Sopir Trailer Doyan Nyabu Dibekuk


GRESIK,1minute.id – Kelakuan Khafif Yukhoidi membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, lelaki 35 tahun diduga kerap mengonsumsi sabu-sabu (SS) ketika mengemudikan truk trailer. Beruntung, anggota satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Gresik cepat mengendusnya. 

Khafif, sopir trailer asal Karangbinangun, Lamongan itu disergap anak buah AKP hery Kusnanto, Kasatreskoba Polres Gresik di Jalan Raya Dusun Larangan Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo. 

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan, pelaku berdalih mengkonsumsi sabu-sabu untuk dipakai sendiri.  “Ada dua plastik klip yang didalamnya diduga kuat sabu-sabu dengan berat 0,33 dan 0, 32 gram,”terang AKP Hery, Jumat 20 November 2020.

Masih menurut Hery, pelaku yang kerja sebagai sopir jasa angkut barang antarkota mengaku mengkonsumsi sabu-sabu untuk doping. “Stamina agar kuat dan tidak ngantuk saat menyopir,”katanya.

Alibi Khafif itu, tetap tidak bisa dibenarkan dalam undang-undang. “Pelaku kami tahan di mapolres,”tegasnya. (*)

Sopir Trailer Doyan Nyabu Dibekuk Selengkapnya

Pembunuhan Bukit Jamur Segera Disidangkan, Penyidik Serahkan Dua Pelaku ke Jaksa

GRESIK,1minute.id – Kelar sudah proses penyidikan dua anak berhadapan hukum (ABH) alias tersangka dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Bungah. 

Penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik melimpahkan tersangka dan barang bukti (barbuk) ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik, Kamis 19 November 2020. Dugaan pembunuhan anak itu segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Dua anak ABH berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16, bersama penyidik kepolisian, didampingi kedua orang tua, petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan pusat pelayanan terpadu pembedayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Gresik tiba di kantor kejaksaan negeri (Kejari) Gresik sekitar pukul 11.00.

ABH berinisial Si memakai Tshirt bertuliskan Indonesia Bersatu. Sedangkan, S memakai kaus warna hitam. Rambut kedua anak itu berwarna merah. 

Selama 2 jam,  kedua anak yang tega menghabisi teman sepermainnya berinisial AAH, siswa kelas VIII di Kecamatan Bungah itu menjalani pemeriksaan jaksa penuntut. Sumber menyebutkan tersangka Si dan S menjlentrehkan kronologis pembunuhan yang telah dilakukan. 

Mulai rapat pagi hari,  kemudian sore dilakukan eksekusi menghabisi AAH di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik, Rabu 28 Oktober 2020.
Dua tersangka anak itu memukul lima kali bagian perut dan menghantam sekali dengan balok di bagian kepala.

“Korban AAH lalu diikat kaki dan tangannya lalu diceburkan ke kubangan air bekas galian C,”cerita sumber enggan disebutkan identitasnya itu, Kamis 19 November 2020.

Setelah korban asal kecamatan Bungah tenggelam, kedua tersangka pulang. Lalu, keesokan harinya  satu dari dua pelaku itu kembali datang di lokasi kejadian dan melihat korban mengambang. “Pelaku mencoba menenggelamkan korban lagi tapi tidak berhasil,”imbuhnya. 

Sumber mengaku ngelus dada melihat kenekatan dua anak itu. “Kok sampai segitu keji. Pagi merencanakan, sore harinya eksekusi dilakukan,”katanya dengan nada lirih. 

Usai menjalani pemeriksaan di ruang jaksa penuntut kedua tersangka kemudian dititipkan penahanannya ke Polres Gresik.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP bayu Febrianto Prayogo melalui Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Supriyanto membenarkan proses penyidikan selesai.

“Berkas sudah dinyatakan P. 21 atau sempurna,”kata Joko melalui pesan Whatsapp, Kamis 19 November 2020.
Kepala Sekso Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Firdaus belum bisa dikonfirmasi. Pesan Whatsapp 1minute.id masih centang satu. 

Terpisah, kuasa hukum dua anak Sulton Sulaiman membenarkan penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. “Tadi saya mendampingi mereka. Penyerahan disaksikan petugas dari Bapas dan P2AP2T Gresik,”kata Sulton. 

Seperti diberitakan Jumat 30 Oktober 2020 ditemukan mayat tanpa identitas di sebuah kubangan di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Buungah Gresik. Saat ditemukan tangan terikat ke belakang dan kaki juga terikat. 

Belakangan jasad itu diidentifikasi berinisial AAH, siswa kelas VII di kecamatan Bungah, Gresik. Dalam penyelidikan polisi menangkap dua anak yakni berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16. Keduanya teman korban di kecamatan Bungah. Dalam penyidikan kedua anak itu menghabisi AAH karena sakit hati. (*)

Pembunuhan Bukit Jamur Segera Disidangkan, Penyidik Serahkan Dua Pelaku ke Jaksa Selengkapnya

Dihadang Motor Polisi, Pelaku Curanmor Harakiri, Tabrakan Motor Hasil Kejahatan Dibekuk

GRESIK, 1minute.id -Sepak terjang Santoso, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terhenti di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Pemuda 35 tahun asal Desa Windu, Kecamatan Karangbinangun, Lamangon itu nyaris kelenger.  Beruntung anggota Opsnal Satreskrim Polres Gresik itu cepat di lokasi kejadian.

Menurut cerita polisi Minggu 15 November 2020 sekitar pukul 23.30, Santoso masuk ke kampung Singorejo Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Santoso kabarnya bersama seorang temannya -belum diketahui – identitasnya. Diteras rumah korban Muhammad Amirudin terparkir motor Hondo Scoopy nomor polisi (nopol)  W 4863 BH. 

Dalam hitungan detik motor matik kelir merah itu sudah berpindah tangan.  Nahas,  korban Amirudin mengetahuinya. Dia pun refleks teriak maling. Nah, saat ada anak buah AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasatreskrim Polres Gresik  berada di sekitar lokasi.  

Anggota reserse mobile (resmob) dipimpin Ipda Joko Supriyanto memblokade satu dari dua akses keluar masuk kampung itu. Santoso putar balik untuk mencari jalan alternatif lainnya. Tapi,  jalan alternatif sudah di barikade motor. Santoso harakiri. 

Pemuda 35 tahun mencoba menerobos dan menabrakkan motor hasil kejahatan dengan motor belakangan diketahui milik anggota resmob Satreskrim Polres Gresik. Santoso gulung kuming. 

Massa yang sudah igit-igatan menghajar Santoso. Polisi yang menghadang Santoso di jalan kampung lainnya bergegas menuju lokasi. Santoso sudah nyaris kelenger itu lalu bergegas diamankan. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febriyanto Prayogo melalui Kanit Pidum Ipda Joko Suprianto mengatakan, pihaknya berusaha mengembangkan mencari pelaku lainnya. 

Santoso dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 KUHPidana. Bunyinya, barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan pemberatan. 

“Kami masih akan mengembangkan untuk mencari tersangka lainnya,”kata Ipda Joko, Rabu 18 November 2020. (*)

Dihadang Motor Polisi, Pelaku Curanmor Harakiri, Tabrakan Motor Hasil Kejahatan Dibekuk Selengkapnya

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu-sabu Dekat Makam Desa

GRESIK, 1minute.id – Agung Rifai, diduga pengeda sabu-sabu dibekuk aparat Polsek Driyorejo. Pemuda 22 tahun itu ditangkap di dekat makam Desa/Kecamatan Driyorejo menjelang matahari terbenam Selasa 17 November 2020 pukul 17.30. 

Dari tangan pemuda asal Sidorejo,Krian,  Sidoarjo itu anak buah Kompol Wavek Arifin mengamankan satu poket sabu-sabu,  alat nyabu, gawai dan motor yang digunakan mobilitas bisnis haramnya itu. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan tersangka diringkus saat berada di kampung dekat makam Desa/Kecamatan Driyorejo, Selasa malam.

Penangkapan dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsek Driyorejo itu setelah mendapat informasi dan melakukan penyelidikan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 17.30.

“Sabu tersebut disimpan di dalam bekas bungkus rokok Sampoerna mild yang disimpan di saku celana kanan depan tersangka,” ujarnya, Rabu 18 November 2020.

Tersangka Rifai dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.(*)

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu-sabu Dekat Makam Desa Selengkapnya

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur dibawa ke RS Bhayangkara, Mengaku Sering “Didatangi” Korban

GRESIK,1minute.id – Dua  anak berhadapan hukum (ABH) atawa tersangka diduga mengalami ganggung psikologis. Dua ABH itu berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16. Mereka ada pelaku pembunuhan AAH, 15, teman sepermainnya di desa. 

Kedua anak bau kencur itu kini hidup di tahanan anak di Mapolres Gresik mulai dihantui perasaan bersalah.  Mereka kerap mengaku “didatangi” sosok AAH. “Siang maupun malam,”ujar sumber 1minute.id. Kedua anak itu mulai  ketakutan.

Dua ABH ini menghabisi korban dengan cara tidak lazim.  Bahkan,  tergolong sadis untuk pelaku seusianya. Mereka merencanakan aksi pembunuhan itu di sebuah lapangan di kecamatan Bungah.  

Korban AAH dipukul balok kayu dan batu dibagian kepala belakang. Anak yang baru kelas VIII di salah satu sekolah di Kecamatan Bungah kemudian kaki dan tangannya diikat. Kemudian,  melemparkan jasad AAH itu di kubangan air bekas galian C di kawasan Bukit Jamur di Desa / Kecamatan Bungah. 
Korban diduga dibunuh 28 Oktober 2020. Dan,  ditemukan mengambang Jumat 31 Oktober 2020 petang.  

Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto sehari pascapembunuhan terduga kembali lokasi dan melihat jasad korban mengapung. “Terduga sempat mau menenggelamkan lagi. Tapi, tidak berhasil,”kata Kapolres Arief saat konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat lalu.

Terpisah, Kuasa hukum dua ABH Sulton Sulaiman dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan spikologi di RS Bhayangkara Polda Jatim ,Selasa 10 November 2020.  

“Klien mengaku ketakutan karena sering “didatangi” oleh korban,”kata Sulton dikonfirmasi selulernya, Senin 9 November 2020 malam. 

Akan tetapi, tambahnya, saat rekonstruksi terlihat tegar. Tiba-tiba, tambahnya, sosok korban hadir dihadapan mereka. Kondisi itu,  pagi ini,  Selasa 10 November 2020 rencananya dua terduga pembunuh AAH itu menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim. (*)

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur dibawa ke RS Bhayangkara, Mengaku Sering “Didatangi” Korban Selengkapnya

Berbincang dengan Lelaki, Suami Cambuk Punggung, Pukul Kepala Istri Siri

GRESIK,1minute.id – Emosi Afif membuncah. Pengusaha jasa transportasi berusia 50 tahun itu  meluapkan amarahnya begitu melihat istri sirinya, Anidah berbincang dengan Sugianto, 40, dan anaknya, Indah Sofia Labibah, 22.  

Bincang santai di ruang tamu rumah korban Anidah, 38, warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng itu berujung penganiayaan. Pasalnya, Afif yang sudah terbakar api cemburu itu tidak bisa menahan emosinya. Afif langsung menendang kursi yang diduduki Aninda hingga rusak. Bagian kursi kayu yang patah itu lalu dihajarkan kepada Anidah. Korban yang diduga istri siri pengusaha jasa transportasi asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik itu nyaris kelenger.

Teriakan Anidah yang kesakitan itu tidak bisa membuat hati Afif luluh. Afif seperti sudah kerasukan setan. Setelah puas menghajar istri sirinya. Afif ngeloyor pulang. “Tiga pukulan mengenai kepala korban. Dua kali pukulan dibagian punggung,”ujar polisi. 
Penganiayaan dialami korban Anidah terjadi Kamis 22 Oktober 2020 sekitar pukul 10.30.

Kanitreskrim Polsek Panceng Iptu Moh Daud mengatakan pihaknya setelah menerima pengaduan dari korban sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi.  “Dua kali dilakukan pemanggilan.Tapi tersangka  tidak datang,”ujar mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik itu, Senin 9 November 2020.
Karena tidak koorporatis kemudian dilakukan upaya penangkapan.

“Tersangka warung kopi termasuk Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran Lamongan, Jumat 6 November 2020 sekitar pukul 16.00,”jelas Daud. Tersangka Afif,  jelasnya, dijerat 351 dan 406 KUHP tentang penanganiayaan. “Tersangka kami tahan,”tegas mantan Kanitreskrim Polsek Kebomas itu. (*)

Berbincang dengan Lelaki, Suami Cambuk Punggung, Pukul Kepala Istri Siri Selengkapnya

Identitas Mrs X Mengapung di BGS itu Terungkap, Korban asal Babaksari, Dukun, Gresik

GRESIK, 1minute.id – Tidak lebih 4 jam pasca ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat (BGS). Polisi akhirnya bisa mengindentifikasi identitas korban. Korban bernama Lilin Lina Hartatik, 29, warga Desa Babaksari, Kecamatan Dukun,  Gresik. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto membenarkan korban warga Desa Babaksari,  Kecamatan Dukun, Gresik. “Suami korban yang mengidentifikasinya,”kata Dwi dikonfirmasi telepon genggamnya,  Senin 9 November 2020.

Seperti diberitakan sosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di BGS. Mayat berjenis kelamin perempuan. Kondisi mayat sudah membusuk. Bau menyengat hidung hingga radius 3 meteran.  Masyarakat kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada satpam BGS.

Kurun waktu tiga bulan terakhir ini,  sudah tiga mayat ditemukan di bendungan air yang belum diresmikan itu.  Sebelum, dua pelajar asal Lamongan ditemukan kondisi telungkup. Mrs X mengenakan daster corak warna biru, dan  babydoll celana pendek abu-abu.  

Dwi Rahmanto menambahkan dugaan sementara tidak ada tanda kekerasan dalam diri korban. “Diduga saat ke bengawan terpeset lalu hanyut,”ujarnya. (*)

Identitas Mrs X Mengapung di BGS itu Terungkap, Korban asal Babaksari, Dukun, Gresik Selengkapnya

Penyidik Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan di Bukit Jamur, ABH Koreksi Adegan Versi Penyidik sehingga Peragakan 23 Adegan

GRESIK,1minute.id – Penyidik unit pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik menggelar rekonstruksi dugaan pembunuhan dengan korban AAH, Senin 9 November 2020.

Rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik. 
Gantinya penyidik mengalihkan ke asrama polisi (Aspol) Polres Gresik di Jalan Basuki Rahmad, Gresik. Karena alasan keamanan kedua tersangka atawa anak berhadapan hukum (ABH) yakni MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Ada 23 adegan dalam konstruksi yang tertutup untuk wartawan itu. Rekonstruksi dipimpin Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga,  Kanit Pidum ipda Joko Suprianto. Sedangkan,  dua ABH didampingi kuasa hukumnya Sulton Sulaiman. 

Barbuk : Tali tampar ini yang digunakan dua ABH mengikat kaki dan tangan korban sebelum diceburkan kubangan di Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Dalam rekonstruksi itu diawali perencanaan dua ABH yakni Si dan S di lapangan bola di Kecamatan Bungah. Pembunuhan terjadi di adegan 20, korban AAH dipukul menggunakan kayu balok oleh anak bau kencur. 

Adegan ke-21, dua ABH mengikat kaki dan tangan korban menggunakan tali tampar. Adegan berikut,  kedua anak itu melorot atau melepas sarung korban. Adegan terakhir, 23 kedua ABH itu melemparkan korban dalam kubangan di kawasan Bukit Jamur itu. 

Setelah memastikan korban meninggal kedua anak yang teman sepermainan korban itu pulang. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga melalui Kanit Pidum Ipda Joko Suprianto mengatakan adegan pertama hingga kesepuluh adalah perencanaan dilakukan di lapangan bola. “Adegan kesebelasan hingga adegan ke-23 di Bukit Jamur,”ujar Joko.

Sementara itu, kuasa hukum dua ABH, Sulton Sulaiman mengatakan klien lancar dalam memperagakan kejadian yang membuat AAH meninggal. “Bahkan, semula  versi penyidik ada 22 adegan,  klien membetulkan menjadi 23 adegan,”kata Sulton dikonfirmasi selulernya,  Senin 9 November 2020. (*)

Penyidik Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan di Bukit Jamur, ABH Koreksi Adegan Versi Penyidik sehingga Peragakan 23 Adegan Selengkapnya

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP

GRESIK, 1minute.id – Menyambut Hari Pahlawan , 10 November 2020, siswa SMK Sunan Giri bersama Koramil Menganti kerja bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP). TNI dan pelajar berbaur membersihkan makam dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Meski kerap dibersihkan, rumput masih tumbuh di area TMP di Jalan Raya Sidomulyo, Menganti. Mereka bergegas membersihkan makam para pejuang itu. Ada yang menggunakan mesin pemotong rumput bahkan tangan kosong.

Sebelum bakti sosial pelajar yang diwakili oleh Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) diberi bimbingan oleh petugas. Untuk menanamkan semangat bela tanah air, mengenang jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.

Mereka langsung berpencar menuju makam ditumbuhi rumput liar. Setelah semua area TMP bersih, secara bergantian melakukan prosesi tabur bunga.

Danramil 0817 / 04 Menganti Mayor Har Inf Nawardi, bakti sosial ini sebagai media untuk mengenalkan kepada generasi penerus akan para pahlawan yang telah gugur. Sekalian mengenalkan jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. 
“Ini salah satu bentuk praktik di lapangan ini, menghargai jasa para pahlawan,”ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Sunan Giri Syafi’i menambahkan, para wali murid selama pandemi Covid-19 ini mengeluhkan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah pun memberikan kegiatan positif memperingati Hari Pahlawan. “Semoga bisa menginspirasi murid yang lain dan menjadi contoh mengenang jasa pahlawan,”katanya. (yad)

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP Selengkapnya

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal

GRESIK, 1minute.id – Sosok mayat perempuan ditemukan mengapung di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) , Senin 9 November 2020. Polisi masih menyelidiki identitas mayat itu. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 11.30, sejumlah orang yang sedang memancing di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) melihat sosok mayat mengambang. Mayat dalam kondisi tengkurap. Tersangkut sampah di bendungan air berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik. 

Kondisi mayat sudah membusuk. Bau menyengat hidung hingga radius 3 meteran.  Masyarakat kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada satpam BGS. Penemuan mayat itu langsung menyebar ke masyarakat. Dalam hitungan menit BGS riuh. Ada yang hanya menonton.

Ada juga penasaran untuk mengetahui identitas mayat itu. “Sepertinya orang sekitar Dukun,”ujar seorang warga, Senin 9 November 2020.
Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan identitas tersebut. “Mayat itu diduga hanyut dari daerah lain,”ujar Dwi Rahmanto, Senin 9 November 2020.

Terkait adanya warga yang mengaku mengenalnya diduga berasal dari Desa Babaksari, Kecamatan Dukun, Gresik, Dwi Rahmanto, belum bisa memastikan. Masih dilakukan identifikasi.  Mayat sekarang ada di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik,”tegasnya. 

Dalam catatan 1minute.id mayat ini kali ketiga di bendungan yang belum diresmikan itu. Sebelumnya,  September 2020 ditemukan dua siswa asal Lamongan mengapung. (*)

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal Selengkapnya