Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Tim Penggerak PKK Gresik menurunkan angka stunting berbuah apresiasi. Apresiasi berupa penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo kepada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali di Griya Agung di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan pada Selasa malam, 4 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut menyaksikan pemberian apresiasi tersebut. Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN kepada sosok yang dinilai berdedikasi tinggi dan komitmen dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). 

Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 tingkat Nasional yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Syukur Alhamdulillah kita (TP-PKK,Red) sebagai mitra pemerintah Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN. Hal ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi kami dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik,” kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali. 

Penghargaan ini, lanjut ibu dua anak itu, menjadi dorongan semangat untuk semakin berkolaborasi. Sesuai arahan Menko PMK dan Kepala BKKBN, ke depan akan mulai bagaimana meningkatkan kualitas keluarga, khususnya mempersiapkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ning Nurul menceritakan perkembangan angka stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pada 2021, angka stunting mencapai 23 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 10 persen. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen bersama dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Gresik, TP-PKK serta kerjasama lintas sektoral. 

Ia juga menyampaikan, keberhasilan dalam penurunan angka stunting ini juga karena dukungan dari masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan mendukung atas pemdampingan kami lakukan selama ini. Maka, penghargaan ini saya persembahkan pula untuk masyarakat Gresik,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diterima oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik. Menurutnya, ini adalah prestasi yang membanggakan.

Bagaimana tidak, perjuangan yang dilakukan selama ini dalam upaya menurunkan angka stunting ternyata membuahkan hasil. Kami selaku pemerintah kabupaten Gresik juga turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan tersebut.

“Memang benar, selama ini kami selalu intens dalam berkolaborasi kaitannya dengan upaya menurunkan angka stunting. Dan kolaborasi ini akan terus kami lakukan untuk terus menekan kasus stunting di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi dan spirit untuk semakin meningkatkan semangat juang demi kepentingan masyarakat di Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan terutama pada sektor pengendalian penduduk serta upaya-upaya aksi Konvergensi Penurunan Stunting. “Apa yang kami lakukan ini semata-mata demi masyarakat di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana Selengkapnya

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting

“Butuh Komitmen TPPS dan Stakeholder Dalam Penurunan Stunting”

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka rapat koordinasi (Rakor) penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) semester 1/2023. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini digelar di Hotel Aston Inn Gresik pada Senin, 26 Juni 2023.

“Kebutuhan SDM yang handal tersebut tentu akan sulit dipenuhi apabila banyak dari anak-anak penerus bangsa yang mengalami stunting,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Dikatakan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi balita stunting di Jawa Timur mencapai 19,2% pada 2022. Kabupaten Gresik telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,7% dari semula sebesar 23% pada 2021.

“Hal ini menjadi sebuah prestasi Kabupaten Gresik untuk terus semangat hingga mencapai target prevalensi stunting di 2024 sebesar 10%,” kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi di Gresik dalam rakor

penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menghadirkan narasumber dari tim INEY (Investing in Nutrition and Early) Direktorat Jenderal Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Bagus Affandri. 

Ia berharap konsistensi dan komitmen TPPS dengan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Gresik. Kegiatan terkait percepatan penurunan stunting haruslah dituangkan dalam pelaporan TPPS yang sesuai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. “Saya harapkan rapat koordinasi ini akan menjadi konsistensi dan komitmen kita bersama untuk dapat menurunkan stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dalam laporannya menerangkan, TPPS ada organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan Perbup No 09 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik bahwa Kepala Desa/Lurah melalui Camat menyampaikan laporan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada bupati melalui koordinator TPPS paling sedikit 3 bulan sekali atau sewaktu waktu apabila diperlukan. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena kita yakini bahwa desa/kelurahan memiliki peran paling vital dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (yad)

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting Selengkapnya

Tekad Gresik Zero Stunting 2024 : Mendirikan SOTH hingga Hadirkan Ayah Ibu Asuh Anak Stunting 

MENURUNKAN prevalensi stunting tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak bisa melakukan sendirian. Perlu adanya kolaborasi dan sinergi semua stakeholder dan menjadikan stunting sebagai musuh yang harus diperangi bersama.

CHUSNUL CAHYADI, 1minute.id

WATI terlihat semringah. Bocah asal Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu baru saja meminum susu kemasan rasa coklat. Bagi anak bertubuh mungil dibandingkan teman sebayanya itu bisa menikmati asupan bergizi tinggi kesempatan langka. 

Wati tidak sendirian. Data didapat 1minute.id per Rabu. 14 Juni 2023 tercatat 3.373 balita stunting. Sedangkan, yang telah “lulus” 1.810 balita dan yang sembuh 3.466 balita. Sedangkan keluarga risiko stunting hasil verifikasi dan validasi (verval) 2022 ada 30.168 keluarga risiko stunting. 

“Ayo kita lakukan intervensi dengan menyisihkan rezeki minimal 10 ribu rupiah per hari. Kita berikan susu, kacang hijau, atau makanan bergizi lainnya selama 90 hari. Saya yakin permasalahan (stunting) ini selesai, karena kecenderungannya angka yang sembuh dari stunting lebih besar dibandingkan jumlah kasus baru,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai melantik dan pengambilan sumpah 429 ASN di halaman Kantor Bupati pada Rabu, 8 Maret 2023 lalu.

Pemkab Gresik memiliki pengalaman ciamik ketika menghadapi Pandemi Covid-19. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menggandeng semua lembaga amil zakat (LAZ) atau badan amil zakat (BAZ) serta komunitas lainnya untuk memerangi bersama bencana non alam itu. 

LAZ/BAZ mengkoordinir semua kebutuhan hidup pasien Covid-19 hingga menyiapkan mobil ambulan yang tersebar di 9 posko Covid-19. Sedangkan, komunitas bertugas melakukan antarjemput pasien sakit hingga membantu pemulasaraan pasien meninggal. Kolaborasi dan sinergi semua stakeholder itu berhasil mengendalikan populasi angka meninggal tergolong paling kecil di Jawa Timur. Pola penanganan kasus secara “kroyokan” kembali digulirkan oleh Pemkab Gresik. 

Menurut Titik Ernawati, pihak telah membuat mekanisme percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Gresik. membentuk 1.010 tim pendamping keluarga (TPK) di semua desa. Setiap desa, TPK beranggotakan 3 orang kader. “Pendampingan keluarga risiko stunting oleh TPK ini lewat aplikasi elsimil,” kata dokter Titik. 

Elsimil merupakan aplikasi yang ditujukan untuk pasangan calon (paslon) pengantin yang melangsungkan pernikahan. Tiga bulan sebelum waktu pernikahan, paslon pengantin terlebih dahulu mengunduh dan registrasi di aplikasi Elsimil ini.

Selain itu, mendirikan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di 356 desa/kelurahan di kab Gresik. Kemudian, menginisiasi berdirinya Kampung Keluarga Berkualitas di 166 desa/kelurahan , membentuk Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) menerima konsultasi keluarga dalam pola asuh anak ; gerakan Bapak ibu Asuh Anak Stunting, Membentuk Dahsat (Dapur Sehat)  di kampung KB serta memberikan bantuan Pangan untuk keluarga risiko stunting. 

Selain itu, Dinas KBPPPA Gresik melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan melalui Corporate Social Responsibility/CSR) dalam stunting ini.

“Kerjasama percepatan penurunan stunting dengan CSR Petrokimia Gresik, Smelting, SIG, Cargil dan lainnya,” terangnya. Selain perusahaan swasta dan BUMN, Dinas KBPPPA Gresik menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik memberikan bantuan sembako. Serta, kerjasama juga dengan organisasi masyarakat, organisi keagamaan, gabungan organisasi wanita (GOW), Dharma Wanita, IIDI, IDI dan lainnya. 

Cara penanganan stunting di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi role model bagi Kabupaten/kota lainnya. Sehingga, Masyarakat bebas stunting Jawa Timur yang Cetar akan cepat terwujud. (*)

Tekad Gresik Zero Stunting 2024 : Mendirikan SOTH hingga Hadirkan Ayah Ibu Asuh Anak Stunting  Selengkapnya

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat 

GRESIK,1minute.id – Pemkab Gresik terus berikhtiar untuk menekan angka stunting. Upaya yang dilakukan diantaranya memberikan training of trainer (TOT) Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kartu Kembang Anak (KKA) kepada kader Bina Keluarga Balita (KKB) di Pulau Bawean. 

Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean, berpotensi memiliki risiko terbanyak stunting di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data rilis dari Pemkab Gresik, saat ini Kabupaten Gresik memiliki sekitar 6.912 keluarga risiko stunting. Sebanyak 3.070 diantaranya berada di Pulau Bawean. Hal ini tentu menjadikan Bawean sebagai prioritas.

TOT SOTH yang dihelat oleh Dinas Keluarga Berencana, Permbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Selasa,16 Mei 2023..Wabup perempuan berlatar pendidik itu sedang melakukan lawatan ke Pulau terluar Gresik itu. 

“Dengan SOTH ini, kita akan memberikan pemahaman tentang stunting. Sehingga nanti kita dapat mencegah terjadinya stunting dan menjadikan anak-anak kita menjadi lebih baik. Ini sangat penting karena nantinya anak-anak inilah yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Pada kesempatan itu, Bu Min juga memberikan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada para keluarga dengan risiko stunting. Karena di Bawean ini ada sekitar 50% keluarga risiko stunting, dari total yang ada di Gresik.

Sementara itu, Kadis KBPPPA Titik Ernawati mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan serentak pekan depan. Normalnya, bantuan ini akan diberikan sebanyak tiga tahap, dari mulai  Mei hingga Juli 2023. Mengingat akses yang cukup sulit, bantuan tersebut diputuskan untuk disalurkan sekaligus. “Nanti, bantuan akan kami berikan tiga tahap sekaligus. Isinya berupa satu ekor ayam karkas dan 1 pax telur mentah,” bebernya.

Sebelumnya, SOTH telah dicoba di Desa Bungah dan Bedanten, Kecamatan Bungah. Di dua desa tersebut menjadi pilot project SOTH yang akan dilakukan secara menyeluruh di 330 desa se-Kabupaten Gresik. (yad)

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat  Selengkapnya

Bupati Gresik: Angka Sembuh Stunting Lebih Tinggi Daripada Kasus Baru

GRESIK,1minute.id – Stunting masih menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Berdasarkan hasil survei status gizi di Indonesia tahun 2022 prevelensi stunting berada di angka 21,6%.

Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada acara penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam rangka percepatan penurunan stunting dan penyerahan bantuan pangan kepada keluarga resiko stunting. Kegiatan digelar di Balai Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Senin, 8 Mei 2023.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, sampai hari ini penyebaran kasus baru stunting dengan kasus kesembuhan cenderung lebih tinggi angka sembuhnya. “Apakah stunting dapat dicegah ? kita punya gerakan pemberian tablet penambah darah kepada usia remaja setiap hari Jum’at. Ini artinya ada pencegahan para calon pengantin muda agar saat menikah bayi yang dilahirkan tidak berisiko stunting,” ungkapnya.

Selain itu, gerakan bapak asuh ini sangat luar biasa. Mereka mengajak para dermawan menjadi dokter atau bapak asuh, dengan menyisihkan 10 ribu rupiah perhari, untuk kebutuhan protein hewani yang diberikan kepada anak berisiko stunting.

“Treatmentnya selama 90 hari dengan memberikan tambahan gizi secara stimulan kepada anak berisiko stunting. Serta rutin melakukan pengukuran secara berkala oleh kader dengan didukung alat yang memadai, “tutur Gus Yani.

Pemerintah Kabupaten Gresik tidak tinggal diam, kami bersinergi dengan Kantor Pos. Sebagai operator pendistribusian penyaluran bantuan pangan nasional berupa 10 butir telur dan 1 potong ayam dan dari Baznaz Gresik berupa sembako, kacang hijau, susu, dan beras.

“Ada 38 kasus stunting di Desa Randuagung. Ini harus diselesaikan dengan pendataan, menimbang bayi secara rutin serta memberi tambahan makanan yang banyak mengandung protein pada anak, “tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA)  Gresik Titik Ernawati menyampaikan tujuan pada kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman tentang 1000 HPK dalam penurunan stunting kepada TPK maupun keluarga resiko stunting.

“TPK bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting,” terangnya. Selain itu ada penyerahan cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada 39 keluarga resiko stunting berupa 1 ekor ayam, 1 pack telur (10 butir) dan sembako dari Baznaz Kabupaten Gresik.

“Peserta kegiatan terdiri dari 21 tim pendamping keluarga dan 39 orang penerima manfaat, “pungkasnya. Selanjutnya dilakukan penyaluran bantuan cadangan pangan nasional secara simbolis oleh Bupati Gresik kepada keluarga penerima manfaat.

Kegiatan turut dihadiri Camat Kebomas, Yusuf Ansori, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) Gresik, Muhammad Mujib, Kepala Kantor Pos Cabang Gresik, Maestro Yunan, dan Kepala Desa Randuagung Khambali.(yad)

Bupati Gresik: Angka Sembuh Stunting Lebih Tinggi Daripada Kasus Baru Selengkapnya

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga

GRESIK,1minute.id – Ikan bandeng selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah omega-3 yang baik untuk mendukung fungsi otak hingga menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi asam lemak omega 3 secara rutin dan dalam jumlah yang tidak berlebihan selama masa kehamilan, akan dapat membantu perkembangan otak janin Ibu hamil. Selain itu, omega 3 ini juga baik untuk meningkatkan volume dan kualitas ASI. 

Ikan bandeng juga sangat lezat untuk disantap bila diolah dengan baik. Otak-otak bandeng, bandeng keropok , bandeng presto dan lain-lain. Namun, tidak semua orang bisa mengolah masakan berbahan utama bandeng itu. 

Tim Penggerak (TP) PKK Gresik bersinergi dengan Tim Pokja 3 TP PKK Jawa Timur menggelar sosialisasi ragam produk perikanan dalam rangka peningkatan gizi keluarga. Sosialisasi digelar di atrium Gressmall Gresik pada Selasa, 6 September 2022. Sosialisasi digagas oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dihadiri oleh Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak itu menghadirkan Chef Muhammad Chilmi dari Kota Pasuruan. 

Arumi Bachsin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membawa produk perikanan yang bergizi tinggi ke dapur keluarga di Jawa Timur dan menjadi makanan sehari hari serta disukai oleh seluruh anggota keluarga terutama ibu-ibu hamil dan anak-anak dengan berbagai macam ragam olahannya.

“Sebagai salah satu tanggung jawab kita semua untuk mengurangi Stunting di wilayah Jawa Timur dengan meningkatkan ragam olahan pangan perikanan untuk mendapatkan pangan bergizi beragam dan seimbang,”ujar istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini.

Untuk diketahui, Provinsi Jawa Timur menghasilkan produk perikanan dengan jumlah terbesar di Indonesia baik untuk konsumsi domestik dan ekspor. “Potensi ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pengentasan stunting di wilayah Jawa Timur.

“Salah satu permasalahan kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya,” terangnya.

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 % pada 2024. Upaya menanggulangi permasalahan stunting melalui Program Suplementasi yaitu perubahan perilaku konsumsi masyarakat agar mengkonsumsi sumber makanan yang beragam, kaya akan kandungan gizi termasuk zat gizi mikro yang sehat, aman dan fortifikasi pangan.

“Stunting merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah, bahkan diputus mata rantainya dengan memperhatikan asupan nutrisi dalam makanan yang kita makan, salah satu nutrisi dan protein yang penting untuk tubuh yakni dengan mengkonsumsi ikan,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dalam sambutannya mengajak peserta sosialisasi yang semuanya kaum hawa menyatukan tekad dan niat kita untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan serta kecerdasan oleh para ahli gizi.

“Untuk membangun sesuatu yang besar tentunya dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, begitu juga halnya untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat haruslah kita mulai dari peningkatan konsumsi ikan di Keluarga,”kata Ning Nurul Haromaini. 

Dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta berkarakter maka pembangunan pembinaan fisik dan mental haruslah dimulai dari keluarga, maka pemberian nutrisi dan gizi yang baik pada anak harus dimulai sejak dari usia dini terutama saat dalam kandungan sehingga usia balita dimana perkembangan fisik dan mental pada anak bisa berkembang dengan pesat.

“Asupan yang sehat dan bergizi serta bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan membentuk kecerdasan anak tak lupa adalah kehalalan makanan yang sangat berpengaruh terhadap mental dan perilaku atau akhlak anak,

Ikan salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga. Dari dahulu hingga sekarang ahli-ahli gizi tidak bosan bosan mengingatkan kita untuk selalu mengkonsumsi ikan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan sangat berkualitas tinggi beberapa keunggulan daging ikan adalah kadar kolestrol daging ikan yang rendah, daging ikan mengandung asam lemak tidak jenuh atau Omega 3, penyerapan protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi daging ikan dan lain lain.

Ibu-ibu penggerak PKK berperan penting dalam memasyarakatkan nilai lebih dari konsumsi ikan melalui sosialisasi keutamaan nilai gizi yang terkandung dalam daging ikan dan difertifikasi produk olahan berbahan ikan kepadaaayarakat khususnya ibu ibu Posyandu maupun dasawisma,” tambahnya.(yad)

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga Selengkapnya

Pertama di Indonesia, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Kukuhkan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman  mengukuhkan 13 tokoh sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Kamis, 1 September 2022. 

Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting dilakukan dalam kunjungan kerja KSAD Dudung Abdurachman ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.  Jenderal Dudung adalah Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia tiba di WEP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik sekitar pukul 10.00 WIB.

DIALOG : KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman bercengkramah dengan para bunda penerima bantuan di acara pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh anak stunting di Gedung WEP Gresik pada Kamis, 1 September 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pengukuhan 13 tokoh masyarakat sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting itu sebagai ikhtiar percepatan penanganan kasus Stunting di Indonesia. Presiden RI Joko Widodo menargetkan kasus stunting menjadi 14 persen pada 2024. Belasan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting yang dikukuhkan adalah tokoh masyarakat yang juga anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik plus.  

Yakni, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Terry Tresna Purnama ; Bupati Fandi Akhmad Yani ;  Wakil Bupati Aminatun Habibah, Dandim  0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar ;  Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz. Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik M. Hamdan Saragi ; Ketua Pengadilan Negeri Gresik Agus Walujo Tjahjo ; Ketua Pengadilan Agama Gresik Sugiri Permana dan ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.

Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. Serta tiga perwakilan dari dunia industri, Wilmar Nabati Indonesia ; PT Petrokimia Gresik dan Smelting. Prosesi pengukuhan dengan penyematan slempang itu,  KSAD yang juga Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia itu didampingi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

“Ini merupakan pengukuhan kali pertama di Indonesia. Program bapak dan bunda asuh stunting merupakan sebuah platform keterlibatan pemangku kepentingan secara terstruktur dan terukur dalam mempercepat penurunan stunting,”ujar Jenderal Dudung Abdurachman pada Kamis, 1 September 2022.

LEZAT : KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mencicipi menu tambahan di acara Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Gedung WEP Gresik pada Kamis, 1 September 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Jenderal Dudung Abdurachman kepada awak media mengatakan, usaha-usaha penurunan angka stunting yang sudah dilakukan di Gresik sudah bagus. “Saya lihat dan amati penanganan stunting di Gresik sudah bagus,”puji Jenderal Dudung didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepada wartawan. 

Mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)  itu berharap setelah  dikukuhkannya Bapak dan Bunda Asuh anak Stunting bisa semakin mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik sehingga bisa memenuhi target 14 persen di Indonesia. 

Sebelum mengukuhkan 13 tokoh masyarakat Gresik, mantan Pangdam Jaya ini mengunjungi sejumlah stan terkait upaya penanganan stunting di Gresik. Diantaranya, stan menu tambahan bagi ibu hamil. Jenderal Dudung sempat mencicipi menu yang baru dimasak oleh ibu-ibu PKK Gresik itu. “Eunak. Lezat,”katanya. Jenderal Dudung kemudian melakukan kunjungan kerjanya ke Kampung Pancasila di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik dan Panen kacang hijau di Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Gresik. (yad)

Pertama di Indonesia, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Kukuhkan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Gresik  Selengkapnya

Dialog Kebangsaan Penurunan AKI dan AKB, Bupati Gresik : Cegah Pernikahan Dini 

GRESIK,1minute.id – Pernikahan dini pada anak dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Pernikahan pada usia dini sangat berbahaya. Pernikahan usia dini juga berpotensi pada bayi yang dilahirkan mengalami kekerdilan atau stunting,.

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka membuka Dialog Kebangsaan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting di AstonInn Gresik pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Acara yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Gresik mengusung tema “Pernikahan Dini, Stunting dan Kematian Ibu” itu menghadirkan empat narasumber yakni Pakar Tumbuh Kembang Anak Prof. Moersintowarti B Narendra ;  Pakar Penurunan AKI-AKB Prof Nyoman Anita ; Pakar Fetal Programing Hermanto Tri Joewono, dr.,spOG (K) dan Ketua Peradi Gresik Kukuh Pramono Budi. 

Menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani persoalan stunting ini menjadi persoalan nasional yang harus kita tuntaskan dengan satu tekad dan komitmen yang kuat menyatukan persepsi menyatukan hati berkolaborasi bersama-sama  menuntut kita kerja lebih cepat kerja lebih tepat.

“Banyak variabel dalam kasus Stunting khususnya di Kabupaten bagaimana kita melihat dan mengidentifikasi hingga pendampingan,”kata Gus Yani. “Era nya kolaborasi dibutuhkan komitmen bersama dimana Bonus Demografi di imbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul terutama dalam penanganan kasus Stunting agar dapat dikendalikan,”imbuhnya.

Bupati berusia 37 tahun itu meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik lebih intens melakukan pantauan kesehatan ibu dan anaknya. “Semua harus bekerjasama agar kematian bayi, kematian ibu dapat dicegah. Berikanlah anak-anak kita atau bayi dengan makanan yang bergizi agar stunting tidak terjadi,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

“Mari bersama berkomitmen tingkatkan kualitas mutu layanan kesehatan bagi ibu dan anak dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan AKI dan AKB terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. dr. Khusnah menyebutkan Kematian Ibu dan kematian balita berdasarkan laporan MPDN pada Januari sampai Agustus 2022 , AKI berjumlah 12 kasus. Pada 2021 sebanyak 60. Sedangkan, AKB sebanyak 55. 2021 sebanyak 66. 

Terkait kasus stunting ti Gresik, jelas dr. Khusnah berdasarkan EPPGBM Per Juni  2022 jumlah balita ditimbang dan dilakukan pemantauan status gizi sebanyak 70.451 balita atau 67,97 % dibanding jumlah balita seluruhnya. “Prevalensi stunting sebesar 10,52% pada 2021 sebesar 10,9%,”terangnya.

Hasil monev dan pelacakan stunting di lapangan ditemukan beberapa hal penyebab diantaranya pola asuh dan pola makan, pemberian ASI eksklusif kurang berkualitas, riwayat ibu hamil KEK dan Ibu hamil risiko tinggi (Bumil Risti), berat badan lahir rendah, sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan kurang memadahi. 

“Intervensi spesifik yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan antara lain cakupan pemberian TTD remaja putri sebesar 52%, cakupan pemberian PMT sebesar 75% dengan sasaran balita gizi kurang dan gizi buruk, cakupan IDL 57,50%, cakupan pemberian obat cacing 99,38%,”jelasnya.

“Intervensi sensitif yang telah dilaksanakan adalah kegiatan gemar makan ikan oleh dinas perikanan, Air bersih oleh dinas CKPKP dan pendampingan pola asuh oleh TP PKK dan TPK,”pungkasnya.

Usai sambutan dilakukan penandatanganan MoU  antara Pemkab Gresik dan IKA UNAIR dilanjutkan perjanjian kerjasama (PKS) Dinas Kesehatan dan Pengadilan Agama Gresik, selanjutnya perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Gresik dan Pengadilan Agama Kepulauan Bawean.

PKS disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/ Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar dan Ketua IKA Unair Gresik dr. Lestari. Acara juga diisi penyerahan bantuan oleh Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik kepada balita Stunting. (yad)

Dialog Kebangsaan Penurunan AKI dan AKB, Bupati Gresik : Cegah Pernikahan Dini  Selengkapnya

2024, Target Kasus Stunting 14 Persen, Wabup Gresik : Stunting Bukan Keturunan 

GRESIK,1minute.id – Upaya penurunan angka stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Terbaru, Pemkab Gresik menetapkan Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas sebagai pusat ujicoba  perlakuan intervensi dalam penurunan angka stunting.

“Jika hasilnya bagus, nantinya Desa Kedanyang ini akan menjadi success story yang akan ditiru untuk diterapkan di lokasi-lokasi lain yang menjadi locus stunting di Kabupaten Gresik,”ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting di ruang Agro Legis di Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Acara yang diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PPPA) Gresik dihadiri 

Pengurus PKK, Bidan, hingga pemangku desa se-Kabupaten Gresik. 

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini kembali menegaskan stunting bukan dari keturunan. Artinya, setiap anak bisa diintervensi untuk bisa lepas dari stunting. “Yang penting kita semua semangat, mulai dari orang tua, bidan, perangkat desa, dan PKK, semua bergerak bersama-sama,”kata Bu Min. 

Bu Min-sapaan- Aminatun Habibah melanjutkan keberhasilan penurunan angka stunting ini memerlukan kerja kolektif dari berbagai pihak. Dalam Peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27/2021 menargetkan angka stunting tidak lebih dari 14 persen di setiap daerah di Indonesia pada 2024.

“Kondisi sekarang angka stunting di Kabupaten Gresik berkisar 24 persen, tapi dalam dua tahun yakni 2024 kita dituntut untuk turun diangka 14 persen,”terangnya

Pasal 8 Perpers 27/202  tertuang rencana aksi nasional percepatan penurunan Stunting terdiri atas kegiatan prioritas. Diantaranya, audit kasus stunting dengan 5 skema pendekatan berbasis keluarga risiko. Didalamnya audit kasus stunting diyakini memiliki dampak yang besar dan signifikan dalam percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas KB-PPPA Gresik drg Saifudin Ghozali menyampaikan bahwa sejauh ini dengan intervensi yang dilakukan baik dari PKK, pendamping keluarga dan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian di Desa Kedanyang membawa dampak yang baik yakni turunnya angka stunting secara drastis di desa tersebut. (yad)

2024, Target Kasus Stunting 14 Persen, Wabup Gresik : Stunting Bukan Keturunan  Selengkapnya

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 digelar di SD Muhammadiyah Gresik pada Jumat, 21 Januari 2022. Acara bertajuk “Isi Bekal Kami” ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik berupaya untuk membudayakan pemenuhan gizi bagi anak didiknya dengan makanan-makanan yang terjamin kebersihannya.

Wabup Aminatun Habibah mengajak masyarakat insan pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi bagi anak sebagai langkah usaha bersama penanggulangan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, Saya mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah Gresik yang sudah menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional,”ujarnya. Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Tahun ini, Hari Gizi Nasional mengambil tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, Peringatan Hari Gizi ini  menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah Gresik sangat mendukung kesehatan bagi anak-anak yang salah satunya dengan memberikan makanan bergizi. “Dan ujungnya akan membentuk kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak secara maksimal sehingga menghindarkan anak-anak kita dari stunting,” ujar Bu Min.

Ia berpesan agar kebiasaan pemenuhan gizi lewat makanan yang bergizi bisa terus dilakukan selepas momen peringatan Hari Gizi Nasional baik itu di sekolah maupun di rumah.Di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung hingga saat ini, selain pemenuhan gizi lewat makanan yang sehat, juga dibutuhkan pemberian vaksinasi untuk menangkal virus penyebab Covid-19. 

Sesuai instruksi dari pemerintah pusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik mengenai pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. SD Muhammadiyah Gresik tidak mau ketinggalan. Disela peringatan Hari Gizi Nasional itu, Bu Min menyempatkan meninjau pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua di sekolah itu. Sebanyak 125 siswa mendapatkan suntik vaksin merek Sinovac itu. Gelaran vaksinasi dimulai pada Senin lalu, 17 Januari 2022 berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Alun-Alun Gresik itu. (yad)

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi Selengkapnya