SIG dan Pemkab Gresik Teken Kerja Sama Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif dari 2 TPST

GRESIK,1minute.id –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF).  RDF atau bahan bakar alternatif dari hasil olahan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Belahanrejo, Kecamatan Kedamean dan  TPST Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Industri-sebutanLain-Kabupaten Gresik sekaligus mendukung peningkatan porsi penggunaan bahan bakar alternatif di pabrik SIG.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Operasi SIG Reni Wulandari dalam rangkaian acara Peresmian TPST Belahanrejo pada Kamis lalu, 29 Februari 2024.

TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik telah dilengkapi fasilitas RDF yang masing-masing memiliki kapasitas pengelolaan sampah sebesar 200 ton/hari, dengan kapasitas input mesin 20 ton/hari yang dapat menghasilkan 3,8 ton/hari RDF dari sampah anorganik dan 9 ton/hari RDF dari sampah organik. Melalui kerja sama ini, nantinya RDF dari dua fasilitas tersebut akan dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.    

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersyukur dan mengapresiasi kesediaan SIG untuk bekerja sama dengan Pemkab Gresik dalam pengelolaan sampah. Sebelum TPST Belahanrejo berdiri, bertahun-tahun sampah dari Gresik area Selatan harus dikirim ke TPST Ngipik di Kota Gresik yang jaraknya relatif jauh. Cara ini sangat tidak efektif dan efisien, apalagi waktu itu TPST Ngipik belum dilengkapi fasilitas RDF. Kemudian Pemkab Gresik melengkapi TPST Ngipik dengan fasilitas RDF yang diresmikan pada Juni 2023.

“Alhamdulillah, sudah ada offtaker RDF dari beberapa TPST yang kita punya, jadi nanti kita tidak perlu bingung lagi. Nantinya RDF ini akan digunakan sebagai bahan bakar di pabrik semen,” kata Fandi Akhmad Yani.

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, semangat untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan mendorong SIG berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan sampah perkotaan secara berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya membantu Pemkab Gresik menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membantu SIG mendapatkan bahan bakar alternatif ramah lingkungan sebagai upaya dekarbonisasi.

“SIG terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan sampah sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian lingkungan dan upaya global dalam menurunkan selama emisi CO². Selain RDF, SIG juga menggunakan biomassa dari sekam padi, bonggol jagung, tandon sawit, dan lain-lain sebagai bahan bakar alternatif, untuk meningkatkan substitusi energi panas (TSR) guna mencapai target penurunan intensitas emisi CO² yang telah ditetapkan dalam SIG Sustainability Road Map 2030,” kata Reni Wulandari.   

Belum lama ini, anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) juga baru saja menjalin kerja sama dengan Pemkab Bantul, DI Jogjakarta dalam pemanfaatan RDF. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 dan peresmian operasional Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten Bantul, Jogjakarta pada Selasa, 27 Februari 2024.

Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 506,8 kilometer persegi dan terdiri dari 17 kecamatan, memiliki potensi timbunan sampah mencapai 440 ton per hari. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya populasi di wilayah ini.

Lebih lanjut, Reni Wulandari menyampaikan, pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan prinsip ekonomi sirkular seperti RDF, memiliki banyak keunggulan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengatasi tumpukan sampah yang menimbulkan bau dan gangguan kesehatan, pemanfaatan RDF juga mendukung akselerasi pencapaian target penurunan emisi karbon yang dicanangkan pemerintah pada 2060.

“Volume sampah yang terus meningkat masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di tengah keterbatasan lahan tempat pembuangan dan fasilitas pengelolaan sampah. Sebagai perusahaan yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pengelolaan sampah, SIG siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi momok, khususnya bagi pemerintah daerah,” ujar Reni Wulandari.

Sebelum menjalin kerja sama dengan Pemkab Kabupaten Gresik dan Bantul, SIG melalui anak usahanya, SBI sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, seperti Aceh, Cilacap, DKI Jakarta, Banyumas, Temanggung, Sleman, Wonosobo, dan pengelola sampah di Bali.

Di Kabupaten Cilacap, SBI tidak hanya memanfaatkan RDF hasil produksi RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap, tetapi juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia. Sejak diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020, fasilitas RDF Cilacap kini mengolah 160 ton sampah/hari untuk menghasilkan sekitar 70 – 80 ton RDF/hari. Jumlah ini berpotensi menggantikan 50 – 60 ton batu bara/hari. (yad)

SIG dan Pemkab Gresik Teken Kerja Sama Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif dari 2 TPST Selengkapnya

Tahun Ketiga, Pemkab Gresik Gelar Program Jemput Santri Mudik Jelang Ramadan

GRESIK,1minute.id – Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjemput santri mudik menjelang bulan suci Ramadan berlanjut. Program ini memasuki tahun ketiga. Khusus santri asal Pulau Bawean, Pemkab Gresik juga memberikan subsidi harga tiket kapal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada santri asal Gresik. Ini sudah menjadi agenda ketika momentum liburan santri. “Termasuk subsidi tiket kapal pulang pergi bagi santri untuk penyeberangan Gresik – Bawean,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik setelah melepas santri ke Bawean di pelabuhan Gresik pada Sabtu, 2 Maret 2024.

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini melanjutkan fasilitasi santri asal Gresik yang menimba ilmu di pondok pesantren yang ada di berbagai daerah, akan dijemput oleh Dinas Perhubungan. Nantinya ada yang diturunkan di halaman masjid Ahmad Dahlan, Masjid Agung dan Wisma Semen Gresik.

“ini untuk mempermudah orang tua santri dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik yang akan menjemput anaknya, ketika liburan dari pondok pesantren,” pungkasnya.

Gus Ishom, salah satu pengurus alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan mengapresiasi program jemput santri untuk liburan bulan Suci Ramadan ini. Menurut dirinya, fasilitasi untuk santri tersebut sangat bermanfaat sekali. “Mudah mudahan program ini terus berlanjut, agar memberikan semangat belajar kepada seluruh santri asal Gresik,” harapnya.

Tahap awal ini, sebanyak 237 santri asal Pulau Bawean yang dijemput kemudian diantar menuju Pelabuhan Gresik untuk mudik ke rumah masing-masing. Ratusan asal Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean ini , rinciannya, mondok di Ponpes Sidogiri sebanyak 162  santri; Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo 39 santri, Ponpes Dalwa Bangil Pasuruan sebanyak 35 dan Pondok Pesantren Gontor 1 orang santri.

Faizah, 13, santriwati asal Bawean mengaku senang, dengan adanya program Pemkab Gresik untuk memfasilitasi santri yang sudah berjalan 3 tahun ini terus dilanjutkan. “Selain tidak membuat repot orang tua untuk menjemput. Bagi kami yang dari Bawean sangat terbantu. Saya berharap program ini dapat terus dirasakan adik dan saudara kami lainnya yang ada di Bawean,” kata santriwati asal Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. Dalam penjembutan dan pelepasan santri asal Pulau Bawean ini,

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).Kusaini, Anggota DPRD Gresik Bustami Hazim, Deputi Branch Manager PT Pelindo, Panca, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan Devry Andrey, serta Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Capt M Firmawan. (yad)

Tahun Ketiga, Pemkab Gresik Gelar Program Jemput Santri Mudik Jelang Ramadan Selengkapnya

TPST Belahanrejo Beroperasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Penanganan Sampah Dari Hulu Ke Hilir

GRESIK,1minute.id – Beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik bakal berkurang. Pasalnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan TPST yang kali pertama milik Pemkab Gresik itu pada Kamis, 29 Februari 2024. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa TPST ini menjadi tonggak penting dalam penyelesaian masalah sampah sejak zaman kemerdekaan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Dia mengungkapkan, sebelumnya sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik dikirim ke TPA Ngipik di tengah kota. Penanganan sampah semacam ini dirasa sangat tidak efektif. Selain memerlukan biaya pengiriman juga menyebabkan TPA Ngipik overload atau kelebihan kapasitas tampung.

“Kita ketahui bersama, jumlah penduduk di kawasan Gresik Selatan ini sangat besar. Karenanya, saat ini kita bangun TPST di wilayah Gresik Selatan dengan tujuan agar sampah-sampah dari wilayah selatan (Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo) bisa ditangani di sini tanpa perlu harus ke TPA Ngipik,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Disamping itu, saat ini penanganan sampah di Kabupaten Gresik memasuki babak baru dengan tersedianya mesin Refused Derived Fuel (RDF) yang dipasang di TPA Ngipik dan juga TPST Belahanrejo.

Dengan adanya mesin ini, sampah bisa diolah untuk kemudian menjadi komoditas yang bermanfaat. Di antaranya briket untuk bahan bakar, fluff anorganik, juga olahan organik yang bisa digunakan sebagai media budidaya maggot.

“Mesin RDF ini sudah diinstal di TPA Ngipik, dan hari ini bisa kita saksikan bersama sudah siap beroperasi juga di TPST Belahanrejo. Dengan mesin ini berkapasitas 2,5 ton/jam ini, sampah yang masuk bisa diolah dan menghasilkan 8 ton olahan RDF setiap harinya,” jelas orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu.

Berdirinya TPST Belahanrejo ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta sejumlah perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Antara lain, PT Semen Indonesia Tbk (SIG). 

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya pada Kementerian KLHK Vir Katrin menyatakan, 

pengelolaan sampah saat ini sudah tidak bisa dilakukan secara konvensional. “Pemerintah pusat juga terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pengolahan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Karenanya, adanya TPST Belahanrejo ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah dalam menangani sampah di Kabupaten Gresik,” ungkapnya. 

Untuk diketahui penanganan sampah menjadi satu diantara sembilan program prioritas, Nawa Karsa, Gresik Lestari. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berkomitmen menjadi Gresik merdeka sampah. Selain membangun TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong desa membangun hangar sampah. Di Gresik Selatan, diantara Kecamatan Menganti dan Gresik Utara, pengolahan sampah antara lain di Desa Pangkah Wetan dan di Pulau Bawean. 

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan kerja sama antara Pemkab Gresik dengan PT Semen Indonesia. Bentuk kerja sama yakni olahan RDF yang dihasilkan oleh TPST akan ditampung oleh PT. Semen Indonesia sebagai bahan bakar pembuatan semen.

Hadir dalam peresmian ini di antaranya Direktur Operasi PT. Semen Indonesia Reni Wulandari ;  SVP of Production PT. Semen Indonesia Beni Ismanto dan General Manager of Energy Management PT. Semen Indonesia Otto Andri Priyono. Kemudian, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik. (yad)

TPST Belahanrejo Beroperasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Penanganan Sampah Dari Hulu Ke Hilir Selengkapnya

Harjagres, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani: Harmoni Bukan Sekadar Konsep, Tapi …?

GRESIK,1minute.id – “Harmoni Gresik Baru Lebih Maju” menjadi tema besar Peringatan HUT ke-50 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Hari Jadi ke-537 Kota Gresik (Harjagres). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, harmoni bukanlah sekedar konsep. Tetapi sebuah panggilan yang mendalam untuk keselarasan yang menyeluruh di antara semua aspek kehidupan. “Dalam konteks pembangunan, harmoni memperlihatkan perlunya menjaga keseimbangan antara kemajuan fisik, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan sosial dan ekonomi,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara Harjagres di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 28 Februari 2024.

Dalam tiga tahun terakhir, ia melanjutkan, pihaknya telah bersama-sama meraih berbagai pencapaian gemilang yang mencerminkan semangat harmoni. “Penghargaan Adipura yang berhasil kita rebut kembali setelah sepuluh tahun adalah bukti dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Ini adalah hasil kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait untuk menjaga keindahan dan kebersihan Gresik kita,” ujarnya.

Dikatakan, pencapaian terbesar bukanlah sekadar tentang prestasi materi. Lebih dari itu pihaknya bangga dengan upaya dalam membangun sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup warga Gresik. 

“Melalui berbagai program pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Mulai dari Jaketku, Bunda Puspa, hingga menjadikan Bawean sebagai pulau pendidikan. Insya Allah kami telah menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, pembangunan rumah sakit Gresik sehati, unit pengolahan ikan, revitalisasi Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) dan jalan alternatif yang juga bermanfaat untuk pertanian bukan hanya tentang beton dan aspal. Tetapi juga tentang menciptakan ruang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, hiburan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Semua pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan kerja keras semua pihak yang terlibat. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin sampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh masyarakat Gresik, atas kontribusi dan partisipasinya dalam membangun Gresik,” pungkasnya. 

Sementara itu, Harjagres terasa berbeda dengan adanya pameran arsip menuju 50 tahun Pemkab Gresik. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo, pameran ini dalam rangka gerakan nasional sadar tertib arsip. (yad)

Harjagres, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani: Harmoni Bukan Sekadar Konsep, Tapi …? Selengkapnya

Penantian 11 Tahun, Optimistis Bawa Pulang Piala Adipura, Bupati Gresik: Kado Harjagres 

GRESIK,1minute.id – Koleksi Piala Adipura Kabupaten Gresik bakal bertambah. Setelah sebelas tahun penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan itu tidak pernah mampir di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sebuah kado manis bagi Pemerintah Kabupaten Gresik yang sedang merayakan HUT ke-50 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-537 Kota Gresik (Harjagres) yang mengusung tema ” Harmoni Gresik Baru Lebih Maju” ini.

“Mudah-mudahan kado istimewa di tahun ini meraih Adipura,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai upacara Harjagres di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 28 Februari 2024. HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Tahun ini, upacara Harjagres dimajukan pada Rabu, 28 Februari karena perayaan berdekatan dengan datangnya bulan Suci Ramadan. Tampak hadir pada Harjagres 2024, mantan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim dan Sastro Soewito. Mantan Pk Bupati Gresik Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno, serta istri mantan Bupati Gresik Amiseno. Setelah upacara kemudian dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng yang diberikan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada istri mantan Bupati Gresik Amiseno.

Piala Adipura, penghargaan tertinggi dalam bidang kebersihan lingkungan itu sangat dinantikan karena lama tidak “mampir” ke Gresik. ” Penantian sudah 11 tahun. Semoga Adipura bisa kita bawa pulang ke Gresik,” imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya optimistis bisa membawa Piala Adipura ke Kabupaten Gresik. Piala Adipura, katanya, bukan sekadar penghargaan. Piala Adipura menyangkut tentang prilaku masyarakat. Bagaimana cara mengelola  sampah, berprilaku dan bersikap kedepannya agar kebersihan tetap terjaga.

“Dan komitmen kepala daerah yakni Bupati dan Wakil Bupati sungguh luar biasa,” kata Sri Subaidah ditemui usai mengikuti upacara Harjagres pada Rabu, 28 Februari 2024. Selain komitmen kepala daerah, imbuhnya, kolaborasi organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat. Mengapa masyarakat berperan penting dalam upaya meraih Piala Adipura? Ia mencontohkan, sebanyak 220 sekolah adiwiyata, 100 lebih kampung zero waste dan kampung pro-clean. Selain itu, eco pesantren dan perusahaan peraih proper dan penghijauan. “Penilaian berlapis-lapis. Ada 39 lokus yang dinilai termasuk terminal, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). 

Partisipasi masyarakat yang prolinngkungan ini, menjadikan DLH Gresik optimistis bisa membawa pulang Piala Adipura tahun ini. “Kemarin sempat tidak menyangka bisa masuk nominator. Ini sudah luar biasa. Tapi akan lega bila sudah pegang Piala Adipura,” ujarnya. Informasi yang dihimpun penyerahan Piala Adipura rencana pada Rabu hari ini, 28 Februari 2024. Namun, rencana itu mundur dari jadwal karena penyerahan Piala Adipura akan diberikan langsung oleh Wakil  Presiden Ma’ruf Amin pada Senin, 4 Maret 2024. (yad)

Penantian 11 Tahun, Optimistis Bawa Pulang Piala Adipura, Bupati Gresik: Kado Harjagres  Selengkapnya

Hujan Animo Warga Nyoblos Tinggi, Bupati Gresik : Tren Pemilu Partisipasi Diatas 80 Persen

GRESIK,1minute.id – Hujan yang mengguyur sebagian Gresik tidak membuat animo pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Seperti di TPS 14 Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 14 Februari 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama forkopimda memakai payung untuk memantau coblosan 2024. “Tetap semangat mencoblos ya,” sapa Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani kepada warga yang menunggu antrean untuk mencoblos.

Kedatangan bupati membuat masyarakat kaget dan berebut bersalaman. Setelah melayani warga yang meminta swafoto, Gus Yani mengamati kondisi TPS. “Semuanya aman. Lokasi TPS nya juga di dalam bangunan rumah jadi aman tidak kena hujan,” katanya. 

Menurut dia, kedatangan dirinya ke TPS-TPS untuk memastikan kehadiran masyarakat tetap tinggi. Terbukti, meskipun hujan masyarakat sangat antusias untuk datang ke TPS. “Cukup bagus antusiasme masyarakat untuk ikut mencoblos,” ujarnya. 

Ia berharap pada Pemilu 2024 ini partisipasi pemilih bisa mencapai 80 persen. Hal ini melihat tren pemilih dari pemilu ke pemilu selalu bagus. “Gresik punya track record bagus soal kehadiran pemilih. Kami yakin bisa diangka 80 persen lebih,” tegasnya. 

PEMILU PEMULA : Muhammad Rafie, Gen-Z atau pemilih pemula dari Pemilu 2024 memasukkan kertas suara hasil coblosan di TPS 8 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 14 Februari 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , hari H coblosan berlangsung kondusif. Di sejumlah TPS masyarakat terlihat guyup ketika menunggu panggilan untuk mencoblos. Rata-rata pemilih menunggu untuk menuju bilik suara antara 5 menit sampai 10 menit. Di TPS 08 di Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas antrean masuk bilik berkisar 10 menitan.

Sedangkan, rata-rata pemilih melakukan hak konstitusi mencoblos di bilik suara antara 3 menit sampai 5 menit. Karena ada 4 bilik suara sehingga proses pemilihan cepat. Kenapa kok lama? “Baru pertama ikut pemilu,” kata seorang Generasi Z alias pemilih pemula. Sampai pukul 13.00 WIB suasana Pemilu 2024 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih kondusif. (yad)

Hujan Animo Warga Nyoblos Tinggi, Bupati Gresik : Tren Pemilu Partisipasi Diatas 80 Persen Selengkapnya

Pantau Logistik Pemilu di Desa Segoromadu, Gresik, PLH Gubernur Jatim : Semua Kebutuhan Terpenuhi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memastikan logistik Pemilu 2024 telah distribusi ke semua tempat pemungutan suara (TPS). Hal itu diungkapkan Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ketika mendampingi Plh Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono melakukan peninjauan kesiapan logistik Pemilu 2024 di Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas pada Selasa, 13 Februari 2024.

“Peninjauan ini guna memastikan logistik sudah diterima di semua desa di Kabupaten Gresik, termasuk Pulau Bawean yang logistiknya sudah didistribusikan pada 5 Februari,” ujar Gus Yani. Berbagai upaya dan sinergitas lintas instansi yang dilakukan diharapkan bisa mewujudkan jalannya Pemilu yang lancar, damai dan kondusif.

Selain itu, ia berharap partisipasi masyarakat dalam melakukan hak konstitusi dalam Pemilu 2024 juga tinggi. “Kami berharap keikutsertaan masyarakat di Kabupaten Gresik dalam gelaran pesta demokrasi 14 Februari 2024 besok tetap tinggi. Ini tidak lepas dari histori bagus Kabupaten Gresik, dalam tren kehadiran peserta ketika ajang Pemilu sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 961.992 pemilih dan 3.673 TPS yang tersebar di 18 Kecamatan, 320 desa dan 36 Kelurahan. Untuk Desa Segoromadu , DPT sebanyak 1.113 pemilih.

Sementara itu, Plh Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan, persiapan dan logistik Pemilu 2024 di kabupaten/kota sudah lengkap. Kelengkapan ini meliputi kertas suara, bilik suara, kotak suara, formulir-formulir, termasuk juga anggaran yang dialokasikan sudah diterima. “Insya Allah kesiapan semuanya sudah bisa dipastikan aman. Dan jangan khawatir seluruh kebutuhannya sudah terpenuhi, termasuk jika ada pemilih tambahan juga bisa di akomodir,” terangnya.

Berkaca dari gelaran Pemilu sebelumnya, berbagai dukungan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah dilakukan oleh KPU. Dukungan tersebut, di antaranya berupa penyederhanaan formulir serta dukungan anggaran.

“Disamping penyederhanaan formulir, kawan-kawan KPPS juga kita berikan anggaran untuk sewa mesin scan dan printer. Kami juga sudah memberikan anggaran untuk vitamin diluar anggaran konsumsi. Dengan itu, harapannya bisa mengurangi beban kerja dan membuat kawan-kawan KPPS bekerja lebih baik,” harap Ketua KPU Jatim Choirul Anam. (yad)

Pantau Logistik Pemilu di Desa Segoromadu, Gresik, PLH Gubernur Jatim : Semua Kebutuhan Terpenuhi Selengkapnya

Alokasi Pupuk Subsidi Turun, Pemkab Gresik Berikan Bantuan POC dan PHC   

GRESIK,1minute.id – Menjaga musim tanam berjalan ditengah alokasi pupuk subsidi semakin berkurang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik memberikan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada petani di Gresik.  POC dan PHC itu diperuntukkan untuk gabungan kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani ( Poktan).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upaya peningkatan produksi pertanian memerlukan dukungan prasarana dan sarana pertanian. Salah satunya adalah pupuk yang berperan vital bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

“Diperlukan alternatif penggunaan pupuk selain dari pupuk subsidi yang semakin berkurang alokasinya. Pemkab Gresik berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kekurangan tersebut,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro saat bertemu dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik beberapa waktu lalu.

Salah satu alternatif pupuk yang dapat digunakan adalah Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Hayati Cair (PHC). “Secara teknis terbukti mampu untuk meningkatkan produktifitas tanaman khususnya padi,” katanya. 

Sejak 2021, Dinas Pertanian Gresik telah menggunakan POC dan PHC. Tahun ini, bantuan POC dan PHC  diberikan kepada 196 gapoktan dan 22 poktan yang ada di 17 kecamatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Dengan luas lahan 14.695 hektare. Lahan pertanian di Gresik seluas lebih kurang 32 ribu hektare. “Selain meningkatkan hasil produksi, diharapkan penggunaan pupuk organik bisa mengembalikan tingkat kesuburan tanah yang mulai menurun,” ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, pihaknya terus mendorong petani untuk menggunakan POC dan PHC secara tepat. Penyuluh akan melakukan pendampingan. “Kami dorong penggunaan POC dan PHC ini. Hasilnya terbukti bagus sehingga bisa jadi alternatif,” ujar Eko Anindito Putro. (yad)

Alokasi Pupuk Subsidi Turun, Pemkab Gresik Berikan Bantuan POC dan PHC    Selengkapnya

Pemkab Gresik Kaji Mereplikasi Program Gebyar Diskon Pupuk, Bupati Gresik  : Masyarakat Butuh Kemudahan Akses, Barang Ada, Harga Terjangkau

GRESIK,1minute.id – Program Gebyar Diskon Pupuk yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik mendapatkan apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu menyiapkan 7 ribu paket pupuk untuk petani dan petambak di Gresik. 

Dalam gelaran itu, harga pupuk Rp 340 ribu per paket bisa ditebus “hanya” Rp 200 ribu per paket alias diskon 40 persen. Petani dan petambak pun semringah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, Program Gebyar Diskon Pupuk ini strategi atau upaya yang patut mendapatkan apresiasi. Khususnya petambak di Gresik luas tambak 28 ribu hektare dan luas pertanian 32 ribu hektar ini. 

Selama ini, katanya, petani dan petambak kurang pupuk subsidi. “Akan kita kaji apakah aturan main APBD bisa digunakan untuk non subsidi. Kalau memang bisa kita seizin BPK atau lainnya akan kita koordinasi akan kita coba. Karena masyarakat sangat butuh kemudahan akses. Barangnya ada, harganya terjangkau,” ujarnya usai seremonial Program Gebyar Diskon Pupuk di halaman GOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 7 Februari 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi program Gebyar Diskon Pupuk untuk petani dan petambak di Gresik ini. Menurut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, sda dua sektor pertanian dan perikanan belum ada subsidi pupuk. “Dan hari ini kita bagi untuk pertanian dan perikanan bisa mengakses Gebyar Diskon Pupuk ini. Mudah-mudahan berkah dan sukses di musim tanam tahun ini,” ujarnya. 

Gus Yani mengaku bahagia melihat para petani dan petambak di Gresik bisa mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. “Ini bentuk kebahagiaan petambak dan petani.  Karena kebahagiaan mereka adalah kesuksesan suatu bangsa. Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden, BUMN, Menteri Pertanian dan direksi Petrokimia Gresik,” ungkapnya. 

Kajian pemberian subsidi pupuk untuk petani dan petambak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik untuk memberikan stimulan kepada para petani dan petambak di Gresik mencintai profesinya. “Kehadiran pemerintah kabupaten dengan menggunakan APBD adalah sebuah tantangan atau solusi agar mereka mempunyai tantangan dan spirit,  semangat mereka tetap bekerja sebagai petani atau petambak,” tegasnya. 

Selain melakukan kajian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik juga menunggu program Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun agar semakin banyak petani yang mendapat pupuk bersubsidi. Pada 2023, pemerintah melalui program subsidi pupuk yang setiap tahunnya dialokasikan sekitar Rp 25 triliun. Anggaran subsidi disiapkan Pemerintah untuk membantu petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. 

“Mudah-mudahan tambahan subsidi sebesar Rp 14 triliun yang direncanakan pemerintah bisa menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk petani dan petambak Gresik,” harapnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan pupuk bersubsidi kepada petani, Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi.

“Pemerintah melalui Pupuk Indonesia, memastikan ketersediaan pupuk di seluruh Indonesia, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Pemerintah membantu memperoleh pupuk dengan mudah guna mendukung program percepatan musim tanam pada awal 2024,” ungkap Dwi 

Dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk, Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari sampai dengan Februari 2024. Saat ini, kegiatan dilaksanakan di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti,” harap Dwi Satriyo Annurogo. Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, di berbagai kota selama bulan Januari hingga Februari 2024. “Rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk di musim tanam ini,” kata Dwi.

Hingga 20 Januari 2024 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.956.887 ton atau setara sekitar 200 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.372.909 ton dan pupuk nonsubsidi sebesar 583.978 ton.

“Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa kita tuai bersama saat panen bulan april nanti,” tutup Dwi. (yad)

Pemkab Gresik Kaji Mereplikasi Program Gebyar Diskon Pupuk, Bupati Gresik  : Masyarakat Butuh Kemudahan Akses, Barang Ada, Harga Terjangkau Selengkapnya

Ijtima Sanawi dan Penganugrahan, Bupati Gresik : Wujudkan Cita-cita MUI Gresik sebagai Public Service 

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Ijtima Sanawi dan Penganugrahan di Aula MUI Gresik pada Kamis, 1 Februari 2024. Acara yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq serta para ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik inu mengusung tema “Maju Bersama Menuju Pengelolaan Manajemen MUI Inovatif”.

Ijtima Sanawi adalah forum pertemuan tahunan untuk menyosialisasikan fatwa MUI kepada Dewan Pengurus Syariah ini bertujuan mewujudkan aspirasi umat Islam mengenai masalah perekonomian. Penganugerahan kepada MUI Kecamatan ini, merupakan suatu wujud keberhasilan MUI Gresik yang dipenghujung tahun lalu menorehkan juara umum program akreditasi MUI se-Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad menyatakan , bahwa Ijtima Sanawi menjadi forum temu penting untuk menjalin harmonisasi antarstakeholder. Apalagi dengan era sosial budaya yang berkembang pesat seperti saat ini. “Transformasi sosial budaya saat ini begitu masif, terutama di media sosial ditambah dengan isu-isu yang ada, maka MUI kecamatan menjadi lembaga yang sangat penting dan menjalin harmonisasi dalam kecamatan,” ujarnya.

Disisi lain, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada MUI Gresik yang terus melakukan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat sehingga memjadi juara umum program akreditasi MUI se-Jawa Timur. Prestasi yang didapakan MUI ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gresik yang benar benar progresif.

“Prestasi tersebut juga merupakan hasil dari program-program yang visioner dan perencanaan yang begitu jelas. Sehingga besar harapannya akan memberikan dampak kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Kepada para penerima anugerah MUI kecamatan terbaik, Bupati Yani berharap seluruh kecamatan pemenang bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan-kecamatan lain. “Dengan begitu, cita-cita MUI sebagai public service masyarakat kabupaten Gresik dalam sektor masing-masing,” ujar Bupati Yani.

Capaian prestasi MUI ini juga dianggap sebagai menjadi suatu bentuk semangat bersama oleh Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq. Menurutnya, prestasi tersebut adalah momentum bersama dalam majunya MUI baik tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“Lewat penganugerahan ini, adalah menjadi program asesmen penguatan lembaga MUI kecamatan se-Kabupaten Gresik. Ini untuk melihat perkembangan dan kemajuan kelembagaan MUI kecamatan dalam rangka pembinaan organisasi,”terangnya. (yad)

Ijtima Sanawi dan Penganugrahan, Bupati Gresik : Wujudkan Cita-cita MUI Gresik sebagai Public Service  Selengkapnya