Polres Gresik Siagakan 660 Personil, Bentuk Satgas Anti Politik Uang untuk Amankan Pemilu 2024

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Operasi Mantap Brata Semeru 2023/2024 di halaman Mapolres Gresik pada Senin,17 Oktober 2023. Apel dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 ini diikuti oleh 660 personel Polres Gresik.  Operasi Mantap Brata Semeru guna mengamankan seluruh tahapan Pemilu 2024. Pemilu Legislatif, Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur sampai Pemilihan Bupati ini digelar selama 222 hari, mulai 19 Oktober 2023 sampai 20 Oktober 2024.

Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra yang didaulat sebagai pimpin apel dan di ikuti Forkopimda, PJU, Kapolsek Jajaran dan tamu undangan ini. Dalam sambutannya, Kompol Erika Purwana Putra menjelaskan terkait tindak pidana pemilu, Polres Gresik melakukan koordinasi dan kolaborasi antarpilar sentra gakkumdu, agar penanganan pelanggaran serta penyelesaian tindak pidana pemilu dapat dilakukan secara profesional serta transparan, sehingga mendapatkan legitimasi dari masyarakat

“Apabila nantinya terdapat situasi bencana alam di suatu daerah seperti contohnya mempersiapkan fasilitas pencoblosan di lokasi pengungsian,” ucap mantan Waka Polres Jombang itu. “Dengan mengoptimalkan preventive strike agar pelaku teror berhasil ditangkap sebelum melancarkan aksinya, sehingga kita bisa memastikan tidak ada letupan sekecil apapun pada pemilu 2024,” tambah mantan Kasatlantas Polres Gresik ini.

Polri juga menggelar operasi nusantara Cooling system 2023-2024 untuk membangun narasi guna mengantisipasi polarisasi akibat berita hoaks, isu sara, propaganda firehouse of falsehood dan black campaign yang dilengkapi dengan satgas anti money politics serta satgas pemilu damai. Setelah apel kesiapan pengamanan pemilu 2024 dilanjutkan sistem pengamanan kota (Sispamkota) dan gladi lapangan guna kesiapan menghadapi pemilu 2024. (yad)

Polres Gresik Siagakan 660 Personil, Bentuk Satgas Anti Politik Uang untuk Amankan Pemilu 2024 Selengkapnya

Lat Praops Operasi Mantap Brata, Polri Siap Amankan Pemilu 2024

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar latihan Praops Operasi Mantap Brata 2024 di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana Polres Gresik pada Senin, 16 Oktober 2023. Latihan pra operasi untuk Operasi Mantap Brata 2024 atau operasi keamanan yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengamankan pemilihan umum (pemilu) 2024.

Latihan bertujuan untuk mempersiapkan personel Polri dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom saat membuka Lat Praops menjelaskan bahwa Operasi Mantap Brata 2024 adalah bagian penting dari persiapan Polri untuk Pemilu 2024. Dengan memastikan bahwa personelnya terlatih dan dilengkapi dengan baik, Polri dapat membantu memastikan bahwa pemilu dilaksanakan dengan aman dan lancar.

“Membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan personel Polri dalam mengamankan pemilu, mengidentifikasi dan memitigasi potensi ancaman dan risiko keamanan, memastikan bahwa personel Polri siap menghadapi segala kemungkinan pada hari pemilihan, meningkatkan kepercayaan publik pada proses keamanan pemilu ” ujar AKBP Adhitya Panji Anom.

Perlu diketahui Lat Praops Operasi Mantap Brata 2024 dilaksanakan di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Polda hingga Polres diikuti oleh seluruh personel Polri yang akan bertugas dalam pengamanan Pemilu 2024. “Lat Praops Operasi Mantap Brata 2024, diharapkan Polri dapat mengamankan pemilu 2024 dengan aman dan lancar,” imbuh Mantan Kapolres Blitar itu.

Ditempat sama, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Andria Diana Putra menambahkan materi tentang undang-undang dan peraturan pemilu, ancaman dan risiko keamanan, pengendalian massa dan manajemen ketertiban umum, pencegahan dan pendeteksian kejahatan, serta respon darurat. 

“Besok Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2024 di lanjutkan latihan simulasi skenario hari pemilihan, seperti pengamanan TPS, pengamanan konvoi caleg, dan pengamanan rapat umum,” kata Kompol Andria. (yad)

Lat Praops Operasi Mantap Brata, Polri Siap Amankan Pemilu 2024 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  memfasilitasi pengembangan green hydrogen dan green ammonia terintegrasi di kawasan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan inisiasi dari Pupuk Indonesia kolaborasi dengan PT PLN  dan ACWA Power Company, perusahaan asal Arab Saudi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam segmen BUMN Performance Report 2023 di Program Squawk Box CNBC Indonesia, di Jakarta, baru-baru ini menyampaikan bahwa di tahun 2023 ini, Pupuk Indonesia telah menyiapkan master plan pengembangan bisnis, salah satunya adalah pengembangan green hydrogen dan green ammonia yang akan menjadi penopang pertumbuhan Pupuk Indonesia di masa mendatang.

“Kita telah bekerja sama dengan banyak pihak, dan kita juga sudah menetapkan beberapa titik untuk pengembangan dengan teknologi dan metode yang berbeda-beda. Di Gresik (Petrokimia Gresik, Red) kita akan mengembangkan industri hijau dengan berbasiskan tenaga surya,” ujarnya. “Ini adalah industri masa depan. Jika kita tidak dari sekarang, maka kita akan ketinggalan gerbong,” imbuh Rahmad Pribadi.

Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program pengembangan green hydrogen dan green ammonia. Ia mengungkapkan, perjanjian studi pengembangan energi bersih di Petrokimia Gresik ini telah ditandatangani para pihak dan disaksikan oleh Kementerian BUMN pada bulan Juli 2023 lalu. Saat ini sudah pada tahapan feasibility study atau pengumpulan data teknis terkait Pabrik Amoniak eksisting dan sejumlah fasilitas yang akan dimanfaatkan.

“Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas dari Pupuk Indonesia menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan electrolyzer, atau alat yang akan menghasilkan green hydrogen dari air. Selanjutnya green hydrogen tersebut akan dikirim ke Pabrik 1A atau 1B Petrokimia Gresik, tergantung nanti hasil kajian mana yang lebih feasible, sehingga dapat menghasilkan green ammonia,” tandas Dwi Satriyo.

Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar proyek ini berjalan lancar dan sesuai target. Dimana target yang diberikan pada Kuartal IV tahun 2026 telah berjalan secara komersial.

Kerjasama pengembangan green hydrogen dan green ammonia merupakan upaya nyata penerapan komitmen Pupuk Indonesia Grup terhadap pengembangan energi bersih yang sebelumnya telah bekerjasama dengan ACWA Power Company. “Hal ini menjadi salah satu upaya Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik dan anak perusahaan lain dalam mendukung program ketahanan energi yang menjadi fokus Pemerintah dalam Visi Indonesia Emas 2024,” ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik menjadi tempat pembangunan pabrik green hydrogen dan green ammonia karena memiliki potensi sumber energi bersih dari PLTS dan PLTB dengan kapasitas maksimum 200 MW yang menghasilkan green hydrogen yang kemudian dikonversi menjadi green ammonia di Petrokimia Gresik.

Melalui kerjasama ini, Pupuk Indonesia bersama PLN dan ACWA Power Company akan mengevaluasi konversi green hydrogen menjadi green ammonia dengan menggunakan fasilitas Pabrik Ammonia yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama dengan offtaker green ammonia jangka panjang.

Untuk diketahui green hydrogen adalah hidrogen yang diperoleh dari sumber bersih tanpa emisi karbon. ACWA Power Company sedang mengembangkan proyek green hydrogen NEOM di Arab Saudi dengan kebutuhan green energy sebesar 40 GW dan merupakan salah satu proyek green hydrogen terbesar di dunia. Selain itu, ACWA juga telah mengembangkan Noor Energy Project di UEA-Abu Dhabi yang merupakan concentrated solar power terbesar di Dunia, serta Shuaa Solar Power Energy Project.

Pupuk Indonesia sebagai salah satu produsen amoniak terbesar di dunia dapat memainkan peran strategisnya dalam mendukung energi bersih melalui pengembangan green ammonia di Indonesia. Seperti diketahui, green ammonia adalah senyawa kimia yang dapat menjadi sumber energi bersih masa depan sekaligus sebagai media untuk mengangkut hidrogen atau hydrogen carrier. (yad)

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak  Selengkapnya

Dikeroyok Senior Saat Ujian Kenaikan Sabuk, Pendekar Junior Tewas

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik menangkap enam oknum pesilat yang diduga melakukan pengeroyokan berujung maut. Korban bernama Aditya Pratama. Korban meninggal ketika menjalani tes kebaikan sabuk. Enam pendekar yang diamankan polisi itu adalah senior korban di salah satu perguruan pencak silat.  

Tiga dari enam pendekar itu adalah anak-anak. Pendekar cilik itu berinisial ARG, 15 ; HS, 17, dan D, 17. Tiga lainnya adalah AS, 20 ; S, 19 dan RM, 20. Mereka warga Kecamatan Cerme. “Enam pelaku telah kami amankan usai mengeroyok korban yang sedang menjalani kenaikan sabuk. Mereka diamankan di lokasi berbeda,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan pada Rabu, 12 Oktober 2023.

Proses penangkapan para pesilat dipimpin langsung Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Komang Andhika. Satu pelaku diamankan di wilayah Cerme. Kemudian mengamankan para pelaku lainnya turut diamankan. “Dari enam pelaku yang kami amankan, tiga diantaranya di bawah umur,” tegasnya.

Keenam tersangka itu dijerat pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun. 

Untuk diketahui, korban Aditya Pratama dikeroyok seniornya ketika menjalani tes kenaikan sabuk pada Sabtu, 7 Oktober 2023 sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban pamit kepada orang tuanya untuk mengukuti ujian kenaikan sabuk di salah satu perguruan pencak silat bermarkas di Kabupaten Gresik.  

Proses kenaikan sabuk itu, dilakukan seperti peloncoan kepada para Junior. Tes kenaikan sabuk itu, disertai aksi kekerasan fisik yang dilakukan oleh senior. Akibatnya, korban Adhitya Pratama tersungkur. Keesokan harinya, sekitar pukul 01.30 WIB, orang tua korban mendapatkan pemberitahuan anaknya tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan dan meninggal di Puskesmas Cerme. Belum diketahui penyebab enam senior itu mengeroyok korban. (yad)

Dikeroyok Senior Saat Ujian Kenaikan Sabuk, Pendekar Junior Tewas Selengkapnya

Bandar Narkoba Kawasan Kalimas Baru Dibekuk Polsek Duduksampeyan 

GRESIK,1minute.id – Polsek Duduksampeyan menangkap dua maniak sabu-sabu di sekitar SPBU Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Tersangka Rino, 30, warga Wonoayu, Sidoarjo yang indekos di Perum Impian, Desa Hulaan, Kecamatan menganti, dan Abdilla, 43, warga Kalimas Baru, Surabaya. 

Dari dua tersangka itu, anak buah Iptu Hendrawan, Kapolsek Duduksampeyan menyita barang bukti 3,3 gram kristal bening itu. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Duduksampeyan Iptu Hendrawan mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba bermula pada Selasa, 03 Oktober 2023 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB di jalan masuk SPBU Bringkang, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Dini hari itu, Reno hendak membeli bahan bakar di SPBU Bringkang itu. Rino adalah target lama polisi karena ditengarai sebagai pengedar dan pemakai sabu-sabu. Dini hari ini, Rino yang warga Wonoayu, Sidoarjo itu mengantar barang haram itu. “Rino diamankan mengisi bensin di SPBU Bringkang, Menganti Gresik. Dalam pengeledahan di temukan 0,5 gram sabu-sabu,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Sabtu, 8 Oktober 2023.

Dalam pemeriksaan, Rino “menyanyi” mendapatkan sabu-sabu itu dari Abdillah. Bandar gede berusia 40 tahun itu tinggal Kalimas, Surabaya. “Tersangka Rino ngaku beli Rp 400 ribu dari Abdillah,” imbuh AKP Hendrawan. Berdasarkan pengakuan tersangka Rino, tim buser Polsek Duduksampeyan memburu Abdillah ke Kota Metropolis itu. “Tersangka berhasil kami amankan di Pesapen, Kota Surabaya dengan barang bukti tujuh poket sabu siap edar,” tegasnya.

Tersangka Abdilla dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1), Undang –Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka Rino dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

Bandar Narkoba Kawasan Kalimas Baru Dibekuk Polsek Duduksampeyan  Selengkapnya

Orang Tua Pembuang Bayi Menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Belva Pandega Nusantara , 24, warga Menganti dan  Ulviyanti, 22, mahasiswi asal Bangkalan resmi menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik pada Kamis, 5 Oktober 2023. Mereka menikah di masjid di Kompleks Markas Polisi Resor Gresik karena menyandang status tersangka dugaan membuang bayi perempuan di depan pintu Ponpes Al Hikmah di Kecamatan Menganti pada 23 Agustus 2023.

Mempelai laki-laki memakai baju warna putih, celana kasual hitam dan memakai kopyah. Sedangkan, mempelai perempuan memakai busana muslim warna putih dan berhijab warna coksu alias coklat susu. Kedua mempelai terlihat semringah. Tampak menyaksikan prosesi sakral itu, antara lain, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih dan sejumlah anggota polisi lainnya. 

Usai akad nikah dengan mas kawin seperangkat alat Salat dan uang tunai itu, kedua mempelai langsung menuju ruang tahanan masing-masing. Tidak ada resepsi layaknya pernikahan biasanya. ” Tadi sempat deg-degan waktu mengucapkan ijab kabul,” kata Belva kepada wartawan. Belva mengungkapkan rasa syukur bisa menikahi perempuan pujaan hati yang telah memberikan satu momongan itu.  

“Tadi orang tua dan mertua dan saudara juga hadir semua,” jelasnya. Lebih lanjut Belva mengungkapkan terimakasih kepada Polres Gresik, Kasat Reskrim Akp Aldhino Prima Wirdhan, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi dan Kasat Tahti Iptu Soleh yang membantu kami terkait pelaksanaan pernikahan kami.  “Untuk anak kami Alhamdulillah dalam keadaan sehat sekarang sudah berumur dua bulan dan sekarang diasuh oleh mertua saya,” katanya. 

Seperti diberitakan,  pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Saya nitipkan anak kami”. (yad)

Orang Tua Pembuang Bayi Menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik  Selengkapnya

Kemarau, Polres Gresik Gelontorkan 25 Ribu Liter Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Droping air bersih, dampak kemarau panjang masih terus bergulir. Selain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Bantuan air bersih juga datang dari Kepolisian Resor (Polres) Gresik. Hari ini, Rabu, Polres Gresik menggelontor 5 unit tangki air atau 25 ribu liter air bersih ke Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan. 

Sebelumnya, Polres Gresik juga telah membuat sumur bor untuk warga Desa Randupangangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Bakti sosial peduli air bersih itu menyambut HUT ke-72 Humas Polri.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan kegiatan Baksos bertepatan dengan HUT ke-72 Humas Polri ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Polri melalui Humas akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan informasi terbaik kepada masyarakat, termasuk dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

“Hari ini kita berangkatkan 25.000 liter air bersih, semoga bermanfaat bagi masyarakat,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Rabu, 4 Oktober 2023. Kasi Humas Polres Gresik Iptu Wiwit Mariyanto, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polres Gresik kepada masyarakat. “Kami ingin menunjukkan kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak dengan musim kemarau,” kata Iptu Wiwit.

Kegiatan bakti sosial ini disambut baik oleh masyarakat. Mereka mengapresiasi kepedulian Polres Gresik terhadap masyarakat yang terdampak dengan musim kemarau. “Kami sangat berterima kasih kepada Polres Gresik atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Ny Mufayadah, 58 tahun. (yad)

Kemarau, Polres Gresik Gelontorkan 25 Ribu Liter Air Bersih  Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat menyelamatkan masa depan anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Anak perempuan kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku menjadi korban kekerasan fisik di sekolah. Ia dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan mata kanan mengalami penurunan pengelihatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mengupayakan menyelamatkan masa depan anak SAH dengan kembali sekolah. “Keluarga anak SAH, kami ajak untuk memilih sekolah yang cocok,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH  di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. 

“Saran Saya cari sekolah yang mendekati rumah dan lebih menyenangkan. Saya ajak mereka keliling agar memilih sendiri. Artinya dari anaknya nyaman, terus orang tua lebih percaya diri. Semoga kasus segera tuntas,” harapnya. 

Disisi lain, Pemkab Gresik terus berbenah menjadikan sekolah ramah anak. Ia pun mengajak insan media memberikan pemberitaan edukatif. “Saya dalam setiap pertemuan di rapat atau forum guru terus mendorong guru dan tenaga pendidik untuk mengupgrade diri untuk menuju profesional,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginan anak korban SAH maupun orang tua. Mereka menginginkan sekolah di SD Miftahul Ulum. SD tersebut masuk dalam Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Hulaan,Kecamatan Menganti. “Semua persyaratan sudah selesai. Kapan anak SAH mau masuk sekolah bisa,” kata Hariyanto di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Dalam rilis di Mapolres Gresik terungkap fakta-fakta baru yang berbeda dengan pengakuan keluarga anak korban, SAH, 8 tahun, tersebut. Fakta baru itu, hasil pemeriksaan empat rumah sakit yang melakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya menyebutkan hasil pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada. Sementara penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 47 saksi. Semuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa anak SAH pada 7 Agustus 2023. Sedangkan, 6 kamera CCTV sekolah berdasarkan hasil analisis Labfor Polda Jatim tidak aktif sejak 1 Juni 2023. 

Untuk diketahui kejadian dugaan kekerasan kepada anak korban SAH pada 7 Agustus 2023.  Sekitar pukul 08:30 WIB saat anak korban melihat acara lomba 17- an di sekolah di Kecamatan Menganti. Saat anak korban melihat korban tersebut ia dipanggil oleh seseorang anak laki-laki dan tiba-tiba ia di tarik ke sebelah sela antara ruang dan gerbang timur sekolah di lalu anak korban di mintai uang, Namun tidak diberikan oleh anak korban.

Lalu anak laki laki tersebut mengambil tusukan pentol di lantai atau ditanah, sambil menutup mata kiri anak korban dengan tangannya, anak laki-laki tersebut menusuk mata anak korban. Dan anak laki-laki tersebut berlari meninggalkan korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami penurunan pengelihatan. Korban kemudian melaporkan ke Polres Gresik pada 28 Agustus atau 21 hari pascakejadian. (yad)

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum Selengkapnya

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar konferensi pers  perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan penurunan penglihatan. 

Empat rumah sakit telah melakukan pemeriksaan terhadap korban SAH. Pemeriksaan kali terakhir, adalah Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.  Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya.

Anak korban SAH dalam laporan ke Polres Gresik pada 28 Agustus 2023. Sedangkan, kejadian dugaan anak korban dicolok dengan tusuk bakso terjadi pada 7 Agustus 2023. Sedangkan kamera CCTV sekolah berdasarkan analisa  DVR tersebut tidak melakukan aktifitas elektronik atau merekam sejak 1 juni 2023, hingga 18 agustus 2023. “Hal ini dikuatkan dari data Log File dimana sejak 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada data yang terekam dalam bahasa lain CCTV Tersebut dalam kondisi mati atau tidak dihidupkan,” jelas mantan Kapolres Blitar itu.

Rilis perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 18 tahun, tergolong istimewa. Sebab, rilis perkembangan penyidikan ini dihadiri Forkopimda Gresik. Selain Kapolres Adhitya Panji Anom, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dan Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, SpM dan seorang psikologi.

AKBP Adhitya Panji Anom melanjutkan,  penjelasan dari ahli forensik menyatakan bahwa apabila rekaman CCTV sengaja dihapus, data dalam log file tetap ada atau history rekaman tetap ada. “Jadi kesimpulannya adalah CCTV yang terdapat dalam sekolah SDN 236 GRESIK memang tidak aktif atau tidak menyala saat kejadian 7 Agustus 2023,” tegasnya.  (yad)

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik meliris perkembangan perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan kebutaan. 

Benarkah? Hasil pemerikasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya mencegangkan. Kebutaan yang dialami siswa kelas 2 sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti itu bukan karena kekerasan. 

Menurut dr Bambang Tuhariyanto Sp.M,  hasil pemeriksaan RMI, mata kanan mengalami keluhan sedangkan, mata kiri kondisinya normal. “Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dokter spesialis mata dari RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Anak korban berinisial SAH menjalami pemeriksaan RMI di RS PHI Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi oleh dr Bambang Tuhariyanto yang mendampingi anak korban SAH itu.

Thoha-begitu sapaan-Bambang Tuhariyanto melanjutkan pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat yang tidak dilihat oleh mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada. Terkait penurunan penglihatan mata tersebut, Thoha tidak memberikan keterangan pasti. Sebab, bukan kewenangannya. “Terkait penurunan pengelihatan mata dari tusukan bakso belum tentu juga,” kata dr Thoha.  

Lebih lanjut dr Tuha mengungkapkan penurunan penglihatan mata bisa disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. Kelainan mata karena katarak biasa dialami orang dewasa. Sedangkan, katarak pada anak tidak pernah menemuinya. Sedangkan, buta warna bisa dialami semua orang. Mulai anak sampai orang dewasa. 

Rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH cukup spesialis. Karena dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Selain Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dab Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, Sp.M dan seorang psikologi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya