Pelebaran Jalan Raya Manyar Disosialisasikan, 199 Kios dan Lapak Dukung Relokasi 

GRESIK,1minute.id – Rencana pelebaran jalan Raya Manyar segera teralisasi. Sebab, pelebaran jalan Raya Manyar ini sudah menjadi proyek strategis nasional (PSN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap pelebaran jalan Deandles di pantai utara (Pantura) Kabupaten Gresik mulai dikerjakan tahun ini. Pemkab Gresik melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa,14 Juni 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, pelebaran Jalan Raya Manyar untuk kepentingan masyarakat. Proyek nasional ini kepentingan masyarakat. Proyek strategis nasional (PSN). Pelebaran jalan nasional itu akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Pemkab Gresik melakukan mendukung percepatan pelebaran jalan dengan melakukan pembebasan lahan,”kata Fandi Akhmad Yani.

Sosialisasi dihadiri perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Sentot Wijayanto, tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) setempat. Serta ratusan pedagang. 

Pedagang yang memiliki surat kepemilikan lahan yang sah akan mendapatkan ganti rugi. Sebaliknya, pedagang yang tidak memiliki hak kepemilikan lahan, pemerintah tidak bisa memberikan ganti rugi. Karena lahan yang ditempati milik negara. 

Akan tetapi, imbuhnya, masyarakat atau padagang tidak perlu risau. Sebab, pihaknya tetap tidak ingin menyengsarakan masyarakat. “Pemerintah akan merelokasi. Pembangunan lapak baru di tempat relokasi gratis,”tegasnya. Tempat relokasi nanti representatif karena akan dilengkapi fasilitas umum yang memadai. Lahan parkir luas, musala, dan ada arena permainan. 

Tempat relokasi berada di lapangan yang dekat dari jalan raya nasional. Bupati berusia 36 tahun itu, meminta kepada para pedagang yang bakal terkena imbas pelebaran jalan nasional itu mendaftarkan ke kantor kecamatan Manyar. Dalam sosialisasi itu, mayoritas pedagang yang selama ini berjualan di ruang milik jalan (rumija) sepakat untuk relokasi.

Camat Manyar Zainul Arifin menambahkan pihaknya telah melakukan validasi bangunan sepanjang jalan Raya Manyar yang terimbas pelebaran jalan Raya Manyar itu. Berdasarkan validasi sebanyak 199 kios atau lapak. Dari 199 kios itu, sebanyak 70 kios milik warga Manyar. “Sisanya, sekitar 120-an warga luar,”tegasnya. 

Meski sebagian besar pedagang menyetujui rencana pelebaran jalan Raya Manyar. Ada sejumlah warga yang kontra dengan rencana pemerintah tersebut. Namun, pemkab Gresik menegaskan pelebaran jalan Raya Manyar harus direalisasikan. Salah seorang warga mengaku pihaknya sepakat pelebaran jalan Raya Manyar itu. “Kami mendukung. Semoga tetap relokasi memadai,”katanya. (yad)

Pelebaran Jalan Raya Manyar Disosialisasikan, 199 Kios dan Lapak Dukung Relokasi  Selengkapnya

Cegah Wabah PMK Meluas, Bupati Gresik Instruksikan Dispertan Distribusikan Obat Hewan

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah semakin dekat. Bagaimana update terbaru cara pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Kabupaten Gresik. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Wabah PMK juga terjadi di Sidoarjo dan Lamongan

Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor sapi terjangkit PMK. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Data tersebut dilaporkan oleh Kadis Pertanian Gresik Eko Anindito Putra dalam rapat koordinasi (rakor) Pengendalian PMK di Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 13 Juni 2022. Rakor dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Rakor dihadiri Asosiasi Peternak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik. Dalam kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam usaha bersama penanggulangan PMK. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik sudah memiliki suatu modal yang terbukti efektif dalam kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak seperti halnya penangangan pandemi Covid-19 sebelumnya.

Fandi Akhmad Yani menginstruksikan Dinas Pertanian mendistribusikan obat-obatan yang sudah dibeli melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Obat-obatan untuk menekan jumlah hewan ternak yang terdampak PMK.

“Obat yang ada harus segera didistribusikan, terkait bantuan dokter hewan dari beberapa Universitas bisa diperbantukan sehingga obat tersebut bisa langsung disuntikkan ke hewan ternak. Jangan sampai obatnya ada, tetapi kita keterbatasan tenaga kesehatannya, karena ini merupakan salah satu strategi kita dalam menghambat laju penyebaran PMK,”kata Bupati berusia 36 tahun itu.

Terkait dengan persiapan Idul Adha, mantan Ketua DPRD Gresik itu, pasar hewan untuk sementara ditutup dengan tujuan agar tidak terjadi mobilitas yang mengakibatkan penularan.

“Bukan berarti kita melarang perdagangannya, tetapi pasarnya saja yang tidak boleh. Dengan semakin dekatnya Idul Adha dimana kebutuhan akan hewan kurban semakin tinggi, maka kita sepakat bahwa penjualan hewan kurban untuk berbasis kandang dan jika memungkinkan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat,”jelasnya.

Bupati Yani juga berharap peran DMI untuk bisa mengadakan sosialisasi kepada seluruh anggotanya untuk bisa lebih peka dan lebih berempati terhadap kondisi wabah PMK dengan membeli hewan kurban dari lingkungan setempat.

Ia menambahkan berhubungan dengan Hari Raya Idul Adha, banyak masyarakat yang akan menerima daging kurban sehingga akan sangat membantu dan penting untuk dibuatkan sosialisasi dengan bentuk-bentuk yang kreatif dan menarik mengenai bagaimana cara mengolah daging hewan kurban secara sehat. (yad)

Cegah Wabah PMK Meluas, Bupati Gresik Instruksikan Dispertan Distribusikan Obat Hewan Selengkapnya

Percepatan Pembangunan SPBU Nelayan, Pemkab Gresik Siapkan 4 Lokasi

GRESIK,1minute.id – Lahan untuk proyek Pembangunan Pembangunan Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Nelayan (SPBUN) telah siap. Ada empat titik yakni Desa Ujungpangkah, Desa Sembayat, Desa Randuboto dan Kelurahan Lumpur.

Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kerja ke Bale Gede di Kelurahan Lumpur beberapa waktu lalu telah memberikan sinyal persetujuan pembangunan SPBUN itu. Untuk mempercepat proses pembangunan SPBUN itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis, 9 Juni 2022. 

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, persoalan solar bagi para nelayan menjadi atensinya. Sehingga perlu dilakukan upaya serius agar nelayan dengan mudah mendapatkan solar untuk keperluan sehari-hari dalam mencari ikan di laut.

“Kabupaten Gresik masih membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur berupa Pertamina dan Pertashop dengan BBM khususnya solar bagi para nelayan. Dan ini menjadi atensi kami di pemerintah Kabupaten Gresik untuk dapat mewujudkan terhadap apa yang dibutuhkan oleh nelayan kami,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

Usulan lokasi pembangunan Pertamina itu lanjut Bupati, dibagi di 4 titik yaitu Desa Ujungpangkah, Desa Sembayat, Desa Randuboto dan Kelurahan Lumpur. “Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan,”katanya.

Rencana kedepan, lanjutnya, pihaknya akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gresik Migas untuk menjadi pengelola SPBUN tersebut. Sehingga diharapkan agar dapat dikelola dengan baik dan memudahkan dalam pengawasan.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian KKP Muhammad Zaini sependapat dengan Bupati Fandi Akhmad Yani. Bahan bakar solar Kebutuhan utama nelayan untuk menangkap ikan. “Mudah-mudahan pertemuan ini membuahkan hasil seperti apa yang diharapkan. Termasuk konsep pengelolaan dengan melibatkan BUMD. Kalau ini bisa terealisasi, maka Kabupaten Gresik akan menjadi percontohan bagi Kabupaten lain di Indonesia,”kata Muhammad Zaini. (yad)

Percepatan Pembangunan SPBU Nelayan, Pemkab Gresik Siapkan 4 Lokasi Selengkapnya

Empat Orang Terduga Terlibat Pernikahan Manusia dengan Kambing, Komisi Fatwa MUI Gresik Nyatakan Penistaan Agama Islam 

GRESIK,1minute.id – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik memutuskan ritual nyeleneh perkawinan manusia dengan kambing adalah penistaan agama Islam. Keempat orang yang diduga terlibat dalam perkawinan tak lazim di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik murtad. 

Keempat orang yang terlibat perkawinan itu, pemilik Pesanggrahan Nur Hudi Didin Ariyanto ; mempelai pria Syaiful Arif ; penghulu Kresna dan pembuatan naskah Arif Syaifullah kemudian bertambah dan mengucapkan syahadat yang disaksikan oleh para tokoh agama dari empat organisasi keagamaan yakni Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, PCNU Gresik diwakili KH Rofiq, ketua PD Muhammadiyah Gresik M In’am dan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Gresik KH Abdul Muiz Zuhri. 

PERMOHONAN MAAF: (ki-ka) Nur Hudi Didin Ariyanto, Arif Syaifullah, Syaiful Arif dan Kresna ketika menyatakan permohonan maaf dan mengucapkan syahadat di saksikan oleh tokoh agama dari empat ormas keagamaan di Aula Masjid Agung Gresik pada Kamis, 9 Juni 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rakor Komisi Fatwa MUI Gresik dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir menjelang Azan Duhur, sekitar pukul 11.45 WIB. “Setelah melalui pembahasan dapat disimpulkan pernikahan manusia dengan kambing adalah perbuatan penodaan agama,”kata Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq dalam Konferensi Pers di Aula Kantor MUI Gresik di Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Kamis,9 Juni 2022.

Berikut hasil pendapat dan sikap MUI Gresik:

Rekomendasi Komisi Fatwa MUI Gresik pada Kamis, 9 Juni 2022

PENDAPAT DAN SIKAP KEAGAMAAN

MUI KABUPATEN GRESIK BERSAMA ORMAS ISLAM KABUPATEN GRESIK TENTANG MENYIKAPI PERNIKAHAN MANUSIA DENGAN DOMBA

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan adanya pernikahan manusia dengan domba yang terjadi di Pesanggrahan Kramat Desa Jogodalu, Benjeng, Gresik pada Hari Ahad, 05 Jul 2022 pukul 15:00 WIB dengan menggunakan tata cara nikah secara Agama Islam yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik bersama Ormas Islam Kabupaten Gresik tekah melakukan karifikasi dan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut :

1. Melakukan pernikahan dengan binatang bertentangan dengan syariat Islam 

2. Penggunaan tata cara nikah secara agama Islam dengan shighot dan tatalaksana dalam pernikahan di atas adalah bentuk penistaan terhadap agama, kemanusian, budaya dan pencemaran nama baik Kabupaten Gresik

yang merupakaan kota santri

3. Jika kesemuanya diyalaki sebagai tindakan yang benar, maka pelakunya dan semua yang terlibat di dalamnya dihukumi keluar dari Islam 4. Semua yang terlibat aktif didalamnya wajib; 

    a Bertobat dengan taubat Nauha. 

    b. Meminta maaf kepada seluruh umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernikahan yang terjadi dan sengaja dilakukan tersebut dikategorikan sebagai penodaan agama Islam. Untuk itu MUI Gresik bersama Orman felam Kabupaten Gresik merekomendasikan 

1. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan agama Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut 3. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secars tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum. 

4. Masyarakat muslim wajib mengamalkan ajaran agamanya sesuai dengan ketentuan syariat Islam 

5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi di luar hukum seraya menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktifitas penodaan agama dan melaporkannya kepada yang berwenang. (yad)

Empat Orang Terduga Terlibat Pernikahan Manusia dengan Kambing, Komisi Fatwa MUI Gresik Nyatakan Penistaan Agama Islam  Selengkapnya

Komisi Fatwa MUI Gresik Bahas Manusia Nikahi Kambing, Mempelai Pria Menangis, Siap Taubat 

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar rapat koordinasi menyikapi kejadian viral pria menikah dengan kambing pada Kamis,9 Juni 2022. Rapat dipimpin oleh Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq.

Rapat digelar di ruang rapat MUI di Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Rapat koordinasi bersama Komisi Fatwa MUI Gresik itu menghadirkan sejumlah warga yang terlibat dalam perkawinan nyeleneh antara manusia dengan kambing. Perkawinan tak lazim dan dikutuk oleh warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terjadi di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng diduga milik Nur Hudi Didin Ariyanto itu dilakukan pada Minggu sore, 6 Juni 2022.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id terlihat hadir Nur Hudi Didin Ariyanto, mempelai pria, Syaiful Arif, 44, warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik dan beberapa orang lainnya. Nur Hudi, politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Gresik memakai baju koko warna putih. Sedangkan, mempelai pria, Syaiful Arif memakai baju batik memakai kopyah warna hitam. 

Sumber 1minute.id menyebutkan semua yang terlibat dalam perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo mengaku khilaf dan menyesali perbuatan yang diluar akal sehat. “Mereka menangis,”kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Hasilnya? Perbuatan mereka dianggap melanggar syariat Islam. “Secara pastinya nanti akan dijelaskan setelah rapat selesai,”katanya. Hingga berita ini ditulis rapat koordinasi Komisi Fatwa MUI Gresik masih berlangsung.

Rapat koordinasi MUI bersama Komisi Fatwa MUI Gresik digelar secara tertutup. Namun, pimpinan rapat KH Mansoer Shodiq memperbolehkan jurnalis masuk mengambil gambar aktivitas dalam ruang rapat tersebut.

Seperti diberitakan Ketua MUI Gresik KH Mansoer, menyesalkan dan mengecam adanya hajatan pernikahan antara manusia dengan kambing itu. “Dan apa yang terjadi adalah perbuatan haram. Berdosa,”kata Kiai Mansoer. Yang kedua, tambahnya, apa yang mereka lakukan itu menyalahi kondratnya sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang mulia. 

Menurut ajaran agama pernikahan dilakukan antara laki-laki dengan perempuan. “Nah iki kok manusia dengan hewan,”katanya pada Selasa, 7 Juni 2022.

Karena itulah, Kiai Mansoer sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut. Apalagi, kejadian pernikahan antara manusia dengan hewan itu terjadi di Kabupaten Gresik. “Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Wali , Kota Santri,”ujarnya dengan nada lirih, prihatin. 

Semestinya sebagai warga Gresik harus menjunjung tinggi norma-norma agama. Dan yang keempat, Kiai Shodiq mendorong yang bersangkutan segera taubat, mohon ampun kepada Allah SWT.

Untuk diketahui perkawinan manusia dengan kambing betina itu digelar pada Minggu, 5 Juni 2022. Hajatan itu dilakukan di salah satu Pesanggrahan di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur. Pernikahan itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat sekitar, termasuk salah satu oknum anggota DPRD Gresik. Belakangan kabarnya mengaku pernikahan manusia dengan seekor kambing betina itu konten di medsos. (yad)

Komisi Fatwa MUI Gresik Bahas Manusia Nikahi Kambing, Mempelai Pria Menangis, Siap Taubat  Selengkapnya

Jalan Raya Manyar Segera Diperlebar, Pemerintah Percepatan Validasi Tanah Warga

GRESIK,1minute.id – Rencana pelebaran jalan Raya Manyar, Kecamatan Manyar sepanjang 3,5 kilometer terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, jalan nasional di jalur Deandles, Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Gresik itu kerap krodit. Macet. Terutama mulai exit tol Manyar hingga Manyar Tugu, Kecamatan Manyar. 

Kemacetan parah itu terjadi biasanya pada pagi atau waktu berangkat kerja. Dan, sore hari saat pulang kerja. Kemacetan lalu lintas disebabkan volume kendaraan dan bottleneck (penyempitan) jalan nasional. Kemacetan itu menimbulkan grenengan masyarakat maupun pengguna jalan nasional itu.

“Jalan Raya Manyar selama ini sering dikeluhkan masyarakat lantaran kerap menimbulkan kemacetan, maka perlu dilebarkan untuk kelancaran aktifitas masyarakat,”ujar Bupati Gresik Fandi  Akhmad Yani pada Rabu, 8 Juni 2022. Rencana pelebaran tersebut terus dimatangkan. 

Rapat koordinasi dengan perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) intensif dilakukan. Bagaimana respon masyarakat dan pengguna jalan ?

Nanik Indarti, misalnya. Ia mengaku kerap terjebak kemacetan lalu lintas setiap berangkat dan pulang kerja. Untuk berangkat kerja, perempuan mengaku asal Desa Sembayat, Kecamatan Manyar memilih berangkat lebih pagi. Ia pun menyambut baik rencana pemkab Gresik. 

“Memang harus dilebarkan jalannya karena setiap hari saya dan teman-teman pabrik banyak yang terdampak kemacetan saat berangkat kerja maupun pulang,”keluh Nanik.

Senada diungkapkan Luki Azmi warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Saya sudah berharap sejak dulu karena setiap hari saya lewat situ dan mesti macet. Terus terang saya setuju kalau jalan Raya Manyar itu dilebarkan,”kata Luki pada Rabu, 8 Juni 2022.

Anggota DPRD Gresik Hudaifah, pelebaran jalan Raya Manyar harus segera dilakukan. Sebab, pelebaran jalan tersebut akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Multiplayer effect ketika lalu lintas lancar sangat besar. 

“Saya mendorong untuk cepat dilakukan (pelebaran jalan) agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,”kata legislator asal PKB dari daerah pemilihan (Dapil) Manyar, Sidayu dan Bungah itu 

Terpisah, Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan validasi data warga yang menempati bangunan di kanan-kiri Jalan Raya Manyar yang akan terdampak pelebaran. “Validasi dilakukan untuk mengetahui status tanah yang warga. Karena pelebaran jalan Raya Manyar dilakukan setelah lahan yang dibutuhkan dikosongkan,”kata Zainul.

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik dan BBPJN sepakat untuk melakukan pelebaran jalan Raya Manyar. Jalan nasional yang juga jalur distribusi barang dan jasa. Rencana pelebaran akan di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Panjangnya sekitar 3,5 kilometer.

Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. (yad)

Jalan Raya Manyar Segera Diperlebar, Pemerintah Percepatan Validasi Tanah Warga Selengkapnya

Wabah PMK Merebak, Pemkab Bangun Posko Cegah Hewan Dari Luar Masuk Gresik

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah semakin dekat. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi belum ada tanda-tanda melandai. 

Kondisi itulah yang membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik duduk bareng pada Selasa, 7 Juni 2022. Menggelar rapat koordinasi menyikapi wabah PMK pada hewan ternak sebagai antisipasi penyebaran PMK menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Mereka terdiri dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Moch Nur Azis, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan serta Perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, Pengadilan Negeri,  para Danramil, Kapolsek, Camat dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran wabah PMK memperketat jual beli hewan ternak. Tujuannya, hewan kurban yang dibeli oleh warga terjamin kesehatannya. “Hewan kurban keadaan aman dan sehat dari penyakit PMK,”ujar Fandi Akhmad Yani  saat memberikan sambutan pada Selasa, 7 Juni 2022. 

Gus Yani-sapaan Fandi Akhmad Yani-menjlentrehkan kondisi terkini wabah PMK di Kabupaten Gresik. Sebanyak 5 persen hewan terjangkit virus PMK. Tidak disebutkan berapa ekor hewan ternak terkena PMK.”Karena Gresik sudah ditetapkan zona merah wabah PMK secara garis besar maka sapi ternak kita tidak boleh keluar Gresik,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pemkab Gresik akan memperketat mobilitas hewan ternak dan melakukan pendataan pedagang hewan kurban di Kabupaten Gresik. “Kita dorong peternak untuk menjual di daerah sendiri serta mencegah mobilitas penjual hewan ternak dari luar Gresik,”sambungnya.

Selain itu, Pemkab Gresik menambah tenaga kesehatan hewan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Unair Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang untuk ditempatkan di sejumlah tempat yang terjangkit wabah PMK. 

” Di Gresik Utara sudah ada 9 desa terdampak PMK. Dan, 77 daerah terdampak di wilayah selatan.  Kita harus gerak cepat dalam penanganan ini maka penambahan tenaga medis harus segera dilakukan,”katanya. 

Sementara Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail mengapresiasi langkah Pemkab Gresik. “Sekarang tinggal realisasi di lapangan saja kita himbau dan sosialisasikan kepada masyarakat, terutama dalam pengolahan daging sapi agar tidak timbul masalah baru pada pelaksanaan Idul Adha,”kata Taufik Ismail. 

Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis, menyarankan pembelian hewan kurban langsung di tempat penjual dan dititipkan terlebih dahulu disana. “Polres Gresik menyiapkan 4 titik posko penyekatan PMK yaitu di Panceng, Simpang 4 Duduksampeyan, Simpang 4 Nipon Paint dan Legundi, Driyorejo,”katanya. 

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyarankan kepada peternak dengan mengutamakan kebersihan kandang untuk hewan ternak. “Pemerinta segera ada penyaluran bantuan obat-obatan untuk hewan yang terpapar PMK,”kata Qodir. (yad)

Wabah PMK Merebak, Pemkab Bangun Posko Cegah Hewan Dari Luar Masuk Gresik Selengkapnya

Bangkit dari Pandemi Covid-19, Desa Banjarsari Duta Gresik, Kandidat Terbaik 10 Program PKK Jatim 

GRESIK,1minute.id – Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme duta Kabupaten Gresik dalam lomba Desa dan Kelurahan serta Pelaksana Terbaik 10 Program PKK di tingkat Jawa Timur.  Sejumlah terobosan pelayanan yang telah dilakukan di Desa yang masuk aliran Kali Lamong itu.

Inovasi yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir itu antara lain. Pada 2020 Bidang pemerintahan, Kepala Desa Banjarsari melakukan MoU dengan Dispendukcapil untuk mengurus kartu keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Kematian dan Surat Pindah, Dokumen dicetak mandiri oleh desa. Petugas register desa dapat memfasilitasi warga untuk mengakses ke aplikasi pelayanan Kependudukan Kabupaten Gresik (Poedak). 

Bidang Kemasyarakatan. Desa melakukan pengelolaan Bank Sampah di lingkungan RT/RW. Kerajinan home made berupa tas, sandal dan lukisan dari Pelepah Pisang. Pemasaran produk unggulan MoU dengan sejumlah manajemen hotel, sentra olahraga, pusat kuliner dan gedung serbaguna.

Sedamgkan, di Program Pokok PKK diantaranya program pendataan secara online jumlah dasa wisma 112, Permen Ting Ting (Perilaku Remaja Menuju Bebas Stunting), Da Penting (Dana Penanggulangan Stunting), Menor Bestie (Menanam Kelor Bebas Stunting), Program Kampung Pudak Ayu, Program Ketuk Pintu Besan serta Lansia Peduli Asi.

Terobosan dilakukan oleh pemerintah desa Banjarsari yang mengantarkan menjadi jawara Kabupaten Gresik sehingga menjadi Duta Gresik diajang serupa di Provinsi Jawa Timur.

“Merupakan suatu kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi kami, karena Desa Banjarsari Kecamatan Cerme berhasil masuk nominasi 10 besar juara lomba desa serta pelaksana terbaik 10 program pokok PKK tingkat Provinsi Jawa Timur 2022,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyambut kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan Desa Dinas PMD Provinsi Jatim Moh. Wahyudi itu pada Senin, 6 Juni 2022.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, lomba merupakan motivasi dan evaluasi bagaimana pembangunan sebuah daerah dimulai dari desa, banyak komponen dan variabel dari desa harus kita sinergikan. “Mudah-mudahan desa Banjarsari menjadi pelopor di Kabupaten Gresik maupun Provinsi,”harapnya. 

“Dengan kolaborasi kita yakin dapat membenahi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya Kabupaten Gresik,”sambungnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Desa Dinas PMD Provinsi Jatim, Moh. Wahyudi selaku ketua rombongan, dalam sambutannya menyampaikan perlombaan desa/kelurahan dimaknai sebagai evaluasi dan penilaian perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan yang cepat berkembang yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang dituangkan dalam Permendagri nomor 81 Tahun 2015.

Pada 2022 ini lomba desa dan kelurahan Provinsi Jawa Timur mengusung Semangat Bangkit dari Pandemi Covid-19. Desa dan Kelurahan di Jawa Timur didorong untuk melakukan inovasi di bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan pada masa Pandemi sehingga tagline dari Ibu Gubernur “Optimis Jawa Timur Bangkit” dapat terwujud.

“Selain itu, 2022 ini penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur dirangkaikan dengan lomba pelaksana terbaik 10 program pokok PKK,”ujarnya. (yad)

Bangkit dari Pandemi Covid-19, Desa Banjarsari Duta Gresik, Kandidat Terbaik 10 Program PKK Jatim  Selengkapnya

Tujuh Fraksi DPRD Gresik Sampaikan PU, Ada Ranperda Prakarsa Pemerintah Tentang Bantuan Hukum Warga Miskin

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menggelar rapat paripurna di Ruang Paripurna DPRD Gresik pada Senin, 6 Juni 2022. Ada dua agenda dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  itu. 

Dua agenda itu, kali pertama adalah penyampaian Pandangan  Umum (PU) Fraksi terhadap dua rancangan peraturan daerah (ranperda) prakarsa Pemerintah. Dua ranperda prakarsa Pemerintah itu adalah Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda Bantuan Hukum.

Agenda kegiatan adalah Pendapat Bupati atas Ranperda Inisiatif DPRD Tahap I/2022. Ada empat raperda inisiatif yakni Ranperda Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman ; Ranperda Fasilitasi Kemitraaan Kegiatan Berusaha di Daerah ; Ranperda tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Suara Gresik dan Ranperda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah.

Sejumlah fraksi memberikan catatan terhadap kedua ranperda prakarsa Pemerintah tersebut. Fraksi PKB DPRD Gresik kali pertama membacakan pandangan umum fraksinya. Urutan kedua Fraksi Demokrat, lalu Fraksi Gerindra, FPDI-P , Fraksi Golkar, Fraksi Amanat Persatuan dan terakhir Fraksi NasDem. 

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Gresik Taufiqul Umam mempertanyakan terkait mekanisme bantuan hukum tehadap masyarakat miskin. Seperti apa bentuk bantuan hukumnya. “Apakah semua masyarakat yang terkena tidak kriminalitas mendapat bantuan hukum,” ujarnya.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik Lusi Kustianah mengatakan dalam ranperda bantuan hukum untuk masyarakat miskin juga perlu ada batasan. Sampai sejauh mana bantuan diberikan. “Apakah hanya jasanya. Atau seluruh biaya selama proses hukum ditanggung,”ungkapnya.

Menurut dia, tidak adanya batasan ini akan menimbulkan multitafsir. Nanti, akan merugikan bagi pemberi bantuan maupun yang diberi bantuan. “Karena dalam proses hukum banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mulai perbanyak dokumen, biaya perkara dan lainnya. Kami minta diberikam batasannya,”terangnya.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Gresik Ahmad Kusriyanto meminta agar pemerintah memberikan detail anggaran yang diperlukan dalam pemberian bantuan hukum. “Kemudian tata cara pengajuannya serta klasifikasi masyarakat yang berhak mendapat bantuan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik Muhammad Nasir meminta agar pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan terkait hukum. Sehingga masyarakat lebih memahami alur perkara. “Masyarakat miskin rawan terkena masalah hukum. Harus sering dilakukan penyuluhan,”imbuhnya. (yad)

Tujuh Fraksi DPRD Gresik Sampaikan PU, Ada Ranperda Prakarsa Pemerintah Tentang Bantuan Hukum Warga Miskin Selengkapnya

PLN Bangun PLTS, Mimpi Warga Gili Noko Merdeka Listrik Menjadi Nyata

MIMPI Mastukha dan ribuan warga Kampung Gili menikmati aliran listrik bakal menjadi kenyataan tahun ini. Penantian selama 77 tahun. Selama puluhan itu, warga mengandalkan cahaya malam hari dari lampu menggunakan mesin genset. Gresik baru, Harapan baru.

Chusnul Cahyadi, 1minute.id

PENANTIAN panjang Mastukha dan ribuan warga Gili menikmati setrum dari perusahaan listrik negara (PLN) segera teralisasi. Diperkirakan antara Agustus hingga Oktober 2022. PLN sudah memasang jaringan kabel listrik. Setrum listrik segera teraliri. Saluran  listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pembangkit listrik pertama di Kabupaten Gresik. Rumah-rumah warga  berada di kepulauan itu bakal terang benderang.

Mimpi mereka, mulai anak-anak, emak-emak dan bapak-bapak bisa seperti warga desa lainnya bakal bisa menjadi kenyataan. Anak-anak tidak lagi menggunakan lampu petromak ketika belajar. Ibu-ibu bisa beraktivitas sambil menikmati siaran televisi pagi, siang bahkan sampai malam hari. Bila cuaca panas, bisa menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan (AC).

Dusun Gili, satu-satunya kampung di Kabupaten Gresik yang tidak aliran listrik dari perusahaan setrum negara. Sebanyak 300 rumah di kampung dengan alam eksotis. Air lautnya sebening kaca. Terumbu karang bisa ditembus mata telanjang. Dari atas perahu motor. Perjalanan 45 menit pun terbalas lunas.

Selama ini, nyaris tidak banyak petinggi pemerintahan menyapa warga Gili. Sebab, khawatir warga menagih janji. “Sejak zaman kemerdekaan, hak masyarakat Gili mendapatkan listrik belum ada. Alhamdulillah saat ini sudah mulai dibangun,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 1 Juni 2022. Kedatangan Bupati termuda di Kabupaten Gresik itu disambut antusias warga Kampung Gili itu.

Semringah
Pembangunan PLTS membuat emak-emak di kampung Gili, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu, 1 Juni 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
« dari 4 »

“Mari kita doakan bersama-sama agar pembangunan PLTS cepat selesai,”imbuhnya.  Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Dirut PLN unit Jatim yang bisa memenuhi harapan masyarakat di Pulau Gili. 

Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih tahap konstruksi bangunan. PLTS berkapasitas 50 kWp itu menempati lahan seluas 1.300 meter persegi. Diperkirakan antara Agustus 2022 atau paling lambat Oktober 2022 pembangunan PLTS ini kelar. Infrastruktur kabel listrik yang sudah terpasang bisa dialiri setrum. 

Mastukha menceritakan selama puluhan tahun tahun susah. Sebab, tidak listrik. Warga menggunakan mesin genset untuk menerangi waktu malam. Keterbatasan bahan bakar mesin (BBM) lampu penerangan rumah dibatasi. Mulai Maghrib hingga sebelum Subuh. Itu pun hanya untuk kamar tamu. “Untuk kamar mandi, kami biasa bawa petromak,”terangnya. 

“Anak-anak sinau (belajar) ada menggunakan lampu petromak,”imbuhnya. Karena itulah, Mastukha dan ribuan warga lainnya begitu berharap pembangunan PLTS bisa segera kelar. Merdeka dari mesin genset. 

Keterbatasan BBM itu, membuat warga Kampung Gili yang kaum Adamnya mayoritas berprofesi sebagai nelayan itu harus cermat menghitung persediaan bahan bakar. Pagi hingga siang, semua alat elektronik dimatikan. Kipas angin, AC dan televisi dimatikan. Sedangkan, kulkas menjadi barang langka. “Tidak ada orang jualan es batu disini,”kata seorang pemuda setempat. 

Untuk ngisis (mendapatkan semilir angin ciptaan Sang Khaliq) mereka memilih santai di luar rumah. Duduk di teras rumah atau di dhurung. Dhurung, bangunan seperti gazebo yang bagian atapnya difungsikan menyimpan padi hasil panen. Dan, bagian bawah difungsikan untuk menerima tamu atau santai.

Begini suasana Kampung Gili yang berdekatan dengan Pulau Noko yang berpasir putih, salah satu destinasi kesohor di Pulau Bawean itu. Pulau Noko tidak berpenghuni. “Bila air laut surut warga Gili bisa jalan kaki menuju Pulau Noko,”terang Kepala Desa (Kades) Sidogedungbatu Supar. (*)

PLN Bangun PLTS, Mimpi Warga Gili Noko Merdeka Listrik Menjadi Nyata Selengkapnya