Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2

Cabup nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani bersama relawan

GRESIK, 1minute.id – Pemilihan bupati (Pilbup) Gresik tinggal hitungan jari. Perubahan sudah mulai terlihat. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat)  mengajak tim pemenangan, para relawan dan simpatisan perubahan untuk terus bergerak solid demi terwujudnya Gresik Baru. 

Selain Tim pemenangan, relawan dan simpatisan, Gus Yani juga berterima kasih kepada masyarakat Gresik yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada paslon Niat untuk bekerja lebih keras untuk Gresik Baru.

“Terima kasih kepada semua elemen yang  mendukung dan memberi amanah kepada saya dan Bu Min untuk mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan serta berlandaskan akhlaqul karimah,”kata Gus Yani disela-sela simulasi debat publik, Rabu 2 Desember 2020.

Debat publik terakhir digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Rabu malam. Materi debat yakni Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Acara tersebut dimulai pukul 19.00, dengan protokol kesehatan itu digelar di salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya.  

Paslon nomor urut 2 sudah menyiapkan diri untuk menghadapi debat publik terakhir itu. 
Paslon Niat, tambah Gus Yani,  berkomitmen untuk mewujudkan perubahan di Gresik ini. Alumnus Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu,  kembali mengajak masyarakat agar tidak Golput.

Menurutnya, masa depan Gresik lima tahun mendatang ada di tangan pemilih. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat perubahan yang diwujudkan dengan mencoblos paslon nomor urut 02 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember mendatang. 

“Masyarakat jangan ragu, jangan golput.  Selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik. Karenanya, Saya dan Bu Min siap memaksimalkan segala potensi itu demi terwujudnya Gresik baru,”ungkapnya.

Selain itu, tambah menantu KH Agoes Ali Masyhuri ini menyampaikan beberapa indikator gagalnya pembangunan di Gresik. Diantaranya banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Oleh sebab itu, Niat ingin memaksimalkan pembangunan di Gresik agar tidak ada lagi banjir, kondisi jalan rusak, kelangkaan pupuk oleh petani hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi orang asli Gresik. Sehingga tidak ada lagi kata pepatah, Ayam mati dilumbung padi sendiri,”kata Gus Yani.

Dalam program Nawa Karsa yang diusung paslon Niat, Gus Yani juga menyampaikan ada paket stimulus ekonomi. “Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK),”katanya.

Melengkapi pertanyaan Gus Yani, Bu Min turut menyampaikan jaminan kepada para pekerja. “Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan hal itu tidak akan tercapai,” pungkasnya. (*)

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2 Selengkapnya

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat

Dua anak berhadapan hukum dalam perkara dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah ( foto : chusnul cahyadi)


GRESIK,1minute.id – Sidang perkara pembunuhan AAH, mayatnya ditemukan di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik, sempat memanas. Orang tua korban tidak terima kedua pelaku hanya dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman tersebut dianggap sangat ringan dan tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa anak. “Kami kecewa dengan tuntutan jaksa,”ujar Fajar, penasehat hukum (PH) korban usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa, Desember 2020.

Menurutnya, dalam pasal yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) maksimal hukuman 15 tahun penjara. Namun, fakta di persidangan kedua terdakwa anak dituntut lebih rendah.
“Harusnya tuntutan setimpal dengan perbuatannya. Pembunuhan sudah direncanakan dan perbuatannya melebihi orang dewasa,” ungkapnya.

Sidang yang digelar di ruang Tirta itu digelar secara tertutup. Kedua anak berhadapan dengan hukum (ABH) MSK ,15 , dan MSI, 16, dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan.

Mereka dijerat pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI no 23/2002 tentang perlindungan anak jis pasal 1 angka 1 UU RI no 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
“Betul dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan,” ujar JPU Esti Hardjanti.

Hakim tunggal yang dipimpin Putu Gde Hariadi menunda persidangan hari ini Rabu, 2 Desember 2020 dengan agenda pledoi. “Iya, besok pledoi,” kata Sulton Sulaiman, Penasehat Hukum (PH) kedua ABH.
Sekadar diketahui, korban meninggalkan rumah pada Rabu, 28 Oktober 2020  malam berangkat acara Maulid Nabi ke Masjid di kecamatan  Bungah.

Mayatnya baru ditemukan oleh dua orang santri pada Jumat, 30 Oktober 2020 sore di area galian C di kawasan Bukit Jamur, Bungah.
Jenazah AAH baru bisa diidentifikasi pada Selasa, 4 November 2020. Tidak berselang lama, polisi berhasil menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda. Satu orang diamankan di Pasuruan dan seorang ditangkap di Bungah.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan penyidik Pidana Umum (Pidum)  Satreskrim Polres Gresik, kedua ABH itu menghabisi AHH dengan cara dipukul dengan balok kayu. Setelah mayat diikat lalu diceburkan dalam kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur Kecamatan Bungah. Kedua ABH mengaku perbuatan itu dilakukan karena sakit hati kepada anak korban, AHH.  (*)

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menggelar persidangan setempat (PS), Selasa 1 Desember 2020

GRESIK, 1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan 5 objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, 1 Desember 2020.

PS dilakukan atas gugatan yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh.
PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran objek tanah yang disengketakan.

Pasalnya,  pada gugatan disebutkan ada lima objek tanah milik almarhum saat ini dikuasai oleh  Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II. 

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution datang ke lokasi sekitar pukul 09.00. Para pihak baik prinsipal penggugat serta kuasa hukumnya maupun kuasa hukum tergugat juga datang mengikuti sidang.

Tidak hanya itu, petugas dari perangkat Desa Kandangan juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. 

Objek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM nomor 53 seluas 310 meter persegi (M2), SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. 

Semua objek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh, suami dari penggugat.  Diantara lima objek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang juga didatangi majelis hakim untuk dilakukan pengecekan. 

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang ditempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2. 

Ada lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. 
“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini objek tersebut dikuasai oleh penggugat 1 dan penggugat 2,”kata Andi.  

Andi menambahkan kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat) untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat tanpa mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan. 

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum.

Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.  Tidak hanya itu,  Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan semuanya atas nama almarhum.  

“Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum bukan tergugat selaku saudara dari almarhum.

Faktanya,  tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,”tegasnya. (*)

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa?


GRESIK, 1minute.id – Sie Yusuf hanya bisa melonggo. Tiba-tiba polisi mendatangi rumah pemuda 23 tahun di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo. 

Pasalnya, Yusuf menjual motor secara pretelan. Belakangan diketahui motor Kawasaki dijual secara kanibalan itu hasil kejahatan. Yusuf pun hanya tertunduk. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan penangkapan Sie Yusuf ini bermula dari adanya laporan kehilangan motor yang dialami korban Doni , 26, warga Desa Pamotan, Kecamatan Sambang, Kabupaten Lamongan. 

Pemuda 26 tahun mengaku kehilangan sepeda motor Kawasaki Ninja 2 Tak nopol W 3693 UR. Motor itu hilang di parkiran tempat kos Doni di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Kamis 12 November 2020. 

Dalam penyelidikan, anggota Polsek Driyorejo mendapatkan informasi ada seseorang menjual motor secara protolan. Dipimpin Ipda Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo mendatangi alamat penjual motor itu di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Berbekal nomor mesin dan nomor rangka,  polisi memastikan motor protolan yang dijual Sie Yusuf adalah motor hasil curian. “Tersangka sudah kami tahan dan dijerat dengan pasal 363 juncto pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,”kata Wavek. (*)

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa? Selengkapnya

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka. Rencananya, pembelajaran tatap muka dimulai awal Januari 2021.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengggelar fokus grup diskusi (FGD) di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa, 24 November 2020. 

FGD ini mengundang forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), kepala sekolah dan komite sekolah serta organisasi perangkat daerah dibawah dinas pendidikan (Dispendik) Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pihaknya  bertekad tetap akan memulai pendidikan tatap muka pada awal semester Januari 2021.

“Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat,”kata Sambari saat membuka FGD itu,  Selasa 24 November 2020.

“Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya pemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep perbup (peraturan bupati),”imbuhnya. 

Dalam merencanakan pembelajaran tatap muka ini tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep perbup untuk didiskusikan antara Forkopimda, Lembaga Pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMTA, Komite sekolah serta para pimpinan OPD yang membawahi Pendidikan di Gresik. 

Satu persatu pasal dibacakan untuk mendapat masukan dan persetujuan. Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka yang sangat perlu disiapkan sarana dan prasarananya. Pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas.

“Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas termasuk penyemprotan dengan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antar siswa,” kata Bupati.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya diikuti oleh 50 persen murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya 3 jam tanpa ada istirahat dan 3 hari dalam seminggu. 

Maksudnya setiap kelompok efektif belajar 2 hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti kelompok yang lain  

“Karena belajar selama 3 jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman.

Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,”kata Bupati. Kebijakan untuk para guru, kata Bupati meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili Gresik.

“Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kos di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,”tandas Sambari.

Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa atas putera puterinya yang belajar. Misalnya ada orang tua yang menambah jaket serta pakaian pelindung yang lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai.

“Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,”kata Bupati.

Bahkan Bupati siap menutup Kembali sekolah apabila sekolah tersebut apabila ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah Kembali melanda. (*)

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat Selengkapnya

Tuntun Sapi Curian Dalam Hutan, Dua Pelaku asal Tuban Diringkus


GRESIK,1minute.id – Dua orang diduga komplotan pencurian hewan (curwan) dibekuk anggota Reskrim Polsek Ujungpangkah, Sabtu 21 November 2020.

Dua pelaku itu adalah Suparman ,43, dan Yasmaul , 26. Keduanya kedua asal Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Selain menangkap kedua pelaku, tim gabungan dari Posisi hutan (Polhut) dan Polsek Ujungpangkah mengamankan dua ekor sapi jantan hasil kejahatan mereka. 

Informasi yang dihimpun Jumat, 20 November 2020 sekitar pukul 19.30, seorang pemburu babi hutan melihat ada dua laki-laki sedang menuntun dua ekor sapi jantan di dalam hutan milik Perhutani di kawasan Ujungpangkah. 

Melihat gelagat mencurigakan, pemburu babi hutan itu lalu melaporkan kepada Sutopo, polisi hutan (Polhut) setempat dan berkoordinasi dengan anggota Polsek Ujungpangkah. 

Tim gabungan kemudian melakukan penyisaran sekitar lokasi. Petugas baru bisa menemukan keberadaan pelaku Sabtu 21 November 2020 pukul 00.30.

Setelah dilakukan interogasi oleh polisi, keduanya mengaku telah mengambil dua ekor sapi dari dalam kandang sapi milik warga Desa Cangaan, Kecamatan Ujungpangkah. Dua ekor sapi jantan itu milik Asnan. 

“Kedua pelaku mengambil dua ekor sapi milik korban lalu diikat di pohon jati dalam hutab,”ujar Kapolsek Ujungpangkah AKP Sudjito melalui Kanitreskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan, Minggu 22 November 2020.

Setelah beberapa jam diikat, pelaku membawa untuk dinaikkan ke pikap L300 warna hitam nomor polisi (nopol) S- 8631- A. “Sapi sudah dinaikkan pikap, tapi sebelum berangkat kita tangkap,”imbuh Yudi. 
Dalam pemeriksaan dua pelaku Suparman dan Yasmaul mengaku baru sekali mencuri. (*)

Tuntun Sapi Curian Dalam Hutan, Dua Pelaku asal Tuban Diringkus Selengkapnya