Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.

Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik. 

“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.

Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot. 

Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar. 

Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair Selengkapnya

Wisata Religi Makam Sunan Giri, Setigi dan Mangrove Hijau Daun Sangkapura Jawara AWG 2021

GRESIK, 1minute.id – Selain memilih Duta Wisata Cak dan Yuk 2021. Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 rangkaian Program Nawa Karsa 99 hari pertama kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini juga melakukan pemilihan destinasi wisata di Kota Santri – sebutan lain-Kabupaten Gresik.

AWG 2021 terbagi tiga kategori yakni wisata alam, buatan dan budaya. Untuk wisata alam juara pertama Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kategori destinasi buatan diraih oleh Wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan Wisata Budaya diraih Wisata Religi Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas.

Anugerah Wisata Gresik kali pertama dan terbesar pada 2021 digelar dengan penerapan protokol ketat ini mendapatkan apreasiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Sandiaga Uno hadir virtual. Sedangkan, Emil hadir offline. 

Menurut Sandiaga Uno, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah sangat kreatif dan inovatif melakukan terobosan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata di tengah pandemi seperti sekarang ini. Ia pun berjanji akan datang ke Kota Santri. 

Wagub Jatim Emil Dardak mengatakan, destinasi di Kota Santri semakin berkembang dengan memberikan kesan yang baik kepada para wisatawan. Dia mencontohkan, wisata berbasis komunitas, ini satu yang penting adalah memberikan kesan baik.

“Kalau orang datang, kemudian memberikan kesan negatif. Mereka akan bercerita. Kita berpikir promosi pariwisata paling efektif dimana kita pelajari pola orang sekarang kalau mau berwisata, salah satunya banyak yang ngecek rating banyak, ngecek-ngecek komentar,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup  Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik Agustin Haloman Sinaga intinya menyampaikan bahwa Pemkab Gresik mengadakan AWG sebagai upaya pemulihan sektor wisata.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, gelaran AWG 2021 bisa dilaksanakan karena kebersamaan dan kekompakkan dalam menjaga protokol kesehatan. Sebab, dimasa pagebluk corona ini yang tidak tahu kapan berakhir ini hanya bisa cegah penyebarannya karena mematuhi  prokes. “Semoga kita diberikan kesehatan, pandemi segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik A.H. Sinaga mengatakan AWG 2021 sebagai upaya pemulihan sektor wisata. Saat ini Gresik memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata”Kami apresiasi usaha-usaha pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Gresik. ,”ujar mantan Sekretaris Dishub Gresik ini.

Sementara itu, Kades Sekapuk Abdul Halim menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Setigi meraih juara pertama AWG 2021. Pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Gresik dan juga semuanya atas apresiasi dan juga para pengunjung semua. “Terima kasih atas penganugerahan pada wisata desa kami Sekapuk , semoga dengan semua ini kami makin bisa berinovasi lagi untuk negeri,”kata Halim. (yad)

Pemenang Penghargaan Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021.

Kategori Wisata Alam

Juara 1 Mangrove Hijau Daun Sangkapura
Juara 2 Pantai Delegan
Juara 3 Pantai Selayar Bawean

Kategori Wisata Buatan

Juara 1 Setigi 
Juara 2 Eduwisata Lontar Sewu
Juara 3 Kampung Kreasi Sidokumpul

Kategori Wisata Budaya

Juara 1 Wisata Religi Makam Sunan Giri

Juara 2 Bukit Surowiti
Juara 3 Situs Gosari Wagos

Wisata Religi Makam Sunan Giri, Setigi dan Mangrove Hijau Daun Sangkapura Jawara AWG 2021 Selengkapnya

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis

GRESIK,1minute.id – Sampah masih menjadi problem perkotaan di Kota Santri. Peran serta masyarakat, pegiat lingkungan dan perusahaan sangat penting untuk menjaga lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Antara lain yang dilakukan pegiat lingkungan tergabung di Bank Sampah Gemes Sekardadu Gresik dengan PT Surabaya Mekabox di salah satu hotel di Gresik. 

Nota kesepahaman kerjasama pemanfaatan sampah plastik dan kertas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Rosa Vivien Ratmawati pada Kamis, 3 Juni 2021.

Rosa Vivien Ratmawati memuji Bank Sampah Gresik (Asbag). Asosiasi dipimpin Siti Fitriyah ini oleh Dirjen PSLB3 bisa jadi percontohan pengelolaan sampah di Indonesia.

“Keberadaan bank sampah ini merupakan bagian dari membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Saya berharap Kinerja Bank Sampah Gresik patut dijadikan rujukan bagi bank sampah yang lain,”katanya.

Rosa Vivien Ratnawati mengaku melihat  sendiri aktivitas yang dilakukan oleh Siti Fitriyah.  Ketua Asbag yang juga Pembina Bank Sampah Gemes Sekardadu ini sangat menikmati pekerjaannya. “Hal ini bisa dilihat di medsos yang diunggah mbak fitriyah selalu mengerjakan dengan senyum keikhlasan. Bank sampah ini produktifitasnya sangat menggembirakan,”puji Rosa.

BANK SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Rabu , 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokh Najikh menyatakan sangat mendukung proyek perubahan dari Dirjen PSLB3 KLHK dalam membangun sirkulasi ekonomi melalui tata kelola sampah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat menyelesaikan permasalahan sampah, meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelibatan bank sampah dapat mendorong perwijudan sirkular ekonomi dan pengelolaan sampah di masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurut Gus Yani, pengelolaan bank sampah dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industro daur ulang plastik dan kertas dalam negeri sekaligus mengurangi impor limbah B3. “Terima kasih kepada Dirjen PSLB3 KLHK yang telah memfasilitasi kemitraan dan kerjasama ini. Saya berharap permasalahan pemenuhan bahan baku industri daur ulang dalam negeri dapat teratasi,”harap Gus Yani.

Sebelumnya, Gus Yani menyempatkan melihat langsung kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Di kampung binaan DLH Gresik dan PT Pertamina Lubricant ini, masyarakat memanfaat sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Seperti, vas bunga, damarkurung hingga tempat duduk fashionable. Di kampung juga terdapat kafe cukup membayar dengan sampah plastik atau kertas. Namanya, Kosam (Kopi Sampah). Ngopi Bayar pakai sampah. Tahun lalu, Kosam mengumpulkan 1,34 ton sampah. (yad)

Gandeng Perusahaan, Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekonomis Selengkapnya

Inovasi, Kalaborasi Ubah Kampung jadi Asri dan Instagramable


GRESIK,1minute.id – Cerdas dan penuh inovasi. Pujian itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika melaunching kampung Kreasi dan Ngopi Bayar Pakai Sampah di Kampung Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Rabu, 2 Juni 2021.

“Butuh waktu panjang bisa terwujud harmonisasi antara pemerintah, karang taruna dan perusahaan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Kampung Kreasi dan Ngopi Bayar pakai Sampah di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik ini dirintis sejak 2019. Kampung yang sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor itu terlihat asri.

Setiap rumah terlihat hijau karena tanaman hidroponik. Tembok kampung warna-warni. Jenis tanaman beraneka macam. Antara lain, brokoli dan sawi. Tanaman terlihat segar. Sehingga menjadi kampung wisata yang instagramable.

ASRI : Suasana Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Selasa, 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani -sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani berharap tanaman hidroponik semakin dikembangkan. Diantara menanam timun emas atau melon. Gus Yani meminta karang taruna Kampung Kreasi untuk mengembangkan inovasi ini dilingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga hasil tanaman hidroponik bisa semakin banyak.

“Timun mas dan melon kita coba di OPD. 
Kalo pamen bersama bisa satu truk lebih.,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Bupati Gus Yani optimistis penghijauan metode hidropinik ini bisa berhasil. Sehingga bisa menjawab Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebagai kota industri, banyak polusi bisa dijawab dengan prestasi penghijauan.

KAMPUNG KREASI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga kampung di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Selasa, 2 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Banyak industri, polusi kita jawab dengan prestasi. Kita punya inovasi, teknologi berkembang. Dilahan sempit tetap bisa kita menanam. Bukan kaleng-kaleng lagi,”tegas Bupati Gus Yani. 

“Saya berharap tidak hanya disini saja. Saya tidak malu untuk mencontoh inovasi baik,”tegas Gus Yani dalam sambutannya dihadiri Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Wiwin Arodawanti, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan perwakilan Kodim 0817 Gresik dan PT Pertamina Lubrican dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokh Najikh. (yad)

Inovasi, Kalaborasi Ubah Kampung jadi Asri dan Instagramable Selengkapnya

Kali Pertama, Bupati Lantik 29 Pejabat Fungsional, Ingatkan Baju dan Jabatan yang Disandang

GRESIK,1minute.id- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik sebanyak 29 aparatur sipil negara sebagai pejabat fungsional pada Jumat, 28 Mei 2021.

Pelantikan puluhan abdi negara empat organisasi perangkat daerah (OPD) digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Pelantikan ASN ini kali pertama masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sejak dilantik sebagai Bupati-Wabup Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021 itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu meminta kepada ASN yang akan dilantik dan diambil sumpah untuk untuk menghormati baju dan jabatan yang disandang.

Petugas satpol PP misalnya, bekerjalah yang baik. Jangan sampai memalukan korp pada baju yang disandangnya. “Juga untuk pengawas sekolah, auditur dan beberapa jabatan lain agar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Pelantikan dan pengambilan sumpah 29 pejabat fungsional dihadiri Wabup Gresik Aminatun Habibah, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka yang dilantik itu adalah pejabat fungsional di Satuan Polisi Pamong Praja 15 orang ; Auditur pratama seb 9 orang; fungsional tehnik Tata Bangunan dan Perumahan 4 orang dan Pengawas Sekolah Ahli Pratama 1 orang.

Setelah dilantik, lanjut Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani, hendaknya punya semangat baru. Jangan sampai setelah dilantik anda justru hanya santai-santai aja kerjaannya.

“Saat ini masih situasi pandemi entah sampai kapan berakhir. Masyarakat sangat butuh anda untuk meningkatkan kesejahteraannya. Ucapan yang anda ikrarkan saat sumpah jabatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara sangat ditunggu masyarakat,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.(yad)

Kali Pertama, Bupati Lantik 29 Pejabat Fungsional, Ingatkan Baju dan Jabatan yang Disandang Selengkapnya

Era Anak Muda Berkarakter, Idealis Membangun Gresik, Pesan Bupati kepada Finalis Cak dan Yuk

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 14 pasangan Cak dan Yuk Gresik sowan ke Bupati Gresik pada Jumat, 28 Mei 2021. Mereka adalah finalis calon duta wisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Para finalis ini diterima di Ruang Graita Eka Praja lantai 2 Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Para finalis ini hasil dari seleksi 100 peserta. Mereka akan unjuk gigi di malam Grand Final pekan depan.

Para finalis ini tidak sekadar cantik dan tampan. Tapi, mereka ini dianggap memiliki brain ; beauty dan behavior (3B).

Bupati Gresik Fandi Fandi Akhmad Yani menyakatakan kebanggannya kepada para finalis Cak dan Yuk. Dia mengatakan bahwa hal ini sebagai bagian dari kaderisasi.

“Jangan anda merasa terlalu muda untuk membangun daerah. Kali ini memang era-nya orang muda. Tapi orang muda yang saya maksud bukan orang muda yang kaleng-kaleng. Kami berharap orang muda yang ada dihadapan saya ini adalah kaum milenial yang punya karakter dan idealis,”kata Bupati milenial ini.

Bupati termuda di Pemkab Gresik ini meminta kepada panitia  setelah juara para duta wisata Gresik ini mendapat apresiasi lebih dari Pemerintah. Misalnya dalam hal pekerjaan atau semacam beasiswa untuk keberlanjutan pendidikannya. Mengingat para finalis cak yuk ini rata-rata adalah pelajar dan mahasiswa.

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani, berharap melalui Cak-Yuk ini akan lahir pemuda berkualitas, berinovasi dan penuh kreativitas.  “Anda tak hanya cantik dan ganteng, tapi anda harus menjadi agen perubahan. Anda juga harus berubah agar tak tergilas zaman. Anda terpilih sebagai finalis Cak – Yuk, tentu anda punya bakat dan talenta lain. Semoga anda bisa saling mengasah diri sehingga nantinya anda bakal menjadi orang-orang yang bermanfaat tak hanya untuk kabupaten Gresik namun untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia,”harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah  meminta kepada seluruh finalis dan pemenang Cak Yuk Gresik 2021 ini untuk membranding berbagai hal tentang Gresik. 

“Banyak hal yang ada di Gresik bisa ditonjolkan ke masyarakat. Misalnya beberapa tempat wisata baru. Bisa anda kemas dalam satu paket dengan wisata religi Makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Di Gresik juga ada pasar tanaman hias tropis yang harganya termurah di Indonesia,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Kepala Disbudpar Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, setelah beraudiensi dengan Bupati Gresik para finalis akan menjalani masa karantina.

“Mereka harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Saat tampil pada Grand Final nanti, banyak hal yang ditanyakan tentang Gresik dan Pemerintahan Kabupaten Gresik. Semoga mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini,”kata Sinaga. (yad)

Era Anak Muda Berkarakter, Idealis Membangun Gresik, Pesan Bupati kepada Finalis Cak dan Yuk Selengkapnya

Ridwan Hisjam : Selama Belum Digedok ada Kesempatan Memperjuangan Pembangunan Smelter Tetap di Gresik


GRESIK,1minute.id – Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dan anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam serta pengurus DPD Partai Golkar Gresik berkunjung ke kediaman Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Mereka datang membawa misi khusus. Selain menyerukan dukungan menyukseskan Program Nawa Karsa Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, juga memperjuangkan proyek nasional di wilayah Jawa Timur. Salah satunya pembangunan Smelter di wilayah Kecamatan Manyar, Gresik. 

Menurut Ridwan Hisjam, rencana pembangunan Smelter di Gresik sudah cukup lama. Bahkan proses pembangunan sudah dilakukan. Meski, sampai saat ini tersendat karena persoalan ekonomi akibat pandemi corona.

Keterlambatan proyek tersebut, tambahnya, muncul upaya dari sejumlah orang  berusaha menggeser dan memindah pembangunan smelter ke wilayah Halmahera, Maluku Utara. “Salah satu pembicaraan dengan Bupati Gresik adalah mempertahankan proyek tersebut. Karena keberadaan Smelter di Gresik mampu menyerap 10 ribu tenaga kerja,”ujar anggota Komisi VII DPR RI itu usai silaturahmi kepada wartawan.

Mantan Ketua DPW Partai Golkar Jatim menambahkan, pihaknya terus berupaya mempertahankan pembangunam Smelter di Gresik karena memiliki dampak positif luar biasa bagi Gresik dan Jawa Timur.  Multiplier Effect dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. “Semuanya akan berdampak pada masyarakat Gresik dan sekitarnya,” katanya. 

Sampai saat ini, komisinya terus memperjuangan persoalan itu. Meski harus melawan tokoh yang berniat memindahkan ke tempat lain. “Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Freeport agar tetap mempertahankan di Gresik. Karena itu telah dirintas lama sejak saya menjadi Ketua DPRD Jatim periode 2004 – 2009,”ungkapnya. 

Ridwan Hisjam optimistis pembangunan smelter tetap di Gresik. “Selama belum di kedok, masih ada kesempatan memperjuangan hal itu. Di Gresik sendiri lahannya sudah siap, semua draf kerja juga berjalan. Sementara di daerah lain belum ada apa-apa,”katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kedatangan tokoh Partai Golkar bertujuan mendukung semua program pemerintah kabupaten Gresik. Terkait Smelter, tambah Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani, pihaknya telah meminta dukungan semua pihak. Mulai dari Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, DPR RI supaya Smelter tetap dibangun di Gresik. “Karena harapan kami ada manfaat bagi masyarakat,”kata Gus Yani. (yad)

Ridwan Hisjam : Selama Belum Digedok ada Kesempatan Memperjuangan Pembangunan Smelter Tetap di Gresik Selengkapnya

Taat Prokes, Haul Siti Fatimah Binti Maimun Khidmat

GRESIK, 1minute.id – Haul Siti Fatimah binti Maimun berlangsung khidmat pada Kamis, 27 Mei 2021. Pandemi Covid-19 membuat panitia membatasi jamaah. Yakni, khusus warga Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.

Haul digelar dua sesi untuk menjaga protokol kesehatan. Yakni pagi untuk kaum Adam yang dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dan, sesi kedua dimulai badal Duhur untuk kaum hawa dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Dua sesi acara diawasi secara ketat oleh Satgas Covid-19.  

Kehadiran aparat gabungan terdiri dari TNI, Polri, Trantib dan Tenaga kesehatan untuk memastikan jamaah yang akan mendoakan salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa menjalankan  protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Petugas juga melakukan pemeriksaan suhu badan jamaah menggunakan thermo gun.

Siti Fatimah bintin Maimun, salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Siti Fatimah-dikenal dengan sebutan-Putri Retno Suwari lahir di Malaka pada 1064 masehi. Ayahnya bernama Maimun bergelar Sultan Mahmud Syah Alam berasal dari Iran. Sedangkan ibunya bernama Siti Aminah berasal dari Aceh.

Siti Fatimah tiba di tanah Jawa pada 1081 masehi. Saat itu masih berusia 17 tahun. Baru setahun menyebarkan agama Islam wabah penyakit menyerang kawasan Leran dan sekitarnya. Siti Fatimah wafat pada 7 Rajab 475 hijriah atau 2 Desember 1082 masehi diusia 18 tahun.

Konon, makam Siti Fatimah binti Maimun atau dikenal kuburan panjang di Desa Leran ini baru ditemukan 4 Abad kemudian. Haul Siti Fatimah binti Maimun diambil dari ditemukannya makam tersebut pada 15 syawal atau 15 hari hari Raya Idul Fitri.

Kepala Desa Leran Abdul Mannan mengatakan pandemi corona belum berakhir. “Saya mohon maaf bilamana tahun ini diselenggarakan dengan berbagai pembatasan. “Kalau sebelum pandemi bisa dihadiri 2 ribu  jamaah, namun sekarang hanya 200  jamaah laki-laki dan 200 orang jamaah perempuan,”terang Abdul Mannan yang juga Ketua Panitia Haul Siti Fatimah binti Maimun ini.

Ia mengajak masyarakat Desa Leran mendukung ikhtiar pemerintah dalam menyudahi pandemi Covid-19 ini.

Sementara Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mewakili Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dilokasi ketika memimpin pengawasan mengatakan, disiplin prokes tidak boleh ditawar-tawar. “Pandemi Covid-19 masih menyelimuti, virus corona nyata-nyata masih ada di sekitar kita. Maka dari itu kami minta masyarakat disiplin mematuhi 5 M, sebagai upaya mencegah penularan corona,”kata Iptu Bima Sakti.

Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas diyakini ampuh menghindari paparan virus corona. Alumni Akpol 2013 tersebut mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. “Agar pandemi segera berlalu, kehidupan kembali normal seperti sedia kala,”katanya. (yad)

Taat Prokes, Haul Siti Fatimah Binti Maimun Khidmat Selengkapnya

Akbar Tanjung Instruksikan Pengurus dan Simpatisan Partai Golkar Dukung Nawa Karsa Bupati Gresik

GRESIK,1minute.id – Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung beranjangsana ke kediaman Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Kamis, 27 Mei 2021.

Silaturahmi pendiri partai beringin ini untuk memberikan dukungan program Nawa Karsa Bupati Fandi Akhmad Yani. Mantan Ketua DPP Partai Golkar itu meminta pengurus dan simpatisan partai beringin untuk menyukseskan program Nawa Karsa pemerintahan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Kita beri dukungan kepada beliau menjadi Bupati, menyejahterakan rakyat di Gresik. Golkar memiliki cita-cita mensukseskan pembangunan, pengamalan Pancasila Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”ucap Akbar Tanjung saat memberikan sambutan. 

Mantan Ketua DPR RI itu mengingatkan lagi pengurus partai tentang paradigma baru Partai Golkar. Dalam mensukseskan program pembangunan yang berdasarkan Pancasila. “Dukung sukseskan beliau sebagai bupati,” tambahnya.

Silaturahmi dengan Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar Akbar Tandjung  ini juga dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam, serta para pengurus DPD Partai Golkar Gresik.

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menambahkan, dukungan partai Golkar kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak berbeda sebelumnya. “Saya harapkan teman-teman dukungan bupati tidak dibedakan-bedakan,”kata mantan Ketua DPW Partai Golkar Jatim itu. “Golkar herus mengawal, agar pembangunan bisa berjalan tepat,”imbuhnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terimakasih atas dukungan dari para tokoh. Khususnya sumbangsih pemikiran tentang strategi pembangunan birokrasi, komunikasi politik dan pengalaman lainnya. 

Tantangan pembangunan di masa pandemi ini tentu tidak mudah. Berbagai inovasi dan strategi pembangunan tidak hanya menuntut ketepatan waktu. Masa pandemi Covid-19 serba cepat dan tidak pasti. Sehingga, perlu strategi khusus menekankan pada efektivitas pembangunan.  “Kita belajar banyak dari beliau-belkau yang hadir memberikan dukungan agar Gresik kedepan lebih bermanfaat bagi masyarakat ,”katanya. (yad)

Akbar Tanjung Instruksikan Pengurus dan Simpatisan Partai Golkar Dukung Nawa Karsa Bupati Gresik Selengkapnya

Sambut Bonus Demografi, Gresik Jagoan Dorong Start-up untuk Milenial

GRESIK,1minute.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan populasi generasi milenial di kabupaten Gresik mencapai 32,6 persen atau 432.821 orang. 

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, jumlah generasi milenial yang besar tersebut membutuhkan pengelolaan dan pendekatan kebijakan yang tepat.

“Sehingga bisa menjadi bonus demografi dan bukan menjadi bencana demografi,”kata Wabup Aminatun Habibah ketika membuka Focus Grup Discussion Gresik Jagoan yang mengambil tema Start-up Gresik Bangkit bersama Gresik Jagoan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro pada Selasa, 25 Mei 2022.

Selain Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah, FGD digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan. Ada empat narasumber dalam FGD yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  lewat zoom video ini.

KOMITMEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang sedang dinas luar menyempatkan hadir melalui video zoom kepada peserta FGD di Gedung WEP pada Selasa, 25 Mei 2021

Empat pembicara dan narasumber yaitu, Founder/CEO Of Sekarves Indonesia dan Assessor for Indonesia Creative City Network Tyas Ajeng Nastiti ; Co Founder PT. Monura Putra Nelayan Gresik Alfina ; Dosen FEB Unair Surabaya Gigih Prihantono dan Owner Geprek Mang Soetta Dhimas Arya Putra. 

Bu Min melanjutkan, pengelolaan dan kebijakan yang tepat diharapkan mampu mendorong penurunan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik yang saat ini sebesar 8,21 persen.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ada peningkatan investasi untuk industrialisasi serta UKM. Kebijakan yang inovatif dan strategis merupakan salah satu cara untuk mendorong minat generasi millenial untuk berwirausaha,”tegasnya.

Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengutip  pendapat salah seorang pemilik star-Up terkemuka yang menyatakan  Ekonomi akan maju bila banyak masyarakatnya yang berwirausaha.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik Nuri Mardiana mensmbahkan tujuan kegiatan FGD, Start-up Gresik Bangkit bersama Gresik Jagoan merupakan program pemberdayaan dan pengembangan wirausaha pemuda. Gresik Jagoan adalah jaringan komunitas anak muda berwirausaha.

Sebelumnya, FGD dengan para wirausaha milenial, Dispora mengundang para stakeholder dan pemangku kepentingan dari unsur lembaga pendidikan, perguruan tinggi, pondok pesantren, perbankan dan perusahaan.  (yad)

Sambut Bonus Demografi, Gresik Jagoan Dorong Start-up untuk Milenial Selengkapnya