Kajari Gresik Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah DPRD Jatim Kerugian Negara Rp 1,3 Miliar

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi dana hibah bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2016. Tersangka mantan anggota DPRD Jatim berinisial BS.

Ia mantan Ketua DPRD Gresik kemudian menjadi anggota DPRD Jatim daerah pemilihan (Dapil) Gresik-Lamongan. Serta, Ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Trisakti-kini-oknum perangkat desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik berinisial S.

Kerugian negara berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) senilai Rp 1,3 miliar. Dugaan korupsi dana hibah dari pokok pikiran (Pokir) DPRD Jatim itu mulai usut oleh Kejari Gresik pada 2022.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana, penyaluran hibah proyek dari Propinsi Jatim 2016 untuk pembangunan sebuah gedung sekolah di Desa Kambingan, Kecamatan Cerme. Anggaran senilai Rp 1,3 miliar. Modus operandi melakukan rekayasa mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan yang dibuat seakan-seakan selesai 100 persen. 

“Tapi, realistas di lapangan pekerjaan hanya 40 persen. Bahkan, saat ini bangunan sekolah itu tidak bisa difungsikan,” ungkap Kajari Gresik Nana Riana didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin Nurahmana Wanda dan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Gresik Raden Achmad Nur Rizki di kantor Kejari Gresik pada Senin, 12 Juni 2023.

Informasi yang dihimpun kedua tersangka yakni BS dan S sedang menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka di Ruang Penyidik Pidsus Kejari. Kabar yang berkembang kedua tersangka setelah menjalani pemeriksaan akan dilakukan penahanan. Sebuah mobil ambulans dari RSUD Ibnu Sina Gresik sudah stanby di halaman Kantor Kejari di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas sekitar pukul 12.30 WIB. Sejumlah tim dokter melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kedua tersangka. 

Benarkah tersangka akan langsung dijebloskan ke rumah tahanan. “Sekarang masih menjalani pemeriksaan. Lihat saja perkembangannya nanti,” kata Kajari Nana Riana diplomatis. (yad)

Kajari Gresik Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah DPRD Jatim Kerugian Negara Rp 1,3 Miliar Selengkapnya

Penumpang Ngajak Ngopi, Mobil Digondol Maling, Untung Tim Satlantas Polres Gresik Sigap 

GRESIK,1minute.id – Ali Efenddi semringah. Sebab, polisi lalu lintas (Polantas) Polres Gresik menemukan mobil Toyota Calya miliknya yang dilaporkan hilang. Ali mengaku mobil kelir silver dengan nomor polisi (nopol) W 1808 CJ itu raib ketika di parkir di selatan Terminal Bunder Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme pada Minggu, 11 Juni 2023.

“Mobil milik Ali Efenddi itu kami temukan di Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kebomas. Kurang dari 1 jam pascakorban melapor kehilangan,” kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah. 

Menurut keterangan polisi, Minggu, 11 Juni 2023 sekitar pukul 06.50 WIB korban Ali Efenddi laporan kehilangan mobil Toyota Calya warna Silver nopol W 1808 CJ. Pagi itu, korban Ali Efenddi mendapatkan order di Terminal Bunder tujuan Terminal Bungurasih, Sidoarjo. Seorang penumpang laki-laki. Ketika mobil baru berjalan 1 kilometer, penumpang -belum diketahui identitasnya-meminta Ali Efenddi untuk mampir ngopi salah satu warung kopi di selatan terminal Bunder atau Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme. 

Ali Efenddi menghentikan mobilnya.Ia bersama penumpang turun. Ali Efenddi tidak mematikan mesin mobil karena sebentar. Belum sempat korban bersama penumpang itu nyeruput kopi tiba-tiba mobil dibawa kabur orang. Korban teriak. Tapi, pencuri itu memacu kendaraan semakin kencang. Ali Efenddi melaporkan ke Satlantas Polres Gresik. Ia lalu dijemput anggota Satlantas dengan mobil patroli untuk mencari mobilnya. 

Polisi melalui handytalky (HT) untuk melakukan penggali jalan alias penutupan akses perbatasan Gresik-Surabaya; Gresik-Lamongan dan Gresik-Sidoarjo. Kesigapan anggota tim piket malam itu membuahkan hasil. Mobil Toyota Calya milik korban ditemukan di Jalan Raya Kapt Darmosugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik kearah simpang empat Barata Indonesia. Tapi, pelaku kabur.

“Alhamdulilah mobil sudah ditemukan, terimakasih Satlantas Polres Gresik,” tutur Ali kepada petugas Satlantas Polres Gresik. Ali Effendi pun bisa tersenyum lagi. Ia pun bisa nyeruput kopi pagi dengan nyaman. (yad)

Penumpang Ngajak Ngopi, Mobil Digondol Maling, Untung Tim Satlantas Polres Gresik Sigap  Selengkapnya

Jumat Curhat, Kapolda Jatim Pilih Datangi Rumah Warga, Ini Keluhannya

GRESIK,1minute.id – Jumat Curhat di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik terasa istimewa. Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto yang turun kebawah (turban) mendatangi sejumlah rumah di desa yang dipimpin oleh Fatkhur Rahman itu.

Rumah Sarbiah, 56 ; dan Awiyah 50, diantaranya. Jenderal dua bintang itu duduk di tikar plastik. Jenderal Toni terlihat serius mendengarkan curahan hati mereka. Irjen Toni yang didampingi para pejabat utama (PJU) Polda Jatim serta Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom terlihat menganggukkan kepala. Seakan sudah memahami keluh kesah warga desa tersebut.

Sarbiah, misalnya. Kesehatan perempuan 56 tahun terus menurun. Kerap sakit-sakitan.  Ia pun mengaku belum memiliki kartu badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan. “Mohon kiranya dibantu pak,” ucap Sarbiah. 

Awiyah, lain lagi.  Perempuan 50 tahun mengaku kerap disambati kesulitan warga ketika hendak berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Ia menginginkan ada mobil ambulans yang belum ada di desanya. “Apa boleh minta bantuan Bhabinkamtibmas mobil ambulan,” kata Awiyah.

Menanggapi curhatan dua warga Sukorejo itu, 

Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menyampaikan masyarakat dapat menghubungi call center atau bisa menyampaikan ke Bhabinkamtibmas maupun Babinsa untuk membantu menghubungi petugas kesehatan. 

“Tadi disampaikan BPJS kesulitan, dalam hal kesehatan sarana kendaraan (ambulans) bisa ke rumah sakit. Kita mendengar dan menindaklanjuti diharapkan menjadi solusi. Tentu ada korelasinya,” tuturnya. 

Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom menambahkan pihaknya menyediakan ambulans bisa melalui Bhabinkamtibmas dan disampaikan ke Dokkes. “Tadi beberapa warga menyampaikan dan memfasilitasi warga yang belum memiliki BPJS nanti akan didaftarkan, difasilitasi. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa sudah sangat diapresiasi masyarakat. Masukan terkait kendaraan ambulan jika butuh ambulan Polres punya ambulans, tinggal koordinasi dengan Bhabinkantibmas bantuan rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (yad)

Jumat Curhat, Kapolda Jatim Pilih Datangi Rumah Warga, Ini Keluhannya Selengkapnya

Cegah Korupsi Dana Desa, Kejari Gresik Beri Penyuluhan Hukum Perangkat Desa 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri Gresik melakukan penyuluhan hukum ke sejumlah desa di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Penyuluhan hukum dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana.

“Kami turun ke desa dengan niat baik untuk memberikan edukasi tentang cara pengelolaan anggaran dengan benar agar tidak terjadi penyalahgunaan, sehingga potensi kerugian negara tidak terjadi. Pada prinsipnya, anggaran desa harus dikelola dengan baik dengan tujuan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Kajari Gresik Nana Riana di Balai Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean pada Kamis, 8 Juni 2023. 

Selain desa Tanjung, korp Adhyaksa juga memberikan penyuluhan kepada perangkat Desa Belahan Rejo, Menunggal, Turi Rejo dan desa Katimoho.

Nana Riana melanjutkan, penyebab terjadinya tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan pemerintah desa, karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan anggaran. Untuk itu diperlukan penyuluhan dan pembinaan hukum, sehingga penyalahgunaan itu tidak terjadi.

Menurutnya, tidak semua kealpaan itu harus diselesaikan dengan hukum, namun kita berupaya dengan penyelesaian administrasi terlebih dahulu sebagai pencegahan atau preventif, jadi Kepala Desa juga proaktif berkoordinasi dengan Kejaksaan.

“Jangan sampai ada pelaporan yang  menjadi like and dislike, artinya kita nilai sejauh mana kesalahan tersebut, apakah kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Kealpaan (kelalaian) itu diantaranya, kelemahan dalam administrasi keuangan, perencanaan, penyusunan laporan, penyusunan spesifikasi pekerjaan dan kesalahan estimasi biaya,” urainya.

Kajari juga memberikan penjelasan perbuatan yang dianggap ada unsur kesengajaan dan bisa terjerat tindak pidana korupsi diantaranya, duplikasi anggaran (double anggaran), pungutan atau pemotogan dana desa yang dilakukan oleh oknum pejabat kecamatan atau kabupaten, mark up, perjalanan dinas fiktif serta membuat kegiatan atau proyek fiktif yang dibebankan dari dana desa.

“Untuk itu, kami mengajak para kades dan perangkat desa untuk tidak melakukan perbuatan itu agar terhindar dari tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Selain itu, setiap desa harus melibatkan berbagai pihak dalam menjalankan roda pemerintahannya, seperti BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh pemuda setempat, sehingga penyusunan perencanaan pembangunan desa itu betul-betul efektif. 

Disebutkan, menurut PP 60/2014 jo No. 08/2016 bahwa Dana Desa bersumber dari APBN yang diberikan kepada Desa melalui transfer APBD Kabupaten/Kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, membangun infrastruktur, berbagai kegiataan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Pengelolaan dana desa maupun alokasi dana desa yang bersumber dari keuangan negara/daerah harus dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, manfaat untuk masyarakat, serta taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Kajari.

Sementara itu, Camat Kedamean Sukardi menambahkan, peningkatan sumber daya manusia juga harus diperlukan, seperti melalui acara peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan desa bagi perangkat desa dengan narasumber dari Kejari Gresik.

“Penyuluhan hukum ini sangat diperlukan oleh kades dan perangkat desa agar mereka mengetahui dan memahami hal-hal teknis pengelolaan anggaran desa dan terhindar dari penyalahgunaan. Sehingga terwujud pelaksanaan pengadministrasian yang baik dalam penggunaan keuangan desa,” pungkasnya. (yad)

Cegah Korupsi Dana Desa, Kejari Gresik Beri Penyuluhan Hukum Perangkat Desa  Selengkapnya

Alap-alap Gawai dan Motor Disergap Tim Reskrim Polsek Manyar dan Polsekta Wonocolo di Suramadu 

GRESIK,1minute.id – Sahid, tersangka pencurian sepeda motor dan gawai diringkus aparat gabungan Polsek Manyar, Gresik dan Polsek Wonocolo, Surabaya. Pemuda 30 tahun asal Desa Balung, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan itu disergap di jembatan Suramadu pada Jumat malam, 2 Juni 2023.

Selain menangkap tersangka alap-alap gawai dan motor,  aparat menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol L  4698  D, tiga  unit smarphone merek Real Me warna biru, Vivo warna biru muda dan Samsung warna Gold. 

Menurut Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno, pada Kamis, 1 Juni 2023 korban Sugeng Widodo, 44, warga Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah baru pulang kerja. Sugeng yang kecapekan langsung tidur di kamar kosnya di Jl Satelit X, Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Gawai Realme 5 tergelatak di kamar kos. 

Keesokan harinya, Jumat, 2 Juni 2023 sekitar pukul 05.00 WIB, korban Sugeng Widodo bangun. Ia celingukan mencari gawainya. Tapi, smarphone itu tidak ada. Sugeng mencoba menelepon menggunakan smarphone milik Suprapto, teman satu kos. Handphone tidak aktif. Korban Sugeng kemudian melaporkan ke Polsek Manyar. Tidak lebih 20 jam atau sekitar pukul 21.00 WIB polisi menangkap Sahid di jembatan Suramadu Surabaya. Penangkapan dilakukan bersama dengan Unit Reskrim Polsek Wonocolo, Polrestabes Surabaya.

“Pelaku berusaha kabur ke arah Wilayah Madura dengan membawa barang hasil kejahatan sebuah sepeda motor Vario warna hitam dan HP sebanyak tiga Unit , untuk kepentingan penyidikan pelaku beserta barang bukti diamankan di Polsek Manyar guna dilakukan proses Penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Windu Priyo Prayitno. Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, sesuai dengan Pasal 363 KUHP ayat 1 ke 3. (yad)

Alap-alap Gawai dan Motor Disergap Tim Reskrim Polsek Manyar dan Polsekta Wonocolo di Suramadu  Selengkapnya

Polres Gresik Bekuk Pembobol Galeri Batik Pitutur, Barang Hasil Curian Di Jual Lewat Facebook 

GRESIK,1minute.id – Galeri Batik Pitutur milik Ilham, 67, di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dibobol pencuri. Seluruh isi galeri diringkesi oleh pencuri. Mulai dari 9 lembar batik, mesin bordir, mesin jahit, gunting listrik hingga perkakas dapur lanlinnya juga dibawa oleh pencuri. Total kerugian korban Ilham mencapai puluhan juta rupiah. 

Tidak ada saksi ketika galeri batik Pitutur milik Ilham digarong pencuri. Kejadian pembobolan galeri batik itu baru diketahui oleh korban Ilham pada Selasa, 30 Mei 2023. Pepatah, tidak ada  kejahatan yang sempurna. Belakangan, akhirnya polisi menguak dan menangkap terduga pelaku pembobolan galeri batik Pitutur tersebut. Tersangka bernama Wawan, bekas anak buah Ilham. 

“Modus operandi tersangka masuk ke dalam Galeri Batik Pitutur dengan cara memanjat tembok lalu masuk kedalam galeri melalui pintu jendela lantai atas,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Cerme AKP Musihram pada Jumat,  2 Juni 2023. Tersangka Wawan ditangkap aparat kepolisian ketika berada di salah satu SPBU di Kecamatan Cerme. 

Dari hasil introgasi tersangka mengakui semua perbuatannya telah mengambil barang barang di Galeri batik Pitutur milik Ilham ” Tapi sebagian barang hasil kejahatan sudah laku terjual kepada orang lain,” lanjut AKP Musihram. Informasi yang dihimpun Wawan, 28, warga Desa Cerme Lor atau tetangga korban selama bertugas melakukan bersih-bersih galeri milik juragannya, Ilham. 

Ternyata Wawan memiliki niat buruk. Ketika bos batik Pitutur itu sedang sakit, Wawan kemudian “membersihkan” sebagai barang barang di dalam galeri tersebut. Wawan kemudian menjual barang hasil curian itu melalui Facebook. Ilham melihat barang yang dijual oleh Wawan itu mirip barang koleksi di galeri. Ilham lalu meminta bantuan Agustinus, salah satu anaknya untuk melihat galeri. Ternyata benar beberapa barang raib. 

Ilham kemudian melaporkan ke Polsek Cerme. Polisi lalu melakukan transaksi penyamaran untuk memastikan barang yang dijual oleh Wawan adalah milik korban Ilham. Setelah memastikan barang curian, anak buah AKP Musihram melakukan penangkapan terhadap tersangka Wawan dan melakukan penyitaan barang bukti. Antara lain, 1 init kompor has portabel ; 2 unit setrika listrik ; 9 lembar kain Batik,1 unit tape.

Penyidik Polsek Cerme menjerat tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (yad)

Polres Gresik Bekuk Pembobol Galeri Batik Pitutur, Barang Hasil Curian Di Jual Lewat Facebook  Selengkapnya

Rekonstruksi  Pembunuh Anak Kandung, Tersangka Peragakan 9 Adegan 

GRESIK,1minute.id – Penyidik Satreskrim Polres Gresik melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh ayahnya bernama Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan pada Rabu, 31 Mei 2023. 

Dalam rekonstruksi itu, tersangka berusia 29 tahun memperagakan 9 adegan hingga anaknya sebut saja bernama Delima, 9 tahun tewas saat tidur di rumah kontrakkan di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu.

Dalam rekonstruksi itu terungkap tersangka Afan setelah menghabisi nyawa anak semata wayang dengan 24 tusuk menggunakan pisau dapur itu menyempatkan untuk salat Subuh dan mendoakannya bisa masuk surga.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan melalui Janit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Komang Andika Haditya Prabu mengatakan dari adegan itu, pelaku sudah mempersiapkan diri dengan matang sebelum membunuh anak kandungnya. Persiapan itu dimulai mencari informasi di internet tentang tata cara membunuh dengan cepat. Kemudian bagaimana mengasah pisau supaya tajam. Selajutnya Salat Subuh dan berdoa.

“Pada adegan ketujuh pelaku menusuk korban dengan pisau dapur di punggungnya saat kondisi terlelap tidur,” ujarnya kepada wartawan pada Rabu, 31 Mei 2023. Tersangk  lanjut Komang, juga sempat memastikan kondisi korban. Setelah memeriksa denyut nadi, dan dipastikan tak bernyawa. Pelaku meninggalkan korban lalu menyerahkan diri ke Polsek Tandes, Surabaya.

“Hasil dari rekontruksi ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik,” ungkapnya. Rekonstruksi ini semakin menguatkan dugaan polisi, tersangka Afan melakukan pembunuhan terhadap buah hatinya itu dengan perencanaan. 

Atas dasar itu tersangka dijerat pasal berlapis. Antara lain pasal 44 ayat (3) Undang-Undang nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Juncto Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hingga pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya  hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RS Bhayangkara Polda Jatim untuk memastikan apakah ada gangguan kejiwaan atau tersangka dalam kondisi sadar ketika melakukan perbuatan yang keji dan tidak di nalar dengan akal sehat itu. Pribahasa : sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri. (yad)

Rekonstruksi  Pembunuh Anak Kandung, Tersangka Peragakan 9 Adegan  Selengkapnya

Samapta Polres Gresik Intensif Patroli KRYD Antisipasi Balap Liar dan Tawuran  

GRESIK,1minute.id – Satuan Samapta Polres Gresik semakin intensif melakukan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum (Wilkum) Polres Gresik. Patroli bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mencegah dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan. 

Patroli KRYD ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Gresik AKP Sugeng Sulistiyono. Sasarannya, sejumlah tempat fasilitas umum atau tempat nongkrong anak milenial yang betah melek. 

“Kami melaksanakan pengamanan di Jalan R.A Kartini guna mengantisipasi balap liar. Tujuan kegiatan patroli guna menekan angka kriminalitas serta terjadinya laka lantas, akibat dari adanya balap liar,” ucap Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui AKP Sugeng Sulistyono pada Minggu, 28 Mei 2023.

Terkait dalam mencegah adanya aksi tawuran dan balap liar sendiri, AKP Sugeng juga berharap kepada seluruh orang tua agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya. “Kita harapkan para orang tua meningkatkan peran sertanya dalam mengawasi anak-anaknya,” tandasnya. (yad)

Samapta Polres Gresik Intensif Patroli KRYD Antisipasi Balap Liar dan Tawuran   Selengkapnya

Perempuan ini Nyaru Belanja, Ternyata Jambret  Kalung Anak

GRESIK,1minute.id – Aktivitas di Pasar Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik tiba-tiba semakin riuh. Kehebohan terjadi setelah seorang anak belasan tahun berteriak minta tolong. Maling….! Teriak itu membuat puluhan pasang mata spontan melihat seorang emak-emak memakai kaus lengan panjang warna merah dan berjilbab warna coklat. 

Perempuan belakang diketahui berinisial ELR, 38, warga Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu terlihat panik. Melarikan diri. Namun massa lebih cepat bertindak menangkapnya. Kejadian yang menggegerkan pengunjung pasar desa itu terjadi pada Sabtu, 27 Mei 2023.

“Tersangka sudah kami amankan beserta barang bukti berupa kalung emas seberat 1,5.gram,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Panceng Iptu Nasuka pada Minggu, 28 Mei 2023.

Kasus pencurian ini bermula saat Siti Aisyatur Rodliyah warga Campurejo menitipkan anaknya kepada orang tuanya  Nur Muamalah, 59 tahun. Pada Sabtu pagi itu, Nur Muamalah mengajak cucunya untuk berbelanja di Pasar Campurejo. Pasar pagi itu padat Saat itu Nur Muamalah menurunkan anak korban hingga berjalan sendiri. Ketika berada di lorong pasar ketika anak korban berjalan di belakang Nur Muamalah mendengar cucunya menangis.

Kalung emas yang melingkar di leher cucunya terlihat dibawa seorang perempuan yang berada di belakang anak korban. Diduga, pelaku menarik kalung emas membuat anak korban kesakitan dan menangis. Nur Muamalah, spontan berteriak maling…maling…maling. Pelaku pun diamankan massa. Beruntung polisi cepat datang sehingga bisa menyelamatkan terduga pelaku dari amuk massa.

Atas kejadian tersebut korban/pelapor mengalami kerugian kurang lebih Rp 1,5 juta. Barang bukti yang diamankan berupa kalung emas dengan berat 1,5 gram dan visum Puskesmas milik korban. Lalu barang milik tersangka yang diamankan uang tunai Rp 915.000, dompet kecil motif bunga kartu ATM Bank satu unit HP, tas kulit warna hitam, satu unit sepeda motor honda Vario 150, warna putih, W-6328-VM beserta kunci kontak. “Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP,” tegas Iptu Nasuka. (yad)

Perempuan ini Nyaru Belanja, Ternyata Jambret  Kalung Anak Selengkapnya

Tahun Politik, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Ajak Wartawan Ikut Jaga Kondusifitas Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Menghadapi tahun politik Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom mengajak para awak media untuk berperan dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas.

Ajakan itu disampaikan oleh Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom saat menerima silaturahmi dan audensi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Gresik di Mapolres pada Kamis, 25 Mei 2023.

AKBP Adhitya menyebut, dinamika perkembangan politik sudah mulai terasa menjelang Pemilu 2024. Untuk itu Polres Gresik telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, khususnya mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

“Tahun politik ini yang kita waspadai salah satunya dunia maya. Karena berpotensi menjadi sarana penyebaran hoax atau berita bohong, fitnah, berita provokatif dan black campaign menjelang Pemilu 2024,” ungkap alumnus Akpol 2002 itu.

Untuk menyikapi hal tersebut pihak Polres Gresik berupaya dengan salah satunya adalah patroli cyber. AKBP Adhitya, Kapolres Gresik menyadari bahwa dunia maya bisa di akses dengan mudah oleh seluruh kalangan. Dan ini menurutnya kadang dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencapai kepentingannya dengan cara yang tidak sesuai sehingga menimbulkan gangguan Kamtibmas.

“Oleh karenanya kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi berita-berita hoax,” ujar mantan Kapolres Blitar ini. Ia juga meminta masyarakat lebih bijaksana dalam bermedia sosial dengan Cek dulu kebenarannya ketika menerima informasi.

“Jangan gampang nge-share berita yang belum diketahui kebenarannya,” tegas perwira dua melati di pundak itu. Mengantisipasi hal tersebut, lelaki lahir di Kota Banjarmasin pada 15 April 1981 itu mengajak PWI Gresik dan seluruh awak media untuk turut menjaga kondusifitas Kamtibmas di tahun politik. 

“Dengan memproduksi berita-berita yang faktual dan berimbang kami berharap masyarakat dapat teredukasi dan tidak menyebakan persoalan yang menjadikan kamtibmas terganggu,” pungkas AKBP Adhitya (yad)

Tahun Politik, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Ajak Wartawan Ikut Jaga Kondusifitas Kota Santri Selengkapnya