Baru Setahun Buka, Klinik Kecantikan Terlihat Tutup, Pasien Menduga Pemilik Bukan Dokter Spesialis Kulit 

GRESIK,1minute.id – Klinik kecantikan Fairuz Skincare Aestetic itu terlihat sepi pada Kamis, 17 Februari 2022. Beberapa kali wartawan 1minute.id mengucapkan salam tidak ada jawaban dari pemiilik klinik berlokasi di Jalan Merak, Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA) di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Hampir 30 menit menunggu. Namun, tidak ada satu pun orang keluar dari klinik dengan bangunan berlantai dua itu. Menurut Alzarani, 26 tahun, sejak awal Februari 2022, klinik tutup. “Padahal sebelumnya, selalu ada orang datang. Kebanyakan ibu-ibu muda. Klinik terasa ramai,”kata Alza, tetangga klinik kecantikan itu.

Namun, pemuda yang hobi desain itu tidak mengetahui apa saja yang di dalam klinik tersebut. “Saya tidak pernah masuk,”katanya. Kapan klinik kecantikan itu mulai buka? “Secara pasti saya tidak tahu. Kemungkinan baru setahun,”ujarnya menduga. 

Dalam pengamatan 1minute.id sepintas tidak terlihat rumah dengan tembok warna oranye dan pagar besi setinggi 1,5 meter berwarna hijau itu adalah sebuah klinik kecantikan. Sebab, bangunannya nyaris sama dengan bangunan rumah lainnya. Hanya sebuah spanduk yang membedakan bangunan itu adalah klinik kecantikan. Spanduk itu bertuliskan Fairuz Skincare Aestetic. Tulisannya berwarna pink sehingga terlihat mencolok. 

Di klinik ini lah, Lilik Fauziyah melakukan treatment kecantikan. Mulai perawatan kulit wajah, pengencangan payudara hingga menyempitkan Miss V. Untuk tiga perawatan pertama selama 8 jam, korban yang asal Jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu merogoh kocek Rp 8 juta. 

Sedangkan, untuk kontrolnya membayar Rp 1,6 juta. Semua treatment kecantikan itu ditangani oleh pemilik klinik itu yakni perempuan berinisisl FFB bersama stafnya. FFB mengaku seorang dokter spesialis kulit. Namun, niat Lilik Fauziyah bisa tampil dengan kulit kinclong tidak sesuai yang diinginkan. “Ini masih ada bekas garis hitam di bagian wajah,”katanya usai melaporkan ke Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022. Lilik didampingi kuasa hukumnya, Wellem Mintarja. 

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan atas laporan korban Lilik atas dugaan malapraktek itu. Terlapor disangka dengan melanggar Undang-Undang 29/2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Undang-Undang 36/2009 tentang Kesehatan. 

Seperti diberitakan, Lilik Fauziyah melaporkan  FFB ke Polres Gresik atas dugaan tindak pidana malapraktek yang dilakukan di klinik kecantikannya. Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengatakan awalnya korban datang ke klinik milik dr. FFB untuk melakukan perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan Miss V. Waktu itu, korban bertemu lansung dengan FFB yang mengaku sebagai dokter spesialis kulit.

“Wajah Saya di anestesi dan  di suntik beberapa kali sehingga wajah saya bengkak. Tidak hanya itu, untuk mengencangan Miss V dimasuki alat selama setengah jam. Rasanya terasa panas dan nyeri. Itu semua yang melakukan adalah dr. Fairuz,”kata korban Lilik didampingi kuasa hukum Wellen Mintarja saat selesai diperiksa di Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022.

Masih menurut korban, setelah perawatan selang dua hari kulit tangan dan kaki saya mengering dan mengelupas dan wajah lebam dan merah merah. “Wajah saya seperti kena pukul,”terangnya. Korban Lilik lalu konsultasi. “Saya disuruh untuk kontrol lagi akan tetapi tidak ada hasil bahkan wajah saya rusak,” ujarnya.

Wellem Mintarja mengatakan bahwa pemilik klinik berinisial FFB yang mengaku dokter patut diduga abal-abal. Pasalnya, kami sudah melakukan kordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik maupun IDI Jawa Timur. “Nama dr. FFB tidak terdaftar sebagai dokter,”kata Wellem. Atas dasar itulah, kliennya kemudian melapor ke Polres Gresik.  “Dugaan kami FFB itu bukan dokter. Anehnya, dia malah mengaku sebagai dokter spesilis kulit pada klien kami,”tegasnya. Selain itu, krem pemutih yang diberikan terlapor ke kliennya ada BPOM dengan kode MD yang digunakan untuk makanan bukan untuk kosmetik.

Terpisah, kuasa hukum FFB, Muhammad Takim mengatakan, pihaknya belum memegang secara utuh dan penuh terkait perizinannya. “Maka kami belum bisa memberikan statemen,”kata Takim dikonfirmasi melalui seluler milik keluarga kliennya. “Kami belum berani membantah atau bagaimana pun karena kami belum memegang data-data secara langsung dari klien kami.  Sebab, hari ini ada pergantian kuasa hukum,”imbuh pengacara dari kantor Hukum Riyadi & Patner itu. (yad)

Baru Setahun Buka, Klinik Kecantikan Terlihat Tutup, Pasien Menduga Pemilik Bukan Dokter Spesialis Kulit  Selengkapnya

Pasien Klinik Kecantikan dengan Dokter Spesialis Kulit Diduga Abal-abal Melapor ke Polisi

GRESIK,1minute.id – “Bu Saya ini dokter,. Bukan….!”kata FFB kepada korban Lilik Fauziyah melalui pesan WhatsApp. Perempuan asal Jalan Link Jarkali, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu akhirnya kepincut. Ia pun akhirnya melakukan perawatan kecantikan kepada FFB.

Ada tiga jenis perawatan dilakukan oleh Lilik Fauziyah di klinik FSC Aestetic yakni perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan miss V di milik dokter FSC di Jalan Merak, Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Hasilnya? Lilik Fauziyah kemudian melapor ke Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Willem Mintarja. Ia melaporkan FFB atas dugaan tindak pidana malapraktek yang dilakukan di klinik kecantikannya. Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengatakan awalnya korban datang ke klinik milik dr. FFB untuk melakukan perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan Miss V. Waktu itu, korban bertemu lansung dengan FFB yang mengaku sebagai dokter spelalis kulit.

“Wajah Saya di anestesi dan  di suntik beberapa kali sehingga wajah saya bengkak. Tidak hanya itu, untuk mengencangan Miss V dimasuki alat selama setengah jam. Rasanya terasa panas dan nyeri. Itu semua yang melakukan adalah dr. FFB,”kata korban Lilik didampingi kuasa hukum Wellen Mintarja saat selesai diperiksa di Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022.

Masih menurut korban, setelah perawatan selang dua hari kulit tangan dan kaki saya mengering dan mengelupas dan wajah lebam dan merah merah. “Wajah saya seperti kena pukul,”terangnya. Korban Lilik lalu konsultasi. “Saya disuruh untuk kontrol lagi akan tetapi tidak ada hasil bahkan wajah saya rusak,” ujarnya.

Lalu berapa biaya treatment ke klinik FSC Aestetic ? Untuk tindakan treatment pertama selama 8 jam biaya Rp 8 juta. Selanjutnya ketika kontrol bayar lagi sebesar Rp 1,6 juta. “Saya juga dikasih krem perawatan wajah, karena tidak ada hasil maka saya berhentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Wellem Mintarja mengatakan bahwa pemilik klinik berinisial FFB yang mengaku dokter patut diduga abal-abal. Pasalnya, kami sudah melakukan kordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik maupun Jawa Timur. “Nama dr. FFB tidak terdaftar sebagai dokter,”kata Wellem. 

Atas dasar itulah, kliennya kemudian melapor ke Polres Gresik.  “Dugaan kami FFB itu bukan dokter. Anehnya, dia malah mengaku sebagai dokter spesilis kulit pada klien kami,”tegasnya. Ditambahkan Wellem, saat ini krem perawatan kulit yang dberikan ke kliennya patut dipertanyakan keaslian dan risikonya. Pasalnya, pada produk itu BPOM-nya tertera kode MD yang digunakan untuk produk makanan bukan untuk kosmetik.

“Kami laporkan dugaan malapraktek ini agar tidak ada lagi korban lain. Pasalnya, saat ini banyak klinik kecantikan ilegal yang beredar di masyarakat. Untuk itu, kami himbau agar masyarakat lebih teliti untuk datang ke klinik kecantikan,”ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum FFB, Muhammad Takim mengatakan, pihaknya belum memegang secara utuh dan penuh terkait perizinannya. “Maka kami belum bisa memberikan statemen,”kata Takim dikonfirmasi melalui seluler milik keluarga kliennya. “Kami belum berani membantah atau bagaimana pun karena kami belum memegang data-data secara langsung dari klien kami.  Sebab, hari ini ada pergantian kuasa hukum,”imbuh pengacara dari kantor Hukum Riyadi & Patner itu. (yad)

Pasien Klinik Kecantikan dengan Dokter Spesialis Kulit Diduga Abal-abal Melapor ke Polisi Selengkapnya

Bobol Rumah Tetangga Pasutri Diringkus Polisi 

GRESIK,1minute.id – Khorik Achmad Maulidli, 24 dan Siti Hamidah, 45 dibekuk polisi. Pasangan suami dan istri  tidak hanya kompak di ranjang. Juga, di luar rumah. Pasutri mengaku tinggal di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik ini sementara harus berpisah. Sebab, keduanya harus menjalani hidup di tahanan karena terlibat pencurian. 

Mereka membobol rumah korban Muhammad Romadhon di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Modus operandinya, mereka berboncengan motor mencari sasaran rumah kosong. Setelah menemukan sasaran, Siti Hamidah turun mengetuk pintu. Ketika tidak ada jawaban Siti Hamidah balik. 

Selanjutnya, Khorik giliran bertugas melakukan eksekusi. Siti Hamidah giliran memantau kondisi kampung. Saat membobol rumah Romadhon menggasak dompet milik istri Romadhon, Kusmini. Dompet berisi uang Rp 1,15 juta. Aksi pencurian dilakukan pasutri sempat diketahui oleh Kusmini. Namun, kedua pasutri itu bisa lolos. Korban Romadhon kemudian melapor ke Polsek Kebomas. 

Dalam oleh tempat kejadian perkara (TKP) polisi menyita rekaman kamera pengintai atawa closed circuit television (CCTV) mengidentifikasi pelakunya. Keduanya pun ditangkap di tempat kosnya.

Pasutri itu sempat mengelak ketika ditangkap oleh anggota reskrim Polsek Kebomas. “Setelah diamankan dan ditunjukkan bukti rekaman CCTV, kedua pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencurian di rumah korban,” kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis pada Selasa, 8 Februari 2022. (yad)

Bobol Rumah Tetangga Pasutri Diringkus Polisi  Selengkapnya

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi

GRESIK,1minute.id – Perban warna putih itu masih “menyelimuti” kelopak mata bagian kiri pelajar sekolah menengah pertama di Kecamatan Driyorejo, Gresik. Kelopak mata bagian kiri pelajar kelas VIII itu mengalami luka robek dan lebam akibat perundungan yang mengarah kekerasan fisik dilakukan oleh sekelompok orang. 

Terduga pelaku perundungan adalah para senior korban di sekolah. Aksi brutal dilakukan sejumlah pelajar itu ditandatangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Polres Gresik. Penyidik PPA telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. 

“Sudah tiga saksi yang kami mintai keterangan. Antara lain saksi korban dan orang tua korban,”kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy.

Informasi yang dihimpun perundungan atawa bullying kepada korban berinisial MI terjadi sekitar pukul 09.00 pada Senin lalu, 17 Januari 2022. Saat itu, jam istrahat sekolah. Korban MI didatangi kakak kelas berinisial AR. Korban diajak oleh terduga ke samping sekolah. Di lokasi tidak jauh dari sekolah itu sudah berkumpul 6-8 anak lainnya. Korban lalu dikeroyok tanpa mengetahui penyebabnya. Pelaku menendang, memukul korban hingga nyaris kelenger.  Setelah puas, para pelaku meninggalkan korban sendirian yang mengerang kesakitan. (yad)

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi Selengkapnya

Akhir Januari 2022, Seluruh Anak Usia 6-11 Tahun di Gresik Tervaksinasi

GRESIK,1minute.id – Vaksinasi anak 6-11 tahun terus digeber di Kabupaten Gresik. Satuan Tugas Covid-19 Gresik menargetkan seluruh anak usia 6-11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama akhir Januari 2022. Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen bisa berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ada tiga sekolah yang melakukan vaksinasi kepada anak-anak hari ini, Selasa, 11 Januari 2022. Tiga lembaga pendidikan itu adalah SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) sebanyak 463 siswa ; SD Al Ibrah 300 murid dab SD Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI) Gresik sebanyak 200 siswa.

Vaksinasi di SD Mugeb dipusatkan di Lapangan Futsal. Vaksinasi untuk siswa kelas I, II dan V itu terasa beda. Sebab, menghadirkan dua orang berkostum superhero  Ironman dan Captain America. Tampak hadir digelaran vaksinasi Merdeka itu antara lain Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosih dan sejumlah anggotanya. 

AKBP Much Nur Azis mengatakan, vaksinasi kepada anak-anak memerlukan perhatian khusus. Tokoh superhero Captain America dan Iron Man didatangkan membantu menghibur anak-anak. Selain itu ada juga tokoh kartun BoboiBoy. Di SD YIMI badut iku menghibur anak-anak saat menerima dosis vaksin. “Anak-anak bisa belajar dengan baik, vaksinasi merdeka ini serentak di seluruh Indonesia,”kata Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis. 

Vaksinasi Sinovac: Muhammad Rifky Putra Cahyadi, siswa SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) mendapatkan vaksinasi dosis pertama di lapangan futsal sekolahnya pada Selasa, 11 Januari 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Vaksinasi di Gresik secara keseluruhan mencapai 85 persen termasuk lanjut usia (lansia). Vaksinasi anak mencapai 51,69 persen hingga hari ini. Alumnus Akpol 2002 ini menargetkan akhir bulan Januari vaksinasi seluruh anak-anak usia 6-11 tahun sudah divaksin. “Dua pekan atau kurang dari satu bulan ini anak-anak di Gresik sudah kita vaksinasi semuanya termasuk yang ada di Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura semuanya,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Alumnus Akpol 2002 ini mengingatkan agar masyarakat yang telah menerima dosis vaksin untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Sebab, wabah coronavirus disease 2019 belum berakhir. Masih ada varian baru, Omicron yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Meski, varian baru kali pertama ditemukan di Afrika Selatan belum ditemukan di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Akhir Januari 2022, Seluruh Anak Usia 6-11 Tahun di Gresik Tervaksinasi Selengkapnya

Lagi, Tim Blue Light Patroli Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Amankan 17 Unit Motor

GRESIK,1minute.id – Tim Blue Light Patroli Antisipasi Balap Liar Serta Tindak Pidana 3C Satlantas Polres Gresik kembali menggagalkan rencana balapan liar pada Minggu dini hari, 9 Januari 2022. Sebanyak 17 unit sepeda motor yang diduga terlibat balap liar diamankan dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosih dengan anggota Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Suharto itu.

Patroli hunting dilakukan oleh tim Blue Light Patroli dimulai Sabtu, 8 Januari 2022 mulai 21.00 WIB. Sejumlah anggota korp sabuk putih-sebutan lain-Satuan Polisi Lalu Lintas melakukan patroli mobile di sejumlah tempat yang ditengarai untuk balap liar. Antara lain, Jalan R.A Kartini dan Jalan Veteran. Di jalan nasional itu menjadi langganan anak-anak belasan tahun melakukan uji nyali. Balapan liar. 

Malam itu kondisi lalu lintas di dua jalan masih terpantau ramai lancar. Namun, memasuki dini hari, sekitar pukul 02.00 pada Minggu, 9 Januari 2022 kondisi jalan mulai sepi. Polisi mendapatkan kabar sejumlah pemuda mulai bergerombol di pinggir jalan itu. Mereka diduga bersiap untuk melakukan aksi nekat, balapan liar. 

Sejumlah anak buah AKP Engkos Sarkosih disebar. Mengepung dua arah di jalan nasional yang terdapat media jalan itu. Begitu mendengar suara knalpot motor meraung-raung, tiba-tiba aparat muncul. Mereka terkepung. Sehingga polisi bisa mengamankan puluhan motor. 

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosih mengatakan, tim Blue Light Patroli dilakukan secara rutin. Tujuannya,  mencegah kebut-kebutan dijalan, Ugal-ugalan dengan menggunakan knalpot brong  yang dapat mengganggu Kamseltibcar lantas. Selain itu, imbuhnya, upaya menekan kecelakaan lalu lintas dan balap liar. “Patroli ini untuk memberikan rasa Aman, nyaman kepada masyarakat dalam mewujudkan kamseltibcarlantas,”kata alumnus Akpol 2012 itu. Dalam operasi rutin itu, imbuhnya, petugas Mengamankan 17 unit sepeda motor. (yad)

Lagi, Tim Blue Light Patroli Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Amankan 17 Unit Motor Selengkapnya

2021 Angka Laka Menurun, Korban Meninggal Naik

GRESIK,1minute.id – Kinerja Satuan Polisi Lalu lintas  (Satlantas) Polres Gresik selama 2021 menekan angka kecelakaan lalu lintas berhasil. Angka kecelakaan dan korban luka-luka mengalami penurunan. Akan tetapi, korban meninggal mengalami kenaikan dibandingkan 2020.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi (anev) disebutkan selama 2021 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Gresik berjumlah 641 kejadian mengakibatkan 733 orang mengalami luka-luka dan 183 orang meninggal. 

Pada 2020, angka kejadian laka lantas mencapai 643 kejadian, korban luka-luka (luka ringan dan parah) sebanyak 773 orang dan meninggal 144 orang. Merujuk data tersebut, kejadian laka lantas menurun 2 kejadian pada 2021. 

Selain kejadian laka lantas, Polres Gresik membeberkan penanganan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) yang selama 2021 menerima laporan sebanyak 1.135 kasus. Sebanyak 944 kasus telah diselesaikan. Atau sekitar 83 persen. Sisanya, 191 kasus dalam proses penyelidikan dan penyidikan. 
Diantara kasus menonjol yang bisa diungkap adalah pembunuhan janda di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Kemudian, pengungkapan peredaran pupuk tanpa label Standard Nasional Indonesia (SNI) di Kecamatan Sidayu menyita barang bukti sebanyak 12 ton pupuk dan seorang tersangka.

Berikutnya, menggagalkan tindak pidana perdagangan orang di tempat penampungan di Kecamatan Duduksampeyan. Modusnya, pelaku tidak memiliki izin yang sah menampung tujuh orang selama 7 bulan yang dijanjikan kerja sebagai tenaga kerja Indonesia dengan meminta bayaran Rp 16 juta.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengungkapkan, selama tahun ini pihaknya menerima laporan sebanyak 1.135 kasus di bidang reserse kriminal. Sebanyak 944 kasus di antaranya berhadil diselesaikan atau diungkap. Sisanya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis mengatakan, keberhasilan kinerja Polres Gresik tidaklah semata-mata hasil kerja keras Polisi. Melainkan, hasil dari sinergi Polri dengan masyarakat, lembaga dan tokoh agama.”Saya mengucapkan terima atas dukungannya,” kata Aziz dalam konferensi pers di halaman Mapolres Gresik pada 30 Desember 2021.

Sebelum mengakhiri sambutan, alumnus Akpol 2002 itu, mengajak masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini untuk menjaga ketertiban umum, stabilitas, meningkatkan kewaspadaan dan menumbuhkan kesadaran hukum sehingga menciptakan kehidupan masyarakat yang kondusif dan memadani. “Selamat tahun 2022,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu. (yad)

Jumlah Laka Lantas  2020 & 2021

  2020           2021  Keterangan

Kejadian            643             641    turun 2 kasus

Luka-luka          773             733  turun 40 kasus.

Meninggal        144             183    naik 39 kasus
(Data Polres Gresik)

2021 Angka Laka Menurun, Korban Meninggal Naik Selengkapnya

Amankan Nataru, Cegah Persebaran Virus Omicron, Terjunkan Ratusan Personel Gabungan

GRESIK,1minute.id – Apel gelar pasukan pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) digelar Polres Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 23 Desember 2021. Apel gelar pasukan bersandi Operasi Lilin Semeru 2021 ini dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani yang membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Nataru secara aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri dan Pemkab Gresik dan Mitra Kamtibmas Lainnya.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata tentunya akan terjadi peningkatan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, Kamseltibcar lantas, dan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19,”terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Apel dihadiri oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis ini diikuti jajaran Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik, Denpom dan Subkogartap 0817/ Gresik, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Polri memyelenggarakan Operasi Lilin Semeru 2021 selama 10 hari, mulai 24 Desember 2021- 2 Januari 2022. Gus Yani menambahkan selama pelaksanaan tetap dengan mengedepankan kegiatan Preemtif dan Preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman

“Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,”tegasnya. Dalam pelaksanaan pengamanan Nataru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel ; TNI sebanyak 15.842 personel, serta 55.086 personil instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dll.

Gus Yani mengingatkan kepada personel yang terlibat pengaman Ops Lilin Semeru 2021 tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi dimasa Pandemi Covid 19 saat ini.
Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi. 
“Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih,”paparnya. 

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Usai Apel, Forkopimda bersama undangan lainnya, antara lain Ketua MUI Gresik KH. M. Mansoer Shodiq, Ketua FKUB Gresik KH Afif Maksum dan PJU Polres Gresik melakukan pemantauan Pos Pengamanan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Sementara itu, jumlah personel pengamanan Operasi Lilin Semeru 2021 di wilayah hukum, Polri menerjunkan 150 personel; TNI 15 personel dan instansi terkait sebanyak 87 personel.  (yad)

Amankan Nataru, Cegah Persebaran Virus Omicron, Terjunkan Ratusan Personel Gabungan Selengkapnya

Polres Gresik akan Tutup 4 Ruas Jalan Jelang Malam Pergantian Tahun

GRESIK,1minute.id – Virus Omicron sudah masuk Indonesia. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Gresik meningkatkan kewaspadaan. Polres Gresik bakal menggelar Operasi Lilin Semeru 2021 mulai Kamis besok, 23 Desember 2021.

Dalam pertemuan Latihan Pra Operasi Lilin Semeru 2021 di Mapolres Gresik untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019, varian anyar, Omicron di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, petugas akan melakukan penutupan beberapa ruang terbuka hijau (RTH) dan tempat berpotensi menimbulkan kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19. 

Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis menghimbau masyarakat tidak merayakan tahun baru di luar rumah. #dirumah saja. Giat Latpra Ops Lilin Semeru 2021 Polres Gresik dalam rangka Natal 2021 dan tahun Baru 2022 (Nataru) di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Gresik dihadiri pejabat utama (PJU) Polres Gresik dan Kapolsek jajaran. 

Dalam pertemuan itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik akan melakukan penutupan arus di empat tempat lokasi di Gresik. Alun-alun Gresik ;  Bunderan I Love GKB dan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) serta Gelora Joko Samudro (G-JOS). 

Tahun ini, tidak melakukan penyekatan terhadap pengendara akan tetapi melakukan pengendalian massa untuk mencegah virus omciron sudah masuk di Indonesia. Operasi Lilin Semeru 2021 di mulai Jumat, 24 Desember 2021 sampai Minggu, 2 Januari 2022 pukul 15.00 WIB.  Dan baru dibuka pukul 04.00 WIB 

“Kita harus menyamakan persepsi bahwa pada pelaksanaan tahun baru tidak ada giat perayaan menyambut tahun baru di wilayah Kabupaten Gresik,”tegas AKBP Much Nur Azis. Selain penutupan jalan, aparat melarang adanya konvoi, pesta kembang api atau kongko-kongko di tempat keramaian untuk menyambut tahun baru.

Petugas akan membubarkannya. Bagaimana dengan pengamanan gereja di Misa Natal? Pengamanan secara maksimal baik gereja maupun rumah ibadah para Kapolsek meningkatkan deteksi terhadap potensi kerawanan terhadap berbagai ancaman baik teror maupun kriminalitas 

PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Gresik untuk koordinasi dengan Pemkab dan Kecamatan selama pelaksanaan pengamanan Nataru. “Agar pelaksanaan pengamanan Nataru kita laksanakan  secara maksimal. Dalam pelaksanan Nataru agar Polsek lebih memantau pelangaran yang terjadi , balap liar, pelanggar Prokes dan lainya untuk menekan Covid 19,”tegas alumnus Akpol 2002 itu. (yad)

Polres Gresik akan Tutup 4 Ruas Jalan Jelang Malam Pergantian Tahun Selengkapnya

Melawan, Pelaku Curanmor Dimassa

GRESIK,1minute.id – BayuSutiknonyaris kelenger dihajar warga Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Beruntung polisi cepat datang sehingga nyawa lelaki 51 tahun itu terselamatkan.

Kini lelaki asal Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan itu menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Duduksampeyan. Bayu digebuki massa karena tepergok mencuri sepeda motor Honda Beat milik Zakiyatul Silviya Albas, 20 tahun, warga setempat.

Informasi yang dihimpun Selasa, 14 Desember 2021 sekitar pukul 16.00 Bayu Sutikno masuk halaman rumah korban Zakiyatul Silviya Albas, 20, warga Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Batu menggondol sepeda motor Honda Beat nomor polisi (Nopol) S 4172 LW.

Motor matik itu di parkir di teras rumah dengan di kunci stir. Dalam hitungan detik, kunci motor rusak. Tersangka Bayu Sutikno lalu menarik mundur ke luar halaman rumah korban. Nahas, saat itu korban Silviya memergokinya. Terjadi tarik menarik. Pelaku mengancam korban dan spontan berteriak maling. Teriakan korban Silviya itu bagai sebuah komando. 

Warga Desa/Kecamatan Duduksampeyan yang mendengar teriak maling langsung mendatangi lokasi kejadian. Bayu Sutikno terkepung. Lelaki 51 tahun itu menjadi sansak hidup massa yang geram karena ulah tersangka itu. Kabar maling motor tertangkap terdengar anggota Polsek Duduksampeyan. Bayu Sutikno diamankan dengan kondisi bagian tubuh babak belur. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan pelaku melakukan perbuatan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Pelaku berangkat dari Tanah Merah Bangkalan Madura sendirian dengan naik Bus , kemudian langsung menuju ke Duduksampeyan. 
“Membawa alat berupa kunci T yang dipergunakan oleh pelaku dibuang , disekitar lokasi kejadian, sehingga masih dalam pencarian petugas,”terangnya. 

Pelaku melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Duduksampeyan sudah tiga kali ini , yang pertama mendapatkan sepeda motor Honda Beat Hitam. Kedua mendapatkan sepeda motor Yamaha Mio warna Merah dan yang terakhir saat kejadian ini. “Kami jerat dengan pasal 363 Ayat (1) ke-5 KUHP,” tegasnya. (yad)

Melawan, Pelaku Curanmor Dimassa Selengkapnya