Jelang Pilbup dan Libur Nataru, Penegakan Prokes Diintensifkan

GRESIK, 1minute.id – Kasus terkonfirmasi Covid-19 cenderung meningkat. Sinyal itu berasal pemerintah pusat. Menyikapi kondisi itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengambil langkah cepat. 

Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu mengumpulkan seluruh anggota forkopimda dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Senin 7 Desember 2020.

Dalam pertemuan di Ruang Mandala Bakti Praja lantai IV, itu Bupati Sambari memwarning seluruh jajarannya tidak kendor dalam disiplin peningkatan penegakan protokol kesehatan (prokes).

“Hal ini kami ingatkan karena dalam waktu dekat ada kegiatan yang berpotensi terjadi peningkatan kasus Covid-19, yaitu pelaksanaan Pemilukada dan pelaksanaan libur Natal dan Tahun baru,”kata Bupati Sambari serius. 

Pertemuan yang dihadiri Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qosir, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua PN Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan dari Polres Gresik dan Kejaksaan Negeri Gresik, Kepala OPD serta Ketua PMI Gresik M. Nadjib, Bupati Sambari beserta anggota forkopimda yang lain mensinyalir akhir akhir ini kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan sudah mulai kendor.

“Kami sudah sering melihat masyarakat mulai bebas berkerumun. Bahkan mereka sudah melupakan dalam menggunakan masker saat beraktifitas. Tolong kepada anggota tim Satgas Covid Gresik untuk menggiatkan kembali kegiatan penegakan protokol Kesehatan dengan menggelar operasi yustisi seperti dulu lagi,”pinta Bupati Sambari. 

Kepada para Camat dan muspika,  yang sudah dibekali dengan mobil operasi penegakan protokol Kesehatan, agar menggiatkan kembali keliling desa.

“Tolong kepada pihak Inspektorat agar dicek kembali pengeras suara yang ditempatkan pada mobil operasional yang dipinjamkan ke kecamatan agar digiatkan kembali pemberian informasi kepada seluruh desa di wilayah kecamatan. Sekaligus juga mengajak masyarakat mendatangi tempat pemungutan suara,”tegas Sambari.

Hampir semua Kepala OPD diperintahkan untuk mendukung kembali pelaksanaan penegakan disiplin protokol Kkesehatan. 

“Untuk Dinas Pariwisata, agar kembali mengintensifkan pemeriksaan pada tempat wisata di Gresik. Baik itu wisata religi, wisata budaya, industri pokoknya semua pengunjung tempat wisata di Gresik,”katanya. 

“Kalau tidak membawa surat keterangan hasil rapid test, sebaiknya dilarang turun dari bus. Biarkan mereka menunggu di bus,”tandas Sambari. 

Bagaimana dengan Dunia Pendidikan? 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan pada dunia pendidikan, semuanya diserahkan kepada Kadis Pendidikan, Kepala Kemenag Gresik dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Gresik.

“Aturanya mengacu kepada Perbup. Tolong Perbup tersebut dirapatkan bersama. Tapi kami tetap akan mereview kembali, apabila ada hal-hal serta kejadian yang tidak diinginkan,” papar Sambari.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir mengusulkan agar pemberian izin keramaian resepsi pernikahan dan lain sebagainya untuk ditinjau kembali.

“Sepertinya orang orang yang hadir pada pernikahan kadang sudah lupa akan protokol Kesehatan. Saya melihat banyak yang hadir tidak bermasker bahkan kerumunan sering terjadi. Kami mohon pihak keamanan atau satgas Covid-19 ikut memantau pada setiap keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat,”saran Qodir. (*)

Jelang Pilbup dan Libur Nataru, Penegakan Prokes Diintensifkan Selengkapnya

Dua Paslon Deklarasi Damai, Siap Terpilih dan Tidak Terpilih


GRESIK,1minute.id – Pemungutan suara Pilbup Gresi, Rabu 9 Desember 2020. Dua pasangan calon (Paslon) dalam kontestasi lima tahunan itu duduk bareng dalam satu meja bundar. 

Di Lontar Room Hotel AstonInn di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Senin 7 Desember 2020. 
Dua paslon itu adalah Moh Qosim-Asluchul Alif dan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

Kedatangan dua paslon Pilbup Gresik itu untuk menghadiri Deklarasi Damai, Siap Terpilih dan Tidak Terpilih yang digagas Polres Gresik. 

Deklarasi Damai itu dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dan Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi dan Kesbangpol Darman serta Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapreasi selama kampanye tidak terdapat permasalahan yang menonjol di Kota Santri ini.  “Nantinya tanggal 9 Desember 2020 akan dilaksanakan pemungutan suara Saya harapkan pada paslon agar tetap bersama-sama menjaga situasi di Gresik,”kata alumnus Akpol 2001 itu. 

Selain kepada Paslon, Kapolres Arief juga meminta kapolsek jajarannya dan penyelenggara agar tetap bersama menjaga situasi agar tetap kondusif. 

“Mengharapkan kepada paslon agar memberikan himbauan kepada pendukung agar tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan pada saat ke TPS,”kata perwira dua melati di pundak itu. 

Harapan sama juga diungkapkan Ketua KPU Gresik Akhmad Roni. Roni tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Bupati Gresik yang telah bekerja sama dalam melaksanakan pengamanan Pilbup Gresik. 
Usai sambutan semua pihak bersama-sama membacakan dan menandatangi naskah deklarasi Damai itu.  (*)

Dua Paslon Deklarasi Damai, Siap Terpilih dan Tidak Terpilih Selengkapnya

Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor

GRESIK,1minute.id – Tabrakan beruntun terjadi depan Pasar Legi Jalan Raya Bungah, Sabtu 5 Desember 2020 . Tabrakan melibatkan lima mobil dan empat motor itu terjadi  sekitar pukul 10.00 diduga rem dump truck bermuatan galian C ngeblong. 

Kendaraan berat itu, lalu nyeruduk kendaraan lainnya yang ada di depannya. Laju dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh. Sopir dump trcuk W 6832 UA tergencet bodi kendaraannya. Sedangkan, seorang pemotor dilarikan ke rumah sakit Mabarrot, Kecamatan Bungah. 

Informasi yang dihimpun, dump truck nopol W 6832 UA melanju dari arah Sidayu kearah Manyar. Dump truck yang biasa digunakan mengangkut galian C diduga melaju kencang.

Setelah tanjakkan, jalan kemudian menurun. Sopir dump truck-belum diketahui identitasnya- itu panik. Sebab, beberapa kali sopir menginjak pedal rem.  Kendaraan berat itu terus melaju.

Sopir dump truck semakin panik memasuki simpang tiga Jalan Raya Bungah ada sejumlah kendaraan melaju lambat karena ada beberapa orang nyebrang ke Pasar Legi, Bungah. Dan,  tiba-tiba brakkkkk!  “Seperti rem dump truck blong,”kata Purnono, salah satu warga setempat. 

Serudukan dump truck itu, menghantam kendaraan di depannya . Ada lima mobil dan empat sepeda motor terlibat kecelakaan karambol itu.

Lima mobil dan motor itu adalah, mobil Elf W 1569 DY ; Suzuki Ertiga W 1336 CL ;  Toyota Kijang B 8379 BH ; Toyota Avanza Veloz W 1468 EI, dan Daihatsu Xenia L 1790 O.

Dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh di Jalan Raya Bungah

Kemudian motor Honda CB S 6452 JV ; Honda Beat W 4760 BA, dan dua motor Honda Supra X-125 W 5466 dan W 4435 BO “Pengendara motor CB yang mengalami luka cukup parah,”imbuh Purnomo. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan untuk korban pengendara motor sudah kita bawa rumah sakit. “Tidak ada korban jiwa,”ujar Kapolsek Bungah dikonfirmasi seluler, Sabtu, 5 Desember 2020. 

Sujiran menambahkan pihak membantu pertolongan pertama dan melakukan pengaturan lalu lintas. “Saat ini sudah ada Kanit Laka Satlantas yang standby di lokasi,”ujarnya. 

Kecelakaan ini mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dua arah. Yakni arah Manyar menuju Sidayu. Juga, sebaliknya. Bodi dump truck yang menabrak pohon peneduh hingga pukul 12.30 belum dievakuasi. (*)

Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor Selengkapnya

Viral, Jenazah “Dihanyutkan” Aliran Kali Lamong untuk Dimakamkan

GRESIK,1minute.id  – Vidoe jenazah “dihanyutkan” Kali Lamong viral di media sosial (medsos).

Video berdurasi 2 menit,  28 detik itu, terlihat sejumlah warga Dusun Gorekan Lor,  Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik membawa keranda jenazah Ny Kasti, 66, mengarungi derasnya Kali Lamong di dusun setempat. 

Dalam vidoe yang viral tersebut, kali pertama seorang berenang seperti membuat jalur untuk pemakaman Ny Kasti. Pemuda itu lalu balik lagi. Sejurus kemudian sekitar delapan orang membawa keranda jenazah Ny Kasti. 

Mereka lalu menyebur bareng-bareng sambil membawa jenazah menyeberangi Kali Lamong untuk dimakamkan. Ny Kasti meninggal dunia, Rabu 2 Desember 2020 pukul 21.30.

Karena tempat pemakaman berada di seberang aliran Kali Lamong pihak keluarga kemudian memakamkan keesokan harinya.  Kejadian yang menimpah Ny Kasti kali kedua kurun waktu 2 tahun terakhir.

Pada 2019, Ny Sayu juga “dihanyutkan” kealiran Kali Lamong untuk proses pemakamannya.  Kini,  kembali terulang.  Mengapa?  Camat Kedamean Arifin dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Jenazah Ny Kasti, 66, akan dimakamkan di pemakaman Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Kamis 3 Desember 2020 ( foto : ist)

“Itu pemakamnya hari Kamis,”kata Arifin dikonfirmasi seluler, Jumat 4 Desember 2020. Karena lokasinya ada di seberang Kali Lamong,  dan kondisi sedang tinggi, tambahnya,  pemakaman bisa dilakukan di Dusun Gorekan Kidul.

Akan tetapi, keluarga duka tetap menghendaki pemakanan di seberang Kali Lamong itu. “Keluarga duka berdalih semua keluarga dimakamkan di sana,”ujar mantan Camat Dukun itu. 

Sehingga Ny Kasti tetap dimakamkan di pemakaman dusun Gorekan Lor yang ada di seberang Kali Lamong itu.  Arifin menambahkan pada 2019 pemerintah berencana akan membangunkan jembatan penyeberangan itu.

Akan tetapi,  karena ada rencana revitalisasi Kali Lamong rencana itu tidak jadi lakukan. “Khawatir muspro (mubazir),”tegasnya. 
Namun,  pemerintah memberikan alternatif untuk membelikan lahan pemakaman untuk warga dusun itu.

“Tahun ini sudah direncanakan, akan tetapi ada wabah korona. Sehingga, anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19,”katanya. 

Arifin berharap pada tahun depan pembelian lahan untuk pemakaman warga dusun Gorekan Lor bisa terealisasikan. (*)

Viral, Jenazah “Dihanyutkan” Aliran Kali Lamong untuk Dimakamkan Selengkapnya

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2

Cabup nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani bersama relawan

GRESIK, 1minute.id – Pemilihan bupati (Pilbup) Gresik tinggal hitungan jari. Perubahan sudah mulai terlihat. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat)  mengajak tim pemenangan, para relawan dan simpatisan perubahan untuk terus bergerak solid demi terwujudnya Gresik Baru. 

Selain Tim pemenangan, relawan dan simpatisan, Gus Yani juga berterima kasih kepada masyarakat Gresik yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada paslon Niat untuk bekerja lebih keras untuk Gresik Baru.

“Terima kasih kepada semua elemen yang  mendukung dan memberi amanah kepada saya dan Bu Min untuk mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan serta berlandaskan akhlaqul karimah,”kata Gus Yani disela-sela simulasi debat publik, Rabu 2 Desember 2020.

Debat publik terakhir digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Rabu malam. Materi debat yakni Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Acara tersebut dimulai pukul 19.00, dengan protokol kesehatan itu digelar di salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya.  

Paslon nomor urut 2 sudah menyiapkan diri untuk menghadapi debat publik terakhir itu. 
Paslon Niat, tambah Gus Yani,  berkomitmen untuk mewujudkan perubahan di Gresik ini. Alumnus Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu,  kembali mengajak masyarakat agar tidak Golput.

Menurutnya, masa depan Gresik lima tahun mendatang ada di tangan pemilih. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat perubahan yang diwujudkan dengan mencoblos paslon nomor urut 02 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember mendatang. 

“Masyarakat jangan ragu, jangan golput.  Selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik. Karenanya, Saya dan Bu Min siap memaksimalkan segala potensi itu demi terwujudnya Gresik baru,”ungkapnya.

Selain itu, tambah menantu KH Agoes Ali Masyhuri ini menyampaikan beberapa indikator gagalnya pembangunan di Gresik. Diantaranya banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Oleh sebab itu, Niat ingin memaksimalkan pembangunan di Gresik agar tidak ada lagi banjir, kondisi jalan rusak, kelangkaan pupuk oleh petani hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi orang asli Gresik. Sehingga tidak ada lagi kata pepatah, Ayam mati dilumbung padi sendiri,”kata Gus Yani.

Dalam program Nawa Karsa yang diusung paslon Niat, Gus Yani juga menyampaikan ada paket stimulus ekonomi. “Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK),”katanya.

Melengkapi pertanyaan Gus Yani, Bu Min turut menyampaikan jaminan kepada para pekerja. “Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan hal itu tidak akan tercapai,” pungkasnya. (*)

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2 Selengkapnya

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat

Dua anak berhadapan hukum dalam perkara dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah ( foto : chusnul cahyadi)


GRESIK,1minute.id – Sidang perkara pembunuhan AAH, mayatnya ditemukan di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik, sempat memanas. Orang tua korban tidak terima kedua pelaku hanya dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman tersebut dianggap sangat ringan dan tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa anak. “Kami kecewa dengan tuntutan jaksa,”ujar Fajar, penasehat hukum (PH) korban usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa, Desember 2020.

Menurutnya, dalam pasal yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) maksimal hukuman 15 tahun penjara. Namun, fakta di persidangan kedua terdakwa anak dituntut lebih rendah.
“Harusnya tuntutan setimpal dengan perbuatannya. Pembunuhan sudah direncanakan dan perbuatannya melebihi orang dewasa,” ungkapnya.

Sidang yang digelar di ruang Tirta itu digelar secara tertutup. Kedua anak berhadapan dengan hukum (ABH) MSK ,15 , dan MSI, 16, dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan.

Mereka dijerat pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI no 23/2002 tentang perlindungan anak jis pasal 1 angka 1 UU RI no 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
“Betul dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan,” ujar JPU Esti Hardjanti.

Hakim tunggal yang dipimpin Putu Gde Hariadi menunda persidangan hari ini Rabu, 2 Desember 2020 dengan agenda pledoi. “Iya, besok pledoi,” kata Sulton Sulaiman, Penasehat Hukum (PH) kedua ABH.
Sekadar diketahui, korban meninggalkan rumah pada Rabu, 28 Oktober 2020  malam berangkat acara Maulid Nabi ke Masjid di kecamatan  Bungah.

Mayatnya baru ditemukan oleh dua orang santri pada Jumat, 30 Oktober 2020 sore di area galian C di kawasan Bukit Jamur, Bungah.
Jenazah AAH baru bisa diidentifikasi pada Selasa, 4 November 2020. Tidak berselang lama, polisi berhasil menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda. Satu orang diamankan di Pasuruan dan seorang ditangkap di Bungah.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan penyidik Pidana Umum (Pidum)  Satreskrim Polres Gresik, kedua ABH itu menghabisi AHH dengan cara dipukul dengan balok kayu. Setelah mayat diikat lalu diceburkan dalam kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur Kecamatan Bungah. Kedua ABH mengaku perbuatan itu dilakukan karena sakit hati kepada anak korban, AHH.  (*)

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menggelar persidangan setempat (PS), Selasa 1 Desember 2020

GRESIK, 1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan 5 objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, 1 Desember 2020.

PS dilakukan atas gugatan yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh.
PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran objek tanah yang disengketakan.

Pasalnya,  pada gugatan disebutkan ada lima objek tanah milik almarhum saat ini dikuasai oleh  Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II. 

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution datang ke lokasi sekitar pukul 09.00. Para pihak baik prinsipal penggugat serta kuasa hukumnya maupun kuasa hukum tergugat juga datang mengikuti sidang.

Tidak hanya itu, petugas dari perangkat Desa Kandangan juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. 

Objek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM nomor 53 seluas 310 meter persegi (M2), SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. 

Semua objek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh, suami dari penggugat.  Diantara lima objek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang juga didatangi majelis hakim untuk dilakukan pengecekan. 

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang ditempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2. 

Ada lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. 
“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini objek tersebut dikuasai oleh penggugat 1 dan penggugat 2,”kata Andi.  

Andi menambahkan kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat) untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat tanpa mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan. 

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum.

Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.  Tidak hanya itu,  Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan semuanya atas nama almarhum.  

“Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum bukan tergugat selaku saudara dari almarhum.

Faktanya,  tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,”tegasnya. (*)

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya