Kapolres dan Dandim Pimpinan Pengamanan, Paskah Aman dan Khidmat

GRESIK, 1minute.id – Minggu Paskah berjalan aman di Gresik. Pengamanan yang ketat membuat umat kristiani merasa nyaman saat beribadat. Misa Paskah berlangsung khidmat. Jemaat merasa aman dan nyaman menjalankan ritual Paskah karena TNI, Polri dan Pol PP melakukan pengamanan.

Pengamanan dan patroli di sekitar gereja maupun tempat ibadat yang tersebar di Gresik. 
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang memimpin langsung pengamanan perayaan Minggu Paskah ini.

AKBP Arief Fitrianto mengatakan pengamanan dilakukan di seluruh Gereja yang ada di Kota Gresik dengan tujuan yaitu mewujudkan rasa nyaman dan aman kepada umat nasrani yang sedang melaksanakan ibadah Paskah.

“Untuk antisipasi perayaan Paskah di gereja maupun rumah Ibadat merupakan kewajiban Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta penegakan hukum, dengan langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan pada titik- titik rawan gangguan kamtibmas, tentunya selalu koordinasi dalam setiap kegiatan,”ungkap alumnus Akpol 2001 ini.

Kapolres Arief Fitrianto menambahkan, pengamanan Paskah ini dari jajaran Polres Gresik sebanyak 346 personel, ditambah dengan personel dari TNI dan Satpol PP. 

“Ratusan personel itu kami tempatkan di seluruh gereja dan tempat ibadat. Ada 36 gereja dan rumah ibadat,”terang AKBP Arief Fitrianto. Sesuai standar operasional prosedur pengamanan, jelas mantan Kapolres Ponorogo itu, satu jam sebelum pelaksanaan misa dilakukan sterilisasi.

Kemudian, melakukan himbauan kepada pengurus dan jemaat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah rangkaian peringatan Paskah di Gresik berlangsung aman. Semoga bisa menambah kepercayaan warga masyarakat kepada aparatur negara tepatnya Polri dan TNI dalam memberikan rasa aman terhadap umat beragama,”harap alumnus Akpol 2001. (yad)

Kapolres dan Dandim Pimpinan Pengamanan, Paskah Aman dan Khidmat Selengkapnya

Kerahkan 346 Personil, Misa Jumat Agung Khidmat


GRESIK,1minute.id – Ratusan personil TNI, Polri dan Pol PP dikerahkan untuk melakukan pengamanan perayaan ibadat Misa Jumat Agung pada Jumat, 2 April 2021. 

Pengamanan ketat itu dilakukan untuk memberikan perasaan aman dan nyaman bagi umat kristiani di Gresik ketika melakukan ibadat di gereja atau tempat ibadat memperingati Wafatnya Isa al Masih

Ibadat Jumat Agung merenungkan dan memperingati misteri sengsara dan wafatnya Yesus disalib demi menebus dosa umat manusia berlangsung khidmat.

Sebelum umat Kristiani beribadat, polisi melakukan sterilisasi gereja. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya di tempat ibadat umat kristiani itu. Pengamanan gereja ini dipimpin Kabag Ops Polres Gresik Kompol Zainal Arifin.

Sterilisasi adalah standar operasional prosedur (SOP). Peringatan Jumat Agung ini petugas keamanan gereja bersama aparat keamanan melakukan pemeriksaan barang bawaan jemaat. Selain itu, petugas juga mewanti-wanti untuk menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kabag Ops Kompol Zainal Arifin  mengatakan pengamanan gereja maupun rumah Ibadah sebagai upaya Polri dalam pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Caranya, menyiapkan pengamanan pada titik – titik rawan gangguan kamtibmas, melakukan koordinasi dengan pengurus gereja dalam setiap kegiatan ibadat untuk pengamanan dan meningkatkan deteksi dini.
“Kami menerjunkan sebanyak 346 personil kegiatan ibadat baik di gereja maupun rumah ibadat pada pagi ini,”kata Kompol Zainal Arifin. (yad)

Kerahkan 346 Personil, Misa Jumat Agung Khidmat Selengkapnya

Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres

GRESIK,1minute.id – Lima Polsek di jajaran Polres Gresik tidak bisa melakukan tindakan penyidikan. Lima Polsek itu adalah Polsek Benjeng, Balongpanggang dan Polsek Pelabuhan. Kemudian, Polsek Tambak dan Sangkapura. Kedua polsek itu berada di Pulau Bawean sekitar 80 mil dari Gresik.

Polsek-polsek tersebut hanya bertugas untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya Untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan), per 23 Maret 2021 yang ditandatangani langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam keputusan tersebut, Kapolri memperhatikan soal program prioritas Comamnder Wish pada 28 Januari 2021 lalu.

Program prioritas di bidang transformasi,  penataan kelembagaan, kegiatan penguatan Polsek dan Polres sebagai lini terdepan pelayanan Polri dengan rencana aksi mengubah kewenangan Polsek hanya untuk pemeliharaan kamtibmas pada daerah tertentu tidak melakukan penyidikan.

“Polsek yang tidak melakukan penyidikan dalam hal kewenangan dan pelaksanaan tugasnya memedomani Surat Kapolri Nomor: B/1092/II/REN.1.3./2021 tanggal 17 Februari 2021 perihal direktif Kapolri tentang kewenangan Polsek tertentu,” tulis Sigit dalam surat keputusan itu.

Sementara atas surat keputusan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menerangkan kesiapannya bahkan akan maksimal dalam melayani masyarakat. “Secara prinsip kami siap melaksanakan. Akan lebih kedepankan fungsi preemtif dan preventif,”alumnus Akpol 2001 kepada wartawan (yad) 

Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres Selengkapnya

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan karambol terjadi jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021. Kecelakaan itu melibatkan empat kendaraan yakni  dump truck, truk gandeng dan tiga mobil MPV. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelalaan di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik

Informasi yang dihimpun, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan itu diduga dipicu pengemudi dump truck nopol L 8144 UV. Pagi itu, sekitar pukul 10.00, dump truck yang disopiri oleh Beni Arianto, 39, warga Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto melaju dari Gresik ke arah Manyar. 

Kondisi jalan raya nasional itu lengang. Karena hari libur. Beni lengah. Diduga ngantuk sehingga menabran bodi belakang truk gandeng nomor polisi BE 8583 YV yang di sopiri Joni. Serudukan dump truck itu membuat Joni, sopir truk gandeng terkejut hingga menabrak tiga mobil multi purpose vehicle atau multi guna (MPV).

KARAMBOL : Kecalakaan karambol di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021 ( foto : ist)

Tiga mobil MPV adalah Daihatsu Sigra nopol W 1243 CX dikemudikan M.Ayub, 51, warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik ; Daihatsu Ayla nopol L 1895 YJ dikendarai Nicho Agus P, 34, asal Waru, Sidoarjo dan Suzuki Ertiga L 1353 SY dikemudikan oleh Suyanto, 46, warga Sambikerep, Surabaya.

Tiga kendaraan multiguna itu rata-rata mengalami kerusakaan di kap depan dan bagian belakangnya akibat terseruduk dari belakang.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossi Eka Prasetya ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan  Manyar, Gresik.

“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) kecelakaan diduga akibat human error,”kata Yossi pada Minggu, 21 Maret 2021. Penyebab kecelakaan itu, tambahnya, diduga sopir dump truck tidak memperhatikan arah di depan. “Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi saja sekitar Rp 50 jutaan,”kata Yossi. (*)

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV Selengkapnya

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar


GRESIK,1minute.id – Kebiasaan Dwi Dery Sigit tidak boleh di tiru siapa pun. Sebab, kelakuan pemuda 25 tahun itu bertentangan dengan kaidah hukum yang ada di Indonesia. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. 

Hampir tiga bulan terakhir, pemuda asal Kecamatan Kedamean, Gresik ini kecanduan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, Dwi sampai menyimpan barang haram itu dalam grenjeng atau alumuniam foil dalam bungkus rokok untuk menyamarkan endusan polisi.

Namun, sepandai-pandai Dwi Dery Sigit menyembunyikan, polisi tetap bisa mengendusnya.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan pelaku ditangkap dikampung halamannya Jalan Balongjerambah, Desa/Kedamaean,”kata Akp Hery pada Minggu, 21 Maret 2021.

Barang bukti sabu-sabu, tambahnya, disimpan dalam bungkus rokok kemudian dimasukkan dalam saku celana tersangka. “Barang itu hendak dikonsumsi. Tapi, anggota menangkapnya lebih dulu,”kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Selain mengamankan satu poket SS, juga mengamankan satu unit seluler warna hitam sebagai barang bukti. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka Dwi dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)  UU  35/ 2009 tentang Narkotika diancam paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Kolaborasi melawan pandemi untuk Indonesia sehat di halaman Mapolres Gresik pada Senin,15 Maret 2021. Apel dalam rangka untuk penanggulngan penyebaran pegebluk coronavirus disease 2019 ini terasa istimewa.

Sebab, pimpinan apel adalah tiga pilar sekaligus. Tiga pilar itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Peserta apel adalah anggota Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Tenaga Kesehatan (nakes) Dinas Kesehatan Gresik.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk melawan pandemi menuju Indonesia sehat.

Selain itu, mendukung pencanangan pemerintah Pusat sampai daerah sebagai langkah ikhtiar kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid 19. “Vaksinasi tersebut aman dan halal serta tidak memiliki efek samping bagi penggunanya.

TIGA PILAR : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin apel kalaborasi untuk Indonesia Sehat di Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021 ( foto : istimewah)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan kebersamaan dan kekompakan menjadi kekuatan kita bersama dalam mendukung vaksinasi nasional sebagai upaya bersama-sama untuk melawan penyebaran Covid-19.

Usai apel kalaboraksi (Kalaborasi melawan Pandemi untuk Indonesia Sehat) ini dilakukan pengibaran bendera raksasa dan kata Sehat yang dilakukan puluhan anggota Polres Gresik ini. 

Usai melakukan apel, peserta apel bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan vaksinasi tahap dua. Sebanyak 825 orang yang mendapatkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu. (*)

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa Selengkapnya

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik


GRESIK,1minute.id – Para finalis lomba baca berita PWI Gresik mendapatkan pengalaman baru pada Rabu, 10 Maret 2021.Selama 4 jam lebih, enam finalis itu bisa melihat lebih dekat kinerja polisi yang berkantor di Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik.

Selain melihat sarana dan fasilitas yang ada di gedung baru berkonsep smart building korp ⁵Bhayangkara berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. Para pelajar jenjang SMP dan SMA di

Gresik mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama Kapolres GresikAKBP Arief Fitrianto. Mereka  juga mendapatkan penjelasan tugas pokok dan fungsi dari berbagai unsur pelaksana tugas kepolisian.

Mulai dari Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reeserse Kriminal. Termasuk layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Jasmin Keysha, siswi SMA Negeri 1 Gresik menanyakan tentang inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian. Remaja yang masih duduk dibangku kelas XI itu menyampaikan, bahwa  tantangan modernisasi tentu membuat pihak kepolisian dituntut untuk lebih inovatif melakukan tugas-tugasnya.

“Apakah ada batasan bagi para anggota Polisi untuk terus berkarya,”tanya remaja 16 tahun itu.
Alumnus Akpol 2001 pun menjawab bahwa anggota polisi wajib menjadi Pelopor bagi masyarakat. “Kita tidak pernah melarang anggota untuk berkreasi dalam bertugas. Selama hal itu menjaga nama baik, harga diri dan kehormatan institusi,” jelas perwira dengan dua balok dipundak itu.

Mantan Kapolres Ponorogo itu mencontohkan tugas Satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat). “Pesan-pesan Kamtibmas kami bikin dalam bentuk konten yang menarik dan humanis,” jelasnya. 

Misalnya, membuat video ilustrasi saat menggelar razia lalu lintas. “Biasanya, banyak warga yang memilih putar balik,”candanya. “Nah, dalam konten tersebut kami sampaikan syarat-syarat apa saja yang harus dimiliki saat mengendarai kendaraan bermotor,”jelasnya

Termasuk, beberapa penanganan saat mengatasi sebaran pandemi Covid-19. “Kami juga menyadara bahwa pandemi ini memukul semua sektor. Sehingga pendekatan humanis juga dikedepankan,” jelasnya. 

Mulai dari membagikan masker, memberikan himbauan, bahkan melakukan rapid test di tempat saat menggelar operasi yustisi. “Baru, bagi masyarakat yang masih membandel, tentu penanganan sanksi yang lebih serius. Sesuai arahan Satgas Covid-19,” paparnya.

Irsyad Maulana, pelajar asal SMA Negeri 1 Kebomas pun terinspirasi menekuni karir di kepolisian. “Syarat apa saja yang harus dipersiapkan?”tanya siswa kelas XI itu.

AKBP Arief Fitrianto pun bercerita tentang perjalanannya menjadi orang nomor satu di Polres Gresik. “Semua berkat semangat dan usaha pribadi. Dan yang paling penting restu dan doa dari para orang tua,” jelasnya.

⁸Sebagai anak petani dengan ekonomi sederhana, justru menjadi semangat untuk Arief membahagiakan keluarga. “Aku iki anake wong ndeso. Anak petani dari Pati Jawa Tengah saja bisa seperti ini. Kalian sebagai pelajar dari Gresik punya potensi untuk lebih berprestasi. Terus semangat ya,” pesannya.

Saat masih usia pelajar dulu, lanjut Arief, pergaulan yang tepat salah satu kunci meraih sukses. “Kenakalan dan pergaulan bebas saat ini menjadi tantangan paling berat bagi anak muda,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak dibawah umur yang harus berurusan dengan hukum. Tentunya, akan menghambat prestasi dan karir dimasa mendatang. “Maka, berkumpulah dengan orang-orang yang tepat untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” pungkasnya. (*)

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik Selengkapnya

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Manyar menguak misteri hilangnya Nabhani Yusuf. Pemuda 27 tahun yang sempat dikabarkan hilang diduga korban penculikan di jalan tembus Telegadowo, Bukit Kapur Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Polisi menemukan Yusuf di Kumitir, Banyuwangi. Lajang asal Desa Suci, Kecamatan Manyar itu dalam kondisi sehat. “Tidak ada sedikit pun luka di tubuhnya,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar pada Kamis, 4 Maret 2021.

Selain kondisi fisik lajang 27 tahun yang diperiksa. Polisi juga melakukan pengecekan kesehatan hingga tes urine untuk memastikan bebas narkoba. “Rapid test antigen negatif, urine juga negatif,”tegas perwira dua balok di pundak itu.

Lalu motif apa Yusuf menghilang? Sumber di kepolisian menyebutkan, Nabhani Yusuf bukan kali pertama kabur dari rumahnya. Pemuda bertubuh ramping itu pernah minggat selama 2 tahun diduga karena urusan asmara. 

Yusuf juga pernah pergi diam-diam ketika mendapatkan tekanan berat pekerjaan sebagai awal kapal. Dan, kali terakhir pada Senin, 1 Maret 2021. Yusuf meninggalkan sepeda motor Honda Vario W 6362 JU di jalan tembus Tlogodowo lengkap dengan kunci dan helmnya, karena tekanan keuangan dari kelompoknya.

Yusuf ditengarai keliru membuat laporan keuangan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Manyar. Yusuf mencatat laporan keuangan itu sebesar Rp 7 juta. Seharusnya, dicatat Rp 17 juta. Sehingga ada sisa keuangan yang belum dilaporkan senilai Rp 10 juta.

Anggota Gapoktan terus mengejar Yusuf meski sejatinya, uang tersebut masih tersimpan direkeningnya. Yusuf memilih kabur daripada menjelaskan kepada anggota gapoktan itu.

Keluarga kelabakan kemudian melapor hilang ke Polsek Manyar. Raibnya, Yusuf membuat geger jagat maya atawa media sosial (medsos). Berbagai versi muncul. Antara lain, Yusuf diculik orang tidak dikenal.

Hasil penelisikan anggota reskrim Polsek Manyar dengan menginterogasi sejumlah saksi, yakni keluarga dan rekan Yusuf mengarah korban hilang karena ada permasalahan dengan rekan kerjanya, di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

“Dan, korban bukan kali ini saja menghilang atau lari dari permasalahan,”tegas Iptu Bima. Akan tetapi, tambahnya, korban Yusuf tidak merencanakan aksi menghilangnya itu. Saat kejadian, Yusuf memarkir motor, kunci kontak dan helm di kawasan yang jauh dari penduduk itu. 

Yusuf yang kalut itu kemudian jalan kaki hingga depan Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dia kemudian naik angkutan umum turun di Terminal Yosowilangun, Surabaya. Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Malang kemudian menuju Banyuwangi dengan naik bus. “Korban membawa bekal uang Rp 400 ribu,”jelas Bima.

Tujuan ke Banyuwangi untuk menemui teman lamanya. Tapi, tidak ketemu kemudian menghubungi keluargannya. “Anggota yang mendapatkan informasi itu langsung menjemput Yusuf,”tegas Iptu Bima. Korban Nabhan Yusuf mengaku kondisinya tertekan. Namun, Yusuf mengakui keteledorannya itu. “Saya menyesal pak. Tidak akan saya ulangi. Saya akan hadapi persoalan. Tidak akan menghilang lagi,”kata Yusuf. (*)

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya Selengkapnya

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor


GRESIK,1minute.id – Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk polisi. Dou pelaku spesialis motor matik adalah Riskillah, 37, warga Jalan Mirah, Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar dan Purnomo Wahyudi, 31, asal Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan penangkapan pelaku curanmor tersebut bermula kecurigaan gerak-gerik Riskillah ketika berada di Alun-alun Gresik. Wajah Riski-sapaan-Riskillah sudah familiar di mata anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Gresik Kota.

Pada 2018, Riski ditangkap karena mencuri sepeda motor. Namun, anak buah Inggit tidak langsung menangkapnya. Sebab, target operasi berusia 37 tahun itu belum melakukan aksi pencurian sepeda motor. “TO seperti sedang mencari sasaran,”kata AKP Inggit pada Rabu, 3 Maret 2021.

Namun, anggota Reskrim Polsek Gresik Kota terus mengawasi aktivitas residivis mengaku asal Jalan Mirah, PPS yang indekos di Desa/Kecamatan Duduksampeyan hingga ke kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Di kompleks perumahan itu, Riski berganti pasangan. Dia bersama pemuda belakangan diketahui bernama Purnomo Wahyudi.

Polisi yang khawatir target operasi kabur kemudian menghentikan langkah Purnomo, pemuda pengangguran berusia 31 tahun. “Ketika diintrogasi Purnomo mengaku pernah mencuri motor di Desa Yosowilangun, Manyar bersama Riski,”kata Inggit.

Pengakuan Purnomo itu membuat Riski tidak bisa mengelak. Mati kutu. Apalagi, polisi menemukan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio kelir hitam nopol W 4319 BM, satu lembar STNK dan BPKB milik korbannya.

Riski dan Purnomo, ditengarai berulangkali beraksi pascabebas dari tahanan. Namun, mereka merevolusi modus operandi. Sebelumnya, mereka berbuah selalu membawa kunci berbentuk huruf T. “Sekarang modusnya mencari motor matik yang tidak di kunci setir,”terang Inggit.

Motor lalu di dorong kemudian menyalakan motor hasil curian dengan menyambungkan aliran kabel hingga mesin menyala. Kemudian mereka menduplikasikan kunci motor ke tukang kunci. “Pengakuan tersangka, modus baru itu bisa meningkatkan harga jual motor curian,”jelas Inggit. (*)

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor Selengkapnya

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur).  Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.

“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.

Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.

“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.

Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya Selengkapnya