Menkes Serahkan Sertifikat Gresik Bebas Frambusia

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan.  Penyerahan dilakukan Menteri Kesehatan Budi G Sadikin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada Selasa,  21 Februari 2023. 

Kegiatan itu dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia. “Dengan diterimanya sertifikat tersebut, membuktikan bahwa kondisi sanitasi di Kabupaten Gresik tidak buruk, meskipun pernah mengalami kondisi panas atau hujan yang cukup ekstrem,” ucap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai penyerahan sertifikat.

Lebih lanjut Gus Yani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Sebab, ini merupakan bagian dari penghargaan atas kerjasama seluruh stakeholder yang ada. “Juga atas perhatian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjaga sanitasi agar tetap baik,” lanjutnya.

Dirinya berkomitmen bakal mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

“Sehingga adanya feedback antara upaya pemerintah dalam meningkatkan kondisi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dan masyarakat yang menjaganya,”ucapnya.

Lebih lanjut Bupati Gus Yani mengutarakan rasa syukur atas apa yang telah didapatkan pada bidang kesehatan di Kabupaten Gresik, telah bergerak di dalam track yang baik. Juga atas dukungan semua pihak tersebut, serta partisipasi masyarakat didalamnya, sehingga banyak keberhasilan yang telah digapai.

“Harapannya semoga Provinsi Jawa Timur terutama di Kabupaten Gresik dapat mempertahankan hal baik ini, mampu meningkatkan pelayanan maupun bantuan kesehatan masyarakat, seperti fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, Penyakit Ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. Penyakit Frambusia atau patex sangat menular.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusna menjelaskan bahwa Frambusia adalah penyakit kulit yang sudah ada sejak lama. “Penyakit Frambusia adalah penyakit kulit menular menahun yang kambuhan. Penyebab penyakit Frambusia adalah kuman Treponema Perteneu, yang dimana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut,” paparnya.

Dikatakan dr. Khusna, penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang di daerah yang tropis, panas, dan hujan. Selain itu kebersihan lingkungan merupakan faktor penting pada penyakit ini. Pada penyakit ini bakteri tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi masuk melalui luka lecet, goresan, atau luka infeksi kulit lain. 

“Keberadaannya sudah sejak ribuan tahun silam. Karenanya, ini merupakan tantangan bagi semua untuk berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit tersebut,” jelasnya. (yad)

Menkes Serahkan Sertifikat Gresik Bebas Frambusia Selengkapnya

Desa Gapurosukolilo Lumbung Pangan di Gresik, Bupati Gresik: Berpotensi Mensejahterakan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik ditetapkan sebagai pusat lumbung pangan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sendiri yang melaunching lumbung pangan di desa yang dikenal Kampung Arab itu pada Selasa, 14 Februari 2023. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad optimistis adanya lumbung pangan ini dapat menjadi wadah yang berpotensi mensejahterakan masyarakat sekitarnya.

“Lumbung pangan ini sangat bagus, karena berpotensi memberikan manfaat kepada masyarakat terkait kesejahteraannya. Nantinya juga perlu keterlibatan dengan UMKM sekitar, sehingga ada timbal balik dan kolaborasi yang saling menguntungkan,”ujar Gus Yani di depan para undangan dan warga setempat.

Perlu diketahui, lumbung pangan adalah tempat penyimpanan stok bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini berguna saat terjadi kekurangan bahan pangan khususnya saat terjadi bencana alam. Sehingga, lumbung pangan menjadi simbol kedaulatan dan kekuatan pangan desa, dalam rangka mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Yani mengatakan, lumbung pangan dapat menjadi solusi menurunkan angka kemiskinan saat ini. Gus Yani juga menuturkan, hal ini sejalan dengan program Internasional Sustainable Development Goals (SDGs), yang salah satu tujuannya guna mengakhiri kemiskinan.

“Ini merupakan amanah dari SDGs program desa. Yang penting kepala desa faham betul tentang SDGs desa. Sehingga ketika lumbung pangan ini sudah punya pendapatan mandiri maka bisa membantu masyarakat dengan leluasa,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Launching Lumbung Pangan Desa Gapurosukolilo ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gresik Abu Hasan juga tokoh agama setempat Habib Ahmad Assegaf.

Sementara itu, Kepala Desa Gapurosukolilo Gresik Hasan Hasyim Al Habsyi mengatakan, lumbung pangan bersama dengan BUMDes akan melaksanakan kegiatan ketahanan pangan desa. Diantaranya, mewujudkan kebutuhan distribusi pangan untuk warga, pengembangan BUMDes di bidang pangan nabati dan hewani, serta kerjasama dengan lumbung pangan provinsi.

Dia juga mengatakan, lumbung pangan bukan hanya memberikan solusi untuk masalah kelaparan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kestabilan pasokan pangan dan pertanian.

“Melalui lumbung pangan, produsen pertanian dapat menyimpan dan menjual bahan pangan mereka sehingga membantu mereka mengatasi masalah ekonomi,” katanya.

Desa Gapurosukolilo tempat destinasi wisata religi Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Bupati Gresik pertama K.R.T. Poesponegoro. Berdirinya lumbung pangan di Desa Gapurosukolilo seakan mengingatkan kembali masa Syekh Maulana Malik Ibrahim menyebarkan agama Islam. Syekh Maulana Malik Ibrahim mendirikan toko kelontong untuk menemuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. 

Syekh Maulana Malik Ibrahim menjual sembako dengan harga yang lebih murah dan membuka praktik pengobatan gratis sehingga menarik simpati masyarakat saat itu masih dominan beragama Hindu/Buddha masuk Islam. 

Kades Hasan juga mengusahakan untuk memperkuat UMKM berbasis pangan lokal. Salah satu caranya, dengan menggelar Festival Arabian Food Centre. Yang mana kuliner arab merupakan bagian dari potensi lokal Desa Gapurosukolilo. Rencana festival tersebut akan digelar saat bulan puasa mendatang di sepanjang jalan desa. (yad)

Desa Gapurosukolilo Lumbung Pangan di Gresik, Bupati Gresik: Berpotensi Mensejahterakan Masyarakat  Selengkapnya

Nana Riana Jabat Kajari Gresik, Bupati Gresik : Semoga Kerasan 

GRESIK,1minute.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik berganti dari Muhamad Hamdan Saragih kepada Nana Riana. Hamdan menempati pos baru sebagai Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati, Kalimantan Selatan. Sedangkan, Nana Riana sebelumnya menjabat sebagai Kajari Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara (Sulut).

Serah terima jabatan (Sertijab) Kajari Gresik dilaksanakan di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur pada Kamis, 9 Februari 2023. Usai sertijab dilanjutkan pisah sambut di Aula Nawa Adhyaksa Kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Kamis malam, 9 Februari 2023. 

Pisah sambut dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Pisah sambut terasa cair dan penuh kekeluargaan dan saling mendoakan.

“Kami jajaran Forkopimda menyambut dengan baik Kajari yang baru dan semoga betah (kerasan) di Gresik. Acara kali ini juga bukan berarti saling berpisah, tapi saling mendoakan,”  ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Lebih lanjut Gus Yani mengatakan, kunci sukses dalam bekerja adalah melalui koordinasi yang tepat. Hal ini yang akan dapat menentukan pembangunan Kabupaten Gresik di masa mendatang.

“Mudah-mudahan dengan silaturahim yang kuat ini, dapat menjadi dasar membangun Gresik yang lebih baik. Nantinya, apapun persoalannya kita duduk bersama-sama, dan mencari solusi bersama-sama,” katanya.

Mantan Kajari Gresik Muhamad Hamdan mengatakan saat dirinya menjabat selama sebelas bulan, tidak pernah sekalipun dapat bekerja secara individu. Melalui gencarnya koordinasi yang dia lakukan, membawa Kejari Gresik mencapai banyak prestasi. Di antaranya menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan seperti PT. Pelindo dan PT. Petrokimia di bidang hukum, peningkatan PAD Gresik sebanyak Rp 103 miliar, dan peresmian rumah rehabilitasi Napza.

“Karena mustahil bekerja sendiri di Gresik ini tanpa bantuan jajaran yang lain. Saya juga berterima kasih karena telah diterima di lingkungan kabupaten Gresik, serta maaf yang sedalam-dalamnya apabila masih banyak yang kurang maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Gresik baru Nana Riana mengatakan dirinya akan berupaya semaksimal mungkin dalam membantu pembangunan dan pemberdayaan Kabupaten Gresik. “Saya pasti akan berusaha menjadi lebih baik untuk Gresik kedepannya. Komitmen saya sama, bagaimana menciptakan pendekatan hukum dalam mensupport pembangunan yang masif di Kabupaten Gresik ini.” pungkasnya. (yad)

Nana Riana Jabat Kajari Gresik, Bupati Gresik : Semoga Kerasan  Selengkapnya

Melantik 59 Pejabat, Bupati Gresik Ingatkan Percepatan Penanganan Isu Nasional dan Loyalitas

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali bergerak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan menganbil sumpah 59 pejabat mulai penjabat tinggi pratama, pejabat administrator, pengawas dan fungsional di lingkungan Pemkab Gresik pada Kamis, 9 Februari 2023. 

Dari 59 pejabat itu, ada empat pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka (Selter). Eselon mereka naik satu tingkat menjadi eselon II. Mereka adalah Agung Endro Dwi Setyo Utomo menduduki Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Sri Subaedah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dhiannita Tri Astuti Mlmenjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan  Titik Ernawati menjabat sebagai Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP PA).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, setelah ini pejabat yang sudah dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan cepat. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo ada beberapa isu nasional yang harus secepatnya diselesaikan. “Isu nasional itu di antaranya pengendalian Inflasi, investasi dan bagaimana menurunkan angka stunting. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama,” terang Bupati Gresik Fandi Akhmad Yank, yang akrab disapa, Gus Yani itu.

Gus Yani menyebut, di Kabupaten Gresik angka stunting semula dari 24 persen pada 2022 turun menjadi 10 persen. Kita tidak boleh lengah, ini harus terus kita turunkan semaksimal mungkin. Selain itu kematian ibu dan anak juga menjadi potret pemerintah pusat.

“Dibutuhkan koordinasi bersama teman-teman media, bagaimana terobosan dan inovasi yang dikembangkan sejumlah Puskesmas di Kabupaten Gresik. Ini menjadi contoh spirit dan keteladanan Puskesmas yang lain,” katanya.

Lebih lanjut bupati mengatakan, isu yang lain disebut Presiden tidak ada lagi investasi yang terlambat, harus dicari solusi dan permasalahannya apakah ini disebabkan adanya data yang kurang siap atau faktor penyebab lainnya.

“Loyalitas menjadi ornamen dalam melaksanakan pekerjaaan jadikan energi untuk dijalankan. Sebab loyalitas menjadi penghubung dalam organisasi dari bawah sampai atas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut bupati, sampah juga menjadi persoalan, bagaimana pengurangan sampah di wilayah Gresik Selatan terintegrasi di TPA Belahanrejo. Setelah itu TPA Ngipik kita tangani bersama bagaimana sampah itu tidak sampai di bawa ke kota. Menurut bupati, hari ini isu yang ditanya oleh masyarakat yaitu Infrastruktur. “Alhamdulillah pengendalian banjir sudah dilakukan, ada lagi juga keluhan masyarakat yaitu kerusakan jalan,” kata Gus Yani mengingatkan. 

“Anggaran Rp 300 miliar khusus untuk infrastruktur, jangan sampai ada keterlambatan terkait lelang. Anggaran ini harus digunakan semaksimal mungkin kita prioritaskan dan harus bisa terealisasi di tahun 2023,” imbuhnya. Turut mendampingi Bupati Gresik, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Khusaini. (yad)

Melantik 59 Pejabat, Bupati Gresik Ingatkan Percepatan Penanganan Isu Nasional dan Loyalitas Selengkapnya

Sinergi ‘Tri Maskada’ , Surabaya Raya Siap Sukseskan Puncak Resepsi Satu Abad NU

GRESIK,1minute.id – Puncak resepsi Satu Abad Nadhlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo digelar Selasa, 7 Februari 2023. Memasuki H-2 Hari Lahir (Harlah) Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia sudah lebih dari 1 juta warga Nadhliyin yang menyatakan siap hadir langsung ke Sidoarjo. 

Bahkan ada yang menyebut telah tembus mencapai 2 juta warga Nadhliyin yang sudah mendaftar melalui Google form. Persiapan tuan rumah menyambut kedatangan warga Nadhliyin dalam Puncak Harlah ke-100 NU telah rampung. 

Berbagai wilayah sekitar Sidoarjo sudah melakukan koordinasi dengan apik demi suksesnya acara. Persiapan ini termasuk tiga kepala daerah wilayah Surabaya Raya yang dikenal sebagai ‘Tri Maskada’. Mereka adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Ketiga kepala daerah milenial ini mengunjungi Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu siang, 5 Februari 2023 (5/2) siang. Ketiganya tampak berbincang hangat membahas sejumlah hal, terutama yang berkaitan dengan peran tiga kepala daerah tersebut.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam keterangannya menjelaskan, dukungan dari kepala daerah di Surabaya Raya adalah bukti kecintaan kepada NU dan kepada Indonesia.

“Kami dari Gresik, selain tentu akan sangat banyak warga Gresik yang datang ke Sidoarjo, juga akan mendukung dari berbagai aspek, seperti transportasi, kesehatan, dan relawan untuk membantu para jamaah yang hadir pada 7 Februari nanti,” ujarnya

Sebelumnya, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga mengajak seluruh keluarga besar NU Gresik, untuk bersama-sama hadir di Sidoarjo dengan penuh kebahagiaan. Dirinya juga mengingatkan bahwa warga Nadhliyin Gresik adalah warga yang mandiri, karenanya semuanya harus dipersiapkan dengan kesiapan masing-masing dan tetap patuh pada arahan panitia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali selaku tuan rumah Resepsi Satu Abad NU mengatakan bahwa secara historis ketiga wilayah (Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya) memiliki jalinan yang sangat erat dalam lahirnya NU. 

Hubungan yang erat inilah yang akan terus dijaga hingga saat ini lewat kolaborasi dalam berbagai hal. Di antaranya adalah saling dukung untuk penyiapan kekuatan SDM maupun fasilitas pendukung guna menyukseskan Satu Abad NU, seperti pengerahan relawan Tagana hingga tenaga kesehatan.

“Nanti akan saling support dengan berbagai elemen panitia lainnya. Pokoknya kita dukung penuh, ada dapur umum, bantuan logistik, pos kesehatan, pengamanan, dan sebagainya,” ujar Muhdlor Ali. Pengecekan persiapan hari ini juga dilakukan oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (yad)

Sinergi ‘Tri Maskada’ , Surabaya Raya Siap Sukseskan Puncak Resepsi Satu Abad NU Selengkapnya

Sukses Transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Eks PNPM-Mpd, Kini Bupati Gresik Dorong BUMDes Partnership Sektor Privat 

GRESIK,1minute.id – “Membangun Desa Menata Kota”. Falsafah inilah yang dipegang Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan transformasi pengelolaan dana bergulir masyarakat eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Lembaga Keuangan Desa (LKD).

Pemkab Gresik meraih capaian 100% transformasi pengelola dana bergulir masyarakat eks PNPM-Mpd menjadi BUMDesma. Atas capaian tersebut, Pemkab Gresik mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan tersebut dari Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Gus Yani,begitu Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gresik Abu Hasan pada acara Pesta Rakyat dalam rangka Hari BUMDes di Desa Teluk, Gunung Kijang, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis malam, 2 Februari 2023.

Gus Yani, mengungkapkan pencapaian ini adalah wujud apresiasi atas sinergi antara Pemkab Gresik dengan masyarakat. Kecamatan yang sudah berhasil bertransformasi 100% adalah Kecamatan Wringinanom, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Cerme dan Duduksampeyan. Kemudian, Kecamatan Dukun, Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Tambak dan Sangkapura.

“Dengan adanya transformasi ini, kami dari berharap BUMDesma yang sudah ada bisa bekerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desanya masing-masing,” harap Gus Yani. Ia bersama Wabup Aminatun Habibah dalam Nawa Karsa, juga tengah mendorong adanya partnership antara BUMDes dengan berbagai sektor privat.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan perkembangan BUMDesa tiap wilayah tidak terlepas dari peran kepala daerah. “Penghargaan ini sebagai apresiasi kementerian kepada kepala daerah yang memiliki komitmen memajukan BUMDesa,” ujar Gus Menteri, sapaan, Abdul Halim.

Abdul Halim menilai peran BUMDesa sangat besar bagi perkembangan perekonomian pedesaan. Dengan jumlah mencapai 60.417 BUMDesa, dirinya yakin apabila terwujud suatu konektivitas ekonomi maka dampaknya akan sangat dirasakan desa.

Untuk diketahui sejak berakhirnya PNPM pada 2015, kegiatan simpan pinjam dilanjutkan oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) eks PNPM tidak memiliki payung hukum. Sehingga terbit Peraturan Pemerintah (PP) 11/2021 tentang BUMDes/BUMDesma. Dengan adanya payung hukum tersebut, kesempatan BUMDes/ BUMDesma untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar bisa terjadi.

Kemendes PDTT juga terus mendorong transformasi pengelola DBM dari UPK PNPM-MPd menjadi BUMDes Bersama setelah pengesahan Undang-undang (UU) 6 / 2014 tentang Desa. Langkah tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan aset eks UPK PNPM-MPd yang mencapai Rp 12,7 triliun. (yad)

Sukses Transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Eks PNPM-Mpd, Kini Bupati Gresik Dorong BUMDes Partnership Sektor Privat  Selengkapnya

Bupati Gresik Support PMI Gresik untuk Mencukupi Kebutuhan Darah Warga Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik menggelar Musyawarah Kerja (Musker) di Hotel Aston Inn Gresik pada Rabu, 18 Januari 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada Pengurus PMI untuk mencukupi kebutuhan darah untuk warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

“Output nya nanti adalah, masyarakat Gresik dapat merasakan PMI hadir dalam kesulitan, kebencanaan, musibah yang dialami oleh korban yang membutuhkan darah,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka Musker PMI Gresik pada Rabu, 18 Januari 2023. Musker PMI ini juga dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat itu, katanya, pengurus PMI perlu strategi khusus dalam pengumpulan dan pendistribusian darah. Beberapa bulan terakhir ini, Gus Yani mendapatkan informasi minat masyarakat untuk donor darah sukarela berkurang. Salah satu penyebabnya adalah kegiatan donor darah jarang dilakukan.

Maka, Gus Yani mengingatkan, agar PMI dapat bersinergi dengan para Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) di Gresik. “Kami sampaikan pada camat dan sekcam bahwa mereka ini bagian dari PMI. Mulai berfikirlah bagaimana menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya donor darah. Baik di lingkup lembaga pendidikan hingga perindustrian,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia melanjutkan, saat ini tantangan terbesar PMI adalah membenahi diri. Baik mulai anggaran, strategi pelayanan, dan program perencanaan kedepan. Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan satu unit mobil kepada PMI Gresik kepada ketua PMI Gresik Achmad Nadlir.

Dalam Musker ini, PMI Gresik memberikan apresiasi kepada dua orang yang telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali. Pahlawan kemanusiaan itu bernama Antonius Sihotang, 61, dan Prihatin Efendi, 57. Mereka telah rutin menjadi pendonor sejak 1980. (yad)

Bupati Gresik Support PMI Gresik untuk Mencukupi Kebutuhan Darah Warga Gresik  Selengkapnya

Meninjau Lokasi Bencana Angin Lesus, Bupati Gresik : Semoga Bantuan Bisa Meringankan Beban Warga

GRESIK,1minute.id – Kabar bencana puting beliung menerjang ratusan warga di Desa Wedani dan Gedangkulut, Kecamatan Cerme sampai ke telinga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani langsung meninjau lokasi bencana alam pada Senin, 9 Januari 2023. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani juga menyerahkan bantuan uang tunai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, sembako dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik (BPBD) dan Palamg Merah Indonesia (PMI) Cabang Gresik. Serta, bantuan dari Real Estat Indonesia (REI). Penyerahan bantuan dari Pemkab Gresik yang diserahkan oleh Fandi Akhmad Yani pada Senin, 9 Januari 2023.

Gus Yani kali pertama mengunjungi warga di Desa Wedani. Di desa penghasil kerajinan tenun yang telah mendunia ini sebanyak 108 unit rumah yang terdampak angin lesus itu. Sebagai besar rumah warga yang rusak bagian atapnya. Sehingga, perlu perbaikan segera. 

Gus Yani bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar dan Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melanjutkan mendatangi warga Desa Gedangkulut. Data desa setempat terdapat 216 unit rumah yang mengalami kerusakan di sapu angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu, 7 Januari 2023 itu.

Satu per satu,  Gus Yani menyapa warga terdampak bencana angin itu. Diantaranya, Nyonya Semi. Atap genteng rumah Semi berhamburan di sapu angin puting beliung. Perempuan yang tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) itu bisa melihat langit dari dalam rumahnya. Gus Yani memberikan semangat kepada Ny. Semi.

“Alhamdulillah hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik bersama dan REI, bisa memberikan sedikit bantuan kepada masyarakat terdampak bencana puting beliung. Semoga lewat sinergi ini mampu meringankan beban masyarakat,” harap Gus Yani.

Selepas meninjau rumah warga terdampak, Bupati Yani berkoordinasi dengan Camat Cerme Umar Hasyim dan kepala desa untuk kesiapsiagaan dalam proses renovasi rumah warga. Harapannya, dengan sinergi yang apik antara Pemkab Gresik dengan TNI / Polri dan berbagai pihak bisa mempercepat pemulihan duka masyarakat.

Untuk diketahui, angin puting beliung menerjang ratusan rumah warga di Desa Wedani, Gedangkulut di Kecamatan Cerme. Serta, rumah warga di Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana angin lesus pada Sabtu petang, 7 Januari 2023. (yad)

Meninjau Lokasi Bencana Angin Lesus, Bupati Gresik : Semoga Bantuan Bisa Meringankan Beban Warga Selengkapnya

Festival Kostum Bandar Grissee Meriah, Ribuan Pasang Mata Seakan tak Berkedip Saksikan Busana Desainer Gresik 

GRESIK,1minute.id – Festival Kostum Bandar Grissee di Kawasan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat meriah pada Rabu malam, 28 Desember 2022. Sebanyak 23 peragawan dan peragawati berlengak-lengok dengan busana bernuansa ikonik Gresik. 

Adibusa rancangan para desainer asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu tidak kalah menarik dengan event Jember Fashion Carnival (JFC) yang sudah menjadi agenda tahunan itu. Busana ikonik itu diantaranya Rusa Bawean, Damarkurung, Pudak dan Klenteng.

BUSANA RUSA BAWEAN: Seorang peserta memakai busana Rusa Bawean dalam Festival Kostum Bandar Grissee di Wisata Heritage Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Rabu malam, 28 Desember 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ribuan pasang mata berjajar di kanan dan kiri sepanjang Jalan Basuki Rahmat Gresik. Mereka seakan enggan berkedip menyaksikan keluwesan para peragawan dan peragawati yang memakai busana khas karnaval itu. Meski, busana yang mereka kenakan cukup berat. Namun, para peraga tetap energik dan tersenyum. Busana Rusa Bawean, misalnya memiliki berat lebih kurang 15 kilometer. Peraganya remaja belasan tahun.

Menawan : Salah peserta dalam Festival Kostum Bandar Grissee di wisata heritage, kawasan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Rabu malam, 29 Desember 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Tampak hadir diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad bersama istri yang ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali,  Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nur Hamim.

Namun, peragaan busana ini harus terhenti beberapa menit karena hujan. Penyelenggara melanjutkan lagi event kali pertama sejak Bandar Grissee, dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai wisata heritage ini pada Minggu,18 Desember 2022 itu. Launching Bandar Grissee yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Sholahuddin Uno itu.

IKON GRESIK: Klenteng salah satu kawasan wisata heritage di Bandar Grissee dalam festival Kostum Bandar Grissee pada Rabu malam, 28 Desember 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Festival Kostum Bandar Grissee ini prakarsai oleh Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Gresik diketuai oleh Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik dan Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia) Gresik itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, masyarakat bebas memanfaatkan Bandar Grissee sebagai tempat beraktivitas dan berkreasi. Namun, tetap menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban.

MIRIP JFC : Seorang peserta dalam Festival Kostum Bandar Grissee pada Rabu malam, 28 Desember 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Silakan, beraktivitas di sini. Jalan Basuki Rahmat. Komunitas apapun di Kabupaten Gresik. Komunitas yang mendorong kreativitas, inovasi silakan Jalan  Basuki Rahmat dipergunakan dengan syarat kita harus tetap menjaga , merawat dengan baik. Kebersihannya kita jaga keamanannya terutama keterlibatan masyarakat sekitar,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad dalam sambutannya pada Rabu malam, 28 Desember 2022.

DAMARKURUNG: Peserta memakai busana dalam Festival Kostum Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat Gresik pada Rabu malam, 28 Desember 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mewanti-wanti dalam memanfaatkan Jalan Basuki Rahmat untuk melibatkan UMKM setempat dan memberitahukan kepada Ketua Rukun Tetangga setempat. Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat ini berada di wilayah kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

“Seniman, budayawan apalagi sebentar lagi perayaan tahun baru boleh merayakan di sini. Silakan nongkrong dan beraktivitas,” tegas Bupati berusia 37 tahun itu. Ia berharap kehadiran Bandar Grissee sebagai wisata heritage ini bisa memiliki multiplier effect bagi ekonomi masyarakat. “Ekonomi kreatif tumbuh subur, UMKM juga tumbuh subur tentunya untuk mendorong masyarakat Gresik semakin Sejahtera,” harap Gus Yani. (yad)

Festival Kostum Bandar Grissee Meriah, Ribuan Pasang Mata Seakan tak Berkedip Saksikan Busana Desainer Gresik  Selengkapnya

Ngaji Bareng Gawagis, Gus Yani : Banyak Bupati, Kapolres, Jenderal TNI dan Polri Alumni Pondok 

GRESIK,1minute.id – Ribuan santri dan siswa sekolah / madrasah se-Kabupaten Gresik mengikuti Ngaji Bareng Para Gawagis di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) pada Senin, 19 Desember 2022. Gawagis merupakan perkumpulan para Gus-gus atau kiai-kiai muda Nahdlatul Ulama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Ngaji Bareng para Gawagis ini, Puncak Hari Santri Nasional (HSN) ke-7 rangkaian Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama. Terlihat hadir di acara itu diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani ; KH. Umar Thoha, KH Khisni, putra almarhum KH Umar Burhan, Gus M. Maksun, cucu almarhum KH Salim. Serta, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang juga Ketua Nyai Nusantara Kabupaten Gresik. 

Di hadapan para santri, Gus Yani menegaskan, menjadi seorang santri harus percaya diri. Tidak boleh punya rasa minder. “Lulusan pondok sudah mempunyai wawasan intelektual yang luar biasa.  Banyak bupati, Kapolres, bahkan jenderal TNI dan Polri banyak yang berlatar belakang pondok pesantren,” ujar Gus Yani.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dunia pesantren saat ini menjadi sebuah kebutuhan di tengah kemajuan teknologi yang saat ini dirasakan. Dalam pesantren, para santri selain dibekali dengan ilmu pengetahuan, juga dibekali dengan pemahaman tentang agama. Ini merupakan suatu bekal yang sangat penting untuk dimiliki generasi muda.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, pentingnya bagi generasi muda untuk tidak berhenti menuntut ilmu. Pesan ini disampaikan tidak hanya kepada murid, melainkan juga kepada para pengajar. 

“Anak-anakku sekalian, santri-santri serta bapak ibu guru semua, mari kita senantiasa mencari ilmu sepanjang hayat. Dengan bertambahnya ilmu dan akhlak, maka tingkah laku kita menjadi tingkah laku yang sesuai dengan akidah,” terang Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Puncak peringatan HSN Kabupaten Gresik menghadirkan tiga Gawagis sebagai pemateri dalam sesi Ngaji Bareng. Ketiga gawagis tersebut adalah Gus Lathoif, Gus Amak dan Gus Robith. (yad)

Ngaji Bareng Gawagis, Gus Yani : Banyak Bupati, Kapolres, Jenderal TNI dan Polri Alumni Pondok  Selengkapnya