Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik

GRESIK, 1minute.id –  Pulau Bawean menjadi primadona wisata di Gresik. Kondisi alamnya  eksotis. Penduduknya ramah dan religius. Sebuah potensi yang tidak dimiliki di Gresik daratan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewacanakan menjadikan Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan.

Bila teralisasi, Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menjadi pertama di Indonesia. Pemkab Gresik itu mulai menyosialisasikan kepada masyarakat dan praktisi pendidikan di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik pada Jumat malam, 19 November 2021.
Sosialisasi dipimpin langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan anggota DPRD Gresik Musa. Sosialisasi bertujuan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat, aktivis dan praktisi pendidikan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pulau Bawean memiliki potensi luar biasa. Bawean, pulaunya indah yang menjadi daya tarik semua orang. Pulau Bawaen menjadi pulau wisata seperti di Bali tidak cocok. “Banyak lembaga pendidikan dan pondok pesantren,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mencontohkan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, memiliki 22 lembaga. Di Desa Sukaoneng, Sangkapura berderet sekolah dan pondok pesantren.  Bagaimana caranya Bawean bisa menarik semua orang ? Konsep Pulau Pendidikan yang akan diterapkan di Bawean adalah menjadikan Pulau Bawean sebagai tempat tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar studi tentang bahasa, dengan mendirikan pusat pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

“Kami ingin menjadikan Bawean sebagai ‘Pare’ nya Kabupaten Gresik, tetapi tidak hanya berhenti di bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab, karena Bawean kental dengan pendidikan pesantrennya,”jelas Bu Min. 
Bu Min berharap bahwa realisasi Bawean sebagai Pulau Pendidikan nantinya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Pulau Bawean, namun untuk seluruh pelajar yang ingin belajar bahasa dan tertarik untuk datang ke Bawean. 

Bu Min memohon doa dan masukan dari masyarakat agar program ini dapat diwujudkan dengan baik. “Jadi tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat mengangkat UMKM yang ada di Pulau Bawean, ekonomi masyarakat akan bergerak maju dan sejahtera,”sambungnya. 

Dimana lokasinya? Bu Min meminta masyarakat Bawean untuk membantu mengusulkan tempat yang tepat. “Bawean Perintis Pulau Pendidikan ini, bagian dari merealisasikan Program Nawa Karsa, Gresik Cerdas,” katanya. Bu Min mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi transportasi kepada pelajar yang belajar bahasa Inggris dan Arab di Pulau Bawean. “Kami berharap mimpi kami ( Bupati dan Wabup Gresik, Red)ini bisa cepat teralisasi,”ujarnya.

Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan Pemkab Gresik itu. “Bila teralisasi, gagasan Pulau Pendidikan ini satu-satunya di Indonesia,”kata Musa.

Sebelumnya, Plt Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan memaparkan kondisi terkini sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pendidik. Ia menyatakan ada dua program prioritas Dinas Pendidikan untuk mensukseskan program Nawa Karsa. Dua program prioritas itu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan.

Hariyanto mengaku, sarpras pendidikan di Gresik sangat memprihatinkan. “Sekitar 75 persen sarpras pendidikan rusak. Rusak ringan, sedang dan berat,”katanya.  Sedangkan kualitas tenaga pendidik masih belum sesuai standardisasi pendidikan nasional. “Dinas Pendidikan dalam waktu dekat ini adalah dengan memberikan insentif kepada tenaga pendidik, khususnya guru-guru non PNS, dengan harapan agar kualitas tenaga pendidik akan meningkat dan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas pula,”katanya. 

Sosialisasi Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menghadirkan Fiaz, staf ahli Bupati Gresik. Salah satu, peserta sosialisasi meminta Pemkab Gresik menetapkan lokasinya. Ia mengusulkan tempat penangkaran rusa Bawean sebagai tempatnya. “Konsepnya sekolah alam,”katanya. (yad)

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengawali program Ngantor di Desa. Untuk kali pertama, Wabup Aminatun Habibah ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021.

Baru beberapa menit ngantor, Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah menerima sejumlah keluhan dari masyarakat setempat. Diantaranya, keluhan kesulitan air bersih, harga Tahu dan Tempe mahal serta hama kera dan babi hutan. Bu Min ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa itu didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah. 

Bagaimana tanggapan Wabup Aminatun Habibah terkait curahat masyarakat tersebut? Bu Min mengatakan, terkait kesulitan air bersih yang dialami masyarakat menyarankan pemerintah desa setempat untuk membuat sumur bawah tanah. Pembuatan sumur bor itu disarankan menggunakan dana desa (DD) secara multiyears. 

Sebab, pembuatan sumur bor itu membutuhkan anggaran cukup besar. Tahun pertama mengalokasikan anggaran DD sebesar Rp 100 juta. “Nanti air tersebut didistribusikan ke warga berbayar. Tapi, jangan mahal-mahal. Pendapatan dari air tersebut bisa menjadi pendapatan desa,”katanya. 

Tentang harga Tahu dan Tempe mahal, Bu Min menyarankan masyarakat desa untuk menanam bahan bakunya. Kedelai, misalkan. “Saya yakin masyarakat disini bisa inovatif,”tegasnya. Tentang hama kera dan babi hutan? Wabup berjanji setelah pulang dari Pulau Bawean akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Gresik. “Kalau saat ini di Gresik daratan pengendalian hama tikus dilakukan dengan fogging dan burung hantu. Tapi, disini hama kera dan babi hutan,”tegasnya. 

VAKSINASI LANSIA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika berdialog dengan Saidi,70, warga Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura saat vaksinasi di balai desa setempat pada Jumat, 19 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, suasana di Balai Desa Kumalasa saat itu lebih ramai dari biasanya. Sebab, pemerintah desa setempat menggelar vaksinasi massal dan pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) serta pos pelayanan terpadu (Posyandu) Lanjut Usia (Lansia). Dua kegiatan itu membuat suasana di balai desa tersebut terasa lebih riuh dari biasanya. 

Wabup Aminatun Habibah menyempatkan hadir ditengah masyarakat setempat. Memantau dan berdialog dengan warga yang sedang mengikuti vaksinasi. “Ngak sakit kan mbah,”kata Bu Min kepada kakek Saidi, 70, warga setempat. Saidi menjawab tidak terasa sakit. (yad)

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal Selengkapnya

Dubes Mesir untuk Indonesia Kunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin, Indonesia bagai Negara Keduanya

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohammaed Mughoib Sultan mengunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin di Desa Suci, Kecamatan Manyar,  Gresik pada Kamis,18 November 2021. Dubes Ashraf disambut lantunan salawat Nabi oleh Santri dan para kiai. 

Dalam pertemuan di  Aula Daarun Nadwah Rushoifah yang diikuti oleh santri dan pengasuh Ponpes, Ashraf menceritakan hubungan kedua negara, Mesir dan Indonesia

Menurut Ashraf, negaranya memiliki kedekatan dan kesamaan dengan Indonesia. Utamanya dalam mengkampenyakan Islam yang tasamuh, moderat, serta cinta kepada negara. “Juga pentingnya hubbul wathon cinta dan bela Negara dalam kehidupan bersama. Maka, kedatangan ini tak lain adalah dalam rangka menjalin kerjasama dalam hal-hal tersebut,” katanya. 

Menurutnya, apa yang telah berlangsung antara Indonesia dan Mesir atau sepesifiknya Universitas Al-Azhar adalah sesuatu yang telah lama terjalin dan patut dibanggakan. Ditambahkan banyak sekali syaikh al-Azhar yang telah menganggap Indonesia sebagai Negara keduanya. “Kunjungan kami ke Jawa Timur ini adalah yang pertama kalinya, dan kami berharap semoga ini bukanlah yang terakhir,”harapnya. 

Sementara itu, perwakilan pengasuh Ponpes Mamba’us Sholohin Agus Moh Najib mengaku sangat terkesan dengan kedatangan Duta Besar Mesir untuk Indonesia. Pasalnya, lembaganya ini telah lama memiliki hubungan dengan Mesir melalui Universitas Al-Azhar. Di mana telah banyak alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin yang melanjutkan studinya di Al-Azhar. 

“Dan kini telah banyak dari mereka yang telah memiliki peran penting di tengah masyarakat dengan menjadi pemimipin instansi, pondok pesantren ataupun lembaga-lembaga lainnya,” bebernya.  Lebih lanjut, Ponpes Mambaus Sholihin sangat berharap semoga kunjungan ini dapat menghasilkan berbagai kerjasama yang intens dan berkelanjutan. 

“Baik antara Indonesia dengan Mesir secara umum ataupun antara Al-Azhar dengan Mambaus Sholihin secara khusus,”katanya Sebelumnya, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohammaed Sultan lebih dulu mengunjungi Ponpes Langitan Tuban. Kunjungan Ashraf ke Jawa Timur.  Kunjungan Duta Besar Mesir ini mendapat pengamanan dari Polres Gresik. Dalam hal ini Polsek Manyar sebagai ujung tombak pelaksanaan pengamanan dari awal hingga akhir kegiatan.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno di lokasi Ponpes Mamba’us Sholihin mengatakan Polisi hadir ditengah masyarakat.”Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk hadir ditengah masyarakat. Memberikan pelayanan demi terciptanya rasa aman dan nyaman,”kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu menambahkan bahwa kegiatan kunjungan Duta Besar Mesir di Ponpes Mamba’us Sholihin berjalan lancar dan kondusif. (yad)

Dubes Mesir untuk Indonesia Kunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin, Indonesia bagai Negara Keduanya Selengkapnya

SIG Gelontor Semen ke Warga Terdampak Banjir di Bumiaji

GRESIK, 1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama distributor semen PT Jawa Berkat Utama menggelontorkan bantuan 200 zak semen untuk pembangunan rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. 

Bantuan diserahkan oleh General Manager Sales Regional 3, Akhmad Yani Yulianto kepada Camat  Bumiaji Bambang Hari Suliyan di kntornya pada Jumat pekan lalu, 12 November 2021.General Manager Sales Regional 3, Akhmad Yani Yulianto mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada korban banjir dan dukungan terhadap pemulihan infrastruktur. Banjir yang terjadi telah merusak rumah warga, sehingga perlu ditangani dengan cepat mengingat rumah merupakan kebutuhan utama sebagai tempat tinggal.

“Kami turut prihatin dan peduli atas bencana banjir yang menimpa, diharapkan dengan bantuan ini dapat bermanfaat untuk meringankan beban para korban. Saat ini semen dan bahan bangunan lainnya sangat dibutuhkan warga yang mulai melakukan pembangunan dan perbaikan rumah akibat banjir,”kata Akhmad Yani Yulianto.

Akhmad Yani Yulianto melanjutkan selain  bantuan semen, SIG juga memastikan ketersediaan pasokan semen di daerah terdampak bencana terpenuhi guna mempercepat pemulihan infrastruktur. 

Sementara itu, Kasi Kesra Kecamatan Bumiaji, Yudhi Suparnadi Arifin menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan SIG dan PT Jawa Berkat Utama. Menurutnya, banjir yang terjadi telah merusak 31 rumah dengan rincian 12 rusak berat, 5 rusak sedang dan 7 rusak ringan. “Banjir juga menyebabkan kerusakan kebun, saluran air, tempat usaha warga,”katanya. 

Lebih lanjut Yudhi menambahkan saat ini petugas dari kecamatan Bumiaji dan pihak terkait melakukan penyisiran dan pembersihan material pascabanjir dan juga melakukan pengkajian kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur publik, ekonomi produktif dan sosial.

“Adanya bantuan semen sangat berarti bagi masyarakat untuk kembali melakukan pembangunan rumah. Melalui kerjasama yang baik antara instansi dan perusahaan, semoga dapat mempercepat pemulihan infrastruktur akibat bencana yang terjadi sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas normal,”ujar Yudhi. (yad)

SIG Gelontor Semen ke Warga Terdampak Banjir di Bumiaji Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama kantor Bea Cukai Gresik menggelar sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 18 November 2021.Sosialisasi dilakukan secara hybrid dan virtual.

Sosialisasi hybrid diikuti Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim, Pejabat Fungsional Bea Cukai Gresik Faisal Andi, Camat Sangkapura Samsul Arifin, dan Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan.

Sedangkan, sosialisasi virtual dilakukan oleh tiga anggota komisi I DPRD Gresik. Mereka adalah, Ketua Komisi Jumanto, Suberi dan Lusi Kustianah.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada para pedagang, toko kelontong untuk menjual rokok bercukai. “Masyarakat jangan beli rokok yang tanpa cukai,”kata Wabup Aminatun Habibah dihadapan peserta sosialisasi.

Mengapa rokok harus bercukai? Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengatakan, cukai salah satu penerimaan bagi pemerintah. “Hasil penerimaan cukai nanti akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,”kata Bu Min. “Jangan beli rokok yang tanpa cukai,”imbuhnya. 

Ketua Komisi I DPRD Gresik Jumanto menambahkan, saat ini ditengarai masih banyak peredaran rokok tanpa cukai. Terutama di kepulauan. “Daripada beli rokok tanpa cukai, mending tidak merokok biar sehat,”tegas politikus dari PDI-P itu.

SOSIALISASI CUKAI: Faisal Andy, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik ketika memberikan sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 18 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik Faisal Andy menjlentrehkan sepak terjang institusi dalam pemberantasan rokok ilegal.  Ia menyebut beberapa waktu, Kantor Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 0,5 miliar batang sigaret kretek mesin (SKM), ribuan batang sigaret putih mesin (SPM) , 228 ribu liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

“Peredaran rokok tanpa cukai berpotensi menimbulkan kerugian negara. Selain itu membahayakan bagi masyarakat,”katanya dihadapan puluhan pedagang. Ia pun menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal tersebut kepada para pedagang dan pemilik tokokelontong di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Ada lima jenis rokok ilegal yang beredar selama ini. Yakni, rokok polos ; rokok cukai palsu ; rokok menggunakan pita cukai bekas; rokok menggunakan cukai beda dan rokok menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongan. 

“Penggunaan rokok ilegal ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun,”kata Faisal Andy. Faisal Andy meminta kepada masyarakat untuk membantu ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Bagaimana caranya? “Jangan membeli rokok tanpa cukai. Laporkan kepada kami bila menemukan peredaran rokok tanpa cukai,”tegas Faisal Andy. (yad)

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai Selengkapnya

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes

GRESIK, 1minute.id – Kerja keras untuk menjadikan Gresik semakin sejahtera dan lingkungan sehat berbuah penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. 

Pemkab Gresik dinobatkan sebagai Kabupaten Sehat untuk kategori Swastisaba Wistara bersama 24 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Penghargaan itu diserahkan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 17 November 2021.

Swastisaba Wistara adalah penghargaan tertinggi dari pelaksanaan konsep Kabupaten/ Kota Sehat. Penghargaan itu diberikan 2 tahun sekali. Dan, Pemkab Gresik untuk kali pertama meraih penghargaan tersebut sejak 2005.

Plt Dirjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Sugeng Hariyono memberikan apresiasi kepada 36 Kab/Kota peraih penghargaan Swastisaba dan 3 Gubernur Pelopor Swastisaba. Ia melanjutkan, penghargaan Kabupaten/Kota Sehat/Swasti Saba diselenggarakan mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.

“Pandemi merupakan pelajaran bagi kita semua bagaimana pentingnya kesehatan diatas segalanya. Sehat negeriku, sehat dari desa, sehat dari kota dan sehat dari provinsi,”kata Sugeng Hariyono dalam sambutannya. “Mudah mudahan pemberian penghargaan ini memberikan spirit bagi kita semua untuk membangun lingkungan/ kawasan yang sehat,”imbuhnya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah tidak bisa menyembunyikan kegembiraan atas raihan Penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik. “Alhamdulilah hari ini saya menerima penghargaan Swastisaba Wistara dimana Kabupaten Gresik mendapat predikat Sebagai Kabupaten Sehat. Tanda penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik ini mengartikan Kabupaten Gresik sudah memberikan yang terbaik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Namun, ia tetap mengajak semua agar tetap bisa mempertahankan capaian yang sudah tercapai selama ini. “Bila dimungkin kan mari kita tingkatkan lagi,”imbuhnya. Bu Min mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, semua pemangku kebijakan, sekolah, pendidikan, kesehatan, lingkungan, industri yang telah membantu untuk menciptakan Gresik sebagai kabupaten Sehat. “Mari kita tetap istikamah dalam mempertahkan Kabupaten Gresik sebagai kabupaten yang sehat,”imbuhnya. 

Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. Tujuh penilaian tersebut diantaranya tatanan permukiman, sarana dan prasarana umum, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri serta sosial yang sehat. (yad)

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes Selengkapnya

GU Libas Surabaya Muda dengan Skor 5-0.

GRESIK,1minute.id – Gresik United akhirnya lolos babak 32 besar Liga 3 Regional Jawa Timur. Kepastian itu setelah tim besutan Subangkit melibas Surabaya Muda dengan skor 5 – 0  di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Selasa, 16 November 2021.

Raihan positif itu, menempatkan Laskar Joko Samudro- julukan-Gresik United menempati posisi runner up di grup C dengan 9 poin. Lolos ke babak selanjutnya, 32 besar. 

Di babak pertama, Gresik United tampil menyerang dan langsung membobol gawang Surabaya Muda di menit ke-6 oleh Muhammad Irvan. Di menit ke-13 Ceppy Akhmad Pribadi menambah keunggulan GU menjadi 2-0. Anak asuh Subangkit itu, semakin agresif melakukan serangan dengan menambah dua gol lagi menjadi 4-0. Masing-masing di menit ke-29 dan 30 oleh M Alvin Hariyanto. 

Satu gol lagi bersarang ke gawang Surabaya Muda pada menit ke-72 oleh Aditya Anugerah. Skor 5 – 0 hingga Hariyanto, wasit asal Tulungagung meniup peluit panjang babak kedua berakhir. 

SELEBRASI : Aditya Anugerah usai mencetak gol di menit ke-72 ke gawang Surabaya Muda menjadi 5-0 di Stadion G-JOS pada Selasa, 16 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pelatih Kepala Gresik United, Subangkit mengatakan, hasil positif ini hasil dari belajar dari kekalahan juga kemenangan. “Jadi saya sudah mempelajari permainan Surabaya Muda dan Malang United kemarin. Mereka mempunyai kecepatan namun tidak bisa merusak pertahanan dari GU, karena sangat ketat sekali pertahanan kita,”kata Subangkit.

Menurut dia, menjadi runner up akan terus memantau tim yang lolos di grup Jatim lainnya. “Yang penting kita lolos di grup C Jatim, untuk selanjutnya kemungkinan tim Gresik United akan melawan runner up dari 14 grup terbaik di Jatim dan kita belum tahu kekuatan musuh kita. Namun kita tetap akan memantau pergerakan lawan yang lolos di grup masing – masing di Jawa Timur (Jatim),”jelas Subangkit.

Sementara pelatih Kepala Surabaya Muda, Mohammad Sirot menjelaskan, untuk pertandingan sore ini sudah maksimal. Bahkan instruksi sudah dilakukan oleh pemain. “Iya pemain kita nerves saat awal permainan yang kebobolan di awal menit babak pertama,”ujarnya. Lebih lanjut, untuk babak kedua sudah maksimal dalam permainan namun tidak bisa menjebol gawang Gresik United.

“Kami sudah merubah permainan di babak kedua namun tidak bisa membobol gawang Gresik United,”ungkapnya. Selain gol cepat di babak awal, kata Sirot, kondisi hujan membuat permainan anak asuhnya kurang maksimal. (yad)

GU Libas Surabaya Muda dengan Skor 5-0. Selengkapnya

Siswa SDIT Al Ibrah Juarai Lomba Tahfidz Quran hingga Esai

GRESIK,1minute.id – Peringatan Bulan Bahasa pada Oktober 2021 memberikan berkah bagi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Ibrah Gresik. Sekolah berlokasi di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) itu menempatkan tujuh siswanya sebagai juwara tingkat nasional dalam beberapa lomba literasi.

Tujuh siswa prestasi itu adalah Hafidzatun Najwa dan Hanun Adlyn Khairunnisa, menyabet juara I dan III di ajang lomba tahfidz Quran se-Jawa-Bali yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Firdaus Jembrana, Bali. 

Kemudian, ajang literasi se-Indonesia di SMPIT Insan Kamil, Sidoarjo, siswa SDIT Al Ibrah memboyong lima medali. Yakni. Khansa Zahirah Najla runner up lomba tahfidz;  Qoyyuma Shabira Aufa juara pertama lomba menulis esai ; Janeeta Malilah merebut juara I lomba pidato. Berikutnya,  Nahla ‘Ain Al Halwa dan Amrina Rosyada, masing-masing juara I untuk lomba cipta cerpen dan baca puisi.

Kepala SDIT Al Ibrah, M. Musyafak mengaku surprise dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Ia mengaku tidak pernah memasang target terhadap para anak didiknya. Saat menghadap menjelang pelaksanaan lomba, ia berpesan jangan berorientasi pada kemenangan atau juara. 

“Tampilkan kemampuan secara maksimal. Perkara menang atau kalah, tidak usah terlalu dipikirkan, karena justru menjadi beban. Tampil saja seperti tanpa beban apa pun,”ujar Musyafak.

Musyafak menambahkan pada dasarnya sudah memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan. Karena itu, sejak kelas 1, sekolah telah melakukan pemetaan atas potensi yang dimiliki siswa berdasarkan bakat dan minat mereka. Karena itu, sekolah melakukan bina prestasi, sekaligus menyiapkan sejumlah guru khusus untuk melakukan pendampingan. 

“Ketekunan dan kesabaran para guru pembimbing dan pendamping ini juga punya andil dalam mengantarkan anak-anak yang punya bakat khusus ini dalam berprestasi,” katanya. 

Terpisah, Ustadzah Diah, guru pembimbing dan pendamping untuk lomba menulis esai, mengatakan, persiapan yang dilakukan relatif singkat. “Hanya seminggu menjelang lomba berlangsung,”katanya. Namun ia mengaku, Qoyyuma Shabira Aufa memang memiliki talenta di bidang literasi, khususnya menulis. Hal itu, katanya, sudah terlihat ketika putri pasangan Ferry Andian Sumirat dan Auditya Purwandini Sutarto itu diajak ngobrol santai untuk menggali ide yang akan jadikan detil topik tulisan.

“Dari segi genre tulisan, esai itu terbilang cukup berat untuk anak usia SD. Yang umum, anak seusia dia kan sukanya bikin puisi atau cerpen. Tapi saya cermati ananda Qoyyum (Qoyyuma Shabira Aufa,Red) memang memiliki talenta menulis cukup kuat. Ini pula yang memudahkan saat membuat kerangka tulisan. Semua ide juga kerangka tulisan dari dia, saya cuma mengarahkan saja,”ujarnya.

Tentang talenta menulis yang dimiliki Qoyyum, juga dibenarkan ibunya, Auditya Purwandini Sutarto. Bahkan, lanjutnya, bakat menulis itu sudah kelihatan sejak kecil. Bakat itu kemudian kerap diasah lewat berbagai diskusi dengan ayahnya. “Anaknya memang suka diskusi, baik dengan saya maupun ayahnya. Ada saja yang dibahas. Untuk menulis, selama ini lebih banyak berupa karya fiksi, khususnya puisi. Untuk esai ini, buat kami benar-benar surprise. Kami nggak nyangka kalau bisa juara,”ujar dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Gresik ini.

Bagaimana dengan Janeeta Malilah, juara pertama lomba pidato? Menurut guru pembiming dan pendampingnya, Ustadzah Alma, butuh waktu praktis cuma tiga hari untuk mempersiapkan diri. Waktu tiga hari itu, katanya, dimanfaatkan untuk tiga hal.

Persiapan lebih singkat dilakukan Janeeta Malilah. Peraih juara I lomba pidato ini, seperti diakui guru pembiming dan pendampingnya, Ustadzah Alma, butuh waktu praktis cuma tiga hari untuk mempersiapkan diri. Waktu tiga hari itu, katanya, dimanfaatkan untuk tiga hal yakni membangun dan membangkitkan rasa percaya diri, pemahaman teks, dan teknik hafalan.

“Kebetulan, pada ketiga aspek itu dia sudah bagus, sehingga tinggal berlatih dan moles saja,”kata Alma. Talenta Janeeta mulai terlihat di kelas II. “Ditunjang, anaknya memang nurut kalau dibimbing. Apalagi orang tuanya juga sangat mendukung,”ujarnya seraya mengisahkan, saat berlatih, ia kerap melakukan secara online via zoom bertiga dengan Janeeta dan ibunya. (yad)

Siswa SDIT Al Ibrah Juarai Lomba Tahfidz Quran hingga Esai Selengkapnya

Subangkit Inginkan Cetak Gol Cepat, GU Optimistis Lolos Babak Selanjutnya

GRESIK, 1minute.id – Gresik United menyisakan satu laga untuk  lolos babak selanjutnya di Liga 3 MS Glow for Men Jawa Timur 2021. Laskar Joko Samudro akan bertemu dengan Surabaya Muda di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Selasa, 16 November 2021.

Subangkit, pelatih kesebelasan berjuluk Laskar Joko Samudro itu dengan tegas memasang target menang. Meski, hasil imbang sudah cukup bagi GU untuk lolos babak berikutnya karena unggul di agregat gol dari Surabaya Muda. Kedua kesebelasan mengantongi nilai 6 dari dua kali menang dan sekali kalah. Tapi, selisih gol GU lebih baik setelah pesta gol ketika bertemu FC Maestro 5 – 0 pada Minggu, 14 November 2021 lalu. 

Menghadapi laga krusial, Subangkit menegaskan anak asuhnya sudah sangat siap. Baik soal mental ataupun fisik. ”Pemain juga siap bertanding habis-habisan agar bisa menang. Kami tegaskan, kami ingin menang,”katanya. 

Subangkit mengaku  sudah menyiapkan strategi khusus untuk melawan Surabaya Muda. Dia sadar, lawannya punya lini serang yang cepat. ”Kami juga ingin cetak gol cepat agar pemain lebih percaya diri lagi. InsyaAllah kami dapat tiga poin,”harapnya.

Seperti janjinya usai kalah dari Persida Sidoarjo di pertandingan perdana pada 3 November lalu. ”Iya kami bertekad untuk sapu bersih semua laga sisa,” kata Pelatih Gresik United Subangkit. (yad)

TimMainMenangPoin
Persida Sidoarjo339
Gresik United326
Surabaya Muda326
Malang United413
FC Maestro300
klasmen Grup C Liga 3 Jawa Timur
Subangkit Inginkan Cetak Gol Cepat, GU Optimistis Lolos Babak Selanjutnya Selengkapnya

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Musim hujan sudah tiba. Meski, intensitas masih rendah. Namun, sejumlah Kabupaten/kota lainnya curah hujan cukup tinggi. Akibatnya, bencana banjir , tanah longsor terjadi. 
Sebagian masyarakat  di bantaran aliran Kali Lamong mulai merasakan dampak banjir kiriman dari bagian hulu tersebut.

Banjir kiriman itu tentu menjadi evaluasi bagi Pemkab Gresik. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara Januari sampai Februari 2022. Ada waktu dua bulan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana.

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama BMKG di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 15 November 2021. Rakor itu membahas mitigasi bencana. Mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, curah hujan beberapa hari terakhir luar biasa. Dan, kondisi itu ancaman bencana banjir. Terutama Kali Lamon. “Kita ketahui curah hujan luar biasa, tetapi upaya kita sebagai Pemerintah Daerah berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana,”ujar Bupati Yani saat membuka acara tersebut. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan jika tidak hanya pencegahan banjir yang harus diperhatikan, tetapi perlu diperhatikan juga mengenai penanganan banjir. Penanganan banjir ini menurut Bupati Yani meliputi diantaranya berapa lama durasi banjir yang terjadi, dan ketersediaan sarana penampungan sementara yang layak bagi korban terdampak banjir. 

Kali Lamong menjadi salah satu prioritas presiden melalui Perpres 80 tahun 2019 bahwasanya didalamnya tercantum mengenai pengendalian banjir Kali Lamong. Pemerintah Kabupaten Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah melakukan upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong. Diantaranya adalah dengan melakukan komunikasi intens dengan BBWS untuk bisa mendapatkan izin kewenangan terkait normalisasi. 

“Alhamdulillah ini sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng ini jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” ungkap Bupati Yani  Hingga Senin hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk normalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan kepada Dinas PUPR agar segera menginformasikan apabila jumlah tersebut masih dirasa kurang. 

Selain Kali Lamong, Pemkab Gresik juga sudah melakukan ikhtiar di wilayah Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, lewat normalisasi Kali Avour. Sebelumnya ketika hujan turun, seketika itu juga wilayah tersebut banjir. Tetapi setelah dilakukan normalisasi Kali Avour, dalam waktu 1×24 jam air yang menggenang tersebut sudah habis. 

Sementara itu. Koordinator BMKG Jawa Timur Taufiq Hermawan, menyampaikan ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, dan sebagainya.  Taufiq menegaskan perlunya kesepahaman mengenai apa itu La Nina, hal ini karena masih banyak anggapan yang beredar bahwa La Nina diartikan sebagai badai. Taufiq meluruskan bahwa La Nina merupakan suatu fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan menjadi lebih tinggi termasuk di wilayah Kabupaten Gresik. 

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70 persen ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,”ujar Taufiq. 
Kepala Stasiun Klimatologi Malang Anung Suprayitno menambahkan, La Nina berefek paling tinggi di periode September-November, tetapi ini tidak lantas membuat bulan Desember 2021 hingga Februari 2022 curah hujan menjadi rendah. Hal ini lantaran pada bulan Desember-Februari merupakan periode yang menjadi puncak musim hujan. 

Selain dihadiri Forkopimda, Rakor ini juga dihadiri oleh pejabat dari OPD dan jajaran camat di lingkungan Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini, diberikan juga dokumen peta rawan bencana dari BMKG Jatim kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. (yad)

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong Selengkapnya