Diduga Istri Kumat Jadi LC Karaoke, Ayah Kirim Anak ke Surga dengan 24 Tusukan

GRESIK,1minute.id – Penyidik pidana umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik melakukan pendalaman motif Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan tega menghabisi buah hatinya, sebut saja, Delima, 9 tahun. 

Siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu tewas setelah tersangka Afan menghujamkan 24 tusukan bagian punggung menggunakan pisau dapur saat sedang tertidur. Mengapa Afan, begitu keji menghabisi buah hatinya itu. Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. Ivan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sebab, sebelum menghabisi anak gadisnya yang lucu itu mencari referensi alias browsing cara melenyapkan buah hatinya. 

Mengapa Afan tega menghabisi buah hatinya bernisial Delima, 9, di rumah kontrakkan di Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Sabtu pagi, 29 April 2023. Apakah Afan mengalami gangguan jiwa ? Atau penyebab lainnya, penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik melakukan pemeriksaan secara intensif. 

Ada kabar Afan mengalami gangguan kejiwaan alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasalnya, ketika aparat melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya menemukan surat berobat rutin ke rumah sakit jiwa Menur, Surabaya. “Ada kemungkinan tersangka mengalami gangguan kejiwaan,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu pada Minggu, 30 April 2023.

Kabar lain menyebutkan Afan “mengirim” anak semata wayang ke surga karena murka kepada istri. Tersangka murka karena istrinya kembali menekuni profesi sebagai perempuan pemandu karaoke alias Lady companion (LC). Afan yang sempat menjadi pengusaha konveksi dikabarkan kali pertama mengenalnya di salah satu tempat karaoke. Afan ngentasnya dengan cara menikahinya. Pernikahan itu membuahkan anak perempuan yang kini memasuki usia 9 tahun. 

Belakangan istrinya meninggalkan Afan dan anaknya.  Profesi sang istri sebagai pemandu di rumah karaoke itu membuat Delima, anak semata wayang menjadi korban bullying di sekolah. Afan tidak tahan anaknya jadi korban bullying sehingga mencari cara untuk mengakhiri hidup anak lebih cepat. “Di bullying teman-temannya sehingga tidak ada yang mau berteman dengan anak saya,” dalih Afan kepada wartawan di Mapolres Gresik pada Sabtu, 29 April 2023.

Seperti diberitakan, Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan begitu dingin. Padahal lelaki 29 tahun itu baru saja menghabisi buah hatinya, sebut saja Delima, 9 tahun. Sebanyak 24 tusukan, tiga diantaranya bagian punggung hingga mengenai organ jantung putrinya. Namun, Afan seakan tidak menyesali perbuatannya. Pepatah Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. Setelah menikam anaknya menggunakan pisau dapur dengan panjang 30 centimeter, Afan melarikan diri. Ia berencana pulang ke rumahnya di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya.  Namun,  keluarga Afan menyarankan untuk menyerah diri ke Polsek Tandes, Surabaya. 

Sejumlah anggota Satreskrim Polres Gresik kemudian menjemput Afan di Mapolsek Tandes, Surabaya. “Ditemukan sebanyak 24 luka tusukan pada tubuh korban. Yakni semuanya di bagian punggung. Tiga di antaranya tembus bagian dada dan mengenai jantung. Menggunakan pisau dapur,” ujar Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan di Mapolres Gresik pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)

Diduga Istri Kumat Jadi LC Karaoke, Ayah Kirim Anak ke Surga dengan 24 Tusukan Selengkapnya

Tusuk Buah Hati dengan Pisau Dapur Sebanyak 24 Kali, Afan Dijerat Pembunuhan Berencana, Hukuman Mati

GRESIK,1minute.id – Wajah Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan begitu dingin. Padahal lelaki 29 tahun itu baru saja menghabisi buah hatinya, sebut saja Delima, 9 tahun. Sebanyak 24 tusukan, tiga diantaranya bagian punggung hingga mengenai organ jantung putrinya. Namun, Afan seakan tidak menyesali perbuatannya. Pepatah Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. 

Perbuatan Afan itu membuat warga Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengeryitkan dahi. Serem. Tapi, Afan hanya tersenyum tipis karena telah mengantarkan anak semata wayang ke surga.

Informasi yang dihimpun, Jumat malam, 28 April 2023 Afan tidur bersama anaknya, Delima, 9 tahun. Tengah malam Afan bangun. Lelaki bertubuh ramping itu melihat putrinya yang masih diduk di kelas 2 Sekolah Dasar tidur nyenyak dalam posisi tengkurap. Afan kabarnya mengambil gawai. Ia browsing melalui Internet. Ia mencari cara menghabisi buah hatinya itu. Entah setan apa yang menyelinap dalam hatinya waktu itu. 

Cukup lama, Afan browsing. Ia menemukan cara yang sangat keji. Yakni, menghabisi anaknya dengan pisau dapur. Sekitar pukul 04.30 pada Sabtu, 29 April 2023, Afan lalu mengambil pisau di dapur rumahnya. Lalu balik ke kamar. Selanjutnya, cresss. Ia seperti kesetanan menusuk punggung putrinya. Darah pun membasahi bantal, sperei tempat tidur. 

Afan kemudian mengembalikan pisau ke dapur. Mencuci tangannya yang penuh darah. Setelah itu, Afan menghilang. Ia berencana pulang ke rumahnya di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya. Namun, niatan lelaki kelahiran Surabaya, 19 April 1994 mengurungkan niatnya. Ia kemudian menyerahkan diri ke Polsek Tandes, Surabaya. Polsek Tandes kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Gresik. Sejumlah anak buah Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Kasatreskrim Polres Gresik menjemput Afan di Polsek Tandes, Surabaya. 

“Ditemukan sebanyak 24 luka tusukan pada tubuh korban. Yakni semuanya di bagian punggung. Tiga di antaranya tembus bagian dada dan mengenai jantung. Menggunakan pisau dapur,” ujar Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra di Mapolres Gresik pada Sabtu,  29 April 2023.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan menambahkann menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

“Kita kenakan Pasal 340 KUHP, tersangka sudah merencanakan pembunuhan kepada anaknya. Dibuktikan dengan jejak digital bahwa tersangka pernah browsing cara membunuh,” tegasnya. (yad)

Tusuk Buah Hati dengan Pisau Dapur Sebanyak 24 Kali, Afan Dijerat Pembunuhan Berencana, Hukuman Mati Selengkapnya

Polres Gresik Berangkatkan 4 Bus Balik Mudik Gratis Tujuan Semarang dan Jakarta 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menyiapkan empat unit bus arus balik lebaran ke Semarang dan Jakarta. Gratis dan mendapatkan jaminan keamanan dan kenyaman. Ratusan penumpang pun semringah. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kabag SDM Polres Gresik Kompol Dedik Winardi mengatakan program Balik Mudik Gratis oleh Polda Jatim dan jajarannya ini adalah salah satu rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2023.

“Operasi Ketupat Semeru 2023 ini adalah operasi kemanusiaan yang mana kami berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat pada masa lebaran Idul Fitri 1444 H/2023,” ujar Kompol Dedik Winardi usai memberangkatkan empat Unit bus di halaman Polres Gresik pada Jumat, 28 April 2023. Balik Mudik akan berangkat bersama sama dari Mapolda Jatim. Keselamatan pemudik yang kembali ke Jakarta dan Semarang lebih terjamin.

Sementara itu, peserta balik mudik, Soleh 43,  asal Desa/Kecamatan Duduksampeyan lega bisa balik ke Jakarta. Dia bersama keluarga sempat kesulitan mencari tiket kembali ke Jakarta beberapa waktu lalu. “Terimakasih Polres Gresik sudah memberikan fasilitas angkutan balik mudik gratis, tentunya ini sangat membantu biaya dan kelancaran sampai tujuan,” kata Soleh.

Senada diungkapkan Ifa. Gadis 20 tahun asal Semarang itu mengaku mudik ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk bersilahturahim dengan keluarga besarnya di Gresik. “Terimakasih polres Gresik 

sudah membantu kami terutama transportasi secara gratis, semoga program ini terus berlanjut diseluruh Indonesia,” harap Ifa. (yad)

Polres Gresik Berangkatkan 4 Bus Balik Mudik Gratis Tujuan Semarang dan Jakarta  Selengkapnya

Libur Lebaran Idul Fitri 2023, Pantai Delegan Jadi Tujuan Favorit Warga, Polres Gresik Patroli Harkamtibmas 

GRESIK,1minute.id–  Libur lebaran  2023  menjadi berkah bagi pengelolaDestinasi wisata alam dan buatan di Kabupaten Gresik. Diantaranya, wisata Pantai Pasir Putih Delegan. Mulai hari  pertama lebaran sampai H+3 lebaran pada Senin, 24 April 2023 wisata alam yang dikelola oleh pemerintah desa (pemdes) Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik seakan tidak pernah sepi  pengunjung. 

Ribuan warga mengalir tiada henti mengunjungi destinasi wisata alam yang dengan pasir putih itu. Aparat kepolisian meningkatkan keamanan di tempat wisata alam itu untuk memastikan wisatawan merasa nyaman ketika menghabiskan waktu libur lebaran 2023. 

Kesatuan Samapta Polres Gresik menerjunkan beberapa personil untuk memberikan pengamanan kepada para wisatawan domestik (wisdom) di pantai Delegan itu. Patroli tempat wisata itu dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Gresik AKP Sugeng Sulistiyono.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Samapta Polres Gresik AKP Sugeng Sulistiyono, patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) untuk memberikan perasaan aman kepada masyarakat yang sedang berwisata pada libur lebaran 2023.

PATROLI: (kiri) Kasat Samapta Polres Gresik AKP Sugeng Sulistiyono saat melakukan patroli harkamtibmas di tempat wisata Pantai Delegan pada Senin, 24 April 2023 ( Foto : Polres Gresik for 1minute.id)

Selain patroli harkamtibmas, imbuhnya, aparat kepolisian juga memberikan himbauan kepada para wisatawan untuk mematuhi peraturan dan peralatan keselamatan yang ada di tempat wisata.  “Alhamdulillah sampai saat ini suasana tetap kondusif. Aman,” kata AKP Sugeng Sulistiyono pada Senin, 24 April 2023.

Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan libur cuti bersama Lebaran mulai 19-25 April 2023. Selama libur lebaran itu, aparat kepolisian resor Gresik mengerahkan 247 personil dengan dibantu oleh TNI. Polres Gresik mendirikan satu pos pelayanan ( Posyan ) dan lima pos pengamanan (Pospam) selama mudik lebaran. 

Diantara ratusan personil melakukan pengamanan di sejumlah tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat serta objek vital (obvit) yang ada di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Libur Lebaran Idul Fitri 2023, Pantai Delegan Jadi Tujuan Favorit Warga, Polres Gresik Patroli Harkamtibmas  Selengkapnya

Motor Kehabisan Bensin, Bagian Dalam Sarung Bergerak-gerak! Dibuka Ada 2 Ekor Kambing 

GRESIK,1minute.id – Aparat kepolisian sektor (Polsek) Duduksampeyan menangkap dua pelaku pencuri kambing di Jalan Poros, Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Dua pelaku bernama Yusuf, 20, warga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan dan anak berinisial RR, 16, warga Kecamatan Duduksampeyan. 

Selain menangkap dua pelaku curwan ini, anak buah AKP Bambang Angkasa, Kapolsek Duduksampeyan mengamankan dua ekor kambing berjenis kelamin jantan dan betina serta satu unit sepeda motor Yamaha Xivion milik pelaku. Kini, kedua pelaku tersebut menjalani pemeriksaan di Mapolsek Duduksampeyan. 

Bagaimana ceritanya? Informasi yang dihimpun sekitar pukul 01.00 WIB dua lelaki mengendarai sepeda motor Yamaha Xivion terlihat berada di Jalan Poros, Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Di Jalan tersebut banyak kambing hidup bebas. Kambing milik warga yang tidak dimasukkan kandang ketika malam hari.

Mata Yusuf, pengendara Xivion tertuju pada dua ekor kambing. Yakni, kambing jantan berbulu warna coklat dan kambing betina berbulu kelir hitam. Yusuf menghentikan mesin motor. Ia dan anak berinisial RR turun dan menyergap dua ekor kambing tersebut. Mbek….mbek….mbek… 

Dua pelaku curwan itu membungkam mulut kambing itu dengan lakban warna hitam. Kambing lalu dimasukkan dalam sarung. Dua ekor kambing pun anteng “berselimut” sarung. Dua pelaku kemudian membawanya naik motor. Wusssss….! Dibenak Yusuf dan RR terbayang wajah semringah. Ia bakal bisa berlebaran Idul Fitri dengan memakai baju baru. Yusuf yang pengangguran dan RR yang masih pelajar itu pun senyum-senyum sendiri.

Sekitar 500 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di Desa Wadak Kidul, Duduksampeyan motor mogok. Kehabisan bensin. Yusuf dan RR mulai panik. Husen, 27, salah satu Desa Wadak Kidul curiga. Ia pun mendatangi mereka menanyakan keperluan dua laki-laki itu ke desanya malam hari. Keringat bercucuran. Dini hari yang cuacanya sejuk tapi mereka berkeringat. Keringat dingin. Ketakutan. Husen semakin curiga, sarung yang mereka bawa mulai bergerak-gerak.

Husen meminta mereka menyingkap isi dalam sarung itu. Ternyata dua ekor kambing. Husen lalu menghubungi perangkat Desa setempat dan diteruskan ke Polsek duduksampeyan. Yusuf dan RR digiring ke Mapolsek. Mimpi Yusuf dan RR memakai baju baru pada lebaran Idul Fitri lenyap. Mereka kini harus memakai rompi warna oranye bertuliskan Tahanan. Lalu siapa pemilik kambing itu? Korban bernama Untung, 51, warga Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan. 

“Kedua pelaku kami jerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-1 dan  ke-4 KUHP tentang pencurian,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa pada Kamis, 13 April 2023. (yad)

Motor Kehabisan Bensin, Bagian Dalam Sarung Bergerak-gerak! Dibuka Ada 2 Ekor Kambing  Selengkapnya

Perayaan Paskah Kondusif, Aparat Polres Gresik Lakukan Pengamanan Setiap Gereja

GRESIK,1minute.id – Perayaan Paskah di Kota Gresik berlangsung kondusif pada Jumat, 7 April 2023. Umat kristiani menjalankan ibadah dengan khidmat. Aparat kepolisian resor Gresik melakukan pengamanan cukup ketat di semua tempat ibadat umat Kristiani. Sebelumnya, aparat kepolisian melakukan sterilisasi sejumlah gereja.

Diantaranya, Gereja St Perawan Maria di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan bahwa sterilisasi dilakukan untuk memastikan lokasi gereja yang akan digunakan untuk pelaksanaan perayaan Paskah terjamin keamanannya.

Dalam kegiatan tersebut, Satuan Samapta Polres Gresik melakukan sterilisasi gereja mulai dari pintu masuk hingga seluruh isi ruangan. Petugas menyisir setiap sudut area gereja untuk dilakukan pemeriksaan, mulai tempat duduk jamaah, dan lainnya.

Dalam penyisiran tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan. Petugas mengimbau kepada pengurus gereja untuk segera melapor ke kepolisian jika menemukan benda atau mencurigai seseorang. “Sterilisasi dan pengamanan di gereja-gereja diharapkan memberi keamanan dan kenyamanan bagi seluruh umat kristiani yang akan menjalankan Paskah,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Gresik AKP Sugeng Sulistiyono menyampaikan bahwa pihaknya akan menerjunkan satu peleton Dalmas dan Unit Pam Ovit dalam pengamanan rangkaian ibadah Paskah 2023. Selain akan ditempatkan di gereja-gereja, pihaknya juga akan menerjunkan tim mobile untuk melaksanakan patroli. “Kita akan terjunkan personel pengamanan selama rangkaian Paskah,” katanya. (yad)

Perayaan Paskah Kondusif, Aparat Polres Gresik Lakukan Pengamanan Setiap Gereja Selengkapnya

Mengendari Mobil Pasutri Nyaru Pembeli,  Eh… Ternyata Pencuri 

GRESIK1minute.id – Polsek Kebomas membekuk tiga pelaku penggarong di toko sembako, Barokah. Tiga pelaku berinisial pasangan suami-istri, AE, 66, dan M, 63, warga Banyuurip Kidul, Sawahan,  Surabaya dan FA, 35, warga Kupang Gunung Jaya, Putat Jaya, Surabaya. 

Modus operandi mereka tergolong konvensional yakni pura-pura membeli sembako. Salah satu terduga pamit ke kamar mandi kemudian mengembat barang milik korban bernama Marliya. Toko sembako milik perempuan 58 tahun itu berada di Jalan Mayjend Sungkono, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Informasi yang dihimpun,  Selasa, 4 April 2023 sekitar pukul 17.00 WIB sebuah mobil Daihatsu Sigra nomor polisi (nopol) warna putih L 1725 BAH berhenti di depan toko Barokah yang ditunggu oleh Marliyah. Tiga orang turun dari mobil kelir putih tersebut. Dua lelaki dan satu perempuan belakangan diketahui berinisial AE, 66, dan istrinya, M, 63 tahun. Serta, satu pemuda berinisial FA, 35 tahun.

Mereka lalu berpura-pura membeli sembako. Seorang pelaku berinisial AE meminta izin ke toilet untuk buang air kecil. Awalnya, korban Marliyah tidak curiga. Karena terduga tidak kunjung keluar korban Marliyah mulai curiga dan menyusul masuk ke dalam. Marliyah melihat pelaku nyangking sebuah tas milik korban. Spontan korban Marliyah teriak maling.

Lelaki lanjut usia itu pun kabur bersama istri dan pemuda berinisial FA. Mereka mamacu mobilnya ke arah Jalan Sunan Giri. Mobil yang mereka kendarai sempat menabrak sejumlah sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan. Warga yang curiga ikut melakukan pengajaran. Bagai dalam adegan film sejumlah pengendara motor melakukan pengejaran. Di simpang empat Kebomas, pelaku belok ke kanan ke Jalan R.A. Kartini, Gresik. Warga terus mengejar dan berhasil mengehentikan laju mobil Sigra yang dikendarai pelaku. 

Massa yang sudah terlanjur amarah sudah sampai ke ubun-ubun kemudian melampiaskan emosinya kepada pelaku.  Bak…buk…Bak.. buk… Sebagai massa lainnya merusak mobil yang dikendarai oleh pelaku. Beruntung ada patroli anggota Polsesk Kebomas sehingga pelaku terselamatkan. Tiga pelaku dan barang bukti sebuah mobil Sigra serta tas jinjing milik korban Marliyah disita sebagai barang bukti. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol Made Jatinegara membenarkan peristiwa yang menggeger warga tersebut. “Anggota Polsek Kebomas yang melaksanakan patroli langsung mengamankan para pelaku dan barang bukti ke Mako Polsekk Kebomas guna prose lanjut,”  tegas Kompol Made Jatinegara pada Rabu, 5 April 2023.

Hasil pemeriksaan, para pelaku berasal dari luar Gresik. AE, 66, perempuan berinisial M, 63. Keduanya warga Banyuurip Kidul, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Serta, FA, 35, warga Kupang Gunung Jaya Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Barang bukti yang diamankan satu unit Daihatsu Sigra warna Putih L 1725 BAH. Gula putih 5 kg, Telor 2 kg, Beras 3 kg dan Tas korban berisi uang Rp 300.000

“Jadi para pelaku berpura-pura membeli sembako, dan saat korban lengah, pelaku mengambil uang dan barang dagangan korban,” tegasnya lagi.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan tindak pidana pencurian yaitu Pasal 362 KUHP Jo Pasal 53 KUHP. Pasal 53 ini menjelaskan tentang selesainya tindak pidana bukan diniati oleh yang bersangkutan, namun akibat diketahui oleh warga. “Ancaman hukumannya yaitu pidana penjara selama-lamanya lima tahun. Sehingga langsung kami lakukan penahanan,” katanya. (yad)

Mengendari Mobil Pasutri Nyaru Pembeli,  Eh… Ternyata Pencuri  Selengkapnya

Berikan Perasaan Aman dan Nyaman Warga, Polres Gresik Gencar Razia Petasan, Penjual Tiarap

GRESIK,1minute.id – Hari ini, Bulan suci Ramadan memasuki hari ke-15. Biasa suara mercon atau petasan terdengar bersahut-sahutan pada malam hari. Kini, suara bising dari mainan berbahaya nyaris tidak terdengar lagi. 

Warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini semakin nyaman beribadah maupun beristirahat malam hari. 

Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom mengatakan, dengan diadakanya razia terhadap pedagang petasan dan kembang api, diharapkan dapat mencegah masyarakat menggunakan barang tersebut saat Ramadan dan lebaran Idul Fitri nanti. “Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran Polsek untuk melaksanakan razia petasan selama Ramadan,” ujar AKBP Aditya Panji Anom pada Selasa, 4 April 2023.

Perwira dua melati itu menegaskan kegiatan razia itu bertujuan memberikan jaminan rasa aman dan nyaman warga masyarakat Gresik secara umum terlebih dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. “Razia kami gencarkan, karena banyak warga yang curhat ke kami bahwa masih ada penyalahgunaan kembang api dan mercon seperti dipakai untuk perang mercon maupun kembang api,” jelas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Alumnus Akpol 2002 itu menambahkan, selain melakukan razia, petugas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama pemuda remaja untuk tidak bermain petasan. “Kami tidak main-main untuk petasan atau mercon ini, jangan sampai ini mengganggu kenyamanan warga dalam beribadah di bulan Ramadan,” tegasnya.

Instruksi razia petasan dan mercon itu dilaksanakan oleh Polsek Balongpanggang.. AKP M. Zainuddin memimpin langsung razia petasan dan mercon dengan mendatangi sejumlah pelapak musiman yang bermunculan bagai jamur di musim hujan. AKP M.Zainuddin, yang mendatangi sejumlah lapak musiman yang menjajakan mercon itu. Kepada para pedagang kembang api AKP Zainudin memeriksa lapak dan mengingatkan agar tidak menjual petasan. (yad)

Berikan Perasaan Aman dan Nyaman Warga, Polres Gresik Gencar Razia Petasan, Penjual Tiarap Selengkapnya

Satu Korban Luka-luka, Polisi Amankan 22 Pemuda Diduga Terlibat Tawuran

GRESIK1minute.id – Puluhan anak belasan tahun diamankan Polsek Menganti pada Minggu, 2 April 2023. Mereka diamankan karena diduga terlibat tawuran di Jalan Raya Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tawuran menjelang sahur itu mengakibatkan seorang pemuda bernama Habib Mahlufi, 19, warga Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Minggu, 2 April 2023 sekitar pukul 01.00 WIB aparat kepolisian mendapatkan kabar muncul gerombolan pemuda di Jalan Raya Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti. Sejumlah anggota Polsek Menganti bersama piket reserse kriminal (Reskrim) menuju lokasi dan membubarkan mereka. 

“Setelah kami bubarkan anggota kemudian melanjutkan patroli menyisir sejumlah wilayah,”  kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Menganti AKP Inggit Prassetiyanto pada Minggu, 2 April 2023. Setelah polisi meninggalkan lokasi, gerombolan pemuda itu satu per satu kembali lagi. Mereka berkumpul seakan ada yang mengkomando.

“Anggota belum balik ke mako (Mapolsek) dapat kabar terjadi tawuran. Kami langsung balik ke lokasi Jalan Raya Desa Pelemwatu,” imbuhnya. Sebanyak 22 pemuda yang berada di lokasi kejadian diamankan. Mereka berusia antara 16 tahun hingga 24 tahun. Belasan pemuda berasal dari Gresik, Lamongan dan Surabaya. Selain mengamankan belasan pemuda, polisi juga menyita 13 unit sepeda motor milik mereka. 

“Kami kami amankan untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, perkara kami serahkan ke Polres Gresik,” imbuh mantan Kapolsek Gresik Kota itu. Inggit mengatakan penyebab tawuran antarpemuda ditengarai akibat salah paham. (yad)

Satu Korban Luka-luka, Polisi Amankan 22 Pemuda Diduga Terlibat Tawuran Selengkapnya

Nekat Bobol Rumah Tetangga untuk Menebus Jenazah Kakak Ipar 

GRESIK,1minute.id – Falich tertunduk malu. Malu kepada orang tua, dan warga satu kampung setelah pemuda 32 tahun itu dicokok polisi karena ditengarai membobol rumah Ismail, 58, tetangganya di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Falich menggasak sebuah gawai dan uang tunai Rp 37,05 juta. Uang puluhan juta dimasukkan ke dalam kaleng roti ditaruh di dalam lemari. Falich berdalih nekat membobol rumah tetangga untuk menebus biaya jenazah kakak iparnya di salah satu rumah sakit di Lamongan sebesar Rp 9 juta. Meski, niat Falich baik membantu kerabatnya. Namun, perbuatan Falich melanggar aturan perundang-undangan.

Polisi menjerat Falich dengan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan  ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Menurut Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sidayu AKP Khairul Alam mengatakan pembobolan rumah Ismail, 58, di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu terjadi  pada Kamis, 23 Maret 2023 sekitar pukul 19.30 WIB. 

“Pelaku diperkirakan masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu belakang rumah.  Rumah dalam  keadaan kosong karena ditinggal penghuni melakukan ibadah salat tarawih di masjid,” kata AKP Khairul Alam pada Minggu, 26 Maret 2023. Pelaku mencuri barang berupa satu unit handphone dan uang  tunai sebesar Rp 37.050.000 yang disimpan di dalam kaleng roti dan dimasukkan kedalam almari baju. 

Aksi solo dilakukan oleh Falich ini nyaris sempurna. Polisi sempat kesulitan mengendus karena minim saksi dan tidak meninggalkan jejak di tempat kejadian perkara (TKP). Seperti pepatah tidak ada kejadian kejahatan yang sempurna.  Buktinya, kerja keras tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sidayu bisa mengendus dan menangkap terduga pelaku setelah 3 hari pascakejadian. 

AKP Khairul menambahkan dalam pemerikaan tersangka mengakui perbuatannya. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti (barbuk) sebuah smartphone dan uang tunai Rp 28,05 juta. ” Tersangka menggunakan uang Rp 9 juta untuk menebus jenazah kakak iparnya di salah satu rumah sakit di Lamongan,” kata Khairul menirukan pengakuan Falich. (yad)

Nekat Bobol Rumah Tetangga untuk Menebus Jenazah Kakak Ipar  Selengkapnya