Waka Polda Jatim : Menjadi Atlet Butuh Perjuangan, Disiplin dan Kerja Keras 

GRESIK,1minute.id – Menciptakan atlet tidak hanya kemauan selain itu adalah disiplin atlet karena proses menjadi atlet adalah perjuangan yang panjang. Apabila atlet tidak disiplin tentunya akan membuat materi dari pelatih tidak bisa diterima serta ketidakdisiplinan akan membuat cidera. 

Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat membuka Kejurprov Bola Voli Indoor Jawa Timur di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Kamis, 1 Desember 2022.

Sebanyak 23 Tim Putra dan 16 Tim Putri, dari 25 kontingen yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur. Kejurprov bola voli berlangsung selama sepekan, mulai 1-7 Desember 2022. Pertandingan pencarian bibit atlet bola voli digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik dan Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP).

“Terima kasih kepada panitia yang telah memberikan wadah atlet sehingga generasi muda bola voli dapat berlatih. Termasuk PT. Petrokimia Gresik dan Bupati Gresik yang telah memberikan tempat untuk berlangsungnya Kejurprov di Gresik,” ujar Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo. 

Jenderal bintang satu itu memberikan pesan kepada atlet agar memanfaatkan Kejurprov tersebut sebagai jalan perjuangan menjadi atlet bola voli di Indonesia. “Atlet bola voli Jawa Timur memberikan kontribusi di timnas sebanyak 60 persen. Karena itu seluruh atlet junior agar terus berjuang untuk menjadi atlet profesional,” harapnya. 

Ketua Pengurus Kabupaten PBVSI Gresik AKBP Moch Nur Azis menambahkan tujuan pelaksanaan Kejurprov Jatim Bola Voli Junior untuk mempererat tali persaudaraan. “Juga mencari bibit bola voli di Jatim, membuat kejuaraan yang rutin bola voli dan menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif,” tegas Azis yang juga Kapolres Gresik ini. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberi pesan kepada atlet kejurprov agar tetap serius dan menjunjung sportivitas serta agar tetap terus berjuang karena perjuangan adalah jalan yang panjang. “Kejurprov juga bertujuan untuk membentengi dari bahaya Narkoba sehingga tunas bangsa tetap terjaga dari bahaya Narkoba,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. (yad)

Waka Polda Jatim : Menjadi Atlet Butuh Perjuangan, Disiplin dan Kerja Keras  Selengkapnya

23 Tahun Ultras Gresik, Bangkit untuk Kejayaan  Gresik United 

GRESIK,1minute.id – Ultras Gresik genap 23 tahun. Anniversary kelompok suporter klub sepakbola Gresik United (GU) itu dipusatkan di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) pada Minggu, 6 November 2022.

SOLO
Seorang suporter, Ultras Gresik mengibarkan bendera sendirian di halaman gedung WEP saat merayakan Anniversary Ultras GR23SIK pada Minggu, 6 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
« dari 4 »

Gedung beratsitektur mirip Keong itu dipenuhi kelompok suporter kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Ulang tahun Ultras G23SIK ini mengusung tema “Charity, Humanity and Respect” berlangsung meriah.  Gedung WEP yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik seakan “diselimuti” puluhan spanduk suporter dengan warna dominan kuning itu.

Ketua Umum Ultras Gresik Thoriqi Fajrin mengatakan bertambahnya usia,dirinya berharap Ultras Gresik tidak bosan mendukung tim Gresik United (GU) dimanapun berlaga. Bahkan, Ultras justru semakin kreatif, inovatif, serta tidak rasis.

“Sebagai suporter setia Gresik United, kami siap mendukung tim ini lolos sampai liga 1 di musim depan,”kata Kaji Ricky- panggilan-Thoriqi Fajrin di WEP pada Minggu, 6 November 2022.

Ia berharap dukungan Ultras Gresik bisa membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di Gresik sepak era Petrokimia Gresik pada 2002 lalu. “Kami ingin sepak bola Gresik bangkit kembali dan menjadi barometer sepak bola nasional,”katanya. (yad)

23 Tahun Ultras Gresik, Bangkit untuk Kejayaan  Gresik United  Selengkapnya

Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Gresik Tertambah, 3 Korban Dirujuk ke RSUD Ibnu Sina, Wabup Gresik Biaya Ditanggung Pemkab 

GRESIK,1minute.id – Warga Gresik menjadi korban tragedi Kanjuruhan, Malang bertambah. Saat yang teridentifikasi berjumlah tiga orang. Korban meninggal Hidayatus Tsaniah, 24, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Korban luka-luka yakni Muhammad Refo Setiawan, 19, warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Dan, Deby Fadhilah. Korban luka terakhir ini adalah mahasiswi asal Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. 

Kabar luka-luka yang dialami oleh Deby Fadhilah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) ini dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Deby, gadis 21 tahun mengalami luka di bagian kaki akibat terinjak-injak suporter lainnya di tribun 14. Selain luka-luka di bagian kaki, Deby mengalami iritasi bagian mata akibat terkena gas airmata. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memastikan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjamin semua biaya pengobatan Deby. Deby sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Kepanjen, Malang. Karena luka-luka yang dialami tidak terlalu parah, sementara jumlah korban tragedi Kanjuruhan, Malang terus mengalir. Deby, mahasiswi semester IX itu kemudian dirawat di rumah warga setempat. 

Awal Deby tidak memberitahu orang tuanya jika menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Ditambah lagi namanya tidak tercantum di daftar nama korban yang berada di posko. Hingga akhirnya dia menelepon keluarganya dalam kondisi kepepet karena sudah dirawat berhari-hari di rumah warga. Pihak keluarga Deby yang ada di Gresik kaget dan langsung menjemput Deby ke Kepanjen, Malang. 

Mengetahui warganya ada yang kembali menjadi korban, Pemkab Gresik langsung bergerak cepat. Membawa Deby menuju RSUD Ibnu Sina Gresik pada Jumat pagi, 7 Oktober 2022. Deby mengalami membengkak di bagian bola mata hingga berwarna gelap karena efek gas air mata. 

“Tadi sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik, Alhamdulilah kondisinya membaik langsung mendapat perawatan intensif di RSUD Ibnu Sina,”ucap Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membesuk Deby di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Jumat, 7 Oktober 2022.

Deby ternyata tidak sendiri, dia bersama kedua temannya yang berasal dari Bawean saat menonton derby Jawa Timur putaran kesebelas BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Kedua temannya bernama Wa Aniya dan Siti Nursakina. Mereka berdua berasal dari Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak. Mereka mengalami luka ringan. Hanya lecet di bagian kaki karena terinjak saat keluar stadion. 

“Semua biaya pengobatan gratis ditanggung Pemkab Gresik,”tegas Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Gresik Tertambah, 3 Korban Dirujuk ke RSUD Ibnu Sina, Wabup Gresik Biaya Ditanggung Pemkab  Selengkapnya

Presiden Kunjungi Stadion Kanjuruhan, Evaluasi Total Tata Kelola Persepakbolaan Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan pada Rabu, 5 Oktober 2022. Kunjungan Presiden untuk mengetahui kondisi stadion yang menjadi home base Arema FC itu. Presiden Jokowi memandang bahwa tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor. 

“Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada, tapi itu saya hanya melihat lapangannya,”ucap Presiden dalam keterangannya kepada awak media di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki secara keseluruhan, baik dalam hal tata kelola pertandingan, stadion, penonton, hingga pengamanan. Presiden juga menambahkan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki tata kelola tersebut.

“Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya, baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya,”tegasnya.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Kita tahu telah dibentuk tim gabungan independen pencari fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang,”ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa tim gabungan tersebut nantinya akan mengumpulkan fakta dan segala informasi dari berbagai pihak untuk kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Tim akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan adalah dari Kementerian PU, tetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan,” lanjutnya. 

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat peninjauan yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang Sanusi, dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.

Untuk diketahui pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang. Tim diketuai oleh Menko Polhukam Mahfud M.D, Wakil Ketua Zainudin Amali (Menpora) dan Sekretaris Nur Rachman, mantan Jampidum/mantan Dep III Kemenko Polhukam. 

Tim pencari fakta ini beranggotakan sepuluh orang. Yakni, Rhenald Kasali (Akademisi Universitas Indonesia); Sumaryanto (Rektor UNY); Akmal Marhali (Pengamat Olahraga/ Koordinator Save Our Soccer) ; Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga-Harian Kompas) dan Nugroho Setiawan (Mantan pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA). 

Berikutnya, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (Mantan Kepala BNPB); Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum I KONI); Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat) dan Laode M Syarif (Kemitraan/eks pimpinan KPK) serta Kurniawan Dwi Yulianto (Mantan pemain tim nasional sepak bola). “Tim ini bekerja dalam waku dua minggu dan paling lama satu bulan,” kata Mahfud dalam konferensi pers daring pada Senin, 3 Oktober 2022. 

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan Malang mengakibatkan 125 orang meninggal. Ratusan korban itu pascaderby Jawa Timur pekan kesebelas BRI Liga 1 antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya berakhir 2 – 3. 

Sementara itu, melansir detiknews jumlah korban tragedi Kanjuruhan terus bertambah.  Total korban jiwa tragedi Kanjuruhan terkini tercatat sebanyak 131 orang tersebar di rumah sakit pemerintah dan swasta. (yad)

Presiden Kunjungi Stadion Kanjuruhan, Evaluasi Total Tata Kelola Persepakbolaan Indonesia  Selengkapnya

Kapolri Copot 9 Anggota, Imbas Tragedi Kanjuruhan

GRESIK,1minute.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot sembilan anggota karena diduga melakukan penembakan gas air mata kepada penonton. 

Sembilan polisi itu di antaranya ada yang bertugas sebagai Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi (Danki), hingga Komandan Peleton (Danton) Brimob Polda Jatim. Keputusan Kapolda Jatim itu disampaikan oleh Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri saat berada di Polres Malang pada Senin, 3 Oktober 2022. 

Selain mencopot sembilan anggota, imbuh Dedi, tim kepolisian juga memeriksa 28 anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dalam insiden di Stadion Kanjuruhan Malang. Ini termasuk sembilan orang yang dicopot Kapolri.

“Hasil pemeriksaan Inspektorat Pengawasan Umum Polri ada 28 orang diduga melanggar Kode Etik Polri,” ujar Dedi, Kadiv Humas Polri tersebut dilansir dari suarasurabaya.net pada Senin, 3 Oktober 2022. Dedi  juga menyampaikan progres pemeriksaan terhadap 20 orang saksi terkait insiden di stadion yang menelan ratusan korban.

Dari hasil pemeriksaan tersebut polisi menerapkan Pasal 359 dan 360 KUHP, dan sudah melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu tim kepolisian menaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. “Untuk penetapan tersangkanya besok akan kami sampaikan lebih lanjut setelah proses penyidikan,”ungkapnya.

Sebagai informasi, Tim Investigasi Polri pada Senin, 3 Oktober 2022 telah melalukan pemeriksaan terhadap Direktur Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua PSSI Jatim, Ketua Panpel Arema dan Kadispora Provinsi Jatim. Berikut ini daftar nama Danyon, Danki, serta Danton Brimob Polda Jatim yang dicopot:

1. AKBP Agus Waluyo, Danyon

2. AKP Hasdarmawan, Danki

3. AKP Untung Sudjadi, Danki 

4. AKP Nanang Pitrianto, Danton

5. AKP Danang Sasongko, Danton 

6. Aiptu M Solihin, Danton 

7. Aiptu M Samsul, Danton

8. Aiptu Ari Dwinanto, Danton 

9. Aiptu Budi Purnanto, Danton 

Sementara itu, pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang. Tim diketuai oleh Menko Polhukam Mahfud M.D, Wakil Ketua Zainudin Amali (Menpora) dan Sekretaris Nur Rachman, mantan Jampidum/mantan Dep III Kemenko Polhukam. Tim pencari fakta ini beranggotakan sepuluh orang. Yakni, Rhenald Kasali (Akademisi Universitas Indonesia); Sumaryanto (Rektor UNY); Akmal Marhali (Pengamat Olahraga/Koordinator Save Our Soccer) ; Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga-Harian Kompas) dan Nugroho Setiawan (Mantan pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA).

Berikutnya, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (Mantan Kepala BNPB); Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum I KONI); Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat) dan Laode M Syarif (Kemitraan/eks pimpinan KPK) serta Kurniawan Dwi Yulianto (Mantan pemain tim nasional sepak bola).

“Tim ini bekerja dalam waku dua minggu dan paling lama satu bulan,” kata Mahfud dalam konferensi pers daring pada Senin, 3 Oktober 2022. 

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan Malang mengakibatkan 125 orang meninggal. Ratusan korban itu pascaderby Jawa Timur pekan kesebelas BRI Liga 1 antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya berakhir 2 : 3 pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Presiden Joko Widodo memerintahkan mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan dan menghentikan sisa pertandingan sampai batas waktu tidak ditentukan. (yad)

Kapolri Copot 9 Anggota, Imbas Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya

Ultras Gresik Doa Bersama, Semoga Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang Lagi 

GRESIK,1minute.id – Ratusan Ultras Gresik, suporter Gresik United menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang di Stadion Gelora Joko Samudro pada Senin malam, 3 Oktober 2022.

Untuk doa bersama ini, mereka tidak memakai jersey warna kuning yang biasa digunakan saat mendukung kesebelasan kebanggaan arek-arek Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yakni Gresik United. Akan tetapi, ratusan Ultras Gresik itu memakai kostum hitam sebagai simbol bergabung meninggal ratusan suporter Arema FC, Aremania dalam tragedi Kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

BELA SUNGKAWA
Suporter Ultras Gresik dalam doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang di Stadion Gelora Joko Samudro pada Senin malam, 3 Oktober 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
« dari 6 »

Tampak hadir ditengah ratusan suporter Ultras Gresik itu, diantaranya Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis. Suasana Stadion G-JOS seakan ikut merasakan kesedihan yang dialami para korban meninggal. Beberapa diantaranya pun menangis. Mereka berharap tragedi memilukan itu tidak lagi terjadi di bumi Indonesia. Begini suasana doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang di Stadion Gelora Joko Samudro pada Senin malam, 3 Oktober 2022 ( Foto-foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ultras Gresik Doa Bersama, Semoga Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang Lagi  Selengkapnya

Duka Tragedi Kanjuruhan, Petrokimia Gresik dan 4 Besar PGFC 2022 Tidak Lanjutkan Pertandingan, Olimpisme Nomor Satu

GRESIK,1minute.id – Sepak Bola Indonesia berduka. Tragedi Kanjuruhan, Malang menewaskan ratusan suporter usai laga BRI Liga 1 dalam derby Jawa Timur, Arema F.C versus Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. 

Sebagai bentuk belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Petrokimia Gresik bersama empat besar peserta Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2022 sepakat untuk tidak melanjutkan pertandingan. Seluruh pemain maupun suporter yang telah hadir di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur mengheningkan cipta dan mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai bentuk duka cita.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang sepakat tidak melanjutkan pertandingan. Menurutnya, ini merupakan implementasi dari semangat olimpisme yang berhasil ditanam pada setiap pemain dan suporter.

“Keberhasilan PGFC tidak sebatas mencetak atlet-atlet berprestasi. Tapi juga membangun semangat olimpisme, yaitu bersikap sportif, saling menghargai, saling menghormati, menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun perdamaian dunia. Sepak bola dan futsal harus menjadi pemersatu,”ujar Dwi Satriyo.

Ia menambahkan jika Petrokimia Gresik, bersama dengan seluruh peserta dan suporter PGFC 2022 turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka yang mendalam atas korban dari insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bisa lebih baik lagi.

Senada, Ketua Umum PSSI Gresik Rofiq mengapresiasi atas empati yang diberikan Petrokimia Gresik beserta para pemain PGFC, yang kemudian melahirkan juara bersama.

“Pelaksanaan event ini sukses. Poin pentingnya adalah empati atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Saya berharap, kejadian di Kanjuruhan itu benar-benar yang terakhir. Satu nyawa tidak bisa ditukar dengan cabang olahraga apapun,“ujarnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum (Waketum) 4 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik Mindo Siahaan yang turut hadir dalam closing PGFC 2022 menilai kesepakatan ini tepat. Apalagi kejadiannya berada di Jawa Timur.

“Semua pasti ada hikmahnya. Tapi ini tidak boleh mengendorkan semangat sepak bola dan futsal di Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Gresik,”ujarnya.

Petrokimia Gresik sendiri telah empat kali menggelar PGFC sejak 2014 hingga 2017, dan tahun ini di momen golden anniversary Petrokimia Gresik, PGFC ke-5 kembali dihadirkan untuk memperbanyak sarana bagi talenta futsal dalam meraih prestasi.

Sedangkan, Kapten Tim Futsal SMA Negeri 1 Gresik Muhammad Iqbal mengaku pihaknya sepakat menerapkan kemenangan bersama. Sebagai kompensasi, SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Antartika Sidoarjo yang lolos ke babak final, keduanya ditetapkan sebagai Juara I. Sedangkan SMA Negeri 3 Sidoarjo dan SMA Negeri 1 Manyar keduanya juga diputuskan menjadi Juara 3.

“Menang bukan segala-galanya, tidak ada pertandingan sepak bola ataupun futsal yang sebanding dengan nyawa. Untuk itu, seluruh Tim sepakat untuk menang bersama,”ujarnya.

Adapun masing-masing Juara I mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta, sedangkan setiap Juara III memperoleh hadiah Rp 5 juta. Sedangkan suporter Terbaik I hingga III juga mendapatkan apresiasi masing-masing Rp6 juta, Rp5 juta dan Rp3 juta. Adapun total hadiah untuk 12 kategori mencapai Rp 54,5 juta. (yad)

Duka Tragedi Kanjuruhan, Petrokimia Gresik dan 4 Besar PGFC 2022 Tidak Lanjutkan Pertandingan, Olimpisme Nomor Satu Selengkapnya

Satu Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Korban Hidayatus Tsaniah 

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Hidayatus Tsaniah, 24, di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 2 Oktober 2022. Ratusan warga terus mengalir ke rumah bercat warna hijau itu. Warga mendatangi rumah itu untuk bertakziyah. 

Tidak hanya warga, teman almarhumah di Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan juga berdatangan untuk memberikan doa kepada Hidayatus Tsaniah. Ucapan duka juga disebarkan melalui WhatsApp berbunyi  Inalillahi wa Inalillahi rojiun. Keluarga Besar YPP Mamba’ul Ihsan Banyuurip, Ujungpangkah turut berduka cita dan belasungkawa atas wafatnya Hidayatus Tsaniah, alumni Ponpes Mamba’ul Ihsan.

Hidayatus Tsaniah, satu dari ratusan korban meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Hidayatus Tsaniah yang telah menyelesaikan program studi pendidikan guru di Universitas Islam Malang (Unisma) itu menonton derby Jawa Timur antara Arema F.C menjamu Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2022/2023. Ia bersama teman.

UCAPAN DUKA CITA: Keluarga Besar YPP Mamba’ul Ihsan mengucapkan duka cita meninggalnya Hidayatus Tsaniah dalam jejaring WhatsApp (Foto : istimewa)

Perangkat Desa Banyuurip Mohammad Khizam membenarkan ada salah satu warganya meninggal karena tragedi kerusuhan di Kanjuruhan, Malang. “Oh nggeh, jenazah sampai Gresik di rumah duka jam 07.30 WIB,”ujarnya kepada wartawan pada Minggu, 2 Oktober 2022. Jenazah Hidayatus Tsaniah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, karena permintaan keluarga. 

“Kami sediakan mobil ambulans,  bakda dzuhur nanti akan dimakamkan di Pangkahkulon,” ujarnya. Khizam menerangkan, pemerintah desa mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Hidayatus. Dia merupakan anak dari tokoh masyarakat desa setempat.

“Kami mengucapkan berbelasungkawa, semoga Allah SWT, mengampuni khilaf dan dosa saudara kita, Almarhumah yang telah berpulang,”imbuhnya.

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 itu  berakhir ricuh seusai laga. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah. “PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,”kata Iriawan dilansir dari laman PSSI. (yad)

Satu Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Korban Hidayatus Tsaniah  Selengkapnya

Sepak Bola Indonesia Berduka, LIB Putuskan Hentikan Liga 1 Sepekan

GRESIK,1minute.id  – Sepak bola Indonesia berduka. Laga pekan kesebelas antara Arema F.C versus Persebaya Surabaya berakhir ricuh. Dikabarkan banyak korban jiwa dan luka dalam kerusuhan berawal yang diduga atas ketidakpuasan suporter, Arema F.C ditekuk  Persebaya dengan skor 2 : 3 di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Tiga gol Persebaya Surabaya diciptakan oleh Juninho pada menit kedelapan; Leo Lelis (33′) dan Sho Yamamoto (51′). Sedangkan, gol  Arema FC dilesakkan oleh Camara menit ke-42 den 45+2.

Kekalahan itu membuat suporter yang diduga pendukung Aremania “menyerbu” masuk lapangan. Tidak diketahui secara pasti siapa kali pertama oknum suporter yang memasuki lapangan hijau hingga memicu suporter lainnya turun gunung dari tribun menuju lapangan. Kericuhan terjadi di lapangan. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. 

Situasi kericuhan belum meredam. Bahkan, situasi semakin tidak terkendali. Suporter semburat berusaha menyelamatkan diri. Mereka berebut keluar stadion lebih dulu. Akibatnya, saling dorong, saling injak antarpenonton.  Korban berjatuhan. Belum ada data resmi dari pihak terkait tentang jumlah korban meninggal maupun luka-luka dalam tragedi bertepatan Hari Kesaktian Pancasila itu. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober.

Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya menyampaikan duka mendalam tragedi Kanjuruan itu. “Saya atasnama Coach Persebaya Surabaya mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggal sejumlah suporter di Stadion Kanjuruan,”kata Aji Santoso mengutip dari Elshinta News pada Minggu pagi, 2 Oktober 2022.

Aji Santoso berharap tragedi memilukan ini, tidak terulang lagi ke depannya. “Karena harga nyawa lebih murah dari sepakbola,”imbuhnya. Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru, operator Liga 1 memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi selama sepekan. “Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut,”kata Akhmad Hadian Lukita, 2 Oktober 2022.

“Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,”imbuh Hadian. Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda sepekan Liga 1 itu telah mendapat rekomendasi dari petinggi PSSI. “Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,”ujar Hadian. (yad)

Sepak Bola Indonesia Berduka, LIB Putuskan Hentikan Liga 1 Sepekan Selengkapnya

Gresik United Akhiri Paceklik, Libas Persipa 2-0

GRESIK,1minute.id – Gresik United mengakhiri pacekik kemenangan. Tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu menekuk Persipa, Pati dengan skor 2 : 0 di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) Gresik pada Selasa malam, 27 September 2022.

Dicky Kurniawan mencetak gol dari kotak pinalti di menit ketiga. Gol kedua, tim asuhan Gomes de Oliveira itu diceploskan oleh I Gede Sukadana setelah turun minum babak pertama atawa menit ke-73. Kemenangan kesebelasan kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disambut suka cita oleh Ultras Gresik, suporter setia Gresik United. 

Kemenangan kali pertama dalam 6 kali bertanding (sekali menang, 4 kali seri dan sekali kalah) bagai oase bagi pemain maupun suporter, Gresik United. 

Asisten Pelatih Gresik United Andik Ardiansyah berulang kali mengucapkan syukur atas kemenangan tersebut. Selain itu, Andik juga memuji skuad Gresik United yang berjuang all out. “Saya apresiasi perjuangan pemain yang memiliki semangat untuk berjuang bisa menang. Mereka juga bermain sesuai dengan instruksi pelatih. Ini adalah kesuksesan pemain yang kita harapkan,”kata Andik Ardiansyah usai pertandingan. 

Sementara itu, Pelatih Persipa Nazal Mustofa merasa wasit berat sebelah, menguntungkan tim tuan rumah,  Gresik United. “Banyak putusan wasit yang konyol membuat mental pemain kami yang muda-muda langsung down,”katanya. Namun, Nazal pemain kembali semangat pada babak kedua. Tendangan bebas I Gede Sukadana pada menit ke-73 kembali meruntuhkan mental pemain. 

“Ini kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit,”kata Nazal. Selain itu, Nazal juga memberikan apresiasi kepada Gresik United. “Gresik United kedepan harus terus menang. Saya salut, selamat untuk Gresik United,”tegasnya. (yad)

Gresik United Akhiri Paceklik, Libas Persipa 2-0 Selengkapnya