2023, Pemkab dan DPRD Gresik Sepakati 3 Prioritas ; Entas Kemiskinan, Pembangunan Infrastruktur dan  Banjir Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah bersama DPRD Gresik menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran (TA) 2023.

Kesepakatan awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2023 itu ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir di gedung DPRD Gresik pada Selasa,16 Agustus 2022. 

Dalam KUA-PPAS itu, Pendapatan, diproyeksikan sebesar Rp 3,9 triliun. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,4 triliun dan dana transfer pusat Rp 2,5 trilun. Sedangkan, belanja daerah diestimasikan sebesar Rp 4,1 triliun. Ada tiga program prioritas yakni pengurangan angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan penanggulangan bencana banjir Kali Lamong. 

Menurut Abdul Qodir, pihaknya optimistis PAD Gresik 2023 sebesar Rp 1,4 triliun bisa tercapai. Untuk merealisasikan target tersebut, kata legislator asal Wringinanom, Gresik itu organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus kerja out of the box. “Saya berharap memang nanti beberapa OPD yang menjadi leading sektor dari pendapatan daerah ini, akan melakukan inovasi-inovasi,”kata Qodir. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan pada KUA-PPAS 2023 belanja daerah disepakati Rp 4,190 triliun. Ada tiga program prioritas yang harus diselesaikan 2023 mendatang. “Yakni, penurunan angka kemiskinan, penanggulangan bencana banjir serta pembangunan infrastruktur yang diimplementasikan dalam program nawa karsa,”ujar Hamdi saat membacakan laporan Banggar.

Sedangkan untuk sektor pendapatan, diproyeksikan mencapai Rp 3,9 triliun. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,4 triliun dan dana transfer pusat Rp 2,5 trilun. Pihaknya berharap sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat tercapai. Apalagi, pihaknya mendukung program inovasi perangkat daerah terkait problematika yang masih terjadi di lapangan.

Pihaknya juga menyampaikan catatan agar program kegiatan pemerintah harus diukur secara substantif. Dengan indikator keberhasilan hilangnya problem daerah. “Baik angka kemiskinan, infrastruktur dan penanggulangan banjir,” pungkasnya.

Semntara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung rekomendasi yang disampaikan dewan. Menurutnya, pembiayaan program belanja daerah dibutuhkan inovasi dan kerja kreatif bersama. “Dalam memanfaatkan potensi daerah untuk peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik supaya lebih aktif dalam tahap penyusunan Rancangan APBD 2023. “Sehingga pembahasan dapat selesai tepat waktu. Dan tidak menghambat kinerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,”imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. (yad)

2023, Pemkab dan DPRD Gresik Sepakati 3 Prioritas ; Entas Kemiskinan, Pembangunan Infrastruktur dan  Banjir Kali Lamong  Selengkapnya

Ditinggal Pergi Rumah Dilahap Api 

GRESIK,1minute.id – Bencana kebakaran masih mewarnai di Kabupaten Gresik. Dalam tiga hari belakangan, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Gresik harus berjibaku menjinakkan amuk si jago merah.

Musibah teranyar menimpah keluarga Setiyo Wiyarno dan Kurnia Sari pada tadi sore, Kamis, 18 Agustus 2022. Rumah pasangan suami-istri di Dusun Purworejo, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ludes diamuk api. 

Menurut Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga, pihaknya mendapatkan kabar kebakaran rumah di dusun Purworejo itu sekitar pukul 16.25 WIB. Sekitar pukul 16.52 WIB dua mobil damkar terdiri dari satu unit pemadam dan satu unit mobil suplai tiba di lokasi kejadian atau 27 menit.

Sesuai Permendagri, ukuran ideal dilihat dari respon time yakni 15 menit petugas sudah harus sampai ke lokasi kebakaran usai menerima laporan

“Lokasi kejadian jauh pos Damkar,”kata Sinaga. Sekitar pukul 18.20 WIB tujuh petugas di bawah komando R.Vincencius Soebiyantoro, perwira piket bisa menjinakkan amuk si jago merah. Saat kejadian itu, pemilik rumah sedang keluar. Sehingga, rumah dalam kondisi kosong. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Gresik itu, amuk api diduga berasal dari korsleting. “Kemungkinan korsleting karena rumah dalam kondisi kosong,”terang Sinaga.

Berdasarkan catatan Damkarmat Gresik 1 – 18 Agustus 2022 sebanyak 25 kejadian kebakaran dan 16 penyelamatan. Sinaga seakan tidak bosan mengingat warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebelum meninggalkan rumah untuk mematikan barang elektronik yang berpotensi menimbulkan kebakaran. (yad)

Ditinggal Pergi Rumah Dilahap Api  Selengkapnya

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 tim berlaga dalam lomba Dayung Perahu di waduk Desa Gredek,Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 18 Agustus 2022. Puluhan tim itu berasal dari berbagai desa di se-Kabupaten Gresik. Setiap tim terdiri dari empat orang. 

Lomba Dayung Perahu agenda tahunan desa yang dipimpin oleh Muhammad Bahrul Ghofar itu sempat vakum setahun karena wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Ada aturan yang disyaratkan oleh panitia dalam lomba dayung tradisional ini. Salah satunya, peserta tidak boleh membawa peralatan dayung sendiri. Kemudian, peserta tidak diperbolehkan melintas batas tengah, serta tidak boleh menabrak perahu saat sama-sama mendayung. Bila itu terjadi maka panitia mendiskualifikasi.

Serunya lagi, peserta lomba dayung tidak hanya kaum Adam. Emak-emak di desa itu ikut partisipasi memeriahkan lomba merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Setiap tim harus menyelesaikan satu putaran dengan jarak 150 meteran.

Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, lomba dayung tradisional ini setiap tahun digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Lomba dayung digelar selama 3 hari berakhir pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

LATIHAN: Anak-anak Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik berlatih usai gelaran Lomba Dayung Perahu tradisional di Waduk Desa setempat pada Kamis, 18 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tahun lalu vakum karena pandemi Covid-19 masih tinggi. Selain itu, panitia tidak mendapat izin dari pihak satgas,”katanya usai pembukaan pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Sementara, Yuyun, salah satu peserta menuturkan, dirinya sempat khawatir tercebur di waduk. Namun, ketakutan itu sirna saat berusaha mendayung bersama rekannya tapi malah perahunya berbelok arah. “Perahunya berbalik arah mas susah juga mendayung perahu. Saya kira mudah seperti melihat di televisi,”katanya sambil tersenyum.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, waduk Desa Gredek memiliki spot apik ketika menjelang senja. Meski, lomba babak penyisihan berakhir, anak-anak desa memanfaatkan untuk mandi dan belajar mendayung. Begini suasana usai pembukaan Lomba Dayung Perahu tradisional itu. (yad)

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah Selengkapnya

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC 

GRESIK,1minute.id – Sembayat Bamboo Carnival (SBC) meriah pada Rabu malam, 17 Agustus 2022. Carnaval tingkat desa. Kemeriahan setara Kabupaten/Kota. Jalan Raya Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik  ditutup semua kendaraan. 

Carnaval terheboh tahun ini. Anggarannya swadaya masyarakat setempat mencapai  ratusan juta rupiah. Carnaval turun-temurun itu menjadi ajang adu kreatifitas warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.  Carnaval ini layak menjadi agenda pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Kemeriahan tidak kalah dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Di sini (Kabupaten Gresik) ada Bamboo Carnival Sembayat. Itu mimpi Kami,”ujar Khusnul khuluq, 28 tahun pada Rabu, 17 Agustus 2022.

PATUNG GAJAH : Patung mirip gajah ini salah satu yang menyita perhatian masyarakat dalam Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

SBC yang dihelat setiap 17 Agustus itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ada 23 peserta. Mereka mewakili rukun tetangga (RT) masing-masing di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Satu RT satu atraksi.  “Alhamdulillah Bamboo Carnival Sembayat bisa kami gelar lagi. Selama 3 tahun vakum akibat pandemi,”kata Kepala Desa Sembayat Amin sebelum acara pada Rabu malam, 17 Agustus 2022.

SBC : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sekitar pukul 19.00 WIB SBC dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad h naik motor menuju lokasi di depan Balai Desa Sembayat. Karena jalan Deandles itu, warga sudah tumpah ruah. 

Patung hewan dan tokoh legenda memenuhi jalan nasional itu. Ada patung Kerbau, Kuda Naga, Gajah, Harimau sampai ikan Koi. Tokoh legenda seperti, Gajah Mada,. Semua patung yang dibuat dengan bahan utama bambu itu memiliki cerita masing-masing.

Kades Amin melanjutkan patung  dibuat oleh warga. Swadaya masyarakat. Untuk pembuatan patung tersebut, rata-rata menghabiskan anggaran antara Rp 15 juta sampai Rp 25 juta. “Kalau bersama seindah system bisa mencapai ratusan juta,”ujar Amin. 

HARIMAU: Patung hewan singa semakin menambah meriah Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Khusnul khuluq, warga RT 1 RW Desa Sembayat Barat menambahkan  pembuatan patung bambu butuh waktu 1,5 bulan. “Setiap hari, ada 10-an warga gotong royong,”katanya. Berapa biayanya? “Kisaran biayanya Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta,”katanya. 

Sementara itu, Bambang, warga setempat mengatakan, SBC ini layak menjadi event Kabupaten. “Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan. “Semaga (SBC) bisa menjadi terbesar di Jawa Timur. Seperti jember Fashion show,”harap Bambang. (yad)

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC  Selengkapnya

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi

GRESIK,1minute.id – Tuntas sudah proses ganti rugi tanah untuk proyek Normalisasi Kali Lamong. Ganti rugi tahap pertama. Kayin, 63, warga Desa Jono, Kecamatan Cerme dan hak waris Ny Sarmi, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti kali terakhir menerima pembayaran ganti rugi proyek normalisasi Kali Lamong.

Pelepasan dan ganti hak atas tanah kedua warga itu dipusatkan di Desa Jono pada Selasa, 16 Agustus 2022. Kayin yang rumahnya seluas 124 meter persegi (m²) terkena dampak proyek normalisasi Kali Lomong mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 396,8 juta. Sedangkan, Hari Santoso, ahli waris keluarga Ny Sarmi lahannya seluas 213 m² menerima ganti rugi Rp 80,5 juta. 

“Proses ganti rugi tahap pertama ini tertunda. Lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali,”dalih Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi dalam sambutannya. Seharusnya, ganti rugi dilakukan pada 2021. “Penyebabnya, proses verifikasi administrasi belum lengkap sehingga pembayaran ganti rugi dilakukan sekarang,”tambah Hadi. 

Sementara itu, Kasi Pengadaan Tanah BPN Gresik Dading Wirya Kusumah menambahkan, pembebasan lahan tahap pertama sejatinya menyisakan 3 bidang tanah. “Dua bidang ganti rugi hari ini. Satu lagi, dititipkan ke Pengadilan Negeri Gresik,”kata Dading dalam sambutannya yang dihadiri muspika Cerme dan Menganti serta Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda ini.

Informasi yang dihimpun, konsiyansi ganti rugi dilakukan karena para ahli waris belum sepakat besaran ganti rugi. Sehingga, panitia pembebasan lahan menitipkan uang ganti rugi kepada Pengadilan Negeri Gresik. 

Camat Cerme Umar Hasyim mengatakan, tahap kedua di Desa Jono masih ada 14 bidang yang harus dibebaskan. “Semoga proses ganti rugi bisa lancar. Persoalan banjir Kali Lamong yang puluhan tahun bisa teratasi,”harap Umar Hasyim. 

Tahun ini, Pemkab Gresik menargetkan normalisasi Kali Lamong sepanjang 15 kilometer. Pengerjaannya dibagi menjadi dua bagian. Di wilayah hilir meliputi Desa Jono dan Pandu, Kecamatan Cerme. Kemudian, Desa Bangkelolor dan Bulurejo, Kecamatan Benjeng.

Sedangkan di wilayah huludiarahkan ke Desa Dapet, Sedapurklagen, Sekarputih, Wotansari,. Banjaragung dan Lundo, Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi ini terus dikerjakan lantaran cukup efektif menanggulangi dampak dari banjir Kali Lamong,”kata Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi. 

Dia berharap, normalisasi Kali Lamong bisa selesai sesuai rencana. Sehingga, keberadaan Kali Lamong selama ini dianggap bencana. “Normalisasi kelar, Kali Lamong bisa menjadi berkah bagi warga,”harap Hadi. (yad)

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi Selengkapnya

Akhirnya Warga Kawasan Dermaga Pesona Pekelingan Merdeka Air Bersih

GRESIK,1minute.id – Muk Ifa terlihat semringah. Ibu berusia 27 tahun itu bisa mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik menjelang HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Selama ini, ibu rumah tangga bermukim di kawasan Dermaga Pesona Pekelingan, Jalan R.E.Martanata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini mendapat air bersih dengan membeli air secara jerigen atau mobil tanki air. “Satu kubiknya Saya beli Rp 40 ribu,”kata Efa pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Air itu hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) selama 8 hari. “Karena dirumah hanya saya sama suami,”imbuhya. Dalam sebulan Efa bisa membeli 3 kubik sampai 4 kubik. Untuk keperluan air bersih bila di rata-rata  4 kali per bulan. Efa harus merogoh kocek sebesar Rp 160 ribu. 

Kebutuhan air semakin banyak bila dalam satu keluarga terdapat 4 orang atau lebih. Seorang pemilik warung di dekat Dermaga Pesona Pekelingan mengaku rata-rata sebesar Rp 200 ribu perbulan. “Kalau ada air bersih lebih murah ya Saya senang,”kata seorang ibu lainnya. 

Kini, Efa dan ratusan warga lainnya Merdeka Air Bersih. Menjelang Hari Kemerdekaan. Ratusan jiwa warga berada di kawasan Dermaga Pekelingan itu bisa mendapatkan air bersih lebih mudah. Tentu lebih murah. Program Air Bersih yang dimotori Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah sudah diresmikan pada Selasa, 16 Agustus 2022.

ANTUSIAS WARGA: Sejumlah ibu-ibu tinggal di kawasan Dermaga Pekelingan menikmati program Air Bersih. (Foto atas) Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono membuka kran air dari tando menandai program Air Bersih digagas oleh UMG pada Selasa, 16 Agustus 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Program Air Bersih itu bisa terwujud hasil kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dan instansi lainnya. Antara lain, Perumda Giri Tirta Gresik, PT Pelindo Gresik, Keluarga Besar Keluarga Universitas Airlangga (Kalingga), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gresik, Kelurahan Pekelingan serta komunitas setempat. 

Peresmian Program Air Bersih dilakukan oleh Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam.  Tampak hadir Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono. 

Dosen Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik Ali Yusa mengatakan, pihaknya bersama elemen lain menggagas program air bersih untuk warga karena selama ini mereka belum menikmati air bersih secara layak. “Mereka selama berpuluh tahun harus membeli air tangki,”ujar Yusa pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Ia berharap program Air Bersih ini bisa menjadi pengungkit perekonomian warga setempat. “Air bersih pembangkit ekonomi. Ini salah satu implementasi program Nawa Karsa,”kata Yusa yang juga penanggungjawab Living Labolatory Maritime di Dermaga Pesona Pekelingan ini. 

Untuk tahap awal, pihaknya, masih menyediakan satu tandon dengan ukuran 5 ribu liter. Berdasarkan hasil analisis, warga sekitar yang membutuhkan berjumlah 500 jiwa. Kebutuhan air setiap orang sekitar 16 liter/hari atau sekitar 8 ribu liter perhari. “Untuk hari pertama ini, karena memeriahkan Hari Kemerdekaan air kami bagikan gratis,”tegasnya. 

Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam mengapresiasi program Air Bersih ini.”Orientasi untuk melayani warga,”kata mantan Kepala Dinas Perikanan Gresik itu. Hal senada diungkapkan perwakilan dari PT Pelindo Gresik. (yad)

Akhirnya Warga Kawasan Dermaga Pesona Pekelingan Merdeka Air Bersih Selengkapnya

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall 

GRESIK,1minute.id – Penggemar jajanan lawas khas Gresik kini bisa ditemui di Gressmall. Ada Arang-arang Kambang, Karak, Kupat Keteg, Bubur Campur, Sego Krawu, Masin, Endok Bader dan Dukang. Kuliner nostalgia diberi label Pasar Djadoel Grissee itu dihelat oleh Omah Dhuafa. Foundernya Syaikhu Busiri yang juga anggota DPRD Gresik. 

Pasar Djadoel Grissee berlangsung mulai Senin hari ini, 15 Agustus hingga 20 Agustus 2022 mendatang itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Menurut Fandi Akhmad Yani, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah satu penggerak kebangkitan ekonomi nasional. Karena itu sejumlah hambatan di sektor ini harus segera diatasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pascapandemi bisa di realisasikan. 

“Dengan adanya Pasar Djadoel seperti ini secara tidak langsung kita telah membuat pasar baru dimana kita mengenalkan jajanan Gresik, Jajanan Djadoel di kalangan yang berbeda atau menengah kebawah sehingga dapat membuka peluang baru bagi UMKM,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Ia berharap  kepada pedagang dapat menyesuaikan pemasaran modern. Seperti digitalisasi melalui sosial media maupun e-Commerce. Karena tranformasi ekonomi digital menjadi hal yang penting untuk segera dilakukan.

“Yang lokal jangan sampai ditinggalkan termasuk jajanan tradisional ini harus kita kenalkan melalui pameran kali ini dijadikan sebuah pengenalan. Selanjutnya kita dorong melalui sarana modern untuk masuk kedalam marketplace,”harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pembuatan Pasar Djadoel Grissee ini, dihadiri oleh Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri, 

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah, Kadis Kominfo Gresik Ninik Asrukin, General Manager Gressmall Eric P Bangun dan Manager PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Sugeng Wahyudi, dan SPV Operasional Gressmall Dedi.

Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Omah Dhuafa bisa menumbuhkan traffic pengunjung di mal serta upaya dalam meningkatkan UMKM Gresik bisa berkembang dengan baik sesuai harapan Pemkab Gresik.

“UMKM harus segera masuk e-katalog LKPP tujuannya agar dapat lebih fokus, terarah dan berkelanjutan,”harapnya. 

Sementara itu, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri mengatakan langkah penataan UMKM masuk ditengah pasar modern merupakan momen satu-satunya dengan mengajak pedagang kaki lima bisa berjualan di dalam mal.

“Sebuah kegiatan untuk membantu UMKM di Gresik untuk lebih eksis dan maju melalui kemajuan teknologi digitalisasi saat ini,”kata Syaikhu yang juga anggota DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan, General Manager Gressmall Erik P. Bangun menambahkan, Pasar Djadoel Grissee, merupakan event yang unik dimana menyuguhkan jajanan tradisional ditengah era modern. “(Pasar Djadoel) selain menjaga sejarah dan budaya, juga masih merawat makanan tradisionalnya atau jajanan lawas daerahnya,”puji Erik. (yad)

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall  Selengkapnya

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358

GRESIK,1minute.id – Tim Bengawan Solo Expedition (BSE) atau Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS) 2022 mengakhiri misinya di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kedatangan tim ekspedisi sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa untuk menapaki jejak peradapan Jawa itu disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

BSE 2022 ini menjelajahi jarak 484 kilometer. Melewati 12 Kabupaten/Kota di dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mulai Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Surakarta, Karanganyar dan Sragen, Jawa Tengah. Lalu, Blora dan Ngawi. Berikutnya, Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan berakhir di Gresik. 

“Ini merupakan suatu ekspedisi luar biasa dengan riset dan penelitian terpanjang yang dilakukan oleh komunitas Misi Ekspedisi Sungai Bengawan Solo (MEBS) dan Komunitas lainnya,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyambut tim BSE di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah pada Minggu sore, 14 Agustus 2022.

Dijelaskan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, tim berangkat  dari Wonogiri, Jateng pada 14 Juli dan berakhir di Desa Bedanten Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik pada 14 Agustus 2022. Ekspedisi sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah berlangsung selama 30 hari, dengan menempuh jarak sejauh 462 kilometer, melintasi 491 desa yang berada di 12 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

JALUR EKSPEDISI BENGAWAN SOLO: Selama sebulan Tim Ekspedisi Sungai terpanjang di Jawa. Berangkat dari DAS Wonogiri, Jateng berakhir di DAS Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 14 Agustus 2022 (Foto : Istimewa )

“Naditira Bedanten merupakan Pit Stop terakhir dari Ekspedisi, Desa Naditira paling hilir yang mempunyai catatan sejarah dan jejak peninggalan juga menyambung sejarah dengan Bengawan Solo,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Di wilayah Kabupaten Gresik, sesuai dengan prasasti Canggu, desa-desa tepian Bengawan Solo yang disinggahi oleh Raja Hayam Wuruk berturut turut salah satunya adalah “i Madanten” (di Bedanten) sebagai salah satu desa tepian sungai yang melayani jasa tambangan atau penyeberangan (naditira Pradeca) tersebut dengan nama “Medanten”. atau sekarang yang dikenal Desa Bedanten. 

Untuk itu, Bupati mengajak generasi muda sekarang dan yang akan datang untuk sadar sejarah. “Dari sejarah kita dapat belajar tentang kejayaan masa lampau dan dari sejarah pula kita dapat melihat kehancuran,”katanya bertamsil.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan, dan Kepala Desa Bedanten Abdul Madjid.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, meresmikan museum untuk menyelamatkan temuan kuno atau peninggalan masa lalu dan mengunjungi salah satu makam yaitu makam Mbah Sayyid Husaini.

Acara ini juga merupakan bentuk kolaborasi Pemdes Bedanten dengan MEBS (Misi Ekspedisi Bengawan Solo) dan beberapa komunitas. Seperti Ademos Indonesia, National Geographic, Saya Pejalan Bijak, Stand Up Paddle dan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik. 

Tak hanya seremonial akhir Ekspedisi mereka juga menggelar sarasehan bedah sejarah dan budaya “Naditira Madanten” 1358 refleksi nilai leluhur dalam upaya menjaga dan melestarikan bengawan dengan menghadirkan pembicara dan ahli sejarah serta diramaikan oleh musik adhibaya kesenian desa dan hiburan lainnya. (yad)

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358 Selengkapnya

Cak Imin, Capres 2024: Saatnya Santri Memimpin Bangsa

GRESIK,1minute.id – Cak Imin, Calon Presiden 2024. Dukungan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sebagai Calon Presiden terus bergulir. Bagaimana tanggapan Muhaimin Iskandar?

Cak Imin membeberkan alasan untuk mencalonkan sebagai Presiden dalam Pemilu 2024. Ia menyatakan, sudah saatnya para santri menyiapkan sosok pemimpin untuk umat maupun negara bahkan presiden. Sebab tidak bisa dipungkiri, kiai dan santri menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. 

“Kita perlu menyiapkan santri-santri tangguh yang benar-benar bisa menghadapi tantangan zaman, agar ke depan menjadi pemimpin umat, bangsa dan negara bahkan presiden Indonesia,”ungkap Cak Imin di sela menghadiri peresmian gedung sekolah Al Quran Pondok Pesantren (Ponpes) Sunanul Muhtadin di Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik pada Minggu, 14 Agustus 2022. 

Terlebih ia menegaskan bahwa ulama dan santri memiliki peran penting dalam memfilterisasi Nusantara dari gempuran radikalisme melalui doktrin nilai-nilai Islam Nusantara yang kuat. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga. 

Selain itu, perjuangan para ulama dan santri terdahulu juga tidak hanya mengajarkan nilai-nilai kultur Islam dalam ibadah mahdhoh saja, tetapi juga mengimplementasikan dalam kebijakan pemerintah. “Makanya penting bagi santri untuk bisa memegang kepemimpinan nasional,”beber Menteri Tenaga Kerja periode 2009-2014 itu. 

Karena itu, Cak Imin mengungkapkan bahwa saat ini dirinya beserta jajaran PKB sedang getol-getolnya menyiapkan pemilu 2024, terutama mematangkan langkah-langkah strategis politik santri. “Prestasi-prestasi yang kita ukir ini tinggal tahap penyempurnaan, puncaknya pada era reformasi KH. Abdurrahman Wahid menjadi presiden ke-4,” ujarnya.

“Itulah yang menjadi tekad kita untuk melanjutkan ideologi, nilai-nilai kultur, sebab salah satu jalur perjuangan santri adalah dari jalur politik, tidak ada resolusi jihad, hari santri dll ketika tidak ada kiai-kiai di politik,” tambahnya. Sebagai bukti keseriusan memperjuangkan politik santri, Cak Imin lantas membeberkan hasil pembahasan dalam koalisi PKB dan Gerindra yang digelar beberapa waktu lalu. 

“Hasil pembahasan koalisi adalah siapapun yang terkena dampak ekonomi, itulah yang menjadi prioritas utama, dan saya tahu bahwa santri harus menjadi prioritas utama dalam perjuangan ini,”tegasnya. 

Sementara itu, peresmian gedung sekolah Al Quran Pondok Pesantren (Ponpes) Sunanul Muhtadin tersebut, turut hadir Menteri Desa (Mendes) Abdul Halim Iskandar, anggota DPR RI diantaranya Faizol Reza, Cucun Ahmad Syamsurijal, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan sejumlah anggota DPRD Gresik dari Fraksi PKB. Hadir pula KH. Ahmad Muwafiq dan puluhan kiai dan santri, pengurus NU serta banom se-Kabupaten Gresik. (yad)

Cak Imin, Capres 2024: Saatnya Santri Memimpin Bangsa Selengkapnya

Dishub Gresik Bangun Terminal Rest Area Kendaraan Berat, Parkir Truk Tak Lagi Sembarangan, Pontensi PAD Rp 15 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Wacana baru dilontarkan Tarso Sagito. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik itu menggagas pembangunan tiga terminal kendaraan berat. Terminal “rest area” untuk kendaraan berat. Pembangunan tempat parkir kendaraan berat itu sebagai solusi mengurai kemacetan. Berpotensi meraup puundi-pundi pendapatan daerah (PAD).

“Saya estimasikan bila tiga terminal truk itu beroperasi bisa menambah PAD Rp 15 miliar pertahun,”kata Tarso pada Jumat, 12 Agustus 2022. Wacana pembangunan “rest area” khusus angkutan berat, seperti truk tronton dan dump truck bukan tanpa dasar. Dishub Gresik telah melakukan survei sejumlah tempat. Antara lain di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan, jalan Deandles dan ruas jalan di Gresik Selatan. 

Puluhan bahkan ratusan kendaraan berat ini memarkir kendaraan di ruang milik jalan (rumija). Mereka parkir karena Dishub Gresik melakukan pembatasan jam operasional kendaraan berat.  Jam operasional berlaku mulai pukul 05.00-08.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB. Di luar jam operasional kendaraan besar boleh melintas. 

Untuk menunggu jam operasional itu, sopir truk memarkir kendaraan di pinggir jalan. “Akibatnya jam-jam sibuk menimbulkan kemacetan lalu lintas,”tegas mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik itu. 

Solusinya agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas, truk itu harus masuk parkir “rest area”. Dishub Gresik sudah menganalisis ada tiga titik yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan berat ini. “Tiga titik terminal truk ada Selatan, Utara dan Tengah,”tegasnya. Di Gresik Utara atau jalan Deandles, terminal truk ditempatkan di dekat Puskesmas Sidayu, Gresik. “Di dekat situ ada aset Dinas Pertanian yang cukup luas,”ujarnya. 

Kemudian di wilayah tengah, jelas Tarso, bisa memanfaatkan lahan di Pasar Ikan Modern di dekat terminal Bunder. Pasar Ikan mangkrak beberapa tahun. “Pasar Ikan Modern, proyek gagal masa lalu. Lahan itu aset Dishub. Sehingga bisa dimanfaatkan,”tegasnya.

Selanjutnya, terminal rest area di Gresik Selatan? Untuk terminal di Gresik Selatan ini, pemkab Gresik  tidak memiliki aset. “Bisa pengadaan tanah atau sinergi dengan desa,”terangnya. Hasil survei Dishub, di dekat Desa Bringkang, Kecamatan Menganti ada lahan luas aset desa. “Bisa kolaborasi dengan desa untuk memanfaatkan lahan TKD itu,”terangnya. 

Lalu potensi pendapatan dari mana? Setiap truk yang parkir dikenakan tarif Rp 10 ribu. Apabila bermalam maka dikenakan tarif progresif antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per malam. Estimasi besar tarif itu, Dishub mengacu pada tarif yang selama ini diterapkan pengusaha SPBU di Gresik yang juga membuka usaha parkir truk.

“Saya sudah keliling ke SPBU di wilayah Duduksampeyan. Rata-rata mereka mematok harga Rp 20 ribu untuk truk yang parkir di bawah 24 jam dan Rp 50 ribu untuk truk yang bermalam. Selain ikut membantu mengamankan muatan Pemkab juga memiliki pendapatan baru dari sektor parkir,”tegas Tarso.

Berdasarkan kajian itu, Tarso optimistis bila pembangunan tiga terminal parkir truk teralisasi, bisa menghasilkan potensi PAD Rp 15 miliar pertahun. “Gagasan ini belum saya sampaikan ke DPRD Gresik,”terang mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik ini. (yad)

Dishub Gresik Bangun Terminal Rest Area Kendaraan Berat, Parkir Truk Tak Lagi Sembarangan, Pontensi PAD Rp 15 Miliar  Selengkapnya