Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Pengukuhan Relawan Pemulasaran Jenazah pada Rabu, 21 Juli 2021. Pengukuhan arek-arek Gresik Tangguh itu dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik.

Puluhan aktivis kemanusiaan itu akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah Covid-19 tersebar di enam rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Enam rumah sakit adalah RS Randegansari, Kecamatan Driyorejo ; Rumah Sakit Wates Tanjung (Balongpanggang) ; RS Petrokimia Gresik ;  Rumah Sakit Semen Gresik ; RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk (Ujungpangkah).

BAHU-MEMBAHU : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan koordinator relawan Pemulasaran Jenazah Thoriqi Fajerin di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ada seratus orang yang mendaftar sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19. Ekspektasi mereka mau bergabung patut mendapatkan apreasiasi. Namun, tidak semua relawan bisa bergabung. Setelah melalui sekering kesehatan yang dinyatakan memenuhi kesehatan sebanyak 61 orang. 

“Sekerining dilakukan untuk memastikan mereka ada orang-orang sehat,”ujar Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Launching  juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Koordinator Relawan Pemulasaran Thoriqi Fajerin.

SRIKANDI : Wabup Gresik Aminatun Habibah dalam pengukuhan relawan pemulasaran di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menambahkan, relawan pemulasaran jenazah ini akan melaksanakan aktivitas kemanusiaan akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran. Dalam beraktivitas membantu pemulasaran, mereka dibagi menjadi tiga sif. Yakni, pagi , siang dan malam. Setiap sif beranggotakan tiga orang. “Setiap pekan libur 2 hari. Dan setiap 3 hari para relawan ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes swab antigen. Kesehatan harus terjamin,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan tidak tertutup kemungkinan relawan pemulasaran jenazah Covid-19 yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas dan lainnya akan ditambah. “Akan dilakukan evaluasi. Ikhtiar ini menjadi amalan yang baik. Semoga Covid-19 segera berakhir,”harapnya. 

MOTIVASI : Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada relawan pemulasaran jenazah di halaman Kantor Bupati pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Koordinator Relawan Pemulasaran Jenazah, Gresik Tangguh berjumlah 61 orang akan langsung melakukan aktivitas kemanusiaan hari ini, Senin, 21 Juli 2021. “Dalam beraktivitas mereka dilengkapi APD (alat pelindung diri),”kata Kaji Riki-panggilan-Thoriqi Fajerin.

Rahayu dan Yulianti, srikandi pemulasaran jenazah mengatakan, dirinya terpanggil turut membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulasaran jenazah. “Tugas kemanusiaan ini  kami sudah mendapatkan persetujuan keluarga,”kata Rahayu yang tinggal di Jalan Sindujoyo, Gresik itu. (yad)

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit Selengkapnya

Besok, PPKM Berakhir, Pemerintah Belum Putuskan Diperpanjang atau Opsi Lain

GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan penbatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat berakhir Selasa besok, 20 Juli 2021.
Forum Kota (ForKot), organisasi lembaga swadaya di Kota Santri menolak PPKM Darurat diperpanjang. Puluhan aktivis itu menyampaikan aspirasi ke kantor Bupati Gresik pada Senin,19 Juli 2021.

Tidak ada orasi dalam aksi damai ini.  Para aktivis datang kemudian berjalan kaki menuju tempat pertemuan di Dhurung Bawean di Komplek Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Kabag Ops Polres Gresik Kompol Zainul Arifin menunggu kedatangan para aktivis dibawa komando Haris Sofwanul Faqih itu. Dialog cukup cair.  
Koordinator aksi Haris Sofwanul Faqih terlebih dulu menyampaikan uneg-uneg terkait kebijakan PPKM Darurat yang dimulai Sabtu, 3 Juli 2021 dan akan berakhir pada Selasa besok, 20 Juli 2021 itu. 

Haris Sofwanul Faqih menyatakan pihaknya menolak perpanjangan PPKM Darurat di Gresik. Karena sejumlah kebijakan pemerintah selama PPKM Darurat banyak menuai keluhan masyarakat. “PPKM Darurat belum efektif untuk mencegah persoalan penularan Covid-19. Malah muncul persoalan baru yakni masalah sosial dan ekonomi. Sehingga harapan kami, Bupati Gresik yang terlahir dari spirit muda. Bisa memahami bahwa PPKM Darurat hari ini tidak perlu di Kabupaten Gresik,”kata Bogel-sapaan akrab-Haris Sofwanul Faqih.

PENYEKATAN : Petugas Gabungan melakukan penyekatan di ruas Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, depan Pos Polisi Randuagung, Kebomas pada Senin malam, 19 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia juga menyoroti banyaknya praktik penegakan aturan PPKM Darurat di lapangan. Cenderung memojokkan rakyat kecil. Akibatnya, masyarakat kecil lah yang paling terdampak. “Sering kali di lapangan rakyat bekerja mencari uang lagi-lagi menjadi kambing hitam pelanggaran aturan. Sehingga dampak PPKM Darurat ini sangat terasa bagi rakyat kecil,”tandasnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa PPKM Darurat merupakan produk kebijakan pemerintah pusat. Untuk itu, pemerintah daerah sebagai pelaksana terus meningkatkan inovasi dan fasilitas. Tujuannya adalah memberikan bantalan sosial dengan sasaran warga Isolasi mandiri (Isoman) dan warga terdampak Covid-19.

“Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam dan terus berinovasi. Karena PPKM Darurat ini adalah produk pusat. Untuk itu kita dirikan posko-posko. Tujuannya adalah sebagai bantalan sosial terutama bagi warga Isoman dan warga terdampak Covid-19. Seperti pemilik warung, PKL dan sopir angkot dan lainnya bisa kita bantu memberikan stimulus berupa sembako dan lain sebagainya,”terangnya.

Gus Yani- panggilan akrab- Bupati Fandi Akhmad Yani juga meminta seluruh pihak bisa saling memahami kondisi pandemi saat ini. Mengingat, di sektor-sektor lain pun juga mengalami hal serupa. Namun jika seluruh persoalan harus tersikapi dengan pikiran jernih maka akan terselesaikan dengan baik. 

“Kita harus saling mengerti dalam keadaan yang sangat sulit ini. Nakes juga mengalami keadaan yang sama. Jenuh payah berat, tetapi ketika kita bisa duduk bersama dengan pikiran jernih. Kita pecahkan apa yang menjadi persoalan baik sektor ekonomi maupun sektor kesehatan atau medis,”bebernya.

Kendati demikian, Bupati tetap akan menyampaikan ke pemerintah pusat terkait tuntutan para aktivis ini. Termasuk menyampaikan progres peningkatan fasilitas dan pelayanan dari hulu ke hilir selama PPKM Darurat berlaku di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sementara itu, hingga pukul 21.30 pemerintah belum memutuskan memperpanjang PPKM Darurat atau memiliki opsi lain untuk mengerem laju penularan corona di Indonesia. (yad) 

Besok, PPKM Berakhir, Pemerintah Belum Putuskan Diperpanjang atau Opsi Lain Selengkapnya

Gerakan Kalaborasi Pengumpulan Tabung Oksigen Bersambut, Perkuat Yankes di Puskesmas


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menggalang gerakan pengumpulan tabung oksigen. Gerakan kalaborasi kemanusiaan mendapatkan sokongan dari industri dan lembaga pendidikan. Sebanyak 50 tabung oksigen medis ukuran 6 meter kubik (m³) bisa terkumpul di Kantor Bupati Gresik.

Puluhan tabung itu berasal dari lima perusahaan dan dua lembaga pendidikan. Tabung oksigen itu kemudian dilakukan pengisian lalu distribusikan untuk memperkuat layanan di tingkat puskesmas. Ada lima puskesmas sebagai garda terdepan penanganangan Covid-19.

Lima puskesmas itu, adalah Puskesmas Driyorejo, Menganti, Kebomas, Sidayu dan Ujungpangkah. Di setiap puskesmas itu sudah mendirikan tenda darurat yang bisa menampung sepuluh pasien mendapatkan sepuluh tabung oksigen. Puskesmas diharapkan beroperasi 24 jam.

“Sejak minggu kemarin kami berkomunikasi intens dengan Disnaker, Apindo dan perusahaan. Hasilnya, Alhmadulillah banyak yang bersedia meminjamkan tabung oksigennya, kami berharap perusahaan lain juga mengikuti langkah kolaborasi seperti ini. Kami juga sudah rangkul sejumlah SMK,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes drg Syaifuddin Ghozali dan para kepala puskesmas se-Kab Gresik pada Senin, 19 Juli 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya berupaya melakukan percepatan penanganan Covid-19 dengan menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 dan ibu hamil (Bumil). “Puskesmas menjadi garda penanganan pertama. Masyarakat ketika sakit telepon kades dan langsung membawa puskesmas terdekat. Puskesmas kita tambah sarana dan prasarananya,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

DISTRIBUSI : Petugas menaikkan tabung oksigen kalaborasi ke mobil untuk di distribusikan ke puskesmas pada Senin,19 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di lima puskesmas itu yang nanti mendiagnosis pasien apakah masuk kategori berat, sedang atau ringan. Di puskesmas nanti yang memutuskan pasien di rawat dirujuk rumah sakit, rumah sakit lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS) atau isolasi mandiri (isoman). G-JOS telah dinaikkan status sebagai rumah sakit lapangan untuk pasien kategori ringan dan sedang. 

Untuk pasien kategori ringan akan dirawat dilantai III dan pasien sedang lantai II yang dilengkapi dengan oksigen yang disalurkan dari pipa ukuran 3 dim sepanjang 1 kilometer. 
Gus Yani berharap semakin banyak perusahaan yang mau berkalabotasi dengan meminjamkan tabung oksigen kepada pemerintah. “Nantinya, tabung oksigen itu kami distribusikan ke puskesmas di Gresik dan Pulau Bawean,”kata Gus Yani.

Kondisi cuaca yang sulit diprediksi sehingga ketersediaan tabung oksigen di pulau berjarak 80 mil laut tetap tersedia. “Ketika cuaca buruk, kebutuhan oksigen tetap aman,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Gerakan Kalaborasi Pengumpulan Tabung Oksigen Bersambut, Perkuat Yankes di Puskesmas Selengkapnya

Sebelum Menjalankan Tugas Kemanusiaan, Relawan Pemulasaran Jenazah Jalani Rapid Antigen dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Puluhan relawan pemulasaran jenazah siap menjalankan tugas kemanusiaan. Sebelum, beraktivitas para relawan ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Rapid test antigen dan vaksinasi untuk kekebalan imun dalam tubuh. 

Swab dan vaksin untuk para pejuang membantu melakukan pemulasaran jenazah yang terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri ini. Koordinator relawan pemulasaran jenazah Covid-19 Gresik Thoriqi Fajerin mengatakan, setelah menjalani tes kesehatan, relawan akan menyebar di sembilan rumah sakit rujukan untuk pemulasaran.

Sembilan rumah sakit yaitu, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk ; RS Fathma Medika, RS Petrokimia Gresik (RSPG) ; RS Semen Gresik (RSSG) ; RS Randegan Sari, RS Surya Medika, RS Wates Husada, RS Petrokimia Driyorejo dan RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Setiap rumah sakit minimal 9 relawan,”terang Kaji Riki-sapaan-Thoriqi Fajerin pada Senin, 19 Juli 2021. Mereka terbagi tiga sif. Pagi, sore dan malam. Setiap sif bekerja 8 jam. Satu relawan cadangan. 

Karena mereka terdepan dalam proses pemulasaran jenazah yang terpapar covid-19. Kesehatan mereka harus mendapatkan perhatian. Apalagi, setelah beraktivitas kemanusian para relawan ini harus berkumpul dengan keluarga. ” Untuk memastikan kesehatan setiap tiga hari relawan menjalani test antigen,”tegas Kaji Riki.

Sepertinya, antusiasme arek-arek Gresik menjadi relawan pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 patut mendapatkan apresiasi. Dalam kurun waktu dua hari relawan pemulasaran jenazah yang mendaftar tercatat 91 orang yakni 84 laki-laki dan 7 perempuan. 

Puluhan relawan itu akan ditempatkan di sembilan rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah. Mereka berasal komunitas suporter Ultras Gresik ;  GP Ansor ; Pemuda Muhammadiyah ; Fatayat ; Nasyiatul Aisyiyah, dan unsur masyarakat lainnya. Pada Sabtu, 17 Juli 2021 puluhan relawan  menjalani training pemulasaran di gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

Pelatihan dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pelatihan pemulasaran dipimpin Gus Asyifur dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. (yad)

Sebelum Menjalankan Tugas Kemanusiaan, Relawan Pemulasaran Jenazah Jalani Rapid Antigen dan Vaksinasi Selengkapnya

NasDem Peduli Fatkhur, Bocah 10 Tahun yang Orang Tua dan Adik Meninggal karena Covid-19

GRESIK,1minute.id – Pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Gresik mengunjungi rumah Achmad Fatkhur Rozi di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeya , Gresik pada Minggu, 18 Juli 2021.

Pengurus partai yang dipimpin oleh Syaiful Anwar itu juga memberikan bantuan sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari bocah 10 tahun yang kedua orang tua dan adiknya meninggal karena terpapar wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) secara beruntun itu.

Bantuan diserahkan oleh Sekretaris DPD NasDem Gresik Ainul Fuad didampingi pengurus DPC NasDem Duduksampeyan. Mereka ditemui paman dan bibi, Fatkhur. Dalam pertemuan singkat ini, Ainul Fuad mengatasnamakan pengurus DPD NasDem Gresik mengucapkan belasungkawa  meninggalnya kedua orang tua dan adk Fahrur Rozi secara beruntun dalam kurun waktu 2 hari akibat terpapar Covid-19.

“Kami atas nama pengurus DPD NasDem turut berduka cita. Ada sedikit bantuan. Semoga  bantuan bisa bermanfaat untuk Adik Fatkhur,” kata Ainul Fuad pada Minggu,18 Juli 2021.  Mereka sempat berdialog dengan Fatkhur. Siswa kelas V Madrasah ibtidaiyah itu terlihat tegar. “Adik Fatkhur terlihat cukup tegar.  Semoga Adik Fahrur Rozi diberikan kekuatan.  Kami yakin Allah SWT memberikan hikmah yang besar dari kejadian yang menimpa Adik Fatkhur,”harapnya.

Pada kesempatan itu, Ainul Faud mengaku sangat mengapresiasi langkah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang telah memberikan Fahrur Rozi beasiswa pendidikan hingga sarjanah (S1). “Sehingga, masa depan pendidikan Fahrur Rozi terjamim,”terangnya. 

Fuad mengatakan silaturahmi dilakukan setelah bakti sosial penyemprotan desinfektan ke sejumlah perkampungan  warga di Kecamatan Gresik dan Kebomas pada Minggu, 18 Juli 2021.
Penyemprotan kali ke-12 di masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Selain penyemprotan desinfektan juga memberikan bantuan alat pelindung diri (APD).

Seperti diberitakan, masa kebahagian Achmad Fatkhur Rozi bersama keluarga terasa cepat berlalu. Bocah 10 tahun kehilangan tiga orang yang disayangi kurun waktu 2 hari. Fatkhur adalah bocah yatim piatu asal Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Kedua orang tuanya, Fakhrudin, 39 dan Mazrotul Afiro, 31, dan adiknya dalam kandungan ibunya berumur 7 bulan meninggal karena terpapar Covid-19.

Kedua orang tuanya meninggal pada Rabu dan Kamis, 14-15 Juli 2021. Masa kegembiraan Fatkhur bersama keluarga terasa begitu singkat. 
Kabar duka yang dialami Fakhur itu, membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk menyelamatkan masa depan Fatkhur.

Bupati Gus Yani memberikan beasiswa pendidikan untuk Fatkhur hingga lulus sarjana. Dinas Pendidikan Gresik mensupport kebijakan bupati itu. Melalui program Nawa Karsa masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah mengalokasi 2.500 beasiswa untuk anak yatim, keluarga miskin dan penyandang disabilitas yang orang tua meninggal karena Covid-19 akan difasilitasi beasiswa. (yad)

NasDem Peduli Fatkhur, Bocah 10 Tahun yang Orang Tua dan Adik Meninggal karena Covid-19 Selengkapnya

TNI dan Polri Sinergitas Bagikan Beras untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM) Dararut memasuki pekan kedua pada Sabtu,17 Juli 2021. Pembatasan kegiatan dan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah persebaran Covid-19 belum dikendurkan. 

Aparat gabungan dari TNI dan Polri bersinergi mendistribusikan sembako kepada masyarakat terdampak PPKM Darurat itu. Sebanyak 52 ton beras digelontorkan untuk menjaga ketahanan pangan selama PPKM Darurat pada Sabtu,17 Juli 2021.

Distribusi puluhan ton beras itu melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah hukum Gresik itu dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Bantuan  diberangkatkan dari Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto megatakan, bantuan sembako tersebut bentuk kepedulian TNI-Polri terhadap masyarakat saat PPKM Darurat. “Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat. Kami mendapat tanggung jawab untuk mendistribusikannya kepada masyarakat,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

SINERGI TNI-POLRI : Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas berangkat menyalurkan bantuan beras untuk masyarakat Gresik terdampak PPKM Darurat pada Sabtu,17 Juli 2021 ( Foto : ist)

Sembako tersebut bakal disalurkan kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Warga kurang mampu, lansia dan lainnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat di tengah kesulitan.
“Kegiatan ini akan terus kita lakukan, bersinergi dengan Kodim 0817/Gresik,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol  Inf Taufik Ismail menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Polri dalam rangka membantu warga masyarakat terdampak Covid-19 selama PPKM Darurat. “Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat yang terdampak secara langsung dengan kegiatan sehari-harinya sehingga diharapkan bisa bermanfaat,” tegasnya. 

Dua perwira menengah di dua institusi itu secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Ny Anis, 55, dan empat warga lainya di Desa Putat, Kecamatan Kebomas Gresik. (yad) 

TNI dan Polri Sinergitas Bagikan Beras untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat Selengkapnya

Gerakan Gotong Royong Perangi Persebaran Covid-19 Terus Bertambah


GRESIK,1minute.id –  Gerakan gotong royong mencegah persebaran corona virus disease 2019 di Kota Santri terus bergerak. Relawan Posko Darurat PPKM tersebar di lima lokasi mulai mendistribusikan bantuan obat-obatan, multivitamin dan sembako kepada warga isolasi mandiri (Isoman). 

Sementara Forum Masyarakat Gresik Cinta Keberagaman (Formagam) bergerak mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dobel. Mereka membagikan ribuan masker kepada para pengendara mulai Alun-alun Gresik hingga Jalan Basuki Rahmat, depan Markas Polisi  Sektor Kota Gresik pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Dukungan masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik patut mendapatkan apresiasi. Sebab, penanganan wabah corona virus disease 2019 ini tidak bisa mengandalkan pemerintah. Gotong royong, sinergitas bisa membuat Gresik Kuat, Gresik Bangkit dalam pengecegahan persebaran Covid-19. 

“Kita mengajak masyarakat untuk mematuhi prokes. Memakai masker dobel dan tidak beraktivitas di luar rumah,”kata Joko Pratomo, Ketua Formagam Gresik pada Sabtu, 17 Juli 2021. Aktivis Formagam ini tidak sendirian. Mereka menggandeng TNI, Polri, komunitas, lembaga pendidikan dan produsen masker medis.

“Kami terpanggil untuk membantu pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Gresik Jaman Now, Gresik Sehat, Pulih dan Bangkit,”tegas Djoko Pratomo.

OPERATOR : Sejumlah relawan bertugas penerima pengaduan masyarakat di Posko IV PPKM Darurat di Kecamatan Sidayu, Gresik pada Sabtu, 17 Juli 2021 (Foto : ist)

Sementara itu, kesibukan semakin terasa di Posko Darurat PPKM sejak Jumat, 16 Juli 2021. Diantaranya, Muzayyinah.  Relawan  Sinergi Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ)  PPKM Darurat Posko 4 di Kantor Kecamatan Sidayu ini.  Ayin-panggilan akrab-Muzayyinah bertugas sebagai operator telepon bernomor 031- 99115951.

Sabtu pagi itu, Ayin menerima pengaduan dari Kepala Desa Masangan Bungah Suyanto yang menginformasikan kalau ada dua warganya menjalani isolasi mandiri membutuhkan bantuan. Ayin  melakukan pendataan warga isoman dan menyiapkan paket bantuan yang akan dikirimkan ke Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Tim pengiriman paket bantuan meluncur ke Masangan dan melalui kepala desa setempat bantuan disampaikan. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Posko Darurat PPKM dipusatkan di Kantor Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat, 16 Juli 2021. Posko itu berdiri hasil sinergitas dan dan lembaga amil zakat (BAZ/LAZ) se-Gresik yakni  Baznas Gresik ;  LazisNU ; LazisMU, YDSF, Nurul Hayat, Yatim Mandiri ; BMH dan ACT. Posko juga melayani konseling tentang Covid-19 secara daring bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik.

Posko tersebut masing-masing yaitu Posko I di Kantor Kecamatan Kebomas meliputi Kecamatan Kebomas, Gresik dan Manyar. Posko II di Kantor Kecamatan Kedamean meliputi Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom. 

Posko III di kantor Kecamatan Cerme meliputi Kecamatan Cerme, Duduk Sampeyan, Balongpanggang dan Benjeng. Posko IV di kantor Kecamatan Sidayu meliputi Kecamatan Sidayu, Bungah, Ujungpangkah, Dukun dan Panceng. Dan, posko V di Pesanggrahan di Pulau Bawean untuk Kecamatan Sangkapura dan Tambak.

Tiga jenis layanan diberikan kepada  masyarakat terdampak Covid-19. Tiga jenis layanan itu adalah bantuan sembako, obat-obatan, antar-jemput pasien, pemulasaraan jenazah dan konsultasi kesehatan. (yad)

Gerakan Gotong Royong Perangi Persebaran Covid-19 Terus Bertambah Selengkapnya

Bergerak Bersama, Pemkab Perkuat Bantalan Sosial, Relawan Perkuat Pemulasaran, Distribusi Bantuan, Nakes untuk Vaksinasi

PELATIHAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyaksikan pelatihan pemulasaran di Gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati pada Sabtu, 17 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Antusiasme arek-arek Gresik menjadi relawan pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 patut mendapatkan apresiasi. Dalam kurun waktu dua hari relawan pemulasaran jenazah yang mendaftar tercatat 91 orang yakni 84 laki-laki dan 7 perempuan. 

Puluhan relawan itu akan ditempatkan di sembilan rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah. Yaitu, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk ; RS Fathma Medika, RS Petrokimia Gresik (RSPG) ; RS Semen Gresik (RSSG) ; RS Randegan Sari, RS Surya Medika, RS Wates Husada, RS Petrokimia Driyorejo dan RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Sebagian lainnya di posko PPKM Darurat yang mulai beroperasi pada Jumat lalu, 16 Juli 2021.
Puluhan relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan maupun komunitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Mereka berasal komunitas suporter Ultras Gresik ;  GP Ansor ;  Pemuda Muhammadiyah, Fatayat ; Nasyiatul Aisyiyah, dan unsur masyarakat lainnya menjalani training di gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Harapannya, relawan ini bisa mulai beraktivitas membantu pemulasaran jenazah pada Senin lusa, 19 Juli 2021. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka training pemulasaran jenazah Covid-19 itu mengaku terharu melihat antusiasme relawan yang mayoritas generasi milenial di Kota Santri ini. Sebuah tugas suci saling bantu sesama.

“Antusiasme sahabat-sahabat ini menjadi semangat baru untuk menangani Covid-19. Semoga dicatat sebagai amalan baik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Penanganan pagebluk corona virus disease 2019 memasuki tahun kedua ini berbeda dibandingkan awal Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Varian baru membuat persebaran Covid-19 begitu cepat. Pemerintah membutuhkan penanganan cepat. Apalagi, korban meninggal akibat terpapar Covid-19 terus bertambah. Petugas pemulasaran kewalahan. Penanganan jenazah terjadi delay atau antre.

RELAWAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama para relawan pemulasaran dan nakes di Gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati pada Sabtu, 17 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sahabat-sahabat relawan ini nantinya bisa membantu mempercepat pelayanan pemulasaran jenazah,”kata Gus Yani. “Semoga ikhtiar ini bermanfaat bagi masyarakat Gresik. Kita tunjukkan, dengan kebersamaan, dengan gotong royong, Gresik bisa melalui pandemi Covid ini. Gresik kompak, Gresik kuat,”tegas Gus Yani  didampingi koordinator relawan pemulasaran  Toriqi Fajerin.

Selain relawan pemulasaran, ada dua devisi lainnya yang bergerak membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Dua relawan itu tenaga kesehatan (nakes) untuk tenaga vaksinasi yang dikomandani oleh dr Singgih Widi Pratomo.

Lalu, ketua koordinator Posko PPKM darurat Covid-19, bantalan sosial bagi warga terdampak PPKM darurat dan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah adalah Zainal Abidin. Untuk bantalan sosial, relawan  bergerak ke masyarakat untuk menyalurkan obat-obatan, multivitamin, sembako serta layanan konseling kesehatan melalui daring 24 jam sejak Jumat, 16 Juli 2021. 

Gus Yani mengatakan relawan nakes akan difokuskan guna akselerasi vaksinasi. Nantinya, pusat vaksinasi kabupaten akan disebar di wilayah selatan, tengah, dan utara. “Tidak hanya bertumpu di WEP (Wahana Ekspresi Poesponegoro) saja. Sistemnya nanti sama dengan apa yang berlangsung di WEP. Kami akan mengoptimalkan aplikasi yang sudah kita miliki, yakni Gresikpedia,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini. (yad)

Bergerak Bersama, Pemkab Perkuat Bantalan Sosial, Relawan Perkuat Pemulasaran, Distribusi Bantuan, Nakes untuk Vaksinasi Selengkapnya

Dispendik Alokasi 2.500 Beasiswa Nawa Karsa untuk Anak Yatim, Keluarga Miskin dan Disabilitas yang Orang Tua Meninggal karena Covid


GRESIK,1minute.id – Program beasiswa yang diberikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada anak yatim yang orang tua meninggal karena terpapar Covid-19 bersambut. Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto mengaku trenyuh tatkala mendapatkan kabar orang tua Achmad Fakhrur Rozi, 10, warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan meninggal secara beruntun.

Fakhrur, siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah dalam dua hari kehilangan tiga orang yang paling di cintai. Mereka adalah Fakhrudin, 39 dan Mazrotul Afiro, 31, dan adiknya dalam kandungan ibunya berumur 7 bulan meninggal karena terpapar Covid-19. 

Pagebluk corona virus disesase 2019 begitu cepat merengut kebahagian Fakhrur, bocah yang bercita-cita menjadi Polisi itu. Fakhrur, fonomena gunung es. Diperkirakan masih banyak anak-anak Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengalami nasib sama dengan Fakhrur. Harus berpisah dengan orang tua akibat ganasnya wabah yang berawal dari Wuhan, Tiongkok memasuki tahun kedua ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto mengatakan, untuk menyelamatkan masa depan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik memutuskan untuk memberikan beasiswa bagi anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Senin (lusa), Dispendik akan bersurat kepada lembaga negeri dan swasta untuk mendata siswa yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,”kata Hariyanto di Kantor Pemkab Gresik pada Jumat, 16 Juli 2021. Pendataan dilakukan sebagai upaya dari pemerintah untuk mendapatkan program beasiswa sarjana strata 1.

Program beasiswa ini, lanjut mantan pengawas Pendidikan itu, tercover dari Program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah dengan alokasi 2.500 beawiswa. “Kita mengimbau kepada keluarga yang orang tua meninggal karena Covid-19 dapat diusulkan mendapatkan beasiswa,”kata Hariyanto.

Beasiswa diberikan hingga sarjana itu diperuntukkan untuk anak yatim, keluarga miskin dan penyandang disabilitas yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19. Program beasiswa ini, imnuhnya, akan diupayakan oleh diknas dan langsung menginstruksikan kepada lembaga negeri dan swasta untuk memberikan beasiswa yang orang tua meninggal karena Covid-19. 

“Saya akan support kebijakan yang peduli pada anak yatim. Karena itu bisa masuk surga,”kata Hariyanto dengan nada lirih menahan air mata. Hariyanto mengaku dirinya merasa trenyuh ketika mendapatkan kabar ada anak yang kehilangan orang tua dalam hitungan hari akibat keganasan wabah Covid-19.

“Karena itu, Saya trenyuh ketika mendapatkan informasi anak Fakhrur,”katanya. Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan beasiswa hingga sarjana kepada Achmad Fakhrur Rozi. Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan itu telah kehilangan tiga orang yang paling dicintainya dalam dua hari akibat terpapar Covid-19.

Tiga orang adalah ayah dan ibunya, Fakhrudin, 39 dan Mazrotul Afiro, 31, serta adiknya dalam kandungan ibunya berumur 7 bulan meninggal karena terpapar Covid-19. Masa bahagia Fatkhur bersama orang yang dicintainya terjadi begitu cepat. Ibu dan adik yang di dalam kandungan 7 bulan meninggal pada Selasa dan Rabu, 13-14 Juli 2021.

Belum sempat air mata Fathrur menggering  Fakhrudin, ayahnya sedang menjalani isolasi mandiri menyusul ibu dan adiknya pada Kamis, 15 Juli 2021. Fatkhur kini diasuh kakek dan neneknya yang lanjut usia. Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengapresiasi kebijakan Gus Yani – panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu. (yad)

Dispendik Alokasi 2.500 Beasiswa Nawa Karsa untuk Anak Yatim, Keluarga Miskin dan Disabilitas yang Orang Tua Meninggal karena Covid Selengkapnya

Pamen Polda Jatim Gelontor Beras dan Mi Instan untuk Sopir Angkutan


GRESIK,1minute.id –  Tim Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Jawa Timur dipimpin Kombes Pol Adi Karian Tobing dan AKBP Beni Elfiansah melakukan bakti sosial di terminal angkutan umum Bunder, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme pada Jumat, 16 Juli 2021.

Mereka didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. Baksos diberikan kepada 25 orang sopir angkutan umum yang dinilai terdampak langsung pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat. Total sembako yang dibagikan berupa beras 125 kg dan mi instan 25 dus.

Sejak PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021, petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP rajin melakukan penyekatan untuk pembatasan mobilitas masyarakat. Tujuannya adalah pencegahan penularan Covid-19. Ditengah kesibukan itu, para perwira menengah (Pamen) di Kepolisian Daerah Jatim untuk berbagi dengan sesama.

“Tujuan dilakukannya baksos ini untuk meringankan beban para driver angkutan umum yang terdampak Covid-19 dalam pemberlakuan PPKM Darurat,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Dikatakan alumnus Akpol 2001, baksos juga memotivasi masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan terlebih di masa PPKM Darurat. Semua pihak agar mendukung ikhtiar pemerintah dalam menyudahi pandemi ini.

Saat ini, Kepolisian Resor Gresik tersebut tengah mempelopori gerakan Gresik Jangan Kemana-mana Nang Omah Wae “Gresik Jaman Now” “Gresik Jaman Now ini apabila dikolaborasikan dengan PPKM Darurat, diyakini mampu menurunkan kasus Covid-19 yang sedang terjadi peningkatan,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu. (yad) 

Pamen Polda Jatim Gelontor Beras dan Mi Instan untuk Sopir Angkutan Selengkapnya