Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim Jadi Kurikulum Merdeka Muatan Lokal

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Ke-623 Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Kamis, 28 September 2023. Dua acara istimewa yang dinantikan umat muslim itu dipusatkan di Gedung Maulana Malik Ibrahim di dalam kompleks makam Maulana Malik Ibrahim, Walisongo itu. 

Jemaah yang menghadiri nguri-uri budaya Islam itu mendapatkan jamuan nasi kebuli, masakan khas etnis Arab itu. Tampak hadir di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-623 Syekh Maulana Malik Ibrahim itu, antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Rektor UIN Wali Songo Semarang Imam Taufik, dan Habib Ali bin Muhammad Assegaf.

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim berjalan khidmat. Dalam acara itu, juga mendoakan masyarakat Gresik lebih makmur dan sejahtera. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, saat ini masyarakat sedang membutuhkan keteladanan para waliyullah. “Istakamah mencari ilmu. Masyarakat Gresik yang dikenal santri , ayo ngaji terus untuk melawan kebodohan. Mari jihad melawan kebodohan,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

NASI KEBULI : makanan khas Indonesia yang disukai masyarakat Arab menjadi menu jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Ke-623 Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Kamis, 28 September 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Ketua Yayasan Malik Ibrahim, Taufiq Harris mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim digelar rutin setiap tahun. Dalam rangkaian acara itu, menampilkan sejumlah kesenian khas Indonesia yakni rebana, hadrah ishari dan pawai anak-anak taman pendidikan quran (TPQ). Acara itu diikuti ribuan jemaah dan siswa jenjang SMA/MA dan SMK di Kabupaten Gresik.  Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim yang digelar setiap tahun ini menjadi implementasi untuk optimalisasi kurikulum merdeka. “Jadi sebagian media implementasi penguatan kurikulum muatan lokal (mulok),” kata Taufiq. 

Tujuan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang setiap tahun ini melestarikan nilai budaya bangsa, atau subtansi memiliki nilai-nilai Sunnah Rasul dan para alAuliyah disamping adalah media pemersatu umat. “Isya Allah prosesi maulid dan haul yang rutin Tiap tahun tazkiayah, tilawah, islah akan berdampak pada kita semua,” katanya. (yad)

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim Jadi Kurikulum Merdeka Muatan Lokal Selengkapnya

Sarungan, Bupati Gresik Pantau Pekerjaan Pemasangan Box Culvert di Pusat Ekonomi Gresik Kota Lama 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mengurai satu per satu  problem banjir di perkotaan Gresik. Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (CKPKP) melakukan pekerjaan pelebaran saluran air di Jalan Samanhudi, Gresik. Mitigasi bencana banjir di kawasan Gresik kota Lama itu diproyeksikan kelar bulan November 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau proyek pelebaran saluran air di pusat ekonomi di Gresik Kota Lama pada Selasa malam, 26 November 2023. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memakai sarung dan kopyah hitam menemui sejumlah warga setempat untuk mendengarkan curhat warga.

Banjir kawasan Jalan Samanhudi, Gresik, mulai Pasar Kota Gresik hingga simpang tiga Jalan HOS Cokroaminoto, Gresik itu kantaran saluran air dalam kondisi sempit sehingga menjadi penyebab banjir di wilayah Pasar Kota Gresik. Malam itu, sejumlah pekerjaan masih beraktivitas. 

Gus Yani menjelaskan, aliran air yang berada di wilayah Jalan Samanhudi tersebut merupakan daerah elevasi. Ditambah lagi dengan kondisi saluran  air yang sempit, jika curah hujan tinggi sudah pasti banjir. “Di lokasi ini (saluran air) kondisinya sempit. Sehingga saat musim hujan tiba, pasti mengalami banjir. Ini sudah dirasakan warga sejak lama,” katanya.

Pekerjaan itu akan menggunakan box culvert dimensi lebar 3 meter, panjang 2 meter dengan kedalaman 2 meter. “Sebelumnya, crosingan di lokasi itu hanya memiliki dimensi 1,5 meter,” imbuhnya. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu Gus Yan melanjutkan, untuk memaksimalkan pengendalian banjir di wilayah tersebut, Pemkab Gresik berencana melakukan pekerjaan secara berkelanjutan. “Saat ini kita fokus pada pekerjaan box culvert. Targetnya bulan November pelebaran rampung dilaksanakan. Tahun depan kita rencanakan pemasangan udith untuk mengurai air ke arah Barat dan Timur,” katanya.  Iaberharap, dengan adanya pelebaran crossing ini mampu mengurangi dampak banjir yang ditimbulkan.

Sementara itu Yuniar, 56, salah seorang warga Jalan Samanhudi mengungkapkan, bahwa dirinya dan warga sekitar selalu merasa was-was akan datangnya saat musim hujan tiba. Bahkan tak jarang banjir tersebut memasuki pemukiman warga. “Dengan adanya pelebaran ini, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Gresik. Semoga kampung kita ini tidak banjir lagi,” katanya. (yad)

Sarungan, Bupati Gresik Pantau Pekerjaan Pemasangan Box Culvert di Pusat Ekonomi Gresik Kota Lama  Selengkapnya

Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak

GRESIK,1minute.id – Fonomena kekerasan anak yang terjadi belakangan ini membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. Stop bullying, kekerasan seksual dan intoleransi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, anak merupakan tumpuan bagi orang tua dan sebagai generasi penerus bangsa. Anak harus memperoleh perlakuan yang baik dan dilindungi. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri kegiatan ‘Ngobrol Asik Pendidikan’ yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 25 September 2023.

Dialog itu dihadiri para guru dan tenaga pendidik (tendik) dalam naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Adanya fenomena kekerasan anak, baik yang dilakukan oleh oknum guru ataupun teman sebayanya, menimbulkan dampak yang buruk. Terutama berdampak pada psikologis seorang anak.

“Tentunya, kekerasan menimbulkan trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah,” kata Gus Yani. Oleh karena itu, fenomena seperti ini perlu menjadi perhatian serius dan menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius. Ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni stop bullying, stop kejahatan seksual dan stop intoleran terhadap anak. 

“Tiga persoalan itu harus tuntas. Formulasinya adalah dengan cara menambah daya kapasitas kita sebagai seorang guru atau tenaga pendidik yang profesional. Utamakan profesionalitas,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia melanjutkannperlu tumbuhnya ketegasan yang terukur dari seorang pendidik kepada muridnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran kita sebagai orang tua. “Kita sebagai orang tua juga memiliki peran yang sama, yakni fungsi kontrol terhadap kepribadian anak. Saya tekankan, bahwa sekolah bukanlah tempat penitipan anak. Namun sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi semua harus bersinergi, sebab pengembangan karakter anak di rumah juga sangat penting. Jangan sampai ada lagi kekerasan, baik itu berupa kekerasan fisik ataupun kekerasan verbal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik  Aminatun Habibah memberikan warning bahwa jangan ada lagi kejadian kekerasan pada anak. Menurutnya, dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, sama halnya dengan menodai lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat untuk belajar yang nyaman.

Menurut Bu Min, sekolah perlu menciptakan kultur yang aman, nyaman dan sehat. Sehingga, siswa bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya. Selain itu, Sekolah perlu memberikan sanksi tegas kepada anak yang melakukan bullying. Sehingga, pelaku merasa jera dan tidak melakukan tindakan bullying kembali kepada temannya.

“Peran guru dan orang tua perlu untuk mengajarkan siswa/anak untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah bersama, bukan dengan kekerasan dan main hakim sendiri,” pungkas wabup  berlatar pendidik itu. 

Untuk diketahui, dua pekan terakhir dugaan kekerasan yang dialami anak berinisial SAH, 8 tahun menguncang Kabupaten Gresik. Anak kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku mendapat kekerasan fisik. Anak korban mengaku mata dicolok tusuk bakso hingga mengalami penurunan pengelihatan. Sementara polisi telah melakukan melakukan pemeriksaan 47 saksi dan melakukan pemeriksaan kesehatan mata di empat rumah sakit, diantaranya,  RSUD Ibnu Sina Gresik dan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023 lalu. 

“Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya. (yad)

Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat menyelamatkan masa depan anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Anak perempuan kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku menjadi korban kekerasan fisik di sekolah. Ia dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan mata kanan mengalami penurunan pengelihatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mengupayakan menyelamatkan masa depan anak SAH dengan kembali sekolah. “Keluarga anak SAH, kami ajak untuk memilih sekolah yang cocok,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH  di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. 

“Saran Saya cari sekolah yang mendekati rumah dan lebih menyenangkan. Saya ajak mereka keliling agar memilih sendiri. Artinya dari anaknya nyaman, terus orang tua lebih percaya diri. Semoga kasus segera tuntas,” harapnya. 

Disisi lain, Pemkab Gresik terus berbenah menjadikan sekolah ramah anak. Ia pun mengajak insan media memberikan pemberitaan edukatif. “Saya dalam setiap pertemuan di rapat atau forum guru terus mendorong guru dan tenaga pendidik untuk mengupgrade diri untuk menuju profesional,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginan anak korban SAH maupun orang tua. Mereka menginginkan sekolah di SD Miftahul Ulum. SD tersebut masuk dalam Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Hulaan,Kecamatan Menganti. “Semua persyaratan sudah selesai. Kapan anak SAH mau masuk sekolah bisa,” kata Hariyanto di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Dalam rilis di Mapolres Gresik terungkap fakta-fakta baru yang berbeda dengan pengakuan keluarga anak korban, SAH, 8 tahun, tersebut. Fakta baru itu, hasil pemeriksaan empat rumah sakit yang melakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya menyebutkan hasil pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada. Sementara penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 47 saksi. Semuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa anak SAH pada 7 Agustus 2023. Sedangkan, 6 kamera CCTV sekolah berdasarkan hasil analisis Labfor Polda Jatim tidak aktif sejak 1 Juni 2023. 

Untuk diketahui kejadian dugaan kekerasan kepada anak korban SAH pada 7 Agustus 2023.  Sekitar pukul 08:30 WIB saat anak korban melihat acara lomba 17- an di sekolah di Kecamatan Menganti. Saat anak korban melihat korban tersebut ia dipanggil oleh seseorang anak laki-laki dan tiba-tiba ia di tarik ke sebelah sela antara ruang dan gerbang timur sekolah di lalu anak korban di mintai uang, Namun tidak diberikan oleh anak korban.

Lalu anak laki laki tersebut mengambil tusukan pentol di lantai atau ditanah, sambil menutup mata kiri anak korban dengan tangannya, anak laki-laki tersebut menusuk mata anak korban. Dan anak laki-laki tersebut berlari meninggalkan korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami penurunan pengelihatan. Korban kemudian melaporkan ke Polres Gresik pada 28 Agustus atau 21 hari pascakejadian. (yad)

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum Selengkapnya

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar konferensi pers  perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan penurunan penglihatan. 

Empat rumah sakit telah melakukan pemeriksaan terhadap korban SAH. Pemeriksaan kali terakhir, adalah Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.  Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya.

Anak korban SAH dalam laporan ke Polres Gresik pada 28 Agustus 2023. Sedangkan, kejadian dugaan anak korban dicolok dengan tusuk bakso terjadi pada 7 Agustus 2023. Sedangkan kamera CCTV sekolah berdasarkan analisa  DVR tersebut tidak melakukan aktifitas elektronik atau merekam sejak 1 juni 2023, hingga 18 agustus 2023. “Hal ini dikuatkan dari data Log File dimana sejak 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada data yang terekam dalam bahasa lain CCTV Tersebut dalam kondisi mati atau tidak dihidupkan,” jelas mantan Kapolres Blitar itu.

Rilis perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 18 tahun, tergolong istimewa. Sebab, rilis perkembangan penyidikan ini dihadiri Forkopimda Gresik. Selain Kapolres Adhitya Panji Anom, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dan Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, SpM dan seorang psikologi.

AKBP Adhitya Panji Anom melanjutkan,  penjelasan dari ahli forensik menyatakan bahwa apabila rekaman CCTV sengaja dihapus, data dalam log file tetap ada atau history rekaman tetap ada. “Jadi kesimpulannya adalah CCTV yang terdapat dalam sekolah SDN 236 GRESIK memang tidak aktif atau tidak menyala saat kejadian 7 Agustus 2023,” tegasnya.  (yad)

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik meliris perkembangan perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan kebutaan. 

Benarkah? Hasil pemerikasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya mencegangkan. Kebutaan yang dialami siswa kelas 2 sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti itu bukan karena kekerasan. 

Menurut dr Bambang Tuhariyanto Sp.M,  hasil pemeriksaan RMI, mata kanan mengalami keluhan sedangkan, mata kiri kondisinya normal. “Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dokter spesialis mata dari RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Anak korban berinisial SAH menjalami pemeriksaan RMI di RS PHI Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi oleh dr Bambang Tuhariyanto yang mendampingi anak korban SAH itu.

Thoha-begitu sapaan-Bambang Tuhariyanto melanjutkan pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat yang tidak dilihat oleh mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada. Terkait penurunan penglihatan mata tersebut, Thoha tidak memberikan keterangan pasti. Sebab, bukan kewenangannya. “Terkait penurunan pengelihatan mata dari tusukan bakso belum tentu juga,” kata dr Thoha.  

Lebih lanjut dr Tuha mengungkapkan penurunan penglihatan mata bisa disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. Kelainan mata karena katarak biasa dialami orang dewasa. Sedangkan, katarak pada anak tidak pernah menemuinya. Sedangkan, buta warna bisa dialami semua orang. Mulai anak sampai orang dewasa. 

Rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH cukup spesialis. Karena dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Selain Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dab Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, Sp.M dan seorang psikologi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru

GRESIK,1minute.id – Trauma anak SAH, 8 tahun belum pulih. Sejak kejadian dicolok tusuk bakso hingga salah satu mata mengalami penurunan penglihatan bocah kelas II SD itu takut untuk sekolah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun turun tangan mencarikan sekolah baru untuk SAH.

Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad juga berencana membawa ke rumah sakit di Surabaya untuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” kata Fandi Akhmad Yani ketika menjenguk SAH di rumahnya bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso oleh seseorang tidak dikenal. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. (yad)

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru Selengkapnya

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk SAH (8). Siswi kelas 2 SD yang mengalami penurunan penglihatan diduga akibat dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya di SDN 236 Gresik pada Senin, 19 September 2023. Kapolres dan Bupati membawakan mainan dan bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH.

Kapolres Gresik mengatakan kedatangannya untuk memberikan support dan memastikan proses penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. “Hari ini dilakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023. Mantan Kapolres Blitar itu melanjutkan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuh AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso Selengkapnya

BPBD Gresik Gelontor Air Bersih di 9 Desa di 3 Kecamatan di Gresik Dampak El Nino

GRESIK,1minute.id – Musim kemarau belum ada tanda-tanda berakhir. Dampak el nino. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada sembilan desa di tiga kecamatan yang mengajukan droping air bersih per Rabu, 6 September 2023.

Diantara, Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan. Droping air bersih di desa itu dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 September 2023. Pemkab Gresik melalui BPBD Gresik menggelontorkan 6 tangki masing-masing ukuran 5 ribu liter untuk desa tersebut. Selain air bersih juga menyalurkan 2 unit tandon air. Air bersih tersebut berasal dari Perumda Giri Tirta, Badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik. Suplai air bersih ini bantuan sementara karena proyek pipanisasi di desa itu masih proses pengerjaan. 

“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bilamana ada desa lain yang membutuhkan air bersih, bisa berkoordinasi dengan kecamatan,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

BPBD Gresik Gelontor Air Bersih di 9 Desa di 3 Kecamatan di Gresik Dampak El Nino Selengkapnya

Ribuan Warga di Kecamatan Duduksampeyan Bakal Menikmati Air Bersih, Bupati Gresik : Akhir 2023 Tuntas, Kebutuhan Air Teratasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan monitoring proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kecamatan Duduksampeyan. Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proyek reservoir di kawasan Terminal Bunder Gresik itu.

Hasilnya ? Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu semringah karena pekerjaan proyek perpipaan air bersih, dari pipa tersier hingga sambungan rumah ini selebihi target yang disepakati. Bupati Fandi Akhmad Yani optimistis proyek pipanisasi itu kelar sesuai waktu yang disepakati. 

Menurut Fandi Akhmad Yani, pihaknya memberikan perhatian khusus pengerjaan proyek SPAM Umbulan ini. Proyek perpipaan air bersih, dari pipa tersier hingga sambungan rumah ini bentuk keterlanjutan dari upaya penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Gresik. Progres pekerjaan proyek DAK SPAM Umbulan menggembirakan karena sudah mencapai 19,80% dari yang ditargetkan 5,72%.  Atau deviasi surplus 14,08%. 

“Hingga saat ini, proyek strategis DAK SPAM Umbulan ini progresnya berjalan dengan sangat bagus. Harapannya di akhir tahun 2023 bisa tuntas, dan kebutuhan air di Duduksampeyan bisa teratasi,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 6 September 2023. “Tahun 2024, kita berkelanjutan membangun reservoir di Desa Duduksampeyan. Tujuannya, agar air ini bisa mengalir hingga ke Desa Kemudi, Kramat, hingga ke perbatasan Lamongan,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dalam monitoring proyek SPAM Umbulan di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan ini, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah , Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi bersama Forkopimcam, serta jajaran Direksi PDAM Giri Tirta. 

SPAM UMBULAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (rompi biru dua dari kiri) didampingi Kepela Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah ketika melakukan monitoring proyek pekerjaan pipanisasi SPAM Umbulan di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan pada Selasa, 5 September 2023 ( Foto: Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Tahun ini, fokus di Kecamatan Duduksampeyan, dan menyasar di 7 desa yakni Desa Wadak Lor, Wadak Kidul, Kawistowindu, Petisbenem, Sumengko, Sumari, dan Desa Duduksampeyan. Totalnya, terdapat 4.545 penerima manfaat sambungan rumah air bersih dari proyek tersebut. “Kita ketahui, Kecamatan Duduksampeyan memiliki masalah tahunan yakni kebutuhan air bersih yang sudah terjadi bertahun-tahun,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani, saat mengunjungi proyek di Desa Sumengko.

Pada 2022, ribuan warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas bisa tersenyum bahagia. Sebab, penantian panjang selama 30 tahun untuk bisa mendapatkan air bersih dari Perumda Giri Tirta bisa teralisasi. Pemkab Gresik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)

melakukan pembangunan jaringan perpipaan air bersih dengan total panjang 25,90 kilometer serta 4 ribu sambungan rumah gratis dibiayai. Biaya pemasangan sambungan rumah tangga normal Rp 1,7 juta gratis. Untuk warga Desa Kedanyang sebanyak 3.500 sambungan rumah tangga. Sisanya, 500 sambungan rumah untuk masyarakat lainnya. Air bersih berasal dari sumber air Umbulan. (yad)

Ribuan Warga di Kecamatan Duduksampeyan Bakal Menikmati Air Bersih, Bupati Gresik : Akhir 2023 Tuntas, Kebutuhan Air Teratasi Selengkapnya