GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 anggota Polres Gresik berprestasi mendapatkan reward dari Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Senin, 6 September 2021. Belasan anggota mulai bintara hingga perwira. Pemberian penghargaan diserahkan usai apel pagi di halaman Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.
Mereka diantaranya, Kanit Lidijk III Satreskrim Polres Polres Gresik Iptu Much Suparlan dkk ; Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik Iptu Srimaryani , Penjabat sementara (Ps) Paur Minpers Bag SDM Polres Gresik Aiptu Cipto Hadi dan Brig SDM Polres Gresik Bripka Ambin Firdaus.
Iptu Suparlan dianggap berprestasi karena bisa mengungkap pelaku penjual tabung oksigen diatas harga eceran tertinggi di saat warga kelimpungan membutuhkan oksigen medis akibat melonjak jumlah kasus Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Sedangkan, Iptu Srimaryani diganjar juara pertama berkat ketekunan dan kerja keras membuat logo HUT ke-73 Polwan tingkat Polda Jatim beberapa waktu lalu. Berikutnya, Aiptu Cipto Hadi dan Bripka Ambin Firdaus, masing-masing memperoleh juara satu dan dua dalam Update SIPP 2.0 TA. 2021 dan Kampanye/ Sosialisasi Penerimaan Terpadu Anggota Polri TA. 2021 oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jatim.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota yang memberikan kinerja terbaik dalam melaksanakan tugas Kepolisian. “Reward ini sebagai apresiasi atas kinerja terbaik yang rekan-rekan berikan untuk institusi Polri,”ujar AKBP Arief Fitrianto.
Alumnus Akpol 2001 itu melanjutkan, semua anggota memiliki kesempatan memperoleh reward ini. Semua anggota Polri baik di fungsi Opsnal maupun pembinaan. “Terus berkarya dan laksanakan tugas sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,”kata Arief Fitrianto. (yad)
GRESIK,1minute.id – PersonelTNI, Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai memindahkan warga isolasi mandiri menuju rumah sakit lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (G-JOS) yang ditetapkan sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter).
Pemindahan warga terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Pemberangkatan ditandai apel gelar pasukan di GKB Convex, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Letkol Inf Taufik Ismail menyatakan, apel kali ini merupakan lanjutan dari apel sebelumnya yang berlangsung di Mapolres Gresik. Isoter merupakan perintah Presiden Joko Widodo. “Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bidan desa diharapkan bersinergi dan bekerja sama untuk memindahkan pasien isoman menuju isoter,” tegasnya memberi arahan.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan mulai saat ini tidak ada lagi istilah isoman. “Semuanya digeser ke isoter,”kata alumnus Akpol 2001 itu. Isoter ditetapkan di RSL G-JOS. Untuk pasien kategori ringan ditetapkan di lantai dua Stadion olahraga berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. “Setiap pasien akan diberikan fasilitas oleh pemerintah dan mendapat bantuan berupa voucher untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Arief.
Menyinggung peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ia mengimbau untuk turun ke lapangan. Secara persuasif dan humanis memberikan pengertian terkait isoter.”Kuatkan edukasi pemahaman pentingnya isoter dan menghindari benturan dengan masyarakat. Juga harus menjaga disiplin protokol kesehatan,”imbuh perwira dua melati di pundak itu.
Seperti diberitakan, berdasarkan data Dinkes Gresik, jumlah pasien aktif di Gresik sudah sangat menurun yakni hanya tersisa 490 orang pada Senin, 23 Agustus 2021. Sedangkan, pasien isoman sebanyak 402 orang. Namun,ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya, pasien lansia berumur diatas 65 tahun, anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. Pemindahan pasien isoman menuju isoter ditargetkan tuntas pada Jumat nanti. (yad)
GRESIK,1minute.id – Perbuatan remaja berinisial FD asal Surabaya ini tidak patut di tiru siapa pun. Ditengah masyarakat kelimpungan berjuang hidup melawan Covid-19, pemuda 19 tahun ini bukannya menolong. Malah “mencekik” masyarakat dengan menaikkan harga jual tabung oksigen seenak udelnya alias sesuka hatinya.
Polisi pun bertindak meringkus tersangka FD saat melakukan transaksi cash on delevery (COD) di sekitar Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Polisi mengamankan empat buah tabung oksigen medis warna putih berukuran 1 meter kubik (m³) hingga 6 m³.
Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto penangkapan terhadap tersangka FD bermula dari postingan masyarakat yang resah karena harga tabung oksigen “melangit”. Tim siberSatreskrim Polres Gresik melakukan grilya media sosial (medsos).
Menemukan penjual tabung oksigen di online shop. Pemilik akun Vero tersebut adalah FD, warga Surabaya. Anggota Satreskrim melakukan transaksi. Awalnya, pelapak dengan akun Vero menawarkan satu tabung oksigen ukuran 1 m³ dengan harga Rp 4,2 juta. Setelah dihubungi via seluler harganya naik menjadi Rp 5,5 juta.
Transaksi disepakati COD dengan harga Rp 5,5 juta untuk tabung oksigen berukuran 1 m³ itu. Harga normal tidak lebih dari Rp 1 juta. “Petugas yang menyaru menjadi pembeli pun mengiyakan angka yang ditentukan penjual. Transaksi COD terjadi di perumahan ABR blok A pada Kamis, 15 Juli 2021,”kata Arief pada Rabu, 18 Agustus 2021.
Dua tabung oksigen ukuran 1 m³ diantarkan jasa taksi online. Lalu uang Rp 11 juta di transfer ke rekening pelapak. Dari driver pengantar diperoleh informasi, alamat penjual dengan cepat dikantongi petugas. Belakangan, terungkap penjual tabung oksigen medis tidak hanya dilakukan FD.
Dalam penyelidikan, petugas mendatangi rumah pasangan suami-istri berinisial KN, 27 dan GC, 27, di Pondok Candra, Sidoarjo. Petugas menyita 2 tabung berukuran 1 m³ dan 6 m³. Ketika dimintai keterangan pada KN mengaku membeli tabung oksigen medis dari seorang berinisial YM seharga Rp 4,9 juta dan menjual kepada VR seharga Rp 5,3 juta.
KN juga membeli tabung oksigen ukuran 1 m³ dari orang lain berinisial GN seharga Rp 4,5 juta. Dari keterangan GN ini dugaan keterlibatan FD menjual tabung oksigen diatas harga pasaran. Penyidik kemudian menetapkan FD, 19, sebagai tersangka karena disangkakan menjual tabung oksigen medis diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
Penyidik menjerat FD dengan pasal 62 Ayat (1) Jo pasal 10 huruf a UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Bunyinya : Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa lain secara cuma-cuma dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya.
“Petugas berhasil menyita 4 tabung oksigen. Dengan rincian 3 tabung berukuran 1m³ dan 1 tabung 6 m³. Serta uang tunai Rp 2,2 juta dan satu keping kartu ATM dengan saldo Rp 800 ribu sebagai barang bukti,”terang alumni Akpol 2001 itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Menjelang HUT ke-76 Kemerdekaan penjual pernak-pernik nuansa Merah-Putih semakin marak. Hampir sejumlah protokol di Kota Santri ada penjual bendera Merah-Putih.
Zainal, diantaranya. Lelaki 60 tahun berjualan bendera Merah-Putih dan umbul-umbul bernuasa Hari Kemerdekaan ini di depan kantor KPU Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ia biasa berjualan bersama istri dan anaknya.
Detik-detik Hari Kemerdekaan, dagangan Zainal semakin laris manis. Ia pun terlihat semringah. “Kemarin (Sabtu) bendera dan umbul-umbul sebanyak 120 lembar diborong pak polisi. Alhamdulillah,”kata Zainal pada Minggu, 15 Agustus 2021. Padahal, hari-hari sebelumnya laku 3 lembar cukup sulit. “Mungkin karena pademi Covid-19,”katanya menduga.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan aksi borong bendera atau umbul-umbul bernuasa Merah-Putih merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui TNI-Polri ke penjual kaki lima yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kita beli bendera Merah-Putih untuk kami dibagikan kepada warga yang dipandang tidak mampu membeli. Sekaligus, menghimbau masyarakat agar dengan kesadaran disiplin mematuhi protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksinasi,”alumni Akpol 2001 ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pertikaian di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi berujung happy ending. Para pihak sepakat untuk islah. Kesepakatan perdamaian itu diinisiasi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan difasilitasi oleh pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri pada Jumat malam, 13 Agustus 2021.
“Dalam pertemuan yang diinisiasi pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) dengan difasilitasi oleh KH Agoes Ali Masyhuri para pihak (pelapor dan terlapor) sepakat untuk islah,”kata kuasa hukum terlapor Khoirul Atho (KA), Abdullah Syafii dalam keterangan pers di kantornya pada Sabtu petang, 14 Agustus 2021.
Syafii mengatakan dalam pertemuan Jumat malam sekitar pukul 19.30 di Dalem Pemangku Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat KH Agoes Ali Masyhuri di Sidoarjo, pelapor Muhammad Tubashofiyu Rohman, 28, didampingi kakaknya, Tommy dan terlapor R.M. Khoirul Atho’ didampingi kuasa hukumnya Abdullah Syafii.
Dalam pertemuan itu, ada sejumlah kesepakatan islah. Diantaranya, para pihak sepakat KH Agoes Ali Masyhuri sebagai fasilitator islah. Kesepakatan kedua, para pihak sepakat melakukan Islah dengan menyelesaikan perkara baik di Polres Gresik maupun Polsek Manyar, Gresik secara kekeluargaan. “Dan, dalam waktu singkat pelapor akan mencabut laporan ke polisi,”imbuh Syafii.
Ketiga, Gus Ali siap mengawal Yayasan mulai perubahan hingga kepengurusan sampai terbitnya SK dari Kemenkumham. “Gus Ali siap melakukan pengawalan penyelesaian sengketa yayasan sampai terbitnya SK Kemenkumham yang baru,”kata Syafii.
Syafii mengaku kesepakatan islah terjadi karena diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Kami sampaikan terima kasih kepada Bupati Gresik yang menjadi inisiator pertemuan kemarin malam,”kata Syafii. Seperti diberitakan, Muhammad Tubashofiyur Rohman, 28, warga Jalan P.P Ushulul Hikmah Al Ibrohimi di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Gresik melaporkan oknum guru berinisial KA ke Polres Gresik dan Polsek Manyar, Gresik.
Oknum guru itu diduga melakukan penganiayaan dan perusakan mobil milik pelapor yang juga Ketua Yayasan Ushulul Hikmah Alibrohimi. Yayasan ini menaungi pondok pesantren dan lembaga pendidikan mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menurut Shofi-sapaan-Muhammad Tubashofiyu Rohman dalam keterangan pers dirumahnya menceritakan dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor berinisial KA terjadi pada Kamis 5 Agustus 2021 sekitar pukul 08.30. Pagi itu, korban selaku Katua Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi dengan menggendong anaknya, WR, 3, datang ke Kantor Madrasah Aliyah (MA) Al Ibrohimi.
Tujuannya, memberikan surat pemberhentian Muhammad Said sebagai Kepala MA Al Ibrohimi. “Saat Saya memberikan surat itu Pak Said menerima putusan itu. Dan itu disaksikan waka MA dan lainnya. Pak Said kami berhetikan dari jabatan kepala MA karena tak jalankan keputusan yayasan. Ia diganti dengan Sohibu Janah,”ungkap Shofi saat memberikan keterangan pers didampingi Ketua umum Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Abdul Muafak dirumahnya pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Usai memberikan surat pemberhentian kepada Said, tiba-tiba terlapor berinisial KA yang juga pengajar (guru) di Ponpes Al Ibrohimi datang sekitar pukul 08.45. Terlapor, lanjut Shofi, lalu masuk ke kantor dan menghampirinya. Tanpa basa- basi terlapor langsung melayangkan pukulan ke bagian kepala dan tubuhnya dengan membabi buta.
ISLAH : Kuasa hukum KA,Abdullah Syafii menunjukkan pertemuan yang fasilitator oleh KH Agoes Ali Masyhuri antara pelapor dan terlapor dikantornya pada Sabtu petang, 14 Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
“Akibat pukulan itu, pelipis saya sebelah kiri luka. Mungkin terkena cincin akik terlapor,”kata Shofi. Menurut Shofi, pukulan terlapor dirasakannya terjadi berkali kali mengenai kepala dan tubuh. Sehingga, membuat kepalanya bagian belakang terasa sakit. “Saat dipukul saya menaruh anak saya di samping saya. Saya sempat melindungi kepala saya dengan kedua lutut. Kepala saya bagian belakang usai dipukul juga terasa sakit,”katanya sambil memperagakan kedua tangannya menutupi bagian kepala.
Tak hanya itu, lanjut Shofi, terlapor juga diduga melakukan pengerusakan terhadap mobil Toyota Yaris Nopol W -1721-CM miliknya. “Sehingga kap bagian depan mobil saya rusak,” terangnya. Terlapor juga diduga melakukan penganiayaan terhadap anak Shofi berinisial RW, 3 tahun. Anak perempuan itu mengalami bengkak di kelopak mata kanannya.
Untuk dugaan penganiayaan dan perusakan mobil Shofi melaporkan ke Polsek Manyar, Gresik. Sedangkan dugaan penganiayaan anak dilaporkan ke Polres Gresik.
Kuasa hukum terlapor KA, Abdullah Syafii mengatakan, persoalan antara terlapor dan pelapor adalah persoalan keluarga. “Kami akan mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan,”kata Abdullah Syafii ditemui dikantornya pada Kamis petang, 12 Agustus 2021.
Syafii mengatakan persoalan itu terjadi karena kesalahpahaman. “Kami berkeyakinan persoalan ini akan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”katanya. Sebab, Lazim persoalan di dalam lingkungan pesantren akan dilakukan dengan islah. “Mereka ini jiwa pesantren, bila ada persoalan akan duduk bareng lalu islah saling memaafkan,”katanya.
Terkait tindakan kekerasan terhadap korban dan Anak, Syafii membentah dengan tegas adanya pemukulan terhadap korban. Itu hanya kesalahanpahaman dan tidak ada kesengajaan,”katanya.
Terkait laporan di Polres Gresik, kata Syafii , kembali menegaskan terlapor tidak memukul anak. “Jangankan memukul, menyentuh anak itu pun tidak pernah,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ifan Suparno ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Polisi Air (Polair) Polres Gresik. Nakhoda kapal yang menemukan guci diduga pada zaman Dinasti Ming itu. Namun, penetapan nakhoda yang juga pemilik perahu asal Blimbing, Lamongan sebagai tersangka tunggal itu bukan karena menemukan guci kuno bernilai sejarah itu.
“Ia kami tetapkan sebagai tersangka karena menggunakan perahu cantrang,”ujar Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono melalui Kepala Unit Gakkum Aiptu Hajar Widagdo dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Ia menambahkan berkas penyidikan tersangka Ifan Suparno telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik. “Sudah tahap dua,”tegas Hajar. Tahap dua adalah pelimpahan tersangka dan barang bukti setelah Jaksa peneliti menetapkan berkas penyidikan lengkap atau P.21.
“Sedangkan anak buah perahu kami jadikan saksi. Karena mereka hanya di upah oleh nakhoda dan pemilik kapal,”katanya. Dengan pelimpahan tahap dua ini, sejarah baru dalam penegakan hukum untuk penggunaan alat penangkap ikan menggunakan jaring cantrang di Gresik.
Terpisah, Ketua Advokasi Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) Baharudin mengapresiasi Polair Polres Gresik yang telah menetapkan penggunaan cantrang ke meja hijau, Pengadilan Negeri Gresik. “Pembelajaran nelayan cantramg memahami kearifan lokal. Empati kepada nelayan lokal,”tegas Baharudin.
Seperti diberitakan Pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan temuan guci diduga dari Dinasti Ming. Guci dengan ornamen gambar ular Naga ditemukan diperairan Barat Pulau Bawean. Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang untuk menangkap ikan.
Ketua Bidang Pengembangan Sumberdaya Laut dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Abd.Saddam Mujib menyatakan, guci namanya martaban jar atau storage jar diduga berasal dari Tiongkok. “Kebanyakan dari masa Dinasti Qing dan Ming. Tapi banyak juga yang kayak gini produksi Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam,”kata Saddam dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu,12 Agustus 2021.
Penemu Guci itu adalah seorang nelayan cantrang. Nelayan itu menggunakan alat penangkap ikan pukat harimau-nama lain-cantrang atawa trawl.
Nia Naelul Hasanah Ridwan angkat bicara terkait penemuan guci diduga zaman Dinasti Ming di Perairan Bawean. Peneliti Arkeologi Maritim KKP, dan Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentana Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan itu menyatakan penemuan tinggalan arkeologis berupa guci-guci gerabah (Earthenware Storage Jar) atau yang disebut juga sebagai “Martaban” dari bawah air Pulau Bawean oleh nelayan Pulau Bawean pada Juni 2021 merupakan bukti fisik arkeologis yang memperkuat narasi tentang peran penting Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam sejarah maritim Nusantara.
Guci-guci gerabah atau tembikar yang berglasir kuning kecoklatan, mempunyai pegangan (loop handles) di bagian bahu, dan mempunyai motif dekorasi berupa naga tersebut kemungkinan berasal dari masa Dinasti Ming (1368-1644 M) yang berkuasa setelah masa keruntuhan Dinasti Yuan (1271-1368).
Guci gerabah dengan bentuk dan model seperti yang ditemukan di perairan Pulau Bawean ini umum diproduksi di sejumlah Kiln di wilayah Southern China seperti Guangdong dan masih dapat ditemukan hingga masa Dinasti Qing (1644–1912 M).
Guci Martaban umum digunakan dalam transportasi barang dalam perdagangan dengan China, negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Burma, Kamboja dan kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara. (yad)
GRESIK,1minute.id – Seorang oknum guru di Kecamatan Manyar dilaporkan ke polisi. Guru berinisial KA, 49, itu diduga melakukan penganiayaan dan perusakan mobil milik korban Muhammad Tubashofiyur Rohman, 28, Jalan P.P Ushulul Hikmah Al Ibrohimi di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Gresik.
Akibat penganiayaan itu, korban dan anaknya, berusia 2,5 tahun mengalami luka lebam di bagian pelipis. Korban melaporkan dugaan penganiayaan dan perusakan itu ke Polsek Manyar nomor LP/B/38/SPKT Polsek Manyar pada 5 Agustus 2021. Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait laporan Shofi-sapaan-Muhammad Tubashofiyu Rohman.
Sedangkan dugaan penganiayaan terhadap anak korban berinisial WR, 3, dilaporkan ke Polres Gresik dengan Nomor LP/B/383/VIII/2021/SPKT Polres Gresik Polda Jatim pada 5 Agustus 2021.
Sementara itu, hukum terlapor KA, Abdullah Syafii mengatakan persoalan itu sedang dilakukan upaya kekeluargaan. “Sebab, korban dan terlapor masih ada hubungan kekeluargaan. Korban adalah keponakan terlapor,”kata Syafii ditemui terpisah di kantornya pada Kamis,12 Agustus 2021.
Berdasarkan laporan korban ke Polsek Manyardugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor berinisial KA terjadi pada Kamis 5 Agustus 2021 sekitar pukul 08.30. Pagi itu, korban Muhammad Tubashofiyu Rohmanselaku Katua Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimidengan menggendong anaknya, WR, 3, datang ke Kantor Madrasah Aliyah (MA) Al Ibrohimi.
Tujuannya, memberikan surat kepada Kepala MA Al Ibrohimi Muhammad Said. Isi surat itu adalah pemberhentian Said Sebagai Kepala MA. “Saat Saya berikan surat itu ada Pak Said, menerima putusan itu. Dan itu disaksikan waka MA dan lainnya. Pak Said kami berhetikan dari jabatan kepala MA karena tak jalankan keputusan yayasan. Ia diganti dengan Sohibu Janah,”ungkap Shofi saat memberikan keterangan pers didampingi Ketua umum Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Abdul Muafak dirumahnya pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Usai memberikan surat pemberhentian kepada Said, tiba-tiba terlapor berinisial KA yang juga pengajar (guru) di Ponpes Al Ibrohimi datang sekitar pukul 08.45. Terlapor, lanjut Shofi, lalu masuk ke kantor dan menghampirinya. Tanpa basa- basi terlapor langsung melayangkan pukulan ke bagian kepala dan tubuhnya dengan membabi buta.
“Akibat pukulan itu, pelipis saya sebelah kiri luka. Mungkin terkena cincin akik terlapor,”kata Shofi. Menurut Shofi, pukulan terlapor dirasakannya terjadi berkali kali mengenai kepala dan tubuh. Sehingga, membuat kepala bagian belakang terasa sakit. “Saat dipukul saya menaruh anak saya di samping saya. Saya sempat melindungi kepala saya dengan kedua lutut. Kepala saya bagian belakang usai dipukul juga terasa sakit,”katanya sambil memperhatikan kedua tangannya menutupi bagian kepala.
Tak hanya itu, lanjut Shofi, terlapor juga diduga melakukan pengerusakan terhadap mobil Toyota Yaris Nopol W -1721-CM miliknya. “Sehingga kap bagian depan mobil saya rusak,” terangnya.
Shofi mengaku setelah penganiayaan terhadap dirinya terjadi langsung pulang kerumah. Shofi tidak memperhatikan kondisi anaknya. Ia baru ngeh ketika WR, anak perempuannya berusia 3 tahun terus menangis. Shofi shock setelah melihat kelopak mata sebelah kanan putrinya bengkak.
Ia menduga puterinya juga ditengarai kena pukulan terlapor. “Pukulan itu saya dugaan juga mengenai mata anak saya. Anak saya kemudian dibawa salah satu guru ke luar ruang kantor,”katanya. Kemudian, Shofi lalu pergi ke Puskesmas Manyar untuk melakukan penanganan medis dan dilakukan visum et repertum (VER). Setelah itu, Shofi melaporkan kejadian itu ke Polsek Manyar dan Mapolres Gresik.
Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan telah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap pengurus yayasan tersebut. Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. “Sementara terlapor akan diperiksa besok (Jumat),”kata alumnus Akpol 2013 itu.
KUASA TERLAPOR: Abdullah Syafii menunjukkan surat kuasa untuk mendampingi terlapor berinisial KA, oknum guru yang dilaporkan dengan dugaan penganiayaan pada Kamis, 12 Agustus 2021. (Foto atas) pelapor menunjukkan tanda laporan penganiayaan kepada polisi (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Terpisah, kuasa hukum terlapor KA, Abdullah Syafii mengatakan, persoalan antara terlapor dan pelapor adalah persoalan keluarga. “Kami akan mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan,”kata Abdullah Syafii ditemui dikantornya pada Kamis petang, 12 Agustus 2021.
Syafii mengatakan persoalan itu terjadi karena kesalahpahaman. “Kami berkeyakinan persoalan ini akan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”katanya. Sebab, Lazim persoalan di dalam lingkungan pesantren akan dilakukan dengan islah. “Mereka ini jiwa pesantren, bila ada persoalan akan duduk bareng lalu islah saling memaafkan,”katanya.
Terkait tindakan kekerasan terhadap korban dan Anak, Syafii membentah dengan tegas adanya pemukulan terhadap korban. Itu hanya kesalahanpahaman dan tidak ada kesengajaan,”katanya.
Terkait laporan di Polres Gresik, kata Syafii , kembali menegaskan terlapor tidak memukul anak. “Jangankan memukul, menyentuh anak itu pun tidak pernah,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Capaian positif diraih Satgas Covid-19 di Kota Santri. Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 periode 3-9 Agustus 2021 semua pasien berjumlah 370 di rumah sakit lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS) bisa sembuh. Sembuh 100 persen.
Hal itu terungkap dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) yang dipimpin Komandan Satgas Covid-19 Gresik yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Satgas Covid-19 Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Anev diikuti secara daring oleh seluruh Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas dan Kades/Lurah serta seluruh relawan tracing, testing dan treatment (3T) di Gresik. Fandi Akhmad Yani menyatakan Rumah Sakit Lapangan G-JOS menjadi tempat perawatan sangat representatif bagi pasien Covid-19 kategori ringan hingga sedang di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Sebab, di rumah sakit indoor berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu ditangani oleh petugas kesehatan yang terlatih untuk melakukan perawatan bagi pasien Covid-19. Selain itu, rumah sakit lapangan itu juga disediakan fasilitas yang sangat baik. Mulai ketersediaan obat, vitamin hingga oksigen medis untuk semua pasien.
Berdasarkan data kasus Covid-19 aktif yang tercatat mulai 3-9 Agusus 2021 berjumlah 938 orang. Rinciannya, sekitar 250 orang di rawat semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Gresik. Sedangkan, sisanya menjalani isolasi mandiri (isoman). “Kita menghimbau kepada pasien isolasi mandiri untuk mau menjalani perawatan di rumah sakit lapangan G-JOS,”kata Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Kamis,12 Agustus 2021.
Pada kesempatan itu, imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu, meminta kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk membantu kegiatan 3T dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kegiatan 3T tersebut dan protokol kesehatan. “Saya berharap Kades membantu relawan nakes untuk mengarahkan pasien yang isoman agar mau isolasi terpusat di Gelora Joko Samudro. Fasilitasnya lengkap ada dokter spesialis, oksigen yang tak terbatas, obat-obatan yang lengkap dan konsumsi tiga kali sehari,”tandas Gus Yani.
Bagaimana dengan penjemputan dan pengantaran pasien isoman menuju Isoter di G-JOS? Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan untuk penjemputan dan pengantaran pasien ke Gejos, semua Posko darurat yang ada di Gresik siap membantu.
RAKOR EVALUASI PPKM: Komandan Satgas Covid-19 juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin rapat evaluasi PPKM di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Agustus 2021 (foto: Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
Menanggapi kasus Covid yang makin menurun, Wabup Aminatun Habibah meminta agar masyarakat tidak lengah. Masyarakat juga harus jujur dan mau di tracing, testing dan treatmen. “Kami berharap tidak lama lagi kita masuk zona oranye bahkan bisa segera masuk zona kuning agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dan ekonomi bergerak kembali,”katanya optimis.
Senada, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail juga berharap agar masyarakat jangan lengah sampai membuat euforia masyarakat menjadi berlebihan. “Kita tetap prokes dan memaksimalkan Prokes dan 3T.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melaporkan bahwa pihaknya sudah menugaskan aparat kepolisian yang ada dibawahnya untuk mendukung dan melaksanakan 3T, menitikberatkan kepada 15 kontak erat dengan pasien positif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Syaifudin Ghozali menambahkan tak hanya pasien rumah sakit lapangan G-JOS yang sembuh 100 persen atau 370 pasien. Kasus Covid-19 di Gresik saat ini mengalami tren menurun. Bed Ocupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga mengalami penurunan. Saat ini BOR hanya 35,98 persen.
“Posisi kita saat ini hampir mendekati zona oranye. Di rumah sakit lapangan G-JOS banyak tempat tidur yang kosong dan hanya 30 orang yang tengah dirawat disana,”kata Ghozali. (yad)
GRESIK,1minute.id – Matahari belum setinggi tombak. Suasana di Jalan Raya Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik sudah riuh pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Jalan kabupaten itu macet dua arah. Sebab, tertutup bodi tracktor head trailer. Kendaraan berat itu terguling setelah menabrak pengendara mobil Honda Stream, pemotor dan rumah warga setempat.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun yang terjadi pukul 06.00 itu. Petugas membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk mengevakuasi bodi trailer ya menutup badan jalan itu. Informasi yang dihimpun sekitar pukul 06.00 truk trailer melaju dari arah timur ke barat. Driyorejo ke arah Wringinanom. Kendaraan berat nopol L 9034 UI itu disopiri Sutikno, 35, warga Desa Tempuransono, Kecamatan Sawo, Ponorogo.
Trailer melaju pelan karena sarat muatan. Memasuki Jalan Raya Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo diduga sopir mengantuk. Sutikno tidak melihat ada Mobil Honda Stream nopol L 1822 LY dikendarai Abdulloh, 36, warga Perum Tata Residence Blok BA, Gresik hendak belok kanan untuk mengisi bahan bakar di SPBU Krikilan itu. Trailer lalu nyeruduk bodi belakang Honda Stream kemudian menabrak pengendara motor Honda Beat nopol W 6535 WI yang dikendarai oleh Siti Aminah, 36, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo.
RINGSEK : Bodi belakang Honda Stream yang ringsek setelah diseruduk trailer kemudian menabrak pemotor dan rumah di Jalan Raya Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Sabtu, 7 Agustus 2021 ( foto : ist)
Serudukan dari belakang itu, membuat pemotor terpental. “Pengendara motor mengalami luka patah tulang lengan kiri dan paha kanan,”ujar polisi. Sementara itu, sopir trailer yang kaget membanting setir ke kiri. Trailer pun oleng , kemudian terguling. Kendaraan berat baru berhenti setelah menabrak rumah Geraldo Poylino Siswanto, 36.
“Sopir trailer terjepit bodi kendaraan,”tegas Salim, warga sekitar. Butuh waktu 3 jam lebih petugas melakukan evakuasi bodi trailer. Petugas mengerahkan eksavator dan forklip. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol A.Zunadi menyatakan kecelakaan beruntun itu tidak menimbulkan korban jiwa. “Ada dua korban luka-luka,”kata Zunaidi melalui Ipda Tasmani. (yad)
GRESIK,1minute.id – Up date datakasus baru konfirmasi Covid-19 itu masuk gawai Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Gresik. Sabar hari sebelum Subuh. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto serta Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail kemudian melakukan pemilihan berdasarkan lokasi kecamatannya.
Selanjutnya, data perkembangan kasus baru warga terpapar coronavirus disease 2019 itu disebarkan kepada petugas gabungan yakni bidan puskesmas atau desa, babinsa dan bhabinkamtibmas dibantu oleh relawan tracer dari Kemenkes. Mereka mendatangi rumah warga yang terpapar Covid-19 itu. Update data kasus baru Covid-19 itu seakan menjadi sarapan pagi bagi Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini.
“Kita tidak boleh lelah, apalagi putus asa untuk melayani masyarakat. Semoga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Apel Kesiapan Tracer dalam rangka Survelains Kontak Erat Kasus Covid-19 pada Jumat 6 Agustus 2021.
Tugas kemanusiaan untuk menekan persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu yang kini semakin diperkuat oleh Pemkab Gresik. Karena tugas mulia itu lah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi dan semangat petugas tracer pagi tadi.
Para relawan tracer yang setiap kelompok terdiri dari empat pilar yakni bidan desa, Babinkamtibmas, Babinsa dan tracer relawan itu bergerak melakukan tugasnya mendatangi orang yang terdata covid baru. Mereka melakukan tracing dengan berkomunikasi warga untuk melacak siapa saja yang telah melakukan erat atawa bertemu dengan warga terpapar Covid-19 itu.
Tracing dimulai dari anggota keluarga. Kemudian beberapa orang lainnya yang terakhir kontak erat. Yaitu, antara 8 orang sampai 15 orang. Warga yang kontak erat ini kemudian dilakukan test swab antigen. Para tracer mencatat keadaan dan perkembangan paparan covid baru. Selanjutnya para tracer ini langsung melaporkan via aplikasi SiLacak (sistem informasi pelacakan) milik Kemenkes.
Tim Tracer juga mengarahkan orang yang telah terpapar untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter)di Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS) sedangkan kontak lain disarankan untuk membatasi kontak dengan yang lain. (yad)