Percepatan Penurunan Stunting, Wabup Gresik Launching 166 Kampung KB 

GRESIK,1minute.id – Kampung Keluarga Berkualitas (KB) resmi berdiri di Kabupaten Gresik. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka kegiatan launching dan penguatan kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Hotel Aston pada Senin, 22 Mei 2023.

Dalam kampung KB yang merupakan satuan wilayah setingkat desa, terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. Semuanya dilakukan dalam banyak dimensi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

Wakil Bupati Aminatun Habibah berharap Kampung KB ini dapat memberikan penguatan pembinaan Posyandu, penguatan penanganan stunting serta dapat memberikan percepatan pembangunan sektor terkait dalam upaya meningkakan kualitas hidup keluarga dan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. “Saya harapkan nantinya seluruh desa di Kabupaten Gresik bisa menjadi kampung KB,” ujarnya. 

Sebagai informasi, dalam kegiatan kali ini dilakukan launching sebanyak 113 kampung KB baru dan penguatan 53 kampung KB yang sudah terbentuk terlebih dahulu. Selepas kegiatan ini, ke-166 kampung KB tersebut diharapkan bisa menghasilkan keterpaduan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana)

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah melanjutkan kampung KB bisa terwujud adanya sinergi guna melahirkan ide dan solusi terhadap permasalahan strategis yang ada.  Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah memfokuskan Program Kampung KB pada isu pencegahan stunting. Melalui Kampung KB, dapat digalang partisipasi dan sinergi berbagai lembaga yang ada di masyarakat untuk berperan mencegah stunting.

Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2023 tentang percepatan penurunan stunting, melalui kerjasama semua pihak lintas sektoral antar organisasi perangkat daerah (OPD).

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat mentargetkan prevelansi stunting nasional sampai 14 Persen pada 2024. Pada 2023, Kabupaten Gresik sesuai hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022 dapat di tekan sampai 10,7%. Angka di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yaitu 19,2%, serta lebih rendah rata-rata nasional yang masih pada angka 21,6%.(yad)

Percepatan Penurunan Stunting, Wabup Gresik Launching 166 Kampung KB  Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Gresik Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal, Tidak Menjual dan Membeli 

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja bersama Kantor Bea Cukai Gresik menggelar Dialog Ruang Publik untuk memerangi peredaran rokok tanpa cukai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik 

di Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Jumat, 19 Mei 2023. Kegiatan bertajuk “Gempur Rokok Ilegal, Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai” ini menghadirkan empat narasumber. 

Yakni, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah,  Asisten I Pemkab Gresik Suyono, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Alifin N Wanda dan Kepala Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Gresik, Tristan Soekmono dan Agus Widodo, perwakilan dari Satreskrim Polres Gresik. 

Dialog Ruang Publik yang berjalan gayeng selama 2,5 jam itu diikuti pemilik toko kelontong yang menjual rokok, pemilik warung kopi se-kecamatan Gresik berjumlah lebih kurang 200 orang.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam kesempatan itu, mengajak pedagang untuk tidak menjual rokok ilegal. Rokok tanpa cukai.

“Pita cukai ini merupakan tanda bahwa rokok tersebut sudah membayar pajak. Dari pajak inilah yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program-program dari pemerintah. Termasuk dalam bidang kesehatan, penegakan hukum, pembinaan petani tembakau, bahkan ke peningkatan SDM,” terang Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Dalam kesempatan itu, juga disosialisasikan mengenai ancaman hukuman bagi penjual rokok ilegal. Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Gresik Alifin N Wanda mengatakan, saat ini ancaman hukuman bagi penjual rokok ilegal lebih berat. Bila sebelumnya, masa hukuman bisa memilih menjalani hukuman penjara atau denda. Berdasarkan peraturan menteri keuangan (PMK) 23 Tahun 2022 tentang Harmonisasi Perpajakan dan Ultimum Remedium, pidana bagi pelaku peredaran rokok ilegal dapat diganti dengan pembayaran nilai cukai tiga kali lipat.

“Tapi, sekarang selain hukuman penjara maksimal 5 tahun, penjual rokok ilegal harus membayar denda. Bila tidak bisa membayar denda, Kejaksaan akan melakukan penyitaan aset dan di lelang,” tegas Alifin N Wanda. 

RUANG PUBLIK: Suasana sosialisasi Gempur Rokok ilegal di kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Jumat, 19 Mei 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Gresik Tristan Sukmono menambahkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal ini bertujuan untuk mencegah dan memberantas peredaran rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Sebab, peredaran rokok ilegal itu, imbuhnya, merugikan penerimaan negara dan masyarakat. “Yang diuntungkan hanya pemilik pabrik saja,” tegasnya usai acara kepada wartawan pada Jumat, 19 Mei 2023.

Tristan menambahkan masa Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal ini berlangsung mulai 15 Mei sampai 1 Juli 2023. Tristan menegaskan setelah masa sosialisasi berakhir, pihaknya akan terus melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Pihaknya juga akan menggandeng Polisi Pamong Praja, dan aparat penegak hukum lainnya, TNI, Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk partisipasi, berkontribusi untuk mencegah peredaran rokok ilegal. Tidak menjual dan tidak membeli,” ujar Tristan. Penindakan yang dilakukan Bea Cukai akan semakin intensif dilakukan. Ia menjelaskan Bea Cukai Gresik telah melakukan penyergapan terhadap seorang pengendara mobil pribadi di perbatasan Gresik dengan Lamongan. Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 1,5 juta batang rokok. “Potensi kerugian negara mencapai Rp 173 juta,” tegasnya. 

Sementara itu, Kasat Pol PP Gresik Suprapto, bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama petugas akan melakukan operasi penegakan hukum untuk peredaran rokok ilegal di Kabupaten Gresik.“Segera kami akan bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap para penjual dan pembeli rokok ilegal di Gresik,” pungkasnya. (yad)

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Gresik Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal, Tidak Menjual dan Membeli  Selengkapnya

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat 

GRESIK,1minute.id – Pemkab Gresik terus berikhtiar untuk menekan angka stunting. Upaya yang dilakukan diantaranya memberikan training of trainer (TOT) Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kartu Kembang Anak (KKA) kepada kader Bina Keluarga Balita (KKB) di Pulau Bawean. 

Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean, berpotensi memiliki risiko terbanyak stunting di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data rilis dari Pemkab Gresik, saat ini Kabupaten Gresik memiliki sekitar 6.912 keluarga risiko stunting. Sebanyak 3.070 diantaranya berada di Pulau Bawean. Hal ini tentu menjadikan Bawean sebagai prioritas.

TOT SOTH yang dihelat oleh Dinas Keluarga Berencana, Permbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Selasa,16 Mei 2023..Wabup perempuan berlatar pendidik itu sedang melakukan lawatan ke Pulau terluar Gresik itu. 

“Dengan SOTH ini, kita akan memberikan pemahaman tentang stunting. Sehingga nanti kita dapat mencegah terjadinya stunting dan menjadikan anak-anak kita menjadi lebih baik. Ini sangat penting karena nantinya anak-anak inilah yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Pada kesempatan itu, Bu Min juga memberikan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada para keluarga dengan risiko stunting. Karena di Bawean ini ada sekitar 50% keluarga risiko stunting, dari total yang ada di Gresik.

Sementara itu, Kadis KBPPPA Titik Ernawati mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan serentak pekan depan. Normalnya, bantuan ini akan diberikan sebanyak tiga tahap, dari mulai  Mei hingga Juli 2023. Mengingat akses yang cukup sulit, bantuan tersebut diputuskan untuk disalurkan sekaligus. “Nanti, bantuan akan kami berikan tiga tahap sekaligus. Isinya berupa satu ekor ayam karkas dan 1 pax telur mentah,” bebernya.

Sebelumnya, SOTH telah dicoba di Desa Bungah dan Bedanten, Kecamatan Bungah. Di dua desa tersebut menjadi pilot project SOTH yang akan dilakukan secara menyeluruh di 330 desa se-Kabupaten Gresik. (yad)

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Minta Disdukcapil Tuntaskan Update Data Anomali di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Bawean. Ada sejumlah agenda yang dilakukan. Diantaranya, persoalan administrasi kependudukan (adminduk). 

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ditemukan adanya 1.043 data ganda dan anomali di tiga desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Rinciannya, Desa Kepuhlegundi sebanyak 251 orang, Desa Kepuhteluk (314 orang), dan Desa Sidogedungbatu (478 orang).

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjugi Desa Kepuhlegundi. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi oleh Kepala Disdukcapil Gresik Muhammad Hari Syawaluddin. 

Bu Min mengatakan, penyelesaian data  merupakan isu yang sangat penting untuk masa depan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Begitu data telah selesai di update, maka warga dapat terhindar dari risiko penyalahgunaan data diri. “Kami disini dalam rangka memberikan pelayanan terkait data. Mulai KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan lainnya yang berkaitan dengan panjenengan semua,” ujar wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Sebagai informasi, saat ini warga Pulau Bawean tidak harus pergi ke kantor Disdukcapil untuk mengurus adminduk mereka. Cukup melalui desa atau kecamatan, masalah kependudukan dapat diselesaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gresik Hari Syawaluddin, pihak saat ini telah ditemukan 1.043 data ganda dan anomali di tiga desa Kecamatan Tambak. Antara lain data ganda dan anomali Desa Kepuhlegundi sebanyak 251 orang, Desa Kepuhteluk 314 orang, dan Desa Sidogedungbatu 478 orang.

Data itu akan segera diperbaharui. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, tercatat hingga saat ini, ada sekitar 180 warga yang telah dilayani di Desa Kepuhlegundi. Selanjutnya, untuk Desa Kepuhteluk dan Sidogedungbatu akan dilakukan keesokan harinya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Minta Disdukcapil Tuntaskan Update Data Anomali di Pulau Bawean  Selengkapnya

Minapollitan Randuboto, Grissee Kota Bandar Jadi Tempat Studi Tiru DAK Penanganan Kumuh Nasional 

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik menjadi proyek percontohan nasional dalam penanganan wilayah kumuh. Dengan memanfaatkan program Dana Alokasi Khusus (DAK), kawasan minapolitan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu berbenah menjadi rapi dan jauh dari kata kumuh.

Keberhasilan inilah yang membuat perwakilan Bappenas, Kementerian PUPR, dan penerima DAK dari 47 Kabupaten/kota di 27 provinsi hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Peserta kegiatan peningkatan kapasitas pemerintah daerah melalui Horizontal Learning DAK tematik pengentasan permukiman kumuh terpadu ini juga diikuti lebih kurang 1.400 peserta secara online. Kegiatan digelar selama tiga hari, Selasa 9 Mei sampai Kamis, 11 Mei 2023. Kegiatan tersebut ditutup oleh Wakili Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. “Besar harapan kami dengan terpilihnya Kabupaten Gresik sebagai lokasi pembelajaran di Tahun 2023 ini, dapat menambahkan semangat bagi kami dalam meningkatkan penanganan kumuh melalui kerjasama antar pelaku pembangunan yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Bu Min-sapaankarib-Aminatun Habibah.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus mengurangi luasan permukiman kumuh. Oleh karenanya, Wabup perempuan berlatar  pendidik itu berharap agar kedepan Kabupaten Gresik masih menjadi lokasi prioritas untuk seluruh program pengentasan wilayah kumuh. Baik berupa DAK PPKT maupun Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Skala Kawasan. 

KAMPUNG KEMASAN : Peserta Horizontal Learning Bappenas berasal dari 27 Provinsi ketika mengunjungi Kampung Kemasan pada Rabu, 8 Mei 2023 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Gresik akan terus berbenah untuk mempercepat realisasi pembangunan di berbagai sektor dengan semangat Nawakarsa. Bersama-sama mengurai permasalahan dan potensi kawasan secara riil, merumuskan kebijakan, dan mensinergikan berbagai program agar mampu menyejahterakan masyarakat Gresik seutuhnya,” katanya. 

Sementara itu, Ira Lubis selaku Koordinator Bidang Perumahan Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia mengatakan, kegiatan Horizontal Learning yang sudah berjalan memberikan pembelajaran baru bagi peserta. Banyak poin-poin yang menjadi bahan diskusi menarik dari lokasi kunjungan di Desa Randuboto dan kawasan Bandar Grissee.

“Salah satunya adalah pentingnya melibatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Untuk bisa melibatkan masyarakat, memang membutuhkan waktu namun bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Disini juga penting adanya peran serta pemerintah daerah dalam mewujudkan hal tersebut,” terangnya. (yad)

Minapollitan Randuboto, Grissee Kota Bandar Jadi Tempat Studi Tiru DAK Penanganan Kumuh Nasional  Selengkapnya

Wakil Bupati Gresik Dorong Aparatur Desa Perkuat Kolaborasi Turunkan Angka Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendorong aparatur desa untuk melakukan kolaborasi menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

“Ojo nyambut gawe dewe-dewe. Karena jika kita bekerja sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal,” tegas Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam acara sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Aparatur Desa se-Kecamatan Sidayu pada Senin, 8 Mei 2023. Bimtek di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Minggu, 7 Mei 2023.

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah mengharapkan aparatur desa untuk mementingkan ego sektoral maupun individu. Perlu ada toleransi bermakna saling memahami adanya kekurangan satu sama lain dan menekan sifat sombong.

“Hal nyata yang sudah kita buktikan bersama adalah masalah penanggulangan stunting. Kita bayangkan, awal pak bupati dan saya masuk angka stunting kita ada di angka 28%. Dalam tahun berikutnya hanya turun 3%. Tetapi, setelah kita bersama-sama berkolaborasi dari tingkat bawah sampai atas maka hasilnya bisa kita lihat angka stunting kita turun ke 10.7%,” kata Bu Min.

Bukti nyata ini, menurut Wabup perempuan berlatar pendidik itu menjadi modal dasar dalam penanggulangan berbagai masalah yang ada di Kabupaten Gresik, utamanya kemiskinan.

“Mari kita berkolaborasi bersama-sama seperti halnya saat kita bersama-sama menurunkan angka stunting,” tegasnya. Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi dan Bimtek SID aparatur desa se-Kecamatan Sidayu diikuti oleh 21 desa. SID sendiri menjadi salah satu hal yang vital pada tingkat desa, terutama di era perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Lewat SID, berbagai data profil desa dan penduduk bisa di update dan di akses secara mudah dan berkesinambungan.

Kemudahan data ini tentunya akan mempermudah perancang kebijakan di daerah dalam merumuskan kebijakan. Sehingga kebijakan yang lahir akan tepat sasaran dan mengena sasaran yang dituju. (yad)

Wakil Bupati Gresik Dorong Aparatur Desa Perkuat Kolaborasi Turunkan Angka Kemiskinan  Selengkapnya

Bupati dan Wabup Gresik Wacanakan Memisahkan KBM Putra dan Putri Jenjang SD dan SMP Negeri Gresik

GRESIK,1minute.id – UPT SDN 6 Gresik dan UPT SMPN 1 Gresik bakal menjadi lokasi pilot project pemisahan kegiatan belajar mengajar (KBM) putra dan putri. Bila tidak aral melintang ujicoba akan dimulai tahun ajaran baru untuk siswa kelas 1 Sf dan kelas VII SMP. Masing-masing jenjang dua rombongan belajar (rombel)

Wacana pemisahan sistem pembelajaran putra dan putri di sekolah pada jenjang sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama negeri terus dimatangkan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka wacana baru pemisahan pembelajaran putra dan putri saat menggelar halalbihalal di rumah dinas di Pendapa Bupati Gresik beberapa waktu lalu. 

Wacana itu kembali muncul ketika Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menggelar halalbihalal bersama Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Gresik.di rumah dinas wabup di Jalan Basuki Rahmat akhirnya pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sedang melakukan kajian mendalam untuk melakukan pemisahan kegiatan belajar mengajar (KBM) putra dan putri. “Gus Yani  (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) juga sedang memikirkan rencana tersebut setelah melakukan perjalanan umrah,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Pemisahan rombongan belajar (rombel) ini bertujuan untuk menghindari kasus-kasus asusila yang terus terjadi dan bergulir.

“Tujuannya ini, tentunya untuk menciptakan Gresik sebagai kabupaten ramah anak. Kabupaten yang nyaman dan kabupaten yang bisa menjadi kebanggaan bagi warga,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik itu. Sejumlah kasus asusila hingga kasus pembunuhan diduga dilakukan ayah kepada anak berusia 9 tahun membuat Bu Min merasa prihatin. Dia berharap kasus tersebut tidak terjadi lagi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Sebagai Kabupaten ramah anak, Gresik selalu mencoba yang terbaik untuk siswa. Program ini akan diuji coba terlebih dahulu, jika efektif akan diaktifkan ke seluruh Sekolah,” terangnya. 

Dinas Pendidikan (Dispendik) masih melakukan penyusunan dan kajian sebelum terobosan anyar duet Bupati-Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah diberlakukan di sekolah  negeri. Meski, sebenarnya kebijakan pemisahan tempat pembelajaran ini bukan baru karena lembaga pendidikan swasta dan pondok pesantren (Ponpes) telah menerapkan sistem pembelajaran belajar mengajar yang memisahkan putra dan putri. 

Misalnya, Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Tratee Gresik telah menerapkan pembelajaran terpisah dengan nama MINU Tratee Putra da MINU Tratee Putri. Ada juga Madrasah Maarif Banin- Banat NU. Jika ujicoba pemisahan sistem belajar mengajar yang terpisah putra dan putri di lembaga pendidikan negeri di bawah naungan Dispendik Gresik adalah kali pertama di Gresik. Mungkin juga se- Indonesia.  “Pilot project yakni UPT SDN 6 Gresik dan UPT SMPN 1 Gresik,” kata Bu Min. (yad)

Bupati dan Wabup Gresik Wacanakan Memisahkan KBM Putra dan Putri Jenjang SD dan SMP Negeri Gresik Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah: Guru Penggerak Bangun Atmosfer Segar Bagi Dunia Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap para guru penggerak mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar. Nantinya, guru penggerak dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, unggul dan memiliki profil pelajar Pancasila.

Hal ini disampaikan Wabup saat membuka Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 7 Mei 2023.

“Mudah-mudahan lokakarya ini juga dapat membangun atmosfer segar bagi dunia pendidikan. Dengan menciptakan ide-ide kreatif dalam mendorong pelaksanaan pengajaran yang berorientasi pada perubahan atau transformasi pendidikan,” harap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.

Ia juga mengajak PGP bergerak bersama dengan berkolaborasi serta mendorong terwujudnya pendidikan di Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi. “Terus tingkatkan kinerja, produktivitas serta karya nyata kita demi mendukung percepatan dan suksesnya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Di tempat sama mewakili Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur M. Toni Satria Dugananda menyampaikan, program guru penggerak merupakan bagian muara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi pengajar. “PGP merupakan metode pengembangan profesionalisme bagi para guru yang terdiri dari pelatihan dan pendampingan,” ujar Toni.

Dirinya mengatakan, desain program ini dibuat untuk menciptakan pembelajaran yang praktis. Selain itu dapat diaplikasikan di lapangan dengan mengadopsi pendekatan andragogi, pembelajaran berbasis pengalaman, kolaboratif dan reflektif.

“Pelaksanaan PGP dilakukan melalui kombinasi metode daring sebanyak 70% dan luring 30%. Program ini terdiri dari paket modul yang berlangsung selama 6 bulan dengan total 310 jam pelatihan,” ungkapnya.

Dijelaskan, proporsi kegiatan belajar PGP terdiri dari 70% belajar di sekolah (on the job learning), 20% belajar bersama rekan sejawat dan 10% belajar belajar dengan aktor dalam PGP yakni Instruktur, Fasilitator, dan pengajar Praktik. “PGP ibarat sebuah janin selama 6 bulan ini di inisiasi dengan Learning Management System (LMS) digunakan sebagai sarana bagi para pihak yang terlibat. Sehingga saat kelahiran dapat diterima di dunia untuk berinteraksi dalam pembelajaran kolaboratif secara langsung,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, guru penggerak bukan organisasi yang eksplosif namun organisasi yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “PGP ini dikemas untuk bisa menjadi kepala sekolah, pengawas, dan fasilitator yang harus mampu menjadikan pembelajaran yang unggul dan profesional, “singkatnya.

Kegiatan ini juga menampilkan tari Remo, Jula Juli dan Tembang Mocapat dari peserta lokakarya dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa stand yang menampilkan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar dari seluruh peserta Lokakarya. Hadir dalam kegiatan, Asisten I Suyono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Gresik. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah: Guru Penggerak Bangun Atmosfer Segar Bagi Dunia Pendidikan Selengkapnya

Pemkab Gresik Jamin Stok Kebutuhan Bahan Pokok Aman Selama Lebaran, Wabup : Harga Ikan Bandeng Merangkak Naik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjamin stok kebutuhan bahan pokok aman selama lebaran. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Baru Gresik (PBG) pada Selasa, 18 April 2023.

“Kami baru memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Alhamdulillah harga kebutuhan relatif stabil. Ada kenaikan tapi tidak signifikan,” ujar Wabup Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah , Kadis Pertanian Gresik Eko Anindito Putro dan Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Suprapto dan petugas dari Badan Pusat Statistik Gresik. 

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah melanjutkan, harga sudah terkendali dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram. “Tiga minggu lalu harga diatas HET,” katanya.  Harga daging sapi stabil masih berkisar Rp 100 ribu per kilogram. “Harga ikan bandeng cenderung naik. Kan sekarang Pasar Bandeng,” kata Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu sambil tersenyum. 

SIDAK PASAR : Wabup Gresik Aminatun Habibah didampingi Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Diskoperindag Gresik Malahatul Fardah dan petugas BPS melakukan pemantauan harga kebutuhan di Pasar Baru Gresik pada Selasa, 18 April 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pasar Bandeng adalah tradisi turun temurun selama puluhan bahkan ratusan tahun. Konon sejak era Sunan Giri. Pasar Bandeng dan Lelang Bandeng Kawak digelar oleh Pemkab Gresik menjelang akhir Ramadan antara malem 27 sampai 29 Ramadan. Tahun ini, Lelang Bandeng Kawak dipusatkan di Bandar Grissee Jalan Badan Rahmat, Gresik pada Kamis, 20 April 2023. Harga cabai, telur pada awal Ramadan terkerek naik. Kini, stabil. “Karena pemerintah melakukan intervensi untuk melakukan stabilitas harga,” tegas Wabup berlatar pendidik itu.

Bu Min melanjutkan pemantau harga pasar ini akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Setelah melakukan pemantauan harga di PBG, Bu Min menyempatkan mampir di stan pasar murah yang dilakukan oleh Wilmar Nabati Indonesia (WINA) di Kompleks Pasar Baru Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Bu Min puas karena di stan tersebut menjual kebutuhan pokok yang sangat terjangkau oleh masyarakat. Setelah itu, rombongan melanjutkan menuju Gressmall kemudian Iconmall. (yad)

Pemkab Gresik Jamin Stok Kebutuhan Bahan Pokok Aman Selama Lebaran, Wabup : Harga Ikan Bandeng Merangkak Naik Selengkapnya

Prihatin Maraknya Pernikahan Dini, Wabup Gresik Aminatun Habibah Janji Turun Ke Sekolah untuk Sosialisasi

GRESIK,1minute.id – Fenomena perkawinan anak usia dini  menjadi salah satu perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Pada 2022, tercatat sebanyak 258 kasus perkawinan anak. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan turun bersama dinas terkait untuk sosialisasi dampak negatif perkawinan anak. Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu siap untuk Go to school untuk memberikan sosialisasi kepada siswa.

“Nanti kita akan keliling ke SLTA (SMA sederajat, Red) untuk mensosialisasikan hal ini pelan-pelan. Karena di Jawa Timur ini angka perkawinan anaknya cukup tinggi. Maka harus kita sikapi dengan serius agar tidak terjadi generasi masa depan yang stunting,” ujar Wabup Aminatun Habibah dalam 

Musyawarah Perempuan Nasional Untuk Perencanaan Pembangunan yang digelar oleh Kementerian PPPA via zoom pada Senin, 7 April 2023.

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Keluarga Berencana,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Sekolah Perempuan di Gresik. 

Bu Min melanjutkan, meminimalisir hal-hal negatif terhadap anak dan perempuan, perlu adanya kolaborasi antardinas terkait. Oleh karenanya, Bu Min bersedia menjadi mediator dalam menyuarakan aspirasi perempuan di Gresik. “Mungkin ada yang merasa ini melelahkan, tapi tetap harus kita upayakan demi masa depan anak-anak kita di Gresik.” kata Wabup berlatar pendidik itu.

Harapannya, imbuhnya, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresikdapat menjadikan Gresik sebagai kabupaten dengan Desa Ramah Perempuan Dan Peduli Anak (DRPPA). Selain pernikahan dini, pihaknya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menaruh perhatian kepada penyandang disabilitas di Gresik. Upaya Pemkab Gresik yang telah memberikan program keluarga harapan (PKH) Inklusif dan membuka lapangan kerja khusus penyandang disabilitas.

Pada 2022, sekitar 41 penyandang disabilitas di Gresik yang telah bekerja di bawah naungan 21 perusahaan. Ini menunjukkan bahwa Gresik telah berkomitmen penuh dalam membantu kesejahteraan warganya. “Saat ini kita juga mengusahakan agar masyarakat penyandang disabilitas dapat hidup dengan nyaman di Gresik,” tegasnya. 

Terpisah, Kadis KBPPPA Titik Ernawati mengatakan pihaknya akan bergerak senada dengan visi Pemkab Gresik. Diantaranya, dalam melakukan pencegahan kekerasan dan upaya  perlindungan serta pendampingan  perempuan dan anak korban kekerasan.

“Terciptanya kenyaman dan keramahan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gresik juga menjadi prioritas program Nawa Karsa milik Pemkab Gresik oleh bapak Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah,” pungkas Titik. (yad)

Prihatin Maraknya Pernikahan Dini, Wabup Gresik Aminatun Habibah Janji Turun Ke Sekolah untuk Sosialisasi Selengkapnya