Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk SAH (8). Siswi kelas 2 SD yang mengalami penurunan penglihatan diduga akibat dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya di SDN 236 Gresik pada Senin, 19 September 2023. Kapolres dan Bupati membawakan mainan dan bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH.

Kapolres Gresik mengatakan kedatangannya untuk memberikan support dan memastikan proses penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. “Hari ini dilakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023. Mantan Kapolres Blitar itu melanjutkan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuh AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso Selengkapnya

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik

GRESIK,1minute.id – Pekan depan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik digelar offline. Sidang tatap muka. Keputusan itu disepakati empat pilar aparat penegak hukum (APH) di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Empat pilar APH adalah Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Agus Walujo Tjahjono, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Gresik Disri Wulan Agus Tomo. 

Nana Riana mengatakan, pertemuan kali ini melibatkan unsur penegak hukum yang lain. Diantaranya, Polres, Pengadilan, Rutan dan unsur yang lain. Pertemuan tersebut membahas persiapan sidang secara offline. Karena, pandemi Covid-19 sudah berlalu. Sehingga, harus mempersiapkan segala infrastrukturnya.

“Seperti pengamanan dan teknis lainnya. Termasuk membahas mengenai teknis penyidikan akan terus ditingkatkan,” katanya usai acara di kantor Kejari Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Nana Riana melanjutkan infrastruktur Kejaksaan sudah disiapkan. Pihak-pihak lain juga sudah mempersiapkan semua untuk pelaksanaan sidang offline.”Sidang offline segera dilaksanakan, mungkin minggu depan. Tapi secara bertahan. Semuanya sudah sepakat,” imbuhnya. 

Meski demikian, dalam pelaksanaan persiadangan nantinya tetap harus memperhatikan unsur kesehatan. “Nanti para terdakwa tetap memakai masker,” pungkasnya.

Senada disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Disri Wulan Agus Tomo. Pihaknya mengaku siap jika proses persidangan digelar offline. Namun, pengamanan dan pengawalan di ruang sidang harus diperketat. Sebab, keluarga terdakwa akan ikut menyaksikan jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Maka, harus disiapkan tempatnya.

“Kami siap, kapan pun dilakukan sidang offline. Kami menyiapkan terdakwa untuk dikirim ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan,” tegasnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Negeri Gresik Mokhmad Fathkur Rochman menambahkan, pihak pengadilan mendukung penuh pelaksanaan persidangan. “Intinya kami siap melaksanakan persidangan secara offline,” katanya. 

Sejak pandemi Covid-19, proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik dilakukan online. Sidang dalam jaringan (daring) dilakukan untuk memutus penyebaran virus berawal dari Tiongkok itu. Dalam sidang online itu terdakwa menjalani sidang di Ruang Tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Sedangkan, hakim, jaksa penuntut dan saksi hadir di Pengadilan Negeri Gresik. Ketika wabah mengganas adanya variasi baru yakni Delta dari India, sidang dilakukan di tiga tempat berbeda. Terdakwa tetap di Rutan Gresik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik sidang di kantor Kejaksaan. Sedangkan, majelis hakim tetap di Pengadilan Negeri Gresik. (yad)

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik Selengkapnya

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik memberikan atensi khusus dugaan  kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik membentuk tim khusus (timsus) untuk mengungkap kasus ini terang benderang.

Timsus berjumlah 35 personil itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan itu dibawah kendali Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih. 

AKP Aldhino Prima Wirdhan mengungkapkan, pembentukan timsus berjumlah 35 personil itu bertujuan agar perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ini bisa cepat terselesaikan.  “Ini (timsus) terdiri dari seluruh personil Satreskrim dengan dipimpin Saya, di bawah kendali Kanit PPPA,” tutur perwira tiga balok di pundak itu. 

Timsus itu, imbuhnya, akan dibagi tugas masing-masing supaya segera terselesaikan. “Nanti kita akan ploting sesuai tupoksi masing-masing, tujuannya biar gak lama-lama. Semoga cepat terungkap,” katanya. Seperti diberitakan, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik menaikkan kasus kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ke penyidikan. Namun, penyidik belum mengungkapkan Identitas terduga pelaku kekerasan tersebut. 

Selain peningkatan status penyidikan, penyidik telah melakukan penyitaan DVR CCTV sekolah. Mesin perekam digital itu telah diserahkan ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Hasilnya, masih menunggu waktu sekitar sepekan ke depan. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta Selengkapnya

Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek Kebomas meringkus seorang pemuda berinisial AD. Pemuda 41 tahun yang mengaku tinggal di Jalan KH Zubair, Gresik ditengarai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sasaran adalah rumah kos-kosan.

Selain mengamankan tersangka AD, anak buah Kompol Abdul Rokib, Kapolsek Kebomas itu menyita barang bukti berupa 1 pcs celana jins, Helm warna hitam,sepasang sandal kulit dan uang sisa penjualan sebesar Rp 400 ribu. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol Abdul Rokib mengatakan, pencurian sepeda motor terjadi pada Rabu, 6 September 2023 sekitar pukul 16.30 WIB. Tersangka AD menggasak sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) AE 6071 L. Motor milik korban Ayu, 19, warga Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.  Motor matik warna hitam di parkir di depan rumah kos di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo XXIV, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. 

Hasil penyelidikan dan melihat rekaman CCTV pelaku mengarah kepada pemuda berinisial AD itu. “Kami lakukan rangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan AD orang yang diduga pelaku, kemudian petugas melakukan introgasi dan dari pengakuan AD secara terus terang mengakui perbuatanya bahwa telah mengambil sepeda motor milik korban Ayu,” kata Rokib. 

Pengakuan tersangka AD, sepeda motor curian tersebut disimpan di gang samping rumah korban tanpa plat nomor. AD kemudian menghubungi Wowok, residivis curanmor yang masih mendekam di rumah tahanan Dari pengakuan AD, saat situasi kos sepi sepeda motor milik korban langsung diambil, setelah itu oleh pelaku AD sepeda motor tersebut disimpan di gang samping rumah tanpa plat nomor.

Setelah itu pelaku menghubungi temanya yang bernama Wowok (di rutan kasus Curanmor) meminta bantuan mencarikan pembeli secara COD (Cash on Delivery). “Sepeda motor milik korban dijual seharga Rp 2,5 juta. Dan uangnya digunakan  kebutuhan sehari-hari dan membayar SPP sekolah anaknya,” tegasnya. (yad)

Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta  Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek mengubrak-abrik peredaran narkoba di Gresik bagian Selatan. Dua pengedar diringkus di dua lokasi berbeda. Mereka adalah Sugianto alias Tameng, 44, asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dan Kuswanto Ari Wibowo alias Dono, 37, Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Gresik.

Penangkapan dua pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Sebuah rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme ditengarai menjadi ajang pesta sabu-sabu. Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo yang lama bertugas di intelejen itu melakukan penyelidikan. Pada Rabu malam, 6 September 2023 sekitar pukul 22.30 WIB, rumah kos pengedar sabu-sabu itu kemudian digerebek. Sugianto diringkus. Dua poket sabu-sabu disita. Sedangkan, tiga poket lainnya di simpan  dibawah wastafel di rumah kos Sugianto lainnya di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. 

Dalam interogasi awal, Sugianto yang asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang itu “menyanyi”. Ia mengaku mendapat kristal bening dari Kuswanto Ari Wibowo, 37 tahun. Iptu Andik Asworo bersama tim Reskrim Polsek Cerme malam itu “menjemput” Kuswanto Ari Wibowo dirumahnya di Desa Boteng, Kecamatan Menganti

“Penangkapan dua tersangka pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Tersangka Sugianto digerebek di rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo pada Selasa, 12 September 2023. Dalam penggebekan itu diamankan 5 poket sabu-sabu. Rinciannya, 2 poket di rumah kos tersangka di Desa Cerme Kidul dan 3 poket di rumah kos tersangka di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme.

Dalam pemeriksaan,  tersangka Sugianto mengatakan, sabu-sabu yang siap diedarkan untuk meracuni otak generasi anak bangsa diperoleh dari pengedar Kuswanto Ari Wibowo asal Deaa Boteng, Kecamatan Menganti. “Dalam pengembangan itu, tersangka Kuswanto Ari Wibowo, kami amankan saat ngopi di Desa Boteng,” jelas Iptu Andik Asworo. 

Penyidik menjerat tersangka  tindak pidana narkotika, dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme  Selengkapnya

Polda Jatim dan Polres Gresik Bershalawat, Doakan Pemilu 2024 Damai

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik bersama Tim Hadrah Aulian Musthofa Polda Jatim menggelar kegiatan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan Doa bersama di halaman Mapolres Gresik pada Senin malam, 11 September 2023. 

Suasana malam di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berasa semakin adem karena alunan puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji dan jajaran tampak khusyuk di tengah jemaah dan anggota. 

Kegiatan shalawat dan doa bersama dimulai badal Salat Isya. Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto mengajak seluruhnya untuk salat berjamaah di Masjid Al Aziz di kompleks Mapolres Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Tim Hadrah Aulian Musthofa Polda Jatim ini dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Polda Jatim Yesika Toni Harmanto didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Myrna Adhitya tampil apik. “Syukur Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan Sholawat dan doa bersama. Semoga amal baik kita diterima oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin dan tentunya kita berharap menjelang pemilu 2024 berjalan damai dengan harapan masyarakat saling menghargai perbedaan pilihan,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. (yad)

Polda Jatim dan Polres Gresik Bershalawat, Doakan Pemilu 2024 Damai Selengkapnya

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza 

GRESIK,1minute.id – Kampung Tangguh Bebas Narkoba berdiri Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kampung bebas narkoba, satu-satunya di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk program pencegahan dan edukasi terhadap obat terlarang atau narkoba.

Tim Asistensi Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur dipimpin oleh AKBP Dyah Arum Sari dan dua anggotanya, AKBP Rony Purwahyudi dan Kompol Ermi Sugiarti mengunjungi Kampung Tangguh Bebas Narkoba itu pada Kamis, 7 September 2023.

Mereka disambut oleh Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dan Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetiyanto, Perwakilan BNN Gresik dan forkopincam serta tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga dan Tomas) setempat.

AKBP Dyah Arum Sari mengungkapkan,  kampung tangguh bisa membantu masyarakat yang jika terjebak dalam lingkaran peredaran narkoba, dan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan masa depan bangsa dengan cara preventif atau pencegahan. “Harapannya bagi pengguna narkoba seperti rehabilitasi, butuh pengobatan atau juga butuh pendampingan. Sehingga setelah rehabilitasi dan tidak kembali lagi menjadi pengguna,” kata Dyah Arum Sari. 

Dipilihnya kampung tangguh bebas narkoba untuk satu Desa dalam setiap Kabupaten atau Kota di Jawa Timur sebagai role model, nantinya akan dikembangkan kepada desa-desa lain dengan mendirikan posko sesuai harapan bersama dalam memerangi narkoba. 

“Sementara satu Kabupaten ada satu, kedepannya akan ada posko di setiap Desa-desa,” terang Dyah. Ia melanjutkan, penanganan kampung tangguh bebas narkoba dibutuhkan peran aktif pula dari stakeholder. Sinergitas dapat dibangun untuk mencapai hasil maksimal terhadap pelayanan kepada masyarakat. “Tidak hanya Polri, seluruhnya juga ikut bertanggung jawab, makanya strukturnya melibatkan )emerintahan, BNN, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta stakeholder terkait,” katanya. 

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mendukung program Kapolri melalui Kampung Tangguh Bebas Narkoba. “Mari sama-sama jaga mulai dari keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba, jangan takut untuk melaporkan bila ada keluarga yang menggunakan narkoba,” pesan Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom. Kasat Resnarkoba AKP Tatak Sutrisno menambahkan, apabila pengguna narkoba yang rela melapor maka akan dibantu. “Kami akan membantu program rehabilitasi,” tegas mantan Kapolsek Menganti itu. (yad)

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza  Selengkapnya

Polres Gresik  Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini 8 Sasaran yang Dipelototi Polantas

GRESIK,1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2023 mulai digelar Polres Gresik pada Senin, 4 September 2023. Operasi bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas mengusung tema “Kamseltibcarlantas Yang Kondusif Menuju Pemilu Yang Damai 2024” berlangsung sampai 17 September 2023 nanti.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin apel kesiapan personel menjelang Operasi Zebra Semeru 2023 di halaman Mapolres Gresik. “Operasi kali ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” tegas AKBP Adhitya Panji Anom pada Senin, 4 September 2023.

Data bulan Januari sampai Agustus 2023 angka kecelakaan di Jawa Timur meningkat 70,12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan, korban meninggal meningkat 38,25 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, 2022. Jumlah pelanggaran meningkat drastis sebanyak 1.254 persen.

AKBP Adhitya mengatakan, meningkatnya angka pelanggaran dan laka lantas tidak terlepas dari meningkatkan mobilitas masyarakat pascacovid-19. Penyebab lain,  adalah menurunnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalulintas dan kurangnya anggota polantas akibat perubahan sistem penindakan dari manual ke sistem elektronik.

“Berdasarkam pertimbangan tersebut dipandang perlu adanya Operasi Zebra Semeru guna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas,” ujar mantan Kapolres Blitar itu. Operasi zebra dilaksanakan selama 12 hari dari 4 September sampai 17 September 2023

“Laksanakan secara profesional secara humanis sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian negara Republik Indonesia,” pesan alumnus Akpol 2002 itu.

Sasaran Operasi Zebra Semeru 2023 : 

1. Pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

2. Pengendara yang melawan arus di jalan yang satu arah.

3. Pengendara yang melebihi batas kecepatan maksimum.

4. Pengendara yang tidak memiliki SIM.

5. Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia)

6. Pengendara roda 4/lebih yang tidak menggunakan seatbelt 

7. Pengendara yang memainkan handphone saat berkendara.

8. Mengemudi dalam pengaruh minuman alkohol. (yad)

Polres Gresik  Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini 8 Sasaran yang Dipelototi Polantas Selengkapnya

AKP Mulya Sugiharto Jabat Kasat Lantas Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin sertijab dan sumpah jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Gresik di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Gresik pada Senin, 4 September 2023. 

AKP Mulya Sugiharto menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Gresik menggantikan AKP Agung Fitransyah. Agung menjabat Kasat Lantas Polres Gresik sejak 15 Juli 2022 atau 14 bulan. Agung kini menempati jabatan baru sebagai Kasi Kawaltah Subditpamtah Dittahti Polda Jatim. 

Sedangkan, penggantinya, AKP Mulya Sugiharto sebelumnya menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Blitar Kota. Sertijab Kasat Lantas Polres Gresik ini dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra, serta Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek Jajaran Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, mutasi di lingkungan Polri merupakan hal wajar untuk pembinaan karir anggota. Pihaknya berterima kasih kepada pejabat lama yang telah berdedikasi dan menjalankan tugas dengan baik. Pihaknya juga menyampaikan selamat datang kepada AKP Mulya Sugiharto. 

“Semoga bisa segera beradaptasi dan menjalankan tugas dengan baik,” kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 tersebut.

Ditempat yang sama, AKP Agung Fitransyah mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Gresik dan semua anggota Polres Gresik. “Juga masyarakat Kabupaten Gresik dalam sinergitas menjaga Kamseltibcarlantas selama saya menjabat kasat lantas,” kata Agung. 

Sementara, AKP Mulya Sugiharto minta dukungan dan bimbingan semua pihak dalam menjalankan tugas baru sebagai kasat lantas polres Gresik. Sertijab Kasat Lantas Polres Gresik merujuk pada Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor: ST/1219/IX/KEP/2023 tanggal 24 Agustus 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. (yad)

AKP Mulya Sugiharto Jabat Kasat Lantas Polres Gresik  Selengkapnya

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik terus memantau perkembangan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Bayi laki-laki dengan bobot 1,7 kilogram itu dibuang di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Agustus 2023 lalu. 

Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi kesehatan bayi laki-laki yang terlahir dari rahim mahasiswi yang belum menikah itu terus membaik. “Beberapa waktu lalu, berat badan naik menjadi 1,9 kilogram,” kata Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati disela menghadiri Nawa Karsa Award Desa SIAP di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik akhir pekan lalu. 

Pemantauan kondisi bayi dilakukan, imbuhnya, karena orang tua bayi sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik. Penyidik menetapkan sepasang kekasih yakni Belva Pandega Nuswantara (BPN)  dan perempuan berinisial UD, 22 tahun sebagai tersangka. Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menahan kedua tersangka dengan ancaman penjara selama 5,5 tahun. 

UD tercatat sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya. “Ibu bayi melahirkan di rumah pacarnya. Tanpa bantuan dokter dan paramedis. Melahirkan sendiri,” terang Titik Ernawati. Sejoli berinisial BPN dan UD telah berpacaran selama 2 tahun. Selama berpacaran itu, mereka diduga telah berulangkali berhubungan layaknya suami-istri. UD, mahasiswi asal Madura itu pun akhirnya hamil. 

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, UD mengalami pendarahan hingga air ketuban pecah.”Melahirkan di rumah tersangka pria tanpa bantuan tenaga medis,’’ ujar Kapolres GresikAKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Jumat, 1 September 2023. 

Seperti diberitakan, pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Sata nitipkan anak kami”. (yad)

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah  Selengkapnya