Malam Selawe , Tradisi Sunan Giri yang Religi dan Pengerak Ekonomi UMKM 

GRESIK,1minute.id – Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Tradisi malam selawe (malam 25 Ramadan) di kawasan wisata religi Sunan Giri kembali menggelar. Tradisi turun temurun peninggalan Sunan Giri, salah satu penggerak ekonomi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghabiskan malam 25 Ramadan di Bukit Giri itu. Bupati berusia 36 tahun ini berziarah ke makam Waliyullah itu. Setelah berdoa , Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang berziarah memakai sarung, baju takwa (Koko) dan kopiyah kaji warna putih bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis itu berkeliling menyapa warga dan penjual mengais rezeki dari berkah malam selawe itu.

Dalam pengamatan 1minute.id ratusan orang bahkan ribuan tumplek-blek sepanjang jalan Sunan Giri. Jalan Kabupaten sepanjang 2-3 kilometer itu ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Roda 2 dan 4. Jalan ditutup mulai simpang empat sejak pukul 18.00. Sejumlah tempat parkir dadakan yang dikelola warga sekitar kebanjiran rezeki parkir. Warga yang hendak berziarah, belanja atau sekadar jalan menghabis salah satu malam ganjil di bulan suci Ramadan harus jalan kaki.

“Malem selawe di wisata religi Sunan Giri ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mereka para pedagang memanfaatkan momentum malem selawe ini untuk berjualan. Dari mulai kuliner, mainan anak hingga fashion,”kata Gus Yani pada Selasa malam, 26 April 2022.

Gus Yani bersyukur, bahwa tradisi ini dapat digelar kembali sehingga memberi angin segar bagi masyarakat pedagang terutama pelaku UMKM sehingga ekonominya kembali meningkat. “Alhamdulillah masyarakat Gresik terutama pedagang dapat kembali menikmati tradisi malem selawe di wisata religi Sunan Giri. Tentu ini berdampak positif bagi pedagang terutama pelaku umkm, ekonominya berangsur pulih dan meningkat,”katanya. 

Ia berharap, tradisi tahunan ini dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Sebab menurutnya, dari tradisi ini, masyarakat mendapat dua manfaat sekaligus. “Pertama adalah mengasah spiritualitas dan yang kedua adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,”bebernya. 

Selain malam Selawe Ramadan. Ada dua tradisi yang berumur ratusan tahun masih dilestarikan warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.  Dua tradisi Ramadan itu, ada Sanggring Kolak Ayam diperingati setiap malam 23 Ramadan serta Pasar dan Lelang Bandeng. Tahun ini, Pemkab Gresik menggelar Pasar dan Lelang Bandeng mulai 28 sampai 30 April 2022. (yad)

Malam Selawe , Tradisi Sunan Giri yang Religi dan Pengerak Ekonomi UMKM  Selengkapnya

Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu

GRESIK,1minute.id –  Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Masjid Jamik Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terasa lebih meriah pada Minggu, 24 April 2022.

Sebab, tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) memasuki ke-497 Tahun digelar setiap 23 Ramadan ini terbuka untuk umum. Selama 2 tahun, tradisi dilakukan secara terbatas karena pandemi Covid-19. Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya kaum Adam itu hanya membagikan kepada masyarakat desa setempat. 

Namun, tahun ini Sanggring Kolak Ayam terbuka untuk umum.  “Tadi kami menyediakan 543 porsi (piring,)”kata Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 Didik Wahyudi pada Minggu, 24 April 2022. Ia menyebutkan setiap porsi bisa dikonsumsi 20-an orang. “Jadi untuk tamu kami sediakan 3 ribu orang,”imbuhnya. 

Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter.Tradisi turun temurun ini, salah satu momen yang dinantikan masyarakat Gresik maupun luar Kabupaten Gresik.  Sebab, tradisi ini digelar setahun sekali. Tepatnya setiap 23 Ramadan. 

Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelarian Sunan Dalem di Desa Gumeno. Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.

KAUM ADAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya Kaum Adam menyiapkan masakan untuk Warga setempat dan tamu pada Minggu, 24 April 2022 ( FOTO : Panitia Sanggring Kolak Ayam for 1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibangun pada 1539 M atau 946 Hijriah.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu Selengkapnya

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya

GRESIK,1minute.id – Hati Muhammad Amanatullah berbunga-bunga. Pelukis yang lahir dengan tubuh pendek itu bisa bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 20 April 2022. Aam-sapaan-Muhammad Amanatullah pun menyerahkan karya lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia itu saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Baru Gresik (PBG). 

Kehadiran anggota AMFPA (Association Mouth and Foot Painting Artists/perkumpulan seni lukis kaki dan mulut) bermarkas di Eropa itu atas undangan Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. “Alhamdulillah besok (Kamis,Red) saya di undang Dinsos Gresik tepatnya di Pasar Gresik. Sda pak Jokowi (Presiden),”kata Aam dalam pesan WhatsApp kepada 1minute.id pada Rabu, 19 April 2022.

Pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 diminta untuk menyerahkan lukisannya kepada mantan Wali Kota Surakarta itu. Selama dua hari, sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu nyaris tidak bisa tidur nyenyak. Deg-degan karena bakal bertemu dengan Presiden Jokowi. 

“Perasaan sangat senang sekali bisa bertemu bapak Jokowi. Ini momen yang sangat istimewa bagi sejarah hidup saya,”kata dengan tersenyum bangga dan senang. 

Aam butuh waktu hitungan hari untuk bisa menyelesaikan lukisan wajah Presiden Jokowi memakai jas warna hitam, baju warna putih dan memakai kopyah warna hitam itu. Jokowi terlihat tersenyum.  Lukisan wajah diatas kanvas menggunakan cat akrilik begitu apik. “Pak Presiden tersenyum. Dan ucapan terima kasih,”ucapnya. 

KARYA MUHAMMAD AMANATULLAH: Lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo karya Aam, Pelukis Difabel dari Gresik (FOTO: Muhammad Amanatullah for 1minute.id)

Aam pemuda multitalenta. Ia terlahir dengan tubuh pendek. Kedua tangan dan kaki pendek. Namun, pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 itu tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia pemuda multitalenta. Mengajar ngaji bagi anak-anak di tempat pendidikan Alquran (TPQ) di kampung di Jalan RA Kartini Gang XVI Nomor 21, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Melukis dan sesekali tampil sebagai motivator secara hybrit maupun dalam jaringan (daring). Aam, panggilan akrabnya, menjadi motivator di sejumlah pertemuan di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain, di Universitas Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat Aam kuliah di Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Ditemani sepeda roda tiga buatan orang tuanya, Aam tampil percaya diri. Sepeda tanpa mesin. Roda sepeda bergerak dengan dorongan dua kaki Aam yang pendek itu. Sepeda itu bergerak. “Kali terakhir Saya tampil sebagai motivator melalui zoom bersama dengan kumpulan mahasiswa Nusantara,”kata Aam dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Selasa, 21 Februari 2022.

Keterbasatan fisik tidak membuat alumnus SMP Negeri 4 Gresik itu terhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, Aam , pemuda multitalenta. Ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan orang lainnya. 

Aam, memiliki keahlian melukis. Ia melukis dengan kakinya. Sejak 2016, Aam tergabung di dalam perkumpulan seni lukis kaki dan mulut bermarkas di Eropa. Namanya, AMFPA ( Associationof Mouth and Foot Painting Artists). “Saya satu-satunya pelukis asal Gresik yang tergabung di AMFPA,”kata Aam. 

Ditengah kesibukan itu, Aam tetap bisa menyelesaikan studinya di Jurusan PGSD UMG. Pada 25 Maret 2022  menyandang gelar sarjana. Gelar sarjana menjadi impian Aam selepas lulus di SMA Semen Gresik. Namun, kondisi keuangan keluarga membuat ia menunda meraih mimpinya itu. Ia terus berkarya serta mengajar melukis anak-anak berkebutuhan khusus di UMG. “Alhamdulillah, ada dua orang donatur yang membiayai saya sampai lulus ini,”,ungkapan dengan mengucap rasa syukur berulangkali.

Kini, Aam berusaha mewujudkan mimpinya memiliki galeri seni lukis. “Masih belum teralisasi. Lukisan belum banyak juga. Di rumah juga tidak ada tempat ,”katanya. (yad)

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya Selengkapnya

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis

GRESIK,1minute.id –  Jelang lebaran 1443 H sekaligus menyongsong Golden Anniversary bulan Juli mendatang, Petrokimia Gresik membagikan 8.600 paket sembako senilai Rp 700 juta untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan pada Rabu, 20 April 2022.  Uniknya, penerima bantuan wajib mengumpulkan sampah plastik di lingkungannya untuk ditukar dengan sembako secara gratis.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Balai Desa Roomo menjelaskan bahwa, program ini sekaligus menjadi wujud peringatan Hari Bumi, diperingati setiap 22 April.  “Dalam hal ini, kami tidak hanya memberikan bantuan sembako secara cuma-cuma, tapi juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah plastik, sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat ganda,” ujar Dwi Satriyo.

 Melalui program ini, para penerima bantuan harus menukar lima sampah botol plastik untuk setiap paket sembako. Sampah plastik yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh Bank Sampah binaan Petrokimia Gresik di masing-masing wilayah.

 Lebih lanjut, Dwi Satriyo mengungkapkan capaian Propernas Emas yang diraih Petrokimia Gresik akhir tahun lalu menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan. Dimana program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini menjadi salah satu implementasinya.

 “Ini merupakan aksi kecil, namun kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan 3R yakni Reuse (menggunakan kembali),  Reduce  (mengurangi), dan Rescycle (mendaur ulang) sampah yang masih dapat didayagunakan,”tandas Dwi Satriyo.

 Sementara itu, setiap paket sembako yang dibagikan terdiri dari 3 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mi instan. Bantuan tersebut dibagikan untuk masyarakat Ngipik (495 paket), Sukorame (925 paket), Karangturi (930 paket), Karangpoh (875 paket), Tlogopojok (1.500 paket), Kroman (875 paket), Lumpur (1.500 paket) dan Desa Roomo (1.500 paket).

 Di tempat yang sama, Kepala Desa Roomo, Rusdiyanto mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat dan lingkungan yang ada di Desa Roomo. Menurutnya, Program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini sejalan dengan program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

 “Semoga bantuan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Karena pengelolaan sampah yang tepat itu harus dimulai dari lingkup keluarga,” ujarnya.

Ditemui terpisah, salah satu penerima bantuan, Musidah mengaku lebih termotivasi untuk mengelola sampah plastik setelah mengikuti program ini. Menurutnya, disamping melestarikan lingkungan, manfaat ekonomis yang diperoleh dengan mengelola sampah secara tepat juga cukup besar. “Saya berharap program ini bisa terus berlangsung tiap tahunnya. Sehingga kami bersama keluarga lainnya semakin termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan” ujar Musidah.

 Sebelumnya, menjelang Ramadan tahun ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan senilai Rp 612 juta untuk 85 masjid dan musala, serta 50 pondok pesantren dan panti asuhan di sekitar perusahaan. Selanjutnya, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Petrokimia Gresik juga telah menyalurkan bantuan kepada 1.486 mustahik yang ada di sekitar perusahaan senilai Rp 278,35 juta. 

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan maupun charity. “Kemajuan perusahaan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dan wujudkan melalui berbagai program, khususnya menjelang peringatan 50 tahun perusahaan tahun ini,” pungkas Dwi Satriyo.(yad)

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis Selengkapnya

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam

GRESIK,1minute.id –  Panitia Sanggring Kolak Ayam mematangkan kegiatan tahunan. Kegiatan tahunan setiap 23 Ramadan. Tahun ini, Sanggring Kolak Ayam ke-497 akan digelar pada Ahad, 24 April 2022. Tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini diprediksi bakal lebih ramai dibandingkan dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Selama dua tahun pengunjung tradisi yang nyaris menyentuh 5 abad ini dibatasi bertujuan mencegah persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, Kolak Ayam hanya dibagikan kepada warga Desa setempat. “Tahun ini untuk umum. Tetapi, tetapi mematuhi protokol kesehatan,”kata Didik Wahyudi, salah satu panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 dikonfirmasi 1minute.id pada Ahad, 17 April 2022.

Tahun ini, panitia akan memasak 530 porsi Kolak Ayam. “Satu porsi bisa untuk 20 orang sampai 25 orang,”terang Didik.  Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter. “Kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu,”katanya. Dua tahun belakangan panitia menyediakan 250 porsi sampai 350 porsi. Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

KOLAK AYAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam melayani warga menu Kolak Ayam sebelum mendapatkan kuah dengan wadah ember pada peringatan.( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.  Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem  mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi 

BANYUWANGI,1minute.id – Pemerintah membuka kran mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi. Kesempatan bagi pengelola wisata untuk menarik wisatawan setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik lebaran karena pandemi.  Pengelola destinasi wisatawan berlomba menarik wisatawan. Kalau Anda belum  punya agenda mlaku-mlaku mengunjungidestinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur bisa mengunjungi Kampung Osing dan Bangsring Underwater. Dua destinasi ini menawarkan sensasi dan cerita berbeda. 

1. Bangsring Underwater    

BERCENGKRAMAH : Wartawan 1minute.id ketika melakukan snorkeling di Bangsring Underwater, Banyuwangi pada Jumat, 18 Maret 2022 (Foto for 1minute.id)

Destinasi wisata ini lokasinya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.  Bangsring Underwater (Bunder) adalah wana wisata. Wisata buatan yang melestarikan biota laut sehingga menjadi tempat snorkeling yang menyajikan sensasi pberbeda. Pengunjung bisa bermain dan seakan bisa “bercengkrama” dengan biota laut.

Ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran yang setia menyapa penyelam yang membawa makanan. Apa makanan Ikan di Bunder? Ikan dibawah Rumah terapung sekitar 300 meteran dari bibir pantai sangat menyukai roti. Sejenis roti tawar. Roti itu cukup di genggam ketika wisatawan melakukan snorkeling. Sedikit demi sedikit roti disebar ratusan bahkan ribuan jenis ikan mendatangi. Ikan-ikan itu seakan mengajak penyelam bercengkramah. Suatu sensasi menyenangkan.     

Penyelam bisa mengabadikan kegiatan di dalam pantai itu menggunakan kamera bawah laut atau menggunakan bantuan pemandu wisata. Destinasi Bunder Banyuwangi  menjadi tempat alternatif berkunjung kembali berada di Banyuwangi. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang bisa menikmati pemandangan bawah laut di Bunder ini. Tentu harus memakai pelampung dan pemandu wisata.      Ditempat ini wisatawan bisa juga memesan degan atau makan. Wisatawan merasa dimanjakan disini.

SPOTFOTO : Salah satu spotfoto di Bangsring Underwater pada Jumat, 18 Maret 2022 ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Wartawan 1minute.id telah mengunjungi  Bunder  sebelum Ramadan 1443 Hijriah, tepatnya. 18-19 Maret 2022. Tiba lokasi sekitar pukul 08.30. Pagi itu, Bunder masih lengang. Sinar matahari tidak terlalu menyengat. Air pantai sangat jernih. Setelah ganti sewa pelampung kemudian naik perahu 5 menit menuju rumah terapung tempat snorkeling. Potensi Bunder sebenarnya dimiliki di Kabupaten Gresik. Tepatnya, di Pulau Bawean. Biota laut juga elok.  Seperti Pantai Noko Selayar, tempat favorit bagi penggemar snorkeling. (bersambung/yad)

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi  Selengkapnya

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di setiap masjid dan musala di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal bulan suci Ramadan.  Anak-anak khusyuk Salat. Salat rawatib maupun Salat sunah.  Salat Tarawih, misalnya. 

Bocah-bocah polos itu ada yang didampingi orang tuanya. Ada juga tanpa didampingi orang tua ketika Salat.  Nah, pemandangan beda dari hari biasanya sebelum bulan puasa adalah ketika Salat anak-anak itu menenteng sebuah buku. “Tugas dari sekolah. Minta tanda tangan imam Salat Tarawih,”ujar Muhammad Rifky pada Jumat, 8 April 2022. 

TANDA TANGAN IMAM SALAT : Sejumlah siswa sekolah dasar meminta tanda tangan imam masjid usai Salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Gresik pada Jumat, 8 April 2022 ( FOTO:

Apa saja isi buku yang dibawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) itu? Lembar buku itu isinya tentang kegiatan harian siswa selama bulan puasa. Diantara, siswa harus menuliskan kegiatan Ramadan mulai hari ke-1 sampai hari ke-30. Selama sebulan, berapa kali khatam alquran, amalan istimewa sampai tentang sahur. Semuanya diisi sendiri.

Sehingga siswa belajar tentang kejujuran. Untuk aktivitas Salat berjamaah siswa harus meminta tanda tangan imam. Begitu Salat selesai anak-anak bersemangat “berburu” tanda tangan imam. Pemandangan itu bisa terlihat di Masjid Agung Gresik usai Salat Tarawih. (yad)

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam Selengkapnya

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung 

GRESIK,1minute.id – Forum Masyarakat Pecinta Keberagaman (Formagam), GusDurian dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gresik turun ke jalan pada Kamis, 7 April 2022. Mereka blusukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik.

Kehadiran anggota komunitas itu untuk memberikan bantuan sembako kepada para pemulung yang mengais rezeki di TPA berlokasi di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan Gresik itu. Baksos di bulan suci Ramadaan ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Asisten Bidang Kesra Suyono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

Sebanyak 250 paket sembako yang dibagikan kepada para pemulung dan petugas kebersihan yang dibagikan oleh komunitas lintas agama dan organisasi kemasyarakatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan peduli kemanusiaan. “Kegiatan ini sangat menginspirasi sekali. Selain sebagai sarana membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan sebagai ajang silaturrahmi, kegiatan ini juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama yang kuat. Kita lihat, saudara kita ada yang dari Persatuan Gereja, Formagam dan dari organisasi lainnya,”puji Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani berharap semoga bantuan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua Formagam Gresik Joko Pratomo mengatakan, kegiatan ini inisiasi jaringan GusDurian setiap Ramadan. “Jika, sebelum pandemi Jaringan GUSDURian menggelar kegiatan sahur bersama secara offline. Kini, kegiatan baksos tersebut salah satu media untuk menyapa dan bersilaturahmi GUSDURian dan jaringan lintas iman kepada kelompok marginal,” ujarnya. 

Kegiatan baksos merupakan kegiatan rutin yang digelar Jaringan GusDurian melalui komunitas di setiap kabupaten/kota. Dimana, dengan adanya kegiatan tersebut saling gotong royong untuk membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan. Bakti sosial ini merupakan bentuk kolaborasi antara Gusdurian Gresik, Formagam, PGI yang didukung oleh Food Cycle, GusDurian Peduli, Pattiro Gresik, Sapta Darma, PSMTI, FGKS, PP. Internasional Al Illiyin. (yad)

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung  Selengkapnya

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang

GRESIK,1minute.id – Umar Buang, 34, bisa menghirup udara bebas pada Jumat, 1 April 2022. Tersangka pencurian smartphone dan uang Rp 92 ribu bebas dari jeratan hukum sebelum proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Pemuda tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu bisa menjalankan puasa Ramadan bersama neneknya, Munarsih, 72 tahun. Puasa Ramadan memasuki hari kedua pada Senin, 4 April 2022 ini menjadi berkah Buang. Ia bisa bebas karena mendapatkan restorative justice (RJ) dari Kejari Gresik. Pemberian RJ untuk kali pertama ini disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Buang tidak menyangka bisa bebas dari jeratan hukum. Barang bukti dan kesaksian sudah lengkap. Sangat sulit bisa lolos dari jeratan hukum. Namun, bila Sang Khaliq menghendaki semua bisa terjadi. Kurniawan, korban yang tinggal di Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar memberikan ampunan. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace menyetujui pemberian RJ sesuai dengan kebijakan Kejaksaan Agung (Kejagung) sehingga proses pembebasan berjalan lancar. 

Untuk diketahui, Maria Grace adalah jaksa yang baru mualaf. Begitu mendapatkan penugasan di Kejari Gresik, Maria Grace memutuskan untuk berhijab. Saat Buang dibebaskan dan dipertemukan dengan neneknya, mata Maria Grace terlihat berkaca-kaca menahan haru. Ia menutupi wajahnya dengan kain hijabnya.

Tidak semua tersangka bisa mendapatkan “keistimewaan” seperti Buang. Terbebas dari jeratan hukum sebelum disidangkan. “Ini berkah Ramadan,”kata Kajari Gresik Muhamad Hamda pada Jumat, 1 April 2022. Menurut Muhamad Hamda, proses untuk mendapatkan RJ cukup panjang. Sebelumnya jaksa penuntut melakukan gelar perkara dengan seksi pidana umum untuk melakukan kajian bisa atau tidak tersangka pencurian smartphone bernama Umar Buang mendapatkan RJ. “Harus mendapatkan persetujuan dari Kajati Jawa Timur,”katanya.

Hamda berpesan kepada Buang untuk tidak mengulangi perbuatan lagi. Lebih lanjut Kajari Hamda mengatakan, ada sejumlah persyaratan tersangka bisa mendapatkan RJ. Diantaranya, adalah tersangka baru kali pertama, korban memberikan pengampunan dan kerugian kurang lebih Rp 1,6 jutaan. “Sedangkan, untuk tersangka Buang ini, dia mencuri untuk membiayai pengobatan neneknya,”kata Hamda. 

Buang hanya tamatan sekolah dasar. Ia belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk mencukupi kebutuhan bersama neneknya, Buang kerja serabutan.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) Gresik untuk melakukan pendataan terhadap keluarga Buang itu. Bila neneknya Munarsih belum mendapakan bantuan dari pemerintah pusat. Ia akan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gresik melalui program PKH ekskusif. 

Seperti diberitakan, suasana haru ketika Buang dipertemukan dengan Munarsih, 72. Buang bersimpuh kepada neneknya yang duduk di kursi roda. Selama 3 menit bersimpuh dan memohon maaf. Pertemuan haru membuat suasana di lobi kantor Kejari Gresik hening. Kajari Gresik Muhamad Hamda, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace seakan menahan air mata. 

Buang tersangka pencurian smartphone di warkop di Jalan Poros Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada 13 Januari 2022.
Aksi Buang mencuri gawai milik Tuah Kurniawan, 32, warga Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik itu terekam CCTV. Buang pun akhirnya dibekuk polisi dan dijebloskan ke penjara. Perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik. Akan tetapi, sebelum proses berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik memutuskan tidak melanjutkan ke meja hijau. Buang mendapatkan keadilan restoratif atau Restorative Justice.

Konsep keadilan restoratif merupakan suatu konsekuensi logis dari asas ultimum remedium, yaitu pidana merupakan jalan terakhir dan sebagai pengejawantahan asas keadilan, proporsionalitas serta asas cepat, sederhana dan biaya ringan, oleh karena itu penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kepentingan korban dan kepentingan hukum lain. (yad)

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang Selengkapnya