Inovasi Petrokimia Gresik Di Bidang Lingkungan Raih 6 Penghargaan EPSA 2023

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  memborong enam penghargaan di ajang Eco Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2023. Penghargaan hasil Inovasi di bidang lingkungan.

Penghargaan dari Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) ini diterima oleh SVP Teknologi Erinto mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo di Semarang, baru-baru ini.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik adalah produsen pupuk dan bahan kimia dengan varian terlengkap di Indonesia, serta penghasil pupuk NPK terbesar di Tanah Air yang selalu memegang prinsip kepedulian terhadap lingkungan dalam menjalankan operasional bisnis.

“Penghargaan ini menjadi salah satu bukti bahwa Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan memajukan pertanian Indonesia melalui produk-produk inovatifnya senantiasa peduli terhadap pengelolaan lingkungan, dengan berbagai inovasi,” ujar Dwi Satriyo di Gresik pada Rabu, 6 September 2023.

Enam penghargaan yang diraih Petrokimia Gresik dua diantaranya adalah Gold Winner yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang ini. Gold Winner diraih Petrokimia Gresik untuk Kategori Eco-Cycle Innovation dan Ecosystem Protect. Penghargaan tersebut dimenangkan dari inovasi pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi substitusi filler clay di unit NPK Petrokimia Gresik, dan geobag rangka bambu sebagai pelindung mangrove dan kerang dari gelombang pasang yang ramah lingkungan.

Selanjutnya,  tiga Silver Winner, yaitu Kategori Green Power Innovation atas program efisiensi energi melalui pemanfaatan purge gas sebagai bahan bakar boiler. Inovasi ini sekaligus mendapatkan Bronze Winner untuk Kategori Low Carbon Innovation.

Silver Winner selanjutnya diraih untuk Kategori Eco-Hazard Innovation atas inovasi Petrokimia Gresik dalam memanfaatkan gipsum sebagai komposisi bahan pengisi untuk pupuk NPK. Silver Winner terakhir diraih di Kategori Hydro Smart Innovation oleh inovasi Petrokimia Gresik berupa critical operation recovery menggunakan penyemprot air bongkar pasang penyerap asam klorida.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan, karena kami menyadari jika pengelolaan lingkungan adalah instrumen penting untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo.

Selain penghargaan ini, kepedulian dalam pengelolaan lingkungan Petrokimia Gresik juga dapat dilihat dari perolehan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Industri Hijau Level 5 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang diraih sebelumnya.

EPSA merupakan ajang pemberian penghargaan bagi setiap perusahaan yang berkomitmen dalam menghadirkan inovasi teknologi sebagai upaya dalam menjaga dan melindungi lingkungan. EPSA menjadi kesempatan bagi perusahaan di seluruh Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam berinovasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (yad)

Inovasi Petrokimia Gresik Di Bidang Lingkungan Raih 6 Penghargaan EPSA 2023 Selengkapnya

Gus Yani Sabet Pembina Proklim Terbaik Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Piagam penghargaan yang diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertambah. Penghargaan terbaru yang diraih Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani adalah pembina Program Kampung Iklam (Proklim) nomor wahid dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

Penghargaan Proklim itu diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jatim di Malang pada Senin, 4 September 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya mempersembahkan penghargaan ini kepada masyarakat Gresik yang gigih dalam upaya pelestarian lingkungan. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada desa/kelurahan hingga tingkat RT dan RW, yang peduli pada lingkungan. Penghargaan ini, adalah penghargaan untuk mereka semua,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 4 September 2023.

Data Dinas Lingkungan Hidup Gresik mencatat hingga akhir Agustus  2023, terdapat 28 kampung iklim yang sudah berjalan di Kabupaten Gresik. Puluhan kampung iklim ini, tersebar merata. Gresik di wilayah utara, tengah, dan selatan. Selain Bupati Fandi Akhmad Yani, ajang tersebut memberikan penghargaan kepada lembaga pendidikan, desa atau kelurahan.

Total ada 9 lembaga pendidikan yang mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2023. Yakni,  UPT SMPN 5 Gresik ; UPT SDN 49 Gresik ; UPT SDN 35 Gresik; UPT SDN 41 Gresik ; UPT SDN 29 Gresik dan UPT SDN 33 Gresik. 

Berikutnya, MI Ma’arif NU Nurul Ulum, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng; MI Bahrul Ulum Sekapuk dan SD Yimi Full Day School. Sedangkan untuk penghargaan desa/kelurahan berseri, adalah Desa Ketanen dalam kategori pratama. Sedangkan, Desa Prupuh, Desa Balongpanggang, dan Kelurahan Sidokumpul mendapat penghargaan di kategori madya.

Pemkab Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong pelestarian lingkungan hingga ke tingkat RT/RW. Hal ini didukung dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati perihal Penguatan Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kabupaten Gresik.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama ikut melestarikan lingkungan. Konsep pentahelix. “Dengan Proklim diharapkan bisa mendukung program Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk menyelesaikan masalah sampah dari sumbernya, peningkatan RTH/tutupan vegetasi serta mewujudkan sirkuler ekonomi dan kemandirian masyarakat,” terang Kepala DLH Gresik Sri Subaidah. (yad)

Gus Yani Sabet Pembina Proklim Terbaik Jawa Timur  Selengkapnya

Kapolres Gresik: Baksos Bentuk Kepedulian dan Kebersamaan Polri dengan  Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota Samapta Polres Gresik membersihkan area wisata religi Sunan Giri pada Kamis, 8 Juni 2023. Mulai area parkir, makam hingga masjid Sunan Giri. Bakti sosial peduli lingkungan ini rangkaian HUT ke-77 Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli itu.

Selain membersihkan makam religi wali sanga itu, baksos ini menjadi ajang silaturahmi dengan warga sekitar wisata religi di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri, sebagai bagian dari komponen masyarakat yang juga memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan, kerapian, dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Kamis, 8 Juni 2023.

Kegiatan bakti sosial yang dipimpin Kasat Samapta AKP Sugeng Sulistiyono diharapkan bisa meningkatkan ikatan tali silaturahmi antara Kepolisian dengan para tokoh agama dan juga masyarakat.

“Rangkaian kegiatan Bakti Sosial kemasyarakatan dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai program Kapolri untuk lebih mendekatkan personil Polri dengan masyarakatnya, Alhamdullillah kegiatan berjalan aman dan lancar,” tandas AKBP Adhitya Panji Anom itu. (yad)

Kapolres Gresik: Baksos Bentuk Kepedulian dan Kebersamaan Polri dengan  Masyarakat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Edukasi Siswa Pengolahan Sampah, Liliek Harmianto : Ikhtiar Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar edukasi pengelolaan sampah sejak dini bagi anak Sekolah Dasar (SD) di Gresik, Jawa Timur. Edukasi kepada puluhan pelajar itu untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni itu. Puluhan siswa itu terlihat antusias mengikuti kegiatan itu.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo diwakili Vice President (VP) Lingkungan, Liliek Harmianto menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik terhadap lingkungan khususnya di wilayah Kabupaten Gresik. “Edukasi pengelolaan sampah hari ini menjadi kegiatan pembuka, ini menjadi upaya kita mengenalkan dan membangun kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini kepada siswa-siswi SD,” ujar Liliek pada Senin, 5 Juni 2023.

Kegiatan edukasi diikuti oleh 50 pelajar dari delapan SD peraih Adiwiyata yang ada di sekitar perusahaan. Sekolah-sekolah ini memang sudah memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendidik masyarakat sejak usia dini dan bisa terus berlanjut untuk menciptakan generasi muda yang inovatif dan solutif terhadap permasalahan lingkungan hidup,” tandasnya.

Edukasi pengelolaan sampah  dipusatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu, peserta mendapatkan pelatihan  untuk memilah sampah plastik, organik dan anorganik sehingga dapat ditentukan untuk perlakuan lebih lanjut pada sampah hasil pilahan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembuatan pupuk kompos, pembudidayaan maggot, pembuatan Eco Enzym dan penanaman pohon di TPA Ngipik ini dihadiri dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala UPT TPA Ngipik dan Guru Pendamping.

 “Kami memberikan pembekalan pengelolaan sampah, komposting kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya bisa menjadi habit bagi mereka, dan diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga menginspirasi bagi teman-teman serta keluarganya,” tutup Liliek.

Selain kegiatan ini, program Petrokimia Gresik dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilanjutkan dengan Charitree (Challenges Donasi Pohon X Viral); Enchall (Lomba KTI mahasiswa seluruh Indonesia); Penanaman Pohon Langka di SOR PT Petrokimia Gresik; Penandatangan Employee Green Behaviour (EGB), serta Grebek Sampah Plastik di Pasar Gresik bersama DLH. (yad)

Petrokimia Gresik Edukasi Siswa Pengolahan Sampah, Liliek Harmianto : Ikhtiar Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan  Selengkapnya

Siti Fitriah Sabet Kartini BZW 2023, Gemes Gresik Dampingi Warga Desa Pangkah Wetan Kelola Sampah jadi Cuan

GRESIK,1minute.id – Siti Fitriah dinobatkan sebagai Kartini Belajar Zero Waste (BZW) 2023. Ketua Yayasan Gemar Memilah Sampah (Gemes) Gresik itu menyisihkan ratusan kandidat dengan memperoleh 52,6 persen suara dalam kegiatan bertajuk : Perempuan inspiratif Kartini Belajar Zero Waste 2023. “Dari Perempuan untuk Perempuan, Kebaikan Zero Waste untuk Lingkungan dan sesama”. 

Di urutan kedua dan ketiga diraih oleh perempuan tangguh dari Jogjakarta yakni Soraya Ayu meraih 14,3 persen dan Shalina Nur H., 13,6 persen. 

“Zero waste ini merupakan salah satu cara saya untuk belajar hidup berkesadaran. Zero wiste prilaku bijak minim konsumsi. Semakin banyak melakukan semakin banyak prilaku baik yang muncul,” kata Siti Fitriah yang juga Ketua Eco Enzyme Nusantara (EEN) Gresik pada Rabu, 10 Mei 2023. 

Perempuan kelahiran Lampung yang tinggal di Jalan Raya Dewi Sekardadu, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu lebih dari satu dasawarsa bergelut dengan sampah itu berawal dari rasa tidak nyaman melihat sampah yang menumpuk karena baunya. Fitriah pun bergerak sendirian. Ia memungut sampah dari rumah-rumah penduduk. 

Rupanya, aktivitas Fitriah memungut sampah dari rumah-rumah penduduk membuat sejumlah pemulung sakit hati. Pendiri Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) itu pun sempat mendapatkan ancaman dari pemulung karena dianggap sebagai saingan. Ia dihadang oleh sejumlah pemulung ketika hendak pulang mengambil sampah dari warga. Fitria tak bergeming. Fitria terus mengembangkan dan mewujudkan ide-ide kreatifnya. Antara lain, mendirikan Bank Sampah Meduran Bersatu (BSMB).  Dari 3 bank sampah berkembang biak menjadi 350 bank sampah. 

Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reuse , Reduce dan Recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. 

Pengelolaan ini diterapkan pada sampah non-organik seperti plastik, minyak jelantah dan lain sebagainya menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Minyak jelantah dikemas menjadi sabun dan minyak wangi. Tidak berhenti sampai disitu, Fitriah mulai mengembangkan pengelolaan sampah organik menjadi eco enzim. 

Tekad Fitria untuk mewujudkan zero waste di Gresik mendapatkan berbagai penghargaan. Pada Agustus 2021 lalu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan reward kepada Fitriah terkait upaya turut membantu pemerintah dalam mengurangi sampah domestik atau sampah rumah tangga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Selama lebih kurang dari satu dasawarsa, Fitriah akhirnya bisa mengubah mindset masyarakat yang semula menganggap sampah adalah kotor dan menjijikan menjadikan sampah berharga dan menghasilkan cuan

Fitriah mengatakan, ia bersama Yayasan Gemes Gresik saat ini sedang konsentrasi melakukan pendampingan pengelolaan sampah kepada warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Pengelolaan sampah daur ulang. Sampah organik dan non organik. Ia akan memberikan pendampingan selama 2 bulan. 

Fitria mengaku cukup senang karena antusiasme masyarakat desa setempat sangat tinggi untuk lebih peduli kepada lingkungannya. Bank sampah tumbuh subur bagai jamur di musim hujan di setiap kampung. Sebab, sampah yang semula tidak dilirik bahkan dianggap barang kotor kini bisa menjadi cuan setelah warga melakukan proses 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). 

Volume sampah yang mencapai antara 3,5 ton sampai 4 ton di Desa Pangkah Wetan kini telah menghasilkan uang Rp 8 juta per 10 hari. 

“Saat ini sudah berdiri 21 bank sampah di sana. Dan, 4 bank sampah di lingkungan pondok pesantren,” katanya. Pemerintah desa setempat, kata Fitria, dalam waktu dekat akan mendirikan badan usaha milik Desa (BUMDes) yang salah satu unit usaha mendirikan Bank Sampah Induk (BSI) Pangkah Wetan Berseri (Bersih Lestari).

“Harapannya dari perubahan perilaku akan muncul peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan ekonomi dan peningkatan kerukunan.

TELADA : Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi (kanan) memberikan teladan ikut melakukan gerakan memilih sampah di Balai Desa setempat pada Selasa, 9 Mei 2023 ( Foto : Istimewa)

Sementata itu, Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi mengatakan, pihaknya terus berusaha mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

“Kami mulai dengan pemilahan sampah dari rumah. Paling tidak bisa mengurangi sampah di TPS maupun TPA,” kata Sandi-panggilan-Syaifullah Mahdi kepada wartawan pada Selasa, 9 Mei 2023.

Ia melanjutkan sudah ada 21 kelompok bank sampah di masing-masing RT/RW di Desa Pangkah Wetan. Sampah yang dipilah tiap rumah seperti botol plastik, besi, kaleng, kresek, kardus dan banyak lagi. “Hari ini dilakukan penimbangan, total ada 3 ton sampah yang terkumpul dan terjual dengan harga 8,7 juta,” ungkap Sandi. Sandi berharap, masyakat yang berpartisipasi dan pendapatnya bertambah dari memilah sampah makin banyak. (yad)

Siti Fitriah Sabet Kartini BZW 2023, Gemes Gresik Dampingi Warga Desa Pangkah Wetan Kelola Sampah jadi Cuan Selengkapnya

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini”

Kesadaran peduli lingkungan perlu di bangun dan disuarakan oleh berbagai pihak baik itu pemerintah dan masyarakatnya. Isu kerusakan lingkungan dan  perubahan iklim adalah tanggungjawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan alamnya, karena pemanasan global yang tambah meningkat, memicu perubahan iklim yang tidak menentu.

Banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang peduli tentang lingkungan, terkait juga tentang masyarakat pesisir pulau Bawean yang perlu terus dibangun sumber daya masyarakat pesisir dan nelayannya, seperti menjaga ekosistem didalam laut contohnya ekosistem lamun dan karangnya, selain itu bagian daratnya mulai dari mangrove dan Nipah, tidak lupa mengenai sampahnya di bibir-bibir pantai, karena itu semua berkaitan dengan keberlangsungan jenis mahluk hidup di laut.

Kegiatan pada umumnya di masyarakat sudah memiliki konsentrasi dan kemauan yang sama untuk menjaga lingkungannya terutama masyarakat adat Bawean  yang mewarisi dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Semangat ini, perlu dimotivasi dan di bangun oleh pemerintah dan bersama masyarakatnya.

Ada beberapa kegiatan berbagai pendekatan seperti aksi lingkungan, Edukasi, advokasi, pendidikan dan adat leluhur ( Masyarakat Adat Bawean )  semuanya bersinergi menjaga bumi Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di 3 tahun terakhir ini perlu digalakkan.

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini. Kita bisa lakukan mulai dari hal kecil untuk melestarikan lingkungan kita dengan merawat tanaman, menanam pohon, merawat sungai, tidak membuang sampah ke sungai maupun ke pantai serta menjaga kelestarian alam kita mengingat suhu bumi meningkat lebih cepat dari prediksi yang sudah ditentukan”.

Kita berharap, anak muda Bawean bagian dari masyarakat adat Bawean itu sendiri yang merupakan ujung tombak dalam hal menciptakan perubahan akan semakin peduli terhadap isu iklim dan lebih tahu untuk mencintai dan melestarikan alam.

“Kalau kita bersama sama dan semakin sadar untuk mencintai lingkungan, khususnya terkait alam pulau Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, pulau kita akan aman dari berbagai ancaman,”.

Sedikit usulan kami pada pemerintah daerah atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bawean.Pemetaan kemampuan tanah atau lahan terkena curah hujan tinggi dalam kategori rentan (agregat tanah kurang mampu menahan run off). Melakukan dan memperhatikan kawasan yang lebih tinggi (dataran tinggi atau medium) agar segera membuat resapan alami dengan tanaman bambu  yang mampu menahan limpahan air run off.

Dan pada desa desa terdampak bisa dipetakan bagaimana model serapan run off saat dalam intensitas tinggi. Pentingnya waduk sebagai penampung dan pengendali debit air di beberapa kawasan yang rawan. “Selain konservasi, alam juga perlu direkayasa secara alami”. 

Oleh : Yusra, S.Pd., M.Si  (Koordinator Penelitian, pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean)

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean Selengkapnya

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar penanaman pohon di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan pada Rabu, 1 Maret 2023. Gerakan peduli lingkungan ini rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari ulang tahun (HUT) ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengusung tema “Menanam Pohon Merawat Kehidupan”.

Hadir dalam gerakan nyata peduli lingkungan ini, diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, perwakilan perusahaan dari Petrokimia Gresik, Wilmar Nabati Indonesia dan Indospring Tbk menjadi langkah awal memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Target pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik adalah membawa pulang Piala Adipura ke Gresik. Pemkab Gresik “puasa” Piala Adipura, penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan sejak 2015.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sejumlah strategi dirancang oleh Pemkab Gresik untuk mengembalikan Piala Adipura ke Gresik pada 2024. Strategi yang dilakukan adalah membangun tempat pengolahan sampah terpadu  (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. “TPST Belahanrejo mulai beroperasi akhir tahun ini,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani kepada wartawan usai acara penanaman pohon di rest area atau titik nol Gresik di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 1 Maret 2023.

Persoalan sampah masih menjadi problem saat ini di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sehingga indikator penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura masih kurang. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa membawa pulang Piala Adipura ke Gresik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Selain persoalan sampah, imbuhnya, juga penghijauan yang belum maksimal. “Saya sudah membeli pohon sendiri,  uang sendiri dan saya kasihkan ke DLH untuk menanamnya,” terangnya.  

Pohon itu dibeli oleh Gus Yani, di sentra tanaman hias yang tersebar di tiga kecamatan Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.  Gus Yani memberikan teladan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk peduli terhadap lingkungan. “Pohon itu nanti akan ditanam di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan,” ungkap.  Namun, penanaman pohon secara masal itu didahului oleh PWI Gresik. “Saya mengapresiasi. Karena akan semakin banyak pohon yang akan ditanam,” tegasnya. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, meminta kepada DLH Gresik harus konsentrasi kepada perbaikan lingkungan. Kondisi lingkungan bersih, udara sehat. Ia mengaku mendukung upaya pemerintah yang menata kembali zona Manyar dan sekitarnya dengan melarang berdirinya stockpile Batubara di kecamatan Manyar dan sekitarnya.

Menurut Qodir, keberadaan stockpile batubara tersebut salah satu penyumbang rendahnya baku mutu air di kawasan itu. Ia mencontohkan landasan stockpile yang hanya beberapa sentimen. Selain itu, tidak ada penutup atapnya. “Ketika hujan air merembes ke tanah,” katanya. Karena itu, parlemen sepakat perapian zona Manyar tidak diperbolehkan adanya stockpile batubara baru itu. “Kami di DPRD Gresik sepakat itu (tidak boleh ada gudang stockpile batubara baru),” tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Sebelumnya, Ketua PWI Gresik As’adi Ikhsan mengatakan, sebanyak 250 pohon tabebuya yang akan di tanam perbatasan  jalan Gresik-Lamongan. “Penanaman diawali di titik nol perbatasan Gresik-Lamongan ini,” kata As’adi. Ia menjelaskan pohon tentunya ini salah satu pohon peneduh yang bisa menyerap korbon dioksida (CO²). 

Satu pohon bisa menghasilkan 1,2 kilometer oksigen (o²). Kebutuhan oksigen manusia sebanyak 0,5 kilometer perhari. Sehingga satu pohon bisa menghidupi 2 orang. “Kalau 250 pohon tetebuya yang kami tanam hidup semua bisa menghidupi 500 orang,” terangnya. (yad)

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik  Selengkapnya

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong merambah  Kecamatan Cerme dan Menganti. Sejumlah desa di dua kecamatan itu terendam air luapan Kali Lamong itu. 

Di Jalan Raya Desa Morowudi, Kecamatan Cerme ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Jalan Raya Morowudi pun ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Sepeda motor maupun mobil.  Namun, sejumlah pengendara tetap nekat menerobos genangan air itu. Sebab, mereka enggan berputar melewati Benjeng untuk tujuan ke Benowo, Surabaya karena jaraknya berlipat-lipat jauh.

Akibatnya, kendaraan yang mereka naikki mogok karena kemanusukan air.  “Seharusnya tadi saya ambil Utara,  karena ada anak renang saya pilih bagian sisi selatan akhirnya mogok,” kata Rahardian, pengendara Granmax ditemui 1minute.id pada Senin, 20 Februari 2023.

Ia pun harus menuntun kendaraan berbodi bongsor sejauh 200 meteran. “Lumayan pegel,” katanya sambil nyengir.  Jalan Raya Morowudi mulai banjir pada Minggu petang. Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah desa di aliran Kali Lamong di Gresik kebanjiran sejak Sabtu, 18 Februari 2023. 

TELAGA DADAKAN : Seorang bocah didampingi ibunya berenang di Jalan raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terendam luapan Kali Lamong pada Senin, 20 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mulai kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti. Air bah selain merendam sawah, rumah dan jalan poros desa. Juga, sejumlah gedung sekolah tergenangi air.  Di Desa Morowudi, diantaranya, halaman SMK Muhammadiyah 7 Cerme tergenangi air setinggi mata kaki orang dewasa. “Sudah banyak berkurang. Biasa air lewat saja,” kata Camat Cerme Umar Hasyim pada Senin, 20 Februari 2023.

Saat ini, imbuhnya, genangan air luapan Kali Lamong hanya tersisa di Desa Morowudi dan Desa Dungus. “Mulai surut,” imbuhnya.  Sementara itu, air bah itu terus mengalir jauh. Air bah merambah di Desa Gadingwatu, Boboh dan Beton. Menurut Camat Menganti Gunawan Purna Admaja mengatakan, untuk Desa Gading Watu karena kondisi desa rendah sehingga menjadi langganan banjir. “Hanya beberapa rumah saja,” kata Gunawan.

Sedangkan, di Desa Boboh, kondisi geografis desa sehingga air yang menggenang tidak bisa keluar. “Untuk yang di Desa Beton karena ada tanggul yang jebol. Tapi, hanya area persawahan yang tergenangi air luapan Kali Lamong,,” kata mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik itu. Kondisi genangan air akan cepat surut bila di bagian huli yakni Lamongan dan Mojokerto tidak hujan. “Karena air ini hanya kiriman saja,” katanya.  

Sementara itu, dalam pengamatan wartawan 1minute.id luapan air bah menjadi arena bermain bagi anak-anak. Mereka berenang di air genangan yang menyerupai Telaga dadakan. Sejumlah orang memanfaatkan air banjir untuk membersihkan motor dan memancing. Karena banjir luapan Kali Lamong tahun mendekati tahun politik, sejumlah view “telaga” dadakan “dibanjiri” baliho anggota dewan atau calon anggota dewan. Baliho itu menampilkan senyum manis mereka, sementara rakyat berjalan kaki menerjang banjir. (yad)

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok Selengkapnya

TPA Ngipik Menyerupai Bukit Jadi Habitat  Burung Kuntul Mencari Makan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 250 ton sampah di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik setiap harinya. Sampah rumah tangga yang terdiri plastik, kertas, dan lainnya telah menyerupai bukit. Bukit sampah di tengah kawasan industri di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

MENJELANG SENJA : Ratusan burung Kuntul mencari makan di bukit sampah, TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu 14 Januari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bukit sampah ini tentu mengkhawatirkan bila tidak ditangani secara serius. Bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di dalam area TPA Ngipik. TPST Ngipik sudah beroperasi. Meski, kapasitas pengolahan masih belum maksimal. 

HINGGAP DAN TERBANG : Puluhan ekor burung Kuntul hinggap mencari makan kemudian terbang di TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 14 Januari 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sudah (TPST) sudah beroperasi. Sebagian hasil pengelolaan telah digunakan sebagai pupuk,” kata Ngadi, seorang petugas di TPA Ngipik pada Sabtu, 14 Januari 2023.

BUKIT SAMPAH : Mobil pikap melewati “bukit” sampah di TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 14 Januari 2023 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Keberadaan TPA Ngipik sebagai orang dianggap sebuah berkah. Mereka mengais rezeki memilah dan memilih berbagai jenis sampah. Terutama sampah kertas dan plastik. Puluhan pemulung mengais rezeki di sana. Mereka mengais rezeki bersama dengan ratusan bahkan ribuan ekor burung kuntul. Pemandangan yang menarik di tengah kekhawatiran menumpuknya sampah tersebut. (yad)

TPA Ngipik Menyerupai Bukit Jadi Habitat  Burung Kuntul Mencari Makan Selengkapnya

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis dari berbagai sekolah, pramuka, instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan di Pulau Bawean melakukan aksi sosial pada Kamis, 5 Januari 2023.  Bakti sosial dengan memungut sampah yang “terdampar” di sepanjang pesisir Dusun Labuhan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak. 

Tumpukan sampah itu memanjang hingga 500 meter di pesisir jalan lingkar Bawean itu. Bakti Sosial memungut sampah di dekat bandara Harun Thohir itu melibatkan organisasi kepanduan, Pramuka Penegak dari Madrasah Aliyah (MA) MIDA Kepuh Teluk ; MA Miftahul Ulum, Sukaoneng ; SMP/SMA Islamiyah ; SMP Negeri 1 Tambak dan PKPPS PENABER. Mereka berkolaborasi dengan organisadi perangkat daerah dan pemerintah desa setempat, Koramil dan kepolisian setempat. Serta aktivis Perkumpulan Konservasi Bawean. 

Bakti Sosial dimulai pukul 08.00 WIB. Puluhan siswa telah berkumpul di pesisir Dusun Labuhan yang memiliki pemandangan alam yang bagus itu. Mereka membawa sejumlah perlengkapan untuk memungut sampah yang sebagai besar adalah sampah plastik itu.

Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tambak Hasanuddin mengapresiasi antusiasme aktivis lingkungan membersihkan pesisir pantai Labuhan ini. “Kegiatan ini (bersih-bersih pantai) akan kami agenda secara rutin. Mungkin sebulan sekali,” kata Hasanuddin. 

Sementara itu, perwakilan Perkumpulan Konservasi Bawean Yusra menambahkan,  kegiatan bersih pantai ini, bagian kepedulian bersama dan untuk  mengurangi potensi pencemaran pesisir pantai dan laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir pantai.

“Menjaga kelestarian pesisir pantai Pulau Bawean yang memiliki potensi cukup besar ini, merupakan ruang hidup masyarakat, baik wisata pantai maupun pemanfaatan sumberdaya pesisirnya,” ujarnya. 

Menurut Yusra, tumpukan sampah di pesisir Pantai Labuhan itu adalah akibat dari kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan di lautan. Karena saat ini, cuaca ekstrim, ombak tinggi dan angin kencang membuat sampah itu hanyut dan menumpuk di sepanjang pesisir pantai Labuhan ini. (yad)

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean  Selengkapnya