Merusak Lingkungan, 9 Jaring Trawl Dimusnahkan Polair Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sembilan unit jaring trawl dimusnahkan oleh Polisi Air Polres Gresik pada Kamis, 2 Desember 2021. Pemusnahan alat penangkap ikan yang dilarang oleh pemerintah itu dimusnahkan dengan cara dibakar.  

Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis mengatakan, pemusnahan barang bukti jaring trawl karena penggunaan alat penangkap ini telah dilarang oleh pemerintah. “Karena penggunaan jaring trawl ini merusak ekosistem laut,”ujar AKBP Nur Azis didampingi Kepala Satuan (Kasat) Polisi Air (Satpolair) Gresik AKP Poerlaksono, dan Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik Zurron Arifin di halaman Satpolair Polres Gresik di Jalan R.E.Martadinata, Gresik. 

MUSNAHKAN JARING TRAWL: Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis (tengah) bersama petugas gabungan memusnahkan 9 jaring trawl di halaman Polair Polres Gresik pada Kamis, 2 Desember 2021. Pemusnahan jaring itu rangkaian memperingati HUT ke-71 Polairud (Foto: Chusnul Cahyadi)

Jaring trawl itu diamankan anggota Polair Polres Gresik dari hasil penindakan selama setahun, Januari sampai 2 Desember 2021. Jaring itu diamankan dari nelayan di Kabupaten Gresik dan Lamongan. Mereka mencari ikan di perairan Gresik. Alumnus Akpol 2002 itu menambahkan, ancaman biota laut yang rusak akibat penggunaan jaring trawl meliputi terumbu karang hingga anak ikan terjaring semuanya. “Kami melakukan tindakan tegas,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu.

Ia melanjutkan, tindakan tegas dilakukan oleh anggota karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi kepada para nelayan terkait larangan penggunaan jaring trawl itu. Sebab, sesuai tugas kepolisian  adalah  melindungi,  mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.  “Karena mereka tidak mematuhi, tindakan terakhir adalah penegakan hukum,”tegasnya. Sembilan perkara tersebut, imbuh perwira dua melati di pundak itu, kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dan DKP Gresik.

Pemusnahan jaring trawl ini rangkaian memperingati HUT ke-71 Polisi Air dan Udara (Polairud) yang diperintahkan setiap 1 Desember itu. (yad)

Merusak Lingkungan, 9 Jaring Trawl Dimusnahkan Polair Polres Gresik Selengkapnya

Terduga Pelaku Pembunuhan Istri dan Penganiayaan Anak Pilih Harakiri

GRESIK, 1minute.id – Zada Thalita masih tergolek di RSUD Ibnu Sina Gresik. Gadis 25 tahun itu mengalami luka parah karena penganiayaan. Anak bangsu dari dua bersaudara tinggal di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo mengalami luka kepala dan dua pergelangan tangannya. Luka-luka itu diduga akibat sayatan benda tajam.

Sedangkan, ibunya bernama Triyana, 52 tahun, meninggal. Dua perempuan itu diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Terduga pelakunya adalah pria berinisial JS.Siapa JS itu ? Dia adalah suami Triyana. Ayah Thalita.

Nah, polisi sedang mengejar terduga tersebut. Sekitar pukul 17.00 tadi sore ada kabar seorang lelaki berinisial JS melakukan harakiri di perlintasan kereta api di Jombang. Lelaki itu beralamat di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik.  Sama dengan alamat almahumah Triyana. Tubuh lelaki itu terpental setelah disambar kereta api dari Surabaya tujuan Pasar Senen, Jakarta.

Saat itu, sebelum Magrib KA dengan nomor loko 253 C melintasi KM 89 +570 di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang , JS menghadangnya. Tubuh lelaki itu langsung disambar KA cepat itu. Tubuhnya, terpental beberapa meter. JS meninggal di lokasi kejadian. “Iya, sebelum Magrib tadi,”kata sumber dikepolisian. 

Kanitreskrim Polsek Driyorejo Ipda Suhari dikonfirmasi selulernya membenarkan bila lelaki yang menghadang kereta api itu berinisial JS. “Iya, korban tinggal di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo,”kata Suhari pada Rabu malam.  Tapi,  Suhari belum bisa memastikan apakah JS, pelaku KDRT hingga istrinya, Triyana meninggal dan anaknya, Thalita luka-luka. “Apakah JS pelaku (pembunuhan dan penganiayaan) Saya belum bisa memastikan. Karena saksi korban belum bisa dimintai keterangan,”dalih Suhari. 

Akan tetapi, sumber dikepolisian menyebutkan JS adalah pelaku pembunuhan istri, dan menganiaya Thalita. Polisi lalu memburu JS ke Krian, Sidoarjo. Namun, JS berhasil lolos dan pergi menuju Jombang. Di Jombang itu, JS memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu. Tewasnya, JS membuat hidup Thalita dalam sekejap menjadi yatim piatu.  

Plt Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni mengatakan, kondisi korban masih dilakukan perawatan. “Masih dalam penanganan di IGD dan pasien kondisinya stabil dan masih dikonsulkan ke dokter bedah untuk renacana tindak lanjut operasi,”kata dr Soni kepada wartawan. (yad)

Terduga Pelaku Pembunuhan Istri dan Penganiayaan Anak Pilih Harakiri Selengkapnya

Geger Penghuni Rumah di Desa Bambe, Tewas dan Luka-luka, Siapa Pelaku ?

GRESIK, 1minute.id – Rumah sederhana di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo itu tiba-tiba riuh. Warga setempat dan polisi tumplek-blek di dekat rumah berdinding tembok dengan cat warna putih pada Rabu, 24 November 2021 sekitar pukul 07.30. 

Mengapa mereka berada di rumah berlantai keramik warna putih itu? Sejumlah warga setempat bercerita ada pembunuhan. Ada dua korban yang tergeletak di dalam rumah yang dihuni pasangan suami-istri dan anak perempuannya. Dua korban itu adalah Triyana, 52 tahun dan anaknya, bernama Zada Thalita, 25 tahun.

Triyana, meninggal di dalam kamar tidur dengan darah mengering di bagian dahi dan belakang telinga kanan. Kepala bersandar di sebuah guling. Sedangkan, Thalita tidak jauh dari tempat ibundanya. Gadis 25 tahun mengalami luka-luka di bagian kepala dan pergelangan kedua tangannya terluka. Luka Thalita itu seperti tersayat benda tajam. Nyawa Thalita selamat. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan pertolongan. 

Lalu, dimana suami Triyana? Polisi masih mencarinya. Informasi yang dihimpun suami Triyana keluar rumah sekitar pukul 04.30. Badal subuh itu, bapak dua anak, salah satunya bernama Zada Thalita itu pergi dengan naik motor. Motor itu kemudian dititipkan ke rumah satu satu keluarganya. “Setelah itu, ia naik ojek online,”ujar seorang warga setempat. 

Pergi kemana lelaki yang diduga alumnus RSJ Menur Surabaya itu. Polisi masih melakukan pencarian. Sementara itu, polisi masih terus menyelidiki penyebab serta terduga pelakunya. Polisi telah memasang police line (garis polisi) di rumah korban. Tim Automatic finger print identification system) Satreskrim Polres Gresik bersama anggota Polsek Driyorejo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dalam olah TKP itu, anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro, Kasat Reskrim Polres Gresik mengamankan satu buah tabung elpiji melon dan sebuah gunting. Didua benda itu terdapat bercak darah. Dugaan kepolisian semakin kuat, korban Triyana yang meninggal karena penganiayaan. Pun, luka-luka yang dialami Thalita akibat benda tersebut. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dunia. Karena terduga pelaku masih kami lakukan pengejaran,”kata Zunaedi.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi dan lakukan pengejaran. Yang pasti pelakunya orang dekat,”katanya kepada wartawan. (yad)

Geger Penghuni Rumah di Desa Bambe, Tewas dan Luka-luka, Siapa Pelaku ? Selengkapnya

Pelaku Dihukum, Barang Bukti Disita, Kejari Gresik, Bea Cukai, Pemkab Gresik Musnahkan 106,8 Ribu Batang Rokok Ilegal

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memusnahkan 106.800 rokok tanpa cukai di halaman Kantor Korp Adhyaksa Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 24 November 2021.

Ribuan batang rokok senilai Rp 97,18 juta itu dimusnahkan dengan cara dibakar dan digilas menggunakan stomewals. Rokok yang dimusnahkan itu berasal dari seorang terpidana. Tidak dijelaskan identitas terpidana perkara rokok ilegal itu.

Pemusnahan dilakukan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap itu dilakukan bersama-sama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Washil Miftachul Rachman, Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Gresik Nono Mursito, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Gresik Siti Jaiyaroh, serta Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Pambudi, Humas Pengadilan Negeri Gresik Fatkhur Rochman. 

BAKAR ROKOK ILEGAL: Petugas gabungan Kejari Gresik, Pemkab Gresik, Bea Cukai, Pengadilan Negeri Gresik, BNNK Gresik memusnahkan barang bukti sebanyak 106,8 ribu batang rokok ilegal yang telah berkekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejari Gresik pada Rabu, 24 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ada tiga tong tempat pembakaran. Prosesi pembakaran dilakukan bersama-sama dengan para undangan tersebut. Di tempat lainnya, seorang operator stomewals menggilas ribuan rokok itu. Setelah tergilas, rokok yang sudah gepeng itu lalu dimasukkan ke tempat pembakaran hingga menjadi abu. Abu rokok tersebut kemudian di pendam ke tanah. Pemusnahan rokok ilegal itu menegaskan komitmen aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pemberantasan peredaran rokok tanpa cukai di pasaran. 

Pasalnya, peredaran rokok tanpa cukai itu berpotensi merugikan keuangan negara. Selain itu, upaya perlindungan terhadap konsumen. Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto menegaskan, ribuan batang rokok itu dilakukan setelah memiliki kekuatan hukum tetap. ”Ada satu perkara yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Gresik,”kata Heru Winoto usai acara pemusnahan barang bukti di kantornya. Rokok Ilegal itu kalau dinominalkan senilai Rp 97,18 juta. ”Kami siap bersinergi, berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal,”tegas Heru Winoto.

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI ROKOK ILEGAL: Operator stomewals bersiap menggilas ribuan batang rokok ilegal di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 24 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Heru kembali menegaskan komitmen Korp Adhyaksa untuk turut menciptakan masyarakat Gresik yang lebih baik. Menekan peredaran rokok tanpa cukai di pasaran. Pemberantasan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Tapi, harus dilakukan secara bersama-sama, berkolaborasi, bersinergi dengan Pemkab Gresik, Bea Cukai, Kepolisian, BNNK dan Pengadilan Negeri serta rumah tahanan (rutan) Gresik.  ”Kami siap berkoordinasi,”tegasnya.  

Sebelum pemusnahan barang bukti tersebut, Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Gresik Nugroho Tanjung mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini semua telah memiliki kekuatan hukum tetap.  ”Pemusnahan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hokum tetap sampai dengan periode Bulan November 2021,”ujar Nugroho Tanjung dalam laporan tertulisnya. (yad)

Pelaku Dihukum, Barang Bukti Disita, Kejari Gresik, Bea Cukai, Pemkab Gresik Musnahkan 106,8 Ribu Batang Rokok Ilegal Selengkapnya

Operasi Zebra Digelar, Ini Target Sasarannya

GRESIK,1minute.id – Polres Gresikmulai melakukanOperasi ZebraSemeru2021 pada Senin, 15 November 2021. Operasi Zebra Semeru berlangsung hingga 28 November 2021. Sasaran Operasi itu pencegahan Covid-19 dan Kamseltibcarlantas.

“Operasi Zebra akan dilaksanakan selama 14 hari. Kegiatannya ditargetkan dan diprioritaskan pada pencegahan Covid-19. Selain itu menciptakan kamseltibcarlantas,” kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis saat memimpin Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2021 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 15 November 2021.

Operasi ini bertujuan mewujudkan keamanan,  keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) dan menjaga keselamatan nyawa masyarakat. Ia mengingatkan kecelakaan terjadi salah satunya karena adanya pelanggaran. “Adanya operasi ini kami melihat kesiapan seluruh stakeholder dan harapannya operasi berjalan dengan sukses,”harap mantan Kapolres Ponorogo itu.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan sudah siap melaksanakan operasi zebra. Sebanyak 71 personel dikerahkan bersama sejumlah pihak terkait. “Sasarannya, mencegah penyebaran Covid-19 dan kamseltibcarlantas,”tegasnya. (yad)

Operasi Zebra Digelar, Ini Target Sasarannya Selengkapnya

Satreskrim Polres Gresik Ringkus Pembobol Konter Handphone di Manyar

GRESIK,1minute.id – Masih ingat kasus pembobolan konter handphone di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar pada 24 September 2021. Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik menangkap dua pelakunya. 
Dua penjahat spesialis pembobol konter itu, adalah Hariyanto, 40, warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kab. Bogor, Jawa Barat dan Randi Bahtiar, 36, warga Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Tegal, Jawa Tengah.

Kedua tersangka dibekuk di tempat berbeda. “Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Senin, 15 November 2021. 
Barang bukti hasil kejahatan sebagian besar telah di lego oleh tersangka. Polisi mengamankan lima smartphone, mobil Toyota Avanza warna hitam nopol F 1211 PZ.

Mobil rakitan 2018 itu diduga digunakan tersangka saat membobol konter handphone di simpang tiga Tenger, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu. Selain mobil juga diamankan dua buah linggis, obeng, gunting serta glangsing atau karung plastik.  Dua glangsing itu, diduga digunakan untuk mengangkut ratusan unit smartphone. Versi manajemen toko mereka kehilangan 199 unit handphone dengan kerugian senilai Rp 600 juta.

Seperti diberitakan  konter handphone Hacom dibobol penjahat. Dalam rekaman closed circuit television (CCTV) pelaku berjumlah empat orang. Tiga orang masuk dalam konter setelah merusak gembok dan kunci pagar harmonika. Sedangkan, satu pelaku lainnya memantau situasi keamanan di luar konter yang berada di simpang 3 Tenger, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu. 

Dalam konferensi pers di Mapolres Gresik itu, ada tujuh perkara dengan sepuluh tersangka yang dibekuk oleh Satreskrim Polres Gresik kurun waktu dua bulan yakni September dan Oktober 2021. Rinciannya, satu perkara pembunuhan ; empat perkara pencurian dengan pemberatan; satu perkara pencurian disertai kekerasan dan satu perkara penipuan dan Penggelapan. (yad)

Satreskrim Polres Gresik Ringkus Pembobol Konter Handphone di Manyar Selengkapnya

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Pemerintah Kabupaten Gresik mulai mempersiapkan diri menyambut musim hujan. Meningkatkan kewaspadaan adanya bencana banjir Kali Lamong di Gresik Selatan dan luapan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di Gresik Utara. 

Ratusan personel disiagakan dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Antisipasi Bencana Alam 2021 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 25 Oktober 2021. Apel dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Dalam apel itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan adanya potensi bencana alam yakni banjir, angin puting beliung hingga tanah longsor. Kabupaten Gresik, imbuhnya, menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam Hidrometeorologi.

“Bencana Hidrometeorogi tersebut tidak hanya banjir saja, namun juga memiliki potensi terjadinya angin kencang, angin puting beliung serta bencana tanah longsor,”katanya dalam apel yang diikuti oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi lainnya. 

Dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi, imbuhnya, meminta kepada semua masyarakat dan juga stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan. Berbagai strategi dan mitigasi bencana harus dipersiapkan guna antisipasi cuaca ekstrim.

“Seperti kita ketahui bahwa sejak 2020 kita dihadapkan berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan faktor protokol kesehatan agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19,”kata Gus Yani.

Dalam mitigasi bencana, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, dibutuhkan penyusunan program. Salah satu strategi yang dilakukan dalam menghadapi banjir setiap tahun terjadi adalah dengan melakukan normalisasi sungai. “Minimal ada peningkatan strategi dalam menghadapi bencana alam. Program mitigasi secara fisik yang segera kita lakukan  adalah melakukan normalisasi pada bantaran sungai Kali Lamong. Setelah apel ini kita akan meninjau Kali Lamong untuk memastikan rencana normalisasi,”tegas Gus Yani.

Selain itu, normalisasi sungai juga akan dilakukan di bantaran sungai Kali Avour yang ada di wilayah Driyorejo. “Kita minta perusahaan sekitar untuk membantu normalisasi melalui CSR. Mereka kita minta untuk gotong royong melakukan normalisasi. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi,” kata Gus Yani. (yad)

Siapkan Strategi Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Gresik. Meski,  herd immunity sebesar 70 persen telah tercapai.  Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun masuk zona kuning. Hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021, serbuan vaksin dilakukan untuk pelajar SMP 4 Muhammadiyah Kebomas, penyandang disabilitas dan vaksin untuk nelayan di Kecamatan Manyar. 

Serbuan vaksinasi untuk pelajar dan disabilitas dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Sedangkan, vaksinasi untuk nelayan diatas perahu dipimpin Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. 

Ratusan vaksin disuntikkan kepada ribuan pelajar dan nelayan. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan serbuan vaksinasi Covid-19 guna mendorong percepatan terbentuknya herd Immunity atau kekebalan komunal.

“Angka penyebaran Covid-19 sudah mengalami penurunan menuju level 3. Kita patut bersyukur namun kami ingatkan harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, ini adalah yang terpenting bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19 sehingga kasus sudah turun,”kata alumnus Akpol 2002 itu.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memberikan  apresiasi dan berterima kasih serta rasa bangganya kepada masyarakat Gresik karena antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi sangat luar biasa.  “Terima kasih atas kerjasamanya TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinkes dan relawan. Saya dapat laporan dari pimpinan pusat juga bahwa banyak relawan yang ikut dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Gresik, terima kasih atas kerjasamanya,”kata Taufik Ismail. 

Sementara itu, vaksinasi untuk nelayan dilakukan oleh petugas diatas perahu. Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar bersama vaksinator menyusuri jalan setapak area tambak menuju dermaga nelayan. Ada dua dermaga yang didatangi oleh petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Nakes Puskesmas Manyar yakni Kalimireng dan Leran, Kecamatan Manyar. 

Untuk vaksinasi nelayan ini, petugas memberikan sepaket sembako berisikan 2 kilogram beras, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, teh celup dan biskuit. Kepala Desa Leran Abdul Manan mengapresiasi kegiatan vaksinasi diatas perahu nelayan tersebut. “Atas nama pemerintahan Desa Leran kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Manyar, Puskesmas Manyar, Koramil Manyar dan Kecamatan Manyar. Atas pemberian dosis vaksin dan paket sembako kepada nelayan.” katanya. (yad)

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya

Satlantas dan Samapta Polres Gresik Gerebek Balapan Liar, 31 Motor Diamankan


GRESIK,1minute.id – Arena balapan liar di Jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme – Jalan Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik digerebek polisi pada Sabtu, 2 Oktober 2021 pukul 16.00. Aparat gabungan dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) dan Samapta Polres Gresik mengamankan 31 sepeda motor, 5 motor, diantaranya protolan yang akan digunakan para joki balapan liar.

Informasi yang dihimpun penggerebekan disusun sangat rapi. Aparat gabungan Satlantas dan Samapta melakukan pemblokade dua sisi ruas jalan tersebut.  Sekitar pukul 16.00 para joki balapan liar mulai memanasi mesin motor. Suara knalpot mulai meraung-raung. Puluhan aparat dari Satlantas dan Sabhara Polres Gresik merangsek dalam arena balapan liar. 

Penggerebekan yang dipimpin oleh Kasatlantas AKP Engkos Sarkosi ; Kasat Samapta AKP Hery Moeriyanto Tampake ;  Kanit Turjawali Satlantas Iptu Darwoyo dan Danru I Dalmas Samapta Aiptu Didik Suswanto mengamankan puluhan anak muda.

Mereka berupaya melarikan diri. Namun, sia-sia karena akses jalan dua arah sudah di blokade oleh aparat. Puluhan orang dengan sepeda motornya diangkut ke Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Puluhan pemuda dan barang bukti  diangkut ke Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik untuk menjalani identifikasi.

PEMBINAAN: Puluhan pemuda yang terjaring dalam penggerebekan balapan liar menjalani pembinaan dj Mapolres Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021 ( Foto : ist)

“Penggerebekan balapan liar berawal dari informasi masyarakat,”kata Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Setelah mendapatkan laporan, anggota Satlantas melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi masyarakat itu. Selanjutnya, disusun strategi penggerebekan.

“Pengendara kami tilang,”ujar Engkos. Bagaimana dengan 31 unit sepeda motor,  5 motor diantaranya protolan? Kasat Lantas AKP Engkos mengatakan, puluhan barang bukti bisa diambil setelah 15 hari.  “Orang tua membuat surat pernyataan dan kendaraan  harus lengkap sesuai persyaratan teknis dan laik jalan,”imbuh Engkos. (yad)

Satlantas dan Samapta Polres Gresik Gerebek Balapan Liar, 31 Motor Diamankan Selengkapnya

Polri Salurkan Bantuan Tunai PKL dan Warung sebesar Rp 1,2 Juta per Orang

GRESIK,1minute.id – Nurhayati semringah. Pedagang kaki lima penjual gorengan itu gembira karena mendapatkan bantuan tunai Rp 1,2 juta. Perempuan 69 tahun tinggal di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik itu tidak sendirian. Ada 190 pedagang lain mendapatkan uang tunai dari program bantuan tunai pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) terdampak pandemi Covid-19 dari pemerintah melalui Mabes Polri itu.

Bantuan itu diserahkan di Pendapa Kecamatan Manyar pada Kamis, 30 September 2021. Bantuan diserahkan oleh Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno. 
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno di lokasi BTPKLW mengatakan, ini merupakan program dari pemerintah melalui Polri. Sebanyak 191 masyarakat di Kecamatan Manyar hari ini kita tuntaskan penyaluran bantuan tunai BTPKLW. 

“Pedagang kaki lima dan warung yang belum tersentuh bantuan tunai dari pemerintah,”terang mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu. Windu menyebut, Polri berupaya melalui Bhabinkamtibmas melakukan survei. Sehingga mereka yang belum mendapatkan bantuan dapat menerima bantuan tunai pedagang kaki lima dan warung.

“Tiap-tiap PKL menerima Rp 1,2 juta dari pemerintah,”imbuh Windu. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Manyar mewanti-wanti masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Meskipun sudah menerima vaksinasi masyarakat tetap diminta disiplin mematuhi protokol kesehatan secara ketat.” pungkasnya. (yad)

Polri Salurkan Bantuan Tunai PKL dan Warung sebesar Rp 1,2 Juta per Orang Selengkapnya