Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar


GRESIK,1minute.id – Kebiasaan Dwi Dery Sigit tidak boleh di tiru siapa pun. Sebab, kelakuan pemuda 25 tahun itu bertentangan dengan kaidah hukum yang ada di Indonesia. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. 

Hampir tiga bulan terakhir, pemuda asal Kecamatan Kedamean, Gresik ini kecanduan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, Dwi sampai menyimpan barang haram itu dalam grenjeng atau alumuniam foil dalam bungkus rokok untuk menyamarkan endusan polisi.

Namun, sepandai-pandai Dwi Dery Sigit menyembunyikan, polisi tetap bisa mengendusnya.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan pelaku ditangkap dikampung halamannya Jalan Balongjerambah, Desa/Kedamaean,”kata Akp Hery pada Minggu, 21 Maret 2021.

Barang bukti sabu-sabu, tambahnya, disimpan dalam bungkus rokok kemudian dimasukkan dalam saku celana tersangka. “Barang itu hendak dikonsumsi. Tapi, anggota menangkapnya lebih dulu,”kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Selain mengamankan satu poket SS, juga mengamankan satu unit seluler warna hitam sebagai barang bukti. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka Dwi dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)  UU  35/ 2009 tentang Narkotika diancam paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Kolaborasi melawan pandemi untuk Indonesia sehat di halaman Mapolres Gresik pada Senin,15 Maret 2021. Apel dalam rangka untuk penanggulngan penyebaran pegebluk coronavirus disease 2019 ini terasa istimewa.

Sebab, pimpinan apel adalah tiga pilar sekaligus. Tiga pilar itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Peserta apel adalah anggota Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Tenaga Kesehatan (nakes) Dinas Kesehatan Gresik.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk melawan pandemi menuju Indonesia sehat.

Selain itu, mendukung pencanangan pemerintah Pusat sampai daerah sebagai langkah ikhtiar kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid 19. “Vaksinasi tersebut aman dan halal serta tidak memiliki efek samping bagi penggunanya.

TIGA PILAR : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin apel kalaborasi untuk Indonesia Sehat di Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021 ( foto : istimewah)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan kebersamaan dan kekompakan menjadi kekuatan kita bersama dalam mendukung vaksinasi nasional sebagai upaya bersama-sama untuk melawan penyebaran Covid-19.

Usai apel kalaboraksi (Kalaborasi melawan Pandemi untuk Indonesia Sehat) ini dilakukan pengibaran bendera raksasa dan kata Sehat yang dilakukan puluhan anggota Polres Gresik ini. 

Usai melakukan apel, peserta apel bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan vaksinasi tahap dua. Sebanyak 825 orang yang mendapatkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu. (*)

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa Selengkapnya

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik


GRESIK,1minute.id – Para finalis lomba baca berita PWI Gresik mendapatkan pengalaman baru pada Rabu, 10 Maret 2021.Selama 4 jam lebih, enam finalis itu bisa melihat lebih dekat kinerja polisi yang berkantor di Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik.

Selain melihat sarana dan fasilitas yang ada di gedung baru berkonsep smart building korp ⁵Bhayangkara berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. Para pelajar jenjang SMP dan SMA di

Gresik mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama Kapolres GresikAKBP Arief Fitrianto. Mereka  juga mendapatkan penjelasan tugas pokok dan fungsi dari berbagai unsur pelaksana tugas kepolisian.

Mulai dari Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reeserse Kriminal. Termasuk layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Jasmin Keysha, siswi SMA Negeri 1 Gresik menanyakan tentang inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian. Remaja yang masih duduk dibangku kelas XI itu menyampaikan, bahwa  tantangan modernisasi tentu membuat pihak kepolisian dituntut untuk lebih inovatif melakukan tugas-tugasnya.

“Apakah ada batasan bagi para anggota Polisi untuk terus berkarya,”tanya remaja 16 tahun itu.
Alumnus Akpol 2001 pun menjawab bahwa anggota polisi wajib menjadi Pelopor bagi masyarakat. “Kita tidak pernah melarang anggota untuk berkreasi dalam bertugas. Selama hal itu menjaga nama baik, harga diri dan kehormatan institusi,” jelas perwira dengan dua balok dipundak itu.

Mantan Kapolres Ponorogo itu mencontohkan tugas Satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat). “Pesan-pesan Kamtibmas kami bikin dalam bentuk konten yang menarik dan humanis,” jelasnya. 

Misalnya, membuat video ilustrasi saat menggelar razia lalu lintas. “Biasanya, banyak warga yang memilih putar balik,”candanya. “Nah, dalam konten tersebut kami sampaikan syarat-syarat apa saja yang harus dimiliki saat mengendarai kendaraan bermotor,”jelasnya

Termasuk, beberapa penanganan saat mengatasi sebaran pandemi Covid-19. “Kami juga menyadara bahwa pandemi ini memukul semua sektor. Sehingga pendekatan humanis juga dikedepankan,” jelasnya. 

Mulai dari membagikan masker, memberikan himbauan, bahkan melakukan rapid test di tempat saat menggelar operasi yustisi. “Baru, bagi masyarakat yang masih membandel, tentu penanganan sanksi yang lebih serius. Sesuai arahan Satgas Covid-19,” paparnya.

Irsyad Maulana, pelajar asal SMA Negeri 1 Kebomas pun terinspirasi menekuni karir di kepolisian. “Syarat apa saja yang harus dipersiapkan?”tanya siswa kelas XI itu.

AKBP Arief Fitrianto pun bercerita tentang perjalanannya menjadi orang nomor satu di Polres Gresik. “Semua berkat semangat dan usaha pribadi. Dan yang paling penting restu dan doa dari para orang tua,” jelasnya.

⁸Sebagai anak petani dengan ekonomi sederhana, justru menjadi semangat untuk Arief membahagiakan keluarga. “Aku iki anake wong ndeso. Anak petani dari Pati Jawa Tengah saja bisa seperti ini. Kalian sebagai pelajar dari Gresik punya potensi untuk lebih berprestasi. Terus semangat ya,” pesannya.

Saat masih usia pelajar dulu, lanjut Arief, pergaulan yang tepat salah satu kunci meraih sukses. “Kenakalan dan pergaulan bebas saat ini menjadi tantangan paling berat bagi anak muda,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak dibawah umur yang harus berurusan dengan hukum. Tentunya, akan menghambat prestasi dan karir dimasa mendatang. “Maka, berkumpulah dengan orang-orang yang tepat untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” pungkasnya. (*)

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik Selengkapnya

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Manyar menguak misteri hilangnya Nabhani Yusuf. Pemuda 27 tahun yang sempat dikabarkan hilang diduga korban penculikan di jalan tembus Telegadowo, Bukit Kapur Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Polisi menemukan Yusuf di Kumitir, Banyuwangi. Lajang asal Desa Suci, Kecamatan Manyar itu dalam kondisi sehat. “Tidak ada sedikit pun luka di tubuhnya,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar pada Kamis, 4 Maret 2021.

Selain kondisi fisik lajang 27 tahun yang diperiksa. Polisi juga melakukan pengecekan kesehatan hingga tes urine untuk memastikan bebas narkoba. “Rapid test antigen negatif, urine juga negatif,”tegas perwira dua balok di pundak itu.

Lalu motif apa Yusuf menghilang? Sumber di kepolisian menyebutkan, Nabhani Yusuf bukan kali pertama kabur dari rumahnya. Pemuda bertubuh ramping itu pernah minggat selama 2 tahun diduga karena urusan asmara. 

Yusuf juga pernah pergi diam-diam ketika mendapatkan tekanan berat pekerjaan sebagai awal kapal. Dan, kali terakhir pada Senin, 1 Maret 2021. Yusuf meninggalkan sepeda motor Honda Vario W 6362 JU di jalan tembus Tlogodowo lengkap dengan kunci dan helmnya, karena tekanan keuangan dari kelompoknya.

Yusuf ditengarai keliru membuat laporan keuangan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Manyar. Yusuf mencatat laporan keuangan itu sebesar Rp 7 juta. Seharusnya, dicatat Rp 17 juta. Sehingga ada sisa keuangan yang belum dilaporkan senilai Rp 10 juta.

Anggota Gapoktan terus mengejar Yusuf meski sejatinya, uang tersebut masih tersimpan direkeningnya. Yusuf memilih kabur daripada menjelaskan kepada anggota gapoktan itu.

Keluarga kelabakan kemudian melapor hilang ke Polsek Manyar. Raibnya, Yusuf membuat geger jagat maya atawa media sosial (medsos). Berbagai versi muncul. Antara lain, Yusuf diculik orang tidak dikenal.

Hasil penelisikan anggota reskrim Polsek Manyar dengan menginterogasi sejumlah saksi, yakni keluarga dan rekan Yusuf mengarah korban hilang karena ada permasalahan dengan rekan kerjanya, di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

“Dan, korban bukan kali ini saja menghilang atau lari dari permasalahan,”tegas Iptu Bima. Akan tetapi, tambahnya, korban Yusuf tidak merencanakan aksi menghilangnya itu. Saat kejadian, Yusuf memarkir motor, kunci kontak dan helm di kawasan yang jauh dari penduduk itu. 

Yusuf yang kalut itu kemudian jalan kaki hingga depan Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dia kemudian naik angkutan umum turun di Terminal Yosowilangun, Surabaya. Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Malang kemudian menuju Banyuwangi dengan naik bus. “Korban membawa bekal uang Rp 400 ribu,”jelas Bima.

Tujuan ke Banyuwangi untuk menemui teman lamanya. Tapi, tidak ketemu kemudian menghubungi keluargannya. “Anggota yang mendapatkan informasi itu langsung menjemput Yusuf,”tegas Iptu Bima. Korban Nabhan Yusuf mengaku kondisinya tertekan. Namun, Yusuf mengakui keteledorannya itu. “Saya menyesal pak. Tidak akan saya ulangi. Saya akan hadapi persoalan. Tidak akan menghilang lagi,”kata Yusuf. (*)

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya Selengkapnya

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor


GRESIK,1minute.id – Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk polisi. Dou pelaku spesialis motor matik adalah Riskillah, 37, warga Jalan Mirah, Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar dan Purnomo Wahyudi, 31, asal Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan penangkapan pelaku curanmor tersebut bermula kecurigaan gerak-gerik Riskillah ketika berada di Alun-alun Gresik. Wajah Riski-sapaan-Riskillah sudah familiar di mata anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Gresik Kota.

Pada 2018, Riski ditangkap karena mencuri sepeda motor. Namun, anak buah Inggit tidak langsung menangkapnya. Sebab, target operasi berusia 37 tahun itu belum melakukan aksi pencurian sepeda motor. “TO seperti sedang mencari sasaran,”kata AKP Inggit pada Rabu, 3 Maret 2021.

Namun, anggota Reskrim Polsek Gresik Kota terus mengawasi aktivitas residivis mengaku asal Jalan Mirah, PPS yang indekos di Desa/Kecamatan Duduksampeyan hingga ke kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Di kompleks perumahan itu, Riski berganti pasangan. Dia bersama pemuda belakangan diketahui bernama Purnomo Wahyudi.

Polisi yang khawatir target operasi kabur kemudian menghentikan langkah Purnomo, pemuda pengangguran berusia 31 tahun. “Ketika diintrogasi Purnomo mengaku pernah mencuri motor di Desa Yosowilangun, Manyar bersama Riski,”kata Inggit.

Pengakuan Purnomo itu membuat Riski tidak bisa mengelak. Mati kutu. Apalagi, polisi menemukan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio kelir hitam nopol W 4319 BM, satu lembar STNK dan BPKB milik korbannya.

Riski dan Purnomo, ditengarai berulangkali beraksi pascabebas dari tahanan. Namun, mereka merevolusi modus operandi. Sebelumnya, mereka berbuah selalu membawa kunci berbentuk huruf T. “Sekarang modusnya mencari motor matik yang tidak di kunci setir,”terang Inggit.

Motor lalu di dorong kemudian menyalakan motor hasil curian dengan menyambungkan aliran kabel hingga mesin menyala. Kemudian mereka menduplikasikan kunci motor ke tukang kunci. “Pengakuan tersangka, modus baru itu bisa meningkatkan harga jual motor curian,”jelas Inggit. (*)

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor Selengkapnya

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur).  Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.

“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.

Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.

“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.

Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya Selengkapnya

Gara-gara Motor Nyemplung Tambak, Pemuda asal Sidoarjo Ditahan. Simak Penjelasan Bima Sakti

GRESIK,1minute.id –  Prilaku Budi Sugiantono ngawur. Sebab, lelaki 37 tahun itu mengendarai motor dalam kondisi fly. Untungnya, pengendara motor tinggal di Desa Sambisari, Kecamatan Taman, Sidoarjo tidak sampai mencelakakan orang lain.

Tapi, terjun bebas ke areal tambak seorang warga di Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Gresik. Budi selamat. Namun, pemuda kelahiran Desa Patemon, Tanggul, Jember dijebloskan ke hotel prodeo Polsek Manyar. Loh kok bisa ? 

Jangan berburuk sangka dulu, polisi menggiring Budi Sugiantono ke tahanan karena polisi menemukan dua poket sabu-sabu. Masing-masing berat kotor 0,31 gram dan 0,26 gram beserta timbangan, dan alat hisab sabu-sabu.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan awal mula kedok Budi Sugiantono terbongkar ketika motor Honda Beat nopol L 4686 K terperosok masuk area tambak seorang warga di Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar pada Sabtu, 20 Februari 2021.

“Masyarakat setempat mencoba menolongnya. Tapi, dia malah ngomong ngelantur. Masyarakat pun curiga melaporkan ke polisi,”ujar Iptu Bima Sakti pada Rabu, 24 Februari 2021. 

Siang itu, Kanit Reskrim Ipda Ekwan Hudin bersama anggota sedang patroli di sekitar lokasi terceburnya motor Budi itu. Ekwan pun curiga melihat prilaku Budi tersebut. Budi ditengarai mengonsumi narkoba. Budi menjalani tes urine. “Hasilnya positif. Budi pun mengakui baru memakai sabu-sabu,”terang mantan Kasatreskrim Polres Trenggalek itu.

Berdasarkan hasil tes urine dan pengakuan polisi mengkeler Budi kerumahnya di Kav. Selatan No.06 Gang perintis Dusun Sambibulu, Desa Sambisari, Taman, Sidoarjo. Bersama perangkat dusun setempat, dilakukan penggeladahan rumahnya. 

Dalam penggedahan itu, ditemukan dua poket sabu-sabu, timbangan dan peralatan nyabu. “Satu poket berat kotor 0,26 gram disembunyikan bekas bungkus vitamin C dan disimpan di lemari pakaian,”terang perwira dua balok di pundak itu.

Barang bukti disita polisi. Budi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polsek Manyar. “Tidak ada ruang bagi budak Narkoba diwilayah hukum Polsek Manyar,”tegasnya. (*)

Gara-gara Motor Nyemplung Tambak, Pemuda asal Sidoarjo Ditahan. Simak Penjelasan Bima Sakti Selengkapnya

Gelap Mata, Pilih Smartphone Daripada Suguhan Secangkir Kopi

GRESIK,1minute.id – Suguhan secangkir kopi belum membuat Arifin merasa nikmat. Lelaki 43 tahun asal Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Gresik itu malah tergiur gawai Vivo Y-30 milik juragannya, Arief Rachman, 46, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean.

Belum sempat menikmati hasil kejahatan anggota Polsek Kedamean menjemput Arifin yang sedang leyeh-leyeh dirumahnya, Desa Karangandong, Driyorejo. 

Informasi yang dihimpun Minggu, 21 Februari 2021 pukul 19.00 Arifin mendatangi rumah juragannya, Arief Rachman di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean. Kedatangan tamu, korban Arief menyambut suka cita. Arief lalu menyuguhkan segelas kopi kepada Arifin, anak buahnya itu.

Mereka bercengkrama gayeng. Arief tidak menduga Arifin memiliki niat jahat. Sebuah gawai merek Vivo Y-30 ditaruh di kursi panjang di teras depan rumahnya. Korban Arief lalu masuk ke dalam rumah. Melihat ada gawai tergeletak Arifin gelap mata. Smartphone milik juragannya itu lalu dimasukkan saku celana. Arifin kemudian pamit.

Arief Rachman celingukan mencari gawainya. Dia lalu melihat kamera pengintai di teras rumahnya. Korban Arief melihat jelas pelaku Arifin yang mengambilnya. Beberapa kali korban Arief menghubungi anak buahnya itu agar mengembalikan gawainya. Akan tetapi, telepon Arief tidak direspon oleh Arifin.

Korban Arief Rachman akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi. Anggota Polsek Kedamean bergerak mendatangi rumah Arifin. 
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Kedamean AKP Ali Syaiful mengatakan kasus pencurian itu terbongkar setelah sang majikan membuka rekaman CCTV di atap rumahnya.

“Pelaku malam itu langsung menjual smarphone ke seorang penadah seharga Rp 500 ribu,” kata Ali Syaiful pada Rabu, 24 Februari 2021. Setelah melego smartphone hasil curian terduga pelaku Arifin pulang rumahnya di Desa Karangandong, Driyorejo.

Penadah hasil curian kemudian menjual lagi ke konter handphone di Driyorejo. “Smarphone kami sita dari konter, tersangka pencurian kami tahan,”tegas Ali Syaiful. (*)

Gelap Mata, Pilih Smartphone Daripada Suguhan Secangkir Kopi Selengkapnya

Kapolres Gresik Wajibkan Anggota Jalani Tes Urine


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memwarning anggota untuk tidak main-main dengan narkoba. Sanksi cukup berat yakni pidana hingga pemecatan. 

Untuk memastikan anggota bersih dari narkoba Polres Gresik melakukan tes urine kepada seluruh anggota di ruang Dokes lantai 1 Gedung utama Polres Gresik pada Senin, 22 Februari 2021.

Tes urine sebagai langkah preventif mencegah penyalagunaan narkoba di tubuh anggota Polri. Tes urine anggota ini dipantau langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Tampak hadir Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kasi Propam Ipda Suharto dan Paurkes Polres Gresik Ipda Sugioto.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengetakan semua anggota Polres Gresik wajib menjalani tes urine ini. Tujuannya. agar anggota tetap menjaga kesehatan dan tidak sekali-kali mencoba menggunakan Narkoba.
“Kegiatan tes urine seperti ini akan dilakukan secara rutin dan mendadak,”tegas alumnus Akpol 2001 ini. Ia menambahkan akan terus lakukan sidak dan cek urine terhadap anggota Polres. 

“Anggota Polres Gresik Hal ini menunjukkan bahwa Polres Gresik harus siap menjalani tes urine kapanpun. Kita harus menjadi contoh dan teladan buat masyarakat,”tegasnya. 

Untuk diketahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Wibowo telah mewarning seluruh anggota Polri untuk melakukan penyalagunaan narkoba. Kapolri tidak memberikan toleransi kepada personel yang penyalahgunaan narkoba atau terlibat langsung dalam peredaran narkoba dengan cara memberikan tindakan tegas berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Kapolres Gresik Wajibkan Anggota Jalani Tes Urine Selengkapnya

Pemerintah Perpanjang PPKM Skala Mikro, Bagaimana dengan Jawa Timur?

GRESIK,1minute.id – Jumlah pasien konfirmasi Covid-19 menjalani isolasi mandiri dan perawatan di rumah sakit di Gresik terus berkurang. Bila awal Februari 2021 berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Gresik mencapai 319 kasus. Hari ini, Minggu, 21 Februari 2021 tersisa 121 kasus. 

Artinya kurun waktu 21 hari, berkurang 198 kasus atau 9 – 10 kasus per harinya. Namun, masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik tetap harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena pagebluk coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum berakhir. 

Masih merujuk data Satgas Covid-19 Gresik, Minggu hari ini, 21 Februari 2021 terjadi penambahan 9 kasus baru terakumulasi menjadi 5.069 kasus. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 19 menjadi 4.609 kasus. Jumlah meninggal terkonfirmasi Corona bertambah 1 menjadi 339 kasus. 

Kondisi itu, membuat pemerintah belum mengendurkan kebijakan pencegahan penularan virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dilansir dari detikcom resmi memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

PPKM Mikro pertama berakhir Senin besok, 22 Februari 2021. Apakah Jawa Timur setali tiga uang dengan kebijakan pemerintah pusat memperpanjang PPKM Mikro jilid II akan diputuskan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Sementara itu, anggota Satlantas Polres Gresik semakin masif mengajak pengguna jalan untuk mematuhi prokes. Kegiatan kampanye dan sosialisasi tersebut digelar di 5 titik lokasi. Antara lain,  Pos Lantas Tangguh Semeru Polres Gresik, Simpang 4 Segoromadu, Simpang 4 Kebomas, Simpang 4 Sidomoro, dan Simpang 5 Sukorame.

Kegiatan itu dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto pada Minggu. 21 Februari 2021. Sasaran kegiatan adalah masyarakat atau pengguna jalan yang melintasi di 5 titik lokasi tersebut.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya, pembagian nasi bungkus diberikan kepada ojek online, sopir angkutan umum dan masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Serta pembagian jeruk nipis sebagai salah satu vitamin C secara alami untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Lantas AKP Yanto Mulyanto mengatakan Pos Lantas diubah tampilan dan ditambah fungsinya selain untuk memantau arus lalu lintas juga untuk memantau kepatuhan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan. “Sekaligus sebagi media Polri dalam edukasi masyarakat untuk menerapkan 5M mendukung PPKM skala Mikro yang berlaku diwilayah Kabupaten Gresik,”kata AKP Yanto Mulyanto. (*)

Pemerintah Perpanjang PPKM Skala Mikro, Bagaimana dengan Jawa Timur? Selengkapnya