau rapid antigen. Mereka setiap hari juga harus melaksanakan protokol Kesehatan dan selalu menghindari kerumunan,”tegas Brigjend Arie membacakan sambutan tertulis Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto. 

Tema yang diusung tahun ini, adalah “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”. “Semoga tema ini dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi dan inovasi bagi semua yang terlibat pada TMMD dalam membantu pemerintah melakukan percepatan pembangunan disegala bidang,”harapnya.

Senada, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan agar program ini harus kita dukung penuh karena disinilah pemerintah hadir ditengah masyarakat. “Kita harus bersinergitas dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dimasa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. Beban masyarakat sangat berat. Kita harus berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat tersebut,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Sementara Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail menjelaskan bahwa TMMD berlangsung di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juni – 14 Juli 2021.

“Dilapangan, pelaksanaan TMMD ini sudah dilaksanakan sejak Mei 2021 lalu. Ada 2 sasaran yaitu fisik dan non fisik,”terang Letkol Inf Taufik Ismail. Kegiatan yang dikerjakan antara lain renovasi rumah tidak layak huni; pengadaan penerangan jalan umum, pembangunan tembok jalan untuk penahan longsor dan perbaikan akses transportasi warga. Kemudian, melaksanakan penyemprotan desinfektan, vaksinasi dan penyuluhan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Gresik. (yad)

TMMD, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri Selengkapnya

Hipmi Siap Adaptasi, Inovasi dan Sinergi dengan Pemerintah untuk Bangkitkan Ekonomi


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. Beberapa anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Gresik berkumpul di Pendapa Bupati Gresik.  Mereka merayakan Anniversary ke-49 dengan melakukan vaksinasi.

Tahap awal vaksinasi kepada anggota kemudian selanjutnya, menargetkan 1.500 UMKM mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi untuk perwakilan anggota Hipmi disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ,Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf. Sugeng Riyadi, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh pengurus HIPMI melakukan vaksinasi sebagai upaya mengatasi penanggulangan Covid-19.

“Secara pribadi dan selaku pemerintah daerah memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. Dimata saya, Hipmi menjadi salah satu pelopor penegakan protokol kesehatan di Kabupaten Gresik yang juga bersinergi dengan pemerintah daerah,”kata Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Di era pandemi seperti saat ini, memang sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi di semua sektor. Namun, Gus Yani berharap anggota Hipmi yang mayoritas generasi milenial mampu beradaptasi dan bangkit untuk memperbaiki sektor ekonomi. 

“Siapapun bisa beradaptasi dengan keadaan seperti ini, asalkan ada kemauan kuat dan bersungguh-sungguh. Generasi milenial harus mampu berinovasi dan berdamai dengan keadaan, ayo bergerak bersama pemerintah untuk menyongsong pemulihan ekonomi di Gresik,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terpisah, Satgas Covid-19 Gresik melaporkan ada tambahan kasus baru sebanyak 6 kasus terakumulasi menjadi 5.730 kasus pada Minggu, 13 Juni 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 4 menjadi 5.288 kasus. Kasus meninggal 357 kasus dan isolasi 65 kasus. (yad)

Hipmi Siap Adaptasi, Inovasi dan Sinergi dengan Pemerintah untuk Bangkitkan Ekonomi Selengkapnya

Bupati Gresik sebut Sampah dan Sinyal Ponsel menjadi Problem di Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Sejumlah wartawan kelimpungan. Bahkan, beberapa diantaranya memacu motor mencari sinyal. Pasalnya, mereka harus mengirim berita kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 2021.

Sejumlah agenda kegiatan zoom organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut menyeberang ke Pulau Putri akhirnya terlewatkan ponsel mereka kesulitan mendapatkan sinyal. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut ada dua masalah di Pulau Bawean, Gresik yang harus segera dituntaskan.

“Dua masalah di Pulau Bawean, yaitu masalah sampah dan sinyal,”ucapnya pada Minggu, 13 Juni 2021. Terkait sinyal, Gus Yan , begitu ia biasa disapa, telah bertemu dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Budi Raharjo. Untuk mendukung wisata di era digital, layanan masyarakat berbasis digital di Pulau Bawean, Gus Yani ingin ada tower di pulau Bawean. 

Pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan pihak investor telekomunikasi untuk membangun tower seluler di Pulau Bawean. Bahkan akan memberikan kemudahan kepada para investor. Sebab, selama ini banyak investor yang menarik diri karena biaya lebih mahal. “Nanti kita gratiskan dulu selama dua tahun. Kita evaluasi setiap tahunnya,” terangnya. 

SAMPAH : Pantai di Pulau Bawean cukup elok. Sayangnya, bibir pantai masih penuh sampah seperti pantai depan Pesanggarahan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 10 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain sinyal, Gus Yani mencatat, problem kedua terkait sampah. Bupati berusia 35 tahun itu mewanti-wanti pulau yang menjadi jujukan wisata jangan sampai kumuh karena sampah.  Mantan Ketua DPRD Gresik itu, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk  secepatnya menyiapkan kendaraan pengangkut sampah. 

“Truk atau kendaraan kecil yang mengangkut sampah, karena akses jalan di Bawean kecil,” kata dia.  Dalam kunjungan kerja di Pulau Bawean selama tiga hari, Gus Yani menggagas Work From Bawean dan jalan poros tengah untuk mempermudah akses dan menunjang perekonomian masyarakat. 

Selain memantau pelaksanaan vaksinasi di Pulau Bawean, Gus Yani bersama Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah (Bu Min) juga meresmikan angkutan perintis dua minibus Damri, fasilitas olahraga dan  Wisata Bahari Selayar (WBS). (yad) 

Bupati Gresik sebut Sampah dan Sinyal Ponsel menjadi Problem di Pulau Bawean Selengkapnya

Bupati Deadline Manajemen New Era Selesaikan Tunggakan kepada Buruh Seminggu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui para buruh pabrik New Era di halaman kantor Bupati Gresik pada Jumat, 11 Juni 2022. Bupati mendeadline manajemen pabrik memproduksi sendal berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas itu untuk menyelesaikan tunggakan gaji dan tunjangan hari raya (THR), memberikqn subsidi kepada buruh yang terdampak Covid-19 selama sepekan.

Sebelumnya, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan buruh di ruang Putri Cempo di Kantor Bupati Gresik. Selama 3 jam pertemuan itu menghasilkan sejumlah keputusan. Antara lain, Pemkab Gresik akan memberi subsidi terdampak pandemi Covid-19 kepada para buruh.

Usai pertemuan itu, Gus Yani berjalan kaki  menemui buruh yang menunggu di depan gerbang kantor Pemkab Gresik. Gus Yani lalu menyampaikan hasil dialog dengan perwakilan buruh menggunakan alat pengeras suara.

“Gaji dan THR yang tertunggak dalam bentuk hutang, kami punya anggaran refokusing tekait penanganan pandemi Covid-19, terkait pemulihan ekonomi nasional, subsisdi upah, ini kami tawarkan ke perusahaan,”kata Gus Yani pada Jumat, 11 Juni 2021.  

Pemerintah hadir di tengah-tengah perusahaan dan karyawan. Subsidi upah akan diberikan setelah perusahaan memberikan kewajiban hutang hak karyawan.

“Perusahaan meminta waktu satu minggu kedepan menghitung dulu kemampuan keuangan. Satu minggu karyawan jangan kerja dulu selagi ada komitmen perusahaan menyelesaikan hutangnya, ketika ada komitemen pemerintah akan berikan subsidi upah dan karyawan boleh kerja kembali,”katanya.

Gus Yani menyebut poin keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama. “Kita beri waktu satu minggu, perusahaan pembayaran hutang kepada para karyawan,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sebelumnya para pekerja menolak kebijakan perusahaan yang berencana menurunkan nilai upah. Dari semula Rp 3,8 juta turun Rp 800 ribu menjadi Rp 3 juta/bulan. Kebijakan ini dianggap bertentangan dengan SK Gubernur. Selain itu, perusahaan menunggak membayar gaji  selama empat bulan, dan THR tahun 2020 juga belum dibayar. (yad)

Bupati Deadline Manajemen New Era Selesaikan Tunggakan kepada Buruh Seminggu Selengkapnya

Segera Dilakukan Pengukuran Lahan oleh BPN Gresik, Proyek Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Kali Lamong segera teralisasi. Saat ini, penentuan peta lokasi (penlok) kelar dilakukan. Proyek tahap pertama ini akan menyasar empat desa. Diantaranya, Desa Jono, Tambakberas, dan Morowudi. Semuanya di Kecamatan Cerme, Gresik. Untuk tahap pertama ini dibutuhkan lahan seluas 4,9 hektare.

“Penlok ini sesuai arahan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,Red),”kata Kepala Dinas Pertanahan Gresik Sutaji Rudi ditemui di Pelabuhan Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021. Pemkab, tambahnya, telah membentuk dua tim untuk proses pembebasan lahannya. Dua tim tersebut adalah Tim A dan Tim B. “Tim A , terkait administrasi dengan anggota semuanya dari BPN Gresik. Sedangkan tim B, ada dua staf saya bergabung,”kata mantan Staf Ahli Bupati Gresik itu.

Tim A dalam waktu dekat akan melakukan pengukuran lahan yang bakal digunakan untuk proyek normalisasi Kali Lamong itu. Setelah pengukuran selesai akan dilakukan appraisal harga tanah. “Harga tanah hasil appraisal ini akan diumumkan kepada pemilik lahan,”katanya. Dinas Pertanahan Pemkab Gresik kemudian melakukan pembebasan lahan. Untuk tahap pertama ini dialokasikan anggaran dari APBD Gresik Rp 30 miliar. 

“Bila ada pemilik lahan tidak sepakat dengan harga appraisal ini , uang pembebasan akan dititipkan ke pengadilan,”tegasnya. Sutaji optimistis proyek normalisasi Kali Lamong ini bisa berjalan sesuai perencanaan.

Normalisasi Kali Lamong menjadi program prioritas Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Seperti diberitakan banjir Kali Lamong menjadi problem tahunan Kabupaten Gresik.

Kesengsaraan masyarakat berada di daerah aliran Kali Lamong mulai diurai oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.  Butuh inovasi dan kerja keras untuk merealisasikan problem kronis yang sudah puluhan tahun itu. 

Berdasarkan studi BBWS pada 2012 lahan yang harus dibebaskan seluas 149 hektare dengan estimasi anggaran Rp 600 miliar. Setelah studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) 2020 luas lahan yang dibutuhkan semakin luas yakni 280 hektar. Anggaran pembebasan lahan membengkak menjadi Rp 800 miliar. 

Proyek normalisasi itu akan dimulai di wilayah hulu mulai dari Desa Jono sampai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme sepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah dan parapet. (yad)

Grafis tentang Kali Lamong. Panjang Kali Lamong    : 103 km Melintasi wilayah Gresik  : 64 kmKebutuhan lahan                      : 282,72 ha Estimasi biaya pembebasan : Rp 795 miliar
Rencana Normalisasi Tahap I Luas lahan 4,9 ha 1. Desa Jono  2. Desa Tambakberas  3. Desa Morowudi
Anggaran pembangunan Tanggul Rp 72 miliar (APBN) 2021
Pemenang Tender PT Miranda Utama Karya Subur, Samarinda
( data diolah 1minute.id )

Segera Dilakukan Pengukuran Lahan oleh BPN Gresik, Proyek Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan gagasan untuk membangun jalan poros tengah di Pulau Bawean. Jalan poros tengah itu menghubungkan Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Saat ini, dua kecamatan itu terhubung dengan jalan lingkar.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, jalan poros tengah ini merupakan jalur lain sebagai pelengkap jalan yang menghubungkan dua wilayah yang sudah ada. Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani akan mematangkan gagasan itu dengan mengumpulkan semua pihak. 

“Tentunya jalur tengah ini waktu tempuhnya dari Sangkapura ke Tambak lebih cepat karena jaraknya akan lebih pendek apabila kita melewati jalan lingkar Bawean,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam rembuk akur di Pendapa Kecamatan Tambak pada Rabu, 9 Juni 2021.

Gagasan pembangunan jalan poros tengah itu, imbuhnya, atas permintaan beberapa  tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat itu bercerita, dulu ada jalur tengah yang bisa dilewati ketika dari Sangkapura menuju Tambak, dan sebaliknya.

Saat itu, jalannya memang tidak layak disebut jalan, tapi bisa. Dan alangkah baiknya, jalur itu dirintis kembali untuk menjadi jalan penghubung.  “Saya menginginkan jalur tengah ini adalah merupakan sambungan jalan poros desa yang dibangun oleh beberapa desa sehingga terhubung menjadi jalan poros tengah atau jalur tengah,”katanya.

Gagasan itu, mendapatkan dukungan dari kepala desa. Tokoh masyarakat menyatakan siap untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

RUNWAY : Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain gagasan Jalan jalur tengah, Bupati Gus Yani, juga menyampaikan gagasan untuk memperpanjang runway sejauh 300 meter lagi dari yang sekarang. 

“Kalau runway ini bisa lebih panjang, maka akan lebih banyak jenis pesawat yang bisa mendarat disini. Tentu saja transportasi dari dan ke Pulau Bawean akan makin lancar. Selanjutnya banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bawean,”katanya dalam rembug akur dengan moderator Musa, dan dihadiri Edi Santoso, anggota DPRD Gresik. (yad)

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati

GRESIK,1minute.id – Kerinduan masyarakat Pulau Bawean bertemu Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah terobati. Selama tiga hari, Gus Yani dan Bu Min berada di pulau Putri -julukan lain-Pulau Bawean.  

Kunjungan kerja kali pertama sejak dilantik sebagai Bupati dan Wabup Gresik pada 26 Februari 2021 ini. “Mestinya saya sudah hadir beberapa saat yang lalu disini, tapi mengingat pandemi serta banyaknya kesibukan di kantor Bupati, hari ini akhirnya bisa bertemu,”kata Bupati Gus Yani dalam Rembug Akur di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wabup membagikan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Camat Tambak Agung Hendro mengatakan ada dua program bantuan untuk masyarakat Tambak yang dibagikan bersamaan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik ke kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Bantuan bantuan program BLT DD terdapst 734 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan, program bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan 1.607 KPM. Sesuai program Nawa Karsa Bupati Gresik untuk pengembangan UMKM, Camat Tambak mengaku juga telah menyerahkan bantuan alat pembuatan gula aren dan minyak untuk warga Desa Kelopanggubug Tambak.

“Kami juga telah merealisasikan bantuan keuangan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni untuk sembilan belas Kepala Keluarga di wilayah Kecamatan Tambak,”kata Agung Hendro. (yad) 

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati Selengkapnya