Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan gagasan untuk membangun jalan poros tengah di Pulau Bawean. Jalan poros tengah itu menghubungkan Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Saat ini, dua kecamatan itu terhubung dengan jalan lingkar.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, jalan poros tengah ini merupakan jalur lain sebagai pelengkap jalan yang menghubungkan dua wilayah yang sudah ada. Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani akan mematangkan gagasan itu dengan mengumpulkan semua pihak. 

“Tentunya jalur tengah ini waktu tempuhnya dari Sangkapura ke Tambak lebih cepat karena jaraknya akan lebih pendek apabila kita melewati jalan lingkar Bawean,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam rembuk akur di Pendapa Kecamatan Tambak pada Rabu, 9 Juni 2021.

Gagasan pembangunan jalan poros tengah itu, imbuhnya, atas permintaan beberapa  tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat itu bercerita, dulu ada jalur tengah yang bisa dilewati ketika dari Sangkapura menuju Tambak, dan sebaliknya.

Saat itu, jalannya memang tidak layak disebut jalan, tapi bisa. Dan alangkah baiknya, jalur itu dirintis kembali untuk menjadi jalan penghubung.  “Saya menginginkan jalur tengah ini adalah merupakan sambungan jalan poros desa yang dibangun oleh beberapa desa sehingga terhubung menjadi jalan poros tengah atau jalur tengah,”katanya.

Gagasan itu, mendapatkan dukungan dari kepala desa. Tokoh masyarakat menyatakan siap untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

RUNWAY : Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain gagasan Jalan jalur tengah, Bupati Gus Yani, juga menyampaikan gagasan untuk memperpanjang runway sejauh 300 meter lagi dari yang sekarang. 

“Kalau runway ini bisa lebih panjang, maka akan lebih banyak jenis pesawat yang bisa mendarat disini. Tentu saja transportasi dari dan ke Pulau Bawean akan makin lancar. Selanjutnya banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bawean,”katanya dalam rembug akur dengan moderator Musa, dan dihadiri Edi Santoso, anggota DPRD Gresik. (yad)

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati

GRESIK,1minute.id – Kerinduan masyarakat Pulau Bawean bertemu Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah terobati. Selama tiga hari, Gus Yani dan Bu Min berada di pulau Putri -julukan lain-Pulau Bawean.  

Kunjungan kerja kali pertama sejak dilantik sebagai Bupati dan Wabup Gresik pada 26 Februari 2021 ini. “Mestinya saya sudah hadir beberapa saat yang lalu disini, tapi mengingat pandemi serta banyaknya kesibukan di kantor Bupati, hari ini akhirnya bisa bertemu,”kata Bupati Gus Yani dalam Rembug Akur di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wabup membagikan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Camat Tambak Agung Hendro mengatakan ada dua program bantuan untuk masyarakat Tambak yang dibagikan bersamaan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik ke kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Bantuan bantuan program BLT DD terdapst 734 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan, program bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan 1.607 KPM. Sesuai program Nawa Karsa Bupati Gresik untuk pengembangan UMKM, Camat Tambak mengaku juga telah menyerahkan bantuan alat pembuatan gula aren dan minyak untuk warga Desa Kelopanggubug Tambak.

“Kami juga telah merealisasikan bantuan keuangan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni untuk sembilan belas Kepala Keluarga di wilayah Kecamatan Tambak,”kata Agung Hendro. (yad) 

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati Selengkapnya

Bupati Terpukau Keindahan Selayar


GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.

Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.

Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)

Bupati Terpukau Keindahan Selayar Selengkapnya

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis

GRESIK,1minute.id – Pemerataan layanan kesehatan di Pulau Bawean dibenahi oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Salah satunya, dokter spesialis di RSUD Umar Mas’ud Sangkapura.

Saat ini, ada lima dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit berlokasi di kepulauan terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Mereka telah mendapatkan kenaikan insentif 100 persen. Pemberian insentif lebih kepada dokter spesialis serta para medis yang bertugas di Pulau Bawean ini merupakan program prioritas 99 hari kerja setelah dilantik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, seluruh pelayanan baik kesehatan maupun lainnya harus merata baik di wilayah daratan maupun kepulauan. “Khusus sektor di bidang kesehatan program Bapake (bayi lahir pulang bawa akte) harus berjalan. Sekarang insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik,”katanya usai mengunjungi RSUD Umar Mas’ud Sangkapura pada Rabu, 9 Juni 2021. 

MENYAPA PASIEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk pasien dan menyerahkan program bayi lahir pulang bawa akta (Bapake) di RSUD Umar Mas’ud Pulau Bawean pada Rabu,9 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ini menerangkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek meningkatkan pelayanan kesehatan di Bawean.
Untuk jangka panjang, tambahnya, ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra-putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

“Nanti ketika sudah kami beri beasiswa, mereka harus mengabdi disini menjadi dokter disini,”tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya juga bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak.

“Nah, Terjang Ombak ini akan kita kolaborasikan bersinergi dengan baik untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”tambahnya. Ghozali menambahkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Mas’ud ini membuat para dokter antre untuk bisa mengabdi disini.

Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim. “Alhamdulillah, sekarang sudah antri karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,” tambahnya. (yad)

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis Selengkapnya

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Lawatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berkah masyarakat Pulau Bawean. Sebab, kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Giri ini juga membagikan bantuan tunai non pangan (BPNT) kepada 2.850 penerima manfaat dan 1.542 bantuan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Penyerahan secara simbolis dilakukan disela acara Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi dengan ulama, kiai dan tokoh masyarakat di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam. 

Dalam rembuk akur itu berbagai masukan muncul dari masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius mendengarkan masukkan dan menjawab tuntas pertanyaan masyarakat.

Rosyid, antara lain. Ia menyoroti maraknya perahu trawl (pukat harimau) yang masih marak di perairan Pulau Bawean. Mereka nelayan dari luar  Bawean. Saking getolnya, nelayan Bawean untuk menjaga ekosistem biota laut sempat menimbulkan perselisihan dengan nelayan luar Bawean. 

“Kami berharap pemerintah untuk menerbitkan perda larangan pengunaan perahu trawl,”kata Rosyid. Selain perahu trawl , Rosyid menyoroti tentang sampah yang masih berserakan di pantai dan pelabuhan Bawean. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menjawab semua pertanyaan masyarakat itu dengan taktis. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan perahu trawl akan dilakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.
Sedangkan, persoalan sampah, Gus Yani, berharap masyarakat ikut partisipasi dalam menjaga lingkungan. “Pemerintah segera menyiapkan tempat pengolahan sampat terpadu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean Selengkapnya

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean


GRESIK,1minute.id – Ide anyar bermunculan ketika Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja di hari pertama ke Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ketika melaunching transportasi umum dan perahu penyeberangan ke Gili Noko gratis di Dermaga Pelabuhan Sangkapura  muncul gagasan mendorong pelajar Kota Santri melakukan studi tour ke Pulau Bawean. Pulau yang memiliki banyak keberagaman budaya dan keindahan alamnya ini. 

Ide anyar lainnya, mewacanakan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik melakukan Work form Bawean (WfB) bergilir. Gagasan itu menvuat dalam Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi bersama ulama, kiai dan tokoh agama di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam, 8 Juni 2021.

Semua ide itu muaranya untuk mengungkit pariwisata, pemerataan ekonomi dan pelayanan pemerintah di Gresik dan  dan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibutuhkan masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga persoalan itu adalah transportasi, kesehatan dan pendidikan. 
Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan Work from Bawean (WfB) untuk mengetahui dan memecahkan persoalan yang ada di Pulau Bawean.

OPD perlu melakukan WfB secara bergilir. Disamping itu, kebijakan di daratan harus bisa dilakukan di kepulauan Bawean.  Ia mencontohkan persoalan penerangan, Dinas Perhubungan perlu dibenahi jalur lingkar Bawean. Kemudian terkait sekolah, Dispendik apa yang perlu dibenahi segera diselesaikan. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah rampung, tinggal di launching. 

“Sehingga kita tahu persoalan yang belum terselesaikan di bawah, Bupati tidak bisa dikantor terus, seperti saat ini bertemu kiai tokoh masyarakat rembuk akur terus berjalan. Kita bisa urai persoalan yang belum terselesaikan. Memberikan keadilan di daratan dan di Pulau Bawean,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani mengakui gagasan WfB muncul bermula dari gagasan Menko Maririm Luhut Binsar Pandjaitan karena kondisi pariwista di Bali lumpuh. Para pengusaha di bidang pariwisata terdampak, seperti hotel dan lain sebagainya. 

“Usulan ini cocok, kunker digilir, ada sistem, ada regulasi bagian tugas pemerintah. Sebagai regulasi, maka butuh satu treatmen manajemen mudah-mudahan pulang kita bawa ciptakan pemerintahan yang adil dan merata,” paparnya. (yad)

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean Selengkapnya

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meletakkan batu pertama pembangunan masjid Assholihien di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. 

Peletakan batu pertama dalam rangkaian kunjungann kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini diawali dengan tradisi budaya, tari Pencak Pendekar Bawean. 

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yanii mengatakan peresmian masjid Assholihien menjadi amal baik. “Semoga penuh keberkahan mudah-mudahan kita bisa merasakan sebagai manusia bermanfaat. Karena manusia meninggalkan,”harap Gus Yani. 

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A. Ahmady mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini untuk pengembangan pendidikan. Dia mengungkapkan, Gresik sebagai pusat sekolah unggulan secara nasional akan ditularkan di Pulau Bawean. 

“Keinginan kita mendirikan sekolah unggulan di Gresik kita tularkan ke Sangkapura,”kata  Taufiqullah. Ia berharap peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini menuju awal kelancaran pembangunan gedung ini. 

“Mudah-mudahan peletakan batu pertama menjadi mudah menuju kelancaran gedung mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan kita,” terangnya. (yad) 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Selengkapnya

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.

Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik. 

“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.

Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot. 

Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar. 

Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair Selengkapnya

Wisata Religi Makam Sunan Giri, Setigi dan Mangrove Hijau Daun Sangkapura Jawara AWG 2021

GRESIK, 1minute.id – Selain memilih Duta Wisata Cak dan Yuk 2021. Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 rangkaian Program Nawa Karsa 99 hari pertama kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini juga melakukan pemilihan destinasi wisata di Kota Santri – sebutan lain-Kabupaten Gresik.

AWG 2021 terbagi tiga kategori yakni wisata alam, buatan dan budaya. Untuk wisata alam juara pertama Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kategori destinasi buatan diraih oleh Wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan Wisata Budaya diraih Wisata Religi Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas.

Anugerah Wisata Gresik kali pertama dan terbesar pada 2021 digelar dengan penerapan protokol ketat ini mendapatkan apreasiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Sandiaga Uno hadir virtual. Sedangkan, Emil hadir offline. 

Menurut Sandiaga Uno, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah sangat kreatif dan inovatif melakukan terobosan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata di tengah pandemi seperti sekarang ini. Ia pun berjanji akan datang ke Kota Santri. 

Wagub Jatim Emil Dardak mengatakan, destinasi di Kota Santri semakin berkembang dengan memberikan kesan yang baik kepada para wisatawan. Dia mencontohkan, wisata berbasis komunitas, ini satu yang penting adalah memberikan kesan baik.

“Kalau orang datang, kemudian memberikan kesan negatif. Mereka akan bercerita. Kita berpikir promosi pariwisata paling efektif dimana kita pelajari pola orang sekarang kalau mau berwisata, salah satunya banyak yang ngecek rating banyak, ngecek-ngecek komentar,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup  Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik Agustin Haloman Sinaga intinya menyampaikan bahwa Pemkab Gresik mengadakan AWG sebagai upaya pemulihan sektor wisata.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, gelaran AWG 2021 bisa dilaksanakan karena kebersamaan dan kekompakkan dalam menjaga protokol kesehatan. Sebab, dimasa pagebluk corona ini yang tidak tahu kapan berakhir ini hanya bisa cegah penyebarannya karena mematuhi  prokes. “Semoga kita diberikan kesehatan, pandemi segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik A.H. Sinaga mengatakan AWG 2021 sebagai upaya pemulihan sektor wisata. Saat ini Gresik memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata”Kami apresiasi usaha-usaha pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Gresik. ,”ujar mantan Sekretaris Dishub Gresik ini.

Sementara itu, Kades Sekapuk Abdul Halim menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Setigi meraih juara pertama AWG 2021. Pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Gresik dan juga semuanya atas apresiasi dan juga para pengunjung semua. “Terima kasih atas penganugerahan pada wisata desa kami Sekapuk , semoga dengan semua ini kami makin bisa berinovasi lagi untuk negeri,”kata Halim. (yad)

Pemenang Penghargaan Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021.

Kategori Wisata Alam

Juara 1 Mangrove Hijau Daun Sangkapura
Juara 2 Pantai Delegan
Juara 3 Pantai Selayar Bawean

Kategori Wisata Buatan

Juara 1 Setigi 
Juara 2 Eduwisata Lontar Sewu
Juara 3 Kampung Kreasi Sidokumpul

Kategori Wisata Budaya

Juara 1 Wisata Religi Makam Sunan Giri

Juara 2 Bukit Surowiti
Juara 3 Situs Gosari Wagos

Wisata Religi Makam Sunan Giri, Setigi dan Mangrove Hijau Daun Sangkapura Jawara AWG 2021 Selengkapnya

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis

GRESIK,1minute.id – Sampah masih menjadi problem perkotaan di Kota Santri. Peran serta masyarakat, pegiat lingkungan dan perusahaan sangat penting untuk menjaga lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Antara lain yang dilakukan pegiat lingkungan tergabung di Bank Sampah Gemes Sekardadu Gresik dengan PT Surabaya Mekabox di salah satu hotel di Gresik. 

Nota kesepahaman kerjasama pemanfaatan sampah plastik dan kertas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Rosa Vivien Ratmawati pada Kamis, 3 Juni 2021.

Rosa Vivien Ratmawati memuji Bank Sampah Gresik (Asbag). Asosiasi dipimpin Siti Fitriyah ini oleh Dirjen PSLB3 bisa jadi percontohan pengelolaan sampah di Indonesia.

“Keberadaan bank sampah ini merupakan bagian dari membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Saya berharap Kinerja Bank Sampah Gresik patut dijadikan rujukan bagi bank sampah yang lain,”katanya.

Rosa Vivien Ratnawati mengaku melihat  sendiri aktivitas yang dilakukan oleh Siti Fitriyah.  Ketua Asbag yang juga Pembina Bank Sampah Gemes Sekardadu ini sangat menikmati pekerjaannya. “Hal ini bisa dilihat di medsos yang diunggah mbak fitriyah selalu mengerjakan dengan senyum keikhlasan. Bank sampah ini produktifitasnya sangat menggembirakan,”puji Rosa.

BANK SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Rabu , 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokh Najikh menyatakan sangat mendukung proyek perubahan dari Dirjen PSLB3 KLHK dalam membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat menyelesaikan permasalahan sampah, meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelibatan bank sampah dapat mendorong perwijudan sirkular ekonomi dan pengelolaan sampah di masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurut Gus Yani, pengelolaan bank sampah dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industro daur ulang plastik dan kertas dalam negeri sekaligus mengurangi impor limbah B3. “Terima kasih kepada Dirjen PSLB3 KLHK yang telah memfasilitasi kemitraan dan kerjasama ini. Saya berharap permasalahan pemenuhan bahan baku industri daur ulang dalam negeri dapat teratasi,”harap Gus Yani.

Sebelumnya, Gus Yani menyempatkan melihat langsung kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Di kampung binaan DLH Gresik dan PT Pertamina Lubricant ini, masyarakat memanfaat sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Seperti, vas bunga, damarkurung hingga tempat duduk fashionable. Di kampung juga terdapat kafe cukup membayar dengan sampah plastik atau kertas. Namanya, Kosam (Kopi Sampah). Ngopi Bayar pakai sampah. Tahun lalu, Kosam mengumpulkan 1,34 ton sampah. (yad)

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis Selengkapnya