Penyidik Menahan Empat Tersangka Penistaan Agama, Manusia Menikahi Kambing, Kebut Pemberkasan

GRESIK,1minute.id – Penyidik Polres Gresik menahan sebanyak empat tersangka dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing. Kali terakhir penahanan kepada tersangka Nur Hudi Didin Ariyanto pada Senin, 18 Juli 2022. 

Penahanan oknum anggota DPRD Gresik itu setelah penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik melakukan pemeriksaan selama 8 jam. Mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tersangka Nur Hudi, pemilik Pesangrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik dilakukan penahanan oleh penyidik Badal Asar. 

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, semua tersangka berjumlah empat orang dalam perkara penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing telah dilakukan penahanan. “Tadi sore, tersangka berinisial N (Nur Hudi Didin Ariyanto, Red) dilakukan penahanan,”katanya di Mapolres Gresik pada Senin malam, 18 Juli 2022.

Ia tersangka keempat. Apakah ada tersangka lainnya? “Hanya empat yang ditetapkan sebagai tersangka. Tidak ada tersangka baru,”katanya. Setelah melakukan penahanan empat tersangka, kini penyidik berfokus untuk menyelesaikan pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP).

Penyidik Polres Gresik memiliki waktu maksimal 60 hari untuk melimpah berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.  Penahanan pertama selama 20 hari. Bila pemberkasan belum selesai, penyidik bisa memperpanjang selama 40 hari. 

“Kita akan percepatan pemberkasannya dan melimpah ke Kejaksaan. Mohon doanya,”kata Iptu Wahyu Rizki Saputro. Wahyu mengatakan, keempat tersangka mengakui perbuatan sehingga penyidik tidak mendapatkan kesulitan ketika melakukan pemeriksaan. 

Selain mempercepat pemberkasan, tambahnya, penyidik akan mengirimkan surat tembusan kepada sejumlah pihak. Mulai dari Polda Jatim, Gubernur Jatim, DPRD Gresik dan pihak lain terkait penahanan oknum anggota DPRD Gresik itu. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. 

Mereka adalah Arif Syaifullah, pemilik Sanggar Cipta Alam juga konten medsos ; Syaiful Arif, mempelai pria ; Sutrisna alias Krisna, Penghulu dan Nur Hudi Didin Ariyanto, pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat proses hajatan pernikahan nyeleneh itu. 

Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Grafis :

Tersangka Pernikahan Nyeleneh 

1. Arif Syaifullah selaku pembuat konten dan Pemilik Sanggar Cipta Alam. Jerat pasal 44a Ayat 2 UU ITE Juncto Pasal 156a KUHP

2. Syaiful Arif Pemeran selaku pengantin pria, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

3. Sutrisna alias Krisna selaku pemeran penghulu, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

4. Nur Hudi Didin Arianto selaku penyedia tempat, jerat pasal Pasal 156a KUHP

(Sumber Polres Gresik)

Penyidik Menahan Empat Tersangka Penistaan Agama, Manusia Menikahi Kambing, Kebut Pemberkasan Selengkapnya

Nur Hudi, Pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Menyusul Ditahan Polisi 

GRESIK,1minute.id – Penyidik Polres Gresik kembali menahan tersangka dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing pada Senin, 18 Juli 2022. Tersangka kali empat adalah Nur Hudi Didin Ariyanto. Anggota DPRD Gresik itu adalah pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, tempat hajatan ngunduh mantu nyeleneh itu.

Nur Hudi digelandang masuk ruang tahanan Polres Gresik sekitar pukul 16.00 WIB. Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) memakai rompi warna oranye nomor punggung 21 bertuliskan Tahanan Polres Gresik. 

Nur Hudi terlihat menunduk ketika dibawa masuk ruangan tahanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, Nur Hudi menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik. Ia menjalani pemeriksaan selama 7 jam. Istirahat dua kali untuk Salat Duhur dan Asar. Usai Salat Asar, tersangka Nur Hudi Didin Ariyanto kemudian dibawa ruang tahanan. 

Nur Hudi, dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gresik karena ada kegiatan kedewanan. “Setelah pemeriksaan tersangka N (Nur Hudi Didin Ariyanto) kami tahan,”ujar Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro kepada wartawan pada Senin,18 Juli 2022.

ROMPI ORANYE : Anggota Polres Gresik menuntun tersangka Nur Hudi Didin Ariyanto, memakai rompi oranye menuju ruang Tahanan Polres Gresik pada Senin, 18 Juli 2022 (Foto: Humas Polres Gresik)

Dengan ditahannya  Nur Hudi, genap empat orang yang telah ditetapkan oleh penyidik Pidum Satreskrim Polres sebagai tersangka

dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing masuk hotel prodeo Polres Gresik. Mereka adalah Arif Syaifullah, pemilik Sanggar Cipta Alam juga konten medsos ; Syaiful Arif, mempelai pria ; Sutrisna alias Krisna, Penghulu dan Nur Hudi Didin Ariyanto, pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat proses hajatan pernikahan nyeleneh itu. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. 

Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Nur Hudi, Pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Menyusul Ditahan Polisi  Selengkapnya

Krisna,Penghulu Perkawinan Manusia dengan Kambing Menyusul Dua Koleganya Ditahan Polisi

GRESIK,1minute.id – Jumlah tersangka dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing yang ditahan oleh Penyidik Polres Gresik bertambah satu. Satu tersangka yang di tahan adalah Sutrisna alias Kresna. Jadi penyidik sudah menahan tiga dari empat tersangka. Sebelumnya,  dua tersangka yakni Syaiful Arif, pengantin pria dan Arif Syaifullah, konten kreator juga pemilik Sanggar Cipta Alam (SCA).

Ia berperan sebagai penghulu ritual nyeleneh perkawinan manusia dengan seekor kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Minggu, 5 Juni 2022 lalu.

Kini, tersisa satu tersangka yang masih hidup bebas. Ia adalah pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Nur Hudi Didin Ariyanto. Anggota DPRD Gresik.  

Tersangka Kresna ditahan oleh penyidik Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik pada Sabtu malam, 16 Juli 2022. Sebelum ditahan Kresna yang dua kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Pidum Satreskrim Polres Gresik menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Kresna datang sekitar pukul 12.30. Ia langsung masuk ruangan Idik I atau Pidum Satreskrim Polres Gresik. Pemeriksaan kelar sekitar pukul 20.00. 

Istirahat dua kali untuk Salat Maghrib dan Isya. Usai pemeriksaan, penyidik melakukan gelar perkara internal dan memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka Kresna. 

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, penyidik telah melayangkan surat pemanggilan kepada empat tersangka.  Kali pertama dua tersangka yang memenuhi panggilan pemeriksaan. Dua tersangka itu, adalah Arif Syaifullah dan Syaiful Arif. Setelah 8 jam menjalani pemeriksaan kedua lalu ditahan.  

Dua tersangka lainnya, yakni Sutrisna alias Krisna dan Nur Hudi Didin Ariyanto. Kresna dijadwalkan pemeriksaan pada Sabtu, 16 Juli 2022. “Hanya tersangka S (Sutrisna) yang datang. Tersangka sudah kami tahan,”ujar Iptu Wahyu Rizki Saputro kepada wartawan pada Minggu, 17 Juli 2022. Penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap satu tersangka yang tersisa. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. 

Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Grafis :

Tersangka Pernikahan Nyeleneh 

1. Arif Syaifullah selaku pembuat konten dan Pemilik Sanggar Cipta Alam. Jerat pasal 44a Ayat 2 UU ITE Juncto Pasal 156a KUHP

2. Syaiful Arif Pemeran selaku pengantin pria, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

3. Sutrisna alias Krisna selaku pemeran penghulu, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

4. Nur Hudi Didin Arianto selaku penyedia tempat, jerat pasal Pasal 156a KUHP

(Sumber Polres Gresik)

Krisna,Penghulu Perkawinan Manusia dengan Kambing Menyusul Dua Koleganya Ditahan Polisi Selengkapnya

Gerbong Mutasi Polres Gresik, Kapolres : Pejabat Baru Segera Menyesuaikan 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi dan rotasi di Polres Gresik bergulir lagi. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sembilan pejabat utama (PJU) pada Jumat,15 Juli 2022. Yakni, setingkat Kepala Bagian, Kepala Kesatuan (Kasat) dan Kepala Polisi Sektor (Kapolsek).

Rincian, dua Kabag, tiga Kasat, dan empat Kapolsek. Kabag Perencanaan dijabat oleh mantan Kapolsek Driyorejo Kompol Mohamad Zunaedi yang sebelumnya dijabat Kompol Soleh Lukman Hadi yang purnatugas. Kasat Binmas diisi oleh AKP Sujiran yang sebelumnya dijabat Kompol M. Said yang juga purnatugas. 

Selanjutnya Kasat Samapta dari AKP Herry Moeriyanto Tampake diserahterimakan kepada AKP Sugeng Sulistiyono. Hary menempati jabatan baru sebagai Kapolsek Driyorejo. 

Kemudian, Kasat Lantas dari AKP Engkos Sarkosi diserahterimakan AKP Agung Fitriansyah. Berikutnya, Kasat Resnarkoba AKP Iwan Tjatur Priambudi diserahterimakan kepada AKP Tatak Sutrisno, sebelumnya menjabat Kapolsek Menganti. Kursi yang ditinggalkan Tatak Sutrisno diisi oleh AKP Inggit, sebelumnya Kapolsek Gresik Kota.

Kapolsek Gresik Kota diisi AKP Rachmat Triyanto sebelumnya menjabat Kapolsek Tambak, Pulau Bawean diisi Iptu Saifudin yang sebelumnya menjabat KBO Binmas.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dalam amanatnya menyampaikan bahwa sertijab di lingkungan Polri merupakan hal biasa dalam rangka tour of duty, sebagai wujud dinamisasi organisasi dan terus berkembangnya tantangan tugas yang harus dihadapi.

Selain itu,imbuhnya, jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang harus kita laksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab, sekaligus sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. “Kepada pejabat yang baru diucapkan selamat datang dan segera menyesuaikan dengan lingkungan tugasnya yang baru,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu. (yad)

Gerbong Mutasi Polres Gresik, Kapolres : Pejabat Baru Segera Menyesuaikan  Selengkapnya

Tidak Korporatif, Mat Jai, Kades Dooro Nonaktif, Terpidana Korupsi Dana Desa Terancam Jemput Paksa

GRESIK,1minute.id – Jaksa Eksekutor Kejari Gresik berencana melakukan eksekusi kepada terpidana korupsi dana Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Terpidana 1,5 tahun itu bernama Mat Jai, mantan Kepala Desa (Kades) setempat. 

Jemput paksa dilakukan karena terpidana tidak kooperatif. Mat Jai berjanji akan menyerahkan diri hari ini, Jumat, 15 Juli 2022. Jaksa eksekutor menunggu sampai pukul 17.00 WIB, Mat Jai tidak terlihat batang hidung di kantor Kejari Gresik di Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Tapi, sampai sekarang belum datangi,”kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Gresik Alifin N Wanda didampingi Kasi Intelijen Kejari Gresik Deni Niswansyah di kantor Kejari Gresik pada Jumat, 15 Juli 2022.

Terpidana korupsi dana desa periode 2017 – 2019 itu divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya selama 1 tahun. Terdakwa juga dibebani membayar denda Rp 100 juta dan mengganti uang kerugian negara Rp 253 juta. Terdakwa Mat Jai kemudian menempuh upaya banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya. Hakim PT menambah masa hukuman 6 bulan menjadi 1 tahun dan 6 bulan atau 1,5 tahun. 

Terdakwa Mat Jai, saat itu menjabat Kepala Desa (Kades) Dooro itu, melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hakim agung menguatkan putusan PT Jatim yakni hukuman penjara 1,6 tahun, denda Rp 100 juta dan mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 253 juta. “Uang kerugian negara sudah dikembalikan oleh terpidana,”kata Alifin N Wanda. 

Dua pekan lalu, jaksa akan melakukan eksekusi terhadap terpidana Mat Jai. Terpidana datang sambil membawa surat keterangan sakit. Jaksa kemudian melakukan uji kesehatan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Mat Jai meminta waktu 2 minggu kepada Jaksa. Ia berjanji akan menyerahkan diri pada Jumat, 15 Juli 2022. 

Menurut Kasi Intelijen Kejari Gresik Deni Niswansyah, pihaknya menyetujui niat baik terpidana tersebut. “Karena kami inginkan eksekusi secara humanis. Namun, ternyata terdakwa tidak berkomitmen. Tidak memiliki ikhtikad baik. Kami akan lakukan eksekusi paksa,”tegas Deni. 

Kapan eksekusi kepada terpidana Mat Jai dilakukan, Alifin dan Deni belum menyebutkan kepastiannya. “Kami jemput paksa secepatnya dan mohon doa dan dukungan, dalam waktu dekat ini bisa melakukan jemput paksa hingga hasil akan kami sampaikan,”katanya.

Dalam proses penyidikan Mat Jai sempat ditahan oleh penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik. Akan tetapi, Mat Jai sakit kemudian dibantarkan. Hakim Tipikor Surabaya menetapkan terdakwa Mat Jai sebagai tahanan kota. Sampai putusan MA status Mat Jai tahanan kota. (yad)

Tidak Korporatif, Mat Jai, Kades Dooro Nonaktif, Terpidana Korupsi Dana Desa Terancam Jemput Paksa Selengkapnya

Kejari Gresik dan IAD Berikan Sembako dan 50 Kasur untuk Yatim Piatu

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dan Ikatan Ahyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Gresik melakukan Bakti Sosial (Baksos) dan Anjangsana ke Yayasan Panti Asuhan Nurul Ulum pada Kamis,14 Juli 2022.

Baksos rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dan HUT ke-XXII IAD. Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan dari Kejari Gresik tiba panti asuhan berlokasi di Desa Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. Rombongan  terdiri dari Kajari Gresik M.Hamdan S., Ketua IAD Gresik Ny Idar Hamdan, Kasi Pidum Ludy Himawan, Kasi PB3R Nugroho Tanjung, Kasi Datun Tya Gita Prastiwi dan beberapa anggota IAD. Mereka disambut lansung oleh Ketua Yayasan Johar.

Kajari Gresik M.Hamdan S., mengatakan momen HBA ke-62 dan HUT IAD XXII sebagai perwujudan rasa syukur atas berkah dan rezeki serta amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Perwujudan rasa syukur dengan melakukan kegiatan bhakti sosial dengan cara berbagi kepada panti asuhan Nurul Ulum.

“Alhamdulillah, hari ini kita masih diberikan kesehatan dan rezeki sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan berbagi dengan yayasan panti asuhan yatim piatu Nurul Ulum,” jelas Kajari Gresik.

Lebih lanjut dikatakan, saat menjalani kehidupan bermasyarakat kita harus sering-sering melihat kebawah jangan keatas. Sehingga kita akan tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Menjalankan tugas sebagai penegak hukum pasti ada yang suka dan tidak suka. Sehingga kita dituntut menjalankan tugas secara profesional. Semoga dengan adanya kegiatan bhakti sosial ini dapat membantu dan meringankan beban adik-adik panti asuhan,” ujarnya.

Ditambahkan Hamdan, Bakti Sosial dan Ajangsana ini merupakan salah satu program Jaksa Agung R.I dalam rangkaian kegiatan HBA tahun 2022 dengan tema “Kepastian Hukum, Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi”.

Setelah memberikan bantuan berupa sembako dan 50 kasur buat anak yatim piatu, acara dilanjutkan Anjangsana ke rumah Purnaja (Purna Jaksa dan Pegawai Kejaksaan). Ada tiga rumah purnaja yang dikunjungi. Yakni, rumah Ny Rahayu di Jalan Awikoen Raya No.19 Kelurahan Gending , Burhan di Jl. Akim Kayat, Kecamatan Gresik dan Ny Koesbandiyah di jl. Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Ketiga Purnaja masing mendapatkan bingkisan dari Kejari Gresik.

Sementara itu, Ketua Panitia HBA ke-62 Ludy Himawan mengatakan kegiatan Bhakti sosial dan Anjangsana ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Adhyaksa tahun ini.

“Alhamdulilah kita telah menjalankan kegiatan bhakti sosial dengan berbagi dengan anak-anak panti asuhan yatim piatu Nurul Ulum. Secara simbolis kami berikan sembako dan 50 kasur untuk anak-anak panti asuhan,”jelas Ludy yang juga Kasi Pidum Kejari Gresik itu.

Lebih lanjut dikatakan, semoga bantuan ini dapat meringankan beban anak yatim piatu dibawah naungan panti asuhan Nurul Ulum dan dapat sepenuhnya dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik-baiknya. (yad)

Kejari Gresik dan IAD Berikan Sembako dan 50 Kasur untuk Yatim Piatu Selengkapnya

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing 

GRESIK,1minute.id – Penyidik perkara dugaan penistaan agama, perkawinan manusia dengan kambing menahan dua dari empat tersangka. Dua tersangka itu adalah Arif Syaifullah, pemilik Sanggar Cipta Alam juga pemilik konten dan Syaiful Arif, pengantin pria.

Sebelum ditahan kedua tersangka itu menjalani pemeriksaan selama 8 jam di Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik pada Selasa, 12 Juli 2022. Sehari sebelumnya, penyidik mengagendakan pemeriksaan tiga tersangka. Yakni, Arif Saifullah, Syaiful Arif dan Sutrisno alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Irfan Choirie, kuasa hukum ketiga orang tersebut mengaku tidak mengetahuinya. Irfan ditunjuk mereka ketika proses penyelidikan.  “Maaf karena sejak ketiga orang ditetapkan sebagai tersangka, Saya belum mendapatkan kuasa lanjutan untuk mendampingi mereka. Jadi Saya tidak bisa berkomentar,”kata Irfan di konfirmasi selulernya pada Rabu, 13 Juli 2022.

Informasi yang dihimpun, dua dari empat tersangka mendampingi Mapolres Gresik sekitar pukul 16.00 WIB. Dua tersangka itu, Arif Syaifullah dan Syaiful Arif. Sedangkan, Kresna tidak terlihat. Arif dan Syaiful Arif langsung masuk ke ruang penyidik Pidum Satreskrim Polres Gresik. 

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan kali pertama sejak penyidik menetapkan sebagai tersangka pada 1 Juli 2022. Sekitar pukul 23.30 WIB pemeriksaan dua tersangka tuntas. Penyidik melakukan gelar perkara dan memutuskan kedua tersangka ditahan. 

“Dari proses itu kami melakukan penahanan,”kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kasi Humas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono kepada wartawan pada Rabu, 13 Juli 2022. Kini, masih ada dua orang tersangka lainnya yang masih belum menjalani penahanan. Kedua orang itu adalah Sutrisna alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Tersangka lainnya adalah Nur Hudi Didin Ariyanto, anggota DPRD Gresik, pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat hajatan ngunduh mantu acara tersebut. Pesanggrahan Keramat berlokasi di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu telah di police line oleh polisi. Untuk pemeriksaan Nur Hudi, penyidik Polres Gresik masih menunggu izin dari Gubernur Jawa Timur. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. 

Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Grafis : Tersangka Pernikahan Nyeleneh 

1. Arif Syaifullah selaku pembuat konten dan Pemilik Sanggar Cipta Alam. Jerat pasal 44a Ayat 2 UU ITE Juncto Pasal 156a KUHP

2. Syaiful Arif Pemeran selaku pengantin pria, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

3. Sutrisna alias Krisna selaku pemeran penghulu, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

4. Nur Hudi Didin Arianto selaku penyedia tempat, jerat pasal Pasal 156a KUHP

(Sumber Polres Gresik)

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing  Selengkapnya

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal 

GRESIK,1minute.id – Satu unit tongkang muatan tiang pancang dan tiang listrik beton tenggelam di sekitar 4 mil laut dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya Tongkang MR 01 mengakibatkan satu orang meninggal. Korban bernama Mahmud, 32, asal Lor Melati RK 27 Belawan, Sumatera Utara. 

Informasi yang dihimpun, pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 09.15 WIB tongkang AR 01 mengangkut tiang listrik dan tiang pancang berangkat dari Pelabuhan Gresik. Tongkang ditarik Tag Boat (TB) Baiduri A. 

Kondisi cuaca di perairan Gresik dan Bawean baik. Selama 4 perjalanan atau sekitar pukul 14.37 WIB tiba-tiba cuaca berubah memburuk. Ombak di perairan Pulau Bawean mencapai ketinggian diatas 2 meter. Empasan ombak membuat tongkang AR 01 berguncang keras. Puluhan biji tiang pancang dan tiang listrik yang akan dibawah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan berjatuhan ke laut. 

Dua anak buah atau kru tongkang yakni Abdul Rahman dan Ririn, kelasi yang terjun bebas ke laut bisa terselematkan. Namun, Mahmud, bernasib sial. Tubuh Mahmud, 32 tahun asal Belawan, Sumatera Utara terjepit kren. Badai ombak yang menewaskan satu kru itu membuat rencana tongkang balik arah. Urung melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Operator TB Baiduri A akhirnya memutuskan sandar di Pulau Bawean serta melakukan evakuasi korban. 

Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono melalui Kanit Gakkum Aiptu Hajar Widagdo dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban Mahmud sudah dilakukan visum et Repertum di RSUD Ibnu Sina Gresik. “Keluarga korban membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan. Karena kejadian akibat musibah ombak,”kata Hajar dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 11 Juli 2022. (yad)

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal  Selengkapnya

Nur Hudi Bersikukuh Video Ritual Pernikahan Manusia dengan Kambing untuk Konten 

GRESIK,1minute.id – Nur Hudi Didin Ariyanto memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022. Politisi asal Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Gresik datang untuk dimintai ketarangan terkait dugaan keterlibatan ngundu mantu, manusia dengan kambing yang viral itu.

Perkawinan nyeleneh menggunakan syariat Islam itu dihelat di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Minggu, 5 Juni 2022. Pesanggrahan itu milik Nur Hudi.

Selama 4 jam, mulai pukul 11.00 WIB sampai 14.00 WIB Nur Hudi dimintai keterangan oleh BK DPRD Gresik. Sidang kode etik anggota DPRD Gresik itu dipimpin oleh Mujib Riduan, Koordinator juga Wakil Ketua DPRD Gresik. 

Nur Hudi dicecar sejumlah pertanyaan oleh anggota BK DPRD Gresik. Ia pun mengaku salah telah membuat kegaduhan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Namun, Nur Hudi bersikukuh ritual pernikahan nyeleneh antara manusia dengan kambing itu untuk keperluan konten medsos. 

Dalam sidang itu, BK DPRD Gresik memutar kembali video ritual pernikahan manusia dengan kambing itu. Dua video yang diputar menggunakan layar proyektor. 

Wakil Ketua BK Gresik Jamiyatul Mukaromah mengatakan, pemanggilan kepada Nur Hudi Didin Ariyanto karena adanya pengaduan dari masyarakat. Dalam sidang kode etik, kata legislator perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik sempat meminta maaf kepada seluruh anggota DPRD Gresik maupun masyarakat Gresik. “Ia tadi juga menangis,”terang Mukaromah usai sidang BK DPRD Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022.

Namun, imbuh Mukaromah, Nur Hudi menegaskan video ritual pernikahan manusia dengan kambing itu untuk keperluan konten. “Video itu untuk konten medsos,”tegasnya. Lalu langkah BK DPRD Gresik selanjutnya? Mukaromah mengatakan pihaknya memanggil sejumlah saksi lainnya. “Saksi ahli dan orang-orang yang sempat disebut oleh Nur Hudi,”katanya tanpa menyebut identitas saksi yang bakal dimintai kesaksiannya.

Sumber di BK DPRD Gresik menyebutkan saksi ahli nanti diantaranya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. Sedangkan, saksi lainnya adalah sutradara pernikahan manusia dengan kambing yakni Arif Syaifullah. 

Bagaimana tanggapan Nur Hudi Didin Ariyanto? Nur Hudi Didin Ariyanto ketika ditemui usai sidang BK DPRD Gresik enggan berkomentar. “Maaf, langsung ke BK saja,”katanya. 

Seperti diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik melalui Komisi Fatwa MUI Gresik menegaskan pernikahan manusia dengan kambing itu adalah penistaan agama. 

Keempat orang yang terlibat aktif dalam perkawinan tak lazim di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik dinyatakan keluar dari Islam. Murtad. Mereka harus bertaubat dan mengucapkan syahadat.

Keempat orang yang terlibat perkawinan itu, pemilik Pesanggrahan Nur Hudi Didin Ariyanto ; mempelai pria Syaiful Arif ; penghulu Kresna dan pembuat naskah Arif Syaifullah kemudian bertaubat dan mengucapkan syahadat. Pengucapan sahadat disaksikan oleh para tokoh agama dari empat organisasi keagamaan yakni MUI Gresik, PCNU Gresik, Muhammadiyah Gresik dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Gresik di Aula Kantor MUI Gresik dalam Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 Juni 2022.

Polres Gresik melalui proses penyelidikan akhirnya menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Keempat tersangka itu adalah pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng berinisial N ; SA selaku pengantin, dan S selaku penghulu yang menikahkan. Ketiganya dikenai Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama juncto Pasal 55 KUHP (turut serta). 

Dalam perkembangan hasil pemeriksaan penyidikan Satreskrim Polres Gresik tertanggal 5 Juli 2022 disebutkan tersangka pemilik Sanggar Cipta Alam sekaligus pemilik konten 

Arif Syaifullah ; pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Nur Hudi Didin Ariyanto ; mempelai pria Syaiful Arif dan penghulu Sutrisno alias Kresna. Mereka dikenakan Pasal 45a ayat 2 UU ITE juncto Pasal 156a KUHP. “Jadi, ada 4 tersangka. Inisial N, SA, S, dan AS,”tegas Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis di Mapolres Gresik pada Jumat, 1 Juli 2022. (yad)

Nur Hudi Bersikukuh Video Ritual Pernikahan Manusia dengan Kambing untuk Konten  Selengkapnya

Senggol Truk Tronton, Pengendara Honda Supra Meninggal 

GRESIK,1minute.id – Peristiwa memilukan terjadi di ruas Jalan Deandles, tepatnya di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022.

Seorang pengendara motor Honda Supra nomor polisi (Nopol) W 6053 DT bernama Kaeni, 54, warga Desa Karangturi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan menabrak truk tronton  nopol L 9211 UA yang dikemudikan Khoirul Anam, 50, warga Desa Talun,  Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. 

Kecelakaan yang terjadi pada pukul 06.30 itu mengakibatkan Kaeni meninggal di lokasi kejadian. Yang memilukan…(maaf tidak bisa dijelaskan).

Informasi yang dihimpun kecelakaan lalu lintas terjadi pada saat pengendara sepeda motor Honda Supra  nopol W  6053 DT yang dikendarai Kaeni melaju dari arah Bungah menuju Manyar. Memasuki Jalan Raya Desa  Sukomulyo, Kaeni mendahului dari sisi sebelah kiri truk tronton nopol L 9211 UA yang dikemudikan Khoirul Anam yang melaju searah.

Diduga pengendara motor kurang memperhatikan arah depan serta kurang bisa jaga jarak aman. Akibatnya, benturan dengan truk tronton. Akibat dari kecelakaan Kaeni meninggal di TKP kemudian korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dimintakan Ver Jenazah.

Menurut Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Suharto, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi diduga akibat pengendara sepeda motor Honda Supra saat mendahului dari sisi sebelah kiri  kurang memperhatikan arah dan kurang hati-hati. “Pengendara motor terjatuh dan terbenturan truk tronton,”kata Ipda Suharto. (yad)

Senggol Truk Tronton, Pengendara Honda Supra Meninggal  Selengkapnya