Aplikasi Go Ploong Antarkan Gresik Meraih Smart City, Smart Environment

GRESIK,1minute.id – Aplikasi Go Ploong mendapatkan apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).  Kementerian yang dipimpin oleh Jhony G.Plate itu menempatkan Kabupaten Gresik sebagai Smart City kategori Smart Environment. 

Penghargaan Smart Environment itu diberikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos Informatika (Dirjen PPI) Ismail kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Jakarta pada Selasa, 14 Desember 2021.
Aplikasi Go Ploong , layanan kepada masyarakat berbasis android yang dikembangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terkait pelayanan limbah domestik masyarakat. Antara lain sedot tinja. 

Nama program adalah Quick Wins. Quick wins adalah suatu langkah inisiatif yang mudah dan cepat dicapai dalam waktu satu tahun yang mengawali pelaksanaan suatu program dalam reformasi birokrasi terutama berkaitan dengan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah  mengapresiasi apa yang sudah menjadi inovasi, sehingga dinilai mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan konsep digital dan mudah. “Aplikasi itu sebagai upaya Pemkab yang bertekad menjadi kota smart city berbasis daring. Go Ploong adalah sebuah layanan untuk masyarakat yang berbasis aplikasi dan pertama di Indonesia,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Seperti diketahui Smart Environment atau lingkungan pintar itu berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, lingkungan yang bersih tertata serta ruang terbuka hijau (RTH) yang representatif. 

Bu Min melanjutkan, torehan prestasi ini hendaknya dijadikan sebagai sebuah motivasi membangun karakter yang inovatif bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik. Disisi lain, penerapan inovasi juga harus diimbangi dengan kemajuan teknologi demi terciptanya Kabupaten Gresik yang smart city. 

Ia berharap, ke depan aplikasi ini benar-benar optimal dilaksanakan dan dibangun secara terencana dengan baik. “Alhamdulillah atas penghargaan ini. Mudah-mudahan bisa menjadi pemicu dan pemacu agar Go-Ploong lebih bisa dioptimalkan,”katanya. (yad)

Aplikasi Go Ploong Antarkan Gresik Meraih Smart City, Smart Environment Selengkapnya

Buronan Curanmor Kejaksaan Dibekuk, Petugas Hadiahi Timah Panas

GRESIK,1minute.id – Pelarian Wilhelmus berakhir. Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menangkap kembali terpidana kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berusia 38 tahun itu dibekuk di Jalan Kasuari, Surabaya. 

Kini, lelaki asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT itu menjalani pemeriksaan intensif. Menurut Kasi Intel Kejari Gresik Deni Niswansa, terpidana 20 bulan kasus curanmor tertangkap kembali di Jalan Kasuari Surabaya.

Menurutnya tersangka Wilhelmus terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh petugas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. “Sebelum ditangkap, empat hari lalu keberadaan tersangka sudah diendus oleh petugas gabungan dari Kejari dan Polres Gresik. Tersangka Wilhelmus dilumpuhkan kakinya karena melawan petugas,”ujar Deni Niswansa didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Firdaus pada Senin, 13 Desember 2021.

Deni melanjutkan sewaktu akan ditangkap narapidana perkara curanmor itu bersembunyi ditempat kosnya. “Petugas langsung melakukan penggerebekan. Ia melawan,”tegas Deni. Saat ditanya kondisi petugas Kejari Gresik David yang duel dengan tersangka sewaktu kabur. Dijelaskan Deni, terakhir kondisinya semakin baik. Namun, pihaknya juga melaporkan Wilhelmus karena melakukan penganiayaan terhadap petugas Kejari Gresik.

“Visum laporannya sudah kami laporkan ke Polres Gresik terkait penganiayaan. Sebab, sewaktu hendak ditangkap tersangka malah melawan sewaktu akan kabur,”ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus menyatakan tersangka Wilhelmus sebelum ditangkap berpindah-pindah lokasi untuk menghilangkan jejaknya. “Wilhelmus, residivis dengan kasus yang sama. Kali ini berulah lagi,”tegasnya. Lebih lanjut Firdaus mengatakan, mengenai adanya pasal tambahan karena menganiaya petugas. Hal ini sudah dilaporkan mengingat hasil visum-nya sudah keluar. “Hasil visum-nya petugas kami mengalami luka lebam hendak menangkap tersangka yang kabur,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Wihelmus, terdakwa kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kabur dari tahanan. Lelaki 38 tahun itu berhasil kabur setelah melumpuhkan petugas pengawal tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Menurut Kasi Intel Kejari Gresik Deni Niswansyah, terdakwa Wihelmus hendak dititipkan ke tahanan Polsek Driyorejo. Ketika dibawa ke Polsek Driyorejo tangan terdakwa asal Sikka Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diborgol. Tiba Polsek Driyorejo sekitar magrib. (yad)

Buronan Curanmor Kejaksaan Dibekuk, Petugas Hadiahi Timah Panas Selengkapnya

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya

GRESIK,1minute.id – Banjir di Kota Gresik menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah kawasan di Gresik Kota Lama (GKL) terendam air. Air meluap hingga ke jalan raya hingga di rumah warga.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mendatangi lokasi pascabanjir di sejumlah tempat itu. Antara lain, Boozem Telogo Dendo atau Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) , kawasan perkampungan di Jalan Pahlawan hingga Jalan Samanhudi, Gresik-pusat perdagangan di GKL.

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Sekda Gresik Washil-panggilan-Achmad Washil Miftachul Rachman melihat banyak tumpukan sampah. Mulai dari batang pohon, bantal hingga kasur kapuk berada di saluran air yang dangkal dan sebagai lagi dipenuhi tumbuhan tanaman.
Menurut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, kondisi drainase saat ini sudah waktunya dilakukan pengerukan karena kondisinya yang dangkal.

“Saya dengar tadi bahwa sekitar lebih dari 20 tahun gorong-gorong ini tidak dikeruk. Maka tak heran setiap musim hujan dating dan saat intensitas hujan tinggi, tempat ini (jalan Samanhudi) pasti banjir,” kata Gus Yani pada Senin, 13 Desember 2021.

Gus Yani megatakan, tahun depan, 2022  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melakukan pengerukan dan normalisasi di sepanjang drainase area Jalan Samanhudi untuk agar tidak ada lagi kejadian serupa seperti tahun-tahun seebelumnya. “Kalau ini terus dibiarkan, kasihan masyarakat. Ekonomi pasti tergangu. Kami Pemerintah Daerah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan yang ada,”katanya. 

DANGKAL : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menunjukkan kondisi saluran drainase di Gresik Kota Lama yang dangkal dan dipenuhi tumbuhan karena puluhan tahun tidak ada normalisasi pada Senin, 13 Desember 2021 (Foto : Prokopim Gresik)

Gus Yani juga menghimbau kepada warga sekitar aliran drainase tidak membuang sampah ke selokan. “Percuma dong kita susah payah melakukan normalisasi tetapi kebiasaan masyarakat  membuang sampah masih sembarangan. Ini berakibat pada penumpukan sampah di saluran air. Seperti yang kita lihat barusan, petugas menemukan kasur dari dalam selokan. Ayo kita saling support, pemerintah yang melakukan perbaikan, masyarakat yang mendukung dan mensupport,” pintanya.

Sementara itu, Sekda Washil mengatakan, bahwa sejumlah bangunan liar diatas saluran juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. “Kami berharap agar dalam beberapa waktu mendatang untuk dilakukan penertiban bangunan liar diatas saluran air tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kapasitas bozem yang ada di bawah Gedung Wahana Ekspresi Poseponegoro pada 2022 mendatang juga akan direncanakan untuk penambahan kapasitas. Kita akan lakukan pengerukan pada 2022. “Pak Bupati ingin agar masyarakat tak khawatir lagi apabila musim hujan tiba. Mudah-mudahan ini menjadi solusi yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya Selengkapnya

PPP Gresik Targetkan 1 Dapil Minimal 1 Kursi

GRESIK, 1minute.id – Musyawarah Cabang (Muscab) IX DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik berlangsung lancar dan khidmat pada Minggu, 12 Desember 2021. Muscab digelar di Hotel Aston Inn menyepakati memilih 7 orang sebagai tim formatur bertugas memilih ketua dan pengurus partai berlambang Kakbah itu. 

Muscab mengamanatkan kepada tim formatur yang diketuai oleh Salahudin, pengurus DPW PPP Jatim yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim paling lama 20 hari untuk memilih dan menyusun kepengurusan DPC PPP Gresik periode 2021-2026.

Khoirul Huda, anggota tim formatur mengatakan, tim formatur sesegera mungkin memilih dan menyusun kepengurusan partai. Setelah tersusun kepengurusan DPC PPP Gresik akan dikolaborasikan dengan DPP dan DPW PPP Jatim. “Dan, siapa yang terpilih, SK bisa segera turun,”kata Huda yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Gresik itu. Huda berharap, pasca muscab menjadi momentum untuk menyatukan semua kader-kader partai berlambang Kakbah itu.

KHIDMAT: Suasana Muscab IX DPC PPP Gresik di Hotel Aston Inn pada Minggu, 12 Desember 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Harapan kami ini adalah awal persiapan menuju 2024,”kata mantan Sekretaris DPC PPP Gresik itu. Sebab, pemilihan legislatif (Pileg) kurang 2 tahun. Waktu sangat mepet. Huda berharap tidak ada kubu-kubuan dalam organisasi. Siapa wakil ketua sekretaris bendahara dan seterusnya itu nanti akan Kita kolaborasikan dengan DPW dan DPP. 

“Semuanya menjadi satu untuk bersama-sama membesarkan PPP,”harap Huda. Tentang target perolehan kursi di Pileg 2024, Huda optimistis PPP akan mendapatkan 8 kursi. “Setiap dapil minimal 1 kursi,”harapnya. Pada pileg 2019-2024, PPP Gresik mendapatkan 3 kursi di DPRD Gresik. 

Sebelumnya, Ketua tim formatur Salahudin menegaskan, ketua partai yang terpilih nanti harus kerja ekstrakeras. Sebab, harus membentuk kepengurusan di tingkat ranting. “Pengurus tingkat ranting ini nanti yang akan di SK-kan oleh DPC,”kata Salahudin. Terbentuknya kepengurusan tingkat ranting ini, nantinya sebagai modal partai pada pileg 2024. Muscab DPC PPP Gresik dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah itu. (yad)

PPP Gresik Targetkan 1 Dapil Minimal 1 Kursi Selengkapnya

Bandar Grisse, Jelajah Kota Tua Runner up East Java Tourism 2021

GRESIK,1minute.id – Bandar Grisse merebut runner up ajang East Java Tourism 2021. Penghargaan event tahunan digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik Sutaji Rudy.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Pariwisata dan Tata Kelola Destinasi pada Disbudpar Gresik M Fither Kuntajaya, Bandar Grisse atau jelajah Heritage Kota Tua masuk kategori Daya Tarik Wisata.  “Heritage Gresik Kota Tua menjadi potensi destinasi wisata minat khusus,”kata Fither pada Sabtu, 11 Desember 2021. Dalam video pendek tentang jelajah Heritage Gresik Kota Tua itu, Disbudpar Gresik, memvisualisasikan tentang bangunan tua peninggalan kolonial Belanda hingga bangunan pribumi yang memiliki arsitektur berbeda.

Misalnya, rumah di Kampung Kemasan dan Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kecamatan Gresik. Selain arsitektur bangunan, imbuhnya, Bandar Grisse juga memvisualisasikan tentang harmonisasi budaya masyarakat. “Kami juga menampilkan Kampung Pecinan. Gresik sejak ratusan tahun telah menjaga kerukunan antarumat beragama. Gresik adalah Kabupaten pluralisme,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, kerukunan antarumat beragama sudah terjaga sejak ratusan tahun. Indikatornya, Gresik Kota Tua memiliki Kampung Arab, Pribumi dan Pecinan. Mereka hidup berdampingan. Rukun dan tenteram. 

Selain penghargaan Daya Tarik Wisata,  dalam ajang East Java Tourism 2021 itu, Gresik mendapat penghargaan terbaik kategori Restoran Non Bintang. “Di event itu juga ada penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Okol Desa Setro, Kecamatan Menganti,”tegas Fither.  (yad)

Bandar Grisse, Jelajah Kota Tua Runner up East Java Tourism 2021 Selengkapnya

Lutfi Syarifuddin, Ketua GPK Siap Besarkan PPP Gresik

GRESIK, 1minute.id – Lutfi Syarifuddin, ditetapkan sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik dalam musyawarah daerah (Musda) GPK di kantor DCP PPP Gresik pada Selasa, 7 Desember 2021.

Musda dihadiri Sekretaris DPW GPK Jawa Timur Zuhdi Amin Seakan dan perwakilan DPC PPP Gresik Murtadho Noer. Pada kesempatan itu, Zuhdi Amin Seakan yang mewakili Plt DPW GPK PPP Jatim Rudy Dwi Siswanto optimistis pimpinan baru, Gresik Lutfi Syarifuddin bisa ikut membesarkan partai. Pimpinan GPK PPP Gresik harus bangkit dan nyata dalam bersikap sekaligus mensikapi setiap problematika yang ada di tengah masyarakat terlebih khidmat terhadap Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Gresik. 

“Kedepan kader GPK akan menjadi tolok ukur dalam membesarkan partai. Selanjutnya kedepan agenda GPK kabupaten Gresik harus jelas hadir dan ada khususnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,”harap Zuhdi Amin Saekan. Murtadho Noer, Perwakilan DPC PPP Gresik setali tiga uang dengan Zuhdi Amin Seakan, harapan GPK, organisasi sayap PPP itu bisa  membersarkan partai kedepannya. Apalagi jargon GPK menyebutkan GPK Bangkit, PPP Menang.

“Semoga adanya GPK benar benar memberi manfaat dan perubahan bagi partai persatuan pembangunan Gresik,”kata Murtadho Noer.  Sementara itu, Ketua terpilih DPC GPK PPP Gresik Lutfi Syarifuddin menyatakan ia dan teman teman struktural siap bersinergi dan berkolaborasi bersama dengan DPC PPP Gresik dalam pelaksanaan kegiatan kepartaian.

“Karena kami dan organisasi kami adalah banom (badan otonom) Partai. Jadi ya kita wajib hukumnya mensukseskan segala program kerja partai dan organisasi,”tegas Lutfi dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 8 Desember 2021.

Agenda terdekat adalah menyukses Musda DPC PPP Gresik pada Minggu, 12 Desember 2021. “DPC PPP benar benar memfasilitasi dan selalu mengapresiasi setiap program kerja dan kegiatan pemuda Ka’bah Gresik, Apalagi kita menjadi kakak bagi AMK, angkatan muda Ka’bah,”katanya. (yad)

Lutfi Syarifuddin, Ketua GPK Siap Besarkan PPP Gresik Selengkapnya

Olah Limbah Sampah Menjadi Seribu Ikon Produk Unggulan Desa Banjarsari

GRESIK, 1minute.id – Badan usaha milik desa (BUMDes) Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik melaunching produk unggul desa di Balai Desa setempat pada Selasa, 7 Desember 2021. Produk unggul Desa Berdaya itu semuanya berbahan limbah sampah diolah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Yakni, tas, sandal, sepatu, hingga lukisan yang indah menawan. 

Mengusung jargon Ikon Desa BBS (Banjarsari Berkah Sampah) “Sampahku, sampahmu jadi seribu icon produk Desaku”. Launching dimeriahkan fashion show menampilkan berbagai produk unggulan desa yang terbuat dari limbah sampah tersebut. 

Camat Cerme Suyono memberikan apresiasi kepada pemerintah desa (Pemdes) Banjarsari atas inovasi dan kreativitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berhasil mengubah limbah sampah menjadi produk unggulan desa yang berharga. Hadirnya produk unggulan UMKM Desa Banjarsari telah membawa harum Kecamatan Cerme. 

TAS : Fashion show dengan menampilkan tas bahan limbah menjadi produk unggulan desa Banjarsari, Kecamatan Cerme pada 7 Desember 2021 (Foto : ist)

“Kami berharap agar terus ditingkatkan dan perlu diperluas segmen pasarnya serta diperbanyak item produk barunya. Teruslah berjuang, berkreasi dan berkarya untuk Desa Banjarsari,” pesan Camat Suyono penuh semangat. Pandemi  mengajarkan kepada warga Desa Banjarsari untuk  kreatif dan inovatif.

Sebelumnya, Kades Banjarsari Cerme Agus Suwondo mengharapkan launching ini bisa menjadi tonggak awal bangkitnya desa berdaya dan bisa membawa berkah untuk kita semua. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas capaian desanya melalui kegiatan Launching Produk Unggulan Desa Berdaya 2021,”katanya.

Launching Desa Berdaya 2021 digelar dengan protokol kesehatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan dan Pengurus, Perwakilan dari PMD Gresik, pelaku UMKM, Ketua DPP ASMIPA Umi Kulsum, Perwakilan GOLs dan undangan lainnya, serta masyarakat setempat.  (yad)

Olah Limbah Sampah Menjadi Seribu Ikon Produk Unggulan Desa Banjarsari Selengkapnya

Tekuk Persekap Pasuruan, GU Lolos Babak 8 Besar Liga 3 Jatim

GRESIK, 1minute.id – Gresik United lolos ke babak 8 Besar Liga 3 Jawa Timur. Kepastian itu, setelah tim berjuluk Joko Samudro itu melibas Persekap Kota Pasuruan dengan skor 2 – 1 di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Senin, 6 Desember 2021. 

Di awal babak pertama, tim besutan Subangkit itu memainkan strategi menyerang. Gebrakan awal itu membuat Persekab Kota Pasuruan kuwalahan menahan serangan Nur Samsi dkk. Pada menit ke 9 Rendy Jaya Firnanda membobol gawang Persekap Pasuruan. 

Rendy memperbesar keunggulan timnya pada menit 43. Sementara gol Persekap dicetak oleh Thalib Abdul Halim pada menit ke-60. Pelatih Gresik United Subangkit mengaku belum puas dengan permainan anak asuhnya.  Terutama setelah turun minum. Para pemain seperti kehilangan tenaga. “Tidak ada pressure. Pasti akan kami lakukan evaluasi,”tegasnya. 

Sementara pelatih Persekap Kota Pasuruan  Masdra Nurrizar mengaku telah berusaha semaksimal mungkin sehingga bisa melaju ke 16 besar. “Tapi, belum sesuai dengan harapan,”kata Masdra. Sebab, Persekap Pasuruan terhenti di babak 16 besar.

“Ini kegagalan kami, tapi ke depan kami akan lebih baik,”tegasnya. Persekap memiliki peluang menyamakan kedudukan di babak kedua. Akan tetapi, penyelesaian akhir tidak maksimal. “Ini lah permainan sepak bola. Kami harus mengakui secara kesatria kekalahan ini,”tegasnya. (yad)

Tekuk Persekap Pasuruan, GU Lolos Babak 8 Besar Liga 3 Jatim Selengkapnya

KH Mulyadi : Siap Menjalankan Khittah Dan Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama

(ki-ka) KH A’lauddin dan KH Mulyadi (Foto: ist)

GRESIK,1minute.id – KH Mulyadi, nakhoda baru Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Gresik. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan Kecamatan Menganti, Gresik itu menggantikan posisi KH Khusnan Ali sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik masa khidmat 2021-2026.

KH. Mulyadi mendapatkan 209 suara. Sedangkan, tiga kandidat lainnya yakni KH Khusnan Ali memperoleh 79 suara ; Mokh Najikh (105 suara) dan KH Ahmad Thoyyib Mas’udi (31 suara). Total ada 436 suara yang masuk. Perolehan suara mayoritas itu menjadikan Kiai Mulyadi, sapaan akrabnya ditetapkan secara aklamasi oleh peserta Konfercab yang dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu. 

Sebelumnya, dalam tata tertib calon harus mendapat minimal 150 suara. Konfercab dihelat di Ponpes Darul Ihsan juga menetapkan KH Mahfudz Ma’shum sebagai Rais Syuriah PCNU Gresik. 

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik terpilih, KH. Mulyadi siap mengemban amanat menjalankan organisasi PCNU Gresik. “Saya bersedia dan sanggup menjalankan khittah Nahdlatul Ulama, dan peraturan Organisasi Nahdhatul Ulama,”tegas Pengasuh Ponpes Darul Ihsan Menganti itu.

Kiai yang dikenal bersahaja itu juga bersedia memegang teguh amanah organisasi selama menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik. “Senantiasa memegang teguh amanah selama menjabat hingga akhir masa khidmat,”ujarnya.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Gresik terpilih, KH Mahfudz Ma’shum berharap, terpilihnya KH. Mulyadi dapat membawa PCNU Gresik kedepan semakin baik. “Saya berharap kedepan Kiai Mulyadi dapat membawa PCNU Gresik semakin baik,”harap pengasuh Ponpes Ihyaul Ulum Kecamatan Dukun itu.Konfercab PC NU Gresik berlangsung dengan suasana berbeda. Sebab, kondisi Pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga panitia menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. 

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar sebelum menutup konferensi PCNU Gresik berpesan agar dalam penyusunan pengurus mengakomodir semua potensi kader NU. “Jami’ Mani’, tolong, meskipun dalam kelompok manapun, asal dia potensial dan mau berkhidmat ke NU, diajak masuk ke kepengurusan,”ujarnya.

Kiai Marzuki juga mengingatkan agar berhati-hati kepada siapapun yang meminta jabatan di NU. “Hati-hati kepada siapapun yang oyok-oyokan minta jabatan, ujung-ujungnya setelah dapat kartanu dibuat pencalonan,”pungkasnya sambil menutup acara konferensi secara resmi. (yad)

KH Mulyadi : Siap Menjalankan Khittah Dan Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama Selengkapnya

Gayeng, Tiga Wakil Ketua DPRD Gresik, Sosialisasikan Tiga Perda

GRESIK,1minute.id – Tiga pucuk pimpinan DPRD Gresik melakukan Sosialisasi Perundangan (Sosper) 2021 di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng pada Minggu, 5 Desember 2021. Mereka adalah Ahmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Nur Saidah. Sosialisasi  tahap V yang dilakukan oleh tiga orang Wakil Ketua DPRD Gresik itu berlangsung ganyeng. 

Sebab, Sosper dikemas dengan santai tapi serius. Ada tiga Peraturan Daerah (Perda) Gresik yang disosialisasikan kepada warga desa setempat itu. Tiga perda itu adalah Perda Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat ; Perda Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri.

Nur Saidah, misalnya. Legislator perempuan dari Partai Gerindra itu menyatakan, pimpinan DPRD Gresik selalu kompak. Menjalankan tugas bareng-bareng sesuai tugas pokok dan fungsinya (tusi). “Ya, begini inilah tugas anggota DPRD kerja bareng. Tapi, saat pemilu perang lagi,”katanya disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Mujid Riduan menjelaskan bahwa sosperda adalah bagian dari tupoksi DPRD Kabupaten Gresik, sehingga apa yang sudah kita sahkan kita sosialisasikan kepada masyarakat. “Supaya masyarakat mengetahui dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan, khususnya terkait pemerintahan, dan kehidupan sehari hari, artinya semuanya harus memahami semua aturan yang berlaku,”kata Mujib yang juga Ketua DPC PDI-P Gresik.  

Hal sama diungkapkan Ahmad Nurhamim. Ketua DPD Partai Golkar Gresik membahas materi tentang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri. Ketiga narasumber itu mengajak kepada peserta sosialisasi untuk mempelajari buku materi yang telah diberikan. “Buku yang sudah diberikan bisa dipelajari dan dipahami agar bisa bermanfaat,”kata mereka. (yad)

Gayeng, Tiga Wakil Ketua DPRD Gresik, Sosialisasikan Tiga Perda Selengkapnya