MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik bekerjasama Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar vaksinasi masal di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 28 September 2021.

Vaksinasi Mandiri itu sebagai ikhtiar lahiriyah menjaga umat mendukung upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat terbentuknya herd immunity warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi untuk para kiai, pengurus dan keluarga MUI Gresik, guru madin dan TPQ, serta para dai dan masyarakat sekitar dihadiri oleh Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sebagai  ikhtiar lahiriyah mencapai herd immunity. “Disamping itu, vaksinasi ini sebagai upaya menjaga umat dari serangan virus Covid-19,”ujar KH Mansoer Shodiq kepada wartawan pada Selasa, 28 September 2021.

Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim didampingi Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh MUI Gresik. Hal tersebut sebagai wujud Polres dalam mendukung percepatan Vaksinasi dan sebagai ikhtiar melawan Covid-19.

“Ada sebanyak 2.300 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari para kiai dan masyarakat sekitar Kebomas. Semoga dengan terlaksana vaksinasi penyebaran virus Covid-19 segera mereda,”kata dia.

Menariknya, dalam gelaran vaksinasi, panitia juga menyediakan foto board. Para peserta yang menggungah fotonya di media sosial dengan pose terbaik akan diberi hadiah. Panitia menyediakan 10 pemenang. Hadiahnya antara lain, berupa kaos cantik dan paket APD lengkap. (yad)

MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD Selengkapnya

Tetap Waspada Covid-19, Operasi Patuh untuk Membiasakan Prokes

GRESIK,1minute.id – Operasi Patuh Semeru 2021 memasuki hari kelima pada Sabtu, 25 September 2021. Ops digelar mulai 20 September sampai 3 Oktober 2021. Ada empat sasaran dalam operasi yang dilakukan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. 

Empat sasaran itu, antara lain memakai masker, dan tidak berkerumun. Nah, tadi pagi sekitar pukul 07.00, Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi memimpin Operasi Patuh Semeru (OPS) di dua lokasi. Diawali dari Terminal Bunder Gresik dengan sasaran awak, dan penumpang bus antaranya dalam provinsi yang transit di Terminal itu.

Di Terminal Bunder ini, sejumlah anggota korp Sabuk Putih itu membagi-bagikan masker kepada sopir maupun penumpang. Serta pengendara motor dan mobil. “Maskernya di pakai ya Bu,”kata Iptu Yani, Kanit  Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik kepada seorang penumpang bus.

Yani juga mengingatkan penumpang untuk menjaga jarak. Setelah Terminal Bunder, anak buah AKBP Muchamad Nur Azis, Kapolres Gresik itu meluncur menuju Pangkalan Ojek konvensional di Desa Giri ,Kecamatan Kebomas.  Di Pangkalan Ojek juga sosialisasi tentang protokol kesehatan (Prokes).

Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan operasi ini ditekankan untuk pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran corona virus disease 2019. Meski, Kabupaten Gresik memasuki level 1 atau zona hijau. Tetap harus waspada.

“Covid-19 masih belum berakhir. Masayarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan pola hidup sehat,”kata Engkos. Prokes dengan 5M yakni Memakai masker ; Menjaga jarak ; Mencuci tangan menggunakan sabun ; Mengurangi mobilitas apabila tidak urgentdan Menghindari kerumunan.”Selain mencegah persebaran, juga sosialisasi Keselamatan dan tertib Berlalu Lintas,”imbuhnya. (yad)

Tetap Waspada Covid-19, Operasi Patuh untuk Membiasakan Prokes Selengkapnya

Penjahat Satroni Konter, Seratusan Gawai Diringkisi Pelaku Membawa Karung

CCTV : Terduga pelaku memakai hoodie ketika masuk konter handphone di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar pada Kamis, 23 September 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Konter dan aksesori handphone, Harapan Seluler Makmur dibolehkan kawanan penjahat dini hari tadi, Kamis, 23 September 2021.  Hampir seluruh isi konter berlokasi di Jalan Raya Sukomulyo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu diringkesi penjahat.

Dalam rekaman closed circuit television (CCTV) pelaku berjumlah empat orang. Mereka diantaranya menggunakan hoodie. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun, pembobolan konter dan aksesoris handphone ini terjadi sekitar pukul 03.00 pada Kamis, 23 September 2021.

Menurut salah satu karyawan konter, sekitar pukul 09.00 hendak membuka konter. Ia curiga karena gembok pintu harmonika rusak. Kecurigaan semakin kuat ketika melihat kaca etalase pecah berantakan. Diduga dikepruk benda tumpul. Diduga linggis. Seluruh isi dalam etalase diringkisi penjahat yang membawa mirip karung. Sekitar seratus gawai diangkut penjahat.

Smartphone berbagai merek. Harga gawai terendah Rp 2 juta dan Rp 5 juta. Dalam rekaman CCTV itu, tiga pelaku yang mengobrak-abrik isi konter. Mereka memakai hoodie dan masker. “Seorang lagi, menunggu di luar konter,”kata karyawan itu. 

Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo dikonfirmasi membenarkan kejadian pembobolan konter dan aksesoris smartphone itu. “Tapi, sampai malam ini, korban belum melaporkan secara resmi ke Polsek,”kata Windu dikonfirmasi sekitar pukul 20.10 pada Kamis, 23 September 2021.

Meski, belum ada laporan resmi tim reserse kriminal Polres Gresik dan Polsek Manyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.30. Ada sepuluh polisi diantaranya dari tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Gresik. Mereka menyelesik jejak pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. 

Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik Iptu Moch Dawud mengatakan pihaknya hanya membantu melakukan identifikasi. (yad)

Penjahat Satroni Konter, Seratusan Gawai Diringkisi Pelaku Membawa Karung Selengkapnya

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru

GRESIK,1minute.id – Operasi tumpas narkoba berakhir pada 12 September 2021. Selama dua pekan operasi Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) dan Polsek jajaran Polres Gresik mengamankan 25 tersangka (23 kasus). Hampir lima kali lebih banyak dari target Polda Jatim sebanyak 5 kasus. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menyatakan selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 di wilayah Hukum Polres Gresik dengan target dari Polda Jatim sebanyak 5 kasus. “Polres Gresik dalam pelaksanaannya berhasil ungkap kasus sebanyak 23 kasus dengan 25 orang tersangka,”kata AKBP Mochamad Nur Azis dalam siaran pers di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Kapolres Azis didampingi Kasat Narkoba AKP Irwan Tjatur Prambudi serta para Kanit Reskrim Polsek jajaran Polres Gresik menambahkan dari puluhan tersangka itu diamankan barang bukti berupa sabu-sabu (SS) 24,04 Gram serta Pil dobel L sebanyak 60 butir.

Azis menambahkan, dari 25 orang tersangka itu, sebanyak 20 orang tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun sampai dengan maksimal 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. 

Sedangkan, 3 tersangka dijerat Pasal 132 Ayar 1 Jo Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 
Kemudian,  satu orang tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI  nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun, denda paling banyak Rp 8 miliar.

Dan, satu orang tersangka dijerat Pasal 196 UU RI nomor 36/2008 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 10 tahun dan dengan paling banyak Rp 1 miliar. “Keberhasilan Polres Gresik dalam melakukan ungkap Kasus Narkoba selama ini berkat bantuan partisipasi masyarakat dan instansi terkait,”terang alumnus Akpol 2002 itu.

Dalam kesempatan ini, kata mantan Kapolres Ponorogo itu, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Gresik agar menghindari terkait penyalahgunaan narkoba. “Mari kita ciptakan Kabupaten Gresik Zero Narkoba,”katanya. (yad)

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru Selengkapnya

AKBP Muchammad Nur Azis, Kapolres Gresik baru


GRESIK, 1minute.id – Tongkat komando di Polisi Resor (Polres) Gresik berganti dari AKBP Arief Fitrianto kepada AKBP Muchamad Nur Azis. Serah terima jabatan (sertijab) perwira dua melati di pundak itu dilakukan di Mapolda Jatim pada Senin, 13 September 2021.

Arief Fitrianto mendapatkan promosi  sebagai SSDM Mabes Polri. Sedangkan, AKBP Muchammad Nur Azis sebelum menjabat sebagai Kapolres Ponorogo. Dalam apel sore di halaman Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Azis-sapaan-Muchammad Nur Azis berharap dukungan semua pihak untuk membawa Polres Gresik lebih baik. Saran dan masukan diperlukan untuk meningkatkan kinerja.

“Terima kasih dan mohon dukungannya. Semoga Gresik aman, tertib dan terkendali,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam apel Sore pada Senin, 13 September 2021.  Sementara, AKBP Arief Fitrianto yang mendapat promosi jabatan sebagai Kasubbagrenprog Bagkompeten Robinkar SSDM Mabes Polri dihadapan para anggota Polres Gresik menyampaikan terima kasih  kepada keluarga besar Polres Gresik. 

PAMIT : Ketua Bhayangkari Polres Gresik didampingi AKBP Arief Fitrianto, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Wabup Gresik Aminatun Habibah berpamitan kepada kepada anggota dan staf di Mapolres Gresik pada Senin, 13 September 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas kinerja dan dedikasi selama kami menjabat. Totalitas tanpa batas sehingga bisa menghadirkan prestasi tinggi bagi Polres Gresik,”kata alumnus Akpol 2021. 

Sertijab Kapolres Gresik di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dilakukan secara sederhana dan protokol kesehatan (prokes). Tidak ada jabat tangan dalam prosesi pisah sambut yang dihadiri oleh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail beserta istri, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

AKBP Muchammad Nur Azis, Kapolres Gresik baru Selengkapnya

Polsek Bungah Gagalkan Transaksi SS, Amankan Janda Kelahiran Malaysia

GRESIK, 1minute.id – Dewi Kartika Sari hanya tertunduk. Janda kelahiran negeri Jiran, Malaysia berusia 28 tahun itu digiring ke Mapolsek Bungah. Perempuan berambut sepunggung itu berurusan dengan polisi karena diduga sebagai pengedar sabu-sabu.

Dari tangan perempuan tinggal di Desa Paloh, Lamongan itu diamankan sabu-sabu dengan berat kotor 0,30 gram. 
Kristal bening dalam bungkus plastik itu disembunyikan ke dalam tisu dan dimasukkan dalam tas jinjing warna pink. Untuk menangkap Dewi Kartika ini, polisi butuh waktu hampir sepekan. 

Menurut Kapolsek Bungah AKP Sujiran, penyergapan tersangka Dewi Kartika bermula dari informasi masyarakat ketika anggota melakukan patroli pada 30 Agustus 2021. Malam itu, anggota reserse kriminal (Reskrim) mendapatkan informasi dari masyarakat di sepanjang Raya Bungah- Sidayu kerap ada transaksi diduga narkoba.

“Biasanya transaksi dilakukan malam hari,”kata Sujiran pada Kamis, 9 September 2021. Berdasarkan informasi itu, anggota Reskrim melakukan penyelidikan. Mulai badal Isya hingga tengah malam. Pada Sabtu, 4 September 2021 sekitar pukul 22.45, anggota mendapatkan informasi dari masyarakat ada gelagat mencurigakan disebuah gubuk di area tambak di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu. 

Seorang perempuan diduga sedang menunggu sesorang. Perempuan itu terlihat celingukan. Anggota reskrim Polsek Bungah lalu menyergapnya. Perempuan yang mengaku bernama Dewi Kartika Sari itu membuang barang dari dalam jinjing warna pink. Barang dibungkus tisu itu lalu dijepit kaki kirinya. Belakangan diketahui adalah alat hisap.

Dua barang bukti itu, membuat Dewi Kartika tidak bisa mengelak lagi. “Dalam pemeriksaan tersangka mengakui malam itu berencana mengedarkan sabu,”kata mantan Kapolsek Ujungpangkah itu.Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat UU RI No. 35 Th 2009 tentang Narkotika.”Tersangka kami tahan,”tegas Sujiran. (yad)

Polsek Bungah Gagalkan Transaksi SS, Amankan Janda Kelahiran Malaysia Selengkapnya

Berprestasi, 15 Anggota Polres Gresik Mendapat Reward

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 anggota Polres Gresik berprestasi mendapatkan reward dari Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Senin, 6 September 2021. Belasan anggota mulai bintara hingga perwira. Pemberian penghargaan diserahkan usai apel pagi di halaman Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Mereka diantaranya, Kanit Lidijk III Satreskrim Polres Polres Gresik Iptu Much Suparlan dkk ; Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik Iptu Srimaryani ,  Penjabat sementara (Ps) Paur Minpers Bag SDM Polres Gresik Aiptu Cipto Hadi dan Brig SDM Polres Gresik Bripka Ambin Firdaus.

Iptu Suparlan dianggap berprestasi karena bisa mengungkap pelaku penjual tabung oksigen diatas harga eceran tertinggi di saat warga kelimpungan membutuhkan oksigen medis akibat melonjak jumlah kasus Covid-19 di  Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sedangkan, Iptu Srimaryani diganjar juara pertama berkat ketekunan dan kerja keras membuat logo HUT ke-73 Polwan tingkat Polda Jatim beberapa waktu lalu. 
Berikutnya,  Aiptu Cipto Hadi dan Bripka Ambin Firdaus, masing-masing memperoleh juara satu dan dua dalam Update SIPP 2.0 TA. 2021 dan  Kampanye/ Sosialisasi Penerimaan Terpadu Anggota Polri TA. 2021 oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jatim.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota yang memberikan kinerja terbaik dalam melaksanakan tugas Kepolisian. “Reward ini sebagai apresiasi atas kinerja terbaik yang rekan-rekan berikan untuk institusi Polri,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Alumnus Akpol 2001 itu melanjutkan, semua anggota memiliki kesempatan memperoleh reward ini.  Semua anggota Polri baik di fungsi Opsnal maupun  pembinaan. “Terus berkarya dan laksanakan tugas sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,”kata Arief Fitrianto. (yad)

Berprestasi, 15 Anggota Polres Gresik Mendapat Reward Selengkapnya

Kapolres dan Dandim Pimpin Pemindahan Pasien Covid-19 ke Isoter

GRESIK,1minute.id – PersonelTNI, Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai memindahkan warga isolasi mandiri menuju rumah sakit lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (G-JOS) yang ditetapkan sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter).

Pemindahan warga terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Pemberangkatan ditandai apel gelar pasukan di GKB Convex, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Letkol Inf Taufik Ismail menyatakan, apel kali ini merupakan lanjutan dari apel sebelumnya yang berlangsung di Mapolres Gresik. Isoter merupakan perintah Presiden Joko Widodo. “Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bidan desa diharapkan bersinergi dan bekerja sama untuk memindahkan pasien isoman menuju isoter,” tegasnya memberi arahan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan mulai saat ini tidak ada lagi istilah isoman. “Semuanya digeser ke isoter,”kata alumnus Akpol 2001 itu. Isoter ditetapkan di RSL G-JOS.  Untuk pasien kategori ringan ditetapkan di lantai dua Stadion olahraga berlokasi di Jalan Veteran,  Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. “Setiap pasien akan diberikan fasilitas oleh pemerintah dan mendapat bantuan berupa voucher untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Arief.

Menyinggung peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ia mengimbau untuk turun ke lapangan. Secara persuasif dan humanis memberikan pengertian terkait isoter.”Kuatkan edukasi pemahaman pentingnya isoter dan menghindari benturan dengan masyarakat. Juga harus menjaga disiplin protokol kesehatan,”imbuh perwira dua melati di pundak itu. 

Seperti diberitakan, berdasarkan data Dinkes Gresik, jumlah pasien aktif di Gresik sudah sangat menurun yakni hanya tersisa 490 orang pada Senin, 23 Agustus 2021. Sedangkan, pasien isoman sebanyak 402 orang. Namun,ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya,  pasien lansia berumur diatas 65 tahun,  anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. Pemindahan pasien isoman menuju isoter ditargetkan tuntas pada Jumat nanti. (yad)

Kapolres dan Dandim Pimpin Pemindahan Pasien Covid-19 ke Isoter Selengkapnya

Jual Tabung Oksigen Medis Diatas HET, Pemuda asal Surabaya Diamankan Polisi


GRESIK,1minute.id – Perbuatan remaja berinisial FD asal Surabaya ini tidak patut di tiru siapa pun. Ditengah masyarakat kelimpungan berjuang hidup melawan Covid-19, pemuda 19 tahun ini bukannya menolong. Malah “mencekik” masyarakat dengan menaikkan harga jual tabung oksigen seenak udelnya alias sesuka hatinya.

Polisi pun bertindak meringkus tersangka FD saat melakukan transaksi cash on delevery (COD) di sekitar Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Polisi mengamankan empat buah tabung oksigen medis warna putih berukuran 1 meter kubik (m³) hingga 6 m³. 

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto penangkapan terhadap tersangka FD bermula dari postingan masyarakat yang resah karena harga tabung oksigen “melangit”. Tim siberSatreskrim Polres Gresik melakukan grilya media sosial (medsos). 

Menemukan penjual tabung oksigen di online shop. Pemilik akun Vero tersebut adalah FD, warga Surabaya. Anggota Satreskrim melakukan transaksi. Awalnya, pelapak dengan akun Vero menawarkan satu tabung oksigen ukuran 1 m³ dengan harga Rp 4,2 juta. Setelah dihubungi via seluler harganya naik menjadi Rp 5,5 juta.

Transaksi disepakati COD dengan harga Rp 5,5 juta untuk tabung oksigen berukuran 1 m³ itu. Harga normal tidak lebih dari Rp 1 juta. “Petugas yang menyaru menjadi pembeli pun mengiyakan angka yang ditentukan penjual. Transaksi COD terjadi di perumahan ABR blok A pada Kamis, 15 Juli 2021,”kata Arief pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Dua tabung oksigen ukuran 1 m³ diantarkan jasa taksi online. Lalu uang Rp 11 juta di transfer ke rekening pelapak. Dari driver  pengantar diperoleh informasi, alamat penjual dengan cepat dikantongi petugas. Belakangan, terungkap penjual tabung oksigen medis tidak hanya dilakukan FD. 

Dalam penyelidikan, petugas mendatangi rumah pasangan suami-istri berinisial KN, 27 dan GC, 27, di Pondok Candra, Sidoarjo.  Petugas menyita 2 tabung berukuran 1 m³ dan 6 m³. Ketika dimintai keterangan pada KN mengaku membeli tabung oksigen medis dari seorang berinisial YM seharga Rp 4,9 juta dan menjual kepada VR seharga Rp 5,3 juta.

KN juga membeli tabung oksigen ukuran 1 m³ dari orang lain berinisial GN seharga Rp 4,5 juta. Dari keterangan GN ini dugaan keterlibatan FD menjual tabung oksigen diatas harga pasaran.  Penyidik kemudian menetapkan FD, 19, sebagai tersangka karena disangkakan menjual tabung oksigen medis diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. 

Penyidik menjerat FD dengan pasal 62 Ayat (1) Jo pasal 10 huruf a UU nomor  8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Bunyinya : Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa lain secara cuma-cuma dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya.

“Petugas berhasil menyita 4 tabung oksigen. Dengan rincian 3 tabung berukuran 1m³ dan 1 tabung 6 m³.  Serta uang tunai Rp 2,2 juta dan satu keping kartu ATM dengan saldo Rp 800 ribu sebagai barang bukti,”terang alumni Akpol 2001 itu. (yad)

Jual Tabung Oksigen Medis Diatas HET, Pemuda asal Surabaya Diamankan Polisi Selengkapnya

Polisi Borong Bendera Merah Putih untuk Dibagikan ke Masyarakat, Penjual Semringah


GRESIK,1minute.id – Menjelang HUT ke-76 Kemerdekaan penjual pernak-pernik nuansa Merah-Putih semakin marak. Hampir sejumlah protokol di Kota Santri ada penjual bendera Merah-Putih.

Zainal, diantaranya. Lelaki 60 tahun berjualan bendera Merah-Putih dan umbul-umbul  bernuasa Hari Kemerdekaan ini di depan kantor KPU Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.  Ia biasa berjualan bersama istri dan anaknya.

Detik-detik Hari Kemerdekaan, dagangan Zainal semakin laris manis. Ia pun terlihat semringah. 
“Kemarin (Sabtu) bendera dan umbul-umbul sebanyak 120 lembar diborong pak polisi. Alhamdulillah,”kata Zainal pada Minggu, 15 Agustus 2021. Padahal, hari-hari sebelumnya laku 3 lembar cukup sulit. “Mungkin karena pademi Covid-19,”katanya menduga. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan aksi borong bendera atau umbul-umbul bernuasa Merah-Putih merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui TNI-Polri ke penjual kaki lima yang terdampak pandemi Covid-19. 

“Kita beli bendera Merah-Putih untuk kami dibagikan kepada warga yang dipandang tidak mampu membeli. Sekaligus, menghimbau masyarakat agar dengan kesadaran disiplin mematuhi protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksinasi,”alumni Akpol 2001 ini. (yad)

Polisi Borong Bendera Merah Putih untuk Dibagikan ke Masyarakat, Penjual Semringah Selengkapnya